cover
Contact Name
Agus Hindarto Wibowo
Contact Email
rekavasi@akprind.ac.id
Phone
+6285641246300
Journal Mail Official
bagushind@akprind.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalisahak No. 28 Kompleks Balapan Tromol Pos 45 Yogyakarta 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekavasi
ISSN : -     EISSN : 23387750     DOI : https://doi.org/10.34151/rekavasi
Jurnal Rekavasi merupakan open acces journal yang diterbitkan Prodi Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, setiap bulan Mei dan Desember.
Articles 208 Documents
STUDI KELAYAKAN BISNIS TAS TENUN DENGAN PEMANFAATAN KAIN TENUN KHAS MAMASA DAN INOVASI PRODUK GUNA PENINGKATAN DAYA SAING USAHA Evanita Lestari; Winarni Winarni; Cyrilla Indri Parwati
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.045 KB)

Abstract

Sentra tenun Balla adalah sebuah usaha yang memproduksi tas. Tas yang diproduksi menggunakan kain tenun khas Mamasa. Peluang pasar yang tersedia untuk usaha ini cukup besar dan mengalami kenaikan setiap tahun. Studi kelayakan bisnis diperlukan untuk mengetahui kelayakan usaha ini ditinjau dari beberapa aspek yaitu pasar dan pemasaran, aspek produksi, aspek manajemen dan organisasi dan aspek keuangan ( NPV, B/C Ratio, Payback Period, IRR, dan BEP). Untuk peningkatan pangsa pasar dan pemenuhan keinginan konsumen, perlu dilakukan survey untuk mengetahui keinginan pelanggan sehingga produsen tas dapat melakukan diversifikasi produk. Hasil analisis pada aspek pasar dan pemasaran diketahui bahwa peluang pasar untuk usaha ini masih sangat besar dan setiap tahun (2012-2015) mengalami peningkatan yaitu 2501, 3896, 3780, 4152 sehingga usaha ini layak dan potensial untuk dikembangkan,pada aspek produksi diketahui bahwa bahan baku ( 4000 helai) dan kapasitas produksi( 960 tas/tahun) mampu memenuhi permintaan tas. Hasil analisis kriteria investasi menyatakan usaha ini layak dan potensial untuk dikembangkan. Nilai NPV adalah Rp 18.401.055 (positif), Nilai B/C Ratio adalah 1,92 ( >1), Nilai IRR adalah 39,79. Payback period usaha ini adalah 1 tahun 11 bulan, dan BEP adalah 197 buah. Hasil analisis untuk diversifikasi produk menunjukkan tas pesta dan dompet berbahan dasar kain tenun adalah produk yang diminati oleh konsumen.
REDESIGN KERANJANG SAMPAH BERDASARKAN PENDEKATAN ERGONOMI DENGAN MENGGUNAKAN DATA ANTROPOMETRI UNTUK MENGURANGI CEDERA FISIK PADA PEMULUNG Monika D.Y. Sareng; Titin Isna Oesman; Joko Susetyo
Jurnal Rekavasi Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.032 KB)

Abstract

Pemulung berperan penting dalam mengelola sampah di TPA karena membantu mengurangi jumlah timbunan sampah sehingga dapat memperpanjang umur pemakaian TPA. Alat utama yang digunakan oleh pemulung untuk mengumpulkan dan mengangkut sampah adalah keranjang yang terbuat dari bilah bambu. Keranjang tersebut menggunakan satu tali yang digantungkan pada salah satu bahu, dan ada pula yang menjunjung di atas kepala.Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan keranjang lebih ergonomis yang dapat mengurangi keluhan cedera fisik pada pemulung. Hal ini dilakukan dengan data antropometri yaitu mengukur dimensi tubuh pemulung yang berhubungan dengan penggunaan keranjang untuk mendapatkan ukuran keranjang yang sesuai. Ukuran dimensi keranjang yang diperoleh adalah panjang alas=38cm, bagian atas keranjang=50cm, tinggi keranjang=51cm, dan panjang tali keranjang=73cm. Implementasi hasil redesign keranjang pada pemulung menunjukkan bahwa keluhan pegal/ngeri/kaku/linu pada punggung dan pinggang mengalami penurunan 100%, sedangkan keluhan pegal/ngeri/kaku/linu pada pundak/bahu mengalami penurunan 83,33%. Uji beda statistik menggunakan Wilcoxon menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara sebelum dan sesudah design, =0,001.
ANALISIS KEGAGALAN TURBINE GUIDE BEARING MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) Fadhli Hakim Akbar; Titin Isna Oesman; Endang Widuri Asih
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.104 KB)

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk dapat terus memproduksi tenaga listrik, perusahaan harus memperhatikan keandalan pada mesin produksi supaya break down dapat dihindari sebaik mungkin. Salah satu asset yang memiliki peranan penting adalah turbin air tetapi pada saat unit turbin beroperasi, terdapat kendala yaitu muncul alarm “High Temperatur” sebesar 66oC – 68oC, suhu yang ideal yaitu < 65oC.Tujuan penelitian ini menentukan penyebab kegagalan, komponen kritis, dan meminimasi kegagalan fungsi mesin (turbine guide bearing) dengan analisis Reliability Centered Maintenance (RCM). Manfaat dari penelitian ini adalah dapat mempertahankan kondisi turbine guide bearing terutama pada saat unit sedang beroperasi dan pencegahan sebelum kegagalan terjadi.Hasil dari penilitian menunjukan penyebab kegagalan high temperature pada sistem turbine guide bearing adalah clearance bantalan guide bearing dengan nilai RPN sebesar168, sistem pelumasan dengan nilai RPN sebesar72, Heat Exchanger dengan nilai RPN sebesar42, sistem air pendingin dengan nilai RPN sebesar 36, dan sensor temperatur dengan nilai RPN sebesar 32. Berdasarkan keandalan pada turbine guide bearing menunjukan nilai MTBF sebesar 470, nilai MTTR sebesar207, nilai Mpt sebesar 0,48, nilai laju kerusakan (λ) sebesar 0,00136, dan nilai keandalan sebesar 91%. Dikarenakan 81% high temperature disebabkan oleh 3 (tiga) mode kegagalan tersebut. Usulan pemeliharaan berdasarkan metode RCM adalah tindakan yang direkomendasikan berupa perawatan berbasis kondisi atau sebelum sistem beroperasi 470 jam harus dilakukan sebelum muncul indikasi kegagalan.
PERENCANAAN JUMLAH MESIN YANG OPTIMAL GUNA MENYEIMBANGKAN LINTASAN PRODUKSI DITINJAU DARI SIMULASI SISTEM DAN NILAI INVESTASI (Studi Kasus di CV. Creative 71 Yogyakarta) Nashrudin Nashrudin; Imam Sodikin; Joko Susetyo
Jurnal Rekavasi Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.47 KB)

Abstract

CV. Creative 71 (C71) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada pembuatan jok bus. Banyaknya permintaan produk yang tidak didukung dengan lengkapnya fasilitas produksi sering kali menyebabkan ketidaklancaran dalam kegiatan produksi, sehingga banyak terjadi penumpukan barang yang menunggu untuk diproses. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meminimalisir antrian adalah penentuan jumlah mesin yang optimal pada lini produksi.Pada penelitian ini menganalisis keseimbangan lintasan produksi dengan pendekatan simulasi sistem yang dibantu dengan software ProModel serta pendekatan nilai investasi menggunakan NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return) dan BCR (Benefit Cost Ratio).Berdasarkan hasil pengolahan data dengan pendekatan simulasi sistem diperoleh hasil penambahan mesin yang optimal adalah 1 buah pada stasiun kerja pengecatan. Kemacetan pada pengecatan mengalami penurunan dari 5,95% menjadi 3,30% pada mesin pengecatan 1 dan 3,16% pada mesin pengecatan 2. Sedangkan nilai investasi dari penambahan 1 buah mesin diperoleh NPV bernilai positifyaitu Rp 701.239.105,- pada metode IRR lebih besar dari tingkat pengembalian yang diharapkan yaitu sebesar 2505,3% > 15%, dan pada metode BCR diperoleh nilai 1,143 (BCR > 1) dengan demikian dari ketiga metode menunjukkan bahwa investasi layak dijalankan.
EVALUASI KESEHATAN & KESELAMATAN KERJA (K3) UNTUK PENILAIAN PRODUKTIVITAS DENGAN METODE SWOT DAN BALANCED SCORECARD PADA PT. MITRA REKATAMA MANDIRI Muhammad Yogie; Petrus Wisnubroto; Titin Isna Oesman
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.828 KB)

Abstract

PT. Mitra Rekatama Mandiri merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur. PT.Mitra Rekatama Mandiri membutuhkan suatu perubahan dalam sistem kinerja yang dapat diaplikasikan pada pengukuran tingkat kesehatan dan keselamatan kerja. Pada penerapan metode Balanced Scorecard didapatkan empat hasil preespektif, pada prespektif keuangan mengalami peningkatan pada tahun 2014 dan 2015 untuk nilai ROA 8.46% hal ini disebabkan dimana pendapatan rugi/laba meningkat sebesar Rp. 697.468.962. Prespektif pelanggan juga mengalami peningkatan disebabkan dengan adanya program kesehatan dan keselamatan kerja mengalami penurunan di tingkat kecelakaan kerja yaitu pada tahun 2014 sebesar 25 orang sedangkan pada tahun 2015 turun menjadi 23 orang kecelakaan. Prespektif proses bisnis internal mengalami penurunan jam kerja yang hilang pada tahun 2015. Prespektif pembelajaran dan pertumbuhan mengalami peningkatan menjadi 46,15% yang pada tahun sebelumnya 31,65%.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS MELALUI KONSEP GUGUS KENDALI MUTU DENGAN SEVEN TOOLS UNTUK MENGURANGI PRODUK RUSAK PADA PT. MITRA REKATAMA MANDIRI Arif Dwi Wibowo; Petrus Wisnubroto; Cyrilla Indri Parwati
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.822 KB)

Abstract

PT. Mitra Rekatama Mandiri bergerak di bidang industri manufaktur dengan hasil berupa perlengkapan komponen traktor dan menhol. Pekerjaan yang dikerjakan secara manual memungkinkan terjadinya kerusakan produk akibat dari cetakan yang sudah tidak sesuai standar akibat sering dipakai dan menurunnya konsentrasi pekerja saat bekerja sehingga perlu ada perbaikan. Penelitian ini menganilisa jumlah produk rusak, melakukan perbaikan dengan mengumpulkan data check sheet dibuat histogram, scatter diagram, control chart, pareto diagaram, dan fishbone diagram. Dan dianalisis dengan Seven Tools dilanjutkan dengan melakukaan Gugus kendali Mutu. Kerusakan yang paling berpengaruh adalah jenis rusak rantap dengan jumlah rusak 121 unit sebelum gugus kendali mutu dan setelah gugus kendali mutu menjadi 105 unit, jenis rusak yang kedua adalah mengsle dengan jumalah rusak sebesar 60 unit sebelum gugus kendali mutu menjadi 34 unit setelah gugus kendali mutu, ketiga adalah lepot dengan jumlah rusak 54 unit sebelum gugus kendali mutu, menjadi 17 unit setelah gugus kendali mutu, kemudian kropos berada diposisi keempat dengan jumlah rusak sebesar 42 unit menjadi 33 unit setelah guguskendali mutu, benjol berada di tingkat kelima dengan total rusak sebesar 4 unit menjadi 1 unit setelah perbaikan, dangelombang berada di paling terakhir dengan total rusak 3 unit menjadi 0 unit setelah adanya perbaikan.
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU UNTUK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) Armandina Maria Belo; Joko Susetyo; Endang Widuri Asih
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.843 KB)

Abstract

PT. Adi Satria Abadi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri kulit dengan produk utamanyaadalah sarung tangan. Permasalahan yang sering terjadi dalam pemilihan supplier bahan bakuantara lain kapasitastidak mencukupi, kualitas, harga dan waktu pengiriman yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan saat pemesanansehingga mengganggu proses produksi. Apabila perusahaan perlu melakukan penyeleksian supplier dengan metode yang tepat agar pesanan bahan baku terpenuhi secara optimal dan mendapatkan supplier terbaik yang dapat bekerjasama dalam jangka panjang.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan supplier terbaik berdasarkan nilai preferensi setiap alternatif dengan menggunakan metode analityc hierarchy process (AHP). kriteria-kriteria yang digunakan adalah kualitas, harga, dan waktu pengiriman. Metode AHP adalah suatu metode pengambilan keputusan yang bersifat multikriteria.Setiap kriteria dan sub kriteria dalam hirarki tersebut kemudian ditentukan bobot kriteria terhadap tujuan pemilihan supplier bahan baku. Proses pembobotan tersebut dilakukan dengan menggunakan matriks perbandingan berpasangan yang memperhatikan konsistensi logis.Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode AHPdiperoleh alternatif pemilihan supplierbahan baku yangmemiliki prioritas tertinggi adalah Jawa Timur dengan bobot prioritas 2,525, kriteria yang memilikiprioritas tetinggi adalah kriteria kualitas dengan bobot prioritas 0,487, dan sub kriteria tertinggi adalah variasipembayaran dengan bobot prioritas 0,646.
ANALISIS KELAYAKAN BISNIS DAN PENGEMBANGAN KEMASAN PRODUK PADA IKM TELAGA JAYA DI KABUPATEN PESISIR BARAT Danopal Ariantama; Muhammad Yusuf; Petrus Wisnubroto
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.465 KB)

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) Telaga Jaya yang berada di kabupaten Pesisir Barat memproduksi keripik singkong yang meningkat setiap tahun. Melihat potensi permintaan dan prospek pengembangan serta pemasaran keripik singkong di kabupaten Pesisir Barat, IKM Telaga Jaya berpeluang untuk mengembangkan usahanya namunbelum memiliki perizinan dan kemasan yang digunakan juga masih sangat sederhana untuk itu perlu dilakukanpenelitian yang ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen danorganisasi serta aspek keuangan dan pengembangan kemasan agar lebih menarik.Peluang pasar IKM Telaga Jaya menunjukan peningkatan. Investasi awal pada tahun 2011 sebesar Rp 141.471.000,- sumber dana pada bulan pertama modal sendiri Rp 7.813.000,- dan pinjaman dari PNPM sebesar Rp 25.000.000. Pinjaman dibayar perbulan Rp 956.000,- dengan bunga pinjaman 15%. Mengalami kerugian pada awal tahun sebesar Rp 28.636.000,- dan aliran kas bersih negatif sebesar Rp 26.286.000,-.Hasil analisis terhadap kriteria penilaian bisnis diperoleh Break Event Point (BEP) dalam unit (BEPQ) 2.717 kg lebih kecil dari produksi, penjualan dan kapasitas maksimal perusahaan. Net Present Value (NVP) > 0 yaitu Rp 108.773.516,-. Internal Rate of Return (IRR) 21,79% > suku bunga pinjaman 15%. Profitability Index (PI) 2,3 >1(satu). Payback Periode (PP) selama 3(tiga) tahun 11 bulan lebih pendek dari umur ekonomis usaha yaitu 5(lima) tahun. Bisnis keripik singkong dinyatakan layak dan diharapkan IKM Telaga Jaya dapat mengembangkan usaha dan dapat memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah dan meberikan lapangan pekerjaan lebih luas lagi kepada masyarakat.
USULAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE WILSON (STUDI KASUS DI USAHA CERAH BAKERY) Toloni Gulo; Joko Susetyo; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.146 KB)

Abstract

Cerah Bakery memproduksi empat (4) jenis roti yaitu Slice coklat, roti Kelapa, roti Ketawa dan kue Pia. Keempat jenis roti tersebut diproduksi dalam jumlah yang sama setiap bulan. Pada bulan Januari 2015, permintaan roti Cerah Bakery sebanyak 22400 bungkus dan permintaannya terus meningkat mulai dari 4% sampai dengan 7% setiap bulan. Penggunaan bahan baku terus meningkat seiring dengan bertambahnya permintaan produk roti Cerah Bakery. Oleh karena itu, pengendalian persediaan bahan baku sangat penting untuk mengurangi biaya persediaan. Cerah Bakery memesan bahan baku sesuai dengan kebutuhan pada saat tersebut juga. Sehingga, jika terjadi peningkatan permintaan maka kekurangan bahan baku (out of stock) tidak dapat dihindari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari jumlah pemesanan paling ekonomis dan biaya persediaan terkecil dengan metode Wilson. Metode Wilson juga dapat menentukan frekuensi pemesanan dalam satu bulan atau satu tahun. Cerah Bakery cocok menerapkan metode Wilson karena sederhana dan mudah diaplikasikan pada industri kecil dan menengah. Hasil perhitungan jumlah pemesanan paling ekonomis adalah tepung terigu sebanyak 2886,49 kg, gula 828,01 kg, kacang hijau 227,6 kg, wijen 178,54 kg, kelapa 381 buah, coklat 94,66 bungkus, margarin 81,9 kg, ragi instant 32,2 bungkus dan garam 146,136 bungkus.frekuensi pemesanan yang paling ekonomis dalam satu tahun yaitu : tepung terigu 2 kali pemesanan, gula 2 kali pemesanan, kacang hijau 3 kali pemesanan, wijen 3 kali pemesanan, kelapa 3 kali pemesanan, coklat 2 kali pemesanan, margarin 4 kali pemesanan, ragi instant 3 kali pemesanan dan garam 2 kali pemesanan. Metode Wilson menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp 94.205.789 sedangkan dengan metode perusahaan adalah Rp 96.517.794. sehingga, metode Wilson dapat menghemat biaya persediaan sebesar Rp 2.312.005. keuntungan lain dari penerapan metode Wilson adalah menghindari kekurangan persediaan perusahaan.
ANALISIS POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) DAN OVAKO WORKING POSTURE ANALYSIS SYSTEM (OWAS) Dircia Fernandes Correia; Muhammad Yusuf; Risma Adelina Simanjuntak
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.113 KB)

Abstract

PT. Mitra Rekatama Mandiri adalah perusahaan yang memproduksi spare part, alat – alat pertanian dan pertambangan.Pada penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis postur pekerja pada para pekerja di bagiandevisi pengangkatan cairan logam dengan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan OvakoWorking Posture Analysis (OWAS).Pengamatan postur tubuh dengan metode RULA skor total divisi pengangkatan cairan logam pada bagian tubuh kanan dan kiri masing-masing memiliki skor total antara lain : Pada pencairan dan peleburan logam bagian tubuh kanan memiliki skor 7 dan bagian tubuh kiri memiliki skor 7. Pada pembuatan cetakan bagian tubuh kanan memiliki skor 7 dan bagian tubuh kiri memiliki skor 7.Pada penuangan cairan logam bagian tubuh kanan memilikiskor 7 dan bagian tubuh kiri memiliki skor 7.Itu menunjukan adanya resiko yang tinggi bagi pekerja, sehingga perlu tindakan secepatnya agar resiko pekerjaan tidak terus berlanjut.Berdasarkan metode OWAS pada devisi pengangkatan cairan logam, penentuan skor postur kerja pada pencairan dan peleburan termasuk kategori risiko 2 (perlu dilakukan perbaikan), pembuatan cetakan termasuk dalam kategori risiko 2 (perlu dilakukan perbaikan), penuangan cairan logam termasuk dalam kategori risiko 4 (perbaikan perlu dilakukan sekarang juga).

Page 9 of 21 | Total Record : 208