cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2015)" : 25 Documents clear
Perancangan Kontrol Gerak Leadscrew untuk Programmable Logic Controller berbasis Mikrokontroler Naufal Awanda Putra; Nanang Sulistiyanto; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Penggerak-penggerak dalam proses manufaktur lebih banyak menggunakan perangkat yang dikendalikan oleh sebuah sistem mikroprosesor. Mikroprosesor dengan pesat menggantikan perangkat kontrol operasi mekanikal dan secara umum digunakan sebagai fungsi kontrol. Jenis mikroprosesor yang lebih banyak diadaptasi adalah Programmable Logic Controller atau disebut PLC. Aktuator linier berupa gabungan motor stepper dan leadscrew banyak digunakan dalam proses industri. Dengan kombinasi ini, posisi dan pergerakan repetisi dari shaft leadscrew dapat ditentukan secara presisi.PLC dapat mengendalikan motor stepper dengan bantuan sebuah driver. Pada penelitian ini, mikrokontroler digunakan sebagai sebuah rangkaian pengatur driver motor stepper yang menyimpan parameter posisi dan kecepatan dari gerakan leadscrew. Dengan menggunakan mikrokontroler sebagai pengatur driver, maka agar pemrograman pada sistem PLC akan lebih mudah. Data setter digunakan sebagai perangkat eksternal untuk menyimpan parameter. Data setter dapat menyimpan dan mengirimkan parameter posisi dan kecepatan untuk mempermudah sistem PLC dalam menggerakan leadscrew pada banyak jalur manufaktur. Dengan begitu, perintah yang dikirimkan PLC hanya berupa sinyal kontrol dan register posisi.Hasil pengujian menunjukkan leadscrew dapat bergerak sesuai dengan perintah dari PLC. Dari keseluruhan range frekuensi yang diuji, dapat disimpulkan semakin jauh perpindahan shaft leadscrew maka semakin besar error yang dihasilkan. Rata-rata error terkecil berada pada range frekuensi antara 125 - 250 Hz. Error maksimum atau ketelitian adalah 2,2 mm pada perpindahan shaft leadscrew sejauh 6 inci (152,4 mm) dan resolusi dari alat adalah 87 pulsa.Kata Kunci— aktuator linier, mikrokontroler, motor stepper, PLC.
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAU KONDISI SUNGAI DENGAN FASILITAS SMS SEBAGAI PERINGATAN DINI BAHAYA BANJIR Agung Handoko; Ponco Siwindarto; Nanang Sulistiyanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Banjir adalah salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia yang sangat merugikan. Salah satu penyebab utama terjadinya banjir. Hingga saat ini masih sedikit alat yang digunkan untuk dapat melakukan pemantauan kondisi sungai secra otomatis demi mengurangi kerugian akibat bencana banjir. Oleh karena itu diperlukan alat yang dapat memantau kondisi sungai secara otomatis dan dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat bila terjadi kondisi bahaya banjir. Alat ini akan mengetahui ketinggian permukaan sungai dengan memanfaatkan sensor ultrasonik dan mengetahui curah hujan dengan menggunakan alat ukur curah hujan tipe Tipping Bucket. Ketika terjadi kondisi bahaya banjir, maka alat ini akan mengeluarkan peringatan secara otomatis melalui buzzer dan mengirim SMS peringatan melalui modem GSM. Berdasarkan pengujian yang dilakukan diketahui sensor ultrasonik dapat mengukur jarak permukaan air sungai hingga 200 cm dengan ketelitian 1 cm. Sedangkan alat ukur curah hujan Tipping Bucket dapat menguur curah hujan per menit dan curah hujan per jam dengan ketelitian 0,5 mm. Sebagai peringatan dini bahaya banjir alat ini mampu mengirimkan SMS secara otomatis melalui modem GSM ketika kondisi bahaya banjir terjadi.Kata Kunci— banjir, ketinggian air sungai, curah hujan, sensor ultrasonik, tipping bucket, SMS.
