cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
ANALISA PENGGUNAAN PASIR PUTIH Ex. PALARAN SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA CAMPURAN TANAH PILIHAN DIGUNAKAN PADA JALAN PANGERAN SURYANATA STA 07 + 700 YADI, ASFIANUR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.52 KB)

Abstract

Asfianur Yadi, Implementasi Analisa Penggunaan Pasir Putih Ex. Palaran Sebagai Bahan Tambahan Pada Campuran Tanah Pilihan Digunakan Pada Jalan Pangeran Suryanata STA 07 + 700, di bawah bimbingan Syahrul, ST., M.Eng dan Ari Sasmoko Adi, ST., MT Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945.Tanah adalah akumulasi partikel mineral yang tidak mempunyai/lemah ikatan antar partikelnya, yang terbentuk karena pelapukan dari batuan. Pada keadaan tertentu tanah mengalami kondisi Dry Side of Optimum, Wet Side of Optimum juga dimana kadar air nya optimum yang membuat struktur tanah mengalami kembang susut dan tidak stabil. Oleh karena itu, untuk menghasilkan kondisi tanah yang diharapkan dalam menunjang konstruksi diatas tanah organik perlu dilakukan proses pengujian pemadatan tanah. Sebagai langkah awal sebelum penelitian konsolidasi untuk mengetahui perilaku penurunan tanah organik pada kondisi pemadatan batas basah, batas kering dan kadar air optimum. Untuk otorisasi pemampatan tanah lokal disekitar proyek lokasi pekerjaan maka dilakukan penelitian secara visual pada STA 07 + 700 di jalan Suryanata terlihat sebagai timbunan pilihan untuk membuktikan visualisasi dibutuhkan penelitian secara ilmiah dilaboratorium yang sesuai dengan spesifikasi yang berlaku.Metode analisa pekerjaan untuk pengujian tanah dengan cara job mix design yang dilakukan di Laboratorium Uji Tanah BALITBANGDA Provinsi Kalimantan Timur.Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa, hasil uji tanah yang telah dilakukan, tanah jalan Suryanata hanya dapat dijadikan sebagai tanah timbunan biasa dalam pelaksanaan pekerjaan timbunan. Untuk mendapatkan hasil tanah pilihan dapat dilakukan job mix design dengan menambahkan komposisi bahan campuran dari hasil uji sebelumnya.
STUDI HUBUNGAN ANTARA VOLUME, KECEPATAN DAN KEPADATAN PADA RUAS JALAN SLAMET RIYADI SAMARINDA TANTI, YUSTIANA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.39 KB)

Abstract

The movement of traffic flows on a road segment and the ability of a road segment to accommodate the flow of traffic need to be considered, and it will relate to quality and quantity of a transportation system. Volume (V), Speed (S), and Density (D) are the three main parameters that greatly affect the operational characteristics of the traffic flow. This relation between volume, speed and density can be used as a guide to determine the mathematical value of road segment for ideal conditions..............This study used comparative analysis with 3 (three) models, there are Greenshields, Greenberg and Underwood. Primary data is looking for on Slamet Riyadi Street Samarinda by survey of traffic volume and travel time on Monday, Wednesday, Saturday and Sunday from 07:00 to 09:00, at 11:00 to 13:00, and at 16:00 to 18:00 with intervals of 5 minutes every roads..............Based on the analysis and statistical test of the determinant value (R2), for the North uses Underwood relationship model with the determinant coefficient value (R2) = 0,525 which is gives the best accuracy rate of maximum speed is 21.115 km / hour, maximum density is 12,460 pcu/ km, and maximum volume is 263,101 pcu / hour. For the south uses underwood relationship model with the determinant coefficient value (R2) = 0.424 from the maximum speed is 19.707 km / hour, the maximum density is 14.293 pcu /km, and the maximum volume is 281,679 pcu / hour.
ANALISIS NORMALISASI SUNGAI KENYAMUKAN JALAN POROS SANGATTA – BENGALON KM 26 KABUPATEN KUTAI TIMUR SUKAWAN, MUTI ISTYA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Peta Rupa Bumi, Sungai Kenyamukan yang mengalir melintasi Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur memiliki dua anak sungai. Klasifikasi percabangannya anak Sungai Kenyamukan ini masuk dalam orde dua yaitu Sungai Kenyamukan Kanan dan Sungai Kenyamukan Kiri. Keberadaan Sungai Kenyamukan ini berikut dengan semua anak sungainya berpengaruh langsung dengan kehidupan masyarakat karena melintasi beberapa daerah pemukiman, Jalan Poros Sangatta – Bengalon KM. 26, obyek vital nasional PT. KPC, dan berbatasan langsung.Analisa rancangan yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan data perhitungan curah hujan dan data daerah tangkapan air /DTA (catchment area) sebagai data pedukung, perhitungan hujan rancangan tiap kala ulang menggunakan metode gumbell type I dan menggunakan log paerson tipe III. Untuk perhitungan debit rancangan dengan menggunakan metode HSS Nakayasu dengan didukung data karakteristik DAS dan catchment area.            Salah satu permasalahan kota yang sedang berkembang diantaranya kurangnya penataan terhadap tata ruang kota dan drainasenya sehingga mengakibatkan terjadinya banjir, belum lagi perubahan fungsi daerah resapan menjadi lahan pertanian, pemukiman dan pertambangan hal ini juga turut andil untuk terjadinya banjir. Banjir yang terjadi dapat menyebabkan terganggunya aktivitas warga bahkan kerugian harta benda dan jiwa, untuk rnengatasi hal tersebut diperlukan penanganan serius dari semua pihak baik masyarakat itu sendiri maupun pemerintah terkait. Dari uraian diatas maka dengan melihat kondisi lapangan pada sungai kenyamukan diperlukan adanya suatu perencanaan normalisasi sungai dimana nantinya akan memberikan daerah tangkapan air/DTA (Catchment area) atau kecukupan kapasitas aliran sungai Kenyamukan  agar tidak terjadi bencana banjir  yang melanda kota Sangatta.
ANALISIS INVESTASI DAN KEBUTUHAN PARKIR KENDARAAN PADA AREA PARKIR DI BANDARA SUNGAI SIRING DI KOTA SAMARINDA ASWIN PURNAMA, RIKO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.268 KB)

Abstract

Riko Aswin Purnama, Bandara Udara Sungai Siring Samarinda adalah sarana pokok sektor transportasi udara di kota Samarinda. Dengan adanya persaingan low cost carrier dari beberapa maskapai yang beroperasi di bandara, memacu meningkatnya jumlah penumpang dan penerbangan dari tahun ke tahun. Peningkatan tersebut berdampak pada jumlah kendaraan yang masuk-keluar bandara dan menimbulkan masalah tidak hanya pada ruas jalan, tetapi juga kebutuhan ruang parkir. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui parkir kendaraan, khususnya parkir pada Bandara Udara Sungai Siring Samarinda. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan survey langsung dengan mengambil bandara pendekatan Bandara Sepinggan Balikpapan karena Bandara Udara Sungai Siring Samarinda belum beroperasi di lapangan meliputi karcis masuk-keluar untuk mendapatkan data kendaraan. Dari data kendaraan dilakukan analisis untuk mendapatkan akumulasi, durasi,volume parkir, tingkat pergantian parkir serta indeks parkir. Hasil analisis yang diperoleh karakteristik parkir untuk kendaraan roda empat, roda dua dan bus memiliki akumulasi parkir tertinggi berturut-turut sebesar 985 kendaraan mobil, 102 kendaraan motor dan 57 kendaraan bus , volume parkir tertinggi sebesar 132 kendaraan mobil, 15 kendaraan motor, dan 11 kendaraan bus, durasi kendaraan parkir berkisar antara 1-60 menit untuk ketiganya, tingkat pergantian parkir rata-rata sebesar 0.41 mobil/petak parkir, 0.08 motor/petak parkir, 0.11 bus/petak parkir,  serta indeks parkir sebesar 5.50% mobil, 0.43% motor dan 2.13% bus. Ditinjau dari karakteristik parkir, parkir kendaraan pada Bandara Udara Sungai Siring Samarinda dapat menampung permintaan. Dari hasil analisis kelayakan finansial untuk (seluruh kendaraan dikenakan biaya) diperoleh nilai NPV = Rp  1,029,778,916.25 > 0, BCR = 1,046 > 1 dan IRR = 14 % sehingga proyek ini bisa dikatakan layak.
STUDI PERENCANAAN ISTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH SECARA KOMUNAL PADA KECAMATAN SAMARINDA ULU KOTA SAMARINDA INDRA PRATAMA, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.172 KB)

Abstract

Seiring meningkatnya taraf hidup dan jumlah penduduk di KotaSamarinda dan gencarnya pemerintah Kota dan Propinsi dalampembangunan infrastruktur ternyata masih banyak aspek aspek kehidupanperkotaan yang dirasa masih kurang, salah satunya adalah sistem sanitasiyang sebagian besarnya masih konvensional.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang jumlah debit limbahdomestik yang dihasilkan oleh penduduk Kecamatan Samarinda ulu pada 10tahun kedepan serta berapa banyak jumlah Instalasi Pengolahan Air Limbahyang dibutuhkan untuk mengolah besaran debit limbah domestik tersebut,Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah denganmenganalisa jumlah proyeksi peduduk menggunakan metode proyeksiGeometrik serta metode eksponensial, lalu analisa jumlah debit limbahdomestik dengan mencari debit rata rata , debit puncak, debit minimum,debit maksimum harian dan debit infiltrasi, lalu kemudian dilakukan analisajumlah kebutuhan ipal dengan membagi jumlah debit dengan kapasitaspengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah yang sudah direncanakansebelumnya.Hasil kajian menujukan besaran debit air limbah domestik KecamatanSamarinda Ulu pada tahun 2025 adalah sebesar 21318,17071 m3 /Hari, danjumlah kebutuhan Instalasi Pengolahan Air Limbah yang dibutuhkan padaKecamatan Samarinda Ulu adalah sebanyak 65 Unit yang tersebar didelapan kelurahan, Jumlah ini sendiri berdasarkan pembagian jumlahlimbah dengan kapasitas pengolahan tangki septik komunal yangdirencanakan yaitu 350 m3/ hari, Diharapkan nantinya akan diadakanpenelitian lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis dan faktor ekonomi yanglebih mendalam agar didapatkan dimensi IPAL yang benar benar akurat dansesuai dengan kebutuhan tiap wilayah
EVALUASI SIMPANG BERSINYAL PADA JALAN AW. SHARANIE – JALAN YOS SUDARSO I DI KOTA SANGATTA RDI, DIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.516 KB)

Abstract

Sektor perhubungan, khususnya darat merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam pembangunan, mengingat sektor ini akan terus berkembang sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk, kebutuhan perjalanan dan aktifitas masyarakat yang menyebabkan meningkatnya arus lalu lintas sehingga kebutuhan akan jalan raya sebagai sarana perhubungan darat akan semakin meningkat. Dalam perkembangannya jalan yang merupakan sarana perhubungan tidak mampu berfungsi karena arus lalu lintas yang makin padat sehingga terjadi berbagai permasalahan seperti terjadi kemacetan, biaya perjalanan mahal, waktu tempuh yang lama serta kenyamanan lalu lintas tidak terjamin.Persimpangan jalan adalah simpul pada jaringan jalan dimana ruas jalan bertemu dan lintasan arus kendaraan berpotongan. Lalu lintas pada masing-masing kaki persimpangan menggunakan ruang jalan pada persimpangan secara bersama-sama dengan lalu lintas lainnya. Olehnya itu persimpangan merupakan faktor yang paling penting dalam menentukan kapasitas dan waktu perjalanan pada suatu jaringan jalan khususnya di daerah-daerah perkotaan.Persimpangan merupakan tempat sumber konflik lalu lintas yang rawan terhadap kecelakaan karena terjadi konflik antara kendaraan dengan kendaraan lainnya ataupun antara kendaraan dengan pejalan kaki. Oleh karena itu merupakan aspek penting didalam pengendalian lalu lintas. Simpang sebagai pertemuan dari beberapa ruas jalan merupakan titik kritis pada jaringan jalan. Pada bagian kritis ini, potensi permasalahan yang dapat terjadi digambarkan dengan banyaknya konflik arus lalu lintas sebagai akibat bertemuan beberapa arus dari berbagai arah pergerakan kendaraan pada titik yang sama di simpang. Persimpangan Bersinyal Jalan AW. Sharanie - Jalan Yos Sudarso I di kota Sangatta berada dalam wilayah Kelurahan Sangatta, Kecamatan Sangatta Utara. Persimpangan ini pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari merupakan persimpangan yang sering terjadi antian atau tundaan akibat adanya aktifitas kegiatan warga yang berangkat dan pulang bekerja disebabkan sebelah Utara Kota Sangatta merupakan simpang empat sangat padat. Seiring dengan bertambahnya volume kendaraan, jumlah penduduk dan adanya aktifitas kegiatan maka persimpangan ini semakin meningkat pula kendaraan yang melewatinya.
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA PERSIMPANGAN JALAN HARUN NAFSI – JALAN PATTIMURA – JALAN HOS COKRO AMINOTO – JALAN SULTAN HASSANUDIN , KOTA SAMARINDA HAMIDI, KHAIRUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.374 KB)

Abstract

Banyaknya persimpangan di Kota besar seperti kota Samarinda ternyata menimbulkanpermasalahan sendiri, Dari simpang empat Jalan Harun Nafsi – Jalan Pattimura – Jalan hosCokro aminoto – Jalan Sultan hassanudin. Permasalahan yang terjadi adalah kendaraan yangselalu harus terhenti pada tiap simpang karena selalu mendapat sinyal merah. Tentu saja hal inimenimbulkan ketidaknyamanan pengendara. Pengumpulan data dilakukan dengan cara surveylangsung pada ke empat simpang . adapun data yang diambil adalah volume kendaraan yangmelalui tiap simpang , Waktu sinyal, kecepatan tempuh kendaraan, dan Geometrik simpang.Data yang diperoleh digunakan untuk mendapatkan kondisi eksisting terjenuh yang akan menjadiacuan dalam merencanakan waktu offset antar simpang. Dari hasil analisa , diketahui ketigasimpang belum terkodinasi . Untuk itu, dilakukan perencanaan baru untuk menentukan siklusbaru yang sebesar 130 detik. Waktu siklus semua simpang disamakan untuk mempermudahkoordinasi sinyal . Didapatakan pula waktu offset sebesar 82.97 detik dan 70.78 detik
OPTIMASI PENGGUNAAN ASPAL PENETRASI 60/70 PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE BASE (AC – BASE) SAIFUDDIN, MUHAMMAD TONI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2004.6 KB)

Abstract

Perkerasan lentur (Flexible Pavement) adalah sistim perkerasan dimana konstruksinya  terdiri dari beberapa lapisan (Sukirman, S, 1999). Tiap-tiap lapisan perkerasan pada umumnya menggunakan bahan maupun persyaratan yang berbeda sesuai dengan fungsinya yaitu, untuk menyebarkan beban roda kenderaan sedemikian rupa sehingga dapat ditahan oleh tanah dasar dalam batas daya dukungnya. Asphalt Concrete Base (AC-Base) adalah campuran aspal panas yang bernilai struktural terletak paling bawah. Asphalt Concrete Base (AC-Base) merupakan lapis perkerasan beraspal yang terletak di bawah lapis Asphalt Concrete - Binder Course (AC-BC). Difungsikan sebagai lapisan antara mencegah rembesan air dari atas masuk ke lapisan pondasi tetapi harus memiliki VIM, VMA,VFA, Stabilitas, Kelelehan (Flow), dan Durabilitas, yang memenuhi syarat gradasi Asphalt Concrete Base (AC-Base Batas Bawah dan Batas Tengah. Lapis Aspal Beton (LASTON) adalah merupakan suatu lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari agregat kasar, agregat halus, filler dan aspal keras, yang dicampur, dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu. Jenis perkerasan aspal Laston seperti Asphalt Concrete Wearing Coarse (ACWC), Asphalt Concrete Binder Coarse (ACBC) dan Asphalt Concrete Base (AC-Base) Sukirman, S, 2003Tujuan dari penelitian ini mengetahui mengetahui pemakaian aspal yang optimum yang memenuhi syarat Asphalt Concrete Base (AC-Base) batas bawah dan batas tengah. Maksud dari penelitian optimasi penggunaan aspal Pen 60/70 terhadap campuran Asphalt Concrete Base (AC-Base) adalah : 1. Mengetahui kadar aspal optimum Asphalt Concrete Base (AC-Base) Batas Bawah dan Batas Tengah. 2. Mengetahui nilai kadar aspal Optimum Void In the Mix (VIM), Void in the Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Asphalt (VFA), Stabilitas, Flow, dan Durabilitas, Asphalt  Concrete Base (AC-Base) Batas Bawah dan Batas Tengah Manfaat penelitian memberikan informasi tetang kinerja aspal Pen 60/70 ex.Petamina terhadap karakteristik Asphalt Concrete Base (AC-Base) dan memberikan informasi tentang penggunan aspal optimum campuran Asphalt Concrete Base (AC- Base) Batas Bawah dan Batas Tengah.Permasalah dalam penelitian ini adalah 1. Berapa persentase dari pemakaian aspal yang optimum pada campuran Aspal Concrete Base (AC-Base) Batas Bawah dan Batas Tengah ? dan 2. Berapa nilai Kadar Aspal Optimum, Void In the Mix (VIM), Void in the Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Asphalt (VFA), Stabilitas, Kelelehan (Flow), Density dan Durabilitas, Asphalt Concrete Base (AC-Base) Batas Bawah dan Batas Tengah ?
EVALUASI SISTEM DRAINASE PADA JALAN PASUNDAN KOTA SAMARINDA TIAWAN, AGUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.996 KB)

Abstract

Banjir yang terjadi pada kawasan jalan Padat Karya Kota Samarinda merupakan dasar yang melatar belakangi pelaksanaan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kapasitas saluran drainase yang ada pada Jalan Pasundan Samarinda memadai atau tidak dengan cara membandingkan antara debit yang tersedia di lapangan dengan debit hujan maksimum.Kondisi jaringan drainase yang ada pada saat ini menunjukkan kurang mampu dan optimal dalam mengalirkan air hujan ke hilir dengan baik, sehingga sering terjadi banjir/genangan di beberapa tempat menimbulkan kerugian langsung kepada penduduk dan juga kelancaran arus lalu lintas.Dalam pelaksanaannya diperlukan studi di lapangan mengenai dimensi saluran yang ada, panjang lintasan terjauh, waktu konsentrasi, dan pemanfaatan tata guna lahan sekarang. Dalam menganalisis data sekunder diperlukan perhitungan mengenai luas DAS, uji hipotesis, analisis parametik statistik, analisis frekuensi, uji kebaikan sesuai, penentuan hujan rencana, dan menganalisis intensitas hujan rencana. Analisis intensitas hujan rencana untuk periode ulang 2, 5, dan 10 tahun berturut-turut. Setelah dilakukan pengecekan maka didapatkan bahwa kapasitas yang tersedia tidak memadai dalam menampung debit hujan maksimum yang terjadi sehingga diperlukan perbaikan sistem drainase. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan membuat drainase baru. 
PERENCANAAN STRUKTUR DINDING PENAHAN TANAH TYPE CANTILEVER PADA RUAS JALAN SAMARINDA-BONTANG STA 0+850 SAFARI, DIAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.752 KB)

Abstract

Perencanaan  struktur dinding penahan pada ruas jalan Samarinda-Bontang, dengan metode dinding penahan tanah (retaining wall).           Ruas jalan Samarinda – Bontang adalah jalan yang disebut jalan antar kota dalam propinsi, daerah disekitar ruas jalan ini mempunyai keadaan topografi bergelombang dalam artian berbukit-bukit dan lembah, Karena hal ini pada daerah ini banyak terjadi tanah longsor. Penanggulangan longsor pada ruas jalan   Ruas jalan Samarinda – Bontang direncanakan dengan membuat konstruksi dinding penahan (retaining wall), perencanaan konstruksi itu melalui tahapan-tahapan seperti, pengumpulan data aktual lapangan (topografi dan data penyelidikan tanah) sampai pada analisa bentuk, dimensi dan stabilitas konstruksi. Konstruksi ini yang nantinya menahan tanah yang longsor.            Sehingga kerawanan daerah longsoran khususnya di ruas Ruas jalan Samarinda – Bontang dapat terpecahkan dengan adanya Penanganan Longsoran dengan menggunakan Struktur Dinding Penahan Tanah, diharapkan penanganan longsoran dengan menggunakan metode ini dapat mengatasi masalah Longsoran-longsoran di daerah lain bukan hanya di Ruas jalan Samarinda – Bontang saja, tetapi di daerah-daerah lain yang ada di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur.              Pengamatan di lapangan menunjukan bahwa pengetahuan di bangku kuliah banyak dilengkapi dengan pengetahuan dan wawasan di lapangan, khususnya di bidang manajemen lapangan untuk mencapai proyek yang berhasil.

Page 59 of 111 | Total Record : 1106