cover
Contact Name
Nova Triani
Contact Email
novatriani.agrotek@upnjatim.ac.id
Phone
+6281615451424
Journal Mail Official
plumulafaperta@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Lantai II, Fakultas Pertanian Jln. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
ISSN : 20898010     EISSN : 26140233     DOI : https://doi.org/10.33005/plumula.v8i1
Jurnal Berkala Ilmiah Agroteknologi Plumula terbit dua kali dalam setahun, memuat suatu tinjauan terhadap hasil-hasil penelitian dalam bidang agroteknologi dengan topik agronomi, hortikultura, pemuliaan tanaman, ilmu tanah, bioteknologi pertanian, proteksi tanaman, dan topik lainnya yang berkaitan dengan produksi tanaman.
Articles 131 Documents
PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum L.) Ahmad Khafid Afianto; Djarwatiningsih Djarwatiningsih; Agus Sulistyono
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 8 No. 2 (2020): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum L.) memiliki prospek permintaan pasar yang tinggi. Produksi tanaman tomat yang rendah dapat disebabkan oleh pemberian unsur hara yang tidak optimal bagi tanaman. Pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dapat dioptimalkan dengan memberikan berbagai perlakuan, diantaranya adalah dengan pemberian nutrisi yang tepat dan seimbang menggunakan pupuk organik cair (POC) (NASA) serta interval waktu pemberian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi POC NASA dan interval waktu pemberian terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang dilakukan di UPT 3 Dinas Pertanian Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada bulan Desember 2019 – Maret 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah konsentrasi POC (NASA), terdiri dari empat taraf yaitu tanpa pemberian POC NASA (kontrol) (P0), 1 ml/l air (P1), 2 ml/l air (P2), dan 3 ml/l air (P3). Faktor kedua adalah interval waktu pemberian yang terdiri dari tiga taraf yaitu 1 minggu sekali (V1), 2 minggu sekali (V2), dan 3 minggu sekali (V3). Terjadi interaksi yang sangat nyata pada perlakuan kombinasi P3V2 terhadap tinggi tanaman tomat pada umur 40 hst (68,06), 50 hst (80,56), 60 hst (86,06), dan jumlah daun pada umur 40 hst (20,11), 50 hst (26,56), 60 hst (35,11).
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BIT MERAH (Beta vulgaris L.) DENGAN SISTEM POTTING Efita Febriana; Nora Augustien; Makhziah Makhziah
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 8 No. 2 (2020): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan sejenis tanaman umbi-umbian yang memiliki berbagai manfaat dibidang kesehatan. Kandungan antioksidan bit merah yang tinggi bermanfaat mencegah penyakit kanker dan menetralkan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Bit merah juga mengandung nitrat yang dapat menurunkan hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi media tanam dan konsentrasi pupuk organik cair yang tepat untuk peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman bit merah. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur pada bulan Desember 2019 sd Maret 2020. Penelitian merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu komposisi media tanam (M) dan faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair (P). Perlakuan komposisi media tanam tidak berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan, sedangkan perlakuan konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh nyata pada parameter pengamatan panjang tanaman umur 21, 28 dan 35 hst, bobot umbi dan berat basah brangkasan tanaman di bawah tanah yang mana konsentrasi 6 ml L-1 memberikan hasil terbaik pada pebobot umbi bit merah.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAWISTA (Limonia acidissima L.) TERHADAP PEMBERIAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) Siska Dwi Lestari; Nora Augustien; Ida Retno Moeljani
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 8 No. 2 (2020): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawista (Limonia acidissima L.) merupakan tanaman tahunan yang pertumbuhannya lambat mengakibatkan populasinya menurun, perlu adanya upaya untuk menyediakan bibit kawista berkualitas dalam skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi PGPR terhadap petumbuhan bibit kawista. Bibit kawista ditanam dalam polibag diletakkan di lahan percobaan Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur pada bulan November 2019 - bulan Februari 2020. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasi PGPR dengan 6 perlakuan (0 , 5, 10, 15, 20 dan 25) ml/L dan masing - masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati yaitu pertambahan tinggi, pertambahan jumlah daun, pertambahan diameter batang, panjang akar primer, jumlah akar, dan kekokohan bibit. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji F dan jika berbeda nyata dilanjutkan menggunakan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitan menunjukkan tidak ada perbedaan nyata pada pertambahan tinggi bibit, pertambahan jumlah daun, pertambahan diameter batang, dan nilai kekokohan bibit. Respon bibit kawista pada pemberian konsentrasi PGPR 15 ml/L meningkatkan panjang akar primer sebesar 15,03 % dan jumlah akar sebesar 54,43 % dibandingkan dengan tanpa pemberian PGPR
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH DAN PERTUMBUHAN VEGETATIF AWAL JAGUNG PADA KONDISI SALIN DENGAN RHIZOBAKTERI INDIGENOUS PULAU TARAKAN Siti Zahara; Eko Hary Pudjiwati
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 8 No. 2 (2020): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cekaman salin sangat mempengaruhi tanaman jagung mulai dari perkecambahan, pertumbuhan dan produktivitasnya. Aplikasi rhizobakteri dapat mempengaruhi perkecambahan dan pertumbuhan tanaman pada tanah salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rhizobakteri indigenous pada perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif awal tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap yaitu pertama screening isolat yang mampu memberikan perkecambahan yang baik pada kondisi salin. Tahap kedua uji 8 isolat rhizobakteri hasil tahap pertama pada pertumbuhan vegetatif awal jagung pada kondisi salin. Rancangan percobaan yang digunakan pada tahap pertama adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan 23 isolat rhizobakteri sebagai perlakuan, diulang 2 kali. Pada tahap kedua digunakan rancangan acak kelompok, 8 perlakuan isolat rhizobakteri dan 2 kontrol, dengan 5 ulangan. Hasil penelitian pada tahap pertama diperoleh 8 isolat rhizobakteri yang mampu memberikan persentase perkecambahan ≥ 70% dan isolat B311 memberikan persentase perkecambahan 90%. Pada uji pertumbuhan vegetatif awal tanaman jagung isolat B19 mampu memberikan pertumbuhan vegetatif awal yang lebih baik pada kondisi salin daripada isolat yang lain.
PERANAN ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DALAM INDUKSI PEMBUNGAAN DAN PRODUKSI BERBAGAI VARIETAS TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.) Alvriado Igo F. Siahaan; Sukendah Sukendah; Sutini Sutini
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 1 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum annum L.) merupakan komoditas sayuran yang banyak mendapat perhatian karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan kebutuhan akan cabai terus meningkat setiap tahun sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya industri yang membutuhkan bahan baku cabai. Salah satu upaya untuk meningkatkan induksi pembungaan dan produksi tanaman cabai dengan menggunakan pemberian zat pengatur tumbuh alami dari jagung muda dan jenis varietas cabai yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juli 2019, yang dilakukan di lahan kelompok tani Karangploso, Jawa Timur. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang menggunakan 2 faktor yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah zat pengatur tumbuh alami (dengan konsentrasi 0, 3, 6, 9 ml/L) dan faktor kedua adalah macam varietas cabai (Maruti, Santika, dan Jalapeno). Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi pada parameter jumlah daun, jumlah bunga, jumlah cabai, dan berat cabai per tanaman. Faktor pertama yaitu pemberian zat pengatur tumbuh alami ekstrak jagung muda mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman pada variabel jumlah daun, jumlah bunga, jumlah cabai, dan berat cabai per tanaman dengan hasil yang berbeda, begitu juga pada faktor kedua yaitu jenis varietas Maruti menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah daun, dan jumlah bunga, varietas Santika menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah bunga dan jumlah buah per tanaman, sedangkan varietas Jalapeno tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Kiki Dita Ayu Ninda Sari; Juli Santoso; Nora Augustien Kusumaningrum
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 1 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang telah lama dibudidayakan baik di perkarangan maupun di lahan budidaya untuk dimanfaatkan buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu varietas Antaboga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2020 di Desa Pabean Kecamatan Sedati Kebupaten Sidoarjo Jawa Timur. Penelitian ini merupakan percobaan Faktorial dengan dua faktor yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan 3 ulangan. Faktor I : Komposisi Media Tanam (M) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : M1 = tanah : pupuk organik (1:0), M2 = tanah : pupuk organik (1:1), M3 = tanah : pupuk organik (1:2) dan M4 = tanah : pupuk organik (2:1). Faktor II : Jenis Pupuk Kandang (P) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : P1 = pupuk kandang ayam, P2 = pupuk kandang sapi dan P3 = pupuk kandang kambing. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara komposisi media tanam dan jenis pupuk kandang terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga total pertanaman, jumlah buah total pertanaman, bobot buah total pertanaman dan panjang buah. Hasil terbaik diperoleh dari perlakuan kombinasi komposisi media tanam (1:2) dan pupuk kandang sapi (M2P2).
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) PADA BERBAGAI JENIS MEDIA TUMBUH DALAM SISTEM BUDIDAYA VERTIMINAPONIK I Nyoman Wahyu Ardianta; I Nyoman Rai; Ni Nyoman Ari Mayadewi
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 2 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vertiminaponik merupakan perpaduan antara budidaya tanaman (hidroponik) dan budidaya ikan (akuakultur) dalam satu tempat/lahan yang disusun secara vertikal. Dalam sistem vertiminaponik media tanam memegang peranan penting sebagai salah satu penentu pertumbuhan tanaman dan ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji media tanam terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pakcoy serta pertumbuhan dan hasil ikan lele pada sistem vertiminaponik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu media tanam yang terdiri atas empat taraf, yaitu pecahan batu bata, pasir malang, kerikil dan zeolit. Hasil penelitian menunjukkan, media tanam pasir malang menghasilkan berat kering total dan berat segar total hasil panen pakcoy tertinggi yaitu 12,42 g dan 240,72 g. Media tanam zeolit memberikan hasil bobot ikan lele tertinggi yaitu 11,75 kg, namun berbeda tidak nyata dengan media pasir malang (11,03 kg).
PERBANYAKAN SPORA ENDOMIKORIZA INDIGENUS PADA PERKEBUNAN KAKAO DENGAN PEMBERIAN MEDIA TANAM DAN KADAR AIR TANAH BERBEDA Ni Kadek Trisnayati; I Nyoman Rai; I Wayan Wiraatmaja
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 2 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kakao merupakan tanaman perkebunan yang berpotensi untuk meningkatkan pendapatan negara. Di Bali, produksi kakao tertinggi adalah di Kabupaten Jembrana. Peningkatan produktivitas tanaman kakao dapat dilakukan dengan cara pemupukan ramah lingkungan menggunakan pupuk hayati Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan isolat FMA indigenus dan perbanyakannya dengan media tanam berbeda dan kadar air tanah. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020 sampai Januari 2021. Sampel FMA untuk isolasi dan identifikasi diambil dari Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, sedangkan isolasi dan identifikasi FMA dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Unud, Laboratorium Penyakit Tanaman, Laboratorium Sumber daya Genetik dan Biologi Molekuler Unud dan Rumah Kaca Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unud, Denpasar. Perbanyakan spora FMA menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah media tanam, terdiri atas empat taraf perlakuan, yaitu media tanam tanah, tanah dan pasir, tanah dan kompos, dan tanah, pasir dan kompos, sedangkan faktor kedua adalah kadar air tanah yang terdiri atas tiga taraf perlakuan, yaitu kadar air tanah 100%, 70%, dan 40% kapasitas lapang. Hasil isolasi dan identifikasi menunjukkan terdapat tiga genus spora FMA yang ditemukan yaitu Glomus, Gigaspora, Acaulospora. Hasil perbanyakan spora menunjukkan media tanam tanah dan pasir dengan kombinasi kadar air tanah 40% kapasitas lapang menghasilkan spora paling tinggi yaitu rata-rata 62 spora.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA HAMA DAN SERANGGA PREDATOR PADA BUNGA TANAMAN BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola) VARIETAS BANGKOK MERAH Novita Endah Ariani; Wiwin Windriyanti; Yenny Wuryandari
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 2 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman belimbing manis merupakan salah satu jenis tanaman holtikultura yang memiliki tingkat kerontokan bunga 60% yang diakibatkan adanya serangan hama pada bunga sehingga terjadi penurunan produksi buah belimbing manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis serangga hama dan serangga predator pada bunga belimbing manis serta pengaruh faktor lingkungan (suhu dan kelembapan) terhadap serangan hama dan kunjungan serangga predator pada bunga belimbing manis. Pengamatan dilakukan dalam 3 periode waktu, mulai dari pukul 08.00-17.00 WIB selama 20 hari. Jumlah tanaman yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 40 pohon belimbing, dalam satu hari pengamatan membutuhkan dua pohon belimbing, untuk setiap pohon dilakukan pengamatan selama 30 menit. Pengamatan dilakukan menggunakan sweep net, yellow sticky trap dan secara visual. Parameter fisika lingkungan yang dicatat terdiri dari suhu udara dan kelembapan udara. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 4 jenis serangga hama dan 2 jenis serangga predator hama pada bunga tanaman belimbing manis. Analisis indeks Shannon-Wiener serangga hama menunjukkan kategori indeks keanekaragaman rendah, indeks dominansi rendah dan indeks kemerataan rendah. Serangga predator menunjukkan kategori indeks keanekaragaman rendah, indeks dominansi tinggi dan indeks kemerataan merata.
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKLOBUTRAZOL DAN DOSIS PUPUK NPK 16-16-16 DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Firda Rohatul Widad; Agus Sulistyono; Djarwatiningsih Djarwatiningsih
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 2 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Produksi cabai rawit meningkat namun belum mampu memenuhi kebutuhan cabai rawit nasional sehingga pemerintah masih harus melakukan impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian paklobutrazol dan dosis pupuk NPK 16-16-16 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Gresik pada bulan November 2020 sd Maret 2021. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Petak Terbagi (RPT) terdiri dari dua faktor yaitu frekuensi pemberian paklobutrazol (P) dan dosis pupuk NPK (N) dan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan kombinasi antara frekuensi pemberian paklobutrazol dan dosis pupuk NPK memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter kecuali umur muncul bunga dan umur masak buah. Kombinasi perlakuan tanpa aplikasi paklobutrazol + 24 g/tanaman pupuk NPK 16-16-16 meningkatkan tinggi tanaman sebesar 18% dan jumlah daun sebesar 48% dibandingkan dengan kontrol. Hasil terbaik yaitu kombinasi perlakuan dua kali aplikasi paklobutrazol + 24 g/tanaman pada parameter jumlah bunga, Persentase bunga jadi buah (fruitset), jumlah buah total per tanaman, dan bobot buah total per tanaman. Hasil terbaik pada dosis NPK 24 g/tanaman mampu mempercepat umur muncul bunga (43,79) hari dan umur masak buah (86,04) hari.

Page 8 of 14 | Total Record : 131