Rancang Bangun Sistem Monitoring dan Peringatan Kebocoran Gas Karbon Monoksida pada Kabin Mobil dengan Fasilitas SMS Swaraka Maulana Pramono; Nanang Sulistiyanto; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Gas karbon monoksida (CO) merupakan salah satu jenis gas beracun yang sulit dideteksi oleh alat indera manusia, gas ini sangat berbahaya apabila dihirup oleh manusia dalam waktu yang lama. Pada kendaraan roda empat atau mobil sering terjadi peristiwa kebocoran gas karbon monoksida yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat mendeteksi dan memantau kebocoran gas karbon monoksida pada kabin mobil, sistem ini juga dapat memberikan peringatan apabila terjadi kebocoran gas karbon monoksida. Pada penelitian ini digunakan sensor gas CO dengan tipe MQ-7 sebagai komponen pendeteksi gas karbon monoksida, kemudian sebagai pengontrolnya digunakan mikrokontroler yang berfungsi mengolah data dari sensor untuk ditampilkan pada LCD, sistem mikrokontroler diatur dalam mode tidur (sleep mode) untuk menggunakan arus seminimal mungkin ketika sistem bekerja pada keadaan mobil mati. Untuk sistem peringatan digunakan modem GSM yang berfungsi mengirimkan peringatan pada pengguna diluar kabin mobil melalui fasilitas SMS dan buzzer sebagai indikator bahaya. Dari hasil pengujian keseluruhan didapatkan sistem memiliki kesalahan rata – rata (error) pengukuran sebesar 1,6 ppm atau sebesar 3% untuk pembacaan konsentrasi jika dibandingkan dengan alat ukur berupa gas analyzer. Kemudian rata – rata arus yang digunakan sistem ketika dalam kondisi mobil mati sebesar 28 mA, hal ini menunjukkan arus yang digunakan sistem masih berada dibawah arus maksimal yang diizinkan yaitu 32 mA.Kata kunci – Gas karbon monoksida, sensor gas CO, sleep mode mikrokontroler, fasilitas SMS.
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAUAN SUHU DAN PH KOLAM BENIH IKAN MAS Ahmad Nurdin Islam; Ponco Siwindarto; Nanang Sulistiyanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Ikan mas merupakan komoditas yang besar untuk dikembangkan guna meningkatkan perekonomian Indonesia. Namun dalam tahap pengembangannya banyak jumlah benih ikan mas yang gagal tumbuh dewasa. Penyebabnya dapat mulai dari penyakit yang disebabkan mikroorganisme, suhu yang berubah drastis, nilai pH air yang berubah seiring waktu, kurangnya oksigen dalam air, hingga kejernihan air. Sebagai contoh berdasarkan tata cara pembiakan benih ikan mas, untuk suhu yang tepat adalah berkisar 25 °C-30 °C, sedangkan untuk nilai pH antara 6-8. Suhu dan pH merupakan hal yang signifikan dalam pemeliharaan benih ikan mas, hal tersebut dikarenakan dari suhu dan pH dapat memberikan pengaruh pada perubahan nilai-nilai yang terkait.Pada penelitian ini dilakukan proses pemantauan suhu dan pH kolam menggunakan sensor suhu dan pH guna mengetahui nilai perubahan suhu dan pH kolam. Hasil pemantauan selanjutnya ditampilkan menggunakan penampil dengan tampilan nilai suhu dan pH kolam, dari nilai yang ada jika nilai suhu didapatkan di bawah nilai 20 °C dan di atas 25 °C maka sistem memberikan peringatan berupa alarm kepada pemilik agar segera dilakukan tindakan penyesuaian suhu, sedangkan untuk nilai pH jika didapatkan nilai di bawah 6 dan di atas 8 maka dilakukan proses peringatan yang sama dengan tujuan agar segera dilakukan penyesuaian pH. Sensor pH yang digunakan diberikan perlakuan dengan memberi pembilas sensor dikarenakan sensor pH yang digunakan dimungkinkan untuk tidak bekerja secara terus menerus saat dicelupkan ke dalam air sehingga dilakukan pembilasan untuk menetralkan sensor dengan hal tersebut diharapkan pembacaan yang dilakukan tidak terjadi penyimpangan nilai.Hasil pemantauan suhu dan pH menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja untuk memantau suhu 15 °C hingga 30 °C sedangkan untuk nilai pH sistem bekerja untuk memantau pH 5-9. Selain hal tersebut pembilasan dilakukan dalam selang 60 menit guna menunjang pembacaan sensor pH, serta pembacaan kedua sensor diberikan penarikan contoh sebanyak 100 kali dalam selang 2 detik dikarenakan sensor pH memiliki akurasi pembacaan selama 2 detik, hal tersebut dimaksudkan dalam 2 detik pertama sensor melakukan pembacaan dimana nilai yang masuk merupakan nilai-nilai dalam selang waktu tertentu yang diseleksi guna mengetahui nilai yang mendekati pada kondisi saat dilakukan pembacaan nilai pH. Sistem peringatan bekerja saat nilai suhu di bawah 20 °C dan di atas 30 °C dan nilai pH di bawah 6 dan di atas 8. Dari hal tersebut di atas dimungkinkan untuk melakukan tindakan pencegahan dan peningkatan dalam pemeliharaan ikan mas.Kata Kunci— Benih ikan mas, suhu, pH, Sistem Pemantauan Suhu dan pH.
IMPLEMENTASI FPGA SEBAGAI SISTEM PEMONITORAN PADA PENGONTROL KECEPATAN MOTOR DC Wahyudi, Rizal; Sulistiyanto, Nanang; Rif'an, Mochammad
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Abstrak—FPGA menawarkan keuntungan proses aritmatika dan logika lebih cepat daripada mikrokontroler. Implementasi FPGA sebagai sistem pemonitoran diperlukan untuk memudahkan pengguna dalam menentukan nilai parameter PID khususnya pada sistem kontrol berbasis FPGA. Dalam penelitian ini, sistem pemonitoran diwujudkan dalam implementasi FPGA Xilinx Spartan 3E Nexys2 kit board menggunakan VHDL. Desain dan sintesis dari sistem pemonitoran digunakan software ISE Design Suite 14.6. Masukan sistem berupa pin PS/2 Keyboard, pin PWM dan pin Rotary sedangkan keluaran sistem berupa tampilan pemonitoran dari sinyal PWM dan sinyal Rotary serta nilai parameter PID pada VGA monitor. Masukan sinyal PWM dan sinyal Rotary serta nilai parameter PID dijadikan ke dalam bentuk data bitmap. Data-data bitmap diserempakan dengan scan line VGA monitor sebagai tampilan pixel dari sinyal PWM dan sinyal Rotary serta nilai parameter PID. Warna tampilan pixel pemonitoran pada VGA monitor hanya terdiri satu warna saja karena jumlah sumber daya memori internal yang terbatas pada Nexys2 kit board. Pada hasil sintesis sistem pemonitoran, total sumber daya yang digunakan tidak melebihi kapasitas yang disediakan oleh Nexys2. Penggunaan sumber daya tersebut adalah slice register sebesar 1%, 4 input LUTs sebesar 4%, occupied slice sebesar 5%, bonded IOBs sebesar 10%, RAMB16s sebesar 40%, BUFGMUXs sebesar 8%, dan DCMs sebesar 25%. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain sistem pemonitoran dapat diimplementasikan pada FPGA Xilinx Spartan 3E Nexys2 kit board dengan penggunaan sumber daya terbesar adalah 40% atau sejumlah 8 dari 20 RAMB16s. Penggunaan sumber daya dibuat sedikit mungkin terutama pada proses aritmatika dan bisa menggunakan paket modul aritmatika yang disediakan oleh Nexys2 seperti DSP ataupun Math Functions. Dan sistem dapat diimplementasikan pada FPGA yang menyediakan sumber daya yang lebih banyak daripada Nexys2.Kata Kunci—VGA, VRAM, FPGA, Nexys2, sistem pemonitoran.
Sistem Pengendalian Suhu Menggunakan Kontroler PID Pada Alat Pengering Jamur Tiram Sebagai Alternatif Penjemuran Matahari Shaufi Firdausi Luthfi; n/a Rahmadwati; n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Jamur tiram memiliki kandungan gizi yangsangat baik untuk tubuh kita diantaranya adalah protein,air, kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi,kalsium, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C.Pengolahan makanan berbahan jamur tiram beragam,yaitu seusai panen maupun setelah dikeringkan. Penelitianini mengenai suatu alat pengeringan sehingga dapatmenghemat proses pengeringan tersebut dan dapatmenjadi alternatif proses pengeringan tanpa bergantungcuaca maupun panas matahari.Penelitian ini menggunakan sensor load cell sebagaipembatas parameter jamur sudah kering dan sensor suhuLM35 sebagai pembaca suhu dalam ruang pemanas. Datadari sensor diproses dan diakusisi oleh Arduino Uno yangkemudian mengirimkan sinyal kontrol ke rangkaiandimmer sebagai driver elemen pemanas setrika dan akandihasilkan suhu pengeringan yang terkontrol.Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperolehparameter kontrol dengan nilai Kp=8,5; Ki=4; Kd=5.Dengan parameter kontrol tersebut sistem mampumelakukan proses pengeringan dengan baik sesuaiperancangan.Kata Kunci: Jamur Tiram, Alat Pengering Jamur, Plant Suhu,Sistem Pengendalian Suhu, LM35, Rangkaian Dimmer,Kontroler PID, Arduino Uno.
PENGATURAN SUHU DAN KELEMBABAN PROSES FERMENTASI TEMPE BERBASIS ARDUINO MEGA Haris Setyawan; Muhammad Aziz Muslim; n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Pengaturan suhu dan kelembaban ruang fermentasi diharapkan dapat memberikan keuntungan pada pengrajin tempe. Keuntungannya yaitu untuk mengurangi durasi fermentasi dan mempermudah pengawasan saat fermentasi tempe berlangsung. Metode yang digunakan untuk pengaturan suhu dan kelembaban adalah Proporsional-Integral-Derivatif (PID) dan kontrol ON-OFF.Metode yang digunakan untuk tuning parameter PID adalah Zieger-Nichols 1. Dengan nilai Kp, Ki dan Kd sebesar Kp = 12,73, Ki = 0,122, dan Kd = 331,2 Hasil skripsi ini menunjukkan bahwa kontroler PID menghasilkan respon yang sesuai dengan yang diinginkan serta dengan ts= 850 detik.Kata kunci : Pengaturan suhu dan kelembaban, Kontroler PID, Kontroler ON-OFF, Zieger-Nichols 1
DISPENSER PENGISI GELAS OTOMATIS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATMEGA16 DAN INTERFACE KEYPAD Muchammad Rizal Pahlevi; Ponco Siwindarto; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang yang paling utama adalah air minum. Kemudahan untuk mendapatkan air minum merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam proses pemenuhan kebutuhan air minum karena nyatanya masih banyak orang yang mengalami dehidrasi. Dispenser dapandang besar peranannya dalam penyediaan air minum dalam mengurangi hal tersebut. Maka dari hal tersebut dibuatlah dispenser yang mampu pengisi gelas secara otomatis, dan volumenya bisa di setting sesuai keinginan menggunakan interface keypad untuk memudahkan dalam pemenuhan kebutuhan air minum sehingga bisa mengatasi masalah dehidrasi khusunya di indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan mengukur volume yang disetting menggunakan interface keypad dan air yang keluar dari dispenser otomatis sehingga diperoleh data hasil pengujian dari alat tersebut. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, sensor suhu DS18B20 memiliki prosentase rata – rata error sebesar 0,3 % dan rata – rata error suhu terbesar 0,55 oC dan kesalahan terkecil sebesar 0,183 oC pada suhu 25 oC hingga 80 oC. Sistem mampu bekerja dengan baik sesuai dengan perancangan dan hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan baik sesuai volume yang diinginkan dengan rata - rata error volume pada air dingin sebesar 3,92 ml dengan suhu rata – rata 28,89 oC dan rata – rata error volume pada air panas sebesar 5,78 ml dengan suhu rata – rata suhu 79,07 oC.Kata Kunci—Dispenser, sensor suhu DS18B20, Mikrokontroller ATmega16.
Rancang Bangun Hybrid Photovoltaic Dan Wind Turbine Generator Sebagai Sumber Daya Lampu Penerangan Jalan Umum Radfi Dzulfikar Ramdhani; n/a Soeprapto; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Abstrak—Untuk menjaga kontinyuitas nyala lampupenerangan jalan umum (PJU) tenaga surya disaat musimhujan dan mereduksi daya dan dimensi photovoltaic,dibutuhkan energi angin sebagai energi tambahan. Energiangin dihasilkan oleh wind turbine generator. Padapenelitian ini digunakan turbin angin tipe savonius yangberupa rancangan dan generator magnet permanensebagai mesin konversi energinya. Digunakan pula boostconverter dengan umpan balik agar wind turbine generatordapat mengalirkan daya mulai putaran rendah. Padapenelitian ini dilakukan pengukuran tegangan, arus, daya,dan efisiensi dari wind turbine generator. Berdasarkanhasil pengukuran didapatkan bahwa wind turbinegenerator mulai mengalirkan daya pada kecepatan 400rpm dan menghasilkan energi dalam satu hari sebesar75,258 Wh dengan efisiensi sebesar 17,912 %. Energi yangdihasilkan oleh wind turbine generator dalam satu haridapat menanggung energi sebesar 15,68 % dari energibeban harian yang dibutuhkan. Dengan demikianpenambahan wind turbine generator untuk sumber dayalampu penerangan jalan umum dapat menjagakontinyuitas nyala lampu dan mereduksi daya dandimensi photovoltaic yang digunakan.Kata kunci — PJU tenaga surya, photovoltaic, Windturbine generator, turbin savonius, generator magnet permanen.
PENGARUH pH DAN TEKANAN PADA PLASTIC OPTICAL FIBER (POF) TERHADAP PERFORMANSI KOMUNIKASI SERAT OPTIK Muhammad Riza Darmawan; Sholeh Hadi Pramono; Erfan Achmad Dahlan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Plastic Optical Fiber (POF) merupakan media transmisi dari sumber optik ke detektor optik. Pada penelitian ini dilakukan penelitian yang bersifat eksperimen yaitu menguji dan menganalisis pengaruh pH dan tekanan pada POF dalam media air laut terhadap performansi komunikasi serat optik untuk variasi kedalaman air laut dimulai dari 3 cm dari dasar permukaan sampai 21 cm dari dasar permukaan, sedangkan selang kedalaman ditetapkan sebesar 3 cm.Nilai tekanan terendah yaitu pada kedalaman air laut 3 cm sebesar 0,000297300 MN/m2 dan nilai tekanan tertinggi yaitu pada kedalaman air laut 21 cm sebesar 0,002081099 MN/m2. Nilai pH terendah yaitu pada tekanan air laut 0,002934847 atm (kedalaman air laut 3 cm) sebesar 6,99307 dan nilai pH tertinggi yaitu pada tekanan air laut 0,020543919 atm (kedalaman air laut 21 cm) sebesar 6,99337. Nilai koefisien absorbsi terendah yaitu pada pH 6,8 sebesar 241,4470 (10-4 cm-1) dan nilai koefisien absorbsi tertinggi yaitu pada pH 7,01 sebesar 242,6421 (10-4 cm-1).Nilai indeks bias terendah yaitu pada tekanan air laut 0,000297300 MN/m2 (kedalaman air laut 3 cm) sebesar 1,4566944227065 dan nilai indeks bias tertinggi yaitu pada tekanan air laut 0,002081099 MN/m2 (kedalaman air laut 21 cm) sebesar 1,4566944550607. Pengaruh pH dan tekanan pada kedalaman 3 cm sampai kedalaman 21 cm tidak berpengaruh pada Bit Error Rate (BER).Pada kedalaman 3 cm dengan tekanan 0,000297300 MN/m2 dan pH 6,99307 noise margin sebesar 88,40%. Pada kedalaman 21 cm dengan tekanan 0,002081099 MN/m2 dan pH 6,99337 noise margin semakin rendah sebesar 88,08%. Pada kedalaman 3 cm dengan tekanan 0,000297300 MN/m2 dan pH 6,99307 timing jitter sebesar 7,81%. Pada kedalaman 21 cm dengan tekanan 0,002081099 MN/m2 dan pH 6,99337 timing jitter semakin tinggi sebesar 10,48%. Pada kedalaman 3 cm dengan tekanan 0,000297300 MN/m2 dan pH 6,99307 data rate sebesar 66,31 Kbps. Pada kedalaman 21 cm dengan tekanan 0,002081099 MN/m2 dan pH 6,99337 data rate semakin rendah sebesar 64,31 Kbps.Kata Kunci— Tekanan, BER, Noise Margin, Timing Jitter, Data Rate

Page 2 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue