cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpptp06@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1410959x     EISSN : 25280791     DOI : -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. Jurnal diterbitkan secara periodik tiga kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020" : 11 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Sri Endah Nurzannah; Moral Abadi Girsang; Khadijah El Ramija
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n1.2020.p11-25

Abstract

Factors Influencing Production of Wetland Paddy (Oryza sativa L.) in Serdang Bedagai District. Sedang Bedagai Regency is one of rice producing areas in North Sumatra with the production is increasing from year to year. Production of wetland paddy is determined by total paddy area, harvested area, plant pest, and other production factors. The purpose of this research was to find influence of total paddy area, harvested area, and pest attacked area to rice production in Serdang Bedagai District, North Sumatera.The data used was the data series of rice production in the period of 2007-2017 (11 years). Multiple linear regression analysis was employed to analyze those data. The results showed that rice production in the study area was influenced by total paddy area, harvested area, pest attacked area as shown by the value of F-count > F-table. Furthermore, t-test showed that  only harvested area variable had a positive correlation on the rice production while land area and pest attacked area shown negative correlation.Keywords: wetland paddy, production, Serdang Bedagai  ABSTRAK Kabupaten Serdang Bedagai menjadi salah satu daerah penghasil beras di Provinsi Sumatera Utara dengan produksi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Produktivitas padi sangat ditentukan oleh penggunaan faktor-faktor produksi seperti luas lahan, luas panen, organisme pengganggu tanaman (OPT), dan faktor produksi lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh luas lahan, luas panen, dan luas serangan OPT terhadap produksi padi sawah di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data deret waktu (time series) dari tahun 2007-2017 (11 tahun). Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi beras di Kabupaten Serdang Bedagai dipengaruhi oleh total luas padi, luas panen, dan luas serangan OPT yang ditunjukkan oleh nilai F-hitung> F-tabel. Uji-t menunjukkan bahwa hanya variabel luas panen yang memiliki korelasi positif terhadap produksi beras, sedangkan luas lahan dan daerah yang terserang OPT menunjukkan korelasi negatif.Kata kunci: padi sawah, produksi, Serdang Bedagai
KERAGAAN VARIETAS PADI MUSIM TANAM II MELALUI INOVASI TEKNOLOGI PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA Edi Tando; Muh Asaad
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n1.2020.p93-106

Abstract

Performance of Rice Varieties in the Second Plant Season Through Technological Innovation on Rainfed Lands in South Konawe District Southeast Sulawesi Province.  Ministry of Agriculture has targeted food self-sufficiency since 2015. Rainfed lowland rice fields are land which in a year is planted with at least one paddy with irrigation depending on rainfall. One effort to increase rice production in rainfed lowland rice fields is through the introduction of new high yielding varieties (HYVs) produced by the Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD). The research objective was to assess the performance of rice crop varieties in the second planting season (June - October) conducted by Assessment Institute for Agricultural Technology on rainfed lowland in South Konawe District, Southeast Sulawesi Province. The assessment used four rice varieties as treatments which were Inpari 6, Inpari 15, Inpari 30 and Ciherang and six replications. The results showed that the Inpari 6 and Inpari 30 HYVs demonstrated the best plant growth while Inpari 6 performanced the highest dry grain production which was 5.72 t/ha. Inpari 6 and Inpari 30 were potential HYVs of rice developed on rainfed lowland in South Konawe District. HYVs which had been tested on rainfed lowland in study site had an early maturity, high productivity as well a sresistant to plant hopper pests and leaf blight. The profit of farming by implementing Inpari 6 was 11,432,525 IDR with R/C of 2.11 asfor Inpari 30 VUB was 10,570,825 IDR with R/C of 1.33.Keywords: rice, new high yielding varieties, rainfed land, performance  ABSTRAKKementerian Pertanian telah menargetkan swasa sembada pangan sejak tahun 2015. Lahan sawah tadah hujan adalah lahan yang dalam setahunnya minimal ditanami satu kali padi sawah dengan pengairannya bergantung pada curah hujan. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi pada lahan sawah tadah hujan yaitu melalui introduksi varietas unggul baru (VUB) yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Tujuan penelitian yaitu mengkaji keragaan varietas tanaman padi pada musim tanam II (Juni – Oktober) melalui inovasi teknologi pertanian pada lahan sawah tadah hujan di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengkajian menggunakan 4 (empat) perlakuan varietas padi yaitu Inpari 6, Inpari 15, Inpari 30 dan Ciherang. Rancangan Penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebanyak 4 (empat) perlakuan dengan 6 (enam) ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VUB Inpari 6 dan Inpari 30 memberikan pertumbuhan tanaman terbaik sedangkan VUB Inpari 6 memberikan produksi gabah kering panen tertinggi yaitu 5,72 t/ha pada lahan sawah tadah hujan di Kabupaten Konawe Selatan. VUB Inpari 6 dan Inpari 30 merupakan VUB padi yang potensial dikembangkan pada lahan sawah tadah hujan di Kabupaten Konawe Selatan. VUB yang telah diujikan pada lahan sawah tadah hujan di lokasi kajian memiliki umur genjah, produktivitas tinggi, tahan terhadap hama wereng batang dan penyakit hawar daun. Keuntungan usahatani dengan menggunakan Inpari 6 sebesar Rp. 11.432.525 dengan R/C 2,11 sedangkan Inpari 30 sebesar Rp. 10.570.825 dengan R/C 2,33.Kata kunci: padi, varietas unggul baru, lahan sawah tadah hujan, keragaan
PENGARUH DUKUNGAN LEMBAGA DAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PENYULUH PERTANIAN DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU Lutfi Humaidi; Aida Vitayala S Hubeis; E Oos M Anwas
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n1.2020.p27-51

