cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 597 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2" : 597 Documents clear
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN NON FINANSIAL TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN LOYALITAS KERJA KARYAWAN (STUDI PADA KARYAWAN HOTEL PELANGI MALANG, JAWA TIMUR) Purwaningsih, Ulfah; mijati, Noer
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Hotel Pelangi Malang, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung kompensasi finansial dan non finansial terhadap kepuasan kerja dan loyalitas kerja karyawan, serta mengetahui pengaruh tidak langsung kompensasi finansial dan non finansial terhadap loyalitas kerja melalui kepuasan kerja karyawan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian explanatory research. Jumlah karyawan  di  Hotel  Pelangi  Malang  adalah  82  orang,  karena  jumlah  populasinya  kecil,  maka seluruh  karyawan  tersebut  dijadikan  sebagai  responden.  Metode  pengumpulan  data  dalam penelitian ini menggunakan kuisoner diukur dengan skala likert. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis jalur untuk mengetahui pengaruh Kompensasi Finansial  dan  Non  Finansial  terhadap  Kepuasan  Kerja  dan  Loyalitas  Kerja  Karyawan  Hotel Pelangi. Hasil penelitian ini adalah: (1) Kompensasi Finansial tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas Kerja karyawan Hotel Pelangi Malang, (2) Kompensasi Non Finansial tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas Kerja karyawan, (3) Kompensasi Finansial   berpengaruh   signifikan   secara   parsial   terhadap   Kepuasan   Kerja   karyawan,   (4) Kompensasi Non Finansial berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kepuasan Kerja karyawan, (5) Kepuasan Kerja berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas Kerja karyawan,  (6) Kompensasi  Finansial  berpengaruh  signifikan  secara  parsial  terhadap  Loyalitas Kerja  melalui Kepuasan kerja karyawan, (7) Kompensasi Non Finansial berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas Kerja melalui Kepuasan kerja karyawan Hotel Pelangi Malang. Hal ini menunjukkan bahwa Hotel Pelangi Malang telah menerapkan dengan baik sistem kompensasi finansial dan non finansial sebagai cara untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas kerja. Kata kunci: Kompensasi Finansial, Kompensasi Non Finansial, Kepuasan Kerja, Loyalitas Kerja..
ANALISIS KOMPARASI EFISIENSI FUNGSI INTERMEDIASI BANK UMUM KONVENSIONAL DAN BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA Zahroh, Badrotuz
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri perbankan di Indonesia menggunakan dual banking system, yaitu terselenggaranya dua sistem operasional perbankan (konvensional dan syariah), dimana keberadaan dua sistem perbankan tersebut berkembang secara pararel dan tidak memiliki hubungan keuangan satu sama lain. Secara umum dalam bank konvensional maupun bank syariah memiliki persamaan dalam sistem perbankan yang digunakan serta jenis produk jasa yang ditawarkan kepada masyarakat. Fungsi utama bank sebagai lembaga intermediasi atau penghimpun dan penyalur dana  masyarakat, bertujuan untuk meningkatkan taraf  hidup rakyat. Sebagai lembaga intermediasi,  bank  memiliki kedudukan yang strategis, yaitu sebagai penunjang kelancaran sistem pembayaran, pelaksanaan kebijakan moneter serta pencapaian stabilitas sistem keuangan, sehingga dibutuhkan perbankan yang sehat, transparan serta dapat dipertaggung-jawabkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai efisiensi dari fungsi intermediasi yang dimiliki oleh bank umum. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai efisiensi fungsi intermediasi Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah, serta melihat apakah nilai efisiensi Bank Umum Konvensional lebih baik dibandingkan dengan Bank Umum Syariah pada periode 2010- 2014. Penelitian ini menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) untuk mengetahui nilai efisiensi pada masing-masing bank umum. Penelitian ini juga menggunakan uji beda independent sampel test untuk melihat perbedaan nilai efisiensi Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah Di Indonesia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu   variabel Input (Modal, DPK, Biaya Operasional) dan variabel Output (Kredit/Pembiayaan, Pendapatan Operasional). Hasil dari perhitungan efisiensi fungsi intermediasi secara keseluruhan dengan menggunakan DEA, menunjukkan bahwa nilai efisiensi BUK tidak jauh berbeda dengan nilai efisiensi BUS. Hal ini menggambarkan bahwa  baik  BUK  maupun  BUS  dapat  menjalankan  perannya  secara  maksimal sebagai lembaga intermediasi. Jika dilihat berdasarkan uji beda (independent sample test), nilai efisiensi bank umum konvensional lebih baik jika dibandingkan dengan bank umum syariah. Hal ini sejalan dengan nilai rata-rata efisiensi relatif bank umum konvensional (86%) yang lebih tinggi dibandingkan dengan bank umum syariah (80%).   Kata kunci: Efisiensi Perbankan, Fungsi Intermediasi Perbankan, Bank Umum Di Indonesia, Bank Umum Syariah, Bank Umum Konvensional, Data Envelopment Analysis (DEA)
Pengaruh ROA, BOPO, LDR dan NPL Terhadap Permodalan (CAR) BPR (Studi Kasus BPR di Kabupaten Kediri) N, Ayu Oktaviana; F, Al Muizuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengukur   kesehatan   bank   salah   satunya   dapat   dilakukan   menggunakan   rasio permodalan (CAR), aturan mengenai permodalan bank diatur oleh BIS pada Basel I dan Basel II yang berisi tentang modal minimum yang harus dimiliki oleh bank sebesar 8% dan adanya pemberian insentif bagi bank yang memiliki menajemen yang baik tentang pengelolaan kredit. Untuk penilaian kesehatan BPR diatur dalam pasal 7  Keputusan Direksi BI  No.  32/12/DIR dimana pemenuhan KPMM (Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum) sebesar 8% dengan nilai kredit 81 maka BPR dikatakan sehat, dan BPR kurang sehat dengan nilai CAR sebesar 7,9 -8% dengan nilai kredit 65. Merujuk pada aturan mengenai KPMM BPR disebabkan karena BPR memiliki perananan penting  dalam  perekonomian khususnya  dalam  penyaluran kredit  di  Indonesia, berdasarkan statistik perbankan oleh OJK tahun 2013 BPR memiliki pangsa pasar penyaluran kredit sebesar 2% dari total penyaluran kredit di Indonesia, dengan aset yang dimiliki BPR kurang dari 1% dari aset Bank Umum di Indonesia. Selain BPR memiliki peranan penting dalam penyaluran kredit, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan rancangan aturan baru yaitu dengan menaikkan KPMM BPR pada tahun 2015 menjadi 12% dengan modal inti yang harus dipenuhi sebesar 8%. Berdasarkan uraian diatas mengenai pentingnya BPR dan rancangan aturan baru oleh OJK, maka penelitian ini berfokus pada BPR khususnya BPR di Kabupaten Kediri, dimana pada BPR Kabupaten  Kediri  terdapat  fenomena  perbedaan  antara  teori  dengan  kondisi  nyata  di  BPR tersebut, yang terdiri atas ROA, BOPO, LDR dan NPL terhadap permodalan (CAR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari ROA (Return On Assets), BOPO (Biaya Operasi terhadap Pendapatan Operasi), LDR (Loan to Deposits Ratio), dan NPL (Non Performing Loans) terhadap permodalan (CAR) BPR di Kabupaten Kediri. Objek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 19 BPR di Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan teknik analisa data panel, dengan model yang digunakan adalah  model  random  effect.   Berdasarkan  hasil  analisis  didapatkan  hasil  bahwa  ROA berpengaruh secara positif terhadap permodalan (CAR), BOPO berpengaruh secara signifikan negatif terhadap permodalan (CAR), LDR tidak memiliki pengaruh terhadap permodalan (CAR) dan NPL memiliki pengaruh signifikan positif terhadap permodalan (CAR) BPR di Kabupaten Kediri.   Kata kunci: Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Assets (ROA), Biaya Operasi terhadap Pendapatan Operasi (BOPO), Loan to Deposits Ratio (LDR) dan Non Performing Loans (NPL).
DETERMINAN MAKROEKONOMI DAN SPESIFIK BANK TERHADAP KREDIT MACET PERUMAHAN DI INDONESIA Maisarah, Siti; ko, Sasong
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan akan rumah hunian terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia. Fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi pilihan utama dalam transaksi pembelian properti. Dengan meningkatnya penyaluran KPR, peluang meningkatnya Non-Performing Loan (NPL) tentu akan lebih besar. Determinan penyebab timbulnya kredit macet KPR dapat dilihat dari faktor makroekonomi seperti suku bunga, maupun faktor spesifik bank itu sendiri seperti Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Asset Ratio (LAR), dan Bank Size. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan dari makroekonomi dan spesifik bank sebagai  penyebab timbulnya kredit macet perumahan di Indonesia. Penelitian jenis kuantitatif ini menggunakan metode regresi data panel terhadap seluruh jenis bank yang terdaftar di laporan keuangan Bank Indonesia selama periode Januari 2012–September 2014. Hasil penelitian membuktikan bahwa suku bunga sebagai variabel makroekonomi dan CAR, LAR, serta Bank Size sebagai variabel spesifik bank secara bersama-sama berpengaruh terhadap rasio NPL kredit perumahan di Indonesia. Namun secara individu, CAR dan LAR terbukti signifikan berpengaruh terhadap besar kecilnya tingkat kredit macet KPR. Kata Kunci: Non-Performing Loan/NPL, Makroekonomi (suku bunga), Spesifik Bank (CAR, LAR, Bank Size).
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK JENANG MIRAH DI KABUPATEN PONOROGO Novian, Rendy Tyo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh para produsen untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Dalam hal ini peranan bauran pemasaran sangat penting karena kegiatan tersebut memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan khususnya dalam memperoleh laba yang berasal dari transaksi penjualan. Jumlah transaksi penjualan sangat bergantung terhadap keputusan pembelian konsumen dalam memilih produk untuk itu dibutuhkan strategi bauran pemasaran yang tepat. Dalam hal ini terdapat empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni produk, harga, tempat dan promosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bauran pemasaran (produk, harga, tempat, dan promosi) terdapat keputusan konsumen dalam membeli produk jenang di Kabupaten Ponorogo. Metode penelitian yang diguanakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian kausal. Penelitian kausal mencoba membuktikan hubungan korelasional dan hubungan kausal suatu variabel dengan variabel lainnya. Pengambilan data utama menggunakan koesioner dengan pengambilan sampel sebanyak 120 responden yang diambil secara accidental sampling. Sedangkan analisis data menggunakan analsis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa bahwa secara parsial maupun simultan variabel produk, harga, lokasi, promosi berpengaruh secara signifikan terhadap variabel keputusan pembelian. Diaman variabel produk memiliki pengaruh paling besar. Sedangkan secara simultan nilai Fhitung 22,544 lebih besar dari FTabel adalah 2,4472 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan secara simultan bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian. Besarnya pengaruh tersebut sebesar sebesar 44 %, sedangkan sisanya sebesar 56% dapat dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian. Beberapa saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah sebagai berikut: pemilik harus dapat menjaga atau selalu melakukan perbaikan-perbaikan dalam memproduksi produk, memperhatikan variasi produk yang ditawarkan serta menggunakan kemasan produk yang menarik, memperhatikan bentuk dan informasi produk yang akan dipasarkan. Kata Kunci: Bauran Pemasaran dan Keputusan Pembelian
HUBUNGAN KETERKAITAN TINGKAT KONSUMSI, INVESTASI, PENGELUARAN PEMERINTAH DAN NET EKSPOR TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Affandi, Farah Rizky Fauzia; SE, Sasongko
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini   bertujuan   untuk   mengetahui  hubungan  keterkaitan  antara   tingkat  konsumsi,  investasi, pengeluaran Pemerintah dan net ekspor terhadap IHSG. Teknik analisis yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM) dengan periode penelitian tahun 1996 Kuartal Pertama hingga tahun 2014 Kuartal Kedua. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan variabel kontrol, yakni inflasi dan kurs.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa konsumsi hanya memiliki hubungan keterkaitan dengan IHSG dalam jangka pendek, investasi memiliki hubungan keterkaitan dengan IHSG dalam jangka pendek dan panjang, pengeluaran Pemerintah memilki hubungan keterkaitan dengan IHSG dalam jangka panjang dan net ekspor memiliki hubungan keterkaitan dengan IHSG dalam jangka pendek dan panjang.   Kata kunci: IHSG, Konsumsi, Investasi, Pengeluaran Pemerintah, Net Ekspor
Analisis Prioritas Penggunaan Remittance Eks TKI Korea Selatan (Studi Kasus di Indramayu, Blitar dan Lombok) Karuniasari, Rima Jayanti; Pratomo, Devanto Shasta
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Migrasi  internasional dari  Indonesia  semakin  meningkat tiap  tahun.  Korea  Selatan menjadi salah satu negara tujuan utama para pekerja migran dari Indonesia karena menawarkan pekerjaan terbanyak di sektor formal. Dampak adanya migrasi internasional bagi negara-negara pengirim migran adalah adanya kiriman uang/ remitan yang dikirim para migran ke negara asalnya.  Pemanfaatan  remitan  dapat  dibedakan  menjadi  dua  bentuk  yaitu,  konsumtif  dan produktif. Peneliti mencoba untuk fokus pada prioritas penggunaan remitan oleh eks TKI Korea Selatan. Adapun tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui karakteristik  eks  TKI  Korea Selatan dalam prioritas penggunaan dana remitan dan untuk mengetahui pengaruh karakteristik eks TKI Korea Selatan dalam prioritas penggunaan dana remitan. Data yang digunakan dalam penelitian ini  yaitu menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data Migrant Care sebagai NGO (Non-Governmental Organization), data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan secara kuantitatif menggunakan model probit.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik eks TKI Korea Selatan dalam prioritas penggunaan remittance lebih banyak digunakan untuk kegiatan konsumtif. Sementara variabel gaji yang dan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap prioritas penggunaan dana remitan eks TKI Korea Selatan untuk kegiatan konsumtif.   Kata kunci: Migrasi, Remitan, Konsumtif.
ANALISIS KOMPARASI BIAYA TRANSAKSI PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO MODEL GRAMEEN BANK DAN MODEL KOPERASI KREDIT (STUDI PADA PT “A” DAN KOPERASI KREDIT “B” DI KABUPATEN MALANG) Mu’arofah, Ana Fitrotul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) memiliki peran sebagai salah satu alatpembangunan yang paling efektif untuk mengurangi masalah kemiskinan akibat rendahnya aksesmodal finansial. Peran ini semakin memperkuat alasan pentingnya menjaga efisiensi LKM agartetap sustainable. Yustika (2013) menyatakan bahwa efisien tidaknya desain kelembagaan suatuorganisasi atau unit bisnis dapat diukur menggunakan suatu alat analisis yaitu biaya transaksi.Karena itulah, penelitian ini dilakukan untuk melihat perbandingan biaya transaksi antara duamodel LKM yakni model Grameen Bank (PT “A”) dan Koperasi Kredit (Kopdit “B”), sehingganantinya diketahui model LKM mana yang lebih efisien. Teknik analisis data yang digunakandalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan statistik deskriptif. Komponen biaya transaksidalam penelitian ini terdiri dari biaya screening, biaya administrasi, biaya monitoring, dan biayapenegakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total biaya transaksi pada Kopdit “B” yangmenerapkan model Koperasi Kredit lebih tinggi daripada total biaya transaksi pada PT “A” yangmenerapkan model Grameen Bank. Hal ini mengindikasikan bahwa PT “A” (model GrameenBank) lebih efisien daripada Kopdit “B” (model Koperasi Kredit).Kata kunci: Biaya Transaksi, Grameen Bank, Koperasi Kredit, Lembaga Keuangan Mikro,Ekonomi Kelembagaan
DETERMINAN STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA Kartika Sari, Anisa Dewi; mahir, Dju
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur modal merupakan perimbangan antara penggunaan hutang dengan penggunaan modal sendiri, sehingga dapat menghasilkan modal yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan struktur modal perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Variabel-variabel yang diteliti antara lain profitability, firm size, tangibility asset, sales growth, tax rate, business risk, dan liquidity, dimana ketujuh determinan ini diambil dari gap penelitian terdahulu yang memberikan hasil yang berbeda. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu semua populasi dijadikan sampel dalam penelitian. Banyaknya sampel yang digunakan dalam penelitian berdasarkan kriteria sebanyak 56 perusahaan manufaktur. Penelitian dilakukan pada periode 2010-2013. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda yang didahului oleh uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas dan uji autokorelasi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil analisis data atau hasil analisis regresi menunjukkan bahwa tax rate berpengaruh signifikan positif tehadap struktur modal, tangibility asset, liquidity berpengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal. Sedangkan profitability, firm size,  sales growth, dan business risk tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Sebagian besar hasil penelitian memberikan dukungan terhadap teori pecking order Myers (1984).   Kata Kunci: struktur modal, profitability, firm size, tangibility asset, sales growth, tax rate, business risk, dan liquidity.
Analisis Sistem Pengendalian Internal pada Prosedur Pemungutan Pajak Penerangan Jalan (Studi kasus di Dinas Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Situbondo) F. H, Virasty Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian internal pada proses pemungutan pajak penerangan jalan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Kabupaten Situbondo. Adapun motode analisis data didasarkan pada lima komponen utama sistem pengendalian internal yang diterbitkan oleh COSO yaitu analisis terhadap lingkungan pengendalian, analisis terhadap penilaian resiko, analisis terhadap pengendalian aktivitas, analisis informasi dan komunikasi, analisis pemonitoran. Hasil penelitian menunjukkan terjadi banyak celah kecurangan dalam prosedur tersebut diantaranya adalah rangkap jabatan dan tanda tangan dokumen yang hanya dilakukan oleh satu pihak. Selain itu terdapat banyak inefisiensi proses dan ketidakteraturan dalam menjalankan prosedur. Salah satu kelemahan sistem pengendalian internal yang sangat fatal adalah DPKD tidak memiliki cara atau alat untuk memeriksa kebenaran atas jumlah Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang dipungut oleh PLN. Banyaknya kelemahan sistem pengendalian internal ini, dapat menjadi celah bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan. Dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian internal tersebut sangat lemah. Oleh karena itu, DPKD perlu melakukan perbaikan atas sistem pengendalian internal ini guna mencegah terjadinya kecurangan. Kata kunci : sistem pengendalian internal, pajak penerangan jalan, prosedur pemunugutan

Page 8 of 60 | Total Record : 597


Filter by Year

2015 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue