cover
Contact Name
Muhammad Azwar
Contact Email
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Hikmah
ISSN : 14115557     EISSN : 29627206     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal A-Hikmah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan ilmiah dan hasil penelitian dalam bidang keislaman (religious studies).
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
Dinasti Abbasiyah (Kemajuan dalam Bidang Ilmu Agama, Filsafat, Pendidikan dan Sains) Susmihara Susmihara
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinasti Abbasiyah berdiri setelah keruntuhan Dinasti Umawiyah. Keruntuhan dinasti tersebut disebabkan banyaknya konflik internal dan eksternal dari Dinasti Umawiyah, sehingga Dinasti Abbasiyah muncul sebagai kekuatan baru dalam perpolitikan umat Islam. Kekuasaan Dinasti Abbasiyah berumur sekitar lima ratus tahun (750-1258 M / 132-656 H). Pada periode awal kekuasaannya memiliki otoritas politik yang sangat kuat dan kemudian mampu melahirkan sebuah kemajuan peradaban yang disebut-sebut sebagai era keemasan (the Golden Age). Dalam bidang ilmu agama, muncullah beberapa ulama dalam bidang hukum atau fikih dengan berbagai mazhab. Dan dalam bidang hadis ditemukan usaha-usaha untuk penelusuran dan penghimpunan hadis. Begitupula ilmu lainnya, seperti ilmu tafsir yang sudah berdiri sendiri. Dalam bidang sains dan tekhnologi, khususnya pada ilmukedokteran atau pengobatan telah berkembang cukup pesat, yang ditandai dengan berdirinya sekolah kedokteran tingkat tinggi. Dalam bidang filsafat, dari kajian ilmu filsafat itulah sehingga melahirkan ilmuwan Islam popular atau para filosof dan pemikirannya, dan pada bidang pendidikan, ditandai dengan kurikulum utamanya dipusatkan pada al-Qur’an dan hadis, sertaberbagai lembaga pendidikan telah terbangun, mulai dari mesjid yang juga dijadikan tempat pengajaran/pendidikan selain tempat ibadah. Juga dibangunnya lembaga-lembaga dalam bidang tertentu seperti Bait al-Hikmah.
PENGEMBANGAN KESADARAN MULTIKULTURAL PADA PEMBELAJARAN DI JURUSAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ISLAM FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA UIN ALAUDDIN MAKASSAR (Studi Content Analysis Mata Kuliah Islam dan Multikulturalisme) Rahmat Rahmat
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurusan Sejarah dan Kebudayaan telah melakukan pengembangan pembelajaran multikultura. Salah satu indikator, dicantumkannya mata kuliah Islam dan Multikulturalisme dalam kurikulum. Pada mata kuliah ini dibahas tema-tema yang berbasis multikultural dalam konteks identifikasi global, yaitu: globalisasi, gerakan radikalisme, pluralisme, demokrasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan hubungan agama dan negara. Pengembangan kesadaran multikultural mahasiswa diimplementasikan melalui tahap: pertama, multicultural knowing, yaitu upaya mentransformasikan pengetahuan konsep-konsep multikulturalisme. Kedua, multicultural feeling, yaitu upaya menginternalisasikan nilai-nilai multikultural melalui pemahaman prinsif-prinsif multikulturalisme, terutama prinsif keterbukaan dan moderasi. Ketiga, multicultural action, yaitu upaya karakterisasi sikap mahasiswa dalam bentuk living in harmony, yaitu dapat hidup bersama dalam kerukunan dan kedamaian dengan tetap saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan dengan sikap toleransi. Nilai-nilai multikultural yang diharapkan sebagai upaya pengembangan kesadaran multikultural adalah: pertama, terwujudnya nilai-nilai keanekaragaman, baik keanekaragaman suku, bangsa, dan budaya maupun keanekaragaman agama dan aliran keagamaan. Kedua, terwujudnya nilai perasaudaraan dalam hidup bersama, baik hidup bersama karena seagama dan sebangsa, maupun karena sesama manusia. Ketiga, terwujudnya nilai kedamaian dan keselamatan.
Genealogi Islam di Turki dan Kaitannya dengan Perkembangan Bahasa Arab Gustia Tahir
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Turki is considered as superpower state because of its strong military and strategic region. Turki has  very strong army which was so called Jenisseri corps that always keep its territory. Beside militery, Turki is a state with large number of moslem population in the world. Therefore Islam is a very important element in Turki, because most people of Turki are moslems. After Turki Usmani Kingdom was distructed, it was then ruled by Mustafa Kemal Attaturk who made the West as his state reference. Turki was then changed to be secular. However, Turki has significant roles in spreading Islam due to its large region from Asia, Africa to Europe. It makes Turki become plural state with multi-etnics, race, cultures even religion.  Relating to Arabic Development, Turki didn’t pay much attention to it, even it was deleted in Turkish school. Turki prefered to be called Western community to Arabian community.
KEPEMIMPINAN USMAN BIN AFFAN (Kebijakan dan Tantangan) M Dahlan M
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usman bin Affan adalah salah satu tokoh terkemuka umat Islam yang memiliki kontribusi terhadap perkembangan peradaban Islam. Pelaksanaan kepemerintahan khalifah Usman bin Affan menuai hasil yang sangat banyak diantaranya perluasan wilayah dengan menguasai Kabul, Gaznah, balk, dan Turkistan bagian timur, selanjutnya sebagian wilayah Hurasan, Asia kecil ke Tripoli dan Afrika Utara, dan paling utama adalah pengumpulan al Quran dalam bentuk mushaf yang masih terjaga sampai saat ini. Bentuk tantangan atau perlawanan yang dihadapi Usman bin Affan adalah tuduhan nepotisme diseparuh perjalanan kekhilafaannya dengan membagi harta zakat kepada keluarga lebih besar dari rakyatnya yang lain, mengangkat lima gubernur dari keluarga Utsman sendiri, tuduhan ketidakadilan atas kedzaliman yang dilakukan keluarganya sebagaimana yang dilakukan Abdullan bin Abi Sarah kepada rakyat Mesir yang menjadi titik balik pemberontakan hingga pembunuhan Usman bin Affan ra. 
FATHUL MAKKAH (Keteguhan Nabi Muhammad saw. Menjalankan Perjanjian) Salmah Intan
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab langsung fathul Makkah adalah pelanggaran yang dilakukan kaum Quraisy Makkah atas perjanjian Hudaibiyah. Mereka melanggar salah satu poin perjanjian tersebut yaitu gencatan senjata selama sepuluh tahun. Kabilah Bani Bakr merupakan sekutu Quraisy Makkah melakukan penyerangan ke Kabilah Khuza’ah yang merupakan sekutu kaum muslimin dan Kaum Quraisy Makkah terlibat dalam penyerangan tersebut. Kaum Quraisy membantu Kabilah Bani Bakr dengan senjata dan personel dalam menyerang Kabilah Khuza’ah. Penyerangan tersebut memaksa Kabilah Khuza’ah menyelamatkan diri ke tanah Haram dan penyerangan itu juga menimbulkan korban dari kabilah Khuza’ah. Atas dasar pelanggaran salah satu poin perjanjian Hudaibiyah tersebut, Nabi Muhammad saw. menghimpun pasukan yang berjumlah sepuluh ribu menuju Makkah sebagai respon atas hal tersebut dan Nabi Muhammad saw memasuki kota Makkah dengan kemenangan tanpa ada perlawanan berarti. 
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL PADA MATA PELAJARAN SKI DI MADRASAH TSANAWIYAH DDI GALESONG BARU MAKASSAR Ihdiana Ihdiana
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Penggunaan Media Pembelajaran Visual pada Mata Pelajaran SKI. Lokasi penelitian ini adalah di MTs DDI Galesong Baru Makassar. Permasalahan pokok dalam penelitian ini diarahkan pada bagaimana gambaran penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs DDI Galesong Baru Makassar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan secara objektif tentang penggunaan pembelajaran visual dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran SKI di MTs DDI Galesong Baru Makassar. Gambaran penggunaan media yang selama ini telah berlangsung dan sangat memotivasi belajar siswa pada masing-masing kategori yaitu: 30 responden  termotivasi atau sebesar 59,41 persen,  sisanya  sangat termotivasi 14 responden atau sebesar 34,65 persen, kurang termotivasi 1 responden atau sebesar 1,49 persen dan yang tidak termotivasi hanya 4 responden atau sebesar 3,96  persen.
Ikhwanul Muslimin, Ide ide Persaudaraan dalam Islam Muhammad Nur Abduh
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghafal al-quran dari kecil membuat Sheikh Hasan Ahmed Abdel Rahman Muhammed al-Banna atau biasa dikenal dengan sebutan Hasan al-Banna memiliki sikap santun dan hormat pada siapa saja orang yang ditemuinya. Pada usia dua belas tahun ia berhasil menghafal separuh dari isi al-quran dan dua tahun berikutnya menuntaskan seluruhnya
Peran Profesionalitas Guru PAI dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Rofia Masrifah
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat pentingnya profesionalitas seorang guru maka diperlukan suatu penelitian tentang profesionalitas guru khususnya guru Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini selain betujuan untuk mengetahui profesionalitas guru, mengetahui upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar juga untuk menemukan dan merumuskan solusi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan pedagogis dan naturalistik yang menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian terjadi secara alamiah, apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi keadaan dan kondisinya, menekankan pada deskripsi secara alami. Berdasar pada temuan data di lapangan, bahwa profesionalitas guru digambarkan dalam kompetensi paedagogik; yaitu kemampuan guru menyusun RPP, Silabus, Prota dan Promes, kemampuan improvisasi metode pembelajaran dan kemampuan menilai hasil belajar siswa melalui penilaiaan berbasis kelas. kompetensi kepribadian; digambarkan dengan penanaman kedisiplinan (self discipline) dan tanggungjawab dalam tugas. kompetensi sosial; digambarkan dengan hubungan komunikasi yang baik dengan kepala sekolah, teman sejawat, orangtua siswa dan partisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Sedangkan kompetensi profesional; digambarkan dengan kemampuan menguasai bidang studi dilihat dari latar belakang pendidikan guru yang memiliki kualifikasi akademik dan guru mengajar sesuai dengan keahlian dan jurusan yang dimilikinya, kemampuan memahami peserta didik, kemampuan menguasai pembelajaran yang mendidik melalui kemampuan memahami jenis mata pelajaran, mengorganisasikan materi pelajaran serta mendayagunakan sumber belajar. Selanjutnya, kompetensi kepemimpinan guru digambarkan melalui kemampuannya menjadi figure yang baik. Berkenaan dengan faktor yang mendukung profesionalitas guru pendidikan agama Islam adalah diberlakukannya manajemen yang berbasiskan pada madrasah, terbentuknya tertib administrasi yang rapi, dan diikutkannya guru PAI dalam berbagai pelatihan sebagai upaya peningkatan profesionalitas guru. Sedang hal yang menghambat profesionalitas guru di sekolah ini adalah adanya sebagian guru yang hadir di sekolah hanya pada saat jam mengajar.. Faktor yang mendukung prestasi belajar adalah adanya kedisiplinan yang dipraktekkan oleh semua elemen sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, dan lainnya) dan juga tersedianya sarana dan prasana yang memadai untuk kelancaran proses pembelajaran siswa. Sedangkan hal yang menghambat perkembangan prestasi belajar siswa adalah kurangnya perhatian keluarga, minimnya komunikasi yang kurang egektif antara orang tua dan guru kurangnya serta kesadaran siswa akan pentingnya belajar.
Siri dalam Masyarakat Bugis-Makassar di Kabupaten Jeneponto Muhammad Idris
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i1.19652

Abstract

Siri adalah suatu kata bahasa Makassar yang di anggap oleh orang Makassar yang memiliki nilai khusus bagi masyarakat sebagai pemilik budaya. Kata siri merupakan kata khusus di mana kata itu dapat muncul dalam diri atau perilaku pada masyarakat pemilik  kata tersebut merasa sangat diperlukan karena gaya yang dimunculkan dianggap sangat penting , akibat dari hal  seperti demikian  dapat mendorong bagi pemilik budaya tersebut.  Siri dalam kata bahasa  bugis makassar  adalah malu dimunculkan oleh barbagai macam istilah dalam masyarakat Bugis Makassar.  Kata tersebut bisa muncul karena sesuatu yang bersifat positif dan karena dengan perbuatan salah atau benar menurut tanggapan atau persepsi orang tersebut masing-masing. Hal ini terjadi karena ada perbuatan yang berbuah oesitif dan perbuatan yang  bernuansa negatif atau  tergantung dari persi masing-masing  manusia. Budaya tersebut dapat memiliki arti dan tujuan yang berbeda antara satu kata dengan kata lainnya. Atas perbedaan tersebut yang tentu bagi pemilik budaya akan pasti bembedakan antara harapan dan tujuan yang berbeda pula
Pergulatan dalam Memperjuangkan Dasar Negara syamzan syukur; Mastanning Mastanning
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai perdebatan di seputar ideologi dasar negera yang mula-mula menjadi fokus perhatian menjelang kemerdekaan Indonesia sampai hasil akhir pergularan dasar Negara tersebut. Sidang BPUPKI mengalami perdebatan hangat saat dasar negara disentuh, iklim politik. dua kubu Islam dan nasionalis (atau kadang disebut Nasionalis Islam dan Nasionalis Sekuler) mengkristal menjadi kekuatan yang saling berhadapan. Dibentuklah “Piagam Jakarta”, yang pada dasarnya merupakan penerimaan Pancasila sebagai dasar negara dengan sila pertama “Ketuhanan, dengan    kewajiban    menjalankan    syari’at    Islam    bagi    pemeluk- pemeluknya. Akan tetapi, seorang pejabat angkatan laut Jepang datang ke Hatta dan melaporkan bahwa orang-orang Krisiten (yang sebagian besarnya berdomisili di wilayah timur Nusantara) tidak akan bergabung dengan  Republik Indonesia kecuali jika  beberapa  unsur  dari  Piagam  Jakarta  (yakni dengan  kewajiban  menjalankan syari’at   Islam   bagi   pemeluk-pemeluknya,   Islam   sebagai   agama   negara dan pernyataan bahwa presiden harus seorang Muslim) dihapuskan. Pandangan mereka kerangka konstitusi nasional semacam itu akan mengundang diambilnya langkah- langkah yang diskriminatif. Muhammad Hatta menyarankan (beberapa sumber menyebut   “mendesak”)   kelompok   Islam   agar   dibuat   penyesuaian-penyesuaian tertentu atas Piagam Jakarta dan batang tubuh UUD 1945 untuk menjamin keutuhan dan kesatuan negara nasional Indonesia yang baru saja diproklamirkan. Hasil pertemuan tersebut menhasilkan perubahan sila “Ketuhana Yang Maha Esa”.