cover
Contact Name
Agus Hindarto Wibowo
Contact Email
rekavasi@akprind.ac.id
Phone
+6285641246300
Journal Mail Official
bagushind@akprind.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalisahak No. 28 Kompleks Balapan Tromol Pos 45 Yogyakarta 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekavasi
ISSN : -     EISSN : 23387750     DOI : https://doi.org/10.34151/rekavasi
Jurnal Rekavasi merupakan open acces journal yang diterbitkan Prodi Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, setiap bulan Mei dan Desember.
Articles 208 Documents
PENINGKATAN PENJUALAN BAKPIA PATHOK 25 YOGYAKARTA DENGAN ANALISIS SWOT DAN AHP Sapto Budi Pamungkas; Winarni Winarni; Endang Widuri Asih
Jurnal Rekavasi Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.161 KB)

Abstract

Industri rumah tangga Bakpia Pahtok 25 adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan makanan khas Yogyakarta. Hasil produksi berupa bakpia yang memiliki dua varian rasa, seperti kacang hijau dan kumbu hitam. Industri tersebut memproduksi bakpia dalam jumlah yang banyak sesuai dengan permintaan pelanggan. Dalam menghadapi ketatnya persaingan Industri bakpia di Yogyakarta, perusahaan harus berjuang keras untuk meningkatkan penjualan bakpia agar memberikan keuntungan yang maksimal. Hal yang perlu dilaksanakan adalah melakukan perbaikan serta analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Pada penelitian ini, analisis faktor internal dan eksternal perusahaan dilakukan dalam upaya meningkatkan penjualan. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Oportunities, Threats) dan AHP (Analitical Hierarchy Process). Metode SWOT digunakan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal perusahaan sedangkan metode AHP digunakan untuk pengambilan keputusan dari banyak kriteria. Peramalan penjualan produk bakpia menunjukkan bahwa penjualan tersebut akan meningkat sebesar 2,29% untuk penjualan satu tahun ke depan, dari 63.846 dos menjadi 65.344 dos. Peningkatan penjualan tersebut didukung dengan penggunaan metode analisis SWOT dan AHP. Analisis SWOT memperlihatkan nilai positif dari kedua sumbu (X,Y). Titik perpotongan kedua sumbu terletak pada kuadran I, sehingga dalam analisis SWOT menggunakan strategi agresif. Analisis AHP digunakan untuk mendukung strategi diluar strategi agresif, sehingga diperoleh alternatif perbaikan sarana sebesar 54% (seperti memodernisasi proses produksi agar kualitas mutu terjamin), alternatif perbaikan lingkungan sebesar 28% (seperti ruang tunggu dan ruang parkir diperbaiki) dan alternatif perbaikan menejemen pabrik sebesar 18% (seperti keramah-tamahan dan kemampuan bahasa).
USULAN PEMILIHAN METODE UPAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SISTEM HALSEY, ROWAN & TAYLOR DI PT. SAPTA SENTOSA JAYA ABADI Wahyu Triyono; Muhammad Yusuf; Titin Isna Oesman
Jurnal Rekavasi Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.329 KB)

Abstract

PT. Sapta Sentosa Jaya Abadi adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan crude palm oil (minyak kelapa sawit). Perusahaan tersebut memiliki beberapa stasiun dengan pembidangan khusus. Salah satu stasiun tersebut adalah Loading Ram. Stasiun tersebut adalah stasiun penting yang berfungsi menyortir buah kelapa sawit. Stasiun Loading Ram menerapkan penerimaan karyawan lepas atau harian yang setiap dua minggu sekali dilakukan pergantian karyawan baru. Karyawan menerima upah berdasarkan jumlah output bongkar kelapa sawit dan waktu pengerjaan tanpa tambahan bonus. Peninjauan kembali sistim pengupahan menggunakan metode Halsey, Rowan dan Taylor. Ketiga metode tersebut menerapkan sistem pengupahan dengan pemberian bonus yang berbeda sesuai tingkat efisiensi waktu kerja. Penelitian ini bermaksud membandingkan ketiga metode tersebut, sehingga diketahui metode yang lebih tepat dari metode yang diberlakukan di perusahaan. Hasil analisis dan uji statistik dari ketiga metode tersebut menunjukkan bahwa metode Rowan mempunyai tingkat bonus yang lebih tinggi dibanding Metode Halsey dan Taylor. Terkait keluhan karyawan atas pengupahan di stasiun Loading Ram, Metode Rowan dianggap lebih tepat untuk diterapkan di perusahaan karena dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PABRIK SPIRITUS DENGAN METODE OBJECTIVE MATRIX DAN GREEN PRODUCTIVITY DI PT. MADU BARU Abrianto Abrianto; Endang Widuri Asih; Joko Susetyo
Jurnal Rekavasi Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.826 KB)

