cover
Contact Name
Muhammad Azwar
Contact Email
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Hikmah
ISSN : 14115557     EISSN : 29627206     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal A-Hikmah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan ilmiah dan hasil penelitian dalam bidang keislaman (religious studies).
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
PENERAPAN NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DI DESA MACCINI BAJI KECAMATAN BAJENG Suraya Rasyid
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian Ini mengurai tentang penerapan nilai-nilai budaya lokal di Desa Maccini Baji Kecamatan Bajeng. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penerapan nilai-nilai kearifan lokal di Desa Maccini Baji Dusun Paranrea Kecamatan Bajeng dibagi menjadi du abagian yaitu: Kerifan Lokal Sosial Kemasyarakatan dan keagamaan dan kearifan lokal sosial keagamaan. Dari kedua unsur pokok tersebut dibuktikan dengan indikator kearifan lokal seperti telah diuraikan pada bagian pembahasan seperti: assibantu-bantu, sipa pacce nasipassiriki, assiparacaya dan abbulo sibatang. Sedangkan faktor yand dihadapi masyarakat dalam penerapan Nilai-nilai Budaya Lokal di Desa Maccini Baji Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa yang diperoleh peneliti selama mengadakan penelitian dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu; pergeseran nilai budaya, globalitas dan modernitas sosial. 
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA DALAM PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN (STUDI DINAS KETENAGAKERJAAN KOTA MAKASSAR) Muhammad Irvan Hafid
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was conducted and aims to: 1) To find out the Legal Protection of Workers in a Specific Time Work Agreement Based on Law Number 13 of 2003 concerning Manpower in the Legal Area of the City of Manpower of Makassar City; 2) To find out and analyze what factors are hampering the legal protection of workers in the Certain Time Work Agreement for the Legal Area of the City of Manpower Makassar. This type of research is empirical legal research that is legal research that examines the implementation or implementation of positive legal provisions (legislation) factually in any particular legal event that occurs in society. The legal material used consists of primary legal data and secondary legal data. Legal data collection techniques are collected through literature studies and field studies. Then the techniques to analyze with qualitative analysis techniques by sorting and selecting, classifying, and linking the realities that occur in the field with the problems studied, so as to provide a clear picture of what is happening in the field so that it comes to a conclusion. The results showed that: 1) Legal Protection of Workers in a Specific Time Work Agreement Based on Law Number 13 Year 2003 Regarding Employment in the Legal Area of the City of Makassar Employment Service is still not optimal, it can be seen from the number of cases of layoffs due to temporary employment contract in the contents of the work agreement are not explained about the type of work and the time of work even though the status of the worker / laborer is PKWT; 2) The inhibiting factors in the legal protection of workers in certain time work agreements are the legal areas of the Makassar City employment department that are related to regulations, in addition there are also constraints related to the making / or form of a specific time work agreement (PKWT), finally the constraints supervision.
ISLAM DI AUSTRALIA (Tinjauan Historis dan Perkembangan) M Dahlan M
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Tulisan ini bertujuan mengungkapkan perkembangan Islam di Negara Australia dengan objek pembahasan meliputi: (1) sejarah kedatangan Islam di Australia, (2) Perkembangan Islam di Australia.Sebagian besar sejarawan mengemukakan bahwa Islam masuk di Australia melalui pelaut dan pedagang dari Makassar yang mencari teripang di laut Australia. Selanjutnya imigran muslim lainnya yang masuk ke Australia adalah komunitas muslim dari Afganistan yang sengaja didatangkan untuk membuka lahan-lahan gurun di Australia kelak melahirkan komunitas muslim besar di negara Australia.Perkembangan Islam di Australia dapat dilihat pada meningkatnya populasi muslim di sana, kemajuan aspek pendidkan formal dan non formal serta kemunculan kegiatan organisasi keislaman. Perkembangan Islam juga dapat dilihat pada pembangunan fisik bangunan Islam di Australia seperti berdirinya ratusan masjid dan bangunan lain dengan arsitektur yang megah seperti museum dan Islamic Center. 
PENGEMBANGAN KESADARAN MULTIKULTURAL PADA PEMBELAJARAN DI JURUSAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ISLAM FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA UIN ALAUDDIN MAKASSAR (Studi Content Analysis Mata Kuliah Islam dan Multikulturalisme) Rahmat Rahmat
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurusan Sejarah dan Kebudayaan telah melakukan pengembangan pembelajaran multikultura. Salah satu indikator, dicantumkannya mata kuliah Islam dan Multikulturalisme dalam kurikulum. Pada mata kuliah ini dibahas tema-tema yang berbasis multikultural dalam konteks identifikasi global, yaitu: globalisasi, gerakan radikalisme, pluralisme, demokrasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan hubungan agama dan negara. Pengembangan kesadaran multikultural mahasiswa diimplementasikan melalui tahap: pertama, multicultural knowing, yaitu upaya mentransformasikan pengetahuan konsep-konsep multikulturalisme. Kedua, multicultural feeling, yaitu upaya menginternalisasikan nilai-nilai multikultural melalui pemahaman prinsif-prinsif multikulturalisme, terutama prinsif keterbukaan dan moderasi. Ketiga, multicultural action, yaitu upaya karakterisasi sikap mahasiswa dalam bentuk living in harmony, yaitu dapat hidup bersama dalam kerukunan dan kedamaian dengan tetap saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan dengan sikap toleransi. Nilai-nilai multikultural yang diharapkan sebagai upaya pengembangan kesadaran multikultural adalah: pertama, terwujudnya nilai-nilai keanekaragaman, baik keanekaragaman suku, bangsa, dan budaya maupun keanekaragaman agama dan aliran keagamaan. Kedua, terwujudnya nilai perasaudaraan dalam hidup bersama, baik hidup bersama karena seagama dan sebangsa, maupun karena sesama manusia. Ketiga, terwujudnya nilai kedamaian dan keselamatan.
PERSPEKTIF ISLAM TENTANG KERAGAMAN (Telaah terhadap konsep Pluralisme) Gustia Tahir
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Religious pluralism is a contemporer discourse in religious community. It is discussed because there is a phenomenon that the religious conflict existing in society due to misunderstanding among the followers of religion. They respectively claimed the truth of their religion and thus have absolute right to enter the paradise, meanwhile others have no opportunity and chance to teste the convenience of heaven. In this case, religious pluralism must be socialized to establish good harmony among the followers of religion               
PENGEMBANGAN KESADARAN MULTIKULTURAL PADA PEMBELAJARAN DI JURUSAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ISLAM FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA UIN ALAUDDIN MAKASSAR (Studi Content Analysis Mata Kuliah Islam dan Multikulturalisme) Rahmat Rahmat
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurusan Sejarah dan Kebudayaan telah melakukan pengembangan pembelajaran multikultura. Salah satu indikator, dicantumkannya mata kuliah Islam dan Multikulturalisme dalam kurikulum. Pada mata kuliah ini dibahas tema-tema yang berbasis multikultural dalam konteks identifikasi global, yaitu: globalisasi, gerakan radikalisme, pluralisme, demokrasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan hubungan agama dan negara. Pengembangan kesadaran multikultural mahasiswa diimplementasikan melalui tahap: pertama, multicultural knowing, yaitu upaya mentransformasikan pengetahuan konsep-konsep multikulturalisme. Kedua, multicultural feeling, yaitu upaya menginternalisasikan nilai-nilai multikultural melalui pemahaman prinsif-prinsif multikulturalisme, terutama prinsif keterbukaan dan moderasi. Ketiga, multicultural action, yaitu upaya karakterisasi sikap mahasiswa dalam bentuk living in harmony, yaitu dapat hidup bersama dalam kerukunan dan kedamaian dengan tetap saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan dengan sikap toleransi. Nilai-nilai multikultural yang diharapkan sebagai upaya pengembangan kesadaran multikultural adalah: pertama, terwujudnya nilai-nilai keanekaragaman, baik keanekaragaman suku, bangsa, dan budaya maupun keanekaragaman agama dan aliran keagamaan. Kedua, terwujudnya nilai perasaudaraan dalam hidup bersama, baik hidup bersama karena seagama dan sebangsa, maupun karena sesama manusia. Ketiga, terwujudnya nilai kedamaian dan keselamatan.
Islam di Perancis (Islamisasi, Perkembangan, dan Eksitensi) Salmah Intan
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengungkapkan perkembangan Islam di Negara Australia dengan objek pembahasan meliputi: (1) proses islamisasi di Prancis, (2) perkembangan Islam di Prancis, (3) problematika dan eksistensi umat Islam di Perancis. Proses Islamisasi di Perancis di perkirakan bermula sejak terjadinya perang salib, yakni sekitar aba ke 11 sampai ke 13 M, kemudian proses Islamisasi tersebut berlanjut pada tahun 1830, yakni ketika imigran muslim berdatangan membawa barang dagangan mereka ke Perancis. Pertama, disebut proses Islamisasi melalui jalur peperangan daan yang kedua di sebut Islamisasi melalui jalur perdagangan. Pada masa-masa berikutnya proses Islamisasi di Perancis melalui jalur dakwah dan perkawinan.Umat Islam terus mengalami perkembangan di Prancis dari tahun ke tahun, terutama melalui jalur dakwah dan pernikahan, maka di perkirakan bahwa untuk tahun-tahun berikutnya, populasi ummat Islam di Perancis mengalami perkembangan yang signifikan secara kuantitatif. Seiring dengan perkembangan Islam di Perancis, ternyata umat Islam di sana dewasa ini, menghadpi problematika yang cukup pelik, terutama adanya pelarangan menggunakan jilbab bagi kaum muslimah. Pelarangan berjilbab di Perancis, ditenggarai sebagai usaha Barat untuk memaksa umat Islam agar melanggar hukum Islam. Walaupun demikian, kelihatan bahwa umat Islam di Perancis dewasa ini tetap eksis dan mampu bertahan hidup melawan situasi dan kondisi yang mengintarinya.
ASSUNA: TRADISI SUKU MAKASSAR (Studi Antropologi Budaya) Nasruddin Nasruddin
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi tradisi assunna, untuk mengetahui proses tradisi Assunna, dan untuk mengetahui dampak Masyarakat mengenai tradisi assunna pada Masyarakat suku Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi tradisi assunna sudah ada sejak sebelum Islam dan berlangsung sampai sekarang. Proses tradisi assunna melalui berbagai tradisi yaitu, pambangungang palang, appassili, ammuntuli, akkorongtigi, akkattere’ dan pesta assunna. Dampak tradisi assunna pada masyarakat suku Makassar yaitu memiliki dampak positif, yaitu nilai sifat gotong royong masih terpelihara dengan baik, hubungan kekerabatan terjaga, dan sifat tolong-menolong juga masih terpelihara dengan baik. Tradisi assunna adalah tradisi masyarakat Makassar yang patut mendapat perhatian baik pemerintah maupun dinas terkait tradisi assunna bisa menjadi destinasi budaya yang bisa memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Tradisi assunna merupakan kearifan lokal masyarakat suku Makassar.   
Ritual Tahunan Masyarakat Hindu Tolotang di Perrinyameng Kelurahan Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang Nasruddin Nasruddin
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ritual tahunan Bugis Tolotang Towani, di Perrinyameng Kabupaten Sidenreng Rappang adalah berkumpulnya masyarakat Bugis Tolotang, melaksanakan salah satu ibadah yang dilasanakan sekali dalam setahun pada bulan Januari selain sebagai amanah yang telah disampaikan untuk mensiarahi leluhur I Pabbere setiap tahunnya, juga sebagai ajang silaturrahmi, karena pada kesempatan seperti inilah orang-orang Bugis Tolotang Towani berkumpul yang berasal dari berbagai daerah, ada yang datang dari luar propinsi Sulawesi Selatan, seperti Kalimantan, Sumatra dan Jakarta datang untuk bersilaturrahmi. Tuhan dalam Masyarakat Bugis Tolotang Towani menyebutnya Dēwata Sēuwaē (Tuhan Yang Maha Esa) dan juga bergelar Patotoe (Yang Menentukan Nasib Manusia). Dēwata Sēuwaē adalah penguasa tertinggi yang melebihi kekuasaan manusia, menciptakan alam dan isinya, dan merupakan tujuan penyembahan terakhir. Eksistensi Tuhan masyarakat Bugis Tolotang  pertama kali diterima oleh seorang yang bernama La Panaungi. Persembahan kepada Dēwata Sēuwaē dilakukan dengan berbagai cara, antara lain adanya yang disebut Molalaleng yang berarti menjalankan kewajiban kepada Dēwata Sēuwaē, yang meliputi: (1) Mappaēnrē Inanrē, mempersembahkan nasi atau makanan lengkap dengan lauk pauk dan disertai dengan daun sirih ke rumah Uwa. (2) Tudang Sipulung, duduk secara mengumpul atau duduk bersama melakukan ritual keagamaan dan memohon keselamatan kepada Dewata Seuwae. (3) Sipulung, berkumpul sekali setahun untuk melaksanakan ritus tertentu di pekuburan nenek moyang. Biasanya dilakukan sesudah panen sawah tadah hujan.  Nilai budaya yang ada pada ritual tahunan ini adalah nilai kejujuran yaitu jujur pada Dewata Seuwae, jujur pada sesama dan jujur pada diri sendiri. nilai sirik na passe (Kehormatan), nilai persatuan dan gotong royong.Ritual tahunan Bugis Tolotang Towani, di Perrinyameng Kabupaten Sidenreng Rappang adalah berkumpulnya masyarakat Bugis Tolotang, melaksanakan salah satu ibadah yang dilasanakan sekali dalam setahun pada bulan Januari selain sebagai amanah yang telah disampaikan untuk mensiarahi leluhur I Pabbere setiap tahunnya, juga sebagai ajang silaturrahmi, karena pada kesempatan seperti inilah orang-orang Bugis Tolotang Towani berkumpul yang berasal dari berbagai daerah, ada yang datang dari luar propinsi Sulawesi Selatan, seperti Kalimantan, Sumatra dan Jakarta datang untuk bersilaturrahmi. Tuhan dalam Masyarakat Bugis Tolotang Towani menyebutnya Dēwata Sēuwaē (Tuhan Yang Maha Esa) dan juga bergelar Patotoe (Yang Menentukan Nasib Manusia). Dēwata Sēuwaē adalah penguasa tertinggi yang melebihi kekuasaan manusia, menciptakan alam dan isinya, dan merupakan tujuan penyembahan terakhir. Eksistensi Tuhan masyarakat Bugis Tolotang  pertama kali diterima oleh seorang yang bernama La Panaungi. Persembahan kepada Dēwata Sēuwaē dilakukan dengan berbagai cara, antara lain adanya yang disebut Molalaleng yang berarti menjalankan kewajiban kepada Dēwata Sēuwaē, yang meliputi: (1) Mappaēnrē Inanrē, mempersembahkan nasi atau makanan lengkap dengan lauk pauk dan disertai dengan daun sirih ke rumah Uwa. (2) Tudang Sipulung, duduk secara mengumpul atau duduk bersama melakukan ritual keagamaan dan memohon keselamatan kepada Dewata Seuwae. (3) Sipulung, berkumpul sekali setahun untuk melaksanakan ritus tertentu di pekuburan nenek moyang. Biasanya dilakukan sesudah panen sawah tadah hujan.  Nilai budaya yang ada pada ritual tahunan ini adalah nilai kejujuran yaitu jujur pada Dewata Seuwae, jujur pada sesama dan jujur pada diri sendiri. nilai sirik na passe (Kehormatan), nilai persatuan dan gotong royong.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA DALAM PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN (STUDI DINAS KETENAGAKERJAAN KOTA MAKASSAR) Muhammad Irvan Hafid
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 21 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was conducted and aims to: 1) To find out the Legal Protection of Workers in a Specific Time Work Agreement Based on Law Number 13 of 2003 concerning Manpower in the Legal Area of the City of Manpower of Makassar City; 2) To find out and analyze what factors are hampering the legal protection of workers in the Certain Time Work Agreement for the Legal Area of the City of Manpower Makassar. This type of research is empirical legal research that is legal research that examines the implementation or implementation of positive legal provisions (legislation) factually in any particular legal event that occurs in society. The legal material used consists of primary legal data and secondary legal data. Legal data collection techniques are collected through literature studies and field studies. Then the techniques to analyze with qualitative analysis techniques by sorting and selecting, classifying, and linking the realities that occur in the field with the problems studied, so as to provide a clear picture of what is happening in the field so that it comes to a conclusion. The results showed that: 1) Legal Protection of Workers in a Specific Time Work Agreement Based on Law Number 13 Year 2003 Regarding Employment in the Legal Area of the City of Makassar Employment Service is still not optimal, it can be seen from the number of cases of layoffs due to temporary employment contract in the contents of the work agreement are not explained about the type of work and the time of work even though the status of the worker / laborer is PKWT; 2) The inhibiting factors in the legal protection of workers in certain time work agreements are the legal areas of the Makassar City employment department that are related to regulations, in addition there are also constraints related to the making / or form of a specific time work agreement (PKWT), finally the constraints supervision.