cover
Contact Name
Nova Triani
Contact Email
novatriani.agrotek@upnjatim.ac.id
Phone
+6281615451424
Journal Mail Official
plumulafaperta@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Lantai II, Fakultas Pertanian Jln. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
ISSN : 20898010     EISSN : 26140233     DOI : https://doi.org/10.33005/plumula.v8i1
Jurnal Berkala Ilmiah Agroteknologi Plumula terbit dua kali dalam setahun, memuat suatu tinjauan terhadap hasil-hasil penelitian dalam bidang agroteknologi dengan topik agronomi, hortikultura, pemuliaan tanaman, ilmu tanah, bioteknologi pertanian, proteksi tanaman, dan topik lainnya yang berkaitan dengan produksi tanaman.
Articles 136 Documents
Pertumbuhan Bawang Daun (Allium fistulosum L.) pada Media Pasir Pantai dengan Pemberian Dosis Pupuk NPK dan Pupuk Organik Cair Badriyah, Badriyah; Priestiani, Priestiani; Mahmudin, Mahmudin; Sandra, Yuke Mareta Ariesta; Sandrina, Sandrina
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 13 No. 2: Juli 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v13i2.255

Abstract

Tanah pasir dapat digunakan sebagai media tanam alternatif. Limbah organik pasar dapat dimanfaatkan sebagai Pupuk Organik Cair (POC). Bawang daun tanaman hortikultura berupa sayur yang bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kimia dan pupuk organik cair terbaik pada budidaya bawang daun (Allium fistulosum L.) di media pasir pantai.  Penelitian menggunakan RAL dengan dua perlakuan yaitu: dosis pupuk kimia NPK (0, 200, 250, 300 kg/ha) dan POC (0, 50 ml/L). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pupuk NPK 250 kg/ha dan POC 50 ml/L secara konsisten memberikan hasil terbaik pada semua parameter pertumbuhan bawang daun yang diamati. Dosis pupuk kimia NPK yang optimal dengan penambahan POC memberikan hasil yang efektif terhadap tinggi tanaman bawang daun yang dibudidayakan di media tanah pasir pantai. Penggunaan dosis pupuk NPK 250 kg/ha dan POC 50 ml/L direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan bawang daun pada media pasir pantai.
Efek Iradiasi Gamma Co-60 dan Ultraviolet terhadap Karakteristik dan Kemampuan Pelarutan Fosfat dan Kalium Aspergillus costaricaensis dan Staphylococcus pasteuri Maulinda, Restiana; Anas, Iswandi; Widyastuti, Rahayu; Citraresmini, Ania
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026 (In Press)
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.248

Abstract

Radiasi gamma Co-60 dan ultraviolet berpotensi untuk meningkatkan kemampuan mikroba dalam melarutkan fosfat dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh radiasi gamma Co-60 dan ultraviolet terhadap karakteristik serta indeks kelarutan fosfat dan kalium Aspergillus costaricaensis dan Staphylococcus pasteuri. Tahap penelitian terdiri dari iradiasi gamma Co-60 (dosis 0; 5; dan 10 kGy) dan ultraviolet (lama penyinaran 0; 1; dan 5 jam). Hasil menunjukkan bahwa iradiasi gamma Co-60 dan ultraviolet menyebabkan perubahan karakteristik pada mutan A. costaricaensis dan mutan S. pasteuri, meliputi kecepatan pertumbuhan, jumlah koloni, ukuran, warna, dan bentuk koloni. Menariknya, perlakuan ultraviolet tidak mengakibatkan perubahan karakteristik koloni bila dibandingkan dengan induknya. Indeks pelarutan fosfat dan kalium mutan A. costaricaensis masing-masing berkisar 2,06–2,12 dan 2,15–2,23. Sementara itu, mutan S. pasteuri menunjukkan indeks pelarutan fosfat 2,22–2,50 dan kalium 2,06–2,33.
Pengaruh Rasio NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Krisan (Chrysanthemum morifolium) dari Berbagai Eksplan Secara In Vitro Khaya, Siti Tasrifatul; Astuti, Yohana Theresia Maria; Andayani, Neny
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026 (In Press)
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.254

Abstract

Perbanyakan Krisan secara konvensional menjadi tantangan yang cukup berat, seperti adanya serangan hama dan penyakit serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Salah satu metode yang dianggap sebagai solusi ialah kultur jaringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasio NAA dan BAP yang tepat dalam memacu pembentukan kalus, tunas, akar dari berbagai eksplan pada kultur jaringan krisan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktor (faktor I terdiri dari 5 aras dan faktor II terdiri dari 3 aras) dengan 5 ulangan. Analisis menggunakan aplikasi SPSS. Hasil menunjukkan interaksi nyata pada parameter berat kalus dan berat tunas. Pembentukan kalus terbaik (berat segar) diperoleh pada eksplan daun dengan rasio NAA dan BAP 2:1. Pertumbuhan tunas dipengaruhi secara signifikan oleh jenis eksplan, dengan eksplan nodus menghasilkan jumlah tunas tertinggi (1,35). Namun, semua perlakuan menunjukkan pengaruh non-signifikan terhadap pembentukan akar, yang diduga karena rasio ZPT yang digunakan belum optimal untuk induksi akar.
Potensi Trichoderma spp. dari Koleksi Tanah Tanaman Perkebunan asal Jawa Timur sebagai Antagonis Fusarium oxysporum Amara, Khansa; Indrawan, Arga Dwi; Af’idzatuttama
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 13 No. 2: Juli 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v13i2.261

Abstract

Aplikasi Trichoderma spp. hasil eksplorasi pada tanah tanaman sehat dapat berpotensi dalam pengendalian penyakit layu yang ramah lingkungan dan dapat diterapkan dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas spora dan kemampuan antagonis Trichoderma spp. yang diisolasi dari tanah tanaman kakao, kopi, dan cengkeh terhadap F. oxysporum secara in vitro. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan perlakuan jenis Trichoderma dari sumber sampel tanah berbeda. Variabel pengamatan meliputi: kerapatan dan viabilitas spora, serta tingkat hambatan relatif yang selanjutnya dianalisis ragam (ANOVA) menggunakan SAS on Demand, dan uji lanjut Tukey pada taraf 5%. Seluruh isolat Trichoderma spp. menunjukkan hasil melebihi kriteria penilaian standar mutu sebagai agens hayati berdasarkan SNI 8027.3:2014, dengan kerapatan spora 108 spora/ml. Namun, hanya isolat Trichoderma spp. asal tanah tanaman kopi yang memiliki kualitas spora dan persentase penghambatan terbaik dalam menekan pertumbuhan diameter koloni F. oxysporum, yaitu sebesar 59%.
Pengaruh Variasi Ketinggian Raised Bed terhadap Perubahan Sifat Fisik dan Kimia Tanah di Jemur Wonosari, Surabaya Fatiha, Chosa Zahro; Mindari , Wanti; Sasongko, Purnomo Edi; Anggraini, Rahayu; Dewi, Fifi Aurafika; Pradana, Iqbal Satria
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026 (In Press)
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.275

Abstract

Sistem tanam raised bed beralaskan limbah organik diduga berdampak terhadap kecukupan air, nutrisi, dan gas-gas tanah. Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh variasi ketinggian raised bed terhadap perubahan sifat fisik dan kimia tanah terpilih. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2025 di Jemur Wonosari, Surabaya. Rancangan Acak Kelompok digunakan untuk mengevaluasi  perlakuan  ketinggian raised bed : 20 cm (P1), 25 cm (P2), dan 30 cm (P3), masing-masing diulang tiga kali. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-20 cm pada setiap raised bed untuk dianalisis nilai pH tanah, EC, dan C-organik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian raised bed mempengaruhi nilai ciri tanah tersebut. Nilai pH tanah berada pada kisaran 7,08–7,63, nilai EC tanah antara 0,594 dS/m dan 0,402 dS/m, dan kandungan C organik antara 1,09% dan 0,6%. Kandungan C organik berbanding terbalik dengan EC tanah. Bedengan yang ditinggikan optimal pada ketinggian 25 cm karena dapat menjaga kelembapan, aerasi, dan mendukung dekomposisi bahan organik yang baik.
Pengaruh Komposisi Cocopeat Baru dan Bekas pada Pertumbuhan dan Produksi Tembakau Na-Oogst dalam Sistem Hidroponik Tetes Suherman, Suherman; Ibadah, Irzatul; Hariyanto, Dwika Nano; Ardani, Moh; Jalil, Abdul; Syahputra, Wahyu Nurkholis Hadi
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026 (In Press)
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.281

Abstract

Tembakau Na-Oogst merupakan tanaman bernilai ekonomi tinggi yang memerlukan media tanam dengan retensi air dan aerasi optimal untuk pertumbuhan vegetatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai proporsi cocopeat baru dan bekas terhadap pertumbuhan tanaman pada sistem hidroponik tetes. Penelitian dilaksanakan di Bondowoso, Jawa Timur (±250–300 m dpl) menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan enam perlakuan: M0 (100% cocopeat baru), M1 (80% baru + 20% bekas), M2 (50% baru + 50% bekas), M3 (20% baru + 80% bekas), M4 (100% cocopeat bekas halus), dan M5 (100% cocopeat bekas serat), dengan lima ulangan. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, lebar daun, dan kadar air media. Hasil menunjukkan bahwa media M3 dan M4 mendukung pertumbuhan terbaik (tinggi batang 119,4–119,8 cm; diameter 1,83 cm; lebar daun 27,9–28,5 cm). Cocopeat bekas mampu mempertahankan kadar air stabil (78,0–80,0%) untuk mendukung perkembangan akar dan ekspansi jaringan. Temuan ini menegaskan bahwa cocopeat bekas, baik campuran maupun digunakan penuh dengan tekstur halus, efektif digunakan kembali sebagai media tanam hidroponik.