Abstract

PT. Pabrik Madu Baru adalah sebuah perusahan yang bergerak dibidang agroindustry dengan hasil produksiutama berupa gula pasir dan alkohol yang dimana menghasilkan limbah cair yaitu vinansse dan limbah tersebut dapat membahayakan lingkungan, serta dapat menurunkan kinerja karyawan. Penting bagi perusahan untuk memperhatikan aspek-aspek lingkungan dalam operasi produksi yang di laksanakan agar dapat menciptakan keserasian dengan lingkungan di sekitarnya dan untuk meningkatkan produktivitas kinerja perusahan.Usaha yang dapat dilakukan untuk pengukuran produktivitas dan mengatasi permasalahan lingkungan adalah dengan mengunakan konsep objective matrix dan green productivity.Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh pencapaian tingkat tertinggi produktivitas selama proses spiritusyaitu mencapai 2% dan terendah -2,91%. Maka dilakukan usulan perbaikan untuk mencapai skor 7, dan didapathasil sebagai berikut : jumlah bahan baku = 5.388,8 ku, jumlah jam kerja= 490,5 jam dan lama hari proses = 27hari.Hasil perhitungan sebelum perbaikan diperoleh nilai indeks EPI TSS sebesar -1093.388, BOD sebesar -20893.007, COD sebesar -25683.913 dan suhu -384,56 sedangkan nilai total indeks EPI perusahan bernilai -48.053,0016 artinya kinerja lingkungan perusahaan PT. Madu Baru masih di bawah standar baku mutu.Setelah melakukan perbaikan produktivitas berdasarkan tingkat indeks EPI yang paling tinggi dengan teknik MSL (Multi Soil Layering) dan menghasilkan nilai indeks EPI BOD dapat berkurang sebesar -20.338,867, COD -11.875,764, TSS -976,6226 dan suhu -385,8112 dengan nilai total indek EPI -14.475,9368.
DESAIN ULANG MESIN PEMOTONG TEMPE MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) MELALUI PENDEKATAN ANTROPOMETRI Ayu Wulandari Saraswati; Titin Isna Oesman; Imam Sodikin
Jurnal Rekavasi Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.113 KB)

Abstract

Mesin pemotong tempe yang digunakan pada home industri “Pak Mur” saat ini, memiliki banyak keluhanyang dinyatakan oleh pekerja. Keluhan-keluhan tersebut antara lain adanya keluhan muskuloskeletal, bagian-bagianyang berhubungan langsung dengan proses pemotongan tempe yang masih terbuat dari bahan besi berkarat,Tegangan listrik sebesar 900 watt dan kenyamanan dalam pengoperasian mesin pemotong tempe yang dianggapmasih kurang. Untuk mengatasi hal tersebut peneliti bermaksud meredesain mesin pemotong sehingga dapatmeningkatkan kesehatan pekerja dan kapasitas produksi home industri tersebut. Metode yang digunakan untukmeredesain mesin pemotong tempe adalah dengan menggunakan service quality dan quality function deployment melalui pendekatan antropometri. Dengan penyebaran kuisioner sebanyak 8 (delapan) orang pekerja untuk mengumpulkan data keluhan muskuloskeletal melalui nordic body map, mengumpulkan data tingkat kepentingan, tingkat kepuasan dan tingkat harapan dari pekerja terhadap mesin pemotong tempe melalui service quality dan quality function deployment serta menghimpun data antropometri yang dibutuhkan. Hasil dari service quality diperoleh gap positif terbesar terdapat pada atribut tinggi mesin. Hasil dari quality function deployment diketahui tingkat kepentingan tertinggi terdapat pada atribut tinggi mesin 4,625. Tingkat kepuasan tertinggi terdapat pada atribut tinggi mesin yaitu sebesar 4,75. Ukuran mesin pemotong tempe yang baru adalah tinggi mesin 94,32 cm dan lebar 55,78 cm.
ANALISIS PENENTUAN RESTORAN CEPAT SAJI LOKAL TERBAIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOPSIS DAN AHP Bendi Oktarando; Indri Parwati; Imam Sodikin
Jurnal Rekavasi Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.557 KB)

