cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Buletin ini memuat hasil penelitian terkait komoditas rempah dan obat yang belum diterbitkan pada media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 544 Documents
IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI Sclerotium rolfsii Sacc. PENYEBAB PENYAKIT BUSUK BATANG NILAM (Pogostemon cablin Benth) Sukamto .; Dono Wahyuno
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 1 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v24n1.2013.%p

Abstract

Beberapa penyakit tanaman nilam (Pogostemon cablin) seperti penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum), penyakit budok (Synchytrium pogostemonis), dan penyakit nematoda parasit (Meloidogyne, Pratylenchus, dan Radopholus), serta penyakit kelompok Potyvirus merupakan salah satu kendala dalam usahatani nilam. Akhir-akhir ini, di pembibitan dan lapang saat musim hujan, banyak tanaman nilam ditemukan membusuk pangkal batangnya, terdapat miselium berwarna putih dan sklerotia pada bagian batang yang sudah busuk. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi patogen penyebab, mempelajari biologinya, dan kisaran inangnya. Patogen penyebab diperoleh dengan isolasi, dimurnikan, dan ditumbuhkan pada media Agar Kentang Dekstrosa (AKD). Karakteristik morfologi jamur penyebab diamati di bawah mikroskop majemuk. Biologi jamur penyebab diamati dengan cara menumbuhkan pada media AKD yang diinkubasi pada berbagai suhu. Kisaran inangnya dipelajari dengan meletakkan potongan miselia pada tanaman yang diuji. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jamur membentuk miselia berwarna putih, ada klam koneksi dan sklerotium berwarna cokelat, serta berbentuk lonjong-bulat berukuran 0,8-1,84 mm. Jamur penyebab diidentifikasi sebagai Sclerotium rolfsii, mempunyai suhu optimum pertumbuhan antara 20-28oC, terhambat pada suhu 35oC, dan tidak tumbuh pada suhu 5oC. Hasil inokulasi buatan menunjukkan bahwa cendawan S. rolfsii dapat menginfeksi nilam varietas Lhokseumawe, Sidikalang, Tapaktuan, nilam jawa, serta tanaman cabe, jagung, tomat, dan kacang hijau. Ini merupakan laporan pertama yang menyatakan adanya Sclerotium rolfsii pada tanaman nilam di Indonesia. 
KERAGAAN KARAKTER MORFOLOGI, HASIL DAN MUTU ENAM AKSESI JAHE PUTIH KECIL DI TIGA AGROEKOLOGI BERBEDA Cheppy Syukur; Muhammad Yusron; Octivia Trisilawati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 26, No 1 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v26n1.2015.1-10

Abstract

Jahe merupakan tanaman yang memerlukan lahan subur dan pupuk dosis tinggi untuk menghasilkan rimpang yang optimal. Ketersediaan lahan subur semakin terbatas, sedangkan harga pupuk semakin tinggi, sehingga diperlukan varietas jahe yang toleran ditanam di lahan marginal dengan input pupuk rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keragaan karakter morfologi, hasil dan mutu aksesi jahe putih kecil pada budidaya dengan input pupuk rendah, atau tumbuh baik pada kondisi lahan marginal. Evaluasi plasma nutfah jahe toleran lahan marginal di lakukan di Kabupaten Lebak (Banten), Kulonprogo (Yogyakarta) dan Bantul (Yogyakarta). Bahan tanaman yang digunakan enam aksesi jahe putih kecil (JPK), menggunakan rancangan acak kelompok diulang empat kali. Pengamatan dilakukan terhadap karakter pertumbuhan tanaman (populasi tanaman, tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter batang) dan produksi rimpang segar serta kadar gingerol. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan DMRT 0,5% apabila berbeda nyata. Hasil evaluasi keenam aksesi yang ditanam di lahan marginal dengan pemupukan dosis rendah, menunjukkan respon yang berbeda pada fase pertumbuhan maupun produksi. Aksesi 02 menunjukkan karakter diameter batang yang stabil di tiga lokasi, sedangkan aksesi lainnya tidak stabil. Aksesi 04 menunjukkan stabilitas pada karakter produksi rimpang segar dan kadar gingerol di tiga lokasi. Aksesi 04 menghasilkan bobot rimpang segar tertinggi (546,92 g rumpun-1) dan kadar gingerol lebih dari 1%, sehingga aksesi 04 berpotensi untuk dikembangkan di lahan marginal dengan input pupuk rendah.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI, ANATOMI DAN PRODUKSI TERNA AKSESI NILAM ASAL ACEH DAN SUMATERA UTARA Wawan Haryudin; Nur Maslahah
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 22, No 2 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v22n2.2011.%p

Abstract

Nilam (Pogostemon cablin) merupakan sa-lah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang mempunyai peranan penting, baik sebagai sumber devisa negara maupun se-bagai pendapatan petani. Tanaman nilam telah lama dibudidayakan di Indonesia dengan daerah sentra produksi Aceh, Su-matera Utara dan Bengkulu yang meng-alami perkembangan cukup pesat. Minyak nilam digunakan dalam industri parfum, pembuatan sabun kosmetik, antiseptik dan insektisida. Produksi minyak nilam ditentu-kan oleh varietas. Untuk mendapatkan produksi secara kualitas dan kuantitas yang tinggi diperlukan varietas unggul. Ta-hapan penelitian untuk mendapatkan va-rietas unggul dimulai dari eksplorasi ka-rakterisasi morfologi, anatomi dan pro-duksi terna. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik sejak Januari sampai Desember 2009 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi, anatomi dan produksi 10 aksesi nilam asal Aceh dan Sumatera Utara. Parameter yang di-amati meliputi karakter morfologi, anatomi dan produksi terna serta minyak. Berda-sarkan karakter bentuk daun dan batang tidak banyak ditemukan variasi, namun bi-la dilihat dari karakter bentuk pangkal dan ujung daun terdapat variasi, diantaranya berbentuk tumpul, rata, gasal dan runcing. Karakter jumlah sel/kelenjar minyak yang terletak pada sel palisade maupun sel bu-nga karang sangat bervariasi. Potensi pro-duksi terna segar berkisar antara 96,0-319,1 g/phn, tertinggi terdapat pada ak-sesi TM-3 (319,1 g) terendah pada aksesi SK (96,0 g), produksi terna kering berki-sar antara 35,6-97,9 g/phn, tertinggi pa-da aksesi TM-3 (97,9 g) terendah pada aksesi SK (35,6 g). Kadar minyak atsiri berkisar antara 2,52-4,15% per pohon, tertinggi pada aksesi SK (4,15%) dan terendah pada aksesi Sipede 4 (2,52%).
STUDI FENOLOGI DAN SENYAWA KIMIA PRONOJIWO (Euchresta horsfieldii (Lesch.) Benn.) I G. Tirta; I M. Ardaka; I Dw. Pt. Darma
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 21, No 1 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v21n1.2010.%p

Abstract

Pronojiwo (Euchresta horsfieldii (Lesch.) Benn.) termasuk dalam suku Fabaceae dan merupakan salah satu tum-buhan hutan yang berpotensi sebagai sumber obat tradisional Indonesia. Khasiat bijinya hanya dikenal terbatas di kalangan keluarga maupun masyarakat tertentu, yaitu sebagai penyegar tubuh dan sebagai obat perangsang. Selama ini telah dike-tahui bahwa sebagian besar tumbuhan obat penghasil bahan baku masih diper-oleh dari alam, yang merupakan tumbuhan liar, dan hanya sebagian kecil saja yang diperoleh dari hasil budidaya. Saat ini populasi pronojiwo sudah berkurang, bahkan termasuk dalam kategori dua ratus tumbuhan langka Indonesia. Tempat tum-buhnya terbatas pada wilayah hutan dengan lereng-lereng gunung yang tinggi. Pengambilan yang terus menerus dari alam, tanpa adanya usaha untuk mem-budidayakannya, menyebabkan populasi-nya terus menurun sehingga pada akhir-nya akan mengalami kelangkaan. Berda-sarkan hal tersebut di atas, tindakan budi-daya diperlukan untuk mempertahankan, mengembangkan, serta mengkaji tentang fenologi dan kandungan kimianya. Pen-catatan data fenologi dilakukan pada habitat alami pronojiwo di Bukit Tapak, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan - Bali. Pengamatan dilakukan secara rutin 2 kali/minggu (hari Senin dan Kamis) tergantung dari perkembangan bunga dan buah. Diketahui perkembangan bunga dari mulai keluar tunas sampai dengan mekar berkisar antara 60-75 hari, lama bunga mekar 10-12 hari. Setelah bunga mekar langsung keluar bakal buah. Buah matang dan siap dipanen setelah berumur 130-150 hari. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa dari 40 senyawa kimia yang ditemukan, senyawa Kaur-16-ene tertinggi terdapat di akar (51,29%) dan batang (36,13%). Selanjutnya senyawa asam palmitat ditemukan pada akar (16,07%), batang (34,79%), daun (23,55%), kulit biji (13,79%), dan biji (36,13%). Hasil analisis dari 8 senyawa di Laboratorium UNUD, diketahui kandungan Vitamin C tertinggi terdapat pada kulit biji (2.254,32 mg/100 g) dan Antioksidan tertinggi ditemukan pada daun (126,94 ppm).Kata kunci : Fenologi, senyawa kimia, Euchresta horsfieldii, Bukit Tapak
PENGARUH MINYAK JAHE MERAH, PALA DAN SELASIH TERHADAP Helopeltis antonii Sign PADA INANG ALTERNATIF Warsi Rahmat Atmadja
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 19, No 2 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v19n2.2008.%p

Abstract

Penelitian minyak jahe merah, pala dan selasih terhadap H. antonii Sign. dilakukan di laboratorium Kelompok Peneliti Hama dan Penyakit, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Bogor sejak April sampai September 2005. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak jahe merah, pala dan selasih terhadap H. antonii. Perlakuan minyak jahe merah, pala dan selasih masing-masing terdiri dari : 6; 3; 1,5; 0,75% dan 0% (kontrol). Apli-kasi dilakukan dengan dua cara yaitu aplikasi pada serangga dan aplikasi pada pakan (men-timun). Infestasi H. antonii dewasa masing-masing perlakuan 10 ekor. Pengamatan dilaku-kan setiap hari dengan cara menghitung tingkat kematian H. antonii. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 13 per-lakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menun-jukan bahwa : larutan minyak jahe merah dengan konsentrasi 6% efektif terhadap H. antonii sejak 6 hsa dengan tingkat mortalitas 83,33% dengan cara semprot serangga. Larutan minyak pala konsentrasi 6% efektif terhadap H. antonii pada 8 hsa dengan mortalitas 86,7% dengan cara semprot serangga. Larutan minyak selasih konsentrasi 6% juga efektif terhadap H. antonii sejak 5 hsa dengan mortalitas mencapai 80% dengan cara semprot serangga. Larutan minyak jahe merah dan pala konsentrasi 6% efektif tehadap H. antonii pada 8 hsa dengan tingkat mortalitas 96,67% dan 83,33% dengan cara semprot pada mentimun (pakan). Larutan minyak jahe merah, pala dan selasih diduga mempunyai peran sebagai insektisida nabati yang bersifat racun kontak. 
Analisis Ekonomi Tiga Genotipe Kumis Kucing di Tiga Agroekologi Ekwasita Rini Pribadi; Otih Rostiana; Rosita SMD
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 2 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v25n2.2014.145-154

Abstract

Plant varieties can be released as superior varieties after adaptation trials/observation. Superiority of certain variety can be assessed through production, quality and bioactive compounds, which are supported by financial feasibility of its cultivation. To obtain high-yielding varieties of java tea, the adaptation of six genotypes have been tested at three different locations, for two planting seasons. The study was conducted in November 2011 to December 2013, at Cimanggu Research Installation (240 m asl) Bogor, Cicurug Research Installation (550 m asl), and Sukamulya Research Installation (350 m asl), Sukabumi, West Java.  The three locations are production center of java tea.  The trial was arranged in a randomized block design with six treatments (six genotype), repeated four times. Data were analyzed discriptively. The feasibility assessment of each genotype was measured through level of technical efficiency: the yield of fresh and dry herb/unit area, economic efficiency was measured based on (1) revenue/unit area, (2) the ratio of net income and gross income, allocative efficiency (price) based on the ratio of operating expenses and gross income. The results showed that genotype C indicated more superior in technical and economic feasibility than genotypic A and B at agroecology and social of Sukamulya. The potential fresh weight of herb was 2,243 kg, whereas dry weight was 690 kg, net income Rp.1,138,676,- B/C ratio 1.34, the proportion of residual income net of operating expenses 52.04% and allocative efficiency 74.62% per 1,000 m2, during two harvesting times.
STABILITAS KARAKTER MORFOLOGI 10 AKSESI CABE JAWA (Piper retrofractum Vahl.) DI KEBUN PERCOBAAN CIKAMPEK Wawan Haryudin; Otih Rostiana
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v22n1.2011.%p

Abstract

Stability of 10 Accessions of Java Long Pepper (Piper retrofractum Vahl.) Based on Their Morphological Characteristics at Cikampek Research StationJava long pepper (Piper retrofractum) is an Indonesian native medicinal plant, grows in the yard, field or any humid lands. Valuable parts of java long pepper used as medicine are fruit, leaves and roots. Fruits of java long pepper contains piperin, chavicine, palmatix acid, tetrahy-dropiperic acid, 1-undecylenyl-3, 4-me-thylledioxy benzene, piperidine, essential oil, N-isobutyldeka-trans-4-dienamide, and sesamine. An experiment was perfor-med in Cikampek Research Station (50 m above sea level, C climate type in the classification Schmidth and Ferguson). This experiment was conducted since Ja-nuary to December 2005. Direct observa-tion of some accessions was made to germplasm of java long peppers collected from production center areas in 2003. The aim of this study is to identify mor-phological stability of 10 accessions of java long pepper collection. Parameters observed were stem, leaves and fruit cha-racteristics. Results showed that 10 ac-cessions of java long pepper tested were adapted well at new agro-ecological areas based on stability of morphological charac-ter of leaf, stem and fruits. Except, shape of leaf have changed from lancet to oval. Further, cluster analysis showed that 10 accesions of java long pepper were clas-sified into 2 clusters. The first cluster was divided  into 2 sub clusters on which the first sub cluster consists of 6 accessions and the second one consists of 2 acces-sions as classified by length of shortest stem node (3.69-4.05 cm). The second cluster, there were 2 accessions which were separated from one to the others based on the smallest leaves width (2.11-3.48 cm). 
PENGARUH PEMBERIAN KAPUR DAN KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAHE PUTIH BESAR PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING NFN Burhanuddin; NFN Yudarfis; Herwita Idris
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 27, No 1 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v27n1.2016.47-53

Abstract

Produktivitas tanaman jahe (Zingiber officinale) di Indonesia umumnya masih rendah, ini disebabkan beberapa faktor antara lain karena pemupukan yang kurang optimal, kondisi lingkungan tumbuh, baik iklim maupun kesuburan tanah, serta teknik budidaya belum mengacu kepada teknik budidaya anjuran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kapur dan kompos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jahe (Z. officinale) pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balittro Laing Solok, Sumatera Barat sejak Maret sampai Desember 2014. Perlakuan disusun dengan rancangan acak kelompok dalam pola faktorial tiga ulangan. Perlakuan yang diuji  adalah penggunaan kapur (0; 100; dan 200 g lubang tanam-¹) sebagai faktor ke 1, kompos (0; 1; 2 dan 3 kg lubang tanam-¹) sebagai faktor ke 2, varietas jahe putih besar yang digunakan berasal dari kebun petani. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang daun, lebar daun dan bobot rimpang  rumpun-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kapur 200 g yang dikombinasikan dengan kompos 2 kg lubang-1 menghasilkan pertumbuhan tanaman yang terbaik, dengan tinggi tanaman 66,20 cm, jumlah anakan 9,96 buah, panjang daun 22,31 cm, lebar daun 3,13 cm dengan bobot rimpang segar 541,50 g rumpun-¹, sedangkan pertumbuhan terendah terdapat pada perlakuan tanpa kapur dan kompos (tinggi tanaman 31,12 cm, jumlah anakan 3,38 buah, panjang daun 13,36 cm, lebar daun 2,12 cm dan rimpang segar 130,83 g rumpun-1 ).
ANALISIS EKONOMI USAHATANI SERAI WANGI (Studi Kasus Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Selatan) Sabarman Damanik
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 18, No 2 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v18n2.2007.%p

Abstract

Serai wangi (Cymbopogon nardus L) merupakan salah satu jenis tanaman minyak atsiri, yang tergolong sudah berkembang. Ko-moditas ini berperan sangat besar terhadap sumber devisa dan pendapatan petani serta pe-nyerapan tenaga kerja. Permasalahan yang di-hadapi Indonesia dalam pengembangan serai wangi mencakup pengadaan bahan baku, pe-nanganan pasca panen, proses produksi, tata-niaga, teknologi pengolahan dan peralatan pe-nyulingan. Penggunaan varietas unggul serai wangi seperti G1, G2, G3, G115, G127 dan G135 dapat menghasilkan minyak atsiri dengan kandungan geraniol dan sitronellal yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usahatani serai wangi yang dikaji dari aspek ekonomi dan respon petani terhadap pola usahatani yang direkomendasikan. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Gunung Halu Januari 2005 sampai Desember 2006, dengan metode survey kepada petani serai wangi sebanyak 45 (empat puluh lima) responden yang diambil secara acak (random sampling). Analisis menggunakan metode Korelasi Spe-arman dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan usahatani serai wangi pada panen ke 4 (empat) sebesar Rp 10.500.000,- dengan tingkat kela-yakan B/C ratio 1,75. Keuntungan maksimum pabrik penyulingan dipengaruhi secara nyata oleh kapital tanah, pabrik, tenaga kerja, dan alat bangunan pada tingkat kepercayaan 95 %. Elastisitas keuntungan maksimum terhadap pe-rubahan tenaga kerja, kapital tanah pabrik dan alat bangunan bersifat inelastis. Peningkatan produksi serai wangi dipengaruhi secara nyata oleh pendapatan petani, tenaga kerja dan pen-didikan formal. Elastisitas produksi serai wangi terhadap perubahan pendapatan, tenaga kerja dan pendidikan formal bersifat inelastis. Ting-kat respon petani memberikan angka koefisien korelasi sebesar 1,5 untuk pendidikan dan 1,4 untuk pendapatan. Artinya kedua variabel ini menentukan tingkat respon petani.
ADAPTASI DELAPAN NOMOR HARAPAN KUNYIT (Curcuma domestica Vahl.) TOLERAN NAUNGAN Sitti Fatimah Syahid; Cheppy Syukur; Nathalini Nova Kristina; Joko Pitono
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 23, No 2 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v23n2.2012.%p

Abstract

Turmeric cultivation by farmer is mainly conducted under shading, so it needed turmeric superior seeds especially for shading cultivation. The aim of the research was to analiysis the adaptability based on yield and quality stability of turmeric promising lines under shading on three different agroecology Adaptation test for releasing the superior variety of crops was conducted at three locations of turmeric central production in Bringin 464 m asl, Nogosari, 425 m asl, and Simo 484 m asl. Tested was done in 2008 until 2010 under famer’s teak plantations. Eight promising lines of turmeric out of 70 accessions selected under artificial shading season in year of 2007/2008 at Cicurug, Sukabumi (West Java) and one local number were used as materials to be tested. The experiment was arranged in Randomized Block Design with three replications. Each block consisted of 48 plants. The observed parameters were growth component, yield, and curcumin content. Combined varian analysis result showed that there was no interaction effect between genotype and environment on the yield and curcumin content. However, all of the tested genotypes were signicifantly differed for their curcumin content. Turmeric promising line Cudo 04, with rhizome yield 0f 7.4 ton ha-1, had the highest curcumin (7.05%) and essential oil content (4.77%), and tolerant to the leaf spot disease. Therefore, this line is recommended to be released as a superior variety tolerant to shading. Based on its curcumin content, this line was also found as a superior one to be developed by herbal medicine industry.

Filter by Year

1986 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 32, No 2 (2021): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 32, No 1 (2021): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 31, No 2 (2020): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 31, No 1 (2020): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 30, No 2 (2019): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 30, No 1 (2019): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 29, No 2 (2018): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 29, No 1 (2018): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 28, No 2 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 28, No 1 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 27, No 2 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 27, No 1 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 26, No 2 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 26, No 1 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 2 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 25, No 1 (2014): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 2 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 2 (2013): Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 1 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 1 (2013): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 23, No 2 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 23, No 1 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 22, No 2 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 21, No 2 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 21, No 1 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 20, No 2 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 20, No 1 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 19, No 2 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 19, No 1 (2008): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 18, No 2 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 18, No 1 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 17, No 2 (2006): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 17, No 1 (2006): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 16, No 2 (2005): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 16, No 1 (2005): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 15, No 2 (2004): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 15, No 1 (2004): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 2 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 2 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 14, No 1 (2003): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 13, No 2 (2002): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 13, No 1 (2002): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 12, No 1 (2001): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 11, No 2 (2000): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 10, No 1 (1999): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 2 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 9, No 1 (1994): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 2 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 8, No 1 (1993): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 7, No 2 (1992): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 7, No 1 (1992): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 6, No 2 (1991): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 6, No 1 (1991): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 5, No 2 (1990): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 5, No 1 (1990): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 4, No 2 (1989): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 4, No 1 (1989): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 2 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 1 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 2, No 2 (1987): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 2, No 1 (1987): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 1, No 2 (1986): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Vol 1, No 1 (1986): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat More Issue