cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015)" : 25 Documents clear
Rancang Bangun Alat Perekam Penggunaan Daya Listrik untuk Beban Rumah Tangga Zainma Wiraisy; Nanang Sulistiyanto; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.846 KB)

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat terlepas dari penggunaan listrik. Untuk mempermudah konsumen listrik dalam memonitoring penggunaanya dibutuhkan sebuah alat perekam penggunaan daya listrik dalam rumah tangga. Metode yang digunakan dalam pengukuran daya listrik untuk rumah tangga menggunakan metode daya rata-rata. Dalam pengolahannya dibutuhkan nilai tegangan dan arus pada sistem kelistrikan sebagai masukan data arus dan tegangan sesaat yang akan diproses Mikrokontroler untuk mendapatkan nilai pengukuran Irms (A), Vrms (V), S (VA), dan P(W) dari beban rumah tangga. Dari hasil pengujian alat didapatkan sensitivitas dari sistem yang digunakan adalah 5V/1023 = 0,0048V/bit = 0,00683A/bit. Dengan selisih rata-rata dari pengukuran dengan alat ukur pembanding power analyzer sebagai representasi nilai benar untuk pengukuran arus, tegangan, daya nya, dan daya semu sebesar 0,014 A, 0,852 V, 4,356 W, dan 3,35 VA.Kata Kunci— Metode nilai rata-rata, Irms, Vrms, Daya Nyata, Daya Semu
SISTEM MANAJEMEN BANDWIDTH PADA JARINGAN KOMUNIKASI VOICE OVER INTERNET PROTOCOL (VoIP) DENGAN METODE LOAD BALANCING Fahad Arwani; Wahyu Adi Priyono; Sigit Kusmaryanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.125 KB)

Abstract

VoIP memiliki daya tarik tersendiri jikadibandingkan dengan POTS (Plain Old TelephoneService), VoIP dapat diimplementasikan denganbiaya lebih murah. Melihat permasalahan ini,maka dilakukan penelitian tentang pembangunansistem VoIP pada jaringan LAN (Local AreaNetwork). Sementara itu, sistem manajemenbandwidth menggunakan metode HTB(Hierarchical Tocken Bucket) dengan teknik loadbalancingmerupakan proses pengaturanbandwidth untuk mendukung kebutuhan layananjaringan. Hasil analisis penerapan sistem inimembuktikan bahwa pembagian kapasitasbandwidth menyebabkan perbedaan nilai packetloss, delay end-to-end, dan throughput sistem. Nilaipacket loss yang paling kecil menggunakan teknikload-balancing dengan alokasi bandwidth 2Mbpsadalah 0.4217% dan packet loss paling besartanpa menggunakan teknik load-balancing denganalokasi bandwidth 256 kbps adalah 2.28909%.Nilai delay end-to-end paling kecil menggunakanteknik load-balancing dengan alokasi bandwidth2Mbps adalah 0.004 ms dan delay end-to-endpaling besar tanpa menggunakan load-balancingdengan alokasi bandwidth 256 kbps adalah 0.032ms. Pengaturan sistem manajemen bandwidth inimenghasilkan throughput yang terkontrol sesuaidengan alokasi upload dan download yangdiberikan oleh administrator.Kata Kunci - load-balancing, packet loss, delayend-to-end, throughput
Analisis Pengaruh Frequency Synchronization terhadap Performansi Sistem Orthogonal Frequency Division Multiplexing Berbasis Telecommunication Instructional Modelling System Reno Satyogana; Muhammad Fauzan Edy Purnomo; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.065 KB)

Abstract

Orthogonal Frequency Division Multiplexing merupakan teknik penggabungan data paralel dari data serial berkecepatan tinggi dengan modulasi Phase Shift Keying atau Quadrature Amplitude Modulation (QAM) dengan dengan subcarrier yang overlapping untuk mengefisienkan lebar pita (bandwidth) saat ditransmisikan. Nilai frekuensi subcarrier ditentukan dengan menggunakan Discrete Fourier Transform (DFT).Subcarrier yang overlapping menyebabkan sistem OFDM sensitif terhadap offset yang timbul akibat perbedaan osilator pengirim dan penerima. Hal ini menimbulkan Inter Carrier Interference (ICI) karena sinyal carrier yang berdekatanPenelitian dilakukan dengan memodelkan sistem OFDM berbasis Telecommunication Instructional Modelling System (TIMS) untuk dianalisis pengaruh offset yang timbul terhadap performansi sistem. Performansi diukur dengan menganalisis perhitungan Bit Error Rate (BER) dan Signal to Noise Ratio (SNR) pada kanal pertama OFDM.Dari penelitian ini diperoleh nilai BER sebesar 0,062 dan SNR sebesar 47,7594 dB pada frequency offset bernilai 0 % yang mana memiliki nilai BER terendah dan SNR tertinggi. Nilai BER meningkat pada frequency offset bernilai kurang atau lebih dari 0,1 %. Nilai SNR terjadi penurunan saat frequency offset mendekati nilai – 0,1 % dan 0,2 % akibat perubahan nilai daya noise namun perubahan nilai daya sinyal yang cenderung meningkat. Perbuahan nilai SNR tidak mempengaruhi perubahan nilai BER pada frequency offset yang sama. Sistem OFDM dapat optimal dengan frequency offset yang ditolerir bernilai – 0,1 % hingga 0 % karena memiliki nilai BER dan daya noise pada SNR yang landai serta mendekati nilai BER terendah dan SNR tertinggiKata kunci: frekuensi sinkronisasi, frequency offset, OFDM, TIMS
KINERJA PLASTIC OPTICAL FIBER (POF) TERHADAP PENGARUH TEMPERATUR DAN FREE SPACE LOSSES Muhammad Ikhwan Azhari; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.322 KB)

Abstract

Free Space Optical Communication(FSOC) adalah komunikasi optik menggunakanmedia transmisi udara. FSOC dapat mengalamipenurunan kinerja dikarenakan adanya jarak danperubahan temperatur lingkungan. Pengaruhjarak dan temperatur lingkungan ini akanmengakibatkan adanya perubahan nilai indeksbias. Perubahan indeks bias ini akanmempengaruhi nilai sudut datang, sudut pantuldan sudut kritis cahaya sehingga akanmeningkatkan nilai redaman padapentransmisian. Pada penelitian ini dilakukankajian secara eksperimen tentang pengaruhtemperatur dan jarak free space terhadap Bit ErrorRate (BER) dan eye pattern dengan media PlasticOptical Fiber (POF). Besar variasi temperatur dari25˚C hingga 55˚C dan jarak free space dari 0 mmhingga 5 mm. Nilai indeks bias tertinggi yaitu padatemperatur 25˚C sebesar 1.000263443 danterendah yaitu pada temperatur 55˚C sebesar1.000239286 dan nilai losses terendah pada jarak 0mm sebesar 0.0062 dB dan tertinggi pada jarak 4mm dan 5 mm sebesar 27.51 dB. Hal ini akanmempengaruhi kinerja dari transmisi data. Padakondisi jarak 0 mm hingga 3 mm masih dapatmentransmisikan data, hal ini ditunjukkan dengannilai BER berupa nol, yang artinya tidak adatransmisi data yang error. Namun pada kondisi 4mm dan 5 mm sudah tidak dapat mentransmisikandata, hal ini ditunjukkan dengan nilai BER sebesar7.97x10-4. Untuk hasil pengukuran lainnya,didapatkan nilai losses berkisar antara 0.0062 dBhingga 27.51 dB, noise margin dari 88% hingga0%, timing jitter dari 2.28% hingga 100%, dan bitrate dari 65.35 Kbps sampai dengan 0 Kbps.Kata kunci – POF, Indeks Bias, Temperatur,Free Space
FPGA IMPLEMENTATION OF ZIEGLER-NICHOLS CLOSED-LOOP METHOD FOR AUTOMATIC PID PARAMETERS TUNING Nurotul Auliya'; Nanang Sulistiyanto; Mohamad Hairol Bin Jabbar
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1774.736 KB)

Abstract

A control loop is necessary in order to control a plant or system in order to gain low error system, robust system, or system with fast response depend on the purpose. The most commonly known and used control loop is Proportional-Integral/Proportional-Integral-Derivative. In order to gain the desired output, its parameters, which have different effects, have to be set according to the design requirements. Several methods can be used to determine the parameter; one of them is Ziegler-Nichols closed-loop method. The purpose of this project is to carry out FPGA implementation of Ziegler-Nichols closed-loop method for automatic PID parameters tuning. The commonly used design hardware for digital projects is microcontroller. Microcontroller device resources is limited, we do not know how much device resources this project will take, and to add an additional resources is quite complicated as well, therefore we choose FPGA instead. This project is part of a bigger project which consists of three projects, which are handled by a student each. The most important parts for this project are estimator and controller modules which are located in the FPGA. This is because the estimator’s function is to do the steps of the Ziegler-Nichols closed loop method and the controller is necessary because the estimator cannot function if there is no controller. To build and test out the system, it is necessary to begin from the subsystems. If the subsystem’s tests are successful, then the probability for the overall system to be success is higher. Experimental results show that the subsystems have been successfully designed, but the overall system could not be applied because the target Spartan 3E FPGA does not have sufficient logic resources on. The first and second objectives was achieved but the third objective was not achieved because this project could not be applied on the target FPGA and therefore this project has not been used on the real tools.Keywords – Auto-tuning PID controller, Ziegler-Nichols, FPGA Implementation
BANDWIDTH ENHANCEMENT ON MICROSTRIP RECTANGULAR PATCH ANTENNA WITH ELECTROMAGNETIC BAND GAP STRUCTURE FOR WI-FI APPLICATION Gede Surya Adhi D.; Rudy Yuwono; Zuhairiah Binti Zainal Abidin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.195 KB)

Abstract

Use of microstrip patch antenna is very popular, but microstrip patch antenna suffer from a number of disadvantages such as narrow bandwidth. In this paper, a planar Electromagnetic Band-Gap (EBG) structures are used for further enhances the antenna bandwidth. An inset rectangular patch antenna was designed to work with a design frequency of 2.4 GHz. To analyze the EBG properties, the suspended transmission line method is used. In order to bandwidth enhancement, 1x3 EBG array arrange on the same layer of antenna’s patch but the distance between patch and EBG were optimized. Simulation and measurement result are compared. In the end, it resulted the bandwidth of the rectangular microstrip antenna has increased 1.79 % noticeably by using the EBG structures for simulation result and increased 4.8 % for measurement result, and inclusion of EBG structure also improve gain as much as 0.345 dB and increase directivity of antenna 0,309 dBi. Application of EBG structure succeeds to increase the performance of antenna in simulation and measurement result respectively.Index term- microstrip patch antenna, planar Electromagnetic Band-Gap (EBG).
COMPARISON OF NON CHIRPED NRZ, CHIRPED NRZ AND ALTERNATE-CHIRPED NRZ MODULATION TECHNIQUES FOR FREE SPACE OPTIC (FSO) SYSTEMS Rezki El Arif; Sholeh Hadi Pramono; Maisara Binti Othman
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.306 KB)

Abstract

Free Space Optics (FSO) is the technology where transmission occurs through optical waveform that contains datatransformed at the transmitter from electrical signal. Since the transmission medium of FSO is atmosphere, atmosphericscattering is the major cause for interruption of FSO link. Non return zero (NRZ) modulation is the dominant modulationscheme employed in commercial terrestrial Free Space Optic (FSO) communication systems. This research are requiredto investigate three viable modulation techniques; NRZ pulse formats, non-chirped NRZ, chirped NRZ, and alternatechirpedNRZ at 10 Gb/s and 40 Gb/s data rate. The 1550 nm of continuous wave (CW) laser is modulated with threedifferent modulation formats over 1 km of FSO channel. The signal is propogated at different attenuation value based onMalaysia weather conditions. In this paper we have successfully compared the three modulation techniques in FSOsystem due to the Malaysia weather and the performance is accessed at bit error rate (BER) of 1x10-9. The presentedsimulation of these three modulation shows that alternate-chirped NRZ has slightly better performance compared to thenon-chirped NRZ and chirped NRZ modulation format at clear weather, haze, light rain, medium rain and heavy rain.We believe that, this system is an alternative for the future optical wireless network that has a potential to be installed inthe urban and sub-urban area.Key words: Free Space Optic (FSO) Non Return Zero (NRZ) Chirping Modulation
IMPLEMENTASI MODEL REFERENCE ADAPTIVE SYSTEMS (MRAS) UNTUK KESTABILAN PADA ROTARY INVERTED PENDULUM Aretasiwi Anyakrawati; Goegoes Dwi Nusantoro; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.433 KB)

Abstract

Pendulum terbalik mempunyai karakteristik tidak stabil dan nonlinear sehingga harus dilakukan proses linearisasi dari plant nonlinear tersebut. Pendulum terbalik memiliki titik berat berada di atas titik tumpunya sehingga secara aktif harus disetimbangkan agar kondisinya tetap tegak dengan cara menggerakkan lengan pendulum secara rotasional. Untuk keperluan tersebut, pada penelitian ini digunakan Model Reference Adaptive Systems (MRAS) untuk kestabilan pada Rotary Inverted Pendulum. Model Reference Adaptive Systems merupakan salah satu metode pengontrolan yang membuat keluaran sistem yang diatur sedemikian rupa sehingga mempunyai perilaku yang sama dengan model referensi yang diberikan, dengan cara mengubah-ubah nilai parameter kontrolernya. Pendulum terbalik dapat mengambil keputusan dengan bergerak ke kanan atau ke kiri sesuai dengan arah kemiringannya dengan kecepatan tertentu untuk menjaga kestabilan pendulum terbalik. Pada pengujian pendulum terbalik rata-rata dapat mempertahankan kestabilannya selama 4 detik.Kata Kunci— Kestabilan, Rotary Inverted Pendulum, MRAS, Rotary Encoder
ANALISIS KOORDINASI RELE ARUS LEBIH DAN PENUTUP BALIK OTOMATIS (RECLOSER) PADA PENYULANG J Firdausi, Mega; Purnomo, Hery; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.729 KB)

Abstract

Di dalam jaringan distribusi 20 kV sering terjadi gangguang, salah satunya adalah gangguan arus hubung singkat. Dalam mengatasi gangguan arus hubung singkat ini diperlukan koordinasi antar pengaman jaringan distribusi agar dapat mengisolasi gangguan dan melindungi jaringan distribusi serta perlatan yang berada di jaringan tersebut. Koordinasi antara Penutup Balik Otomatis (Recloser) sebagai pengaman utama dengan Rele arus lebih baik pada sisi penyulang maupun masukan 20 kV sebagai pengaman cadangan haruslah tepat. Pada penelitian ini dihitung besar arus gangguan hubung singkat 3 fasa dan 2 fasa yang akan digunakan sebagai penyetelan Recloser dan Rele arus lebih. Dari hasil perhitungan dan analisis didapatkan bahwa terjadi kesalahan koordinasi antara Recloser dengan Rele arus lebih sisi penyulang, dimana Rele pada sisi penyulang sudah bekerja dengan karakteristik rele instant (t = 40 milidetik) pada daerah kerja Recloser yang memiliki waktu kerja 0,3 detik. Hal ini dapat mengakibatkan Rele arus lebih di sisi penyulang yang merupakan pengaman cadangan bekerja terlebih dahulu dibandingkan Recloser yang merupakan pengaman utama. Dilakukan perhitungan dan analisis ulang dengan merubah penyetelan Rele arus lebih di sisi penyulang menggunakan karakteristik invers. Penyetelan Rele arus lebih di sisi penyulang ini berhasil memperbaiki koordinasi antara Recloser dengan Rele arus lebih sisi penyulang maupun masukan 20 kV dengan waktu tunda 0,4 detik sesuai dengan ketentuan PLN.Kata kunci— hubung singkat, recloser, rele arus lebih
PENGENDALIAN SUHU DAN KELEMBABAN PROSES PEMATANGAN KEJU MENGGUNAKAN KONTROLER PID BERBASIS PLC Gosi Desgraha; n/a Rahmadwati; n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.548 KB)

Abstract

Ada beberapa proses sebelum susu berubah menjadi keju. Pematangan adalah salah satunya. Pematangan merupakan proses akhir dari rangkaian proses pembuatan keju. Pematangan (ripening) adalah proses yang mengubah dadih-dadih (keju mentah) segar menjadi keju yang penuh dengan rasa.Penelitian ini menggunakan Programmable logic control (PLC). Dalam skripsi ini PLC diaplikasikan sebagai alat pengendali suhu dan kelembaban proses pematangan keju yang diharapkan nantinya dapat menunjang hasil produksi. Set value yang diinginkan adalah 11-13oC dengan tingkat kelembaban 75%. Setelah suhu ruang sudah mencapai suhu 11-13oC dengan kelembaban 75% barulah keju dimasukan ke dalam box untuk proses pematangan.Kata kunci: Programmable Logic Control, Keju, Proses pematangan.

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue