Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 11 No 2 (2023): August"
:
11 Documents
clear
Sunnah, Ilmu Pengetahuan dan Peradaban (Analisis Terhadap PandanganYusuf al-Qaradawi)
Muhammad Yahya
Jurnal Diskursus Islam Vol 11 No 2 (2023): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v11i2.30688
Sunnah bermakna tradisi Nabi Muhammad saw yang transformasi pesannya telah melewati masa yang panjang. Relevansi antara tradisi Nabi saw dengan tuntutan masyarakat dari masa ke masa semakin kompleks yang oleh Nabi Muhammad saw memerintahkan umatnya untuk mendidik generasi penerus dalam upayah menjawab segala problema sosial yang dihadapi. Untuk mengangkat harkat martabat dan peradaban umat Islam, ajaran pokok Islam, al-Quran dan hadis menempatkan pendidikan sebagai skala prioritas dengan cara memerintahkan dan memoivasi menimba ilmu pengetahuan. Pendidikan dalam Islam sudah jelas arah dan tujuannya, yakni pada memahami bahwa sumber ilmu adalah Allah, sumber dari segala potensi bakat adalah Allah Maha pencifta, dengan tujuan memakmurkan bumi sehingga terwujudlah kehidupan yang berperadaban tinggi di zamannya. Salah satu ulama hadis kontemporer Yusuf al-Qaradawi dalam kitabnya ”al-Sunnah al-Masdaran li al-Ma’rifah wa al-Hadharah, berpandangan bahwa peradaban umat Islam akan maju jika syiar keislaman dibangkitkan dengan menggali ajaran Islam secara original, tanpa dipengaruhi oleh dotrin tertentu. Originalitas dalil memungkinkan untuk melakukan adanya pleksibilitas cara pandang dan dalam pengamalannya. Sehingga oleh al-Qaradawi melihat bahwa Islam adalah agama realita dan aktual, serta fleksibel dalam pengamalan baik kaitannya dengan hablun minallah dan hablun minannas, sehingga dalam kaitan dengan fiqih dapat dielaborasi ke seluruh tuntutan masa dan perubahan. Menurutnya perbedaan pandang para ulama fiqih membuka ruang terjadi perbedaan dalam hal interpretasi dalil, memungkinkan munculnya mazhab baru yang memberikan kemudahan dan jawabahan seiring perkembangan dan kemajuan pendidikan dan peradaban umat Islam. Oleh karena itu Yusuf al-Qaradawi menawarkan fiqih taysir (mempermudah) sebagi solusi memahami hukum Islam. Pemikiran dan pandangan Al-Qaradawi yang moderat, terkenal toleran dan menolak segala bentuk ekstriminitas dan terorisme, Al-Qaradawi adalah seorang penyeru dialog antar-kultur dan agama
The Level Living of Wife's Iddah According to The Judge's Ijtihad Makassar Religious Court Class 1A
Umar P;
Abd. Qadir Gassing HT;
Supardin Supardin
Jurnal Diskursus Islam Vol 11 No 2 (2023): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v11i2.31983
The aims of this study are: 1) to find out the legal basis for ijtihad judges at the Makassar Religious Court Class 1A in determining the level of post-divorce wife iddah. (2) to find out the difference between the level of iddah of a career wife and a non-career wife. 3) to find out the judge's efforts in ensuring the implementation of a decision. This type of research is classified as field research (Descriptive Qualitative Field Research) and uses a formal juridical approach, sociological empirical and sharia approach. The data source of this research is Makassar Religious Court Judge Class 1A. Furthermore, the data collection methods used were literature review, observation, and interviews. Then there are three stages of data management and analysis, namely, data collection, data processing and drawing conclusions from the research results. The results of this study indicate that 1) In the study of determining the amount of iddah of the wife to be given to the wife, the panel of judges used the Qur'an and hadith, as well as SEMA No. 7 of 2012 which was later refined by SEMA No. 3 of 2018 as the legal basis for the criteria for determining the amount of the wife's iddah. 2) As for the problem of a wife who has a career or has a job status, it is very necessary to be made a judge as one of the factors in determining the amount of the iddah living value. 3) And the efforts made by the judge to ensure the implementation of a decision, namely the postponement of the pronouncement of the divorce pledge and the detention of the husband's divorce certificate in the case of a contested divorce. The implications of this research are 1) For judges, presumably they can make the status of the wife as one of the factors to determine a decision and maximize the efforts made so that the decision can be carried out by the husband, especially in cases of divorce and litigation and the imposition of iddah maintenance on the husband for the result of a divorce. 2) For the community, one of the consequences of a divorce is that the husband is obliged to provide iddah to his wife as stated in article 149 of the Presidential Instruction on the Compilation of Islamic Law. 3) For further researchers, if you are interested in conducting similar research, it would be better to use a different research method, as well as conduct research related to other factors that are considered capable of providing other views in terms of determining the level of iddah living.
Efektivitas Hukum Pelaksanaan Hak Atas Pelayanan Kesehatan Jiwa Terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (Suatu Analis Psikologi Hukum)
Islamiya Ramdani Amin;
Amir Ilyas;
Hijrah Adhyanti Mirzana
Jurnal Diskursus Islam Vol 11 No 2 (2023): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v11i2.34157
This study aims to determine and analyze the form of implementation of the rights to mental health care services and the obstacles in the implementation of thefulfillment of the rights to mental health care services for prisoners in Lapas Klas IIA Palu. This research was conducted at the Correctional Institution in Lapas Klas IIA Palu. The techniques of data collection were liberary research and field research. The data were then analyzed descriptively qualitative descriptively. The result of research is (1) The implementation of the fulfillment of the rights to mental health care services for prisoners at Lapas Klas IIA Palu has been carried out with several types of efforts including promotional, preventive, curative and rehabilitation. (2) The implementation of the rights to mental health care services for prisoners has carried out the fulfillment of these rights in the best possible way but has identified factor that affect the factors of facilities or facilities due to the lack of medical personnel who serve the fulfillment of prisoners' health rights, so that justice is realized in the fulfillment of the rights to mental health care services for prisoners at Lapas Klas IIA Palu. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk pelaksanaan pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan jiwa dan kendala dalam pelaksanaan pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan jiwa terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Klas IIA Palu. Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan di lokasi Lapas Klas IIA Palu dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu dengan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, data yang diperoleh kemudian dianalisis kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Bentuk pelaksanaan pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan jiwa warga binaan di Lapas Klas IIA Palu dilaksanakan dengan berbagai jenis upaya, diantaranya yaitu upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi. (2) Dalam pelaksanaan pemenuhan hak tersebut telah berjalan secara optimal namun ditemui faktor kendala dalam optimalnya pelaksanaan pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan jiwa bagi warga binaan di Lapas Klas IIA Palu yaitu faktor sarana atau fasilitas karena kurangnya tenaga medis yang melayani pemenuhan hak kesehatan warga binaan sehingga terwujud keadilan dalam pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan jiwa bagi warga binaan pemasyarakatan yang ideal di Lapas Klas IIA Palu.
Penerapan Hukum Tindak Pidana Pencabulan Sesama Jenis Terhadap Anak Dibawah Umur (Studi Kasus Putusan Nomor : 1020/Pid.B/2017/PN.Mks)
Ibrahim, Dewi Ratnawulansari;
Muhadar, Muhadar;
Asis, Abd.
Jurnal Diskursus Islam Vol 11 No 2 (2023): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v11i2.34159
This research was written to find out and analyze the application of the criminal law of same-sex obscenity to minors as stipulated in the Indonesian Criminal Code and the Law on Child Protection as well as arrangements for same-sex obscenity crimes against minors in Indonesian criminal law and what are the legal considerations by the panel of judges in imposing criminal sanctions in Decision Number 1020/Pid.B/2017/PN.Mks The type of research used is a type of normative research supported by empirical data. This research was conducted at the Makassar District Court. The legal data used were primary legal data, namely data obtained directly from interviews and secondary legal data, namely data through literature studies such as literature, books, journals, and legislation. The legal data is then analyzed qualitatively and presented descriptively. The results of the research that have been used show the conclusion that, (1) The application of the law to cases of similar obscenity crimes, namely against perpetrators, must be maximized again by providing sanctions commensurate with the wrongdoing committed by the perpetrator or in other words, the perpetrators are held accountable for their actions, so that the judge's decision can deter the perpetrators from suppressing the crime. (2) The judge's considerations in imposing a criminal decision in imposing an article against a defendant are not quite right. The public prosecutor should have used Article 82 paragraph (4) of Law No. 17 of 2016. This is in accordance with the testimony of the witness who said that the child victim was not just one person but two children. to make the accused truly deterred and to provide education indirectly to the public so they don't commit similar acts. Abstrak: Penelitian ini ditulis untuk mengetahui dan menganalisis penerapan hukum pidana pencabulan sesama jenis terhadap anak dibawah umur sebagaimana di atur di Kitab Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang perlindungan anak serta pengaturan tindak pidana pencabulan sesama jenis terhadap anak dibawah umur dalam hukum pidana Indonesia dan bagaimanakah pertimbangan hukum oleh hakim majelis dalam menjatuhkan sanksi pidana dalam Putusan Nomor 1020/Pid.B/2017/PN.Mks Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian normatif yang didukung dengan data empiris. Penelitian ini dilaksanakan di Pengadilan Negeri Makassar data hukum yang digunakan adalah data hukum primer yaitu data yang diperoleh langsung dari wawancara dan data hukum sekunder yaitu data melalui studi kepustakaan seperti literatur, buku, jurnal, dan perundang-undangan. Data hukum tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara dekskirptif. Hasil penelitian yang telah digunakan diperoleh kesimpulan bahwa, (1) Penerapan hukum terhadap kasus kejahatan pencabulan sejenis yakni terhadap pelaku harus dimaksimalkan kembali dengan memberikan sanksi hukuman yang setimpal dengan perbuatan kesalahan yang dilakukan oleh sipelaku atau dengan kata lain para pelaku diminta pertanggung jawaban atas perbuatannya, sehingga dengan putusan hakim dapat membuat para pelaku menjadi jera untuk menekan timbulnya kejahatan itu. (2) Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pidana dalam menjatuhkan pasal terhadap terdakwa kurang tepat. Seharusnya Penuntut umum memakai pasal 82 ayat (4) Undang-Undang No.17 tahun 2016. Hal ini sesuai dengan keterangan saksi yang mengatakan bahwa korban anak bukan hanya satu orang melainkan dua orang anak. untuk membuat terdakwa benar-benar jera serta untuk memberikan pendidikan secara tidak langsung kepada masyarakat agar tidak melakukan perbuatan serupa.
Tinjauan Kriminologis terhadap Tindak Pidana Kekerasan oleh Anak dalam Bentuk Perundungan (Bullying)
Andi Muhammad Agung Mulyana;
M. Syukri Akub;
Hijrah Adhyanti Mirzana
Jurnal Diskursus Islam Vol 11 No 2 (2023): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v11i2.34160
This study aims to analyze the causes and efforts to prevent and overcome the occurrence of criminal acts of abuse by children against children. This research was conducted to collect data by distributing questionnaires containing questions related to the research concept targeting school-age children as respondents. The data collection technique is by library research and field research, the data obtained is then analyzed qualitatively and described descriptively. The results of the research show that, (1) Children tend to learn easily by applying what they see. Including bullying behavior. A child who does bullying tends to have witnessed and even felt himself being a victim of bullying which made him imitate that behavior. (2) Efforts to overcome bullying can use penal policies (criminal law) and non-penal policies (outside of criminal law). Prevention efforts can be made by teaching the consequences of bullying to children and children's rights when bullying occurs to them, as well as efforts to provide awareness to children as perpetrators of bullying by instilling in children's minds that bullying is a disgraceful act and is hated by everyone. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan upaya pencegahan serta penanggulangan terjadinya tindak pidana penganiayaan oleh anak terhadap anak. Penelitian ini dilakukan pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuisioner berisi pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan konsep penelitian yang menargetkan responden anak usia sekolah. Teknik pengumpulan data yaitu dengan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, data yang diperoleh kemudian dianalisis kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Anak cenderung mempelajari dengan mudah mengaplikasikan apa yang dilihatnya. Termasuk dengan perilaku perundungan. Seorang anak akan yang melakukan perundungan cenderung pernah menyaksikan bahkan merasakan sendiri menjadi korban perundungan yang membuatnya menirukan perilaku tersebut. (2) Upaya penanggulangan perundungan dapat menggunakan kebijakan penal (hukum pidana) dan kebijakan non penal (di luar hukum pidana). Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan cara mengajarkan akibat dari perundungan kepada anak dan hak-hak anak ketika perundungan terjadi pada dirinya, serta upaya memberikan kesadaran kepada anak sebagai pelaku perundungan dengan cara menanamkan kepada pemikiran anak bahwa perundungan merupakan perbuatan tercela dan dibenci oleh semua orang.
Pengumpulan Alat Bukti Tindak Pidana Pencucian Uang dari Hasil Korupsi (Studi Kasus Polda Sulawesi Selatan)
Rungngu, Paul Lole Landoroy Palimbong;
Mirzana, Hijrah Adhyanti;
Muin, Audyna Mayasari
Jurnal Diskursus Islam Vol 11 No 2 (2023): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v11i2.34163
This study aims to analyze the process of proving money laundering that originates from corruption cases, which focuses on investigative actions in terms of efforts and obstacles faced by investigators by using data collection techniques, namely library research and field research, the data obtained is then analyzed qualitatively and described descriptively. The results of the study show that, (1) Investigators Find Allegations of Money Laundering Crimes, Receive Reports of Money Laundering Crimes from the Public, Carry out Investigations, Carry out Investigations, Submission of Case Files to Public Prosecutors (2) Obstacles faced by Investigators in handling cases include legal and statutory problems, overlapping authorities to investigate money laundering crimes, difficulties in finding evidence and problems with law enforcement/or investigator factors. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuktian tindak pidana pencucian uang yang bersumber dari kasus korupsi, yang terfokus pada tindakan penyidikan dalam hal upaya serta kendala yang dihadapi penyidik dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu dengan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, data yang diperoleh kemudian dianalisis kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Penyidik Menemukan Adanya Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang, menerima Laporan Tindak Pidana Pencucian Uang dari Masyarakat, Melaksanakan Penyelidikan, Melaksanakan Penyidikan, Penyerahan Berkas Perkara Kepada Jaksa Penuntut Umum (2) Hambatan yang dihadapi Penyidik dalam penanganan kasus meliputi masalah hukum dan Undang–Undang, tumpang tindihnya kewenangan penyidikan tindak pidana pencucian uang, Kesulitan dalam menemukan barang bukti serta masalah faktor penegak hukum / atau penyidik.
Memahami Metodologi Imam Al-Naisābūrī dalam Kitab Tafsirnya
Muhammad Irham;
Muhammad Sadik Sabry;
Mirsan Mirsan
Jurnal Diskursus Islam Vol 11 No 2 (2023): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v11i2.36426
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi Imam al-Naisābūrī, metodologi Tafsīr al-Naisābūrī, dan kecenderungan penafsiran Imam al-Naisābūrī. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini, berfungsi menelusuri, menggambarkan, dan menguraikan metodologi yang digunakan oleh al-Naisa>bu>ri> dalam kitab tafsirnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan multidisipliner dengan pendekatan tafsiri, filosofis, historis, dan sosiologis. Hasil dari penelitian ini adalah biografi Imam al-Naisābūrī adalah seorang ulama tafsir yang bernama lengkap Niza>m al-Di>n, al-H{asan Ibn Muh}ammad Ibn al-H{usain al-Khura>sa>ni> al-Naisa>bu>ri>, yang dikenal dengan sebutan Niza>m al- a'raj (Si Pincang Metodologi Tafsīr al-Naisābūrī terbagi dua yaitu metode tafsir dalam bentuk tafsir taḥlīlī dan pendekatannya adalah tafsir bi al-ra’y. Kecenderungan Penafsiran Imam al-Naisābūrī adalah tafsir isyārī. Penelitian ini dapat dijadikan referensi tambahan dan cara pandangan baru mengkaji metodologi tafsir
Strategi Generik Porter Berbasis Maslahah dalam Mewujudkan Kesejahteraan Usaha
Rasit, Yuli Irawan;
Misbahuddin, Misbahuddin;
Syahruddin, Syahruddin;
La Parasit, La Parasit
Jurnal Diskursus Islam Vol 11 No 2 (2023): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v11i2.41325
Konsep Strategi Generik berbasis maslahah yang digunakan sebagai strategi usaha dalam bisnis sebagai salah satu strategi yang digunakan dalam meningkatkan usaha sehingga dapat mensejahterakan ekonomi masyarakat terkhusus pada para pemilik usaha yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Syariat Islam hadir mengangkat nilai-nilai Islami menjadi problem solving antara nilai egoisme dan alturisme sekaligus spiritualisme, karena syariat Islam hakikatnya adalah untuk mewujudkan kemaslahatan. Adapun tujuan penelitian yaitu: (1) Bagaimana Strategi Generik Berbasis Maslahah pada Usaha Kuliner Warunk Bakso Mas Cingkrank Makassar; (2) Bagaimana Strategi Generik Berbasis Maslahah dalam Mewujudkan Kesejahteraan Pemilik Usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Warunk Bakso Mas Cingkrank menggunakan strategi diferensiasi yaitu mengutamakan kualitas produk tayib dan halal dan menerapkan kultur Islami secara keseluruhan pada aspek bisnisnya. Adapun kesejahteraan yang diperoleh oleh pemilik usaha yaitu kesejahteraan dari segi ekonomi berupa peningkatan laba, pengembangan usaha, pemenuhan kebutan; kesejahteraan social berupa terciptanya rasa aman dan tentram serta relasi bisnis yang saling menguntungkan; kesejahteraan spiritual berupa ketenangan jiwa serta memperoleh keberkahan dalam usaha. Implikasi dari temuan penelitian ini yaitu Strategi Generik Warunk Bakso Mas Cingkrank telah sesuai dengan prinsip kemaslahatan yaitu usaha yang berkultur Islami dan produk yang diproduksi secara tayib dan halal, namun akan lebih baik lagi jika terus mengoptimalkan strategi lainnya bukan hanya pada segi diferensiasi melainkan dapat mengupayakan untuk pencapaian cost leadership agar seluruh konsumen pun dapat merasakan kemaslahatan berupa harga produk yang murah.
Kecerdasan Sosial dalam Al-Qur’an (Kajian Tematik terhadap Term تعاون )
Mh. Afdal Hamid;
M. Galib M;
Muhsin Mahfudz
Jurnal Diskursus Islam Vol 11 No 2 (2023): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v11i2.41326
Kecerdasan sosial perspektif Al-Quran bukan hanya menjelaskan tentang bagaimana kemampuan manusia berhubungan dengan manusia lainnya (Hablum minannas), tetapi lebih fundamental lagi bahwa dari berhubungan baik dengan orang lain bertujuan untuk mencari ridho Allah swt (Hablum minallah). Penulis melakukan klasifikasi ayat berdasarkan urutan urutan turunnya ayat, maka hasilnya term تعاون terkadang di maksudkan sebagai sarana untuk memelihara sifat kemanusiaan antar sesama dengan tujuan untuk mencari ridho Allah swt, Olehnya itu dengan adanya penelitian ini maka akan memberikan tambahan referensi dalam hal kajian tafsir dan psikologi, adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode tematik dengan deskriptif kualitatif, melalui studi kepustakaan (library reserch), dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan tafsir dan psikologi, dengan demikian dan hasilnya dapat disimpulkan bahwa Kecerdasan sosial dengan tolong menolong menurut Al-Quran adalah kemampuan seseorang dalam berhubungan baik dengan orang lain dengan tujuan mencari ridho Allah, dalam berhubungan baik dengan seseorang, Al-Qur’an mengisyaratkan untuk senantiasa saling memberi, meringankan beban, bantu membantu dalam hal ini disebut dalam Al-Qur’an dengan term تعاون artinya “tolong menolong”. Wujud kecerdasan sosial tolong menolong menurut Al-Qur’an mengandung dalam dua dimensi yaitu dimensi sosial dan dimensi religious. ta’awun sangat penting dalam persoalan kehidupan manusia bahkan dalam Al-Qur’an mengancam orang-orang yang enggan untuk menolong dengan kedudukan celaka, sebagaimana dalam (QS. Al-Maun:1-7), selain itu setiap mukmin itu bersaudara karena iman, sehingga kewajiban saudara adalah tolong menolong, saling membantu, dalam interaksi sosial di masyarakat. dengan tolong menolong menumbuhkan kecerdasan sosial yang tinggi, sehingga tercipta kesatuan dan persatuan dan pada akhirnya akan berbudaya pada setiap lapisan masyarakat
Internalisasi Nilai Siri’ Na Pacce dalam Transaksi Jual Beli pada Pedagang sebagai Formulasi Nilai Tambah Syariah untuk Mewujudkan Kesejahteraan pada Pedagang di Pasar Tradisional Gowa
Ristiyanti Ahmadul Marunta;
M. Wahyuddin Abdullah;
Amiruddin K
Jurnal Diskursus Islam Vol 11 No 2 (2023): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jdi.v11i2.41457
Penelitian ini bertujuan untuk menginternalisasikan nilai-nilai siri’ na pacce dalam transaksi jual beli yang secara sadar atau tidak sadar telah tertanam dalam aktivitas bisnis masyarakat Bugis Makassar. Oleh karena itu penelitian ini dianggap penting untuk mengembangkan konsep nilai tambah syariah dengan kearifan lokal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu metode yang akan menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau lisan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan paradigma interpretif untuk mengungkap dan memaknai internalisasi nilai siri’ na pacce dalam transaksi jual beli sebagai formulasi nilai tambah syariah untuk mewujudkan kesejahteraan (studi pada pedagang di Pasar Tradisional Gowa). Temuan dalam penelitian ini adalah secara filosofis kearifan lokal Bugis Makassar tercermin dalam wujud transaksi jual beli. Adanya nilai tambah ekonomi yang memiliki formulasi nilai material dan bentuk nilai tambahnya adalah uang. Nilai tambah mental yang memiliki formulasi nilai kejujuran, nilai keridhaan (suka sama suka), nilai keadilan, nilai kepercayaan dan bentuk nilai tambahnya adalah rasa altuiristik, senang dan persaudaraan. Kemudian nilai tambah spiritual yang memiliki formulasi nilai untuk tidak mendurhakai Allah dan bentuk nilai tambahnya adalah rasa ikhlas dan rasa kehadiran Tuhan. Formulasi nilai tambah syariah ini menjadi dasar dalam perwujudan nilai falāh. Implikasi pada peneltian ini adalah adanya perwujudan kesadaran bagi para pedagang Bugis Makassar untuk selalu memelihara nilai kearifan lokal siri’ na pacce dalam menjalankan segala tindakannya sehingga dapat mencapai tujuan kesejahteraan hidup didunia maupun diakhirat (falāh).