cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AL-Fikr
ISSN : 14112140     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Al-Fikr diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar. Al-Fikr diterbitkan pertama kali bulan juni 1996 dengan nama jurnal al Fikr : World Journal for Islamic Studies kemudian berubah pada tahun 2002 dengan nama al-Fikr : Jurnal Pendidikan Islam. Al-Fikr adalah jurnal terakreditasi nasional melalui Surat Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendiknas RI. Nomor 51/DIKTI/Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 23 No 1 (2021)" : 10 Documents clear
KETAATAN ISTRI TERHADAP SUAMI PERSPEKTIF NABI SAW. (SUATU KAJIAN TAHLILI) Marhani Malik; Andi Alda Khairul Ummah
AL-Fikr Vol 23 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada Ketaatan isteri terhadap suami dengan menganalisis suatu Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. tentang jikalau boleh Nabi saw memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya Nabi memerintahkan untuk bersujud kepada suaminya. Sering terjadi pada zaman sekarang ini baik suami maupun istri mereka seringkali melupakan kewajiban dan menuntut haknya masing-masing. Padahal banyak hadis Rasulullah saw yang menjelaskan atau yang bercerita tentang harusnya seorang istri untuk taat kepada seorang suami, salah satunya adalah sujud kepada suami. Penulis menggunakan metode tahlili untuk menjelaskan makna kosa kata dan penjelasan hadis tersebut. Hasil kajian dari hadis tersebut, adalah bahwa seorang istri wajib taat dan patuh kepada suami selama hal itu tidak bertentangan dengan ajaran islam.
Peran Pengkaji Hadis dalam Menjaga Eksistensi Sunnah Radhie Munadi
AL-Fikr Vol 23 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of Hadith, if parsed, includes many things, from the authenticity of which many orientalists have been challenged, to expanding to transmission (isnad), the history of changing the verbal tradition in codification into hadith texts, to problem understanding and meaning. This problem occupies an important position as well as substantively giving spirit, reevaluation and reinterpretation of various understandings and interpretations of hadith, including differences in the practice of a hadith. So the role of hadith reviewers is needed so that from maintaining the integrity of the hadith to the level of practice, the hadith or sunnah is maintained. So this research tries to provide scientific treasures in an effort to maintain the existence of the sunnah.   
PENGARUH PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP SIKAP KEPEDULIAN SOSIAL Guruh Ryan Aulia
AL-Fikr Vol 23 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The National Education of Indonesia has many kind of problems such as the lack of country affection attitude and social concern attitude of the students. This research aims to analyze the effect of civic’s education learning result on social concern attitude toward the 12th grade students of SMA N 4 Medan year 2017 – 2018. This research used quantitative method with the model of double variable relation. The research populations were the all students of 12th grade in SMA N 4 Medan. The samples used in this research consisted of 34 respondents and they were defined based on simple random sampling technique. Based on the research result, it shows that the social concern attitude of 12th grade students in SMA N 4 Medan are in the excellent category for 41, 17 %, good category for 17, 06 % and fair category for 11, 77 %. The effect of civic education learning result on the social concern attitude towards the 12th grade students in SMA N 4 Medan showed the significant effect result. From the calculation, the obtained result was 14,562 of t count value which was bigger than t table, 2,037. It can be concluded that the country affection attitude can be obtained through cognitive aspect, affective aspect, and psychomotor aspect. Moreover, it is also needed to pay full attention to the indirect aspect, for example social media, mass media and electronic media so the shaped positive attitude will not change into negative attitude.  
SAHIFAH; EMBRIO PEMBUKUAN HADIS Muhammad Ali Ngampo
AL-Fikr Vol 23 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk awal hasil dari kodifikasi tersebut adalah S}ah}i>fah, kemudian s}ah}i>fah–s}ah}i>fah tersebut dibukukan ke dalam kitab–kitab hadis, yang hingga sekarang digunakan para ulama untuk menetapkan atau mengambil sebagai hujjah kedua setelah Al Quran. Maka penting untuk meneliti tentang keadaan shahifa ini. Penelitian menemukan bahwa para sahabat dan tabiin menjadi satu-satunya agen, yang dengan perantaraan mereka pengetahuan andal mengenai diri nabi saw. (sunnah) dan al-Qur’an dapat ditransmisikan. Artinya, tanpa peran aktif mereka dalam proses perekaman dan penyebaran hadis -salah satunya dengan membuat sahifah-, maka sangat boleh jadi seluruh jejak sunnah akan hilang, tanpa dikenali oleh generasi sesudahnya. Sahifah yang di tulis pada masa Nabi sangat berpengaruh terhadap munculnya berbagai macam kitab hadis, kemunculan kitab hadis memudahkan para peneliti hadis karena kitab-kitab tersebut telah disusun berdasarkan tema-tema tertentu sedangkan shahifah yang dulu ditulis oleh para sahabat masih dalam bentuk catatan prbadi dan belum dikelompokkan berdasarkan tema.
HAK-HAK BURUH DALAM PERSPEKTIF HADIS NABI SAW. Tasmin Tangngareng
AL-Fikr Vol 23 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel  ini, mengkaji tentang hak-hak buruh dalam perspektif  hadis nabi saw. Hadis yang berkaitan dengan hak buruh, sering digunakan sebagai dasar ataupun dalil dalam permasalahan pengupahan dan perlindungan buruh, oleh karena itu, peneliti memandang perlu untuk meneliti hadis yang berkaitan dengan hal tersebut dari sudut kualitas dan analisis pemahaman hadis nabi.Penelitian ini adalah penelitian hadis bersifat penelitian library research  dengan menggunakan metode  maudu’i .Selanjutnya menganalisis hadis-hadis yang kualitasnya sahih, baik dari segi sanad maupun matan,sehngga dapat dijadikan sebagai hujjah dalam beragama, dengan melalui pendekatan historis, sosiologis dan teologis normatif. Hasil kajian yang diperoleh dari penelitian ini adalah ditemukan tiga hadis terkait tentang hak-hak buruh, yaitu hadis tentang perlindungan buruh dengan kualitas hadis sahih, hadis tentang menyegerakan pembayaran upah buruh dengan kualitas hadis hasan lighairi dan hadis tentang membayar upah buruh dengan kualitas shahih lighairi. Pada hadis hak perlindungan buruh terkandung didalamnya tiga nilai sebagai konsep dasar hak buruh yaitu nilai-nilai persaudaraan, persamaan, kemanusiaan. Sedangkan pada hadis tentang membayar upah buruh harus adil dan dapat diterima kedua belah pihak antara majikan atau pemodal dan buruh. Implikasi dari penelitian ini diharapkan masyarakat dapat lebih mengetahui tentang larangan maupun perintah nabi Muhammad saw, dengan tujuan untuk memberikan hak yang selayaknya atau melindungi buruh dari kezaliman majikan atau pemodal
REKONSTRUKSI PEMAHAMAN “PEREMPUAN DICIPTAKAN DARI TULANG RUSUK “(Analis pendekatan intertekstual) Fadhlina Arief Wangsa; Muadilah Hs. Bunganegara
AL-Fikr Vol 23 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan merupakan salahsatu makhluk mulia yang diciptakan oleh Allah swt. yang hak dan kewajiban disetarakan dengan laki-laki dihadapan penciptanya. Akan tetapi, sejak zaman pra Islam perempuan seringkali dianggap rendah dan lemah, terkadang ketika terlahir bayi perempuan maka akan dikubur hidup-hidup karena dianggap sebagai aib keluarga, dan hal demikian berubah ketika datangnya ajaran Islam. Penciptaan perempuan telah disebutkan didalam sebuah hadis bahwa “perempuan itu tercipta dari tulang rusuk”. Hal demikian memberikan pengaruh kepada perempuan yang terkadang diperlakukan seenaknya oleh lelaki, karena merasa laki-laki lebih unggul daripada perempuan. Akan tetapi, pada zaman dahulu sampai sekarang, manusia keliru memaknai hadis tersebut.  Sehingga, sangat perlu mendeskripsikan makna hadis “perempuan diciptakan dari tulang rusuk”, agar perempuan-perempuan memiliki derajat yang sama dengan lelaki, yaitu dapat menjalankan hak dan kodratnya dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui analisis pendekatan intertekstual, yaitu mengumpulkan informasi dari beberapa literature yang relevan agar dapat dibuktikan keakuratan suatu penelitian, dan tidak terjadi pemahaman yang keliru terhadap pemahaman hadis. Dengan demikian, ditengah banyaknya manusia yang keliru terhadap pemaknaan hadis tersebut dan banyaknya kaum perempuan yang dianggap rendah, penelitian ini hadir sebagai upaya merekonstruksi pemahaman yang terkandung dari hadis “perempuan tercipta dari tulang rusuk”. Makna hadis tersebut ialah sifat wanita yang seperti tulang rusuk, yaitu lemah lembut. Sehingga dengan mengetahui makna hadis tersebut, tidak ada lagi perlakuan seenaknya kepada perempuan, sehingga laki-laki pun lebih menghargai sekaligus menghormati wanita melalui rahmat  ajaran Islam yang senantiasa disebarkan, salahsatunya penerapan keadilan antara laki-laki dan perempuan sesuai hak dan kodratnya.
SYIAH SUNNIٍ; SEBERAPA BESAR PELUANG AT TAQARUB DIANTARA KEDUANYA Rusmin Abdul Rauf
AL-Fikr Vol 23 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara garis besar umat Islam terbagi ke dalam dua golongan besar, yaitu Syiah dan Sunni. Perbedaan Syiah dan Sunni telah tejadi sejak abad-abad pertama peradaban Islam. Maka muncullah ide At Taqarub baena Syiah wa Sunni. Berbagai usaha telah dilakukan untuk merealisasinya. Oleh karena itu, artikel ini mengkaji tentang bagaimana peluang terwujudnya At Taqarub antar syiah dan Sunni. Kajian ini menggunakan kajian Pustaka, dengan meneliti karya-karya tulis dari kedua aliran untuk mencari kemungkinan terjadinya At Taqarub. Penulis menemukan bahwa perbedaan antara syiah dan sunni sangat besar bahkan sudah sampai kepada masalah-masalah ushuli. Karena itu, At Taqarub antara keduanya tidak bisa terjadi tanpa ada konpromi terhadap masalah aqidah.
Solusi Islam Terhadap Kasus - Kasus Rasisme Kaslam Kaslam; Kurnia Sulistiani
AL-Fikr Vol 23 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus-kasus rasisme yang pernah terjadi di Indonesia mayoritas disebabkan oleh perbedaan suku, etnis dan agama. Penyebab awal hanyalah permasalahan sepele antar individu yang kemudian melebar hingga menjadi sebuah kerusuhan massal. Islam sebagai agama yang universal tentunya memiliki solusi mengatasi permasalahan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak dalil-dalil Al Qur’an dan Hadits yang dapat menjadi rujukan untuk mencegah dan mengatasi kasus-kasus rasisme. Solusi islam dalam mengatasi kasus rasisme antara lain: larangan mengolok-olok suatu kaum;menanamkan konsep tauhid dalam diri kaitannya dengan habluminallah dan hablumninnas; menerapkan konsep satu keluarga dalam bingkai bernegara; menganggap perbedaan sebagai tanda kebesaran Allah Swt., yang harus dijaga; menanamkan dalam diri bahwa setiap manusia terlahir dalam keadaan mulia; dan islam datang sebagai rahmatan lil alamin yang mengayomi semua etnis dan suku. Dengan adanya solusi islam ini, diharapkan terjalin persaudaran yang kuat menuju negeri yang dicita-citakan yaitu baldatun, thayyibatun wa rabbun ghafur, sebuah negeri yang selaras antara alam dan kebaikan perilaku penduduknya.
KEPEDULIAN SOSIAL DALAM PERSPEKTIF HADIS Mukhlis bin Mukhtar
AL-Fikr Vol 23 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepedulian sosial merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam yang diajarkan Nabi saw. kepada umatnya yang tertulis dalam berbagai kitab hadis.  Dari hadis-hadis Nabi tersebut dapat dipahami bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab.  Tanggung jawab yang diemban oleh setiap individu, mendorong lahirnya kepedulian dalam ruang lingkup yang luas, di antaranya sebagai berikut: Dalam ruang lingkup keluarga, Nabi saw. menuntun orang tua (ayah dan ibu) untuk peduli terhadap pembinaan dan pendidikan anaknya, begitu pula sebaliknya anak dituntun untuk peduli terhadap pembinaan dan pendidikan yang diberikan kepadanya. Dalam ruang lingkup tetangga, Nabi saw. berpesan untuk menumbuhkan kebiasaan berbagi dengan tetangga.  Kebiasaan berbagi akan melahirkan sikap saling kenal-mengenal, menjalin keakraban, tolong-menolong, bantu membantu dan juga memudahkan untuk medeteksi jika tetangga dalam kesusahan dan kesedihan.  Dengan demikian akan terbentuk ruang lingkup kepedulian sosial yang senantiasa menjunjung tinggi ukhuwah (persaudaraan) yang utuh tanpa ada sekat suku, bangsa dan agama.
HAK DAN KEWENANGAN ISTRI DALAM PROSES TALAK PERSPEKTIF MASLAHAT DAN KEADILAN Zulkarnain Abdurrahman
AL-Fikr Vol 23 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mewujudkan maslahat dan menegakkan keadilan merupakan tujuan legislasi hukum Islam pada semua aturannya termasuk talak. Dalam fikih mazhab aturan tentang penjatuhan talak terkesan sangat longgar. Penjatuhan talak tidak terikat dengan kondisi dan tempat karena hak talak sepenuhnya di tangan suami, sehingga dia dapat menggunakan wewenang tersebut kapan saja, dimana saja dengan cara apa saja tanpa memerlukan saksi atau alasan apalagi persetujuan istri. Dominasi suami terhadap istri dalam talak sangat kuat dan istri menjadi pihak yang lemah. Padahal ketika menikah, keduanya memiliki kedudukan yang seimbang sebagai dua pihak yang persetujuannya sangat menentukan untuk keabsahan sebuah akad pernikahan. Pemerintah melalui peraturan perundang-undangan sebenarnya telah menempatkan suami istri dalam posisi yang setara dalam proses perceraian, namun peraturan tersebut belum dapat diterima sebagian masyarakat karena belum didukung oleh dalil-dalil yang memadai. Penelitian ini berupaya merumuskan bagaimana hak dan kewenangan istri dalam proses talak perspektif maslahat dan keadilan melalui dalil-dalil talak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami istri mempunyai hak dan kewenangan yang setara dalam proses talak. Keputusan talak harus merupakan keputusan bersama suami istri karena talak tidak ubahnya seperti akad yang dalam keabsahannya membutuhkan persetujuan kedua pihak yang terlibat yakni antara suami dan istri. Selain didukung oleh dalil-dalil Al-Quran dan hadis, penetapan syarat persetujuan (kesepakatan) tersebut juga sejalan dengan prinsip-prinsip talak dan maqāṣid syarī’ah (tujuan hukum) dari pensyariatan talak.

Page 1 of 1 | Total Record : 10