cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
TEACHING SPEAKING BY COMBINING CHORAL STRATEGY WITH SOCRATIC SEMINAR STRATEGY AT SENIOR HIGH SCHOOL Seprianti, Hilda -
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Wisuda ke-49 Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper is talking about teaching speaking by combining socratic seminar strategy with choral strategy at senior high school which is aimed at discussing how to teach speaking by combining the two strategies. There are three stages of these strategies in teaching reading. Those are pre-speaking (exploration), while-speaking( elabration), and post-speaking (confirmation) in which divided in the following steps.(1)Teacher asks the students to stand in a circle and hand out copies of the text chosen (CS). (2)Teacher asks the students to read the text silently and tell them to read the text again (CS). (3)Teacher asks the students to practice or underline the important information on sentences, phrases, or words (CS). (4)Teacher asks the students to read again and asks them to give suggestions (CS). (5) Teacher asks the groups to read and represent the final summary of their work (CS). (6) Teacher asks the students to focus on their particular events or phenomenon that related with the topic in speaking class (SS). (7)Teacher asks the students to identify the description of their experience or phenomenon by using sequence of events in the past (SS). (8)Teacher asks the students to analyze the description of their experience before they practice in front of the class (SS). And (9) Teacher asks the students to practice their experience or retell a story in front of the class, so the teacher knows the students’ ability in speaking (SS).
STRATEGY OF TEACHING WRITING BY USING Y CHART AT SENIOR HIGH SCHOOL Utama, Jenny Chintia
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Wisuda ke-49 Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan makalah ini bertujuan untuk membantu guru dalam mengajarkan siswa SMA menulis descriptive text. Penulis akan memaparkan beberapa masalah yang di hadapi oleh guru maupun siswa dalam mengajar dan belajar menulis teks bahasa Inggris. Dalam proses mengajar, guru seringkali menggunakan strategi yang sama pada setiap pengajaran, sehingga membuat siswa kurang termotivasi dalam belajar itu sendiri. Disamping itu, masalah lain yang di hadapi oleh siswa adalah siswa kesulitan dalam mengembangkan, menyampaikan ide dan pendapat dalam menulis teks berbahasa Inggris. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, penulis memberikan solusi yang tepat yaitu dengan menggunakan strategi dalam pengajaran menulis teks berbahasa Inggris. Adapun strategi yang digunakan adalah Y-Chart. Strategi ini mampu membuat proses belajar maupun mengajar lebih efektif karena strategi tersebut menghasilkan model pembelajaran yang sangat bermanfaat, menarik dan berguna bagi guru maupun bagi siswa. Adapun langkah-langkah dari pengaplikasian dari Y-Chart strategi antara lain, guru membantu siswa dalam pembuatan descriptive text melalui penggunaan Chart yang berbentuk Y dan pertanyaan-pertanyaan yang kemudian guru dan siswa mendiskusikan jawaban dari pertanyaan tersebut untuk dijadikan sebuah teks yang lengkap. Kemudian, guru meminta siswa untuk membuat sebuah descriptive teks berdasarkan kelompok yang telah di tentukan. Terakhir, untuk melihat kemampuan siswa dalam menulis guru memberikan latihan yang berbentuk tugas pribadi serta memberikan penilaian secara langsung.
TEACHING SPEAKING BY COMBINING OF CURIOSITY BOX AND INSIDE-OUTSIDE CIRCLE STRATEGIES FOR SENIOR HIGH SCHOOL Saputri, Marina -
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Wisuda ke-49 Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berbicara (speaking) merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting dalam kurikulum mata pelajaran Bahasa Inggris yang harus dikuasai oleh siswa. Dalam pengajaran speaking siswa dituntut untuk bisa meningkatkan kemampuannya berbicara dalam Bahasa Inggris. Agar tujuan ini tercapai, dibutuhkan strategi yang tepat dalam pengajaran speaking. Salah satu strategi yang dapat digunakan dalam pengajaran speaking adalah kombinasi dari Curiosity Box Strategy dengan Inside Outside Circle Strategy.Curiosity Box Strategy merupakan strategi yang dirancang untuk membantu siswa menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok. Strategi ini memungkinkan siswa untuk menghasilkan kalimat secara langsung, dalam menyampaikan ide dan pendapat yang disertai alasan tentang suatu topik yang dibahas dalam pembelajaran speaking di dalam kelas.Inside Outside Circle Strategy adalah strategi yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan percakapan secara spontan dan interaktif. Strategi ini bisa digunakan untuk memperlancar percakapan siswa dalam bahasa Inggris dengan berganti-ganti pasangan bicara tanpa perencanaan topik percakapan sebelumnya. Secara lebih baik, strategi ini tidak membuat siswa memilih teman yang disukai untuk melakukan percakapan dan juga tidak memperkenankan siswa untuk membuat konsep mengenai percakapan yang akan disampaikan, karena teman bicara bisa berganti-ganti saat melakukan putaran.
TEACHING WRITING BY COMBINING FLOWER STRATEGY AND POW STRATEGY AT SENIOR HIGH SCHOOL Yanti, Melfi -
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Wisuda ke-49 Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam belajar bahasa inggris ada empat keterampilan yang harus dikuasai oleh siswayaitu mendengar, membaca, berbicara, dan menulis. Di antara empat keterampilan tersebut,menulis merupakan suatu keterampilan penting yang harus dikuasai oleh setiap siswa karenamenulis adalah salah satu alat komunikasi dengan orang lain. Dan dengan menulis dapatmenyalurkan dan menyampaikan wawasan, ide dan ilmu pengetahuan kepada orang lain melaluiteks. Tetapi kenyataannya dilapangan masih ditemukan kesulitan siswa dalam membuat teks yangbenar karena disebabkan oleh beberapa faktor.Yang pertama, siswa kesulitan dalam menyusundan mengekpresikan ide – idenya. Kedua adalah siswa kesulitan dalam mengenali kata katakarena keterbatasan kosa kata. Ketiga adalah guru kesulitan dalam memilih strategi yang tepatuntuk diajarkan dalam menulis. Dalam makalah ini penulis membahas penggabungan duastrategi untuk membantu siswa dalam menulis yaitu strategi Flower dan Strategi POW.Penggabungan strategi ini mempunyai langkah-langkah yang mudah dalam penerapannya.Dimulai dengan siswa memilih topic yang menarik dan sesuai yang nantinya akan dikembangkanmenjadi sebuah teks. Dalam menyusun kalimat siswa dibantu oleh sebuah diagram dan beberapapertanyaan yang diajukan oleh guru untuk menyusun sebuah teks yang benar. Adapun kelebihanstrategi ini adalah memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih aktif dalam menulis dan siswamudah untuk menngabungkan ide – ide berdasarkan petunjuk dari sebuah diagram dan beberapapertanyaan yang diajukan oleh guru yang ditulis didalam diagram.
TEACHING WRITING DESCRIPTIVE TEXT BY COMBINING CUBING STRATEGY AND ERROR MONITORING STRATEGY AT SENIOR HIGH SCHOOL Widia, Misce -
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Wisuda ke-49 Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan makalah ini bertujuan untuk membantu mengatasi salah satu dari sekian banyak permasalahan yang ada dalam pengajaran writing di Sekolah Menengah  Atas i. Dalam makalah ini penulis membahas bagaimana pengajaran writing dengan menggunakan dua strategi yaitu Cubing Strategy dan Error Monitoring Strategy. Cubing adalah salah satu strategi untuk mengembangkan kemampuan Writing. Strategi ini merupakan strategi yang tepat untuk membantu para siswa mengembangkan ide dan dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi saat belajar. Error Monitoring adalah strategi pengajaran individu dimana siswa bisa mengetahui kesalahan yang ada pada penulisan mereka. Siswa diberi kesempatan untuk menulis dan mengembangkan ide mereka. Kemudian mereka bisa mengetahui kesalahan disetiap penulisannya dan meraka dapat mengulang kembali penulisannya dengan lebih baik. Sehingga mereka benar-benar mengalami proses belajar secara langsung dengan ikut aktif dalam kegiatan kelas. Tujuan dari penggabungan dua strategi ini agar siswa menjadi lebih aktif, kreatif, efektif dan efisien dalam kemampuan menulis.
THE EFFECT OF USING POWER STRATEGY ON STUDENTS’ WRITING ACHIEVEMENT DESWIRA, MUTIA SEPFIVA
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Wisuda ke-49 Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh strategi POWER dalam pengajaran bahasa Inggris khususnya menulis, penelitian ini menggunakan metode Pre-eksperimen dengan design One Group Pretest – Posttest. Pada penelitian ini, peneliti hanya menggunakan satu kelas eksperimen dan tidak membutuhkan kelas control, karena peneliti hanya melihat bagaimana kemampuan menulis siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 79 siswa dari tiga kelas yaitu kelas XII IPA1, XII IPA2, XII IPA3. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Cluster Random Sampling, dan kelas yang terpilih adalah XII IPA1. Perlakuan yang diberikan terhadap kelas eksperimen sebanyak delapan pertemuan selama empat minggu. Setiap pertemuan, peneliti menggunakan strategi POWER dalam proses pengajaran di kelas. Selanjutnya, peneliti menggunakan instrumen untuk membantu pengumpulan data, yaitu Writing test. Berdasarkan hasil analisis data dari Writing test yang telah dikumpulkan setiap pertemuan, maka dapat dilihat bahwa adanya peningkatan kemampuan menulis yang terjadi pada siswa walaupun tidak keseluruhan siswa yang bisa terlihat peningkatannya. Hal ini bisa dilihat dari hasil analisis Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t-table, setelah dilakukan pengujian dengan ujian menulis text Explanation and Discussion text diperoleh t-calculated 3,93 lebih besar dari t-table 2,069 maka hipotesis pada penelitian ini diterima, sehingga disimpulkan bahwa strategy POWER memberi efek yang baik terhadap hasil belajar Bahasa Inggris khususnya dalam kemampuan menulis siswa kelas XII SMA N 1 Koto Baru kab, Dharmasraya.
AN ANALYSIS ON CERTIFIED ENGLISH TEACHERS IN ASSESSING STUDENTS’ SPEAKING SKILL (A Descriptive Study at SMKN 6 Padang) Pratiwi, Novita Umi
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Wisuda ke-49 Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peilaian merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kompetensi yang harus dimiliki guru. Sebagaimana tertulis dalam UU No.14 tahun 2005, selain merencanakan dan mengajar, guru memiliki peran dan tanggung jawab untuk melakukan tes, menilai dan mengevaluasi siswa dengan cara yang tepat. Penilaian yang dilakukan oleh guru sangat berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Penilaian yang dilakukan oleh guru, terutama dalam menilai kemampuan bicara siswa mencakup jenis penilaian dan jenis test yang digunakan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisa jenis penilaian speaking yang digunakan oleh guru dalam menilai kemampuan speaking siswa. Penelitian ini melalui beberapa tahap analisa yaitu mengumpulkan semua data, membaca semua data, menganalisa data, mengelompokkan data dan mendeskripsikan data. Oleh sebab itu penelitian ini tergolong kepada penelitian descriptif-qualitatif. Sumber data untuk penelitian ini adalah guru bahasa Inggris di SMKN VI Padang dan dokumen guru berupa rencana pelaksanaan pembelajaran guru. Adapun yang menjadi pertisipan dalam penelitian ini adalah lima orang guru sertifikasi bahasa Inggris di SMKN VI Padang. Berdasarkan data pengamatan yang dikumpulkan dan dianalisa, peneliti menemukan bahwa dalam membangun menilai kemampuan speaking siswa, guru menggunakan penilaian secara analitik, dan tidak ada yang mennggunakan penilaian secara holistik. Jenis test yang dominan digunakan oleh guru adalah oral presentation dan role play. Sementara itu jenis test yang lain jarang digunakan dan bahkan tidak digunakan sama sekali oleh guru.
AN ANALYSIS OF MULTIPLE-CHOICE ITEMS OF ENGLISH READING MID-TERM TEST MADE BY THE ENGLISH TEACHERS AT SMA N 2 RANAH PESISIR Oktafia, Popi Nuraprida
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Wisuda ke-49 Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah soal Mid semester ganjil khususnya dalam pembelajaran reading yang di buat oleh guru bahasa Inggris di SMA N 2 Ranah Pesisir memiliki bentuk soal yang bagus dan sesuai dengan kaidah yang sudah di tentukan khususnya untuk soal pilihan ganda (a good construction of multiple choice test items). Untuk mengetahui kualitas soal, di sini ada tiga bagian yang akan di analisa di dalam tes: (1) Pertanyaan (The stem), (2) Pilihan jawaban (The option), dan (3) Pilihan jawaban yang tidak benar atau pengganggu (The Distractor). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal mid semester ganjil khususnya dalam pembelajaran reading yang di buat oleh guru bahasa Inggris khususnya untuk kelas XI SMA. Instrument yang digunakan adalah Evaluation check list. Hasil dari penelitian ini adalah soal Mid semester ganjil yang dibuat oleh guru SMA N 2 Ranah Pesisir yaitu hamper sempurnah. Karena soal tersebut memenuhi lebih dari 50 % semua indikator yang berhubungan dengan bentuk soal pilihan ganda yang bagus (The construction of multiple choice items). Kemudian Pertanyaan (The stem), Pilihan jawaban (The option), dan Pilihan jawaban yang tidak benar (The distractor) juga hampir sempurnah memenuhi semua indikator yang berhubungan dengan bentuk pembuatan tes pilihan ganda yang bagus yang sesuai dengan kaidah atau pernyataan dari teori. Tapi, peneliti masih menemukan beberapa soal yang tidak memenuhi syarat-syarat yang ada.
TEACHERS’ LEADERSHIP STYLES IN ENGLISH LEARNING AT JUNIOR HIGH SCHOOL 12 PADANG Hati, Rela -
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Wisuda ke-49 Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan guru dalam pembelajaran bahasa Inggris di dalam kelas. Pelaksanaan penelitian ini untuk menemukan informasi mengenai gaya apa yang paling dominan digunakan, bagaimana guru-guru menggunakan gaya kepemimpinan, dan bagaimana gaya kepemimpinan yang digunakan oleh mereka tersebut dalam pembelajaran bahasa Inggris. Lebih lanjut, penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan data diperoleh dari semua guru bahasa Inggris yang berjumlah 4 orang di SMP N 12 Padang. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan observasi checklist, catatan lapangan dan angket. Ketika melakukan pengamatan dengan menggunakan checklist dan catatan lapangan, peneliti melihat semua aktifitas guru dan mencatatnya sesuai dengan indikator dari gaya kepemimpinan sehingga peneliti mendapatkan data bagaimana mereka menggunakan gaya kepemimpinan dan bagaimana gaya kepemimpinan mereka tersebut dalam pembelajaran bahasa Inggris. Sedangkan angket yang diberikan kepada guru-guru bahasa Inggris digunakan untuk melihat gaya kepemimpinan yang paling dominan digunakan oleh semua guru bahasa Inggris. Setelah menganalisa data yang didapat dari penggunaan instrumen tersebut, peneliti menemukan bahwa gaya-gaya kepemimpinan yang digunakan oleh semua guru bahasa Inggris adalah authoritarian, democratic, laissez faire, dan transformational, serta yang paling dominan digunakan oleh mereka adalah gaya kepemimpinan democratic. Sementara, dalam mengaplikasikan setiap gaya kepemimpinannya, guru-guru bahasa Inggris memiliki berbagai macam cara dan aktivitas yang berbeda ketika pembelajaran bahasa Inggris di dalam kelas. Secara umum, semua guru bahasa Inggris telah mengaplikasikan gaya kepemimpinan democratic dan transformational dengan efektif. Sedangkan pengaplikasian gaya kepemimpinan authoritarian dan laissez faire secara umum belum efektif.
THE EFFECT OF ABOUT-POINT STRATEGY TOWARD STUDENTS’ READING ACHIEVEMENT A Study at Eleventh Grade Students of MAN 2 Padang 2014/2015 Academic Year Sari, Reren Komela
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Wisuda ke-49 Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan dari strategy About-Point (sebuah strategi untuk membantu siswa menemukan ide pokok dan kalimat pendukung dan memperdalam pemahaman siswa dalam sebuah teks) terhadap pencapaian reading siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS MAN 2 Padang. Dalam pemilihan sampel peneliti memilih secara manual dengan flipping coin. Data yang diambil untuk menentukan sampel adalah reading test. Sampel yang digunakan adalah kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen, XI IPS 4 sebagai kelas kontrol dan XI IPS 2 sebagai kelas try out. Perlakuan yang diberikan sebanyak 8 kali untuk masing-masing kelas, materi yang diberikan sesuai dengan silabus kelas XI yaitu hortatory dan analytical exposition teks. Hasil yang didapatkan menunjukan adanya peningkatan nilai setelah diperlakukan dikelas eksperimen yaitu XI IPS3, diperoleh t-hitung yaitu 2.99 lebih besar dari pada t-table 1.26. Dengan demikian strategi About-Point memberikan efek yang significant terhadap pencapaian reading siswa.