cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpptp06@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1410959x     EISSN : 25280791     DOI : -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. Jurnal diterbitkan secara periodik tiga kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
PENGUJIAN PROTOTIPE ALAT PENGADUK DALAM PEMBUATAN SIRUP MARKISA SKALA RUMAH TANGGA Wanti Dewayani; Darniaty Danial; Warda ;; Hatta Muhammad
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 8, No 3 (2005): November 2005
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v8n3.2005.p%p

Abstract

The aim of this experiment wad to find out a simple prototype of churn appliance which easy to operate andalso improve the efficiency of passion fruit syrup processing. This activity was conducted at Cikoro Village, GowaRegency in May up to December 2001. Three type of churn appliances were determined namely wood spoon(manual), hand mixer (semi manual), and submersible pump (automatic). Activity of passion fruit syrup making fromeach the churn appliance was carried out by two groups of farmer woman. Financial analysis of B/C was comparedthe advantage of each churn appliance prototype. Passion fruit syrup was also tested chemically and organoleptically.The result showed that the used of submersible pump more efficient and profit than mixer and wood spoon. Usingsubmersible pump was pumped at high pressure of 250 l syrup until homogen through 30 minutes and the highestquality as vitamin C 0.20 percent and sugar level 18.53 percent. The submersible pump was able to process 6,000fruits per day with good profit of Rp. 2,878,750, - and net B/C 1.36.Key words: churn appliance, marquise, profit, prototype, syrup Pengkajian ini bertujuan untuk mendapatkan prototipe alat pengaduk sederhana dan mudah dioperasikanserta meningkatkan efisiensi pengolahan markisa menjadi sirup. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Cikoro,Kabupaten Gowa pada bulan Mei hingga Desember 2001. Tiga tipe alat pengaduk yang diuji adalah sendok kayu(manual), mikser (semi manual), dan pompa celup (otomatis). Kegiatan pembuatan sirup markisa dari masing-masingalat pengaduk tersebut dilakukan oleh dua kelompok wanita tani. Sirup markisa dari kedua kelompok tersebut diujisecara kimia dan organoleptik. Analisis finansial dengan B/C ratio untuk mengetahui keuntungan dari masing-masingprototipe alat pengaduk yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pengaduk pompa celup(submersible pump) jauh lebih efisien dan menguntungkan dibandingkan dengan mikser dan sendok kayu.Penggunaan pompa celup mampu mengaduk 250 l sirup markisa hingga homogen dengan tekanan tinggi dalam waktu30 menit dengan mutu sirup yang terbaik yaitu vitamin C dan kadar gula masing-masing 0,20 persen dan 18,53persen. Dengan pengaduk pompa celup dapat memproses 6000 buah per hari dan diperoleh keuntungan Rp.2.878.750,- (net B/C ratio 1,36).Kata kunci : alat pengaduk, keuntungan, markisa, prototipe, sirup
STRATEGI PENGELOLAAN DAN ANALISIS STATUS KEBERLANJUTAN KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Syafruddini ;; Surjono Hadi Sutjahjo; Yayuk Farida Baliwati; Rita Nurmalina
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v10n1.2007.p%p

Abstract

The aim of the research is to construct the planning of the desirable dietary based on potential area in sustainability food security development frame. This research was done on a survey research basis. The types of data consist of primary and secondary data. The Rapfish method was used for continuing analysis, whereas the Analysis Hierarchy Process (AHP) method was used to decide the strategy for sustainability food security management. The results of this research are: I) the sustainability index or scales value of ecology dimension falls into "good" category, the cultural-society dimension is in -fine" category and the economy dimension is included in "less" category. And (2) Management strategy in an attempt to achieve the sustainability of food security in Central Halmahera is 'low food price' as the first priority, this is then followed by the increases of food production, farming incentive, friendl environmental in agriculture, eradication of poor society, and the improvement of human resource quality Key words: management strategy, food security, sustainability, Central Halmahera.   Penelitian ini bertujuan untuk menyusun perencanaan pangan harapan berbasis potensi wilayah dalam kerangk pembangunan ketahanan pangan berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian survey. Jenis data yank digunakan adalah data primer dan data sekunder. Untuk analisis keberlanjutan digunakan metode rapfish selanjutnya untuk menentukan strategi pengelolaan ketahanan pangan digunakan metode Analysis Hierarchy Proces (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Nilai indeks keberlanjutan dimensi ekologi termasuk kategori baik dimensi sosial-budaya termasuk kategori cukup dan dimensi ekonomi termasuk kategori kurang berkelanjutan pa skala sustainabilitas, 2) Strategi pengelolaan dalam upaya pencapaian ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Halmahera Tengah adalah harp pangan murah sebagai prioritas pertama, diikuti peningkatan produksi pangan insentif usahatani, pertanian ramah lingkune,an, pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas SDM. Key words: strategi manajemen, ketahanan pangan, keberlanjutan, Halmahera Tengah
THE DYNAMICS OF WET RICE FIELD FARMING- SYSTEM ORIENTATION IN BLITAR AND TULUNGAGUNG DISTRICTS, EAST JAVA K. Boga Andri; B. Irianto; G. Kartono
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v6n2.2003.p%p

Abstract

Pertanian yang dilakukan di lahan sawah tidaklah statis, tetapi terus berubah dan beradaptasi dalamlingkungn yang ada. Penentuan jenis komoditas yang dipilih oleh petani termasuk mengkombinasikan tanamandan ternak dalam usahataninya terus dilakukan. Dinamika usahatani dalam upaya pemenuhan kebutuhanrumahtangga petani terus mengalami perkembangan. Pengkajian yang dilakukan di beberapa lokasi daerah sawahdi dua kabupaten yaitu Blitar dan Tulungagung, Jawa Timur pada musim tanam 2000/2001 memperlihatkanbeberapa hal menarik. Sektor peternakan serta perikanan telah menjadi pilihan utama bagi petani di lokasi studidan mulai menggeser komoditas dominan seperti tanaman pangan dan hortikultura. Hal tersebut dapat dilihat darikepemilikan asset, alokasi curahan waktu kerja dan struktur sumber pendapatan rumahtangga yang menunjukkanperan subsektor peternakan cukup dominan. Perubahan orientasi dan dinamika usahatani yang terjadimemperlihatkan adanya keinginan kuat dari petani untuk terus menjaga keseimbangan dan keberlanjutan usahatanimereka. Untuk kasus di Blitar dan Tulungagung perubahan tersebut dengan lebih mengandalkan subsektorpeternakan di masa yang akan datang.Kata kunci : lahan sawah, orientasi usahatani, struktur pendapatan Lowland agriculture practice is dynamic and changes overtime in accordance with environmentalsettings. The farmers determine optimal combination of crops and livestock and it is carried out to achievemaximal households’ income. The study was implemented in lowland areas of Blitar and Tulungagung districts,East Java province on planting season of 2000/2001. The farmers preferred livestock and fishery sub sectors ratherthan previous dominant commodities, such as food crops and horticulture. Assets ownership, labor allocation, andstructure of households’ income sources showed that the role of livestock sub sector was relatively dominant.Orientation changes and dynamics of farming system revealed that the farmers kept sustaining their farm business.Especially in Blitar and Tulungagung districts, changes in farming system orientation rely on livestock sub sectorin the future.Key words: lowland field, farming system orientation, income structure
UJI EFEKTIVITAS PREPARAT ANTHELMINTIK PADA SAPI BALI DI LOMBOK TENGAH Luh Gde Sri Astiti; Tanda Panjaitan; L. Wirajaswadi
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v14n2.2011.p%p

Abstract

The Evaluation on Anthelmintik Effectivity fo Bali Cows in Central Lombok. The efficacy evaluation of 3 anthelminthics was conducted at Jeliman sub village, Karang Sidemen village, Batu Kliang Utarasub district, Central Lombok district, from March to June 2008. The aim of the study was to find out efficacy of the anthelmintic drug on Bali cows. Fifteen Bali aged 3-4 years were alocated randomly into 3 groups. The treatments were: administration of ivermectin 1% by sub cutan injection (I), administration albendazole orally (A), and administration of piperazine citrate orally (P). The doses of anthelmintic were based on factory recommended doses. Body weight of the Bali cows were estimated by body weight table. The results showed that 73.3% of Bali cows was infected with gastrointestinal parasite. The percentage of Ascaris sp, Bunostomum sp, Fischoederius sp. and Carmyerius sp, Mecistocirrus sp. and Cooperia sp is 63.6%; 54.5%; 27.3%, and 18.2%. The family of gastrointestinal parasite is from Ascarididae, Ancylostomatidae, Paramphistomatidae and Trycostrongylidae. Efficacy of anthelmintic drug is different to all species.The efficacy of anthelmintic drug I and A group is better than P group.Key words : Bali cows, efficacy, anthelminthicPengkajian efektivitas berbagai preparat anthelmintik telah dilaksanakan di Dusun Jeliman Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah dari bulan Maret sampai Juni tahun 2008. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas preparat anthemintik pada sapi Bali betina di Dusun Jeliman Desa Karang Sidemen Lombok Tengah. Lima belas ekor sapi Bali betina berumur 3-4 tahun dipilih secara acak dan dibagi dalam tiga kelompok perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah: Pemberian anthelmintik ivermectin dengan injeksi sub kutan (I), albendazole per oral (A) dan piperazine citrate peroral (P). Dosis anthelmintik yang diberikan disesuaikan dengan rekomendasi dosis dari masing-masing produk. Untuk memperkirakan  berat badan sapi dilakukan dengan pengukuran lingkar dada yang kemudian dikonversi menggunakan tabel berat badan sapi Bali. Hasil pengkajian didapatkan bahwa 73,3% sapi Bali terinfestasi oleh parasit gastrointestinal. Persentase dari spesies Ascaris sp, Bunostomum sp, Fischoederius sp, dan Carmyerius sp, Mecistocirrus sp dan Cooperia sp berturut-turut adalah 63,6%; 54,5%; 27,3% dan 18,2%. Parasit gastrointestinal yang ditemukan merupakan family Ascarididae, Ancylostomatidae, Paramphistomatidae dan Trycostrongylidae. Efektivitas obat anthelmintik berbeda-beda terhadap semua spesies cacing. Efektivitas obat dari perlakuan grup I dan A lebih baik dibandingkan dengan perlakuan group P.Kata kunci : Sapi bali betina, efektivitas, anthelmintik
KAJIAN SISTEM USAHA TERNAK SAPI POTONG DI KALIMANTAN TENGAH N. Ahmad, Salfina; D, Deddy; K.S. Swastika, Dewa
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v7n2.2004.p%p

Abstract

Pengkajian Sistem Usaha Ternak Sapi Potong dilaksanakan di Desa Sumber Rejo, Kabupaten Barito Selatan,Kalimantan Tengah pada tahun anggaran 2002. Pengkajian ini bertujuan untuk mengintroduksikan teknologipeningkatan produktivitas sapi potong dan sapi bibit melalui perbaikan pakan dan penanggulangan penyakit ternakserta pengembangan hijauan makanan ternak (HMT). Pengkajian dilaksanakan secara on farm research di lahanpetani dengan melibatkan sebanyak 32 petani yang terdiri dari 16 petani yang menerapkan teknologi introduksi dan 16orang yang menerapkan teknologi yang biasa dilakukan petani (existing technology). Pada pengkajian usahapenggemukan dan pembibitan digunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua perlakuan, yaitu teknologiintroduksi dan teknologi petani sebagai kontrol. Teknologi yang diintroduksikan terdiri dari beberapa komponen yaitupemberian pakan hijauan; pakan konsentrat dan pakan aditif. Selain perbaikan pakan, juga dilakukan penanggulanganpenyakit parasit cacing dengan pemberian obat cacing nematoda (Monil ®) dan cacing trematoda (Dovenix ®),antibiotika Terramycine® LA dan multivitamin-mineral, disertai dengan perbaikan sanitasi kandang dan ternak.Sedangkan untuk teknologi petani, sapi hanya diberi pakan rumput lokal, tanpa penanggulangan penyakit dan sanitasi.Variabel yang diamati pada usaha penggemukan dan pembibitan selama 5 bulan adalah rata-rata pertambahan bobotbadan harian (PBBH) dan penggunaan input serta perolehan output. Sapi yang digemukkan dengan teknologiintroduksi mengalami peningkatan PBBH secara sangat nyata. Rata-rata PBBH sapi Bali meningkat dari 296 menjadi528 gr/ekor/hari dan sapi PO meningkat dari 381 menjadi 697 gr/ekor/hari. Pada sapi induk bunting 3-4 bulanmenjelang melahirkan yang dikelola dengan teknologi introduksi mengalami peningkatan PBBH secara sangat nyata.Rata-rata PBBH pada sapi Bali meningkat dari 398 menjadi 625 gr/ekor/hari dan sapi PO meningkat dari 525 menjadi801 gr/ekor/hari. Rata-rata berat lahir pedet yang dihasilkan dari induk dengan teknologi introduksi lebih tinggi daripada pedet dari induk kontrol.Kata kunci : penggemukan, pembibitan, sapi Bali, sapi PO, bioplus, lahan kering.The assessment was conducted in Sumber Rejo village, South Barito district, Central Kalimantan in 2002.This assessment was aimed to develop a package of improved technology of beef fattening and cows breeding byimprovement of feed and diseases control. The assessment was conducted collaboratively with farmers, involving 32cooperators and consisting of 16 farmers with introduced technology and the other 16 farmers with existingtechnology. Components of introduced technology were fed with green forage, concentrate and feed supplement. Foranimal diseases control, anthelminthic drugs for nematode worm (Monil ®) and trematode worm (Dovenix ®),antibiotic drug and multivitamin-mineral, and improved the sanitation of housing and cattle. While the farmers’technology was fed with native grass only, without animal diseases control. Parameters observed for 5 months wereaverage daily gain (ADG) of cattle and farmer’s income. Steers with introduced technology was significantly highercompared to that of control. ADG of Bali steers improved from 296 to 528 gr/head/day and PO steers from 381 to 697gr/head/day. ADG of pregnant cows 3-4 months before calves with introduced technology was significantly highercompared to farmers’ technology. ADG of Bali cows improved from 398 to 625 gr/head/day and PO cows from 525to 801 gr/head/day. The average natal body weight of calves with introduced technology was higher than those offarmers’ technology.Key words : fattening, breeding, Bali cattle, Ongole-cross cattle, bioplus, dry land.
KAJIAN PENERAPAN TEKNOLOGI PRODUKSI PADA USAHATANI KOPI ROBUSTA DI LOKASI PRIMA TANI KABUPATEN PASURUAN Moh. Cholil Mahfud; Siti Nurbanah; Ismiyati ;; Ardiansyah ;
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v13n2.2010.p%p

Abstract

Assessment on Application of Technology in Farming Production of Robusta Coffee in PrimaTani Location in Pasuruan District. Coffee is main commodity in desa Tutur, Prima Tani location of kabupatenPasuruan, East Java. The low coffee productivity and high leaf rust severity are still coffee farming problems.Accordingly, on Prima Tani activity introduced a technology innovation formulated in an assessment. Theobjective of the assessment was to know the effect of recommended production technology towards leaf rustseverity and coffee productivity. Assessment was conducted since September 2007 till September 2008, usinga separate plot design with two treatments. The treatments assessed were recommended production technology(T1), and farmer’s practices (T2). Each treatment was applied on Five farmer’s Robusta coffee planting (2.5 haand 5-10 years age, 1,000 trees/ha) as a replicate, following 10 farmers participatory. Data of leaf rust severity,production and cost production were collected to be analyzed statistically and economically to identify thefarming profit. The result of the assessment showed that the recommended production technology decrease theleaf rust severity of 60%, increase the coffee productivity of 89,5%, and increase the farming profit of 120%.Key words: Production technology, coffee farming, leaf rust disease, productivityKopi adalah komoditas unggulan di lokasi Prima Tani Desa Tutur Kabupaten Pasuruan, Propinsi JawaTimur. Rendahnya produktivitas dan tingginya penyakit karat daun masih merupakan kendala pada budidaya kopi.Untuk itu pada kegiatan Prima Tani dilakukan introduksi inovasi teknologi dalam bentuk suatu pengkajian. Tujuanpengkajian adalah mengetahui kinerja teknologi produksi rekomendasi terhadap perkembangan penyakit karatdaun dan produktivitas tanaman kopi. Pengkajian dilaksanakan mulai September 2007 sampai dengan September2008, menggunakan rancangan petak terpisah, terdiri dari dua perlakuan yaitu: (1) penerapan teknologi produksisesuai rekomendasi (T1), dan (2) penerapan teknologi petani (T2). Masing-masing perlakuan diterapkan padalima kebun kopi Robusta (sebagai ulangan) seluas 2,5 ha, umur tanaman kopi 5-10 tahun, melibatkan 10 petanisecara partisipatif. Rata-rata populasi tanaman kopi 1.000 pohon/ha. Data yang dikumpulkan meliputi tingkatkerusakan tanaman oleh penyakit karat daun yang didasarkan pada skor kerusakan, produksi, dan biaya produksi.Data dianalisis secara statistik, dan ekonomis untuk mengetahui keuntungan usahatani. Hasil kajian menujukkanbahwa kinerja teknologi produksi rekomendasi menurunkan tingkat kerusakan tanaman oleh penyakit karatdaun rata-rata 60%, serta meningkatkan produktivitas 89,5%, dan meningkatkan pendapatan usahatani 120%.Kata kunci: Teknologi produksi, usahatani kopi, penyakit karat daun, produktivitas
PEMETAAN DAN PENGELOLAAN STATUS KESUBURAN TANAH DI DATARAN WAI APU, PULAU BURU Andriko Noto Susanto
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 8, No 3 (2005): November 2005
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v8n3.2005.p%p

Abstract

Research was aim to make map of soil fertility status and its management on farmland in Plain of Wai Apu,Buru Island have been conducted at 25.400 ha area, in year 2000. Evaluate of soil fertility status conducted in eachsoil-mapping unit and delineated with landscape mapping approach. Result of research that soil fertility status in Plainof Wai Apu is very low, low, middle and high, with wide respectively 17.145, 5.182, 1.549 and 1.542 ha. Limitingfactor to soil fertility is lowering of cation exchange capacities (CEC), C-Organic, K2O, P2O5 and base saturation.Alternative of land management suggested is improving C-organic and CEC which at the same time also can improvesoil nutrient content by giving organic materials like manure, straw compost (rich of K), chicken waste and guano(rich of P), accompanied with giving of inorganic manure like N, P, and K pursuant to soil chemical analysis. At areawith landform undulating to hilly needed conservation act, while mangrove forest, river border forest and sago whichis damage to be rehabilitated, while which still natural to be defended.Key words : mapping, soil fertility, Buru islandPemetaan status tanah dapat digunakan untuk mengetahui faktor pembatas kesuburan tanah pada suatu areasehingga dapat dilakukan pengelolaan tanah berdasarkan faktor pembatas yang ditemukan. Penelitian ini bertujuanuntuk memetakan status kesuburan tanah dan alternatif pengelolaannya pada tanah-tanah pertanian di Dataran WaiApu, Pulau Buru telah dilakukan pada areal seluas 25.400 ha. Evaluasi status kesuburan tanah dilakukan pada tahun2000, terhadap setiap satuan unit tanah yang didelineasi berdasarkan pendekatan landscape mapping. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa status kesuburan tanah di Dataran Wai Apu adalah sangat rendah, rendah, sedang dan tinggidengan luasan berturut-turut 17.145, 5.182, 1.549 dan 1.542 ha. Faktor pembatas kesuburan tanah yang ditemukanadalah rendahnya nilai kapasitas tukar kation (KTK), C-organik, K2O, P2O5 dan kejenuhan basa. Alternatifpengelolaan tanah yang disarankan adalah meningkatkan C-organik dan KTK yang sekaligus juga dapat meningkatkankandungan hara dalam tanah, dengan cara memberikan bahan organik seperti pupuk kandang, kompos jerami(kaya K), kotoran ayam dan guano (kaya P), yang disertai dengan pemberian pupuk anorganik N, P, dan Kberdasarkan analisis kimia tanah. Pada areal dengan bentuk wilayah berombak sampai berbukit diperlukan tindakanpengawetan tanah dengan menanggulangi erosi, sedangkan daerah hutan mangrove, sagu dan hutan sempadan sungaiyang rusak dianjurkan untuk direhabilitasi sedangkan yang masih utuh untuk dipertahankan.Kata kunci : pemetaan, kesuburan tanah, Pulau Buru
ANALISIS USAHATANI MANGGA GEDONG (Mangifera indica spp) (Studi kasus di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat) Ade Supriatna; Wayan Sudana
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 11, No 3 (2008): November 2008
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v11n3.2008.p%p

Abstract

Farm Analysis of Mango Gedong (Mangifera indica spp) (Case Study in Cirebon Districts, West Java). This study was conducted in Cirebon District, West Java for two months starting from October to November 2005. The objectives of the research were to analyze: (a) the characteristics of mango farmers, (b) the farming system of mango and (3) the economic feasibility of mango farms. This research was designed by using survey method; the primary data were collected from 50 mango farmers using the method of random sampling while the secondary data were collected from the Local Agriculture Office, the Central Bureau Statistics and the Research Institutions. The results showed that Gedong mango was harvested by farmer in two forms, namely Gedong Biasa and Gedong Gincu. The productivity of Mango was 2.025 kg/ha/year consisted of 1.215 kg of Gedong Biasa and 810 kg of Gedong Gincu. The farming of Gedong Mango was economically feasible giving the average net income of Rp.10,818,670,-/ha/year and benefit cost ratio was 3.44. There are two problems in mango production, firstly some farmers had insufficient capital and quite often get money from money lenders and secondly due to the high fluctuation of mango price which was difficult to predict. The collaboration pattern with agribusiness sectors should be arranged, farmers are expected to get a scheme of credit and good farming guidance and practices. While the agribusiness actors were expected will obtain not only higher quality of mango fruits but also will open an export market opportunity to develop the mango industry processing for product diversification. Key words: Mango, farm, West Java Mangga gedong merupakan komoditas potensial untuk diekspor karena memiliki aroma yang tajam, buahnya berwarna merah dan banyak mengandung serat. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat selama dua bulan mulai bulan Oktober sampai dengan Nopember 2005. Tujuan penelitian adalah menganalisis: (a) karakteristik petani mangga Gedong, (b) keragaan budidaya dan (c) kelayakan ekonomi usahatani mangga Gedong. Penelitian menggunakan metoda survei, data primer dikumpulkan dan 50 petani mangga gedong yang diambil secara acak sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Badan Pusat Statistik dan Lembaga-Lembaga Penelitian. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa mangga Gedong dipanen oleh petani dalam dua bentuk, yaitu bentuk Gedong Biasa dan Gedong Gincu. Produktivitas mangga mencapai 2.025 kg/ha/tahun terdiri atas 1.215 kg Gedong Biasa dan 810 kg Gedong Gincu. Usahatani mangga Gedong layak secara ekonomi dengan rata-rata pendapatan bersih Rp.10.818.670,-/ha/tahun dan nilai B/C 3,44. Permasalahan produksi mangga di tingkat petani, yaitu sebagian petani bermodal lemah sehingga mereka sering terjerumus pada pelepas uang dan fluktuasi harga jual mangga cukup tinggi dan sulit diprediksi. Disarankan agar pola kemitraan dengan pelaku usaha agribisnis perlu dibangun, dimana petani diharapkan mendapat bimbingan cara budidaya yang baik dan mendapat bantuan 'credit. Sedangkan pelaku agribisnis diharapkan akan memperoleh produk mangga yang berkualitas, mendapat peluang pasar ekspor dan pengembangan industri pengolahan buah mangga untuk diversifikasi produk.Kata kunci: Mangga gedong, usahatani, Jawa Barat
ANTISIPASI DAN STRATEGI PEMENUHAN KEBUTUHAN TEKNOLOGI DALAM MENDUKUNG PENGKAJIAN DI BPTP Amiruddin Syam
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v6n1.2003.p%p

Abstract

Ready-to-use technologies generated by the Research Agencies are required to support visions andmissions carried out by Assessment Institutes of Agricultural Technology (AIATs). This paper aims to analyzetechnologies required by AIATs and means to meet them. The analyses consist of: (1) assessment planning, (2)basic decision on technologies required, (3) sources of technologies and their availability, (4) procedures andmechanism of technologies provision, and (5) performance and effectiveness of technologies use. The studyshows that: (1) decision on specific location technologies requirement remains persistent problem for AIAT’s.Limited skilled human resources lead to unrevealed problems in many regions into the assessment planning, (2)In the AIAT’s planning programs, decision on technologies used in the assessment does not rely on availabletechnologies at the Research Agencies. This is due to limited abilities of researchers at the AIATs to access theResearch Agencies’ research results, and (3) To attain the Research Agencies’ technologies the researchers at theAIATs perform it through personal contacts or publications.Key words: strategy, requirement, technologiesDi dalam mendukung dan memantapkan pelaksanaan visi dan misi Lingkup Balai PengkajianTeknologi Pertanian (BPTP) dibutuhkan kesinambungan ketersediaan komponen teknologi matang dari BalaiPenelitian (Balit) untuk mendukung penelitian dan pengkajian yang dilakukan BPTP. Tulisan ini bertujuan untukmenganalisis kebutuhan teknologi di BPTP dan upaya pemenuhannya. Cakupan dalam analisis meliputi: (1)perencanaan kegiatan pengkajian, (2) dasar penentuan kebutuhan teknologi, (3) sumber perolehan teknologi danketersediaannya, (4) prosedur dan mekanisme pengadaan teknologi, dan (5) kinerja dan efektivitas pemanfaatanteknologi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa: (1) penentuan kebutuhan teknologi spesifik lokasi masihmerupakan satu permasalahan tersendiri bagi BPTP. Terbatasnya ketersediaan sumberdaya manusia menurutberbagai bidang keahlian, menyebabkan tidak semua masalah di daerah teraktualisasi dalam perencanaankegiatan pengkajian, (2) dalam perencanaan kegiatan di BPTP, dasar penentuan teknologi yang digunakan dalampengkajian belum sepenuhnya mengacu kepada ketersediaan teknologi di Balit. Hal ini lebih banyak disebabkanoleh keterbatasan kemampuan peneliti BPTP mengakses hasil penelitian di Balit dan (3) Dalam upaya untukmendapatkan teknologi dari Balit, peneliti BPTP lebih banyak melalui kontak pribadi atau melalui mediaperantara (publikasi).Kata kunci : kebutuhan teknologi, kebijakan strategis, penelitian dan pengkajian 
PENGKAJIAN RAKITAN TEKNOLOGI USAHATANI MINAPADI-AZOLLA DENGAN PEMANFAATAN BIOMASS DI LAHAN SAWAH IRIGASI Setyorini, Dwi; Hardini, Dini; Arifin, Zaenal
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v14n1.2011.p%p

Abstract

Assessments on Technology Package of Paddy-Cum-Fish-Azolla Culture Using Biomass in Irrigation Land: To maintain or increase agricultural production of environmentally friendly technologies needed in efforts to manage natural resources effectively and efficiently in terms of ecology and economics. The aim of this study is to obtain a farming package of mina rice farm-azolla appropriate in irrigated land. Assessment carried out in Mojosari, in April to October 2000. Randomized block design with 4 replications was used as the experimental design. The treatment consisted of a package of technology of mina rice: A = mina rice technology package, B =mina rice-azolla technology package and C = mina rice-azolla with row planting. The assessment indicated that, mina rice should use azolla to add fertilizer N and to get harvesting higher from the tile. While the growth of nila fish will be faster if done using row planting “Legowo System”. Analysis showed that production of rice and fish is higher due to mina rice-azolla with row planting, however, the highest return is on mina rice-azolla using tile cultivation system which R/C is 1.68.Untuk mempertahankan atau meningkatkan produksi pertanian yang ramah lingkungan diperlukan teknologi dalam upaya pengelolaan sumberdaya alam secara efektif dari segi ekologi dan efisien dari segi ekonomi. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mendapatkan paket usahatani minapadi-azolla yang sesuai di lahan sawah irigasi. Pengkajian dilakukan di Mojosari, pada April sampai dengan Oktober 2000. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan. Perlakuan penelitian terdiri dari paket teknologi minapadi: A=paket teknologi minapadi, B=paket teknologi minapadi-azolla, dan C=paket teknologi minapadi-azolla jajar legowo. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa usahatani minapadi di lokasi kajian sebaiknya menggunakan azolla untuk menambah pupuk N dan untuk mendapatkan hasil ubinan yang lebih tinggi. Sedangkan pertumbuhan ikan nila lebih cepat bila usahatani minapadi dilakukan dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo. Analisis usahatani minapadi-azolla jajar legowo menghasilkan produksi padi dan ikan lebih tinggi, tetapi keuntungan tertinggi dihasilkan pada usahatani minapadi-azolla dengan sistem tanam tegel dengan R/C 1,68.

Filter by Year

2003 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 23, No 3 (2020): November 2020 Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 22, No 3 (2019): November 2019 Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019 Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 21, No 3 (2018): November 2018 Vol 21, No 2 (2018): Juli 2018 Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 20, No 3 (2017): November 2017 Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017 Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 19, No 3 (2016): November 2016 Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 19, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 18, No 3 (2015): November 2015 Vol 18, No 2 (2015): Juli 2015 Vol 18, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 17, No 3 (2014): November 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 16, No 3 (2013): November 2013 Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013 Vol 16, No.1 (2013): Maret 2013 Vol 15, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 More Issue