cover
Contact Name
Muhammad Azwar
Contact Email
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Hikmah
ISSN : 14115557     EISSN : 29627206     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal A-Hikmah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan ilmiah dan hasil penelitian dalam bidang keislaman (religious studies).
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
Arabic Language and Contemporer Civilization (Capturing Arabic Language Roles in Contemporary Era) Gustia Tahir
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i1.21446

Abstract

Arabic language has no doubt been regarded an international language that is often used in official meetings. Besides English, Arabic can be used as the official language in international forums. Arabic is a language that has a uniqueness in terms of grammar and  linguistics, therefore this language is studied in many countries around the world. Arabic has an important role in current contemporary world, especially as a medium of political, economic and cultural interaction. This paper portrays the role of Arabic in the contemporary era, especially its roles in in the development of civilization.
Peluang Hidrogen sebagai Bahan Bakar Alternatif di Indonesia Rahmiani Gani; Syarifah Rabiatul Adawiah; Arfiani Nur; Titik Andriani
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat peluang penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar alternatif khusunya diIndonesia yang ke depannya diharapkan dapat menggantikan sumber daya dari bahan fosil yang semakin menipis. Indonesia dengan sumber air yang melimpah diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan utama produksi hidrogen melalui proses elektrolisis. Teknologi sederhana dengan biaya yang lebih murah serta komponen yang mudah diperoleh dapat dikembangkan lebih baik dengan tetap mengharapkan hasil produksi hidrogen lebih baik. Pemilihan elektroda yang tepat diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi hidrogen. Stainless steel sebagai salah satu material konduktif yang murah, mudah diperoleh dan sederhana dalam penggunaannya dapat menjadi elektroda dalam proses elektrolisis air. Stainless steel adalah elektroda konduktif yang dapat dikomersilkan untuk produksi hidrogen dalam skala yang lebih besar dan diharapkan bisa dikembangkan untuk aplikasi yang lebih luas.
JILBAB DALAM PANDANGAN ULAMA KLASIK DAN KONTEMPORER (Kajian Filosofis dan Implementatif) Nur Asia Hamzah; Zaenal Abidin
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i2.22462

