cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpptp06@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1410959x     EISSN : 25280791     DOI : -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. Jurnal diterbitkan secara periodik tiga kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
PENGARUH BAHAN KEMASAN TERHADAP KUALITAS BENIH BEBERAPA VARIETAS WIJEN (Sesamum Indicum.L) Luluk Sulistiyo Budi; Puspitawati I R; Sukarno A P; Nurwantara M P
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n2.2021.p165-173

Abstract

The Effect of Packaging Materials On The Quality of Sesame Seed Varieties (Sesamum Indicum .L) Sesame is a plant that has high nutritional value and has a good impact on those who consume it. The success of any program to develop a commodity needs to be supported by the existence of superior varieties and quality seeds because superior varieties have been recognized as applicable, cheap, safe, environmentally friendly technology, and have high compatibility when combined with other advanced technologies. The research objective was to determine the best interaction between varieties treatment and seed packaging techniques on the quality of sesame seeds. This study used a factorial completely randomized design (CRD) consisting of 2 (two) factors and was repeated 4 (four) times. The results of the analysis showed that the interactions occurred in the germination parameters (viability) and the percentage of disease parameters. The highest viability was found in the treatment of the Sumberejo 1 sesame variety with sack packaging, and the Sumberejo 4 sesame variety with the sack package, while the lowest viability was in the treatment of the Winas 1 sesame variety with cloth packaging. The parameters of seed disease attack with the highest value were 100% in the Sumbberejo 1 variety with plastic sack packaging, the Sumberejo 2 variety with plastic sack packaging, the Sumberejo 2 variety with cloth plastic packaging, the Sumberejo 3 variety with cloth packaging, Winas 1 variety with sack packaging, and the lowest with a percentage of 0.35% in the Sumberejo 4 variety with plastic cloth packaging. This study shows that the best treatment combination is the varieties of Sumberejo 1, Sumberejo 3, and Sumberejo 4 with sack packaging. The best combination of varieties and packaging against disease is the Sumberejo 4 variety with plastic cloth packaging.Keywords: packaging, sesame seed, storage, varietiesABSTRAK Wijen merupakan tanaman yang memiliki nilai gizi tinggi dan memiliki dampak baik bagi yang mengkonsumsi. Keberhasilan setiap program pengembangan suatu komoditas perlu ditunjang adanya varietas unggul dan benih bermutu, karena varietas unggul telah diakui sebagai teknologi yang aplikatif, murah, aman, ramah lingkungan dan memiliki kompatibilitas yang tinggi bila dipadukan dengan teknologi maju lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi terbaik perlakuan varietas dan teknik pengemasan benih terhadap kualitas benih tanaman wijen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RAL) yang terdiri dari 2 (dua) faktor dan diulang sebanyak 4 (empat) kali. Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksi terjadi pada paramater daya kecambah (viabilitas) dan paramater prosentase cendawan berpotensi patogen. Viabilitas tertinggi terdapat pada perlakuan varietas wijen Sumberejo 1 dengan kemasan karung, dan varietas wijen Sumberejo 4 dengan kemasan karung, sedangkan viabilitas terendah pada perlakuan varietas wijen Winas 1 dengan kemasan kain.  Parameter serangan penyakit benih dengan nilai tertinggi 100% pada varietas Sumbberejo 1 dengan kemasan plastik karung, varietas Sumberejo 2 dengan kemasan plastic karung, varietas Sumberejo 2 dengan kemasan plastic kain, varietas Sumberejo 3 dengan kemasan kain, varietas Winas 1 dengan kemasan karung, dan terendah dengan prosentase 0,35% pada varietas Sumberejo 4 dengan kemasan plastic kain.  Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik adalah varietas Sumberejo 1, Sumberejo 3, dan Sumberejo 4 dengan kemasan karung.  Kombinasi varietas dan kemasan terbaik terhadap serangan cendawan berpotensi sebagai patogen adalah varietas Sumberejo 4 dengan kemasan plastic kain. Kata Kunci: kemasan, penyimpanan, varietas, biji wijen
KUALITAS KOLOSTRUM KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) PADA BERBAGAI PERIODE LAKTASI DAN TIPE KELAHIRAN DI UPT PT DAN HMT SINGOSARI KABUPATEN MALANG Puguh Surjowardojo; Rachmad Dharmawan
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n1.2021.p47-54

Abstract

Colostrum Quality of Etawah Crossbreed in Various Lactation Periods and Types of Birth at PT and HMT Singosari, Malang District. Etawah crossbreed is one of the Indonesia’s local genetic resources. This research aimed to evaluate the colostrum characteristics of Etawah Crossbred goats with various lactation periods and types of birth (litter size). Twenty Etawah Crossbred goats were selected for the experiment, based on lactation period 1, 2, 3, 4 and 5 (4 goats per lactation). Each lactation period had 2 doe-s with a single and multiple births. Colostrum was milked at 0; 24; 48; and 72 hours postpartum and analyzed using Lactoscan. Data were analyzed using Analysis of Variance followed by Duncan's Multiple Range Test of SAS statistical analysis. Lactation period significantly affected colostrum fat and protein (P<0.05) except for lactose and SnF (P>0.05). Type of birth also significantly affected colostrum fat, lactose, and protein (P<0.01) except for SnF (P<0.05). All parameters in the third lactation period showed the highest values and subsequently decreased. Etawah Crossbred goats with single births showed the highest value of all variables than multiple births did.Keywords: Etawah crossbred goat, colostrum, litter size, lactation periodABSTRAKKambing Peranakan Etawah (PE) merupakan salah satu sumber daya genetik lokal Indonesia. Penelitian ini bertujuan mempelajari karakteristik kolostrum kambing PE dengan berbagai periode laktasi, dan tipe kelahiran (litter size). Penelitian menggunakan 20 ekor kambing PE yang diseleksi dengan periode laktasi 1, 2, 3, 4, dan 5; masing-masing 4 ekor kambing per laktasi. Setiap periode laktasi masing-masing terdapat 2 induk kambing dengan kelahiran tunggal dan kelahiran kembar. Pemerahan kolostrum dilakukan pada 0; 24; 48; dan 72 jam pascapartus dan dianalisis menggunakan Lactoscan. Data dianalisis menggunaan Analysis of Variance dengan Duncan'S Multiple Range Test dari analisis statistik SAS. Periode laktasi berpengaruh nyata terhadap lemak dan protein kolostrum (P<0,05) kecuali laktosa dan SnF (P>0,05). Tipe kelahiran berpengaruh sangat nyata terhadap lemak, laktosa, dan protein kolostrum (P<0,01) kecuali SnF (P<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kadar lemak, laktosa, dan protein kolostrum kambing PE dengan periode laktasi 3 lebih tinggi dibandingkan periode laktasi 1, 2, 4, dan 5. Kadar lemak, laktosa, dan protein mengalami peningkatan pada periode laktasi 3 selanjutnya mengalami penurunan pada perioe laktasi 4. Kolostrum kambing PE dengan kelahiran tunggal menunjukkan bahwa kadar lemak, laktosa, protein, dan SnF lebih tinggi  dibandingkan kelahiran kembar.Kata kunci: kambing PE,  kolostrum, periode laktasi, ukuran liter  
TINGKAT KESUKAAN JELLYDRINK BUAH MANGGA DAN MELON DARI BERBAGAI KONSENTRASI PENGENTAL DI DESA WONOREJO, KABUPATEN MADIUN Aniswatul Khamidah; Amik Krismawati
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n3.2020.p333-350

Abstract

The Preference Levels of Mango Fruit Jellydrink and Mellon from Various Concentration of Thickness in Wonorejo Village, Madiun District. Jelly drink processing through Sustainable Reserve Food Garden (KRPL) is expected to optimize mango and melon commodities in Wonorejo Village. This research aims to determine the concentration of carrageenan in jelly drinks preferred by panelists. Activities were carried out in Wonorejo Village, Mejayan Subdistrict, Madiun District and Post Harvest Laboratory of East Java AIAT, from April to May 2014. Research used a Factorial Randomized Block Design. The treatments tested were: A) Fruit types (mango and melon); B) Carrageenan concentrations included 1) 1.4 gr / liter; 2) 2.4 gr / liter and 3) 3.4 gr / liter. Parameters observed included 1) Physical and chemical properties; 2) Organoleptic assessment; 3) The response of the panelists to jelly drink and 4) Ranking of product preferences. The most preferred of mango jelly drink was treatment with addition of carrageenan 2.4 gr / liter, the color values, thickness, aroma, taste and level of preference in general showed the highest namely: 4.4; 3.75; 4; 3.55 and 3.85, respectively. The number of panelists who liked and very liked based on the parameters of color, taste, thickness, aroma and overall parameters as much as 90%; 50%; 60%; 80% and 70%. TAT value; viscosity; pH; TPT and L are 0.444 (%) respectively; 1810 (cps); 4,245; 25.40 and 30.60. The most preferred of melon jelly drink was treatment with addition of carrageenan 1.4 gr / liter; values of color, taste, thickness, aroma and level of preference in general shows the highest, respectively: 4.55; 3.8; 4.1; 4.1 and 4.15. The number of panelists who liked and very like based on the parameters of color, taste, thickness, aroma and overall parameters as much as 100%; 65%; 85%; 85% and 90%. The TAT value; viscosity; pH; TPT and L are 0.139% respectively; 331 cps; 6,395; 21.10 and 33.30. Keywords: jelly drink, melon, manggo, organoleptic test ABSTRAK Pengolahan jelly drink melalui kawasan rumah pangan lestari (KRPL) diharapkan dapat mengoptimalkan komoditas mangga dan melon di Desa Wonorejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi karagenan sehingga menghasilkan jelly drink yang disukai panelis. Kegiatan dilakukan di Desa Wonorejo, Madiun dan Laboratorium Pasca Panen BPTP Jawa Timur, mulai bulan April sampai Mei 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Perlakuan yang diujikan: A) Jenis buah (Mangga dan Melon); B Konsentrasi karagenan: 1) 1,4 gr/ liter,  2) 2,4 gr/ liter, dan 3) 3,4 gr/liter. Parameter yang diamati: 1) Sifat fisik dan kimia; 2) Penilaian organoleptik; 3) Respon penerimaan panelis terhadap jelly drink; dan 4) Peringkat kesukaan produk. Jelly drink mangga yang paling disukai panelis adalah perlakuan penambahan karagenan 2,4 gr/liter dengan nilai (warna, kekentalan, aroma, rasa dan tingkat kesukaan secara umum) paling tinggi, yaitu: 4,4; 3,75; 4; 3,55 dan 3,85. Jumlah panelis yang menyatakan suka sampai sangat suka berdasarkan parameter warna, rasa, kekentalan, aroma dan keseluruhan parameter sebanyak 90%; 50%; 60%; 80% dan 70%. Nilai TAT; viskositas; pH; TPT dan L yaitu 0,444 (%); 1810 (cps); 4,245; 25,40 dan 30,60. Jelly drink melon yang paling disukai panelis yaitu perlakuan penambahan karagenan 1,4 gr/liter dengan nilai warna, rasa, kekentalan, aroma, dan tingkat kesukaan secara umum menunjukkan paling tinggi, yaitu: 4,55; 3,8; 4,1;4,1 dan 4,15. Jumlah panelis yang menyatakan suka sampai sangat suka berdasarkan parameter warna, rasa, kekentalan, aroma dan keseluruhan parameter sebanyak 100%; 65%; 85%; 85% dan 90%. Nilai TAT; viskositas; pH; TPT; L berturut-turut adalah 0,139%; 331 cps; 6,395; 21,10 dan 33,30.Kata kunci: jellydrink, melon, mangga, uji organoleptik
PENGARUH PENGGUNAAN LUBANG TANAM PERMANEN DALAM BUDIDAYA JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN VEGATIF DAN GENERATIF DI LAHAN KERING BERIKLIM KERING Alfonso Sitorus; Charles Yulius Bora
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n2.2020.p239-249

Abstract

ABSTRACT The Effect of Using Permanent Planting Holes on Vegative and Generative Growth of Corn in Dryland with Dry Climate. The assessment of maize cultivation using permanent planting holes in dry land, rocky and dry climates executed in Kupang District involving 24 farmers of the Tunas Muda farmer group, from November 2018 to February 2019. The assessment aims  to know the effectiveness of using permanent planting holes in maize cultivation in dry land, rocky and dry climate, using Lamuru varieties. Permanent planting holes filled with 7 kg of compost and soil mixed, covered with straw. Each hole filled with one seeds, spacing of 40 x 40 x 80 cm. In the conventional way, it is not fertilized, with 2 seeds each holes, spacing 40 x 80 cm. Observed vegetatif parameter, focusing on plant height (cm), growth rate (%), and root length (cm). Plant height measurements once every 2 weeks, while root length was measured after the plants were harvested at 107 dap. The generative parameters measured were maize cob length (cm), cob circumference (cm), number of cob, and dry shell weight (g). Based on the different test (t student), it is known: all vegetative and generative growth parameters of maize planted in permanent holes show higher performance and are statistically significantly different compared to obtained from conventional maize planting. The use of permanent planting holes in maize cultivation in dry land, and dry climates where rocky soils are more effective, can increase maize productivity.Key words: maize, lamuru, permanent planting holes, dry land, dry climate ABSTRAK Pengkajian budidaya jagung menggunakan lubang tanam permanen di lahan kering beriklim kering dan berbatu-batu, telah dilakukan di Kabupaten Kupang melibatkan 24 orang petani anggota kelompok tani Tunas Muda, pada November 2018 sampai Februari 2019. Tujuan pengkajian untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaan lubang tanam permanen dalam budidaya jagung di lahan kering iklim kering yang berbatu-batu. Jagung yang ditanam, varietas Lamuru. Lubang tanam permanen diisi kompos 7 kg dicampur tanah kemudian ditutup jerami. Tiap lubang diisi satu butir benih jagung, jarak tanam 40 x 40 x 80 cm. Pada cara konvensional, tidak dipupuk, karena struktur tanahnya berbatu-batu. Tiap lubang tanaman diisi 2 butir benih, jarak tanam 40 x 80 cm. Parameter pertumbuhan vegetatif yang diamati, fokus pada tinggi tanaman (cm), laju pertumbuhan tinggi tanaman (%), dan panjang akar (cm). Pengukuran tinggi tanaman dilakukan 2 minggu sekali, sedangkan panjang akar diukur setelah tanaman dipanen pada umur 107 HST. Parameter generatif yang diukur adalah panjang tongkol (cm), lingkar tongkol (cm), jumlah tongkol (buah), dan berat pipilan kering (g). Berdasarkan uji beda (t student), diketahui:  semua parameter pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman jagung yang ditanam pada lubang permanen menunjukkan keragaan yang lebih tinggi dan secara statistik berbeda nyata dibandingkan dengan parameter vegetatif dan generatif yang diperoleh dari lubang tanam jagung konvensional. Hal itu menunjukkan bahwa penggunaan lubang tanam permanen pada budidaya jagung di lahan kering iklim kering yang tanahnya berbatu cukup efektif, mampu meningkatkan produktivitas jagung.Kata kunci: jagung, lamuru, lubang tanam permanen, lahan kering, iklim kering
PENGARUH PAKAN LOKAL TERHADAP PENAMPILAN PERTUMBUHAN DAN KELAYAKAN USAHA AYAM RAS PEDAGING DI MALUKU UTARA Slamet Hartanto; Heru Ponco Wardono
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n2.2020.p141-149

Abstract

Responses of Growth Performance and Feasibility of Broiler Chicken Farming Againts to the North Maluku Local Feed. This research aimed to assess the effect of North Maluku’s (NMs) local-based diets in broiler farming. The number of 450 unsexed birds (Cobb, Day Old Chickens) were divided into 3 treatment groups and 3 replications (n = 50 per replicate). A completely randomized design (CRD) was employed. The diets were NMs local-based diets for starter period (RL1), NMs local-based diets finisher period (RL2), and commercial diets (CP-511) (RK). The treatments were 1) broiler was fed RL1 at 1-2 weeks of age and RL2 at 3-4 weeks of age (P1); 2) broiler was fed RK at 1-2 weeks of age and RL2 at 3-4 weeks of age (P2); 3) broiler was fed RK at 1-4 weeks of age (P3). The collected data were average daily body weight gain (ADG), feed consumption, feed conversion ratio (FCR) and mortality. The results showed P1 had the lowest ADG, the lowest feed conversion (highest FCR), and the highest mortality compared to all treatments at all ages (P <0.05). In addition, the lowest consumption at 1-2 weeks was P1 (P <0.05). The growth performance of broilers P2 was not different from P3 at 3-4 weeks of age. P1 had loss by 35,4%. Net benefit ratio (NBR) P1 against P3 showed P1 loss was 2,58 times compared to the benefit of P3. On the other hand, P2 yielded profit by 17,2% and increased profit 1,4 times more than P3. NMs local-based diets (RL2) can substitute commercial diets for broiler at 3-4 weeks of age with optimal growth performance, reduce feed costs and increase the profitability of broilers farming.Keywords: broilers, North Maluku, local-based diets, feasibility ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian pakan berbasis bahan pakan lokal dari Maluku Utara (MU) terhadap produksi ayam ras pedaging. Sejumlah 450 ekor unsexed DOC (day old chickens) ayam ras pedaging (Cobb) dibagi menjadi 3 grup perlakuan dengan 3 ulangan (n=50 ekor per ulangan). Penempatan perlakuan menggunakan rancangan acak lengkap (completely randomized design) (RAL). Jenis pakan yang digunakan yaitu pakan berbasis bahan pakan lokal dari MU periode starter (RL1), pakan berbasis bahan pakan lokal dari MU periode finisher (RL2), dan pakan komersial (RK). Perlakuan dalam penelitian ini adalah (1) Perlakuan 1 (P1), pemberian RL1 pada umur 1-2 minggu dan RL2 pada umur 3-4 minggu; (2) Perlakuan 2 (P2), pemberian RK pada umur 1-2 minggu dan RL2 pada umur 3-4 minggu; (3) Perlakuan 3 (P3), pemberian RK pada umur 1-4 minggu. Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot badan harian (PBBH), konversi pakan (feed conversion ratio/ FCR) dan mortalitas. P1 memiliki PBBH terendah, efisiensi pakan terendah (FCR tinggi), dan mortalitas tertinggi (P<0,05) dibandingkan semua perlakuan pada semua umur. Konsumsi terendah (P<0,05) pada umur 1-2 minggu dimiliki oleh P1 dibandingkan semua perlakuan. P2 memiliki penampilan pertumbuhan serupa dengan P3. P1 menyebabkan kerugian sebesar 35,4%. Analisis nisbah peningkatan keuntungan bersih (NKB) menunjukkan P1 mengalami kerugian 2,58 kali dibandingkan nilai keuntungan P3. P2 menghasilkan keuntungan sebesar 17,2% dan keuntungan tersebut meningkat 1,4 kali dari keuntungan P3. Pakan berbasis bahan pakan lokal dari Maluku Utara (RL2) mampu menggantikan pakan komersial untuk ayam ras pedaging pada umur 3-4 minggu dengan performa pertumbuhan optimal, menurunkan biaya pakan, dan meningkatkan keuntungan usahatani ayam ras pedaging.Kata kunci: ayam ras pedaging, Maluku Utara, pakan lokal, kelayakan usaha 
PENINGKATAN KUALITAS KOMPOS BULU AYAM DENGAN PENAMBAHAN SEKAM PADI ATAU KULIT PISANG KEPOK Risma Ari Elisa Lumbatoruan; Ratna Santi; Riwan Kusmiadi
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n1.2021.p123-135

Abstract

Improving The Quality of Chicken Feather Compost by Addition of Rice Husk or Kepok Banana Peels. Waste is one of residu materials that from human activities and often has a negative value. The purpose of this study was to determine nutrient content compost made from chicken feather waste with kepok banana peels addition and rice husk waste with EM4 activator addition to meet Indonesian National Standard (19 – 7030 – 2004). This research was conducted in experimental garden and research of the Faculty of Agriculture, Fisheries and Biology and PT. Socfindo Indonesia laboratories from January 2020 to April 2020. The research used experimental method with a complete randomized design (CRD). The treatment consisted of 4 level of treatments with 3 replications and 12 trials unit. Each unit was replicated duplo and total sample was 24. Analysis quality compost consists of   compost temperature, compost colour, pH, C/N Ratio, C-Organic, N, P, K, Mg, Fe and Ca content. All treatments on chicken feater compost, rice husks and banana peels with EM4 activators addition can meet the qualify of Indonesian national standard. The best result was on chicken feater compost with kepok banana peels addition.Keywords: chicken feater compost, kepok banana peels, rice husks, EM4 Activator.  ABSTRAK                                                                                                                                   Limbah merupakan salah satu bahan sisa dari aktivitas manusia dan sering kali memiliki nilai negatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kadar unsur hara pada kompos berbahan dasar limbah bulu ayam dengan penambahan sekam padi atau limbah kulit pisang kepok dengan penambahan aktivator EM4 untuk mencapai kualitas Standar Nasional Indonesia untuk kompos (19 – 7030 – 2004). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari 2019 – April 2020 di kebun percobaan dan penelitian Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Biologi Universitas Bangka Belitung, Provinsi Bangka Belitung dan Laboratorium PT. Socfindo Indonesia, Medan. Metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 taraf perlakuan dengan 3 pengulangan untuk setiap taraf. Analisis sampel untuk setiap unit percobaan dilakukan secara duplo. Peubah untuk uji kualitas kompos terdiri dari suhu kompos, warna kompos, kadar  pH, C/N Rasio, C-organik, N, P, K, Mg, Fe, dan Ca. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua perlakuan pada kompos bulu ayam yang dicampur sekam padi atau kulit pisang kapok yang dicampur dengan aktivator EM4, memenuhi kualitas Standar Nasional Indonesia untuk kompos organik. Kualitas kompos bulu ayam terbaik adalah proses pengomposan yang dicampur dengan kulit pisang kepok. Kata kunci: kompos bulu ayam, kulit pisang kepok, sekam padi, activator EM4.
PENGARUH APLIKASI TRICHODERMA SP TERHADAP HASIL DAN PENEKANAN PENYAKIT MOLER PADA TANAMAN BAWANG MERAH DI LAHAN KERING PADA MUSIM PENGHUJAN Maintang .; Warda .
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n1.2021.p1-11

Abstract

Effect of the Trichoderma sp Application on Yield and Moler's Disease Suppression of Shallot On Dry Lands in the Rainy Season. The high intensity of disease attacks is one of the obstacles in shallot cultivation during the rainy season. Trichoderma sp is one of the biological agents used to control plant pathogenic microbes. This study aims to determine the effect of the application of Trichoderma sp in suppressing moler disease (Fusarium oxysporum) as well as the growth and yield of two high yielding shallot varieties on dry land in the rainy season (off season). The research was conducted in the rainy season from April to June 2018 on dry land in Pappolo Village, Tanete Riattang Sub District, Bone District - South Sulawesi. The research used a factorial randomized block design and it was repeated three times. The first factor was variety (V), namely V1 = Trisula and V2 = Bima Brebes. The second factor was the  dose of Trichoderma sp for disease control  (P), namely P1 = Trichoderma dose of 10 kg/ha, P2 = Trichoderma 20 kg/ha, P3 = Trichoderma 30kg/ha and P4 = chemical method. The results showed that the interaction between varieties and dose of Trichoderma sp for disease control had no significant effect on the growth, yield and the suppression of shallots moller disease in the rainy season. Bima Brebes variety showed  a tuber yield of 7 t/ha which was 38% higher and significantly different than the Trisula variety (4.34 t /ha). Application of Trichoderma sp at a dose of 10, 20, 30 kg /ha was able to suppress the development of Moler disease until the age of 25 days after planting. Keywords: shallot, varieties, Trichoderma, off season ABSTRAK Tingginya intensitas serangan penyakit menjadi salah satu kendala dalam budidaya bawang merah pada musim hujan. Trichoderma sp merupakan salah satu agen hayati yang digunakan untuk mengendalikan mikroba patogen tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi Trichoderma sp dalam menekan penyakit moler (Fusarium oxysporum) dan hasil dua varietas unggul bawang merah pada lahan kering di pertanaman off season (musim penghujan). Penelitian dilaksanakan pada musim hujan Bulan April - Juni 2018 di lahan kering Kelurahan Pappolo, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone- Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial dan diulang tiga kali. Faktor pertama adalah varietas (V), yaitu V1= Trisula dan V2 = Bima Brebes. Faktor kedua adalah dosis Trichoderma sp untuk pengendalian penyakit (P), yaitu P1= Trichoderma dosis 10 kg/ha, P2 = Trichoderma 20 kg/ha, P3= Trichoderma 30kg/ha dan P4= sintetik (kimia) (sebagai kontrol). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara varietas dan dosis Trichoderma sp untuk pengendalian penyakit tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil serta penekanan penyakit moler bawang merah pada musim penghujan. Varietas Bima Brebes menunjukkan hasil umbi yaitu 7 t/ha lebih tinggi 38% dan berbeda nyata dibandingkan varietas Trisula (4,34 t/ha). Aplikasi Trichoderma sp dosis 10, 20, 30 kg/ha dapat menekan perkembangan penyakit moler hingga umur 25 hari setelah tanam.Kata kunci: bawang merah, varietas, Trichoderma, musim penghujan
PENGARUH SIFAT TANAH DAN CURAH HUJAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT PADA SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI DI SUMATERA UTARA Setia Sari Girsang; Erpina D Manurung; Sri H Sitindaon; Khadijah E Ramija
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 3 (2020): November 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n3.2020.p281-296

Abstract

The Effect of Soil and Rainfall Properties On Oil Palm Productivity In the Oil Palm-Beef Cattle Integration System. The objective is to determine the effect of soil properties and rainfall on oil palm productivity. The study was conducted in Paya Pinang Village (302'45 "N and 98018'59" E at 80.3 meter above sea level) in September-December 2018. The study compared the nature of the land between different land uses, followed by the one-way ANOVA test and the Tukey HSD test at a significance level of 5% and the Pearson correlation coefficient. The treatment consisted of 5 grazing types namely 10-year grazing; 15-years grazing; road to the cage; 20 years’ cage; and without grazing with a depth of 0-20 cm; 20-40 cm; 40-60 cm; 60-80 cm; 80-100 cm; and 100-120 cm with 4 replications. The results showed that rainfall was negatively correlated (P <0,05) with oil palm production while soil density (BD) was positively correlated (P <0,01) with Ksat and C-org, likewise Ksat was positively correlated (P <0, 01) with C-Org. This study indicate that soil compaction is one of the problems arising from oil palm-cattle integration on a semi-intensive scale. This integration is optimum when livestock are penned or in a special area that can reduce the impact on soil physical properties, oil palm production, and simplify the cattle management. A byproduct cow manure is able to improve the physical and chemical properties of the soil such as soil nutrient balance, to reduce the rate of infiltration, and to increase soil water storage. Keywords: oil palm, soil characteristics, rainfall, productivity  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sifat tanah dan curah hujan terhadap produktivitas kelapa sawit pada sistem integrasi sawit-sapi. Penelitian dilakukan di Desa Paya Pinang (302'45 "N dan 98018'59" E pada 80,3 meter di atas permukaan laut) pada periode September-Desember 2018. Penelitian membandingkan sifat tanah antara penggunaan lahan yang berbeda, dilanjutkan dengan uji ANOVA satu arah dan uji HSD Tukey pada tingkat signifikansi 5% sedangkan koefisien korelasi Pearson menggunakan STAR. Perlakuan terdiri dari 5 (lima) tipe penggembalaan yaitu penggembalaan 10 tahun; penggembalaan 15 tahun; jalan ke kandang; kandang 20 tahun; dan tanpa penggembalaan dengan kedalaman masing-masing 0-20 cm; 20-40 cm; 40-60 cm; 60-80 cm; 80-100 cm; dan 100-120 cm dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan berkorelasi negatif (P <0,05) dengan produksi kelapa sawit sedangkan kepadatan tanah (BD) berkorelasi positif (P <0,01) dengan laju infiltrasi tanah (Ksat) dan C-org khususnya pada lahan yang memiliki kandungan pasir tinggi, demikian juga Ksat yang tinggi berkorelasi positif (P <0,01) dengan C-Org lokasi dan berkontribusi penyumbang bahan organik yang tinggi. Penelitian ini menunjukkan terjadinya pemadatan tanah sebagai salah satu masalah yang timbul akibat integrasi kelapa sawit-sapi skala semi intensif. Integrasi ini optimal jika ternak dikandangkan atau ditempatkan pada areal khusus sehingga mampu meminimalkan dampak terhadap sifat fisika tanah, produktivitas kelapa sawit, serta mempermudah manajemen ternak sapi. Kotoran hasil sampingan sapi mampu memperbaiki sifat fisik dan kimiawi tanah seperti menyeimbangkan unsur hara tanah, memperlambat laju infiltrasi, serta meningkatkan penyimpanan air tanah.Kata kunci: kelapa sawit, sifat tanah, curah hujan, produktivitas
KAJIAN PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU BAWANG MERAH DENGAN BIOPESTISIDA DI SULAWESI TENGGARA Muh Asaad; Rusdi Rusdi; Agussalim Agussalim
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v23n2.2020.p199-211

Abstract

The Study of Shallot Wilt Disease with Biopesticide in South Sulawesi. The study aimed to obtain an effective biopesticide to controlshallot wilt disease which was conducted in March to July 2017 in Andowengga Village, Poli-Polia Sub-district, East Kolaka District, Southeast Sulawesi. The study used randomized block design (RBD) with 4 (four) treatments namely (1) biopesticide Trichoderma spp 15 kg/10 m2+organic fertilizer 100 kg/10 m2, (2) Gliocladium spp 100 g/10 m2+ organic fertilizer 100 kg/10 m2, (3) Bacillus sp1 litre/100 liter/10 m2+ organic fertilizer 100 kg/10 m2 and (4) control (organic fertilizer) 100 kg/10 m2 with 5 (five) replications. The variable observed were potential of biopesticide suppression of wilt disease, the intensity of the wilt disease as well as vegetative growth and shallot production. The results of the study showed the Trichoderma, Gliocladium and Bacillus biopesticides can control wilt in shallot plants. The treatmentof Bacillus biopesticides was able to control wilt with a level of suppression (efficacy) of 50,70% in the vegetative growth phase, 24% in the tuber formation phase andto provide higher productivity compared to the other two treatments which was 125 kg/10 m2 or equivalent to 1.25 t/ha in local specific condition in Southeast Sulawesi.Keywords: shallot, wilt diseases, biopesticides, productivity  ABSTRAKKajian bertujuan mendapatkan biopestisida yang efektif mengendalikan penyakit layu pada bawang merah yang telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2017 di Desa Andowengga, Kecamatan Poli-Polia, Kabuapten Kolaka Timur. Kajian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 (empat) perlakuan yaitu (1) Biopestisida Trichoderma spp 15 kg/10 m2 + pupuk organik 100 kg/10 m2 (2) Gliocladium spp 100 g/10 m2 + pupuk organik 100 kg/10m2, (3) Bacillus sp 1 l/100 l/10 m2 + pupuk organik, 100 kg/10 m2, dan (4) Kontrol (pupuk organik) 100 kg/10 m2 sebanyak 5 (lima) ulangan. Peubah yang diamati mencakup potensi penekanan biopestisida terhadap penyakit layu, intensitas serangan penyakit layu, pertumbuhan vegetatif, dan produksi bawang merah. Hasil kajian menunjukkan biopestisida Trichoderma, Gliocladium, dan Bacillus dapat mengendalikan penyakit layu pada tanaman bawang merah. Perlakuan biopestisida Bacillus mampu mengendalikan penyakit layu dengan tingkat penekanan (efikasi) sebesar 50,70% pada fase pertumbuhan vegetatif, 24% pada fase pembentukan umbi, dan memberikan produktivitas bawang merah yang lebih tinggi dibandingkan dua perlakuan lainnya yakni sebesar 125 kg/10 m2 atau setara 1,25 t/ha pada kondisi spesifik lokasi Sulawesi Tenggara.Kata kunci: bawang merah, penyakit layu, biopestisida, produktivitas
ANALISIS AGRONOMI DAN EKONOMI PAKET TEKNOLOGI BUJAKA (BUDIDAYA JAGUNG TOLERAN KEKERINGAN) DI KABUPATEN GORONTALO Jaka Sumarno; Teddy Wahyana Saleh; Muhammad Fitrah Irawan Hannan; Hasyim Jamalu Moko; Aryandi Kurnia Rahman
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v24n2.2021.p175-186

Abstract

Agronomic and Economic Analysis of BUJAKA Technology Package (Drought Tolerant Maize Cultivation Technology) in Gorontalo Regency. Drought stress has caused plant growth and yields to decrease. For this reason, it is necessary to assembly  a drought tolerant maize cultivation technology package. This study aims to analyze the growth, yield, and economic performance of the application of drought tolerant maize cultivation technology package (BUJAKA). The research was carried out for two planting seasons, namely 2019 and 2020 in Gorontalo District, Gorontalo Province. To determine the agronomic performance (growth and yield) of the application of the BUJAKA, a randomized block design (RBD) method was used as a treatment using 10 hybrid and composite maize varieties. In planting season I, the treatment was repeated 6 replications and planting season II was repeated 4 replications. To find out the economic performance, a farming analysis was carried out including revenue, costs, benefits and financial feasibility with a parcial budget analysis. The results showed that the BUJAKA technology package was able to increase the productivity of maize compared to the existing technology. The productivity of maize increased from 356,.01 kg / ha to 5215,95 kg / ha. Changing the application from existing technology to BUJAKA technology requires an additional fee of 39%, however, with an increase in productivity, the benefits obtained also increased by 4.63. 772 IDR/ ha (an increase of 50%). BUJAKA technology was financially feasible to be promoted to replace existing technology because the value of R> 1 (2,36).Keywords: agronomic performance, economy, maize technology, drought tolerant ABSTRAK Cekaman kekeringan menyebabkan pertumbuhan tanaman dan hasil  jagung menjadi menurun. Untuk itu perlu dilakukan perakitan paket teknologi budidaya jagung toleran cekaman kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaan pertumbuhan, hasil, dan ekonomi penerapan paket teknologi budidaya jagung toleran cekaman kekeringan (BUJAKA). Penelitian dilaksanakan selama dua musim tanam yaitu tahun 2019 dan 2020 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Untuk mengetahui keragaan agronomi (pertumbuhan dan hasil) penerapan paket teknologi BUJAKA dilakukan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebagai perlakuan dengan menggunakan 10 varietas jagung hibrida dan komposit. Pada musim tanam I perlakuan diulang sebanyak 6 ulangan dan musim tanam II diulang sebanyak 4 ulangan. Untuk mengetahui keragaan ekonomi dilakukan analisis usahatani meliputi penerimaan, biaya, keuntungan dan kelayakan finansial dengan parcial budget analysis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa paket teknologi BUJAKA mampu meningkatkan produktivitas jagung dibandingkan teknologi eksisting. Produktivitas jagung meningkat dari 3567,01 kg/ha menjadi 5215,95 kg/ha. Perubahan penerapan dari teknologi eksisting menjadi teknologi BUJAKA, diperlukan tambahan biaya sebesar 39%, namun demikian, dengan peningkatan produktivitas maka keuntungan yang diperoleh juga meningkat sebesar Rp 4.635.772/ha (meningkat sebesar 50%). Teknologi BUJAKA layak secara finansial untuk dipromosikan menggantikan teknologi eksisting oleh karena nilai R >1 (2.36).Kata kunci: keragaan agronomi, ekonomi, teknologi jagung, toleran kekeringan

Filter by Year

2003 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 23, No 3 (2020): November 2020 Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 22, No 3 (2019): November 2019 Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019 Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 21, No 3 (2018): November 2018 Vol 21, No 2 (2018): Juli 2018 Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 20, No 3 (2017): November 2017 Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017 Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 19, No 3 (2016): November 2016 Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 19, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 18, No 3 (2015): November 2015 Vol 18, No 2 (2015): Juli 2015 Vol 18, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 17, No 3 (2014): November 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 16, No 3 (2013): November 2013 Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013 Vol 16, No.1 (2013): Maret 2013 Vol 15, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 More Issue