cover
Contact Name
Agus Hindarto Wibowo
Contact Email
rekavasi@akprind.ac.id
Phone
+6285641246300
Journal Mail Official
bagushind@akprind.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalisahak No. 28 Kompleks Balapan Tromol Pos 45 Yogyakarta 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekavasi
ISSN : -     EISSN : 23387750     DOI : https://doi.org/10.34151/rekavasi
Jurnal Rekavasi merupakan open acces journal yang diterbitkan Prodi Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, setiap bulan Mei dan Desember.
Articles 208 Documents
ANALISIS QFD DAN TRIZ UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS INTERNET MARKETING Muh Fariz Hadi; Endang Widuri Asih; Mega Inayati Rif'ah
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.964 KB)

Abstract

Batik Pirukun adalah produsen pakaian dari batik tulis. Produk dijual pada distributor dengan harga dibawah pasaran. Pihak manajemen menginginkan produk dapat dijual langsung ke konsumen sehingga keuntungan bertambah. Media pemasaran yang dipilih yaitu dengan e-commerce. Banyak penjual serupa berlomba-lomba membuat e-commerce. Ini menjadi tantangan untuk setingkat lebih maju dalam internet marketing. Terutama variabel-variabel penting yang sebenarnya menjadi kebutuhan calon pembeli/pengguna website. Sedangkan setiap pelanggan memiliki penilaian tersendiri terhadap e-commerce.Tujuan penelitian ini untuk mencari variabel-variabel utama yang diinginkan calon pembeli/pengguna ecommerce, maka digunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Variabel-variabel utama ini akan diidentifikasi lebih lanjut untuk diperoleh strategi kreatif yang sebaiknya diterapkan. Metode yang digunakan adalah Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ).Hasil dari penelitian ini, variabel-variabel utama yang menjadi penilian konsumen terhadap kualitas internet marketing dari Batik Pirukun berdasarkan QFD adalah: (1) Kualitas pengiriman tepat waktu dan aman, (2) Perusahaan terbuka terhadap saran pelanggan, (3) Kualitas produk, (4) Kepercayaan yang diberikan, (5) Kemudahan akses media lain, dan (6) Kenyamanan dan kemudahan transaksi. Kemudian dicari solusinya dengan TRIZ melalui Contradiction Matrix untuk mendapatkan Inventive Principle. Dipilih satu principles berdasarkan pertimbangan Technical Parameters dan e-commerce terbaik di Indonesia. Implementasi hasil penelitian ini dibuat di dalam pirukun.com. Nilai website dari analisis McCall sebesar 78,9% dengan predikat cukup baik.
OPTIMALISASI PEMASOK DAN PERENCANAAN BAHAN BAKU YANG OPTIMAL PADA SUBANDI COLLECTION Muhammad Mutamal Liqin Wahab; Endang Widuri Asih; Petrus Wisnubroto
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.85 KB)

Abstract

Subandi Collection is a home industry that produces leather sandals. An increase in product sales process, Subandi Collection must have a plan of raw materials optimized by adjusting the lavel of sales, so do not store raw materials exaggerated in the warehouse resulting in storage costs over, so there is no shortage of raw maetrials in the supply of raw materials which will be in production. In the event of a shortage of raw materials would disrupt the production process and cause harm to Subandi Collection. In the absence of optimal supplier selection in the planning of raw materials have resulted in a build up of raw materials excessive costs on storage. The purpose of this study to determine the optimal supplier according the criteria of the home industry and raw material requirements planning. To solve the problems of the supplier selection method Analythic Hierarchy Process (AHP) and to solve the problems of ordering or planning the size of the raw material used methods Silver Meal (SM). From the research results supplier of Kalimantan is the optimal supplier with priority weight of 0,39. Safety stock must be owned spon 3 sheet, vinyl 0 m2, and skin 2 feet. Lot size entirely an order as many as 18 times with a reorder point spon 7 sheets, vinyl 8,05m2, and the skin of 6,14 feet. For reservation for the lot size of order spon 180,12 sheet, vinyl 241,54 m2, and skin 124,32 feet.
PENDEKATAN SIX SIGMA, FMEA, DAN KAIZEN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUKSI PENGECORAN LOGAM DI PT. MITRA REKATAMA MANDIRI Riyan Saputro; Winarni Winarni; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.789 KB)

Abstract

Persaingan dalam dunia usaha semakin meningkat. Perusahaan harus mampu meningkatkan kualitas produk, sehingga produk yang dihasilkan dapat sesuai dengan tuntutan kebutuhan pelanggan. PT. Mitra Rekatama Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengecoran logam. Pada PT. Mitra Rekatama Mandiri masih terdapat permasalahan, khususnya pada bagian produksi, dan perusahaan harus berusaha untuk melakuakan perbaikan secara terus menerus untuk mengurangi produk cacat. Metode pendekatan yang digunakan dalam upaya meningkatakan kualitas pada permasalahan yang terjadi yaitu dengan metode Six Sigama melalui tahapan penelitian menggunakan define, analyze, dan improve (DMAI) yang bertujuan mengurangi kecacatan. Kemudian pada tahapan improve untuk mengidentifikasi potensi efek kegagalan yang terjadi, digunakan metode FMEA (Failure mode and Effect Analyze) dengan menghitung nilai RPN (Risk Priority Number). Penggunaan metode Kaizen dimaksudkan untuk memberi saran sebagai upaya perbaikan berkesinambungan berupa Kaizen Five-step Plan. Berdasarkan analisis didapat nilai DPMO sebesar 882 dan perusahaan berada pada tingkat 4,63 sigma dengan CTQ (Critical To Quality) yang menimbulkan kecacatan sebesar 10. Pada analisa FMEA (Failure mode and Effect Analyze) menunjukan efek kegagalan pada jenis cacat rantap dengan efek potensi cacat produk tidak rapi mempunyai nilai RPN (Risk Priority Number) tertinggi yaitu 224.
OPTIMALISASI DAN EVALUASI PENJADWALAN ALIRAN PRODUKSI FLOWSHOPN-JOBS, M-MACHINES MENGGUNAKAN METODE HEURISTIC ALGORITHM Rudi Wibowo; Imam Sodikin; Joko Susetyo
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.6 KB)

Abstract

PT Mekar Armada Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Autobody Manufacturing. Kurangnya pengendalian aliran produksi dan keterbatasan fasilitas produksi pada pembuatan komponen menjadi salah satu penyebab lamanya siklus penyelesaian produk.Penelitian ini menganalisis aliran produksi tipe flowshop sebagian komponen minibus prona. Penerapan penjadwalan FCFS di PT MAJ dibandingkan melalui optimalisasi aliran produksi menggunakan metode NEH, CDS, Palmer dan Gupta Heuristic Algorithm. Berdasarkan penelitian ini diperoleh bahwa metode NEH merupakan metode terbaik dengan kriteria paling optimal dibandingkan metode FCFS, CDS, Palmer dan Gupta, yaitu makespan 98,8jam, mean flow time 77,42 jam, mean idle time machines 56,89 jam, dan utilitas 9,82%. Penjadwalan NEH memberikan nilai efisiensi terhadap penjadwalan di perusahaan berdasarkan parameter makespan, mean flow time, utilitas,dan mean idle time secara berturut turut sebesar 35,26%, 3,19%, 33,11%, dan 48,36 %. Efisiensi tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode NEH dapat mengurangi pemborosan waktu dalam proses produksi beberapa komponen minibus prona pada aliran produksi sebelumnya.
PENGURANGAN WASTE DENGAN PENDEKATAN LEAN THINKING DAN METODE SIX SIGMA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUK BUKU DI PT. MULIA BARU YOGYAKARTA Ciinde Lulut Nugroho; Winarni Winarni; Cyrilla Indri Parwati
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.133 KB)

Abstract

PT. Muria Baru merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan buku dan novelserta majalah. Untuk memenuhi permintaan kepuasan pelanggan perusahaan selalu berusaha meningkatkanproduksinya. Produksi masih sering mengalami hambatan – hambatan ataupun aktivitas yang tidak memilikinilai tambah (non value added) seperti waktu tunggu yang lama, kecacatan dan proses produksi yang tidaksesuai dengan prosedur kerja. Akibat, produk buku sering mengalami banyak kecacatan dalam produksi danproduk cacat .Dalam penelitian ini menggunakan big picture mapping dan alalisis tools VALSAT sebagai alat untukmencapai tujuan lean thingking yaitu mengidentifikasi pemborosan yang terjadi di lantai produksi danmeminimalisir waste tersebut. Penilitian ini mengidentifikasi terjadinya seven waste, selanjutnya melihat detailmapping yang ada dengan menggunakan value stream mapping. Penelitian ini juga menggunakan DMAICsebagai alat untuk mencapai tujuan six sigma yaitu meminimalisir kecacatan produk dan mencari akar penyebabwaste menggunakan fishbone diagram dengan pendekatan faktor man,mechine,matrial,method dan environmentdan memberikan usulan perbaikan.Hasil obeservasi atau penelitian menunjukan bahwa bahwa banyak CTQ penyebab kegagalan dalamproses produksi yaitu sebanyak 2 (dua) yaitu isi kotor dan cover kotor, dan melalui perhitungan, percetakanbuku memiliki rata-rata tingkat sigma yaitu 3.50. Jenis-jenis waste yang paling dominan atau berpengaruh padalantai produksi percetrakan buku yaitu waste defect sebesar 18.44% dan waste motion sebesar 21.28%. selain itumelalui pengolahan data yang dilakukan, ditemukan faktor-faktor penyebab produk menjadi cacat melaluipembuatan diagram sebab akibat, dan telah dibuatkan solusi untuk mengurangi faktor-faktor penyebab produkcacat dalam tahapan improve
Analisis Persediaan Bahan Baku pada Industri Keripik Belut Sumber Rejeki Eka Nur Prastya; Petrus Wisnubroto; Risma Adelina Simanjuntak
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.474 KB)

Abstract

Masalah yang sering dihadapi oleh industri rumahan adalah masalah produksi. Salah satu cara penekananbiaya produksi adalah dengan menekan persediaan bahan baku seminimal mungkin. Upaya meminimumkan biaya persediaan tersebut dengan cara menggunakan analisis EOQ. Dalam penelitian ini permasalahan yang diangkat adalah bagaimanakah perhitungan trend persediaan bahan baku?Berapa total biaya persediaan bahan baku bila industri rumahan menetapkan kebijakan EOQ, berapa batas atau titik pemesanan bahan baku yang dibutuhkan oleh industri rumahan selama masa tenggang (reorder point)?.Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui trend persediaan bahan baku, mengetahui frekuensi pembelian bahan baku dan jumlah kebutuhan bahanbaku yang optimal, mengetahui total biaya persediaan, mengetahui titik pemesanan kembali (reorder point) bahan baku selama masa tenggang.Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dimana penelitian dilakukan secara intensif, terinci danmendalam terhadap suatu objek yang diteliti. Metode penelitian ini adalah metode wawancara dan dokumentasi. Variabel dalam penelitian ini adalah persediaan dan penggunaan bahan baku. Analisis yang digunakan adalah metode EOQ. Penelitian dan hasil perhitungan yang dilakukan, apabila menggunakan metode EOQ dalam pengadaan bahan baku akan didapatkan penghematan biaya, jika penyelenggaraan bahan baku didasarkan pada metode EOQ terdapat penghematan biaya tahun 2015 sebesar Rp. 5.520,- tahun 2016 sebesar Rp. 18.360,- tahun 2017 sebesar Rp. 3.320,- tahun 2018 sebesar Rp. 160,336,- Dengan demikian berarti ada penghematan biaya yangsangat nyata antara kebijaksanaan persediaan yang dilakukan menurut perusahaan dengan perhitungan menurut EOQ. Melihat hasil diatas dapat disimpulkan bahwa persediaan bahan baku mengalami peningkatan persediaan bahan baku, frekuensi pembelian bahan baku bila menggunakan metode EOQ, batas atau titik pemesanan bahan baku yang dibutuhkan oleh sumber rejeki keripik belut bila menggunakan metode EOQ tahun 2015 sebesar 1.852kg, tahun 2016 sebesar 1.440kg, tahun 2017 sebesar 1.780kg dan tahun 2018 sebesar 1.717kg. Total biaya persediaan bahan baku yang dihitung menurut EOQ lebih sedikit dibandingkan yang dikeluarkan oleh perusahaan, maka ada penghematan biaya persediaan bahan baku bila sumber rejeki keripik belut menggunakan EOQ dalam persediaan bahan bakunya.
USULAN PENERAPAN METODE ACCEPTANCE SAMPLING MILSTD 105E DAN PENENTUAN PROSES CAPABILITY UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS BAHAN BAKU KERUPUK IKAN TENGGIRI Fajar Isnanto; Endang Widuri Asih; Joko Susetyo
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.088 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memberikan alternatif untuk IRT pengolahan kerupuk Ikan Tenggiridalam pengendalian kualitas bahan baku kerupuk Ikan Tenggiri dengan menggunakan metode AcceptanceSampling MIL-STD 105E untuk pengambilan sampel bahan baku pada setiap lot yang masuk danmenentukan bahwa diterima atau ditolaknya sampel dalam lot menggunakan tabel AQL dan MIL-STD 105E.selanjutnya Penentuan Proses Capability untuk menentukan kemampuan proses bahan baku yang di ambilkonsisiten memenuhi batas rentang kualitas yang diharapkan.Hasil penelitian ini menunjukan Industri Rumah Tangga King Naya mengalami bahan baku yangmasuk ada 30 lot yang berisi 500 ekor ikan tenggiri dalam tiap lotnyauntuk setiap harinya maka diambilsampel menggunakan metode MIL-STD 105E single sampling sesuai tabel MIL-STD 105E menggunakanGeneral Inspection Level II dikarekanan tingkat pengawasan yang tidak ketat didapatkan 50 sampel (n)bahan baku selanjutnya diukur menggunakan Peta Kendali bahan baku dengan hasil BS = 0,72, BSA = 0,182,BSB = 0,038. Selanjutnya mengukur kinerja sampel dengan hasil kurva OC Operating Characteristic =0,998, kurva AOQ Average Outgoing Quality = 0,075, kurva ATI Average Total Inspection = 45. Selanjutnyatentukan Proses Capability dari bahan baku kerupuk Ikan Tenggiri dengan hasil Cp = 0,61, Cpl = 0,49, Cpu =0,72, Cpk 0,49. Dari hasil di atas pengendalian kualitas bahan baku kerupuk ikan tenggiri cukup efisien dantidak memakan waktu yang lama, mengurangi tenaga pekerja, dan tidak merusak bahan baku dalam sampelbahan baku sehingga low cost, baik di terapkan untuk Industri Rumah Tangga dengan bahan baku yang cukupbanyak dan memerlukan pengendalian kualitas.
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN GERAI TELKOMSEL DAN INDOSAT DENGAN MENGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Nanengtri Nurdiansya; Muhammad Yusuf; Winarni Winarni
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.335 KB)

Abstract

Kepuasan konsumen adalah sejauh mana tanggapan kinerja produk memenuhi harapan pembeli.keberhasilan suatu industri jasa dalam berkompetisi ternyata bukan hanya kualitas jasa akan tetapi juga memberikanperhatian khusus untuk kepuasan pelanggan. PT. Telkomsel dan Indosat adalah perusahaan yang bergerak dibidangtelekomunikasi seluler yang berada di Yogyakarta. permasalahan tentang bagaimana mengukur kepuasan pelangganTelkomsel dan Indosat.Penelitian ini adalah salah satu bentuk usaha untuk membantu mencari solusi atas permasalahan yangdihadapi oleh pihak telkomsel dan indosat penelitian ini mengunakan metode SERVQUAL dan QFD untukmengidentifikasi item-item apa jasa yang selama ini belum memuaskan pelanggan. Hasil dari analisis servqual inikemudian dimasukan kedalam metode QFD yang bertujuan untuk merancang perbaikan-perbaikan kepuasaanpelanggan yang belum memuaskan para konsumen. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasanpelanggan salah satunya adalah pelayanan, sehinggan menimbulkan adanya nilai gap negatif antara persepsi dariperusahaan dan persepsi oleh konsumen.Pada kajian dengan menggunakan metode SERVQUAL berhasil diidentifikasi kesenjangan antara apa yangdiharapkan dan diterima oleh konsumen sebanyak 20 atribut dan keseluruhan atribut tersebut bernilai negatif.Dari 20 atribut ini kemudian dimasukan ke dalam QFD melalui rumah kualitas untuk merancang langkahlangkah perbaikan yang dapat dilakukan untuk menaikkan kepuasaan pelanggan Telkomsel dan Indosat.Hasil dari prioritas untuk dilakukan oleh pihak pengolah dalam meningkatkan kepuasaan pelanggan yaitudengan melakukan perbaikan pada kecepatan dan kualitas jaringan.
ANALISIS POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTYRE BODY ASSESSMENT (REBA) OVAKO WORKING ANALYSIS SYSTEM (OWAS) DAN JOB STRAIN INDEX (JSI) PADA PEKERJA PABRIK KERUPUK RESTU DI PURWOREJO Muhamad Rifqi; Risma Adelina Simanjuntak; Rahayu Khasanah
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.496 KB)

Abstract

Pabrik kerupuk restu di purworejo merupakan salah satu pabrik yang memproduksi kerupuk, dalamproses produksinya masih terdapat berbagai kegiatan yang menggunakan metode manual dan para pekerja seringmengeluhkan nyeri atau sakit pada beberapa anggota tubuhnya. Dalam proses produksinya terdapat berbagai stasiunkerja diantaranya yaitu mulai dari proses pengadukan adonan adonan, proses pencetakan kerupuk, prosespengeringan kerupuk, dan proses penggorengan kerupuk. Hasil analisis postur kerja yang terdapat pada pekerjapabrik kerupuk restu dengan menggunakan metode REBA, menunjukan bahwa postur kerja pada pekerja 1 dibagianpengadukan adonan berada pada level resiko yang tinggi dengan skor REBA sebesar 6 OWAS skor 3 dan JSI skorsebesar 40, pada pekerja 2 dibagian pencetakan kerupuk berada pada level resiko rendah dengan REBA skor sebesar2 OWAS skor 1 dan JSI skor sebesar 2, pada pekerja 3 dibagian pengeringan berada pada level resiko tinggi denganREBA skor 5 OWAS skor 3 dan JSI skor sebesar 6, dan pada pekerja 4 bagian penggorengan berada pada levelresiko rendah dengan REBA skor sebesar 3 OWAS skor 1 dan JSI skor sebesar 2. Hal ini menunjukan bahwainvestigasi atau tindakan korektif perlu dilakukan pada postur kerja pekerja 1 pada bagian pengadukan adonan dan pada pekerja 3 dibagian pengeringan kerupuk untuk mencegah terjadinya gangguan otot musculosceletal.
USULAN PERAWATAN BUOY TSUNAMI DENGAN MENGGUNAKAN METODE RISK BASED MAINTENANCE (RBM) Rohmat Tulloh; Imam Sodikin; Rahayu Khasanah
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.829 KB)

Abstract

Buoy tsunami merupakan alat pendeteksi gelombang tsunami yang dipasang di tengah laut. Alatini berfungsi mengirim informasi dari gelombang di laut akan identifikasi gelombang tsunami. Komponen darialat buoy tsunami mempunyai peranan penting agar tetap memberikan data yang akurat. Pemasangan yangdilakukan di tengah laut mempunyai kesulitan terhadap kegiatan perawatan serta risiko kerusakan padakomponen yang tinggi. Pada saat ini program buoy tsunami sudah tidak aktif lagi dikarenakan banyak alatyang sudah tidak berfungsi, akan tetapi pada tahun 2018 BPPT sedang mengajukan program untuk pengadaandan penggunaan buoy tsunami kembali. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko padasetiap komponen buoy tsunami. Metode Risk Based Maintenance (RBM) dapat menunjukkan tingkat risikopada setiap komponen serta mengetahui tingkat risiko tertinggi untuk menentukan strategi perawatan yangtepat pada setiap komponen. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari 28 komponenbuoy tsunami terdapat 7 faktor penyebab utama kerusakan pada komponen buoy tsunami adalah terjadi korositerdapat 21 komponen, umur komponen terdapat 9 komponen, terjadi pengendapan terdapat 8, terjadikebocoran terdapat 16 komponen, terjadi kerusakan komponen dalam terdapat 11 komponen, terjadi putusterdapat 5 komponen serta terjadi patah terdapat 1 komponen. Risiko tertinggi dengan nilai 1 kriteriabahaya dari komponen buoy tsunami yaitu pada komponen polyprophilene, singker dan releaser. Perawatanyang tepat dari komponen dengan risiko tertinggi yaitu pada komponen polyprophilene dilakukanpengecekan kondisi fisik dan pengecekan kekuatan, pada komponen singker dilakukan penggantian dan pada komponen releaser dilakukan pengecekan komunikasi data. Waktu perawatana pada komponen dengan nilai risiko tertinggi yaitu 1 tahun.

Page 11 of 21 | Total Record : 208