cover
Contact Name
Nova Triani
Contact Email
novatriani.agrotek@upnjatim.ac.id
Phone
+6281615451424
Journal Mail Official
plumulafaperta@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Lantai II, Fakultas Pertanian Jln. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
ISSN : 20898010     EISSN : 26140233     DOI : https://doi.org/10.33005/plumula.v8i1
Jurnal Berkala Ilmiah Agroteknologi Plumula terbit dua kali dalam setahun, memuat suatu tinjauan terhadap hasil-hasil penelitian dalam bidang agroteknologi dengan topik agronomi, hortikultura, pemuliaan tanaman, ilmu tanah, bioteknologi pertanian, proteksi tanaman, dan topik lainnya yang berkaitan dengan produksi tanaman.
Articles 131 Documents
POTENSI KONSORSIUM Bacillus spp. DAN Pseudomonas fluorescens UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN CABAI RAWIT Nensi Agustina; Arika Purnawati; Endang Triwahyu Prasetyawati
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 1 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi. Produksi cabai rawit seringkali terkendala oleh penyakit layu batang yang diakibatkan cendawan Fusarium sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsorsium bakteri Bacillus spp. dan Pseudomonas fluorescens sebagai agensia hayati pengendali penyakit layu fusarium pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse UPN “Veteran” Jawa Timur. Penelitian dimulai pada bulan Januari 2021 sampai bulan April 2021. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan dua faktor yaitu bakteri antagonis dan waktu aplikasi dan diulang sebanyak 4 kali. Faktor pertama yaitu bakteri antagonis dengan 5 taraf perlakuan yaitu Tanpa pemberian bakteri antagonis, Bacillus spp. kode isolat Ba9, Bacillus spp. kode isolat Ba17, P. fluorescens, Bacillus spp. kode isolat Ba9 + P. fluorescens, Bacillus spp. kode isolat Ba17 + P. fluorescens. Faktor kedua yaitu waktu aplikasi dengan 2 taraf perlakuan yaitu sebelum pindah tanam bibit dan setelah pindah tanam bibit. Jika diketahui adanya pengaruh yang nyata dari perlakuan maka dilakukan Uji Jarak Ganda Duncan atau Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Perlakuan pemberian konsorisum Bacillus spp. kode isolat Ba9 dan P. fluorescens menyebabkan penundaan masa inkubasi Fusarium sp. sebesar 23,42%, meningkatkan tinggi tanaman sebesar 20,55 %, dan mempercepat munculnya calon bunga, sedangkan perlakuan pemberian konsorisum Bacillus spp. kode isolat Ba17 dan P. fluorescens menekan intensitas penyakit layu fusarium 29,03%, meningkatkan jumlah daun sebesar 56,58% dibandingkan dengan pemberian bakteri secara tunggal.
PENGARUH BEBERAPA METODE PERENDAMAN TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI BENIH PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG Ni Luh Rai Yuli Ardani; Anak Agung Made Astiningsih; Ni Luh Made Pradnyawathi
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 1 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa metode perendaman terhadap pematahan dormansi serta metode yang mampu mempercepat pematahan dormansi benih padi varietas Ciherang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap satu faktor yaitu metode perendaman dengan 5 taraf perlakuan: metode tanpa perendaman (P0), metode perendaman menggunakan air bersuhu 30 °C selama 24 jam (P1), metode perendaman menggunakan air panas dengan suhu awal 60°C selama 24 jam (P2), metode perendaman menggunakan larutan GA3 dengan konsentrasi 0,5 ppm selama 24 jam (P3), dan metode perendaman menggunakan larutan KNO3 dengan konsentrasi 3% selama 48 jam (P4) dengan lima kali ulangan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Udayana pada bulan September 2020 sampai November 2020. Hasil penelitian menunjukkan metode perendaman berpengaruh sangat nyata terhadap variabel daya kecambah (%), potensi tumbuh maksimum (%), intensitas dormansi (%), dan kecepatan berkecambah (%/etmal), serta berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan jamur benih (%). Perlakuan P3 mampu mematahkan dormansi benih padi selama 5 minggu pengamatan dengan nilai daya kecambah tertinggi (95,16%) dan memperoleh nilai intensitas dormansi terkecil (4,56%) lebih baik dibandingkan dengan perlakuan P0 tanpa perendaman (kontrol) memperoleh nilai daya kecambah sebesar (7,76%) dan nilai intensitas dormansi sebesar (89,52%). Kecepatan berkecambah tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 dan P4 yaitu masing-masing (6,08%/etmal) dan (3,35%/etmal).
POTENSI BAKTERI Bacillus spp. DALAM MENGHAMBAT Colletotrichum capsici PENYEBAB ANTRAKNOSA PADA CABAI MERAH SECARA IN VITRO Sasiska Rani; Endang Triwahyu Prasetyawati; Herry Nirwanto
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 1 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Colletotrichum capsici merupakan jamur patogen penting penyebab penyakit antraknosa pada cabai merah. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan ini yaitu dengan penggunaan agens hayati bakteri Bacillus spp.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi lima isolat bakteri Bacillus spp. yaitu Ba-6, Ba-9, Ba-12, Ba-15, dan Ba-17 dalam menghambat patogen C. capsici Penelitian laboratorium dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 ulangan. Pengujian in vitro dilakukan dengan teknik dual culture pada media PDA dan detach fruit test pada buah cabai.Hasil penelitian menunjukkan efektifitas perhambatan C. capsici paling baik pada pengujian in vitro media PDA yaitu Bacillus sp. isolat Ba-9 dengan penghambatan sebesar 23,04%. Selanjutnya dalam uji detach fruit, Bacillus sp. isolat Ba-9 mampu menekan pertumbuhan C. capsici sebesar 21,25% dibandingkan kontrol.
KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA TANAMAN BAWANG MERAH DI LAHAN YANG DIAPLIKASI FORMULASI BIOPESTISIDA DI KABUPATEN NGANJUK Hendra Wahyudi Ariyono; Sri Wiyatiningsih; Wiwin Windriyanti
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 1 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif.. Persentase kerusakan yang besar pada tanaman dapat mengakibatkan berat umbi berkurang. Studi keanekaragaman serangga adalah langkah awal dalam pengelolaan hama pada tanaman. Tujuan penelitian ini, yaitu mengetahui indeks keanekaragaman hama dan musuh alami yang ada di pertanaman bawang merah setelah penggunaan formulasi biopestisida dan pestisida kimia. Pelaksanaan penelitian dimulai pada Desember 2020 hingga Februari 2021. Penelitian dilakukan di Desa Sukorejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk dengan ketinggian tempat 140 m diatas permukaan laut yang diaplikasikan fobio (formulasi biopestisida) dan insektisida kimia. Luas daerah penelitian sekitar 140 m², dimana terdapat 2400 populasi tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial. Terdapat 4 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 100 tanaman bawang merah dengan jarak tanam 18 x 14 m dan jarak barrier 50 cm. Hasil penelitian menunjukkan umlah keseluruhan arthropoda yang ditemukan pada pertanaman bawang merah pada 5 kali pengamatan yaitu sebanyak 1391 individu yang terdiri dari tujuh ordo serangga dan satu ordo Polipoda. Indeks keanekaragaman tertinggi pada perlakuan B (semi organik) dikarenakan kombinasi pupuk NPK dan penyemprotan fobio pada tanaman dapat meningkatkan keanekaragaman serangga.
PENGARUH UMUR PINDAH TANAM DAN JENIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) Fitriany Primawati; Djarwatiningsih P. Soejarwo; Agus Sulistyono
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 1 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terong (Solanum melongena L.) merupakan sayuran yang dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya dalam segi gizi dan harga buah terong menjadi komoditas yang mengalami peningkatan permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan umur pindah tanam dan jenis pupuk organik cair yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-April 2021 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu umur pindah tanam dan jenis pupuk organik cair dengan 16 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu umur pindah tanam dengan 4 taraf yaitu umur bibit 10 hari, 20 hari, 30 hari, dan 40 hari. Sedangkan faktor kedua yaitu jenis pupuk organik cair dengan 4 taraf yaitu pupuk NPK 20 gram/tanaman, bonggol pisang 150 ml/tanaman, Super Aci 3 ml/liter, dan Nasa 150 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan umur pindah tanam dan jenis pupuk organik cair menunjukkan interaksi pada parameter pengamatan jumlah daun dan diameter batang. Umur pindah tanam 10 hari dan jenis pupuk NPK 20 gram/tanaman menunjukkan hasil tertinggi pada parameter pengamatan jumlah daun dan diameter batang.
