cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk NPK Phonska terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Varietas Sweet Boy dan Helda Syahfari, Aris Widodo , Akas Pnaringan Sujalu
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2073

Abstract

Tujuan penelitian adalah : (1) untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan pupuk NPK Phonska serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays saccharata Sturt); dan (2). untuk memperoleh ukuran jarak tanam dan dosis pupuk NPK Phonska yang sesuai untuk tanaman jagung manis.Penelitian dilaksanakan dari bulan Pebruari sampai bulan Mei 2014 di UPT Agrobisnis Empas, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat.Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah (Split Plots Design) yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah ukuran jarak tanam (J) sebagai petak utama terdiri atas 3 ukuran yaitu : 75 cm x 30 cm (j1), 75 cm x 40 cm (j2), dan 75 cm x 50 cm (j3).  Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Phonska (P) sebagai anak petak terdiri atas 4 taraf yaitu : tanpa pupuk NPK Phonska (p0), 100 kg ha-1 (p1), 200 kg ha-1 (p2), dan 300 kg ha-1 (p3).     Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pengaruh jarak tanam berbeda  nyata sampai berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat keluar bunga jantan, umur tanaman saat keluar bunga betina, panjang tongkol tanpa kelobot, lingkar tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan produksi tongkol tanpa kelobot. Produksi tongkol tanpa kelobot paling tinggi dihasilkan pada perlakuan jarak tanam 75 cm x 50 cm (j3) yaitu 5,53 Mg ha-1. (2) Pengaruh pupuk NPK Phonska berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat keluar bunga jantan, panjang tongkol tanpa kelobot, lingkar tongkol tampa kelobot, berta tongkol tanpa kelobot, dan produksi tongkol tanpa kelobot. Produksi tongkol tanpa kelobot paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 300 kg ha-1 (p3) yaitu 6,95 Mg ha-1; dan (3) pengaruh interaksi antara jarak tanam dengan pupuk NPK Phonska berbeda nyata terhadap lingkar tongkol tanpa kelobot dan berat tongkol tanpa kelobot, tetapi berbeda tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat keluar bunga jantan, umur tanaman saat keluar bunga betina, panjang tongkol tanpa kelobot, dan produksi tongkol tanpa kelobot.
agriculture, fisheries, forestry, West Kutai, zone Wulandari, Indah; Irawan Wijaya, Harlinda Kuspradini,
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3354

Abstract

Litsea is a important genus from Lauraceae family, found in the tropic and subtropic Asia, Australia and from North to South America. Related literature review with biology activity show that secondary metabolite compounds in the Lauraceae plants contained insecticide and cytotoxic activities. Insecticide activities show bioactive compounds such as alkaloid, terpenoid and flavonoid. Botanical insecticides by terpenoid groups that found is piretrin, camphene and azardirakhtin. This research do to analyze secondary metabolite compunds by five species Litsea extract from bole, bark and leaf. Analysis of phytochemical compunds using qualitative method. Based on test result can be known that five species positively contains alkaloids, flavonoids, tannins, carbohydrate and coumarins.
PENGARUH BERAT BENIH DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO VARIETAS CRIOLLO (Theobroma cacao L.) Pakombong, Lukas; Astuti, Puji; Jannah, Noor
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4355

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui berat benih dan media tanam serta interaksinya terhadap pertumbuhan bibit kakao, dan juga untuk memperoleh berat benih dan media tanam yang tepat untuk pertumbuhan bibit kakao yang baik.Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2015. Lokasi penelitian di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.Penelitian menggunakan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), percobaan faktorial 3 x 3, dengan 4 ulangan. Terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah berat benih (B), terdiri atas 3 taraf, yaitu : berat benih 7-13 g (b1), berat benih 14-17 g (b2), dan berat benih 18-20 g (b3). Faktor kedua adalah media tanam (M), terdiri atas 3 taraf, yaitu : tanah top soil + pasir (1:1) (m1), tanah top soil + pupuk kandang sapi (2:1) (m2), dan tanah top soil + sekam padi (2:1) (m3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berat benih berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi bibit umur 30, 60, 90 hari setelah tanam, jumlah daun umur 30 hari, umur 60 hari dan umur 90 hari setelah tanam, diameter batang umur 30, 60, 90 hari setelah tanam. Bibit tertinggi terdapat pada perlakuan b3 (berat benih 18-20 g) yaitu 24,59 cm, sedangkan bibit terendah terdapat pada perlakuan b1 (berat benih 7-13 g) yaitu 23,72 cm.Perlakuan media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi bibit umur 30, 60, dan 90 hari setelah tanam, jumlah daun umur 30, 60, 90 hari setelah tanam, diameter batang umur 30 hari, umur 60 hari dan umur 90 hari setelah tanam. Jumlah daun terbanyak terdapat pada perlakuan m3 (tanah top soil + sekam padi) yaitu ; 20,64 helai, sedangkan jumlah daun paling sedikit terdapat pada perlakuan m1 (tanah top soil + pasir) yaitu ; 18,22 helai.Interaksi perlakuan berat benih dan media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit umur 60, 90 hari setelah tanam, jumlah daun umur 90 hari setelah tanam, dan diameter batang umur 60, 90 hari setelah tanam. Berpengaruh nyata terhadap diameter batang umur 30 hari setelah tanam. Berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi bibit umur 30 hari setelah tanam, jumlah daun umur 30 hari dan umur 60 hari setelah tanam.
ANALISIS PERSEPSI DAN REAKSI GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) TERHADAP PEMANFAATAN SIARAN TELEVISI SEBAGAI SUMBER INFORMASI PERTANIAN DI DESA SIDOMULYO, KECAMATAN ANGGANA, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Lesmana, Dina
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 12, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v12i2.342

Abstract

This study aims to analize perceptions and reactions of farmer’s group to used television as a source of agricultural information, and correlation of perception and reaction of gapoktan.The study was conducted in  Sidomulyo Village, Subdistrict of Anggana, Kutai Kartanegara Regency in since September until November 2012.Sampling using  stratified random method. From 420 farmers joined in Gapoktan,40 respondents drawn from different Farmer Groups (Poktan). Data taken in the form of primary data and secondary data.perception and reaction analysis with measurement scales of Likert. Correlation of perceptions and reactions were analyzed by chi-square, coefficient contingency, and coeffecient of Cramer’s V. Results of this study showedpoktanin the SidomulyoVillage, Subdistrict of Anggana, Kutai Kartanegara Regency have a positive perception by 60%, 32.5% neutral, and negative 7.5%. Reaction use television as a source of agricultural informationby 80% and20% not using. These results indicated that Gapoktan in SidomulyoVillage, Subdistrict of Anggana, Kutai Kartanegara Regency has a positive perception and using television as a source of agricultural information. The results also show perceptions and reactions have a significant correlation and very close.
INVENTARISASI DISTRIBUSI TEGAKAN PUSPA (Schima wallichii Korth) PADA BERBAGAI TIPE KELERENGAN DI KEBUN RAYA UNMUL SAMARINDA (KRUS) PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Purnama, Hengky; Jumani, Jumani; Biantary, Maya Preva
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1781

Abstract

Inventarisasi Distribusi Tegakan Puspa (Schima wallichii Korth) pada Berbagai Tipe Kelerengan Di Kebun Raya UNMUL Samarinda (KRUS) Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui potensi pohon Puspa (Schima wallichii Korth) di plot penelitian di Kebun Raya UNMUL Samarinda (KRUS) dan Mengetahui distribusi tegakan dan pertumbuhan Puspa (Schima wallichii Korth) di plot penelitian pada berbagai tipe kelerengan di Kebun Raya UNMUL Samarinda.Objek penelitian di plot penelitian di Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) dengan metode jalur di KRUS.  Transek dibuat masing-masing sepanjang ± 1.000 m, lebar 20 m, yang dimulai dengan mengambil titik awal.  Data yang dikumpulkan adalah data primer berupa inventarisasi Puspa pada tingkat tiang dan pohon yaitu yang berdiameter batang ≥ 10 cm.  Data yang diambil meliputi jumlah individu, diameter batang pohon, tinggi bebas cabang dan tinggi total pohon, sedangkan data skunder diperoleh langsung dari hasil penelitian sebelumnya, literatur-literatur, laporan-laporan dan  tulisan dari pihak instansi yang terkait yang mencakup letak daerah, kondisi tanah, kondisi geogarafi, iklim, curah hujan dan vegetasi. Serta metode wawancara digunakan untuk memperoleh data dan informasi dari petugas di lapangan, pejabat instansi terkait dan penduduk setempat yang ada hubungannya dengan kegiatan penelitian dan dari berbagai literatur yang mendukung.Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) Jumlah individu pohon Puspa berdiameter  ≥ 10 cm yang ditemukan di plot penelitian seluas 60.000 m² (6 Ha) ditemukan 43 pohon. Diameter yang paling mendominasi adalah pohon yang berdiameter diatas 40 cm 2) Diameter pohon Puspa yang paling besar adalah 100,3 cm dengan volume total sebesar 14,71 m³  yang ditemukan pada transek B sedangkan diameter yang paling kecil adalah 13,5 cm dengan volume total sebesar 0,16 m³  yang ditemukan pada transek A. Adapun potensi pohon Puspa dapat dilihat dari jumlah volume tinggi bebas cabang (V TBC) pohon Puspa yang ditemukan di lokasi pengamatan seluas 6 Ha adalah sebesar 115,38 m³ sedangkan volume total (V Tot) adalah sebesar 240,7 m³; dan 3) Di lihat dari 5 kelas tipe kelerengan, hanya tiga kelas kelerengan yang di temukan yaitu Datar 18 pohon, Landai 18 pohon dan Agak curam 7 pohon. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa walaupun jumlah pohon puspa yang di temukan pada tipe kelerengan datar dan landai sama yaitu 18 pohon puspa, namun pertumbuhanya lebih baik pada tipe kelerengan datar dengan di ketahui diameter rata-rata 58,6 cm dan Volume tinggi total rata-rata 6,21 m3.
STUDI ASPEK SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT DESA SEDULANG TERHADAP UPAYA KELESTARIAN CAGAR ALAM MUARA KAMAN SEDULANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Heni Emawati, dan Ismail Bakrie, Rasyid Rahman,
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2593

Abstract

Studi Aspek Sosial, Ekonomi dan Budaya Masyarakat Desa Sedulang Terhadap Upaya Kelestarian Cagar Alam Muara Kaman Sedulang Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui aspek sosial ekonomi dan budaya masyarakat yang berada disekitar Cagar Alam Muara Kaman Sedulang kaitanya dalam upaya pelestarian Cagar Alam Muara Kaman Sedulang. Dan hasil yang diharapkan adalah dapat memberikan data dan informasi yang jelas mengenai keadaan sosial, ekonomi dan budaya  masyarakat yang berada disekitar Cagar Alam Muara Kaman Sedulang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tinjauan pustaka (library research) dan penelitian lapangan (field work research) yaitu observasi, kuisioner langsung dengan responden dan pada lembaga-lembaga terkait dengan tujuan penelitian ini Badan Pusat Statistik, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur dan Dinas Kehutanan Kabupaten Kutai Kartanegara. Sumber data diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling.Semua data yang telah terkumpul dilakukan editing untuk perbaikan kualitas data dan selanjutnya data hasil penelitian dibuat model tabulasi untuk mengadakan proses analisis, setelah ditabulasikan sesuai dengan tujuan penelitian, maka data dianalisis secara deskritif.Berdasarkan data dan hasil analisa yang telah dilakukan diketahui bahwa secara sosial dan ekonomi sebagian besar masyarakat Desa Sedulang yang bermatapencaharian utama sebagai nelayan belum dapat memenuhi kebutuhan minimum mereka sehari-hari sehingga untuk mencukupi kebutuhannya masyarakat menggantungkan hidupnya di bidang pertanian dan perkebunan dengan memanfaatkan lahan disekitar Cagar Alam Muara Kaman Sedulang.Dalam kaitannya dengan kelestarian Cagar Alam Muara Kaman masyarakat Desa Sedulang telah menggerakkan modal sosial dengan melakukan konservasi lahan penanaman dan penghijauan hutan kembali didaerah penyangga karena didasari atau tidak masyarakat Desa Sedulang mempunyai ketergantungan terhadap Cagar Alam Muara Kaman Sedulang.Untuk dapat melakukan upaya penggelolaan Cagar Alam Muara Kaman Sedulang dengan optimal maka sangat diperlukan adanya partisipasi masyarakat secara keseluruhan yang didukung dengan pendampingan dari instansi terkait serta dalam proses perencanaan pengelolaan Cagar Alam Muara Kaman Sedulang pada tahap-tahap tertentu masyarakat sangat perlu dilibatkan.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK NPK PELANGI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT CHERRY (Solanum lycopersicum L.) Suriana, Jesyca; Sutejo, Hery; Napitupulu, Marisi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4347

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam dan pupuk NPK Pelangi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat cherry, dan juga untuk memperoleh dosis pupuk kandang ayam dan pupuk NPK Pelangi yang tepat untuk hasil yang maksimal.Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, yaitu mulai bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2017, terhitung sejak pembibitan  hingga pengambilan data terakhir. Tempat Penelitian di Kampung Bentas RT 01, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.Penelitian menggunakan analisis faktorial 3 x 3 dalam  Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 ulangan. Faktor penelitian terdiri atas 2 faktor.  Faktor I adalah Pupuk Kandang Ayam (K), terdiri atas 3 taraf, yaitu : tanpa pupuk kandang ayam atau kontrol (k0), dosis pupuk kandang ayam 5 ton/ha setara 180 g/polibag (k1), dan dosis pupuk kandang ayam 10 ton/ha setara 360 g/polibag (k2).  Faktor II adala Pupuk NPK Pelangi (P), terdiri atas 3 taraf, yaitu : tanpa pupuk NPK Pelangi  atau kontrol (p0), dosis pupuk 100 kg NPK Pelangi setara 3,6 g/polibag (p1), dan dosis pupuk 200 kg NPK Pelangi setara 7,2 g/polibag (p2).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang ayam tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 hari dan 45 hari setelah tanam, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman.Perlakuan pupuk NPK Pelangi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 hari dan 45 hari setelah tanam, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman.Interaksi perlakuan pupuk kandang ayam dan pupuk NPK Pelangi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 hari dan 45 hari setelah tanam, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman.
IDENTIFIKASI AREA RAWAN KEBAKARAN LAHAN DI KECAMATAN MUARA KAMAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA MENGGUNAKAN APLIKASI SISTIM INFORMASI GEOGRAFIS Fauzi, Fauzi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.7266

Abstract

Identifikasi area rawan kebakaran di Kecamatan Muara Kaman Kabupaten Kutai Kartanegara menggunakan aplikasi sistem informasi geografis. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi yang jelas mengenai area memiliki tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan langkah pengendalian kebakaran oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Penelitian ini memperkenalkan parameter baru sebagai penentu tingkat kerawanan suatu wilayah berupa pengelolaan lahan yaitu lahan terlantar dan lahan terkelola sebagai faktor yang mempengaruhi kemudahan terjadinya kebakaran. Hasil identifikasi area rawan kebakaran  lahan di Kecamatan Muara Kaman yaitu dengan tingkat kerawanan kebakaran Sangat Tinggi seluas 110,352 Ha, tingkat kerawanan Tinggi seluas 34.925 Ha, tingkat kerawanan Menengah seluas 19.282 Ha, dan area dengan tingkat kerawanan Rendah seluas 165.426 Ha. Pada lahan terkelola, luas area dengan tingkat kerawanan Rendah adalah 165.416 Ha, dan tidak ada area dengan tingkat kerawanan Menengah, Tinggi dan Sangat Tinggi, pada Lahan Terlantar, area dengan tingkat kerawanan Rendah seluas 9 Ha, area dengan tingkat kerawanan Menengah seluas 19.283, pada area dengan tingkat kerawanan Tinggi  seluas 34.926 Ha, dan pada area dengan tingkat kerawanan Sangat Tinggi seluas 110.353 Ha.
PERANAN HUKUM ADAT DALAM MENJAGA DAN MELESTARIKAN HUTAN DI DESA METULANG KECAMATAN KAYAN SELATAN KABUPATEN MALINAU PROPINSI KALIMANTAN UTARA Subiakto, Wildan Deki; Bakrie, Ismail
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v14i2.1436

Abstract

The Roles of Customary Law in Forest Management and Protection in Metulang Village, South Kayan District, Malinau Regency, North Borneo Province. The challenges of forest management and protection In Indonesia often come from local community who live around the forest. However, some studies have argued that customary practices of local community will support sustainable forest management.This research was to study 'how do local people and their customary law protect and manage their forest as well as to analyze determinant factors of customary law applied in forest management and protection Kenyah Dayak community in Metulang Village.This research takes place on Metulang Village, South Kayan District, Malinau Regency, North Borneo Province, backgrounded by the effort of conservation which is done by a group of society, meanwhile the deforestation is happening continuously.The methods used in this research a survey method with purposive sampling technique in collection data and implemented in the Metulang Village predominantly Kenyah Dayak (North Borneo). Data was collected through field observation, interviews and questionnaire with 35 respondents from indigenous Metulang Village.Based on the results of the questionnaire data processing to determine the role of customary law in protecting and preserving the forest in the Metulang Village each question item shows the average percentage above 70%, which means respondents in the Metulang Village agreed that customary law in the Village Metulang role in protecting and sustaining forest management.As for the activities of the community activities that support the conservation of forests in accordance with the customary rules applicable, indigenous Metulang Village classify land based approach on land use, location and types of natural resources that are important to society, local wisdom and traditional rules, namely : residential areas, land agricultural, forests and historic sites/culture. For the management of natural resources according to customary rules in the Metulang Village set includes : clearing agricultural land, forest, protected forest custom, wood extraction, retrieval cane, fruit orchards, taking agarwood, and forests burning.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Nasa Dan Zat Pengatur Tumbuh Ratu Biogen Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Varietas Antaboga-1 Abdul Rahmi, Susana Neli , Noor Jannah dan
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2085

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh POC Nasa  dan ZPT Ratu Biogen serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung dan untuk memperoleh konsentrasi POC Nasa  dan ZPT Ratu Biogen yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksi tanaman terung, sehingga diperoleh produksi buah yang tinggi.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan faktorial 4 x 4  dan jumlah ulangan 3 (tiga) kali, terdiri dari 2 faktor.Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan POC Nasa (N) dan ZPT Ratu Biogen (R) berpengaruh sangat nyata, sedangkan interaksinya (NxR)  berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari setelah tanam. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan POC Nasa (N) dan ZPT Ratu Biogen (R) berpengaruh sangat nyata, sedangkan interaksinya (NxR)  berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 hari setelah tanam. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan POC Nasa (N) dan ZPT Ratu Biogen (R) berpengaruh sangat nyata, sedangkan interaksinya (NxR)  berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 hari setelah tanam. Hasil sidik ragan menunjukkan bahwa interaksi perlakuan (NxR) berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari, umur 30 hari dan umur 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga, umur tanaman saat panen, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan produksi buah per hektar.