cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014)" : 25 Documents clear
Performansi Layanan Video Conference Pada Jaringan Wide Area Network (WAN) Di Chevron Indonesia Company Ardent Religian Putra; Wahyu Adi Priyono; Dwi Fadila Kurniawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.087 KB)

Abstract

Jaringan Wide Area Network (WAN) sangat cocokdigunakan pada perusahaan sebesar Chevron IndonesiaCompany untuk menunjang layanan pertukaran informasiyang dapat diandalkan. Jaringan WAN mampumenghubungkan seluruh wilayah operasional ChevronIndonesia Company. Salah satu layanan yang digunakan olehadalah video conference. Teknologi video conference yangsedang dikembangkan oleh Chevron Indonesia Companyadalah Personal Video, dimana video conference dapatdilakukan dari ruang kerja dengan menggunakan PC.Parameter Quality of Service (QoS) yang berupa delay end-toenddan packet loss diukur pada saat sesi video conferenceantara Balikpapan dan Jakarta selama 15 menit, denganbantuan software Wireshark dan hasil Statistic pada perangkatPolycom. Nilai Mean Opinion Score (MOS) diperoleh dengandua metode: metode kuesioner berdasarkan opini end userdan metode matematis dengan pendekatan faktor kualitastransmisi (faktor R) berdasarkan faktor penurunan kualitasakibat delay (Id) dan packet loss (If) yang terjadi.Dari hasil perhitungan didapat nilai delay end-to-endmencapai 428,3627509 ms, nilai tersebut dikategorikan burukmenurut standar ITU-T G.114, sehingga butuhpengembangan yang mendalam dalam penerapan teknologiini kedepannya. Sedangkan nilai packet loss sebesar0,265339966 % dan dikategorikan baik menurut standarTIPHON. Nilai MOS yang diperoleh dari hasil kuesioneradalah sebesar 3,75. Sebagai pembuktian, nilai MOSmatematis adalah sebesar 3,86011907.Menurut standar ITU-T P800, kedua hasil perhitungan MOSini termasuk kategori C atau acceptable, yaitu kualitas videoconference akan mengalami beberapa gangguan namunsecara umum layanan lainnya akan baik-baik saja.Kata Kunci— WAN, Video Conference, QoS, MOS
PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI PETIR INTERNAL PADA CONDOTEL BOROBUDUR BLIMBING KOTA MALANG Priya Surya Harijanto; Mochammad Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.181 KB)

Abstract

Sambaran petir merupakan ancaman bagi gedung bertingkat. Pada gedung Condotel Borobudur Blimbing Kota Malang yang masih dalam tahap perencanaan pembangunan perlu dirancang system proteksi petir internal agar dapat melindungi seluruh peralatan di dalam gedung. Hal ini dilakukan dengan pemasangan arrester dan bonding ekipotensial dan melakukan pemerisaian terhadap peralatan listrik dan TI serta seluruh bagian konduktif di dalam struktur bangunan.Pada makalah ini dilakukan analisis tegangan lebih pada tingkat proteksi level III dengan arus petir 100 kA. Gelombang tegangan berjalan yang timbul berkisar 0,001 kV hingga 1,176 kV. Sedangkan pada titik pembumian akan mengalami kenaikan tegangan sebesar 100 kV. Selanjutnya, tegangan induksi yang timbul akibat loop – loop antara down conductor dengan kabel catu daya sebesar 110 kV/m2 dan 60,89 kV/m2. Sedangkan tegangan induksi yang timbul akibat loop – loop pada kabel telekomunikasi dan TI 300 V/m dan 200 V/mm.Pembagian zona proteksi petir pada gedung terbagi menjadi LPZ 1 dan 2. Perancangan sistem proteksi internal pada Gedung Condotel Blimbing Kota Malang dilakukan dengan pemasangan arrester kelas B dengan tingkat pemotongan 4 kV pada jalur masuk instalasi daya dan TI pada bagian LPZ 0B – 1, kemudian pada bagian MDP seluruh pelayan beban dipasang arrester kelas C dengan tingkat pemotongan 2,5 kV dan pada bagian SDP ditempatkan arrester kelas D dengan tingkat pemotongan 1,5 kV hingga 0,8 kV bergantung pada LPZ 1 atau 2, kemudian seluruh bagian akan diikat pada bonding ekipotensial yang akan dijadikan satu titik pembumian.Kata Kunci— Proteksi, Arrester, Bonding Ekipotensial, LPZ.
Analisis Perbandingan Faktor Daya Masukan Penyearah Satu Fasa dengan Pengendalian Modulasi Lebar Pulsa dan Sudut Penyalaan Syaifur Ridzal; n/a Soeprapto; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.445 KB)

Abstract

Pada saat sekarang ini peralatanelektonika daya sering digunakan dalam aplikasi diindustri. Seperti konverter sebagai peralatan konversidaya listrik, yang biasanya digunakan sebagai powersupply. Penggunaan penyearah terkendali memilikikekurangan karena dapat menimbulkan harmonisapada sistem tenaga listrik dan juga memiliki faktor dayayang rendah. Seperti halnya Faktor daya padapenyearah satu fasa terkendali dengan pengendaliansudut penyalaan yang cenderung rendah.Teknik pengendalian pada penyearah dapatmeningkatkan faktor daya masukan. Teknik komutasimerupakan teknik pengendalian pada sistem penyearah.Salah satu dari teknik pengendalian adalahpengendalian modulasi lebar pulsa . Oleh karena ituakan dibandingkan dua macam pengendalian, yaitupengendalian sudut penyalaan dan pengendalianmodulasi lebar pulsa.Pada penelitian ini digunakan analisismenggunakan deret fourier dan simulasi untukmengetahui harmonisa dan faktor daya pada penyearahterkendali.Kata Kunci — Penyearah setengah terkendali, Faktordaya, Harmonisa.
STUDI DAN IMPLEMENTASI STEGANOGRAFI PADA FILE AUDIO DENGAN TEKNIK SPREAD SPECTRUM Vipkas Al Hadid Firdaus; Ali Mustofa; Muhammad Aswin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.546 KB)

Abstract

Perkembangan informasi telah berkembang begitu pesat. Pesan, data, atau informasi yang begitu mudah diakses oleh setiap orang saat ini dan kebutuhan akan pengiriman informasi lewat media internet menimbulkan sebuah permasalahan baru yaitu aspek keamanan dari data itu sendiri. Sehingga muncullah sebuah metode pengamanan data yang di kenal dengan istilah steganografi. Steganografi adalah salah satu solusi untuk melindungi pesan yang bersifat rahasia yang disampaikan melalui internet dengan cara menyembunyikan pesan sehingga pesan dari proses steganografi ini tidak akan terlihat dan tidak akan menimbulkan kecurigaan. Spread Spectrum merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam teknik steganografi pada media berkas audio digital dalam domain transform.Kata Kunci- Steganografi, Spread Spectrum, Audio Digital, WAV.
Perancangan Dan Pembuatan Antena Mikrostrip Rugby Ball Dengan Slot Lingkaran Pada Frekuensi Ultra Wideband (UWB) Silvi Aisiyah Dita Permana; Rudy Yuwono; Erfan Achmad Dahlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.624 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perancanganantena mikrostrip rugby ball dengan slot lingkaransehingga dapat bekerja pada frekuensi ultra wideband(UWB). Konsep UWB yang ditemukan dalamperancangan antena, ditujukan agar satu antena denganbandwidth yang lebar dapat diaplikasikan pada banyaksistem komunikasi dengan alokasi frekuensi yang berbedatiap aplikasinya. Antena mikrostrip ini dirancang denganmenggunakan insed feed line sebagai metodepencatuannya. Dimensi antena mikrostrip diperolehmelalui perhitungan dan optimasi serta dilakukansimulasi. Fabrikasi antena mikrostrip ini menggunakanbahan Epoxy Fiberglass – FR4 dengan konstantadielektrik (εr)= 4,5. Hasil pengukuran antena mikrostriprugby ball dengan slot lingkaran menunjukkan bahwaantena tersebut dapat bekerja pada frekuensi 1500 – 2700MHz dengan bandwidth sebesar 1200 MHz danbandwidth fraksional sebesar 57,14%. Nilai gain tertinggiterletak pada frekuensi 2,5 GHz sebesar 6,15 dBi.Memiliki polarisasi elips dengan jenis pola radiasibidirectional.Kata Kunci: Antena, Ultra Wideband, Rugby Ball

Page 3 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue