cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
RESERVOIR STRUCTURE ANALYSIS PLANNING NEEDS WATER SUPPLY IN VILLAGES RIVER NORTH SAMARINDA DISTRICT SAMARINDA CITY RAMLY, AHMAT
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IN THIS THESIS RESEARCH DISCUSSES THE CALCULATION AND ANALYSIS OF RESERVOIR BUILDING STRUCTURE NEED CLEAN WATER. IT IS INTENDED TO ANALYSZE THE LOADS THAT WORK ON BUILDING RESERVOIR AND ANALYSIS NEEDS CLEANS WATER WHERE THE STUDY WAS CONDUCTED. THE PLANNED RESERVOIR  THATS IS SEMI GROUND, THERE IS A STRUCTURE THAT IS EMBEDDED IN GROUND.
ANALISIS DISTRIBUSI TIME HEADWAY KENDARAAN RINGAN KOTA SAMARINDA SALMAWATI, RIKI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.411 KB)

Abstract

Time headway merupakan besaran mikroskopik arus lalu lintas yang sangat penting kegunaanya dalam analisis dan perencanaan suatu sistem transportasi. Pentingnya time headway mendorong penentuan standar nilai yang dapat digunakan untuk keperluan praktis. Beberapa pendekatan teoritis dengan menggunakan model-model distribusi statistik berdasarkan beberapa penelitian empiritis di Amerika telah menghasilkan suatu standar nilai time headway yang siap pakai untuk keperluan perencanaan dan analisis secara luas, Namum standar tersebut belum tentu cocok diterapkan di Indonesia karena suatu  perbedaan karakteristik baik pola arus lalu lintas maupun kendaraan yang ada di antara negara. Lalu lintas adalah sarana untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain, oleh karena itu lalu lintas merupakan salah satu masalah penting. Apabila arus lalu lintas terganggu atau terjadi kemacetan, maka mobilitas masyarakat juga akan mengalami gangguan. Gangguan – gangguan ini akan berdampak negatif pada masyarakat sekitar.                Penelitian ini bertujuan mencari nilai time headway yang karakteristiknya sesuai dengan kondisi lalu lintas. Diantara parameter yang di hitung adalah model Distribusi Time Headway dan nilai sentral dari model.                Penelitian mengambil kasus dua persimpangan antara jalan KH. Agus Salim – jalan Danau Toba dan jalan KH.Agus Salim – jalan Stadion Barat. Data di olah dengan menggunakan distribusi data pengamatan dan  model hubungan time headway dengan nilai sentral dari model distribusi time headway yang di uji.                Dari hasil analisis diketahui sebagai berikut uji model distribusi persimpangan di dapat model exponentian. Terpilihnya model exponential menunjukkan bahwa arus yang terjadi pada simpang masih dalam katagori rendah. Untuk pengujian hubungan  antara time headway – volume diketahui bahwa kurva ,mengikuti bentuk pangkat.
ANALISA KINERJA DAN TINGKAT PELAYANAN PADA RUAS JALAN GUNUNG MERBABU - JALAN PASUNDAN – JALAN CERMAI KOTA SAMARINDA FIRDAUS, AHMAD BAYHAQI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.861 KB)

Abstract

             Kondisi lalu lintas di Kota Samarinda khususnya di ruas jalan Gunung Merbabu – Jalan Pasundan – Jalan Cermai saat ini sudah terjadi kemacetan dan antrian yang lumayan cukup lama dibeberapa jalan yang ada terutama pada jam-jam sibuk (pada jam pergi dan pulang sekolah atau jam berangkat dan pulang kerja).             Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kinerja dan tingkat pelayanan pada jam puncak yaitu dengan melakukan survey selama 3 hari  ( dimulai dari jam 07.00 pagi – 07.00 malam ) yang mana dalam survey ini didapatkan data volume lalu-lintas, hambatan samping serta data geometrik jalan. Dalam pengolahan data dilakukan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dimana derajat kejenuhan (DS) sebagai indikator perilaku lalu lintas.Berdasarkan analisis perhitungan dengan metode (MKJI) 1997 didapat Kinerja dan Tingkat Pelayanan jam puncak (peack hour) ruas jalan adalah sebagai berikut:1. Gunung Merbabu, Volume : 751.25 smp/jam. Derajat kejenuhan : 0.49 DS. Kecepatan : 26 km/jam. Tingkat pelayanan : C.2. Pasundan, Volume : 600.00 smp/jam. Derajat kejenuhan : 0.39 DS. Kecepatan : 26 km/jam. Tingkat pelayanan : B.3. Cermai, Volume : 627.70 smp/jam. Derajat kejenuhan : 0.41 DS. Kecepatan : 26 km/jam. Tingkat pelayanan : B.
STUDI ANALISA INVESTASI PEMBANGUNAN READY MIX PADA PT. ARTHANUSA READY MIX RAFI RAHAYU FIRDAUS, RUSDI DOVIANTO,
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan beton segar siap pakai disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya karena efisiensi kerja dan kualitas yang didapatkan benar-benar terjamin serta d/apat memenuhi kebutuhan volume yang besar yang disesuaikan oleh keinginan dan komposisi konsumen. Dengan begitu besarnya peningkatan tersebut, meningkatkan pula minat investor untuk menanamkan modalnya pada usaha jasa beton segar siap pakai, diperkirakan dengan banyaknya konsumen di Samarinda dan sekitarnya, suatu saat tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang cukup besar. Keadaan ini secara tidak langsung mengundang para investor untuk bergabung dan menanamkan modalnya dalam usaha jasa beton ready mix.
ANALISIS KAPASITAS RUAS JALAN S PARMAN – AHMAD YANI I – AHMAD YANI II – D.I PANJAITAN – PM NOOR KOTA SAMARINDA DISVERINA PUTRI, EGA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.77 KB)

Abstract

Jalan khususnya diwilayah Kota Samarinda pada ruas jalan S. Parman – Ahmad Yani I – Ahmad Yani II – DI. Panjaitan – PM. Noor  terus meningkat dengan pesat akibat dari pertumbuhan dan perkembangan kota serta laju penduduk. Dalam sistem transportasi perkotaan diwilayah Kota Samarinda, tingkat aktivitas termasuk daerah dengan tingkat kesibukan tinggi,seperti perdagangan jasa dan sekolahan, sehingga sering terjadi konflik dari bergeraknya arus lalu lintas yang menyebabkan terjadinya kemacetan. Masalah yang terjadi adalah tidak tersedianya kawasan parkir tersendiri, sehingga parkir dilakukan dengan memakan badan jalan,, Metode yang di terapkan dari penelitian ini dilakukan dengan cara survei langsung ke lapangan untuk mencari volume lalu lintas, hambatan  samping, derajat kejenuhan, kecepatan serta tingkat pelayanan.Hasil analisis yang di peroleh dari data-data lalu lintas tersebut adalah untuk jalan S Parman Volume lalulintas 3327,15, derajat kejenuhan 0,56, kecepatan 38 km/jam tingkat pelayanan D, Ahmad Yani I volume lalulintas 3184,25 smp/jam, derajat kejenuhan 0,53, kecepatan 39 km/jam tingkat pelayanan C, Ahmad Yani II volume lalulintas 2993,55 smp/jam, derajat kejenuhan 0,54, kecepatan 38 km/jam tingkat pelayanan C, D.I Panjaitan 3018,45 smp/jam, derajat kejenuhan 0,51, kecepatan 37 km/jam tingkat pelayanan C, PM Noor volume lalulintas 2917,15 smp/jam, derajat kejenuhan 0,49, kecepatan 38 km/jam tingkat pelayanan C.
EVALUASI BUNDARAN JALAN JENDERAL SUDIRMAN – JALAN CUT NYAK DIEN – JALAN S. PARMAN DI KOTA TENGGARONG FAJAR, MOHAMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.24 KB)

Abstract

Jalan merupakan salah satu fasilitas yang digunakan dalam transportasi  untuk kelancaran transportasi dalam pendistribusian baik orang maupun barang. Pelayanan jalan yang baik maka kelancaran transportasi akan menjadi baik ditentukan oleh faktor geometrik jalan dan para pengemudi yang saling memahami rambu-rambu atau peraturan yang telah ditentukan oleh yang berwenang. Seiring dengan kemajuan zaman dan pertambahan jumlah penduduk, maka pelayanan transportasi yang baik dan teratur sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya gangguan lalu lintas di jalan raya.Sistem lalu lintas jalan raya pada dasarnya terdiri dari sub-sub sistem yang antara lain adalah pemakai jalan (pengemudi dan pejalan kaki), sarana angkutan (kendaraan),  prasarana jalan (lingkungan) dimana dalam gerak dan dinamiknya, interaksi dan kombinasi daripada sub-sub sistem tersebut akan menghasilkan karakteristik tersendiri dalam pergerakan barang dan penumpang.Perencanaan simpang berbentuk bundaran merupakan bagian dari perencanaan jalan raya yang amat penting. Pada bundaran terjadi konflik antara kendaraan yang berbeda kepentingan, asal maupun tujuan. Berkaitan dengan hal tersebut perencanaan bundaran harus direncanakan dengan cermat, sehingga tidak menimbulkan akses yang lebih buruk, misalnya kemacetan lalu lintas. Kemacetan lalu lintas menimbulkan kerugian yang lebih besar yaitu biaya yang makin tinggi akibat pemborosan bahan bakar, polusi udara, kebisingan dan keterlambatan arus barang dan jasa.
ANALISIS PERBANDINGAN RESIKO KONTRAK BIAYA PLUS JASA (Cost Plus Fee Contract) DENGAN KONTRAK LUMPSUM WINAHYU, FAISAL BUDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.589 KB)

Abstract

In project management will always appear side by side two (2) things are contradictory, namely the opportunity to benefit and the risk of suffering losses, including in the construction services business. Construction activity can be said to be successful if it is able to meet the goal of completion on time is specified, in accordance with the allocated costs and meet quality requirements implied. In a construction project contract type that is often used in construction activities is Lumpsum contract and contract plus service fee (Cost Plus Fee Contract) . Thereby further need to know the level of risk in terms of costs for the use of these two types of contract . For that to know How to analyze Risk Contract Services Cost Plus (Cost Plus Fee Contract) Contract Lumpsum. The method used to analyze the risk of Contract Services Cost Plus (Cost Plus Fee Contract) Contract Lumpsum is using Identify Risks (Risk Identification) is the identification of a process or activity identified cause any risk in the face by an organization . Before analyzed primary data collected beforehand by preparing questionnaires and interviews . Questionnaire respondents using mapping methods with indicators derived from the parameters set out in the contract and the interview techniques used in this study is wawan guided manner in which questions about the material given on the Comparative Study of the respondents to the project with contract Contract Cost Plus Services and Lumpsum. In this analysis can be concluded Risks contract lumsump that the highest risk on indicators 11 and 31 ( PPK obliged to pay to the provider in accordance with the terms of the contract and inspection of the work , including checklist on the handover of the first and handover Thank II ) against the nine respondents out of 30 respondents the risk value of 2% , the risk was worth the risk of 11 % , and a small risk with the risk value 87 % . While the risk of plus service contract costs ( cost plus fee contract) is the highest risk indicator 1,3,5,6,7,8 and 10 to 8 respondents from 30 respondents with a value of 4 % due to the risk of this type of 2 contract which does not use SPMK SPMK is a follow- on issuance and payment is only appropriate SPK mail order so risky work is not appropriate and could be risky payment increases / decreases , risk was worth the risk of 17 % , and a small risk with the risk value 79 %
PERENCANAAN FLOATING MARKET TANGGA ARUNG DI KOTA TENGGARONG YUNUS, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.176 KB)

Abstract

     Pasar adalah tempat dimana orang melakukan jual beli barang dagangan. Ada 2 jenis pasar pada umumnya salah satunya adalah pasar tradisional. Pada era sekarang pasar pun mempunyai karakter dan ciri khas pada pasar itu sendiri, dan salah satunya adalah pasar terapung. Pasar terapung adalah pasar yang memiliki ciri khas sendiri dimana bangunannya mengapung di atas permukaan air dan pedagang pun menjajakan barang dagangannya pada bangunan tersebut.     Floating Market Tangga Arung adalah perencanaan yang berada di Tenggarong, Kalimantan Timur berdiri kembali di tengah kota. Dalam upaya mendirikan pasar yang terletak di tengah kota agar pengunjung tidak jauh-jauh menjangkaunya. Floating Market ini dibangun tidak hanya untuk sebuah kawasan pasar, akan tetapi juga sebagai tempat wisata untuk menikmati indahnya sungai Mahakam yang terdapat di Tenggarong.
PENGARUH PENGGUNAAN PASIR SANGATTA DAN PASIR KAUBUN TERHADAP NILAI CBR TANAH ASLI ADENAN, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.388 KB)

Abstract

Pada”Analisis Pengaruh Penggunaan Pasir Sangatta Dan Pasir Kaubun Terhadap Nilai CBR Tanah Asli. Didalam Penelitian ini Akan Digunakan Aditif Berupa Pasir Sangatta Dan Pasir Kaubun, Untuk Mengetahui Seberapa Besarnya Pengaruh Penggunaan Pasir Terhadap Tanah Asli.Dalam Penambahan Bahan Stabilitas Pasir Sangatta dan Pasir Kaubun Terhadap Nilai CBR Pada Tanah Asli, Pasir ini Diperoleh Langsung Dari Tempat Penumpukan Atau Kuari. Yang Pada Umumnya Berbutir Halus Dan Bulat-bulat Akibat Proses Gesekan.Tanah Asli Mempunyai Sifat Sangat Lepas, Dan Mempunyai Indek Konsistensi Yang Tidak Diinginkan Dilapangan Oleh Karna itu Perlu Penggolahan Kembali Agar Bisa Digunakan Sebagai Pendukung Konstruksi Yaitu Dengan Cara Stabilitas.Hasil Perbandingan Didapat Nilai CBR Sebagai Berikut.Dengan Penggunaan Tanah Asli 75 % Ditambah Pasir Sangatta 25 % Dan Tanah Asli 75 % Ditambah Pasir Kaubun 25 %, Perbandingan Antara Pasir Sangatta Dan Pasir Kaubun Didapat Nilai CBR.Dengan Penggunaan Tanah 756 % Ditambah Penggunaan Pasir Sangatta 25 % Didapat Nilai CBR 100 % ( 9,80 % )Dengan Penggunaan Tanah 75 % Ditambah Penggunaan Pasir Kaubun    25 %  Didapat Nilai CBR 100 % (10.11 % )Dengan Penggunan Tanah Asli 100 % Maka Didapat Nilai CBR  100 %     ( 6.60 % ).Jadi Semakin Besar Penggunaan Pasir Pada Tanah Asli Nilai CBR Akan Bertambah Besar Dan Semakin Bagus Untuk Digunakan Pada Jalan Dan Konstruksi Lainya.
ANALISA KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN PADA RUAS JALAN KADRIE OENING – JALAN A.WAHAB SYAHRANIE – JALAN M.YAMIN – JALAN LETJEND SOEPRAPTO KOTA SAMARINDA AULIANTI ZULKARNAIN, DIAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.283 KB)

Abstract

Secara umum faktor yang menyebabkan masalah kemacetan yang semakin lama semakin parah, yaitu terus bertambahnya kepemilikan kendaraan, terbatasnya sumber daya untuk pembangunan jalan raya dan fasilitas transportasi yang ada (system operasi).Selain itu, kepentingan umum, dan kepentingan pribadi yang ada di Jalan Kadrie Oening – Jalan A. Wahab Syahranie – Jalan Muhammad Yamin – Jalan Letjen Soeprapto mengakibatkan setiap orang melintasi ruas jalan tersebut agar masing-masing kepentingan dapat terpenuhi. Jalan merupakan prasarana yang sangat menunjang bagi kebutuhan hidup masyarakat untuk menghubungkan daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Kerusakan jalan dapat berdampak pada kondisi social dan ekonomi terutama pada sarana transportasi darat. Komprehensivitas perencanaan prasarana jalan di suatu wilayah mulai dari tahapan prasurvey, perencanaan dan perancangan teknis, pelaksanaan pembangunan fisiknya hingga pemeliharaan harus integral dan tidak terpisahkan sesuai kebutuhan saat ini dan prediksi umur pelayanannya di masa mendatang agar tetap terjaga ketahanan fungsionalnya.Lalu lintas merupakan suatu interaksi dari berbagai komponen dan perilaku yang membentuk suatu kondisi arus lalu lintas. Pada dasarnya komponen utama lalu lintas jalan raya terdiri dari tiga komponen utama yaitu: pemakai jalan, kendaraan, dan jalan. Dari ketiganya masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda-beda untuk masing-masing lokasi ruas jalan. Oleh karena itu mengetahui karakteristik dari ketiga komponen utama tersebut sangat penting untuk bisa melakukan indentifikasi dan analisis tentang kondisi arus lalu lintas di jalan raya.Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan bahwa di ketahui pada ruas jalan HM. Kadrie Oening - A. Wahab Syahrani - M. Yamin - Letjen Soeprapto hasil tingkat pelayanan pada jam-jam puncak  di ruas jalan A. Wahab Syahrani - M. Yamin - Letjen Soeprapto mengalami hasil yang sama yaitu masuk dalam karakteristik tingkat pelayanan kategori B, dimana kondisi arus lalu lintas masih stabil dan kecepatan sedikit terbatas oleh arus lalu lintas. Sedangkan pada ruas jalan HM.Kadrie Oening masuk dalam karakteristik tingkat pelayanan kategori A, dimana kondisi arus nya bebas dengan kecepatan tinggi tanpa hambatan sesuai kecepatan yg ditentukan.

Page 57 of 111 | Total Record : 1106