cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
KOMPOSISI FLORISTIK TINGKAT POHON PADA BAGIAN TIMUR KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) HUTAN DIKLAT LOA HAUR TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) BUKIT SOEHARTO Jinarto, Sugeng
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4350

Abstract

Setelah beberapa dekade mengalami berbagai gangguan baik oleh kebakaran hutan dan gangguan kerusakan lainnya, diduga bahwa KHDTK Hutan DiklatLoa Haur telah mengalami berbagai perubahan dalam komposisi floristik tingkat pohon. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang mengarah pada komposisi dan dominasi spesies untuk menentukan tingkat perubahan masyarakat tumbuhan yang terjadi. Suksesi primer adalah perkembangan vegetasi mulai dari habitat yang tidak bervegetasi hingga mencapai komunitas yang stabil atau klimaks, suksesi sekunder adalah suksesi yang terjadi apabila komunitas stabil atau klimaks terganggu atau dirusak baik karena perladangan, kebakaran dan karena bentuk-bentuk kerusakan lainnyaPenelitian ini dilakukan pada tanggal 20-24 Juni 2019 dengan objek penelitian vegetasi tingkat pohon (diameter ≥ 20 cm) di KHDTK Hutan Diklat Loa Haur. Alat Penelitian: Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS) / GPS), Parang, Kompas, Roll Meters, Phi Band, Alat Tulis, haga meter, dan Kamera untuk dokumentasi. Metode penelitian dilakukan dengan Analisis Vegetasi tanpa Plot dengan Metode Kuadran (Point Quarter Method).Hasil analisis vegetasi menunjukkan: dari 50 plot/stasiun diperoleh data 157 individu dan 16 spesies tegakan tingkat pohon yang didominasi oleh Acacia mangium, hal ini menunjukkan bahwa jalur penelitian yang diambil adalah pada jalur yang telah ditanam atau reboisasi setelah Bukit Soeharto mengalami kebakaran. Nilai kedua dari Indeks Nilai Penting (INP) adalah jenis lokal dan pioner yang mampu bertahan hidup dan memiliki umur panjang, yaitu dari Genus Litsea, sedangkan INP ketiga dari spesies non-lokal, kemudian INP keempat dan seterusnya adalah spesies lokal lagi yaitu Genus Vitex dan Syzigium. Perlu pengayaan jenis-jenis lokal danperlu penelitian lanjutan untuk mengetahui berapa lama spesies lokal dapat mendominasi lagi di lokasi tersebut.
PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN KHDTK SAMBOJA BERDASARKAN PENAFSIRAN CITRA LANDSAT 7 ETM+ TAHUN 2010 DAN 2013 Djumanis Derita, Nanang Riana, Sri Endayani,
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 12, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v12i2.351

Abstract

This study is to find closure on the land and floor area KHDTK Samboja changes and to find out the cause. Results from this study is expected to enrich the reference about the closing conditions far beyond the land especially for those in need especially for writers.. This study uses the interpretation method on screen digitization of Landsat 7 ETM + imagery coverage in 2010 and 2013 . Results from the interpretation then dioverlaykan the forest map and a map of East Kalimantan government administration .From the results showed that over the period 2010 to 2013, the change of land based on the calculation of the closure of changing area of 104.8 ha ( 3.38 % ) of the total area of 3206.2 ha area can be compared . Slowly closing the mengalai class changes in the form of addition of secondary forests dry land size 19.6 ha ( 0.61% ) , shrub size 14.0 ha ( 0.44 % ) , Agriculture plus tick size of 17.1 ha ( 0.53 % ) , Garden of 3.5 ha ( 0.11 % ) , and change the form of reductions in class extents occurred slowly closing the open land about the size of 54.2 ha ( 1.69 % ) . While that did not happen in the classroom changed slowly closing retreat and Transmigration .Monitoring of forest resources must continue to be done in support of sustainable forest planning pengelolaaan better and suitable provisions.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS JARINGAN JALAN DI WILAYAH KOTA SAMARINDA DENGAN MENGGUNAKAN PETA DIGITAL Endayani, Sri
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1788

Abstract

Sistem Informasi Geografis Jaringan Jalan Di Wilayah Kota Samarinda Dengan Menggunakan Peta Digital. Dalam teknologi jaringan jalan, khususnya teknologi informasi dapat diterapkan untuk semua bidang kehidupan, dalam perkembangan teknologi, teknologi informasi dapat digunakan sebagai sarana informasi untuk jaringan jalan utama dalam bentuk sistem informasi geografis sehingga memudahkan untuk pengguna sistem untuk mengetahui kondisi jaringan jalan.Penelitian ini menggunakan program yang datang dengan skrip pemrograman Autodesk Peta untuk menerapkan jaringan sistem informasi geografis jalan di kelurahan Karang Mumus Kecamatan Samarinda Kota menggunakan peta digital.Sistem informasi geografis dirancang dan dibuat dalam penelitian ini terbukti dapat menampilkan semua informasi pada jaringan jalan di mana data yang diambil dari lapangan dan PU.Kota Samarinda 
INVENTARISASI JENIS TANAMAN SEBAGAI PENYERAP POLUTAN PADA RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SAMARINDA (Studi Kasus : Taman Samarendah) Sujalu, Akas Pinaringan; Milasari, Lisa Astria
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.8125

Abstract

Sebagai upaya menjaga kualitas lingkungan perkotaan adalah melalui pembangunan taman kota yang mengoptimalkan fungsi sosial, ekonomi, ekologi dan estetika. Ruang terbuka hijau publik di Kota Samarinda memiliki 19 titik lokasi persebaran taman kota namun yang menjadi ikon Kota Samarinda yakni pada Taman Samarendah. Dengan memiliki luas area di atas tanah 2,5 hektar dengan luas taman sekitar 1,4 hektar.  Selain itu, peruntukan ruang terbuka hijau masih kurang optimal pada jenis tanaman yang dikelola dimana, inventarisasi ini sebagai pendukung baseline keanekaragaman hayati pada perkembangan Kota Samarinda sebagai salah satu kota penyangga Ibu Kota Negara Nusantara. Urgensi dari dilakukannya penelitian ini adalah sebagai identifikasi dan memberikan informasi terkait keberadaan jenis tanaman sebagai penyerap polutan udara di ruang terbuka hijau dan dapat dilanjutkan kajian kandungan setiap jenis tanaman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan tahapan penelitian yang akan dilakukan adalah identifikasi lokasi pada aspek lahan, pengambilan sampel dengan metode jelajah diseluruh area lokasi RTH dan dari hasil sampel yang telah diidentifikasi selanjutnya diklasifikasikan. Selanjutnya dilakukan analisis data secara deskriptif kualitatif, dengan parameter data yang digunakan adalah hasil pengamatan sampel dan perbandingan dengan literatur. Dari hasil penelitian ini menunjukkan adanya 10 jenis familia yang dapat menyerap polutan pada taman samarendah, manfaat dari jenis tanaman ini sebagian besar dilakukan inventarisasi tanaman penyerap polutan yang dapat digunakan untuk mengurangi resiko polusi udara di wilayah perkotaan.
TINGKAT SERANGAN PENYAKIT KARAT DAUN PADA TANAMAN JAGUNG MANIS DI KECAMATAN KURANJI Albana, Hasan; Resti, Zurai
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.7527

Abstract

Jagung merupakan tanaman pangan penting di dunia selain gandum dan padi. Di Indonesia, jagung digunakan untuk pakan ternak, serta bahan dasar industri makanan dan minuman, tepung, minyak, dan lain-lain. Produktivitas tanaman jagung di Sumatera Barat selama 3 tahun terakhir cenderung menurun dan belum mencapai produktivitas optimalnya. Salah satu penyebab hal ini dapat terjadi adalah serangan penyakit tanaman seperti penyakit karat daun jagung yang disebabkan oleh Puccinia sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan penyakit karat daun jagung di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Penelitian ini dilaksanakan di 2 kelurahan sentra tanaman jagung di Kecamatan Kuranji, Kota Padang dan di Laboratorium Fitopatologi, Fakultas Pertanian Universitas Andalas dari Bulan September-November 2023. Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan metode survey dan penentuan lahan menggunakan metode Purposive Sampling. Parameter pengamatan penelitian ini adalah kondisi lahan tanaman, gejala penyakit karat daun jagung, identifikasi patogen, kejadian dan keparahan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian penyakit mencapai 100% sedangkan tingkat keparahan mencapai 32,52%. Hal ini menunjukkan keparahan penyakit karat daun jagung di Kecamatan Kuranji termasuk kategori sedang.
KEANEKARAGAMAN MAMALIA KECIL DI HUTAN DATARAN RENDAH (LOW LAND FOREST) TAMAN NASIONAL KUTAI, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Isnaini, Boedi; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Sukartiningsih, Sukartiningsih; Suba, Rachmad Budiwijaya; Rayadin, Yaya
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.7942

Abstract

Keberadaan mamalia kecil dalam sebuah ekosistem memiliki peranan penting. Taman Nasional Kutai merupakan kawasan hutan konservasi di Kalimantan Timur yang memiliki kekayaan flora dan fauna, termasuk mamalia kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaragaman spesies mamalia kecil di Taman Nasional Kutai, mengkaji dominasi spesies mamalia kecil di Taman Nasional Kutai dan menganalisis status perlindungan mamalia kecil di Taman Nasional Kutai (TNK). Penelitian di lakukan di tiga lokasi yaitu Sangkima, Prevab, dan Mentoko. Pada setiap lokasi dibuat transek di jalur yang tidak dilalui wisata, jalur track, dan sempadan sungai. Metode yang digunakan adalah dengan kamera trap, perangkap hidup, dan pengamatan langsung. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa jumlah jenis mamalia yang ditemukan adalah 15 jenis yang termasuk kedalam 11 famili. Indeks keanekaragaman tertinggi di TNK adalah di Prevab pada jalur track, sedangkan terendah adalah di Sangkima pada jalur bukit. Indeks keanekaragaman di TNK secara keseluruhan adalah sedang. Tidak ada dominansi pada setiap jalur track di Sangkima, Prevab, dan Mentoko. Spesies yang terdaftar dalam IUCN terdiri dari 2 VU, 2 NT, dan 2 DD.  Spesies yang terdaftar dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) terdiri dari 5 Appendix II dan 1 Appendix I.  Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dua jenis mamalia kecil yang dilindungi yaitu, binatang hantu darat (Cephalopachus bancanus borneanus) dan Kukang (Nycticebus menagensis).
MORFOLOGI DAN AKTIVITAS MAKAN LARVA Spodoptera frugiperda J.E. SMITH (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) AKIBAT BEBERAPA PEMBERIAN PAKAN ALAMI DAN BUATAN Bhekti, Lintang Cahya; Sugiarto, Sugiarto; afifah, Lutfi; irfan, Budi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i1.7914

Abstract

Spodoptera frugiperda atau (Fall Army Worm) adalah hama invasif yang menyebar ke beberapa daerah di Indonesia dan menyebabkan kerusakan hingga kehilangan hasil  pada tanaman pangan khususnya tanaman jagung. Penelitian respon biologi untuk membantu dalam pengembangan perbanyakan masal larva pada kegiatan laboratorium untuk strategi pengendalian yang lebih efektif. Tujuan dari penelitian untuk menentukan perlakuan jenis pakan yang menghasilkan tingkat respons biologi larva S. frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) terhadap preferensi jenis pakan yang paling dipilih. Metode yang digunakan eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan diulang sebanyak 5 kali (A) daun jagung  (B) Daun Sorgum, (C) Daun Padi gogo (D) Daun Padi inpari 32 (E) Pakan buatan. Metode percobaan kesesuaian pakan dilakukan dengan metode tanpa pilihan non choice test. Hasil penelitian Perlakuan daun jagung (A) memberikan hasil tertinggi terhadap bobot tubuh instar 2, 4 dan 6 sebesar 0.025 gram, 0.194 gram dan 0.361 gram. Panjang tubuh instar2, 4 dan 6 sebesar 14,365 mm, 22,720 mm dan 29,880 mm. Kesimpulan antara variable pengamatan menunjukan pengaruh dari pemberian pakan ke kelangsungan hidup biologi larva S. frugiperda.
RESPON PERTUMBUHAN SEMAI CABUTAN JENIS SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) DI PERSEMAIAN PADA PERLAKUAN NAUNGAN BERBEDA Marjenah, Marjenah; Kiswanto, Kiswanto; Rambe, Ilham Alfarada
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i1.7971

Abstract

Sebagai salah satu usaha guna memperbaiki lahan terdegradasi dan untuk mempertahankan keanekaragaman hayati yang ada, serta berpartisipasi dalam mendukung usaha peningkatan ekonomi pada masyarakat yang berbasis pembudidayaan tanaman, maka  dipandang perlu untuk melakukan penelitian tentang penyediaan bibit berkualitas. Tujuan dari  penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh perlakuan naungan terhadap persen hidup semai, dan mengetahui pengaruh naungan yang berbeda-beda terhadap pertumbuhan semai cabutan salam. Penelitian ini dirancang dengan rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari satu faktor yaitu: Faktor naungan yang terdiri dari 4 jenis perbedaan naungan: S0 (Tanpa Naungan, intensitas cahaya 100%), S1 (Dinaungi sarlon 1 lapis, intensitas cahaya 51%), S2 (Dinaungi sarlon 2 lapis, intensitas cahaya 45%), S3 (Dinaungi sarlon 3 lapis, intensitas cahaya 40%). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Persen hidup pada perlakuan S1, S2, dan S3 sebesar 100%, serta untuk S0 sebesar 75,56%. Perlakuan naungan sarlon yang berbeda, berpengaruh sangat signifikan terhadap pertambahan tinggi semai, diameter batang, dan jumlah helai daun semai. Pertambahan tinggi semai cabutan salam tertinggi terdapat pada perlakuan S1 dengan rata-rata pertambahan tinggi 30,94cm. Adapun Rata-rata pertambahan jumlah helai daun salam berkisar antara 14 sampai 19 helai  daun, dan untuk pertumbuhan diameter tertinggi ada pada perlakuan S1 dengan rata-rata penambahan diameter 0,53 mm setiap bulannya. Dari penelitian ini penggunaan sarlon 1 lapis sangat direkomendasikan untuk pembudidayaan salam.
IDENTIFIKASI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI AREAL PINJAM PAKAI KAWASAN HUTAN DENGAN MENGGUNAKAN SATELIT Gani, Rohaya; Suhardiman, Ali; Sumaryono, Sumaryono
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i1.8266

Abstract

Identifikasi Perubahan Tutupan Lahan di Areal Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan dengan Menggunakan Citra Satelit. Pesatnya pembangunan di sektor pertambangan mengakibatkan banyaknya penggunaan kawasan hutan yang dilakukan melalui Izin pinjam Pakai Kawasan Hutan. Pengawasan pemenuhan kewajiban IPPKH dilakukan melalui evaluasi yang memerlukan dana yang besar. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung luas perubahan tutupan lahan di areal izin pinjam pakai kawasan hutan dengan menggunakan citra satelit serta menganalisis pelaksanaan reklamasai dan revegetasi kewajiban pemegang izin dengan dokumen matriks baseline dan peta perkembangan kemajuan tambang. AReal penelitian berada pada PT. Singlurus Pratama. Berdasarkan hasil interpretasi visual pada citra, penambahan luas tutupan lahan pada areal PT. Singlurus Pratama terjadi pada klasifikasi tanah terbuka campur semak dengan luas 256,35 ha (21,35 %). Sedangkan pengurangan luas tutupan lahan pada PT. Singlurus Pratama dengan luas sebesar 961.07 ha (80,04%). Berdasarkan hasil analisis perubahan tutupan lahan dan matriks baseline luas reklamasi dan revegetasi sebesar 322,29 ha(26,85%) dan 327,29 ha (27,26%)
ANALISIS PERBANDINGAN KOMPOSISI FISIKA, KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERBEDA VARIETAS POMELO DARI MALAYSIA Maulidia, Isnaini; Aifa Binti Yusoff, Nor Hanis; Kurniawan, Hazen Arrazie
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i1.8277

Abstract

Pomelo Malaysia secara botani diklasifikasikan sebagai Citrus maxima. Ada banyak jenis jeruk bali yang ditemukan di Malaysia. Namun, terdapat penelitian tentang perbandingan komposisi kimia dan aktivitas antioksidan antara berbagai varietas jeruk bali dari Malaysia. Dalam penelitian ini telah dipelajari tiga varietas jeruk bali yang populer dan komersial di Malaysia yaitu Tambun, Melomas dan Shanting dengan mengetahui komposisi fisik, kimia dan aktivitas antioksidannya. Pomelo Shanting memiliki tingkat keasaman titratable yang tinggi namun memiliki kandungan padatan terlarut yang hampir sama dengan Melomas. Pomelo Melomas memiliki kandungan Vitamin C dan senyawa fenolik tertinggi dibandingkan Shantiang dan Tambun. Penelitian ini membantu untuk memahami nilai gizi dan fungsi 3 jenis varietas jeruk bali komersial di Malaysia.