Abstract

Restoran cepat saji merupakan industri makanan siap saji yang sangat berkembang pesat saat ini. Kota Yogyakarta sendiri mempunyai restoran cepat saji lokal yaitu Yogya Chicken, Olive Chicken, Popeye Chicken Express dan Quick Chicken keempat tempat ini saling bersaing dengan memasarkan produk pada kelas menengah ke bawah, karena harga yang disajikan pada produk setiap restoran tidak jauh berbeda. Banyaknya pilihan restoran cepat saji di Yogyakarta membuat para pelanggan harus pintar-pintar memilih tempat mana yang terbaik dalam beberapa kriteria yang akan dijadikan bahan acuan. Permasalahan pengambilan keputusan merupakan proses pencarian opsi terbaik dari seluruh alternatif, termasuk untuk pemilihan tempat makan. Metode TOPSIS dan AHP dapat membantu dalam pengambilan keputusan, metode TOPSIS dijadikan alat bantu karena dapat memecahkan masalah yang mulitikriteria dari alternatif yang ada secara praktis sedangkan metode AHP dijadikan alat bantu dalam pengambilan keputusan karena dapat membantu dalam pembobotan setiap kriteria yang telah ada untuk diambil keputusan akhir.Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat bantu di dalam metode TOPSIS dan AHP untuk mencari data dari setiap restoran cepat saji lokal, jumlah kuesioner yang disebar pada setiap tempat adalah sebanyak 23 dengan beberapa kriteria yang diambil yaitu pelayanan, menu/makanan dan minuman, harga, kenyamanan, kebersihan, fasilitas pendukung dan lokasi.Hasil analisis dan pengolahan data diperoleh nilai preferensi dari setiap alternatif. Sehingga restoran cepat sajilokal terbaik menurut konsumen dari beberapa kriteria (Pelayanan, Menu/Makanan dan minuman, Harga, Kebersihan, Kenyamanan, Fasilitas pendukung, Lokasi) adalah Quick Chicken dengan nilai preferensi 0,7546, OliveChicken dengan nilai preferensi 0,6433, Yogya Chicken dengan nilai preferensi 0,5946, dan yang terakhir adalah Popeye Chicken Express dengan nilai preferensi 0,0755.
STUDI KELAYAKAN BISNIS MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) GUNA PEMANFAATAN SUMBER DAYA LOKAL DI KABUPATEN WONOGIRI PROPINSI JAWA TENGAH Lia Rusdiana Dewi; Titien Isna Oesman; Peturs Wisnubrata
Jurnal Rekavasi Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.344 KB)

Abstract

Permintaan mocaf (modified cassava flour) setiap tahun mengalami peningkatan di Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah. Peluang pasar terbuka lebar ditandai dengan permintaan konsumenyang meningkat baik konsumsi maupun industri. Hasil ini didukung dari data Dinas Ketahanan Pangan KabupatenWonogiri tentang ketersediaan bahan baku dikonsumsi dan diproses oleh industri mengalami peningkatan secarasignifikan. Oleh karena itu, pendirian bisnis mocaf perlu dilakukan penelitian ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen dan organisasi, serta aspek keuangan.Hasil peramalan permintaan menggunakan metode regresi linier dari tahun 2016 hingga 2019 yaitu sebesar 233.400 kg, 259.100 kg, 284.800 kg, dan 310.500 kg. Bisnis mocaf akan didirikan di Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah dengan 8 tenaga kerja langsung dan 3 tenaga kerja tidak langsung. Bentuk badan hukum usaha adalah Commanditaire Vennootschap (CV). Investasi awal pendirian bisnis mocaf sebesar Rp 173.043.074,50. Sumber dana Rp 73.043.074,50 modal sendiri dan Rp 100.000.000,00 pinjaman dari bank. Pinjaman dibayar selama 4 tahun dengan tingkat suku bunga Bank Indonesia 7,5 % per tahun. Tarif pajak sebesar 12% per tahun. Laba bersih setelah pajak tahun 2016 sebesar Rp 6.195.132,86 dan aliran kas bersih sebesarRp 38.593.074,50.Hasil analisis terhadap kriteria penilaian rencana pendirian bisnis mocaf ini diperoleh Break Event Point (BEP) dalam unit (BEPQ) 51.336 kg lebih kecil dari prediksi rencana penjualan, rencana produksi dan kapasital maksimal.Payback Period (PP) 2 tahun 8 bulan 24 hari lebih pendek dari umur ekonomis usaha yaitu 4 tahun. Net Present Value (NPV) > 0, sebesar Rp74.768.082,84. Internal Rate of Return (IRR) 22,49% > suku bunga Bank Indonesia yaitu 7,5%. Profitability Index (PI) 1,43 > 1. Bisnis mocaf dinyatakan layak untuk didirikan di Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dan diharapkan dapat memberikan keuntungan bagipihak perusahaan dan Pemerintah Daerah serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
OPTIMALISASI VEHICLE ROUTING PROBLEM DENGAN PENDEKATAN METODE SAVING MATRIX DAN CLARKE & WRIGHT SAVING HEURISTIC Andi Arifudin; Petrus Wisnubroto; Cyrilla Indri Parwati
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.842 KB)

Abstract

CV. Nofa food merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pengolahan dan pembuatan abon konsumsi dengan lokasi retailer di Daerah Salatiga - Jawa Tengah. Perusahaan ini mempunyai mekanisme distribusi yang tidak optimal dalam pengiriman produk ke setiap retailer dari sebuahgudang kemudian kembali ke gudang dan seterusnya. Hal tersebut menimbulkan permasalahan terkait penjadwalan pengaturan rute dan pengaturan kapasitas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbandingan hasil optimalisasi metode penyelesaian dalam Vehicle Routing Problem (VRP) yaitu Saving Matrix dan Clarke & Wright Saving Heuristic.Tujuan utama dari metode ini adalah perencanaan rute dan penugasan kendaraan dengan biaya distribusi yang optimal.Metode Saving Matrix dilakukan dengan membuat suatu matriks penghematan (savings matrix). Matriks ini berisi daftar penghematan yang diperoleh jika menggabungkan dua atau lebih retailer dalam satu kendaraan. Metode Clarke & Wright Saving Heuristic bekerja hampir sama dengan saving matrix yaitu dengan menentukan nilai saving, kemudian setiap iterasi akan diperhitungkan dan semua node akan dialokasikan kedalam rute sesuai dengan jumlah kapasitas kendaraan. Hasil dari penelitian yang dilakukan pada 12 retailer diketahui bahwa biaya yang dikeluarkan metode Clarke & wright saving heuristic sebesar Rp. 282.961,6/hari dapat memberikan penghematan lebih besar Rp. 8.698,9/hari (2.98%) dibandingkan dengan penggunaan metode saving matrix Rp. 284.865,6/hari dengan penghematan sebesar Rp. 6.794,9/hari (2.46%) dari biaya sebelumnya sebesar Rp. 476.815/hari. Rute usulan yang optimal juga dihasilkan oleh metode Clarke & wright saving heuristic (empat rute dengan total jarak tempuh sebesar 43,24 km) dibandingkan rute usulan yang dihasilkan dengan saving matrix (empat rute dengan total jarak tempuh sebesar 44,49 km) dari 12 rute sebelumnya dengan total jarak tempuh 85,1 km.
INTEGRASI METODE SERVQUAL, QFD, DAN KANO UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PADA PERGURUAN TINGGI IAIM NU KOTA METRO Arief Zohir; Cyrilla Indri Parwati; Joko Susetyo
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.835 KB)

Abstract

Perguruan Tinggi IAIM NU masih memiliki masalah dengan kualitas layanan ditunjukan dengan masih terdapat keluhan-keluhan mahasiswa terhadap pelayanan kampus. Hasil polling disitus IAIM NU Kota Metro menunjukan 47% mahasiswa merasa puas, 37% merasa belum puas, dan 16 mahasiswa merasa cukup terhadap layanan yang diberikan. Jumlah keluhan dikhawatirkan bisa menimbulkan image buruk institut pendidikan yang berpengaruh pada jumlah mahasiswa baru yang mendaftar dan dapat mempengaruhi akreditasi Perguruan Tinggi dimasa datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi atribut-atribut dalam pelayanan guna mengetahui pelayanan yang masih dianggap belum memenuhi harapan mahasiswa, dan memberikaan usulan sesuai dengan kemampuan perguruan tinggi tersebut serta berdasarkan keinginan mahasiswa. Integrasi metode Servqual, QFD, dan Kano dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dan memberikan suatu rancangan perbaikan berdasarkan kemampuan perguruan tinggi dan berdasarkan keinginan mahasiswanya. Hasil penelitian menunjukan masih terdapat pelayanan yang masih belum memenuhi harapan mahasiswa ditunjukan dari 63 atribut yang di identifikasi sebanyak 60 atribut bernilai Gap negatif. Dari metode QFD menghasilkan suatu rancangan perbaikan yang akan dilakukan oleh Perguruan Tinggi IAIM NU Kota Metro untuk meningkatkan kualitas pelayanan sebanyak 32 atribut. Berdasarkan metode Kano atribut perbaikan yang termasuk kedalam kategori Must-be sebanyak 10 atribut, kategori One-dimensional sebanyak 18 atribut, dan kategori Attractive sebanyak 4 atribut.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN CRITICAL SPARE PART DENGAN PENDEKATAN CONTINUOUS REVIEW SYSTEM PADA UPT BALAI YASA YOGYAKARTA Mega Nurmanita; Imam Sodikin; Titin Isna Oesman
Jurnal Rekavasi Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.956 KB)

Abstract

Balai Yasa Yogyakarta adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) PT Kereta Api Indonesia (KAI) di bidang maintenance kereta api, menangani semua lokomotif dari Jawa dan Sumatra. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 15 Tahun 2011 menyatakan kereta ditarik lokomotif yang beroperasi wajib melakukan pengujian berkala. Ketersediaan spare part adalah salah satu cara meningkatkan keandalan mesin dalam proses replacement spare part. Sehingga, pengendalian persediaan spare part diperlukan untuk menjaga ketersediaan spare part. Lead time pengadaan merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi ketersediaan spare part. Pengelompokkan jenis material berdasarkan variabel klasifikasi tertentu akan memudahkan manajemen persediaan dalam memprioritaskan material.Berdasarkan situasi tersebut memungkinkan betapa penting mengklasifikasikan kekritisan berdasarkan nilai penggunaan per tahun dan lead time pengadaan dan menentukan pengendalian critical spare part komponenlokomotif dengan pendekatan Continuous Review System. Hasil yang diperoleh bertujuan mengklasifikasikan kekritisan berdasarkan nilai penggunaan per tahun dan lead time pengadaan, kemudian menentukan jumlah pemesanan, safety stock, titik pemesanan kembali, dan total biaya persediaan dari critical spare part. Menentukanjumlah pemesanan, safety stock, titik pemesanan kembali, dan total biaya persediaan dari critical spare part digunakan pendekatan Continuous Review System. Hasil menunjukkan bahwa klasifikasi ABC dan SDEmenghasilkan kategori dengan tingkat kekritisan. Jumlah pemesanan keempat belas spare part kritis berbeda-bedamulai dari 0 sampai 263 unit. Begitu juga dengan jumlah safety stock berkisar pada 0 sampai 293 unit, Reoder pointberkisar pada 0 sampai 435 unit, dan Total Cost berkisar pada Rp 0,- sampai Rp 28.767.138,- dalam satu tahun.
ANALISIS PENYEBAB KECACATAN WREAPPER PADA MESIN SINGLE FLOWRAP (SFW) MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECT AND ANALYSIS (FMEA) & FAULT TREE ANALYSIS (FTA) PADA PT. NESTLE INDONESIA Angga Pratama; Endang Widuri Asih; Petrus Wisnubroto
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.271 KB)

Abstract

PT. Nestle Indonesia mengalami kendala dalam memenuhi permintaan konsumen, yaitu berupa produk cacat yang tinggi yang disebabkan oleh FOX’S wrapping. FOX’S wrapping merupakan proses pembungkusan dari naked menjadi produk semi finish good. Mesin yang digunakan untuk FOX’S wrapping pada PT.Nestle sebanyak 6 (enam) mesin Single Flowrap dengan jumlah 3 sift. Salah satu hal pendukung kelancaran proses produksi adalah fungsi mesin yang berjalan dengan baik dan tidak terdapat kendala. PT. Nestle Indonesia dalam melakukan pencegahan defect belum menggunakan metode yang baik sehingga defect yang ditemukan belum mendapatkan penanganan yang sesuai dengan masalah yang ada.Penelitian ini menganalisa jenis defect yang ada pada setiap mesin dan metode penanganan secara mengakar sehingga dapat di temukan penyebab awal yang menjadi sumber defect dengan menggunakan metode fault tree analysis (FTA), kemudian menentukan nilai severity, occurance & detection pada metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) untuk menghasilkan perhitungan menggunakan RPN (Risk Probability Number). Dari hasil RPN (Risk Probability Number) kemudian dilakukan pengurutan menggunakan diagram pareto sehingga dapat dilihat nilai tertinggi yang harus di perbaiki terlebih dahulu.Berdasakan penelitian diperoleh nilai RPN tertinggi pada jenis defect mode nomor 1,5,6 dan 9. hasil nilaiRPN 648 di hasilkan oleh jenis defect nomor 1 dengan penyebab naked doble dan metode penanganan pemasangan tray displat. Sedangkan tertinggi kedua yaitu jenis defect mode 5 dengan penyebab suhu tidak setabil dan metode penanganan pengaturan suhu pada mesin secara berkala.

Page 8 of 21 | Total Record : 208