cover
Contact Name
Agus Hindarto Wibowo
Contact Email
rekavasi@akprind.ac.id
Phone
+6285641246300
Journal Mail Official
bagushind@akprind.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalisahak No. 28 Kompleks Balapan Tromol Pos 45 Yogyakarta 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekavasi
ISSN : -     EISSN : 23387750     DOI : https://doi.org/10.34151/rekavasi
Jurnal Rekavasi merupakan open acces journal yang diterbitkan Prodi Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, setiap bulan Mei dan Desember.
Articles 208 Documents
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN METODE SIX SIGMA DAN SEVEN TOOLS SERTA KAIZEN SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PRODUK CACAT PADA PT. MITRA REKATAMA MANDIRI Marcelino Yogi; Petrus Wisnubroto; Risma Adelina Simanjuntak
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.545 KB)

Abstract

PT. Mitra Rekatama Mandiri adalah industri manufaktur yang yang mengelola dan menghasilkan produk coranlogam. Hasil produksi berupa komponen-komponen alat pertanian dan pertambangan, yaitu pulley. Pekerjaan yangdikerjakan secara mesin dan manual. Proses produksinya masih banyak terjadinya kerusakan produk yang sudahtidak sesuai standar kualitas yang ditetapkan industri. Six Sigma dan seven tools serta kaizen untuk mengidentifikasi,menganalisa dan memperbaiki faktor kerusakan produk. Berdasarkan hasil penelitian berupa pengolahan data dananalisis dengan siklus DMAI dalam konsep Six Sigma DMAIC yaitu tahap define diketahui karakteristik kualitas(CTQ) berupa data atribut sebanyak 10 jenis kerusakan. Hasil identifikasi proses dengan peta Kendali p pada tahapmeasure diketahui berada diluar batas kendali atas (Out of control), yaitu 0.308, 0,256, dan 0,231. Hasil pengukuranbaseline kinerja perusahaan pada proses produksi finishing didapat nilai rata-rata DPMO sebesar 88.716 yang dapatdiartikan bahwa dari satu juta kesempatan akan terdapat 88.716. kemungkinan produk yang dihasikan mengalamikerusakan. Proses produksi Finishing berada pada tingkat 3.57 sigma. Hasil identifikasi dengan diagram pareto,CTQ yang paling dominan yang menimbulkan kerusakan yaitu jenis rantap sebesar 98%, jenis rusak mengsle 94%,jenis rusak Kropos 78%, jenis rusak benjol 46% dari total rusak sebesar 265. Identifikasi masalah kerusakan denganfishbone diagram untuk mengetahui faktor-faktor sumber penyebab rusak. Pada tahap improve mengupayakanrencana tindakan perbaikan dengan Kaizen berupa dua alat implementasi Kaizen yaitu Five M Check List dan FiveStep Plan. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penyebab utama kerusakan adalah faktor manusia danlingkungan. perbaikan dengan alat implemntasi kaizen, maka kebijakan utama yang harus dijalankan oleh pihakmanajemen perusahaan yaitu pengawasan atau control yang lebih ketat disetiap tahapan proses.
EVALUASI PERAWATAN MESIN DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) PADA CV. JULANG MARCHING Bayu Huda Kurniawan; Muhammad Yusuf; Cyrilla Indri Parwati
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.031 KB)

Abstract

CV. Julang Marching merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan alat musik drum. Pihak maintenance telah menerapkan kebijakan perawatan Namun pada kenyataannya proses dari produksi sering mengalami kendala dikarenakan sering mengalami permasalahan breakdown mesin yang tinggi. Metode yang dapat digunakan adalah metode Fault Tree Analysis (FTA), metode Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi mode kegagalan dan tingkat keparahan efeknya dengan melakukan perhitungan Risk Priority Number (RPN). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Masih banyak tindakan preventive maintenance yang tidak sesuai dengan komponen kritis dari perhitungan RPN yaitu pada mesin pemotong, mesin bubut dan mesin frais. Tindakan perawatan yang tepat adalah untuk memasukkan komponen kritis yang belum masuk dalam kategori tindakan preventive maintenance.
INTEGRASI METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN METODE TECHNIQUE OF ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS) UNTUK PEMILIHAN PEMASOK KAYU (STUDI KASUS PADA PT. YOGYA INDO GLOBAL) Josly Alton Bunga; Muhammad Yusuf; Winarni Winarni
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.4 KB)

Abstract

Pemilihan pemasok merupakan salah satu hal penting dalam aktivitas pembelian dan pembelian merupakan aktivitas penting bagi perusahaan. Pembelian bahan baku, dan persediaan merepresentasikan porsi yang cukup besar pada produk jadi.Beberapa alasan penggunaan metode AHP dan metode TOPSIS dalam penelitian ini adalah masalah pemilihan memasok yang dihadapi oleh perusahaan merupakan masalah multi kriteria. Penyelesaian masalah dalampenelitian ini menggunakan dua data utama yaitu data bobot kepentingan kriteria dan data alternatif ditinjau dari masing-masing kriteria. Proses identifikasi kriteria dalam penelitian ini menggunakan pendekatan teori Garvin dan teori Kotler. Teori Garvin berkaitan dengan karakteristik mutu produk. Sedangkan, Teori Kotler berkaitan dengan kualitas mutu pelayanan. Ditinjau dari hasil urutan berdasarkan bobot kepentingan kriteria pengiriman tepat waktumerupakan suatu kriteria yang paling utama bagi perusahaan. Kriteria utama selanjutnya adalah biaya, kriteria biaya mempunyai urutan ketiga yang termasuk kriteria utama dikarenakan semakin murah harga bahan baku semakin dipilih oleh perusahaan. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode TOPSIS, maka pemasok yang mempunyai nilai terbaik adalah pemasok CV. Morodadi, nilainya adalah 0,77589 atau 46,042 %.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PENAMBAHAN MESIN PENGECATAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PAJAK DAN BIAYA DEPRESIASI SERTA OPERASIONAL CV. CREATIVE 71 Yasmine Husna Arsyifa; Wahyudi Sutopo
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.422 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan kritik perbaikan dari artikel Susetyo dkk (2015) yang membahas mengenai kelayakan investasi dari simulasi sistem perencanaan jumlah mesin yang optimal pada CV. Creative 71. Analisis mengenai kelayakan investasi penambahan mesin tersebut sangat diperlukan. Belum dipertimbangkan biaya pajak, biaya depresiasi, biaya pemeliharaan, dan biaya operasional listrik, membuat perhitungan ulang untuk kelayakan investasi ini sangat diperlukan. Pada artikel ini dilakukan analisis terhadap aspek kelayakan investasi menggunakan metode NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return) dengan asumsi nilai MARR adalah 12%, dan BCR (Benefit Cost Ratio). Selain itu, dipertimbangkan juga perhitungan PPh (Pajak Penghasilan), biaya depresiasi,biaya pemeliharaan, dan biaya operasional listrik mesin pengecatan. Dari perhitungan didapatkan bahwa nilai NPV>0 yaitu Rp360.340.397,- begitupula dengan nilai BCR>1 yaitu 1,650 dan untuk nilai IRR>MARR yaitu 51,332%. Dengan demikian penambahan satu buah mesin pengecatan tersebut menguntungkan bagi perusahaan dengan perhitungan cash flow yang mempertimbangkan pajak, biaya depresiasi,biaya pemeliharaan, dan biaya operasional listrik sehingga hasil analisis kelayakan lebih akurat.
ANALISIS TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PADA MESIN SHAVING GUNA MENGURANGI SIX BIG LOSSES DENGAN MAINTENANCE VALUE STREAM MAPPING (MVSM) DI PT ADI SATRIA ABADI Fiki Fardani; Muhammad Yusuf; Endang Widuri Asih
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.79 KB)

