cover
Contact Name
Muhammad Azwar
Contact Email
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Hikmah
ISSN : 14115557     EISSN : 29627206     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal A-Hikmah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan ilmiah dan hasil penelitian dalam bidang keislaman (religious studies).
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
Manusia Sempurna Menurut Al-Jili Dirhamzah Dirhamzah
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i1.21718

Abstract

ABSTRACT This article discusses the concept of "Insan Kamil" according to Al-Jili. The concept of his thought is written in his book entitled "al-Insan al-Kamil fi Ma'rifat-I 'l-awãkhir wa' l-Awã'il". A perfect human being according to Al-Jili is a human being the mirror of God or a human being a copy of God. In al-Jîlî's view the most perfect tajalli container of god and none other is Nur Muhammad, according to him Nur Muhammad has existed since before this universe existed. Nur Muhammad moved from one generation to the next in various forms of prophets, starting from the Prophet Adam As to the closing Prophet, then moved to the guardians and ending with the closing guardian (khatam auliyâ), namely Isa as who will descend at the end time. Such is the process of tajalli (self -appearance) of Allah in the universe. His most perfect tajalli container is a perfect human being in the form of the Prophet Muhammad saw. Because the Prophet Muhammad is a human being who is considered to have reached a degree of perfection in his life. Keywords: Al-Jili, Insan Kamil, Nur Muhammad ABSTRAK Artikel ini membahas tentang konsep “Insan Kamil’ menurut pandangan Al-Jili. Konsep pemikirannya tersebut ditulis dalam bukunya yang berjudul “al-Insan al-Kamil fi Ma’rifat-I ‘l-awãkhir wa ‘l-Awã’il”. Insan kamil menurut Al-Jili adalah manusia cermin tuhan atau manusia copy (nuskah) tuhan. Dalam pandangan al-Jîlî wadah tajalli tuhan yang paling sempurna dan tidak ada yang lain adalah Nur Muhammad, menurutnya Nur Muhammad telah ada sejak sebelum alam ini ada. Nur Muhammad berpindah-pindah dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam berbagai bentuk para nabi, mulai dari Nabi Adam As hingga pada Nabi penutup, kemudian berpindah kepada para wali dan berakhir pada wali penutup (khatam auliyâ), yaitu Isa as yang akan turun pada akhir zaman. Demikian proses tajalli (penampakan diri) Allah pada alam semesta. Wadah tajalli-Nya yang paling sempurna adalah insan kamil dalam wujud Nabi Muhammad saw. Karena Nabi Muhammad-lah manusia yang dinilai telah mencapai derajat kesempurnaan dalam hidupnya.
Perkembangan Politik dan Ilmu Pengetahuan Masa Dinasti Bani Umayyah Dirhamzah Bumar
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang dinasti Bani Umayyah dan kontribusinya terhadap perkembangan politik dan ilmu pengetahuan dalam pembentukan peradaban Islam. Diketahui bahwa meski pada mulanya dinasti ini mendapat kurang simpatik karena dibangun atas dasar perseteruan dan tipu daya yang diilakukan oleh Muawiyah sebagai pendiri dinasti ini dengan khalifah Ali bin Abi Thalib dan adanya kebijakan merubah sistem pemilihan khalifah dari sistem demokratis menjadi sistem monarkis, tetapi karena kontribusi yang dilakukan oleh beberapa khalifah dinasti ini berhasil dalam melakukan pembangunan dalam berbagai bidang sehingga dengan sendirinya membuat masyarakatnya lupa terhadap peristiwa perang saudara dan sejarah berdarah yang melatari berdirinya khalifah ini. Di antara kemajuan yang dicapai oleh dinasti Muawiyah dapat dilihat dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang politik dan ilmu pengetahuan. Dalam bidang politik, dinasti inilah yang awal mula membentuk institusi politik, seperti dibentuk undang-undang pemerintahan, dewan mentri, lembaga sekertariat negara, jawatan pos dan giro serta penasihat-penasihat khusus bidang politik. Pada masa ini pulalah disusun tata pemerintahan yang baru dan administrasi kenegaraan yang semakin kompleks. Sementara dalam bidang ilmu pengetahuan, pada dinasti menjadi tongkak awal perkemabangan beberapa ilmu pengetahuan dan menjadi tonggak awal kegiatan penerjemahan dalam sejarah Islam dimulai.Kata kunci: Dinasti Muawiyah, Perkembangan Politik, Ilmu Pengetahuan.
Implementation of E-Learning Model Assisted Interactive Video in Increasing Motivation and Learning Achievment on Application Letter Material In Class Xii IPS 1 Madrasah Aliyah Negeri 1 Banjarmasin Academic Year 2020/2021 Mariani Mariani; mariani mariani
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i1.20757

Abstract

This research studies about the  the implementation of  E-learning model assisted by interactive video media to overcome the low motivation and learning achievment of class XII IPS 1 MAN 1 Banjarmasin on application letter material. This research aims at finding out the urgence and effectivity of using E-Learning model assisted by interactive video in teaching-learning process. This study used a classroom action research design (PTK) with 2 cycles. Each cycle consists of planning, implementing actions, observing and evaluating, and analyzing and reflecting. The subjects in this study were students of class XII IPS 1 with a total of 31 students. Data collected using observation techniques, written tests and questionnaires. Furthermore, the data were analyzed using quantitative descriptive analysis techniques and qualitative analysis. The results showed that there could be an increase in learning outcomes from 62.47 in cycle I to 80.26 in cycle II, an increase in student motivation from 78.55 in cycle I to 105.5 in cycle II and students responded well to implementation. e-learning assisted by interactive video media.
Dimensi Islam dan Politik: Telaah Historis atas Revolusi Iran 1979 Chaerul Mundzir
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe article discusses the contact between Islam and politics in the history of Iran's upheaval between 1960-1979. The authoritarian stance of the Shah Pahlavi dynasty and its proximity to the United States caused a wave of protest against it. The wave of protests led by Ayatullah Khomeini gave rise to a political movement known in history as the Iranian Revolution in 1978. This revolution succeeded in overthrowing the Shah Pahlavi dynasty and the establishment of the Islamic Republic of Iran in 1979. The existence of the Islamic Republic of Iran made several form of change in the political structure of the country. The existence of institutions such as the Wilayatul Faqih and the Guardian Council in the Iranian structure is proof of the harmony between Islam and politics in the State of the Mullahs.Keywords: Iran, Revolution, Republic, KhomeiniAbstrakArtikel ini membahas persentuhan antar Islam dan politik dalam sejarah pergolakan Iran dalam tahun 1960-1979. Sikap otoriter masa pemerintahan Dinasti Syah Pahlevi serta kedekatannya dengan Amerika Serikat menyebabkan gelombang protes atas bermunculan. Gelombang protes yang dimotori oleh oleh Ayatullah Khomeini memunculkan sebuah gerakan politik yang terkenal dalam sejarah dengan nama Revolusi Iran pada tahun 1978. Revolusi tersebut berhasil menumbang Dinasti Syah Pahlevi dan menjadi awal berdirinya Negara Republik Islam Iran pada tahun 1979. Eksistensi Negara Republik Islam Iran menjadi wujud perubahan dalam struktur politik negara tersebut. Keberadaan lembaga seperti Wilayatul Faqih dan Dewan Wali dalam struktur pemerintahan Iran menjadi bukti harmoni antara Islam dan politik di Negara para Mullah tersebut.Keywords : Iran, Revolusi, Republik, KhomeiniAbstractThe article discusses the contact between Islam and politics in the history of Iran's upheaval between 1960-1979. The authoritarian stance of the Shah Pahlavi dynasty and its proximity to the United States caused a wave of protest against it. The wave of protests led by Ayatullah Khomeini gave rise to a political movement known in history as the Iranian Revolution in 1978. This revolution succeeded in overthrowing the Shah Pahlavi dynasty and the establishment of the Islamic Republic of Iran in 1979. The existence of the Islamic Republic of Iran made several form of change in the political structure of the country. The existence of institutions such as the Wilayatul Faqih and the Guardian Council in the Iranian structure is proof of the harmony between Islam and politics in the State of the Mullahs.Keywords: Iran, Revolution, Republic, KhomeiniAbstrakArtikel ini membahas persentuhan antar Islam dan politik dalam sejarah pergolakan Iran dalam tahun 1960-1979. Sikap otoriter masa pemerintahan Dinasti Syah Pahlevi serta kedekatannya dengan Amerika Serikat menyebabkan gelombang protes atas bermunculan. Gelombang protes yang dimotori oleh oleh Ayatullah Khomeini memunculkan sebuah gerakan politik yang terkenal dalam sejarah dengan nama Revolusi Iran pada tahun 1978. Revolusi tersebut berhasil menumbang Dinasti Syah Pahlevi dan menjadi awal berdirinya Negara Republik Islam Iran pada tahun 1979. Eksistensi Negara Republik Islam Iran menjadi wujud perubahan dalam struktur politik negara tersebut. Keberadaan lembaga seperti Wilayatul Faqih dan Dewan Wali dalam struktur pemerintahan Iran menjadi bukti harmoni antara Islam dan politik di Negara para Mullah tersebut.Keywords : Iran, Revolusi, Republik, Khomeini
Peranan Kearifan Lokal (Local Wisdom) dalam Menjaga Keseimbangan Alam (Cerminan Masyarakat Adat Ammatoa di Kajang) Nurlidiawati Nurlidiawati; Ramadayanti Ramadayanti
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i1.21726

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang peranan kearifan lokal (local wisdom) dalam menjaga keseimbangan alam (cerminan masyarakat adat Ammatoa Kajang). Terjadi kerusakan di mana-mana akibat tangan-tangan dan perbuatan manusia yang tidak bertanggungjawab. Hal tersebut disampaikan oleh Allah Swt. melalui ayat-ayat Alquran, ditambah dengan munculnya sebuah periode yang dikenal dengan globalisasi dan modernisasi. Kondisi ini membuat manusia tidak lagi memikirkan keselamatan dan keseimbangan alam sekitarnya. Namun berbeda dengan beberapa komunitas di wilayah-wilayah tertentu di Indonesia, salah satunya adalah komuitas masyarakat adat Ammatoa Kajang yang sampai hari ini tetap melestarikan dan menjaga keseimbangan alam di kawasan adat Ammato. Terdapat tiga masalah sebagai fokus kajian utama yakni bagaimana hubungan kearifan lokal dengan pelestarian lingkungan, bagaimana bentuk-bentuk kearifan lokal masyarakat adat Ammatoa, dan bagaimana perilaku masyarakat adat Ammatoa terhadap lingkungan alam sekitarnya. Sebagai tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan hubungan antara kearifan lokal dengan pelestarian lingkungan, untuk mengetahui bentuk-bentuk kearifan lokal masyarakat adat Ammatoa, serta mengetahui dan menganalisis perilaku masyarakat adat Ammatoa terhadap lingkungan alam sekitarnya.
Pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) Mahasiswa Teknik Inforrmatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar Besse Ruhaya
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) Mahasiswa Teknik Inforrmatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an mahasiswa Teknik Inforrmatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif.  Penelitian ini beralokasi di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar, kampus II. Jalan. H.M. Yasin Limpo No. 36 Samata-Gowa.. Sumber data yang berasal dari digunakan yaitu tempat penelitian di ruang kelas jurusan Teknik Informatika. Peristiwa berkaitan dengan pembinaan baca tulis al-Qur’an. Dari peristiwa ini, peneliti mengetahui secara pasti kegiatan yang dilakukan karena terlibat secara langsung dalam membina mahasiswa. Adapun informannya, yaitu mahasiswa jurusan Teknik Informatika Angkatan 2019. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Penetapan sumber data dilakukan secara purposive dan teknik analisis dan pengolahan data menggunakan 3 (tiga) tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa setelah melakukan pembinaan dan mengadakan evaluasi, maka dari kategori 2 yang awalnya 45% berkurang menjadi 20%, kategori 3 awalnya 30% meningkat menjadi 45% dan kategori 4 awalnya hanya 15% meningkat menjadi 25%. Hal ini membuktikan bahwa perlu adanya pembinaan yang berkelanjutan yang harus dilakukan
Al-Washfu (Kata Sifat) dalam Bahasa Arab dan Derivasinya Laely Yuliani Said
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i1.21397

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini bertujuan mendiskripsikan dan menganalisis jenis dan derivasi al-washfu, yang terdiri 4 jenis, yaitu (1) isim faa’il, (2) isim maf’uul, (3) shifah al-musyabbahah, dan (4) isim tafdhiil, dengan menggunakan kaidah morfologis generatif. Al-washfu ( kata sifat ) adalah bagian dari morfologi ( ilmu sharaf). beberapa sumber pustaka, seperti, (1) Jaami’ Al-durus Al-‘arabiyyah, (2) Amtsilah Al-Tashriyfiy, (3) Alfiyah Ibnu Malik, (4) Kitaab Al-Tashriyfiy, dan sejenisnya. Tekhnik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dokumentasi dengan cara inventarisasi dan klasifikasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara menata data yng diperoleh secara sitematis dengan langkah-langkah: (1) mengidentifikasi data, (2) mengklasifikasi data, (3) mendiskripsikan data, dan (4) menyimpulkan. Hasil yang diperoleh dalam pembahasan ini adalah terdapat 17 pola derivasi dalam isim faa’il dan isim maf’uul, 4 pola derivasi dalam shifah al-musyabbahah, dan 1 pola derivasi isim tafdhiil. التجريد الهدف في هذا البحث تصور و تحلل أنواع الوصف واشتقاقه التي تنقسم الي أربعة أقسام وهي (1) اسم الفاعل, (2) اسم المفعول, (3) صفة المشبهة, و (4) اسم التفضيل باستخدام قواعد الصرفية التوليدية. الوصف من فروع الصرفية. البيانات توجد من الكتب المتصلة بعلم الصرف و هي : (1) جامع الدروس العربية, (2) أمثلة التصريفية, (3) ألفية ابن ملك, و (4) كتاب التصريفي و غير ذلك. والطريقة المستعملة في جمع البيانات هي توثيق المخزون و التصنيف. و طريقة تحليلية البيانات أجريت بترتيبها منتظمة علي خطوات : (1) تحديد البيانات, (2) تفصيل البيانات, (3) تصوير البيانات, و (4) التخليص. والنتائج المحصولة أنّها توجد سبعة عشر (17) وزن الإشتقاق لإسم الفاعل و اسم المفعول, وأربعة ( 4 ) أوزان لصفة المشبهة, و وزن واحد (1) لإسم التفضيل
Perkembangan Metode-Pendekatan dalam Penelitian Agama Rahmat Rahmat
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis perkembangan metode-pendekatan dalam penelitian secara umum, baik metode-pendekatan teologis-normatif, ilmiah maupun fenomenologi. Metode pelaksanaan kajian ini adalah metode historis dengan menggunakan data kwalitatif. Data diperoleh melalui studi pustaka. Hasil kajian ini menunjukan bahwa metode-pendekatan yang paling awal dikenal adalah metode-pendekatan teologis yang bersifat normatif sejak jaman Yunani, Romawi kuno dan berlanjut hingga abad pertengahan. Pendekatan ini mengalami perkembangan secara pesat dengan munculnya sederetan peneliti dengan karya-karyanya pada abad-7 sampai abad ke-9 M. Sebagai kelanjutan metode-pendekatan normatif adalah metode-pendekatan ilmiah. Metode-pendekatan ini mulai mengalami perkembangan pada abad ke-19 M. ditandai dengan munculnya sederatan peneliti dengan menggunakan pendekatan ilmu-ilmu sosial. Metode-pendekatan selanjut yang banyak digunakan peneliti agama  adalah metode-pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini mengalami perkembangan sejak abad ke-20 M. hingga dewasa ini. Sebagai indikasi perkembangan metode-pendekatan ini ditandai munculya sederetan fenomenolog dan karya-karyanya.
Persepsi Masyarakat Bugis Makassar terhadap Keberadaan Makhluk Halus Chaerul Mundzir; Annisa Chaerul Umari; Helpina Helpina; Ayu Kaswangi; Rendi Renaldi
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i1.21724

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji mengenai persepsi masyarakat bugis makassar terhadap makhluk astral. Suku bugis merupakan kelompok etnik dengan wilayah asal Sulawesi Selatan. Penciri utama kelompok ini adalah Bahasa dan adat-istiadatnya. Kepercayaan orang Bugis tentang makhluk halus ini sangat diyakini keberadaannya. Makhluk halus merupakan makhluk yang tak kasat mata atau makhluk astral adalah istilah yang digunakan untuk menyebut makhluk hidup yang eksistensinya tidak dapat dijangkau oleh pancaindra manusia.
Pemanfaatan Karbon Aktif Sekam Padi sebagai Adsorben Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Amalyah Febryanti
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan arang aktif dari sekam padi sebagai adsorben emisi gas telah dilakukan. Pembuatan arang aktif tersebut bertujuan untuk mengadsorpsi emisi CO, NO, dan NOx pada kendaraan bermotor. Hal itu karena gas tersebut merupakan zat pencemar yang sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Metode yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu pembuatan arang aktif dari sekam padi, pengujian kualitas arang aktif berdasarkan SNI, analisis profil permukaan arang aktif dengan SEM (Scanning Electron Microscope), pengukuran emisi CO, NO, dan NOx pada kendaraan bermotor dengan menggunakan PEM-9004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air dan zat menguap arang aktif sekam padi memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI), masing-masing di bawah 15% dan 25%. Suhu 400 ºC merupakan suhu aktivasi terbaik bagi arang aktif sekam padi karena suhu ini menghasilkan daya serap tertinggi terhadap gas, yaitu 52,5% (CO); 76,2% (NO); 77,3 % (NOx). Oleh karena itu, arang aktif ini berpotensi dijadikan adsorben emisi gas buang.