cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
PENGARUH UMUR KOMPOS RUMAH TANGGA HASIL RANCANG BANGUN FIFO (FIRST IN FIRST OUT) DAN DOSISNYA DALAM MEDIA TANAM DARI LAHAN PASCA TAMBANG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L) Kurniawan, Benny
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur kompos rumah tangga hasil rancang bangun FIFO (First In First Out) dan penambahan rasio  yang optimal antara kompos limbah rumah tangga dan tanah lahan pasca tambang terhadap pertumbuhan tanaman Sawi (Brassicajuncea L). Penelitian dilakukan pada bulan pebruari sampai juni 2016 berlokasi di kota sangatta kab. Kutai Timur.Penelitian ini merupakan penelitian faktorial yang disusun dengan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 Ulangan dua faktor perlakuan, Faktor Pertama adalah umur kompos 3, 6, 9, dan 12 minggu. Faktor Kedua adalah dosis pupuk kompos sampah Rumah tangga 0,10, 20,30, 40, 50, dan 60 ton/ha.Umur pengkomposan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman sawi pada tinggi (cm), berat basah (g) dan berat kering (g) tanaman sawi, berpengaruh tetapi tidak nyata pada pertumbuhan jumlah daun tanaman sawi. Dosis kompos campuran tanah pasca tambang sebagai media tanam tanaman sawi berpengaruh nyata terhadap perumbuhan tinggi (cm), Helai daun, berat basah (g) dan berat kering (g). Interaksi antara umur pengkomposan dan dosis pupuk organik pada media tanam tanah pasca tambang  memberikan  pengaruh nyata terhadap pertumbuhan  jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman sawi, tetapi berpengaruh tidak nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman sawi. Pupuk organik sampah rumah tangga dengan umur pengkomposan 12 minggu dan dosis 60 ton/ha menghasilkan yang paling tinggi, yaitu tinggi rata rata 35,17 cm,  jumlah daun 16 helai, berat basah 60,27 gram, dan berat kering 28,55 gram pada tanaman sawi.
Analisis Finansial Usaha Pembibitan Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq) pada Tingkat Petani di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur dan Abdul Kholik Hidayah, Muchsin
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2081

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis kelayakan, mengetahui layak tidaknya usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara; (2)  Untuk mengetahui pendapatan yang diterima dan biaya yang dikeluarkan pembibitan kelapa sawit  di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.Objek penelitian ini adalah petani penangkar bibit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, khususnya menyangkut pengelolaan, biaya produksi, produksi dan pendapatannya serta permasalahan yang ada.Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan efektif, dimulai bulan Desember 2013 sampai dengan bulan Februari 2014, dengan metode sensus kelompok tani penangkar bibit kelapa sawit di Desa Badak Mekar, dimana semua bibit tanaman sebanyak 99.000 bibit sebagai obyek penelitian yang terdapat di pembibitan yang terdapat di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.Analisis kelayakan finansial pada usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak  Usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar  menguntungkan, besarnya Rp. 1.644.685.000,00.Usaha tani pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar  layak diusahakan. B/C rasio yang diperoleh sebesar 2,661, produktivitas produksi  lebih besar  BEP produksi yaitu 99.000 bibit > 38.086 bibit dan harga yang diterima oleh pemilik persemaian lebih besar dari BEP harga yaitu Rp.27.000,00 > Rp.10.387,00.Selain manfaat ekonomi pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak juga memberikan manfaat sosial berupa pemberdayaan masyarakat sekitar pembibitan seperti tenaga kerja harian, borongan, bulanan, dan nilai sisa hasil pembibitan yang masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.Berdasarkan hasil-hasil tersebut, maka saran yang dapat diberikan adalah pihak pengelola pembibitan sebaiknya memperhatikan pengaruh inflasi dalam mengusahakan pembibitan kelapa sawit agar supaya nilai cashflow yang dihitung akan lebih mendekati nilai yang sebenarnya, pihak pengelola pembibitan kelapa sawit sebaiknya meningkatkan efisiensi baik untuk sarana produksi dan tenaga kerja untuk meningkatkan pendapatan, dan pihak pengelola pembibitan selain meluaskan usahanya diharapkan selain membuka lapangan pekerjaan, perlu dikaji ulang jumlah tenaga kerja harian dan bulanan yang disesuaikan produk bibit yang dihasilkan.Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis kelayakan, mengetahui layak tidaknya usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara; (2)  Untuk mengetahui pendapatan yang diterima dan biaya yang dikeluarkan pembibitan kelapa sawit  di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.Objek penelitian ini adalah petani penangkar bibit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, khususnya menyangkut pengelolaan, biaya produksi, produksi dan pendapatannya serta permasalahan yang ada.Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan efektif, dimulai bulan Desember 2013 sampai dengan bulan Februari 2014, dengan metode sensus kelompok tani penangkar bibit kelapa sawit di Desa Badak Mekar, dimana semua bibit tanaman sebanyak 99.000 bibit sebagai obyek penelitian yang terdapat di pembibitan yang terdapat di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.Analisis kelayakan finansial pada usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak  Usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar  menguntungkan, besarnya Rp. 1.644.685.000,00.Usaha tani pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar  layak diusahakan. B/C rasio yang diperoleh sebesar 2,661, produktivitas produksi  lebih besar  BEP produksi yaitu 99.000 bibit > 38.086 bibit dan harga yang diterima oleh pemilik persemaian lebih besar dari BEP harga yaitu Rp.27.000,00 > Rp.10.387,00.Selain manfaat ekonomi pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak juga memberikan manfaat sosial berupa pemberdayaan masyarakat sekitar pembibitan seperti tenaga kerja harian, borongan, bulanan, dan nilai sisa hasil pembibitan yang masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.Berdasarkan hasil-hasil tersebut, maka saran yang dapat diberikan adalah pihak pengelola pembibitan sebaiknya memperhatikan pengaruh inflasi dalam mengusahakan pembibitan kelapa sawit agar supaya nilai cashflow yang dihitung akan lebih mendekati nilai yang sebenarnya, pihak pengelola pembibitan kelapa sawit sebaiknya meningkatkan efisiensi baik untuk sarana produksi dan tenaga kerja untuk meningkatkan pendapatan, dan pihak pengelola pembibitan selain meluaskan usahanya diharapkan selain membuka lapangan pekerjaan, perlu dikaji ulang jumlah tenaga kerja harian dan bulanan yang disesuaikan produk bibit yang dihasilkan.
The Effect of Concentration and Timing of Application of Green Tonik Foliar Fertilizer on theGrowth and Yield of Cucumber (Cucumis sativusL.) Mercy Variety Hakim, Rahman
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3618

Abstract

This experiment aims to: (1) to study of the effect of concentration and application timing of Green Tonik foliar fertilizeras well as their interaction on the growth and yield of cucumber plants; and (2) to find proper concentration and application timing of Green Tonik foliar fertilizer for better growth and yield of cucumber plants.The experiment carried out from March 2016 to May 2016, in the Village of Muara Bengkal Ilir, Muara Bengkal Subdistrict, East Kutai District.  It applied Completely Randomized Block Design with factorial experiment 4 x 3 and three replications.  The first factor was the concentration of the Green Tonik  foliarfertilizer (K) consists of 4 levels, namely: no Green Tonik foliar fertilizer application (k0), 1 ml l-1 water(k1), 2 ml l-1 water(k2), and 3 ml l-1 water(k3). The second factor wasinterval of the application time of Green Tonik foliar fertilizer(W) consists of 3 levels: 5, 10, 15, 20, and 25 days after planting (w1), 7, 14, 21, 28, and 35 days after planting (w2), and 10, 20, 30, 40, and 50 days after planting (w3).Result of the experiment revealed that : (1) concentration of Green Tonik foliar fertilizer application was affected significantly to very significantly on plant lenght at 30 and 45 days after planting, days of plant flowered, number of fruits per plant, diameter of fruit, weight of one fruit, and production of fruits, but no significant on the plant lenght at 15 days after planting, and lenght of fruit.  The highest production of fruit is attained by the 2 ml l-1 water (k3), namely 54,67 Mg ha-1, In reverse, the least production is attained by without Green Tonik foliar fertilizer (k0), namely 24,00 Mg ha ̵ ¹; (2) interval of Green Tonik foliar fertilizer application time was no significant on the plant lenght at 15 and 45 days after planting, days of plant flowered, number of fruits per plant, lenght of fruit, diameter of fruit, weight of one fruit, and production of fruit, but affected significant on the plant lenght at 30 days after planting; and (3) interaction between concentration and application timing of Green Tonik foliar fertilizer was no significant on the all parameters observed.
PARTISIPASI MASYARAKAT DI SEKITAR KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA K.G.P.A.A. MANGKUNAGORO I SEBAGAI WUJUD PENGELOLAAN HUTAN KONSERVASI Mufaroh, Rizquna Amalia; Syahputri, Titis Maharani Bayduri; Mahastra, Dechan Cantona Jhunta; Dio, Exelino Christ; Hernanda, Lutfi; Agustina, Ana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.7650

Abstract

Taman Hutan Raya (Tahura) K.G.P.A.A. Mangkunagoro I merupakan kawasan hutan konservasi yang terletak di Desa Berjo, Karanganyar. Dalam upaya menjaga kelestarian hutan, tentu saja tidak lepas dari peran serta masyarakat sekitar kawasan hutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya pengelolaan kawasan hutan konservasi di Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I. Adapun metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara terhadap 35 orang responden. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa dari pola interaksi masyarakat Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I masyarakat masih mendapatkan akses untuk mengelola lahan yang ada dengan jumlah pengaram ± sebanyak 300 orang. Dari kondisi sosial ekonomi masyarakat Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I memiliki potensi berupa pengelolaan lahan rumput untuk menunjang kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pemeliharaan sapi, budidaya tanaman hias dan jamur kuping. Dalam segi partisipasi dan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan antara lain Bimbingan Teknik Ekowisata, Bimbingan Teknis Ecoprint, Bimbingan Teknis Pengamanan Hutan, dan Kebun Bibit Rakyat.
KARAKTER KIMIA PUPUK CAIR ASAL LIMBAH KULIT PISANG KEPOK DAN PENGARUHNYA PADA TINGGI TANAMAN KEDELAI Palupi, Nurul Puspita
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v14i2.1431

Abstract

Chemical Character of Banana Skin Waste Liquid Fertilizer and their influences for the soya beans plant’s height. MOL is a collection of microorganisms that can be developed, which serves as a starter in the bokasi or compost production. Utilization of agricultural waste such as fruit unfit for consumption is processed into MOL could increase the added value of waste, and reduce environmental pollution (Juanda, et al., 2011). MOL utilization in organic farming is still much to do, especially soybeans. Data from the Central Bureau of Statistics According to the BPS 2013 said the soybean production in 2013 was 807 568 tons of dry beans and the amount of production is decreased when compared to production in 2012, is about 843 153 tonnes. The high consumption of soy as a feedstock would cause Indonesia still imports of processed soybean.This study was conducted from March to June 2015 lies in the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture University Mulawarman. The experimental design used completely randomized design (CRD), four replication, with doses as follows: 0 ml MOL kepok banana peel  / plant (p0 as control), 100 ml MOL kepok banana peel / plant (p1), 200 ml MOL kepok banana peel / plant (p2), 300 ml MOL kepok banana peel / plant (p3), dan  400 ml MOL kepok banana peel / plant (p4).The results showed that the content of nutrient elements in the solution is not sufficient to meet the needs of soybean plant growth, high visible from plants that are not significantly different from the control treatment. MOL solution of kepok banana peel  also not qualify on SNI liquid fertilizer.
Penangkaran Buaya Muara (Crocodylus porosus) di PT Makmur Abadi Permai Samarinda dan Legowo Kamarubayana, Ahmad Ripai
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2072

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mempelajari pola penangkaran buaya muara, dan Mengidentifikasi tentang keberhasilan penangkaran buaya muara di penangkaran.Penelitian ini dilaksanakan di PT. Makmur Abadi Permai Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini didapatkan dari Penangkaran Buaya PT.Makmur Abadi Permai. dan Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Waktu penelitian efektif yang digunakan selama 1 (satu) bulan yaitu bulan April 2014, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data yang dikumpulkan pada penelitian mencakup dua kategori yaitu data primer dan data sekunder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penangkaran  merupakan  salah  satu  upaya  pengembangbiakan jenis di luar habitat aslinya dan sedemikian rupa menyerupai lingkungan aslinya. Agar penangkaran buaya muara berhasil dibutuhkan suasana habitat penangkaran yang mirip dengan habitat alaminya. Aspek perkolaman  yang  harus  diperhatikan  yakni  jenis,  fungsi,  kontruksi, perlengkapan dan perawatan Kolam.Berdasarkan hasil pengamatan selama penelitian di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai terdapat bermacam-macam jenis kolam yaitu kolam anakan berjumlah 8 kolam dengan ukuran 3 m x 4 m dengan jumlah buaya yang ada di kolam 280 ekor tingkat persentase yang hidup 86,51% dan tingkat kematian 13,84%, umur rata-rata di kolam tersebut berumur antara 2 minggu sampai dengan 6 bulan, kolam buaya remaja/muda jumlah kolam 1 buah dengan ukuran 11 m x 16,5 dengan jumlah buaya yang ada di kolam 335 ekor tingkat persentase yang hidup 87,01% dan persentase mati 12,98% dengan tingkatan umur antara 6 bulan sampai dengan 2 tahun, kolam pembesaran berjumlah 18  kolam dengan ukuran tiap kolam 36 m x 9 m, dengan jumlah buaya 395 ekor tingkat persentase yang hidup 79,57 % dan persentase mati 20,42% dengan tingkatan umur antara 2 tahun sampai dengan 4 tahun dan kolam perkembangbiakan atau induk, jumlah kolam 2 buah dengan ukuran 20 m x 30 m, jumlah buaya yang ada di kolam 1268  ekor yang dengan tingkatan umur 8 tahun sampai dengan 16 tahun. Kolam yang terdapat di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai merupakan Kolam bersifat permanen perlengkapan dalam kolam yang dibuat oleh pengelola penangkaran PT. Makmur Abadi Permai terdiri dari dua bagian yaitu daerah daratan dan daerah berair (kolam) kemudian kolam dibersihkan secara rutin 1 minggu sekali dan limbah pembuangan setelah dibersihkan akan di alirkan ke dalam kolam penampungan limbah.Berdasarkan hasil pengukuran suhu Kolam di penangkaran  buaya muara PT. Makmur Abadi Permai menunjukkan kondisi suhu yang relatif stabil. Suhu Kolam pada pagi hari berkisar 25-29°C, siang hari berkisar 30-33°C, dan sore hari berkisar antara 29-31°C, Pemberian pakan di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai biasanya dilakukan 1 kali dalam seminggu. Jumlah makanan disesuaikan dengan jumlah individu dan ukuran, Jenis penyakit, gejala dan pengobatan penyakit yang menyerang buaya muara di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai adalah jamur kulit,cacat tubuh,stres dan luka-luka. Pengelolaan reproduksi di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai meliputi pemilihan bibit, penentuan jenis kelamin, pengaturan kawin, musim bertelur dan penetasan telur.
Analysis of Farmers’ Perceptions and The Prospect of Wanamina Ponds Develoment (Silvofishery) in Muara Badak District, Kutai Kartanegara Regency Fahrony, Abdul Azis; Elly Purnama Sari, Bambang I Gunawan,
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3609

Abstract

This study aims to determine the farmers’ perception about wanamina silvofishery, comprehend the feasibility of Wanamina silvofishery and the strategy of developing Wanamina silvofishery in Muara Badak subdistrict.The results of this research are as follows; The farmers’ perception about Wanamina silvofishery is on the average score of 772, signifies high category. This means their perceptions on Wanamina silvofishery are positive and the farmers support wanamina silvofishery as a farming system that can preserve the environment. Meanwhile, farmers’ perception that believe Wanamina silvofishery increases income is 332, signifies moderate category. This means Wanamina silvofishery still cannot increase the farmers’ income. The results of business analysis show the NPV (Net Present Value) of Rp. 17.643.973which signifies feasible. The value of IRR (Internal Rate of Return) is 15% which signifies feasible, and the value of NBCR (Net Benefit Cost Ratio) is 1,5 which signifies feasible. Overall, the Wanamina silvofishery business in Muara Badak subdistrict is feasible to develop. The result of SWOT analysis resulted on the development strategies of Wanamina silvofishery are as follows: (1) develop the economic improvement programs and added value for Wanamina farmers; (2) Strengthen the capacity of the Fisheries Office and the partnerships among stakeholders; (3) Proper management of seeds and mangrove plants in Wanamina silvofishery; (4) Improve the facilities and infrastructure to increase the performance of Wanamina silvofishery; (5) Develop technical manuals in cultivating Wanamina silvofishery; (6) Develop pilot project of wanamina silvofishery as a community pilot; (7) Increase the quality of Fisheries PPL especially in the field of aquaculture; (8) Increase public awareness about Wanamina silvofishery through counseling and socialization.Based on the aforementioned results, the researcher suggests to conduct a more in-depth study of Wanamina silvofishery, organize comprehensive programs that involve all parties; government, private and farmers, and establish a model silvofishery that becomes a reference for farmers as excellent silvofishery management.
ANALISIS REGIONAL SUBSEKTOR PERIKANAN WILAYAH PESISIR KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Praditha, Vivi Nur; Helminuddin, H.; Abdusysyahid, Said
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4356

Abstract

Sumber daya perikanan adalah potensi yang membutuhkan pengembangan dalam pengembangan ekonomi regional, terutama di Balikpapan, mengingat wilayah pesisir dan lautnya. Potensi sumber daya perikanan sebagai sumber daya terbarukan dapat menjadi sumber ekonomi alternatif dalam mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan ekonomi di Balikpapan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Basis ekonomi sektor perikanan dalam meningkatkan ekonomi regional Balikpapan; (2) Efek pengganda pendapatan sektor perikanan terhadap peningkatan ekonomi regional Balikpapan; (3) Pindah shift positif dan negatif di sektor perikanan di Kalimantan Timur dan Balikpapan.Penelitian ini dilakukan di wilayah pesisir Balikpapan menggunakan data dari Biro Pusat Statistik Balikpapan dan Departemen Pertanian, Perikanan dan Pangan pada tahun 2010-2017. Data dianalisis dengan menggunakan Location Quotient (LQ) Analysis, Income Multiplier Effects, dan Shift Share Analysis (SSA).Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) Sektor Perikanan di Kota Balikpapan adalah sektor non-basis dengan nilai LQ 0,29 - 0,36 pada 2010 - 2017, (2) Nilai efek pengali adalah -219,70, mencapai 658,59 pada tahun 2016, dan terendah adalah -219,70 pada tahun 2017 (3) Nilai SSA -0,28 menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi sektor perikanan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur dikombinasikan dengan sektor perikanan Kota Balikpapan pada periode 2010 - 2017 relatif lambat atau regresif. Sedangkan untuk net shift (Pb), perekonomian Balikpapan dengan nilai Pb = 1,03 menunjukkan bahwa sektor ekonomi dikategorikan sebagai cepat dan kompetitif dengan Kabupaten/Kota lain
STUDI TEGAKAN JENIS ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijesm & Binnend) SEBAGAI SUMBER PENGHASIL BENIH DARI TEGAKAN BENIH TERSELEKSI DI KECAMATAN SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Heni Emawati, Yustinus Iriyanto, Zikri Azham
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 12, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v12i2.355

Abstract

Research objectives: (1) to identify and select the location of seed stands as a potential source of seed ironwood in the Research Forest KHDTK Samboja with reference to No. Permenhut. P.72/Menhut-II/2009, (2) to determine the amount of parent ironwood trees in the prospective location of seed sources, including health conditions and dimensions (diameter and height of the tree), and (3) to map the identified ironwood seed stands and seed stands ironwood selectedThe study was conducted from April 2013 to July 2013 in Forest Area Special Purpose (KHDTK) Samboja Research Forest, East Kalimantan province. The selection of research methods ironwood identified seed stands and selected referring to No. Permenhut. P.72/Menhut-II/2009 on Amendment No. Permenhut. P.01/Menhut-II/2009 on the Implementation of Forest Plant Seed. While the data collected in the field is the position of the parent ironwood tree, tree dimensions (diameter and height), and the health of the tree (healthy, deformed roots, stem defects, defective canopy).The results based on studies in the field of seed stands of ironwood select locations identified in the Research Forest KHDTK Samboja area + / - 50 ha, located at Km 1.5 Samboja-Sepaku road axis. Grouping results based on tree diameter classes in the selected locations covering + / - 50 203 ha of ironwood trees identified as having the highest grade in the class diameter 28-35 cm diameter trees (51 trees or 25%), followed by further 44-51 cm diameter class (49 trees or 24%), and 60-67 cm diameter class (27 trees or 13%). While based on the individual's health condition grouping tree of 203 trees found there are 167 trees in good health (82%), tree with root defects there are 11 trees (5.4%), tree with disabilities tree trunk 13 (6%), and tree canopy with disabilities there are 12 trees (6%). The results also identify the existing 52 stem ironwood trees as a seed source in the Forest Research KHDTK Samboja. While the mother of 52 ironwood trees identified are then selected live 39 mother trees selected as a seed source ironwood in the Forest Research KHDTK Samboja.Based on these results it is the follow up management plans for selected seed stands ironwood this needs to be done by the Research Institute for Natural Resource Conservation Technology Samboja. Security activities of the threat of forest fires and illegal logging activities and research activities specifically related to phenology of flowering and fruiting period including produktifivitasnya mother plant is a major priority activities that need to be done going forward.
KONSERVASI TRADISIONAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT TANI KABUPATEN PASER (Studi Kasus Desa Semuntai Kecamatan Long Ikis Kabupaten Paser) Yulianto, Eko Harri
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 12, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v12i2.343

Abstract

Research objectives are : ( 1 ) to determine and assess some local knowledge ( indigenous knowledge ) which is owned by the farmer in the village of Long Ikis Semuntai Paser district on land management in everyday life , and ( 2 ) to assess the modernization paradigm and its impact on conservation traditional communities based on local knowledge .The experiment was conducted for 3 months in the village Semuntai , District Long Ikis , Paser . The stipulation determined purposively based on the consideration that the area is an area where there are many natives who know historically about darts local knowledge ( indigenous knowledge ) in the farming community Paser .This study uses descriptive qualitative approach . Descriptive method is used to describe the facts relevant to the issues under study as it is followed by rational interpretation . Data were collected from two sources , namely : ( 1 ) primary data obtained through in-depth interviewing techniques ( in- depht interviews ) , Focused Group Discussion ( Focus Group Discussion - FGD ) , and observation . While the secondary data obtained from the documents , reports , publications , and so on.Traditional conservation basically is aknowledge system that obtain from human interaction with the environment along all cultural aspects. This system became basis to decision-making and aseducation substabce in traditional community.  People of Paser Society (Orang Paser) is community that till recent some of their people remain implementing the traditional conservation, by developing the local wisdom system harmonize with the given culture norms. As the civilization development, this conservation tradition with local wisdom basis suffer degradation bacause of the modernization.