Abstract

PT Adi Satria Abadi merupakan perusahan yang memproduksi kulit penyamakan. Proses dari awal hingga menjadi kulit lembaran semua menggunakan mesin. Mesin/peralatan yang digunakan perlu dijaga kondisinya agar terhindardari kerusakan. Dari hasil wawancara permasalahan yang dihadapi adalah downtime pada mesin. Downtime yangbesar sangat berdampak pada tingkat efektif dan efisien mesin. Hal yang dapat meningkatkan tingkat efektif danefisien perlu menganalisis Total Productive Maintenance dengan pengukuran Overall Equipment Effectiveness(OEE). Langkah yang dilakukan adalah mengukur OEE serta mengurangi six big losses terbesar. Setelah itumendapatkan penyebab permasalahan yang terjadi dengan fishbone diagram dan Maintenance Value StreamMapping. Hasil identifikasi dan perhitungan yang telah dilakukan menunjukan bahwa tingkat efektivitas sertadiperoleh nilai OEE rata-rata dari bulan Juli–Desember 2016 mesin flamar sangok 1300 sebesar 68,89%, dan mesinflamar watanabe 1100 sebesar 48,28%. Faktor terbesar yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE adalahperformance rate dengan faktor prosentase six big losses pada reduce speed loss 54,50% dari seluruh time loss. Darihasil simulasi menggunakan bantuan software ARENA yang dilakukan diperoleh pengingkatan nilai reduce speedloss 2,75jam menjadi 2,25jam atau terjadi pengingkatan 0,5 jam.
MANAJEMEN RISIKO NEW PRODUCT DEVELOPMENT PADA INDUSTRI FROZEN FOOD Kurniawanti Kurniawanti
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.927 KB)

Abstract

Industri frozen food adalah bagian dari industri makanan sudah menjadi suatu tren dalam masyarakat perkotaan di Indonesia. Terdapat banyak jenis dan variasi produk ini yang membuat masyarakat semakin tertarik. Namun, produk pengolahan makanan seperti frozen food sangat rentan terhadap risiko. Studi kasus dalam penelitian ini dilakukan pada UKM yang melakukan usaha pengolahan makanan menjadi frozen food. Pengolahan makanan menjadi frozen food merupakan usaha baru yang dilakukan UKM, terlebih lagi masyarakat pada umumnya lebih mengenal produk yang telah memiliki brand besar. Sehingga usaha yang dilakukan para UKM ini dapat dikategorikan sebagai New Product Development (NPD). Pada saat ini terdapat banyak pengembangan produk baru (NPD) yang muncul di masyarakat, tetapi tingkat kesuksesan pada NPD masih sangat rendah. Masalah internal dan eksternal merupakan faktor-faktor yang meningkatkan risiko pada NPD. Sedangkan penelitian tentang manajemen risiko pada NPD sangatlah minim terutama pada produk frozen food. Tujuan dari penelitian ini adalah mengaplikasikan manajemen risiko pada industri frozen food khususnya di UKM untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor risiko serta membuat strategi mitigasi risiko. Metode yang digunakan adalah metode Failure Mode Effect and Critically Analysis (FMECA) dan House of Risk (HOR). Hasil analisa dari penelitian ini menghasilkan kejadian risiko dan agen risiko, dimana agen risiko yang menjadi prioritas pada masing-masing UKM X, UKM Y, dan UKM Z adalah 13, 13 dan 15 agen risiko. Selain itu, proses perancangan strategi pada HOR Fase 2 menghasilkan strategi mitigasi sebanyak 12 rancangan.
ANALISIS DALAM PERENCANAAN KEBUTUHAN DISTRIBUSI PRODUK GULA MENGGUNAKAN DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING (DRP) DI PT. MADUBARU Dewi Paramitasari; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.394 KB)

Abstract

PT. Madubaru merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan dan pembuatan gula. Selama ini perusahaan hanya melakukan pengiriman produk sesuai dengan jumlah barang yang dipesan tanpa melakukan suatu perencanaan kebutuhan produk. Hal tersebut dapat mengakibatkan keterlambatan pengiriman maupun kekosongan stok pada daerah distribusi apabila produk yang dipesan tidak dapat didistribusikan secara tepat waktu maupun tepatjumlah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peramalan jumlah permintaan produk untuk tiga bulan yang akan datang dari setiap lokasi distribusi dan mengetahui perencanaan kebutuhan distribusi produk yang optimal ke setiap lokasi distribusi. Tahap pertama yang harus dilakukan adalah meramalkan permintaan yang akan datang dengan metode peramalan sesuai pola data dari masing-masing lokasi distribusi. Selanjutnya, membuat Rencana Induk Penjualan (RIP), menentukan teknik ukuran lot, dan safety stock. Tahap yang terakhir yaitu perhitungan Distribution Requirement Planning (DRP). Berdasarkan perhitungan DRP yang telah dilakukan, diketahui teknik ukuran lot yang dipilih berdasarkan total biaya terkecil untuk setiap lokasi distribusi. Adapun teknik yang dipilih untuk Pamela Swalayan, Lotte Mart, dan Toko Progo yaitu Lot for Lot (LFL). Lion Superindo (Jl. Parangtritis) dan Govinda menggunakan Economic Order Quantity (EOQ). Lion Superindo (Sultan Agung), Lion Superindo (Perintis Kemerdekaan), Arta MM, dan Mirota Nayan Kampus menggunakan Periodic Order Quantity (POQ).
ANALISIS DAMPAK SISTEM SHIFT KERJA TERHADAP PERFORMANSI KARYAWAN (STUDI KASUS MINIMARKET INDOMARET) Kurnia Itsnaini; Muhammad Yusuf; Cyrilla Indri Parwati
Jurnal Rekavasi Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.43 KB)

Abstract

Minimarket Indomaret merupakan salah satu dari beberapa minimarket yang ada di Yogyakarta yang menggunakan sistem 3 shift untuk memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk dapat memberikan pelayanan yang baik serta member rasa nyaman kepada setiap konsumen dalamberbelanja. Tetapi tidak jarang karyawan akan menrima dampak, yaitu seperti keluhan stress, penyakit akibat kerja, penurunan adaptasi, dan kelelahan yang berlebihan dari penerapan sistem 3 shift tersebut yang akan berpengaruhkepada kondisi kesehatan dan performansi mereka. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui dampak diberlakukannya sistem shift terhadap kondisi dan performansi karyawan, mencari perbedaan keluhan/kelelahan dan konsuimsi energi yang diperoleh karyawan untuksetiap shiftnya, serta melakukan perancangan perbaikan shift kerja. Salah satu uji yang dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan tingkat keluhan/kelelahan dan konsumsi energi karyawan untuk setiap shiftnya adalah One Way Anova. Serta untuk mengetahui konsumsi energi karyawan dan perbaikan shift kerja digunakan pendekatan ergonomi. Dari hasil analisis dapat dilihat bahwa shift malam mengalami tingkat keluhan/kelelahan dan konsumsi energi tertinggi dibandingkan dengan shift lainnya. Tingkat rata-rata keluhan/kelelahan untuk shift pagi sebesar 1,8760, shift siang sebesar 2,0447, dan shift malam 2,3973. Rata-rata konsumsi energi yang dibutuhkan untuk shift pagi sebesar 0,3473 kkal/menit, shift siang sebesar 0,3918 kkal/menit, dan shift malam sebesar 0,6161 kkal/menit.
ANALISIS KUANTITATIF BULLWHIP EFFECT GUNA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DISTRIBUSI PADA PT. MADUBARU Wahyu Ismail; Cyrilla Indri Parwati
Jurnal Rekavasi Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.906 KB)