PENGARUH KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum) Nella Oktavianty Sugiharto; Agus Sulistyono; Nora Augustien Kusumaningrum
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 1 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan jenis komoditi hortikultura yang cukup banyak diminati oleh masyarakat Indonesia karena kandungan gizi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi paclobutrazol dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur pada bulan Desember 2020 – April 2021 dengan menggunakan polybag. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari dua faktor, faktor pertama yaitu konsentrasi paclobutrazol (P) terdiri dari: P0 = 0 ppm (kontrol), P1 = 150 ppm, P2 = 300 ppm, P3 = 450 ppm dan faktor kedua dosis pupuk NPK terdiri dari: N0 = 25 g/tanaman (kontrol), N1 = 12,5 g/tanaman, N2 = 20 g/tanaman, N3 = 27,5 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi 150 ppm paclobutrazol + 27,5 g/tanaman pupuk NPK meningkatkan jumlah bunga, jumlah buah total per tanaman, bobot buah total per tanaman, fruitset, dan kandungan Vitamin C.
PENGARUH TEKNIK PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS BENIH PLASMA NUTFAH PADI (Oryza sativa L.) Qilla Meilania Maharani; Anak Agung Made Astiningsih; Ida Ayu Mayun
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 2 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik penyimpanan terhadap kualitas benih plasma nutfah padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah temperatur simpan yang terdiri dari tiga taraf yaitu temperatur 25°-27°C, 10°C dan -5°C. Faktor kedua adalah jenis kemasan simpan yang terdiri dari dua taraf yaitu kantong plastik hermetik dan karung plastik bagor. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana dari bulan Maret-Juli 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penyimpanan selama 3 bulan dengan kemasan kantong plastik hermetik dan karung plastik bagor pada temperatur -5°C mampu mempertahankan kualitas benih plasma nutfah padi dengan baik dibandingkan pada temperatur simpan 25°-27°C dan 10°C yang ditunjukkan dengan nilai kadar air (9,07% dan 9,60%), kecepatan tumbuh (21,81%/etmal dan 20,13%/etmal), keserempakan tumbuh (87,00% dan 83,00%), potensi tumbuh maksimum (93,75% dan 92,00%) dan daya berkecambah (91,25% dan 87,00%). Teknik penyimpanan selama 3 bulan pada temperatur 25°-27°C, 10°C dan -5°C dengan kantong plastik hermetik mampu mempertahankan kualitas benih plasma nutfah padi dengan baik dibandingkan dengan karung plastik bagor yang ditunjukkan dengan nilai kadar air (9,22%, 9,10% dan 9,07%), kecepatan tumbuh (21,30%/etmal, 21,50%/etmal dan 21,81%/etmal), keserempakan tumbuh (80,75%, 83,25% dan 87,00%), potensi tumbuh maksimum (92,50%, 92,75% dan 93,75%) dan daya berkecambah (89,50%, 90,50% dan 91,25%).
POLA DISTRIBUSI PENYAKIT KRESEK PADA PERTANAMAN PADI DI LAHAN DENGAN TINGKAT KEASAMAN BERBEDA BERBASIS CITRA FOTO UDARA Maria Rodhya Alfa; Herry Nirwanto; Arika Purnawati
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 2 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman pangan paling penting di dunia setelah jagung dan gandum. Produksi padi mengalami penurunan dikarenakan salah faktor pembatasnya yaitu hawar daun bakteri (HDB) / kresek. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh derajat keasaman/kebasaan(pH) tanah pada pola sebaran penyakit kresek dan pada lahan pertanaman padi di Sidoarjo melalui pengamatan langsung pada tanaman dan pengamatan melalui foto udara. Penelitian dilakukan dengan mengamati pertanaman padi yang terserang penyakit bakteri pada lahan seluas 800 m2. Pengamatan langsung dilakukan untuk mendapatkan insidensi penyakit dan faktor edafik nilai pH genangan air. Pengamatan melalui foto udara dilakukan untuk memperoleh citra digital lahan padi yang berpenyakit kresek. Data insidensi penyakit diolah secara deskriptif, data nilai pH dibandingkan dengan data pola sebaran, sedangkan citra digital diolah menggunakan metode RGB dengan aplikasi MATLAB R2018a. Pola sebaran penyakit kresek berdasarkan pengamatan langsung di darat dan melalui foto udara adalah mengelompok pada minggu 1 dan 2, lalu acak pada minggu 4 hingga 6. Minggu 3 terdeteksi acak pada pengamatan langsung namun terdeteksi mengelompok pada pengamatan melalui foto udara. Pengamatan melalui foto udara dinilai lebih tinggi validitasnya daripada pengamatan langsung di darat. Pola sebaran penyakit bakteri pada lahan padi tidak dipengaruhi nilai pH.
INDUKSI MUTASI SINAR GAMMA TERHADAP KERAGAMAN GENETIK DAN HERITABILITAS M1 CABAI RAWIT PRENTUL KEDIRI Fadilla Eka Rohcahyani; Ida Retno Moeljani; Hadi Suhardjono
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 2 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Induksi mutasi dengan sinar gamma merupakan metode pemuliaan tanaman yang efektif dalam upaya merakit varietas unggul baru. Cabai rawit Prentul Kediri adalah komoditi lokal yang berpotensial untuk dikembangkan menjadi varietas unggul baru. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh mutasi sinar gamma terhadap tingkat keragaman genetik dan heritabilitas pada generasi M1 cabai rawit Prentul Kediri. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2021-Februari 2022, di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan terhadap generasi M1 cabai rawit Prentul Kediri hasil keturunan dari generasi M0 hasil induksi mutasi sinar gamma dengan dosis 100 Gy, 200 Gy, 300 Gy. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Analisis yang diigunakan yaitu analisis BNJ taraf 5%, standar deviasi (SD), koefisien keragaman genetik (KKG), koefisien keragaman fenotipe (KKF) dan heritabilitas (H2). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pada karakter jumlah daun, umur berbunga, jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman. Tingkat keragaman genetik dan heritabilitas pada populasi M1 hasil dari masing-masing dosis mutasi yaitu dari rendah sampai tinggi (beragam).
PENGARUH FORMULASI BAHAN COATING TERHADAP MUTU BENIH TIGA KOMODITAS HORTIKULTURA Achmad Rayhan Maulana; Ida Retno Moeljani; Nova Triani
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 10 No. 2 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian hortikultura memiliki prospek pengembangan yang baik di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun hal tersebut sulit terwujud dikarenakan produktivitas tanaman yang rendah akibat kurangnya persediaan benih bermutu tinggi. Mutu benih dipengaruhi sejumlah faktor, seperti viabilitas dan vigor. Proses penyimpanan benih yang lama menyebabkan viabilitas dan vigor benih menjadi rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah perlakuan pelapisan benih (seed coating). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh dan perlakuan terbaik antara formulasi bahan coating terhadap mutu benih tiga komoditas hortikultura. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium dan Green House UPT Pengembangan Benih Padi dan Palawija, Randuagung, Singosari, Malang, Jawa Timur pada bulan November 2021 sampai Januari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu formulasi bahan coating yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu, K0 = Kontrol, K1 = CMC 1% + Asam Humat 0,6% + Gipsum 20 gram, K2= CMC 1,5% + Asam Humat 0,6% + Gipsum 20 gram, dan K3 = CMC 2% + Asam Humat 0,6% + Gipsum 20 gram. Hasil penelitian menunjukkan formulasi bahan coating berpengaruh nyata terhadap terhadap mutu benih tiga komoditas hortikultura. Perlakuan CMC 1% + Asam Humat 0,6% + Gipsum 20 gram menjadi formulasi bahan coating terbaik untuk benih cabai merah varietas Dori F1 dan benih mentimun varietas Hijau Roker, sedangkan formulasi bahan coating terbaik untuk benih TSS bawang merah varietas Trisula adalah CMC 1,5% + Asam Humat 0,6% + Gipsum 20 gram.

Page 9 of 14 | Total Record : 131