Abstract

This article aims to examine the hijab in Islam philosophically and implementationally. Through a search for literature sources and content analysis, this article finds that the essence of the hijab is all clothing that covers all members of a woman's body. By the majority of scholars, they do not exclude the face and palms. The law of hijab according to the views of classical scholars, there are differences regarding the limits of the aurat that must be covered, but they agree that the obligation to veil for Muslim women is a provision from Allah that must be obeyed. According to them, hijab is not only Arab culture, therefore the shari'ah of hijab is generally accepted by all Muslim women in the world. That is different from the views of contemporary scholars, the hijab is not a mandatory law that must be implemented. The verse about hijab only talks about local Arab culture. Thus, the standard of women's clothing is based on a measure of respectability and modesty in a particular region. The implementation of the hijab law depends on the goal of maintaining the honor and glory of Muslim women, free from distractions and temptations from fasiq people, more easily recognizable. As for the conditions, among others: it must cover the entire body except what is commonly seen, must be thick, must be loose, and must not resemble men's clothing.Keywords: Hijab in Islam; philosophically; implementationally; classical scholars; contemporary scholars. AbstrakArtikel ini betujuan untuk mengkaji jilbab dalam Islam secara filosofis dan implementatif. Melalui penelusuran sumber primer dan sekunder, artikel ini menemukan bahwa hakikat jilbab adalah setiap pakaian yang menutupi seluruh anggota badan perempuan, oleh mayoritas ulama, mereka mengecualikan muka dan telapak tangan. Hukum jilbab menurut pandangan ulama klasik terdapat perbedaan terkait batasan aurat yang harus ditutupi, namun mereka sepakat bahwa kewajiban berjilbab bagi wanita muslimah adalah syariat dari Sya>ri‘ yang harus ditaati. Jilbab tidak hanya sekedar budaya orang Arab, karena itu yari’at jilbab berlaku umum bagi seluruh wanita muslimah di dunia. Berbeda halnya dengan ulama kontemporer, jilbab bukanlah sebuah syariat wajib yang harus dilaksanakan. Ayat tentang jilbab hanya berbicara tentang budaya lokal Arab. Dengan demikian, Standar pakaian wanita didasarkan pada ukuran kehormatan dan kesopanan di daerah tertentu. Implementasi hukum pemakaian jilbab terpulang kepada tujuannya untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan wanita muslimah, bebas dari gangguan maupun godaan orang-orang fasiq, lebih mudah dikenali. Adapun syaratnya, antara lain: harus menutupi seluruh tubuh kecuali yang biasa tampak, harus tebal, harus longgar, dan tidak boleh menyerupai pakaian laki-laki.تهدف هذه المقالة إلى دراسة الحجاب في الإسلام فلسفياً وتطبيقياً. من خلال البحث عن مصادر المكتبة مع تحليل المحتوى، تجد هذه المقالة أن الحجاب هو كل الملابس التي تغطي جميع أعضاء جسد المرأة. ولجمهور العلماء لا يتوقعون الوجه والكفين. وشريعة الحجاب في رأي العلماء الكلاسيكيين، هناك اختلافات في حدود العورات التي يجب تغطيتها، لكنهم اتفقوا على أن وجوب الحجاب للمرأة المسلمة حُكم من عند الله الذى يجب طاعته. وفقا لهم، الحجاب ليس مجرد ثقافة عربية، لذلك فإن شريعة الحجاب مقبولة بشكل عام من قبل جميع النساء المسلمات في العالم. وهذا يختلف عن آراء العلماء المعاصرين، فالحجاب عندهم، ليس قانونًا إلزاميًا يجب تنفيذه. الآية الكريمة التي تتحدث عن الحجاب تتحدث فقط عن الثقافة العربية المحلية. وبالتالي، فإن معيار ملابس النساء يقوم على قدر من الاحترام والتواضع في منطقة معينة. يعتمد تطبيق قانون ارتداء الحجاب على الهدف المتمثل في الحفاظ على شرف ومجد المرأة المسلمة، خالية من الانحرافات والإغراءات من قبل الفاسق، ويسهل التعرف عليها. أما من بين الشروط؛ يجب على النساء تغطية الجسم بالكامل باستثناء ما هو ظاهر عادة، ويجب أن تكون الملابس سميكة (غير شفافة) ، ويجب أن تكون واسعة (غير ضيقة) ، ويجب ألا تشبه ملابس الرجال.
Sampul Daftar Isi Sampul Sampul
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampul Daftar Isi
Perkembangan Islam di Inggris nuraeni nuraeni123
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam telah ada di Inggris sejak pembentukan negara ini pada tahun 1707, Islam masuk ke Inggris dengan adanya persentuhan secara Individu-individu masyarakat Inggris dengan Masyarakat Islam, dan adanya sekumpulan orang-orang Islam yang datang berdagang, juga sebagai tenaga kerja di Inggris.hingga saat ini ada sekitar 2.869.000 Muslim di Inggris atau 4,6 persen dari total populasi. Angka ini melonjak jauh dari sensus 2001 yang hanya mencatat ada1.647.000 pemeluk Islam.Organisasi-organisasi Islam di Inggris telah memberi warna tersendiri atas perkembangan Islam, organisasi-organisasi tersebut setidaknya telah membuka mata orang-orang Inggris tentang perihal ke Islaman, yang dilakukannya secara terbuka dan saling berinteraksi dengan masyarakat Inggris non-Muslim.
Tragedi Terbunuhnya Khalifah ‘Utsman Ibn ‘Affan muhammad arif
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i1.21713

Abstract

Abstrak Pembunuhan terhadap Utsman ibn Affan dianggap sebagai awal mula perpecahan umat Islam. Sebagian kalangan bahkan menuduh bahwa Utsman adalah salah satu aktor dalam kekacauan tersebut. dari beberapa literatur yang didapatkan, banyak sekali yang menunjukkan bahwa Utsman adalah korban dari tragedi tersebut. Tulisan ini merupakan salah satu upaya untuk mencoba memaparkan peristiwa tragis terbut dengan memilah berita-berita yang sudah teruji kebenarannya. Semua data yang ada akan diolah dan direkonstruksi sebagaimana mestinya. Tulisan ini menunjukkan bahwa tuduhan buruk yang selama ini dituduhkan kepada Utsman merupakan tuduhan yang tanpa bukti. Tuduhan tersebut justeru muncul karena kesalahfahaman terhadap beberapa kebijakan Utsman.
DISTINGSI KITAB TAFSIR MA'ANY AL-QUR'AN KARYA AL-FARRA' DAN PENGARUHNYA DI INDONESIA Dr. Asriyah, M.Pd.I ASRIYAH M.Pd.I; Marwah LIMPO M.HUM
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i2.23902

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengajukan permasalahan tentang konstruksi penafsiran Al-Farra’ dalam Ma’any al-Qur’an, keunikan metode penafsirannya, dan pengaruh Al-Farra’ pada perkembangan tradisi tafsir di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penafsiran al- Farra’ dalam Kitab Ma’any al-Qur’an, untuk mengetahui keunikan metode al-Farra’ dalam Kitab Ma’any al-Qur’an, serta mengetahui pengaruh al- Farra’pada perkembangan penafsiran di Indonesia.Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dan merupakan penelitian yang bersifat kualitatif, data diperoleh dari kitab utama karya al-Farra’ yakni Tafsir Ma’any al-Qur’an sebagai sumber utama (primary resources) dan didukung oleh buku-buku, jurnal dan referensi lainnya yang mendukung kajian tersebut. Selanjutnya data tersebut dianalisis secara kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tafsir Ma’any al-Qur’an karya al-Farra’ menggunakan metode analisis tahlili. Adapun konstruksi penafsiran ayat al-Qur’an dalam kitab tafsir Ma’any al-Qur’an karya al- Farra’ terkadang menafsirkan suatu ayat dengan ayat yang lain, terkadang mengemukakan suatu qira’at yang dijelaskan lengkap dengan sanadnya, terkadang menafsirkan ayat al-Qur’an dengan hadis Rasulullah saw, dan terkadang juga memfokuskan penafsiran kepada beberapa ayat atau bagian ayat al-Qur’an yang memiliki problematika i’rab. Adapun keunikan metode penafsiran Kitab Tafsir Ma’any al-Qur’an yaitu kecenderungan al-Farra’ dalam menafsirkan ayat-ayat yang musykil saja. Ternyata kitab ini belum memiliki pengaruh yang signifikan di kalangan masyarakat Indonesia.Implikasi penelitian ini diharapkan agar para pengkaji al-Qur’an dapat menjadikan tafsir al-Farra’ ini sebagai inspirasi dalam melakukan kajian al- Qur’an terutama dengan menggunakan pendekatan Linguistik-Semantik dan selanjutnya diintegrasikan dengan pendekatan kontemporer dalam rangka membumikan al-Qur’an bukan saja sebagai rujukan religius, sains dan lainnya. Namun sebagai pedoman hidup ummat manusia agar selamat di dunia dan bahagia di akhirat.Kata Kunci: Kitab Tafsir Ma’any al-Qur’an, Al-Farra’, Pengaruhnya di Indonesia ملخّصهذا البحث يعرض عن مسائل نظام تفسير معاني القرأن للفراء, و فريدة من نوع منهجه في تفسيره. و أثر الفراء في تطور التفسير في إندونيسيا. يهدف هذا البحث  لبيان تفسير الفراء في كتابه معاني القرآن ليعرف فريدة نوع منهجه في تفسيره معان القرأن وليعرف تأثير الفراء في تطور الفسير في أندونيسيا.أما هذا البحث فهوالبحث المكتبي والتحليل القيمي, وأما معلوماته من كتاب الفراء يعني كتاب معاني القرآن وهو مصدر رئيسي .ويعضد الكتب الأخرى, والمصدر الآخر, ثم تلك المعلومات تحلل بالقيمي.أما نتيجة البحث تشير إلى أن كتاب تفسير معاني القرآن للفراء يستخدم المنهج التحليلي, وأما نظام تفسير آيات القرآن في كتاب تفسير معاني القرآن للفراء أحيانا يفسر الآية بآية أخرى, وأحيانا يظهر شيئ من القراءات كاملا بإسناده. وأحيانا يفسر آية القرآن بأحاديث الرسول صلي الله عليه وسلم, وأحيانا يركزالتفسير في بعض الآيات أو الآيات التي لها مشاكل في الإعراب. وأما فريدة الوحيدة في تفسير معاني القرآن هو مائل الفرآء في تفسير الآيات التي لها مشاكل فقط. وفي الحقيقة هذا الكتاب لم يتأثر على المغزي في أندونيسيا.وأما تأثير هذا البحث يرجى لباحثي القرآن ليجعلوا تفسير الفراء إلهاما أو وحيا في بحث القرآن خاصة بمقاربة الدلائل ثم بمقاربة المعاصرة, بغرض مؤرض القرآن ليس فقط لأجل مرجع الديني وعلم أو الآخر، بل لأجل القواعد الإرشادية لحياة الأمة الإنسانية لكي سلامة في الدنيا والآخرة. 
Spirituality in Millenial Community Gustia Tahir
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 24 No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v24i1.25749

Abstract

Milenial adalah sebuah komunitas atau masyarakat yang hidup di abad digital, yaitu sebuah era dimana peran-peran manusia perlahan namun pasti digantikan oleh peran-peran mesin. Gelombang modernitas di era informasi teknologi yang sangat terbuka mewarnai kehidupan komunitas milenial. Kemajuan teknologi dinikmati sedemikian rupa, namun di sisi lain dampak yang ditimbulkannya memberikan efek turbulence pada mentalitas masyarakat millennial. Jadilah mereka sebagai komunitas yang merasa terhempas dan sunyi dalam keramaian dan merasa teralienasi dalam glamuritas kehidupan modern. Tidak aneh anomali sosial sering mawarnai kehidupan. Ada anak membunuh orang tua, dan orang tua menghamili anaknya bahkan guru agama memperkosa santrinya. Semua ini merupakan akumulasi efek dari hadirnya abad digital yang dapat meruntuhkan mentalitas masyarakat millennial. Di sinilah pentingnya urban sufisme untuk menjadi media dan “rumah” bagi mereka yang merasa terhempas dalam badai dan sunami modernism Millennials are a community or society that lives in the digital age, which is an era where human roles are slowly but surely replaced by machine roles. The wave of modernity in the era of very open information technology colors the life of the millennial community. Technological progress is enjoyed in such a way, but on the other hand, the impact it causes has a turbulent effect on the mentality of the millennial community. Be them as a community that feels crushed and lonely in the crowd and feels alienated in the glamor of modern life. It is not strange that social anomalies often rise in life. There are children killing their parents, and parents impregnating their children and even religious teachers raping their students. All of this is an accumulation of effects from the presence of the digital age that can undermine the mentality of the millennial society. This is where the importance of urban Sufism to become a medium and a "home" for those who feel crushed in the storm and sunami of modernism.
MOTIVASI KERJA PUSTAKAWAN LULUSAN NON ILMU PERPUSTAKAAN DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN TAKALAR Ayu Trysnawati; Alda Asmiranda
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i2.26104

Abstract

Abstract This article examines the work motivation of non-library science graduate librarians at the Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar. The purpose of this study is to determine the factors that drive the work motivation of non-library science graduate librarians and to find out the obstacles faced by non-library science graduate librarians at the Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar in increasing work motivation. The type of research used is descriptive with qualitative methods. The results showed that the motivating factors for librarian motivation in working at the Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar were salary, job security, social conditions, awards and opportunities to work. While the obstacles faced by non-library science graduate librarians in increasing work motivation are obstacles to dealing with users, obstacles to working as a librarian, obstacles to technology, and constraints to library collections. Abstrak Artikel penelitian ini mengkaji tentang motivasi kerja pustakawan lulusan non ilmu perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang mendorong motivasi kerja pustakawan lulusan non ilmu perpustakaan dan mengeahui kendala yang dihadapi pustakawan lulusan non ilmu perpustakaan Di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar dalam meningkatkan motivasi kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong motivasi pustakawan dalam bekerja di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar yaitu adanya gaji, keamanan kerja, kondisi sosial,penghargaan dan kesempatan untuk bekerja. Sedangkan kendala yang dihadapi pustakawan lulusan non ilmu perpustakaan dalam meningkatkan motivasi kerja adalah kendala menghadapi pemustaka, kendala bekerja sebagai seorang pustakawan, kendala terhadap teknologi, dan kendala terhadap koleksi perpustakaan. Hartono. 2015. Dasar-dasar Manajemen Perpustakaan Dari Masa ke Masa. UIN Maliki Press. Karmidi Martoatmodjo. 2006. Materi Pokok Pelayanan Bahan Pustaka, Jakarta: Universitas Terbuka Suwarno, Wiji. 2007. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan: Sebuah pendekatan Praktis. Yogyakarta: Ar-Ruzz. Sutarno, NS. 2004. Manajemen Perpustakaan: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:Sagung Seto. Sulistyo-Basuki. 2006. .Metode Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R & D. Bandung: Alfabeta. Undang-undang Republik Indonesia Nomor .43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan: Jakarta.
Infaq dan Pengaturan Harta dalam Al-Qur`an (Analisis Tematik QS Al-Baqarah/2: 267 Muhammad Nur Abduh
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 24 No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v24i1.27824

Abstract

Secara fitrawi, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari hubungannya dengan individu lain dalam masyarakat. Oleh karena itu, dubutuhkan suatu kersamaan yang tidak hanya sekadar menuntut hubungan take and give (mengambil dan menerima), melainkan lebih daripada itu, yakni memberi tanpa menunggu imbalan, inisiatif memberikan bantuan sssebelum diminta. Kebersamaan semacam inilah yang akan menumbuhkan kesadaran menyisihkan sebagian harta kekayaan kepada mereka yang membutuhkan, baik dalam bentuk zakat maupun sadaqah dan infaq Mengingat pentingnya kedudukan harta bagi manusia, maka tidak heran bahwa manusia amat bersungguh-sungguh menggunakan waktunya, tidak kenal lelah, berusaha memperoleh harta benda sebanyak-banyaknya. Namun pada sisi lain, Allah sebagai pemberi nikmat, menuntut untuk mempergunakannya dengan cara yang benar dengan menyisihkan atau membagi harta hasil usaha dan hasil bumi. Si kaya dituntut menyalurkan sebagian hartanya kepada si miskin atau yang hidup di bawah garis kemiskinan. Tindakan tersebut dapat mempersempit kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin; mengantisispasi gejolak sosial; meminimalisir kemiskinan dan pengangguran. Sarana yang efektif untuk memulihkan kenyataan tersebut, salah satunya adalah infaq ملخص فطروي ، البشر مخلوقات اجتماعية لا يمكن فصلها عن العلاقات مع الأفراد الآخرين في المجتمع. لذلك فإنه يتطلب تضافرًا لا يتطلب فقط علاقة خذ واتخاذ ، بل أكثر من ذلك ، أي إعطاء دون انتظار المكافآت ، مبادرات لتقديم المساعدة قبل أن يطلب. إن هذا النوع من العمل الجماعي هو الذي من شأنه أن يعزز الوعي بتخصيص جزء من الثروة للمحتاجين ، سواء في شكل الزكاة أو الصدقة أو انفاك. بالنظر إلى أهمية موقع الملكية للبشر ، فليس من المستغرب أن يكون البشر جادون للغاية في استخدام وقتهم ، بلا هوادة ، في محاولة للحصول على أكبر قدر ممكن من الممتلكات. لكن من ناحية أخرى ، فإن الله ، باعتباره مانح السرور ، يطالب باستخدامه بالطريقة الصحيحة. الأغنياء مطالبون بتوزيع جزء من ثروتهم على الفقراء أو أولئك الذين يعيشون تحت خط الفقر. يمكن لمثل هذه الإجراءات تضييق الفجوة الاجتماعية بين الأغنياء والفقراء ؛ توقع الاضطرابات الاجتماعية ؛ تقليل الفقر والبطالة. وسيلة فعالة لاستعادة هذا الواقع ، أحدها