Abstract

Salah satu kendala yang masih sering dijumpai dalam sistem distribusi produk adanya fenomena Bullwhip Effect yaitu simpangan yang jauh antara persediaan yang ada dengan permintaan. Hal ini disebabkan kesalahan interpertasi data permintaan dan sistem informasi yang kurang terintegrasi di tiap rantai distribusi. Hal itu juga yang dialami oleh PT. Madubaru yang memproduksi produk gula konsumsi. Untuk melakukan perbaikan digunakan pendekatan Supply Chain Management (SCM), dimana didalamnya tidak hanya membahas tentang distribusi produk saja, tetapi juga mengenai persediaan dan sistem informasi yang penerapan SCM. Adapun tujuan penelitian ini untuk menganalisis Bullwhip Effect dan meminimalisasi total biaya persediaan dengan metode Continous Review. Hasil perhitungan nilai variabilitas menunjukan terjadinya bullwhip effect hampir disemua produk yang dikrimkan ke retailer-retailer. Keseluruhan yang terjadi bullwhip effect antarai lain : MK ½ Kg yang dikirim ke retailer Carrefour; ( MK-M, MK-B, MK ½ Kg, Polos 1 Kg, dan Polos ½ Kg) yang dikirim ke retailer Superindo; (MK-M, MK-B, dan MK ½ Kg) yang dikirim ke retailer Indogrosir; (MK-B, MK ½ Kg, dan MK Mnl) yang dikirim ke retailer Progo; ( MK-M, MK-B, MK ½ Kg, Polos 1 Kg, Polos ½ Kg, dan MK Mnl) yang dikirim ke retailer Mirota, (MK ½ Kg, Polos 1 Kg, Polos ½ Kg, dan MK Mnl) yang dikirim ke retailer Pamella; dan ( MK-M, Polos ½Kg, dan MK Mnl) yang dikirim ke retailer Lotte Mart. Karena masing-masing retailer tersebut memiliki nilai variasi permintaan sebesar 1,007 sampai 1,762 yang berarti lebih besar dari nilai perbandingan antara fungsi periodedan lead time sebesar 1,005.Dari hasil pengolahan data inventory dengan metode system Q, diperoleh untuk produk gula MK-M dengan total biaya persediaan Rp 229.055.425,6 ; untuk gula MK-B dengan total persediaan Rp534.425.962,1 ; untuk gula MK ( ½ Kg) dengan total persediaan Rp 8.978.662,105; untuk gula Polos (1 Kg) dengan total persediaan Rp 100.942.837,4 ; untuk gula Polos ( ½ Kg) dengan total persediaan Rp 14.663.860,3 ; dan untuk gula MK (Mnl) dengan total persediaan Rp 10.835.204,92.
ANALISIS PENGUKURAN NILAI EFEKTIVITAS MESIN PRODUKSI DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN 5-S SEBAGAI USULAN PENJADWALAN PERAWATAN MESIN PADA DIVISI ENGINEERING (STUDI KASUS PT. PURA BARUTAMA KUDUS) Hery Kristanto Sinurat; Joko Susetyo; Risma Adelina Simanjuntak
Jurnal Rekavasi Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.525 KB)

Abstract

PT. Pura Barutama merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Mengalami persaingan bisnis yang cukup ketat, supaya dapat tetap eksis perusahaan berusaha untuk memproduksi produk dengan standar internasioanl, harga terjangkau di kalangan masyarakat umum. Untuk itu perlu peningkatan efektivitas sehingga biaya produksi yang dikeluarkan menjadi rendah dan kualitas produk yang dihasilkan tinggi. Kerusakan yang terjadi pada mesin bubut sudah melebihi umur teknik dan pemakaian yang secara terus-menerus, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perawatan menjadi lebih lama, seperti perbaikan, pengecekan dan penggantian komponen, hal ini menyebabkan downtime menjadi lebih lama. Analisis pengukuran nilai efektivitas mesin produksi dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan 5-S sebagai usulan penjadwalan perawatan mesin. Metode OEE didasari oleh 3 faktor yaitu availability, performance dan quality. Nilai OEE diperoleh dari hasil perkalian ketiga faktor. Penjadwalan perawatan dilihat dari nilai waktu rata-rata perawatan (MTBM), dan dilihat dari nilai waktu rata-rata kerusakan (MTBF). Dari hasil perhitungan diperoleh nilai OEE mesin Bubut 5 tahun 2013 sebesar 79,97%, nilai MTBM sebesar 110,54 jam dan nilai MTBF sebesar 250 jam dan nilai OEE mesin bubut 6 tahun 2013 sebesar 80,03% nilai MTBM sebesar 123,08 jam dan nilai MTBF sebesar 256 jam. PT. Pura Barutama dapat melakukan kegiatan perawatan berdasarkan prinsip 5-S dan tindakan perawatan berdasarkan perhitungan Maintainability.

Page 6 of 21 | Total Record : 208