Abstract

Extension agents can make social media learning media without having to rely on conventional media and the support of relevant institutions. The purpose of this research was analyze the effect of institutional support and social media utilization on increasing the competency of agricultural extension agents. The unit of research analysis is agricultural extension agents. The research was determined by the census method that all agricultural extension agents in Riau Islands Province were 90 people. Data collection was carried out through questionnaire interviews, in-depth interviews, and observations. Analysis of the data in the study included: (1) Descriptive analysis in the form of frequency distribution, percentage and average score with the help of Microsoft Excel and Statistical Package for The Social Science (SPSS) version 20.0. and (2) Inferential analysis with Partial Least Square (PLS) through the help of the SmartPLS 3.0 application. The results showed that institutional support, use of social media, and competency of agricultural extension agents were in the low category. Institutional support and the use of social media have a direct and very real effect on the competency of agricultural extension agents.     Keywords: competency of extension agents, institutional support, social media ABSTRAKPenyuluh dapat menjadikan media sosial sebagai media belajar tanpa harus bergantung pada media konvensional dan dukungan lembaga terkait. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh dukungan lembaga dan pemanfaaatan media sosial terhadap kompetensi penyuluh pertanian. Penelitian dilakukan pada Juni sampai Oktober 2019 di Provinsi Kepulauan Riau. Unit analisis penelitian adalah penyuluh pertanian. Unit analisis penelitian adalah penyuluh pertanian di Provinsi Kepulauan Riau yang berjumlah 90 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan didukung pengamatan langsung terhadap 90 orang penyuluh dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Analisis data dalam penelitian mencakup: (1) analisis deskriptif berupa distribusi frekuensi, persentase dan rataan skor dengan Statistical Package for The Social Science (SPSS) versi 20.0 dan (2) analisis inferensial dengan Partial Least Square (PLS) menggunakan SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan lembaga dan pemanfaatan media sosial berpengaruh secara langsung dan sangat nyata terhadap kompetensi penyuluh pertanian. Dukungan lembaga berada pada kategori rendah, sedangkan media sosial dalam kategori sedang namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh penyuluh pertanian.Kata kunci: dukungan lembaga, kompetensi penyuluh, media sosial                              
TANGKAPAN SERANGGA HAMA PADI PADA LAMPU PERANGKAP DI LAHAN SAWAH IRIGASI DATARAN RENDAH Eko Hari Iswanto; Dede Munawar; - Rahmini
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n1.2020.p107-120

Abstract

Light Trap as Insects Monitoring Tools in Lowland Irrigated Rice Agroecosystem. Development of insect population in the rice field can be monitored by light traps. Insects that caught in light trap as indicator of their population in the field. The research purpose was to determine the insects flight that caught in light trap at lowland irrigated rice field. Three units of light trap with 160 watts were used in the rice field, the distance between light trap was 300-500m. Observation of traped insects were conducted during six planting seasons [2013/2014 wet season (WS), 2014/2015WS, 2015/2016WS, 2014 dry season (DS), 2015 DS and 2016 DS]. The result showed that the number of insects trapped in light traps were different each years and seasons. The insects’ species trapped in light trap were yellow stemborrer (Scirpophaga incertulas), pink stemborrer (Sesamia inferens), leaf folder (Cnaphalocrosis medinalis), black bug (Scotinophara sp), brown planthopper macropterous (Nilaparvata lugens) and mole cricket (Gryllotalpa sp.). These insects had different population pattern each wet or dry season in every years. Rice black bug (Scotinophara sp) were the highest insect trapped each seasons. Light trap could be a useful tool for insects monitoring and population reducing in the rice field.Keywords: dry season, insect pest, light trap, wet season  ABSTRAK Perkembangan populasi serangga di pertanaman padi dapat diketahui dengan bantuan lampu perangkap. Serangga yang tertangkap pada lampu perangkap merupakan indikator keberadaan serangga tersebut di pertanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui tangkapan serangga hama padi pada lampu perangkap di lahan sawah irigasi dataran rendah. Tiga unit lampu perangkap dengan daya sebesar 160 watt di gunakan pada hamparan tanaman padi, dengan jarak antar lampu perangkap 300-500 m. Pengamatan dilakukan masing-masing pada 3 musim tanam penghujan (MH) dan musim tanam kemarau (MK) yaitu pada MH 2013/2014, MH 2014/2015, MH 2015/2016, MK 2014, MK 2015 dan MK 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tangkapan serangga hama berbeda-beda pada setiap tahun maupun antar musim hujan dengan musim kemarau. Serangga hama yang tertangkap antara lain penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas), penggerek batang padi merah jambu (Sesamia inferens), pelipat daun (Cnaphalocrosis medinalis), kepinding tanah (Scotinophara coarctata), wereng cokelat (Nilaparvata lugens), dan anjing tanah (Gryllotalpa sp.). Setiap serangga mempunyai pola tangkapan yang berbeda pada setiap musim dan setiap tahunnya. Di antara serangga hama yang tertangkap, kepinding tanah merupakan serangga yang paling banyak tertangkap di setiap musim. Lampu perangkap dapat dijadikan alat monitoring perkembangan sekaligus mengurangi populasi serangga hama di pertanaman.Kata kunci: musim kemarau, serangga hama, lampu perangkap, musim hujan
EFISIENSI TEKNIS DAN FAKTOR PENENTU INEFISIENSI USAHATANI PADI DENGAN DAN TANPA MENGGUNAKAN COMBINE HARVESTER DI KABUPATEN INDRAMAYU Dadan Permana; Anna Fariyanti; Yusalina Yusalina
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n1.2020.p53-71

Abstract

 Combined harvested performance to the technical efficiency and determinants factor of the rice farm in Indramayu Regency. Combine harvester is an agricultural tool and machine used to help the process of harvesting and threshing rice. The role of combining harvester in rice farming is to reduce yield losses caused by conventional harvests. Loss of yield can reduce the production and productivity of rice farming. The study aims to evaluate the performance of the combine harvester through technical efficiency approach andinefficiency determinantsrice farming in Indramayu Regency. Technical efficiency and inefficiency determinants were analyzed with the Stochastic Frontier Analysis (SFA) approach. The total sample used was 84 respondents. The results of analysis explain farmers that  use the combined harvester are more technical efficient than not using combined harvester. The average value of the technical efficiency farms that use a combiene harvester are 0.80, while the average value of technical efficiency of the farms that do not use a combine harvester are 0.69. Production inputs that have a significant effect on production include a significant area of land at 1 percent level, pesticides at 10 percent level and a significant level of labor at 1 percent. Inefficiency factors that can increase technical efficiency include the use of a combined harvester and the use of certified seeds where each significant level are significant at 1 percent level. The combine harvester gives significant influence on increasing technical efficiency in order to increase the productivity of rice farming. Keywords: combine harvester, technical efficincy, inefficiency, SFA  ABSTRAK Combine harvester merupakan alat dan mesin pertanian yang digunakan untuk membantu proses pemanenan dan perontokan tanaman padi. Peran combine harvester dalam usahatani padi salah satunya untuk menekan kehilangan hasil yang disebabkan oleh cara panen konvensional. Kehilangan hasil penen dapat menurunkan produksi dan produktivitas usahatani padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja combine harvester melalui pendekatan efisiensi teknis dan faktor-faktor penentu inefisiensi pada usahatani padi di Kabupaten Indramayu. Efisiensi teknis dan faktor-faktor penentu inefisiensi dianalisis dengan pendekatan Stochastic Frontier Analysis (SFA). Total sampel yang digunakan sebanyak 84 responden. Hasil analisis didapat bahwa usahatani yang cara penennya menggunakan combine harvester lebih efisien secara teknis dibandingkan usahatani yang cara panennya tidak menggunakan combine harvester. Nilai rata-rata efisiensi teknis petani yang menggunakan combiene harvester sebesar 0.80, sedangkan nilai efisiensi teknis petani yang tidak menggunanakan combine harvester sebesar 0.69. Input produksi yang berpengaruh signifikan dan dapat meningkatkan produksi usahatani padi diantaranya adalah luas lahan signifikan pada taraf nyata 1 persen, pestisida signifikan pada taraf nyata 10 persen dan tenaga kerja signifikat pada taraf nyata 1 persen. Faktor-faktor inefisiensi yang dapat meningkatkan efisiensi teknis diantaranya adalah penggunaan combine harvester  dan penggunaan benih bersertifikat, dimana masing-masing signifikan pada taraf nyata 1 persen. Combine harvester telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan efisiensi teknis sehingga dapat meningkatkan produktivitas usahatani padi. Kata kunci: combine harvester, efisiensi teknis, inefisiensi, SFA
FENOTIP DAN PRODUKTIVITAS BEBERAPA VARIETAS UNGGUL BARU PADI PADA AGROEKOSISTEM LAHAN SAWAH DI KABUPATEN MAJALENGKA Yati Haryati; Irma Noviana
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n1.2020.p73-81

Abstract

Phenotype and Productivity of Several New High Yielding Rice Varieties in the Wetland Agro-ecosystem in Majalengka District. The high yielding varieties that have good adaptability to certain growing environments can be introduced for the development of productive, effective and efficient rice farming in the future. The adaptation assessment of new varieties was carried out in Jatitengah Village, Jatitujuh Sub District, Majalengka District in the first dry season (April to July 2017). The study activities used a Randomized Block Design (RBD), with treatments consisting of 5 varieties, namely Inpari 38, 39, 41, 42 and 43 with 5 replications. The study was conducted on farmers' land with treatment plots adjusted to the farmer’s natural plots. The parameters observed were plant height, number of productive tillers, number of panicles per clump, panicle length, number of filled grains per panicle, number of empty grains per panicle, weight of 1000 grains and productivity. Agronomic performance data were analyzed using the Duncan Test followed by multiple distance test (DMRT) using SAS version 9.0 for windows and farm analysis was measured by the R/C value. The results of the study showed that there was agronomic diversity in plant growth and the number of productive tillers and yields and components of rice yield among varieties. Inpari 43 variety provided productive tillers, panicle lengths, number of filled grains per panicle, number of empty grains per panicle which were higher than other varieties. The productivity of this variety was 7.70 t.ha-1, and R/C value of 2.20. Therefore, Inpari 43 can be used as an alternative to rotating varieties in the same agroecosystem and season in the paddy fields of Majalengka District.Keywords: rice, new high yielding varieties, paddy fieldsABSTRAK Varietas unggul baru (VUB) yang mempunyai daya adaptasi baik terhadap lingkungan tumbuh tertentu dapat diintroduksikan untuk pengembangan usahatani padi yang produktif, efektif dan efisien pada masa yang akan datang. Pengkajian adaptasi VUB dilaksanakan di Desa Jatitengah, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka pada MKI                          (Bulan April - Juli 2017). Kegiatan pengkajian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan  5 (lima) varietas, yaitu Inpari 38, 39, 41, 42, dan 43 dengan 5 (lima) ulangan. Kajian dilakukan di lahan milik petani dengan petak-petak perlakuan disesuaikan dengan petak alami. Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah malai per rumpun, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah hampa per malai, bobot 1000 butir dan produktivitas. Data keragaan agronomis dianalisis menggunakan Uji Duncan dilanjutkan dengan uji jarak berganda (DMRT) menggunakan SAS versi 9.0 for windows dan analisis usahatani diukur dengan nilai R/C. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat keragaman agronomi dalam pertumbuhan tanaman dan jumlah anakan produktif maupun hasil dan komponen hasil tanaman padi antar VUB. Varietas Inpari 43 memberikan jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah hampa per malai relatif lebih baik dibandingkan varietas lainnya. Produktivitasnya mencapai 7,70 t/ha dan nilai R/C 2,20. Dengan demikian, VUB Inpari 43 dapat dijadikan alternatif untuk pergiliran varietas pada agroekosistem dan musim yang sama di lahan sawah Kabupaten Majalengka.Kata kunci: padi, varietas unggul baru, lahan sawah
DINAMIKA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN NON PERTANIAN PADA RUMAH TANGGA PETANI PADI DI KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH Femmi Norfahmi; R. Winandi; R Nurmalina; N Kusnadi
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n1.2020.p1-10

Abstract

 Dynamics and Factors Affecting Non-Farming Income in Rice Farmer Household in Sigi District, Central Sulawesi Province. Agricultural business households that control relatively small rice fields (0.19 hectares) in Central Sulawesi Province amounted to 35,009 farmer households. Meanwhile, the increasing demands for living necessities encourage farmers to diversify their sources of income by working in the non-agricultural sector. This study aimed to analyze the dynamics and factors that influence farmers' household incomes from non-agricultural work. The study was conducted in 2016 carried out in Sigi District, Central Sulawesi Province. The study site was selected purposively using two time points data (2008 and 2015). Data were analyzed descriptively and quantitatively (regression with the Ordinary Least Square single equation model. The results of the study showed that diversification of livelihoods in non farming was done more by male household members than women. Nonfarm jobs tended to reduce the allocation of outpoured work in agriculture. The contribution of income from non farming was greater than men compared to women household time allocation on nonfarm jobs increases total household income of farmers. Factors affecting household income were the allocation of male and female workloads on non-agricultural work, labor costs on work in rice farming, male and female education in the household.Keywords: non farming income, rice farmers, labors  Abstrak Rumah tangga usaha pertanian yang menguasai lahan sawah relatif sempit (0,19 hektar) di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 35.009 rumah tangga petani, sementara tuntutan kebutuhan hidup semakin meningkat mendorong rumah tangga petani untuk melakukan diversifikasi sumber pendapatan dengan bekerja di sektor non pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi pendapatan rumah tangga petani dari pekerjaan non pertanian. Penelitian dilakukan pada tahun 2016 yang dilaksanakan di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Penentuan lokasi penelitian secara sengaja (purposive), menggunakan data dua titik waktu (2008 dan 2015).  Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif (regresi dengan model persamaan tunggal Ordinary Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi mata pencarian di non pertanian lebih banyak dilakukan oleh anggota rumah tangga pria dibandingkan wanita. Pekerjaan non pertanian cenderung menurunkan alokasi curahan kerja di pertanian. Konstribusi pendapatan dari non pertanian lebih besar berasal dari pria dibandingkan wanita. Alokasi waktu rumah tangga pada pekerjaan non pertanian meningkatkan total pendapatan rumah tangga petani. Faktor-faktor mempengaruhi pendapatan rumah tangga yaitu alokasi curahan kerja pria dan wanita pada pekerjaan non pertanian, upah tenaga kerja pada pekerjaan di usahatani padi, pendidikan pria, dan wanita dalam rumah tangga. Kata kunci: pendapatan non pertanian, petani padi, tenaga kerja
PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KECERNAAN PAKAN PADA PENGGEMUKAN SAPI BALI Ni Luh Gede Budiari; I Putu Agus Kertawirawan; I Nyoman Adijaya; I Made Rai Yasa
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n1.2020.p83-92

Abstract

ABSTRACTThe Effect of Providing Concentrate to Growth And Feed Digestibility on Bali Cattle FatteningResearch on the effect of giving concentrate on the growth and digestibility of feed in Bali cattle fattening has been carried out in the Rare Angon farmers group, Gelgel village, Klungkung district, Klungkung regency, Bali from March - September 2018. The study used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 3 feed treatments. The treatments tested were R0: Cows given forage + 1.0 kg concentrate / tail / day (without soy flour) + 5 ml bio cas / head / day, R1: Cows given forage + 1.0 kg concentrate / tail / day (5% soy flour) + 5 ml bio cas / tail / day, and R2: Cows given forage + 1.0 kg concentrate / tail / day (10% soy flour) + 5 ml bio cas / tail /day. The parameters observed were daily body weight gain, feed consumption, feed conversion, dry matter digestibility, energy digestibility and protein digestibility. Observation data were analyzed by analysis of variance, if the treatment had a significant effect (P <0.05), it was followed by a 5% LSD test. The results showed that feed treatment had no effect on weight gain, consumption of BK rations, FCR, and protein digestibility. The treatment significantly affected the digestibility coefficient of dry matter and energy digestibility. R1 treatment gives the highest coefficient of dry matter digestibility and energy digestibility not significantly different from R2 but the two treatments are significantly different from R0. Increasing soybean flour to 10% in concentrate has           not been followed by a significant increase in the daily weight gain of fattening cattle with an average of R1 (0.69 kg / head / day), R2 (0.68 kg / head / day) ) and the lowest is R0 (0.64 kg / head / day).Keywords: concentrate, growth, feed digestibility, fattened Bali cattleABSTRAKPenelitian pengaruh pemberian konsentrat terhadap pertumbuhan dan kecernaan pakan pada penggemukan sapi bali telah dilaksanakan di Kelompok Ternak Rare Angon,  Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali dari bulan Maret  - September 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan pakan. Perlakuan yang diuji adalah R0:  Sapi-sapi diberikan hijauan + 1,0 kg konsentrat/ekor/hari (tanpa tepung kedelai) +  5 ml bio cas/ekor/hari, R1:  Sapi-sapi diberikan hijauan  + 1,0 kg konsentrat/ekor/hari  (5% tepung kedelai) +  5 ml bio cas/ekor/hari, dan R2:  Sapi-sapi diberikan hijauan + 1,0 kg konsentrat/ekor/hari  (10% tepung kedelai) + 5 ml bio cas/ekor/hari. Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot badan harian, konsumsi ransum, konversi ransum, koefisien cerna bahan kering, kecernaan energi dan kecernaan protein.  Data pengamatan dianalisis dengan sidik ragam, jika perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pakan tidak berpengaruh terhadap pertabahan berat badan, konsumsi BK ransum, FCR, dan kecernaan protein.  Perlakuan berpengaruh nyata terhadap koefisien cerna bahan kering dan kecernaan energi.  Perlakuan R1 memberikan koefisien cerna bahan kering dan kecernaan energi yang tertinggi tidak berbeda nyata dengan R2 namun kedua perlakuan berbeda nyata dengan R0. Peningkatan pemberian tepung kedelai sampai 10% pada konsentrat belum diikuti oleh peningkatan pertambahan berat harian ternak sapi penggemukan secara nyata dengan rata-rata berturut-turut R1 (0,69 kg/ekor/hari), R2 (0,68 kg/ekor/hari) dan terendah dihasilkan R0 (0,64 kg/ekor/hari).Kata kunci:  konsentrat, pertumbuhan, kecernaan pakan, sapi bali penggemukan
Halaman Depan dan Daftar Isi Agung Susakti
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n1.2020.p%p

Abstract

PENGARUH PENGGUNAAN NIB KAKAO FERMENTASI TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA COKELAT Nurhafsah Acha Tiro; Herman Hatta; Pirman -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n1.2020.p131-141

Abstract

ABSTRACT The Effect of Using Cocoa NIB Fermentation On the Characteristic of Chocolate Physicochemistry. Cocoa is one of the plantation commodities that is widely cultivated by smallholder plantations. Cocoa is widely used in the form of processed products; such as milk chocolate. Good quality chocolate is produced from cocoa with good quality. This research aimed to determine the physicochemistry properties of the chocolate products. The research was conducted at the Makassar State Polytechnic. Raw materials of cocoa came from smallholder plantations in West Sulawesi Province. The cocoa used were fermented cocoa, non-fermented cocoa and raw cocoa. The observed parameters were viscosity, melting point, water content and percentage of the area of tetrametylpyrazin. The results showed that 100% fermented cocoa had a high viscosity value i.e 2,21 x 105cP, with a melting point at a temperature of 32.28ºC. Melting point for the combination treatment between fermentation and non-fermentation 30-30ºC while the highest water content was found in non-fermented cocoa with a water content of 1.42%. The percentage of tetramethyl pyrazin content area in fermented cocoa nib increased in the milling process of 40.86% from 36.86% and again decreased after being pressed for 6.06 while in 100% non-fermented and 100% originated after tetramethyl pyrazine scent compounds were not foundKeywords: cocoa, fermentation, non fermentation, chocolate, tetramethylpyrazin  ABSTRAK Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang banyak diusahakan oleh perkebunan rakyat. Kakao banyak dimanfaatkan dalam bentuk produk olahan, misalnya menjadi cokelat susu.  Cokelat dengan kualitas yang baik dihasilkan dari kakao dengan kualitas baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui sifat fisikokimia produk cokelat yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan di Kampus Politeknik Negeri Makassar. Bahan baku kakao bersumber dari perkebunan rakyat di Provinsi Sulawesi Barat.  Kakao yang digunakan adalah kakao fermentasi, kakao non fermentasi dan kakao asalan. Parameter pengamatan adalah viskositas, titik leleh, kadar air, dan persentase luasan area tetramethylpyrazin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kakao 100% fermentasi memiliki nilai viskositas yang tinggi yakni 2,21 x 105cP, dengan titik leleh pada suhu 32,28°C. Titk leleh untuk perlakuan kombinasi antara fermentasi dan non fermentasi 30 – 32°C sedangkan kadar air tertinggi terdapat pada kakao non fermentasi, dengan kadar air sebesar 1,42%. Persentase luasan area kandungan senyawa tetramethylpyrazin pada Nib kakao fermentasi mengalami peningkatan pada proses pemastaan seluas 40,86% dari 36,86% dan kembali mengalami penurunan setelah dicounching sebesar 6,06%, sedangkan pada 100% non fermentasi dan 100% asalan setelah dicounching tidak ditemukan adanya senyawa aroma tetramethyl pirazin.Kata kunci: kakao, fermentasi, non fermentasi, cokelat, tetramethylpyrazin

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 23, No 3 (2020): November 2020 Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 22, No 3 (2019): November 2019 Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019 Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 21, No 3 (2018): November 2018 Vol 21, No 2 (2018): Juli 2018 Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 20, No 3 (2017): November 2017 Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017 Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 19, No 3 (2016): November 2016 Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 19, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 18, No 3 (2015): November 2015 Vol 18, No 2 (2015): Juli 2015 Vol 18, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 17, No 3 (2014): November 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 16, No 3 (2013): November 2013 Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013 Vol 16, No.1 (2013): Maret 2013 Vol 15, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 More Issue