cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13,824 Documents
DETERMINAN TINGKAT SUKU BUNGA PINJAMAN PERBANKAN DI INDONESIA (PERIODE JULI 2005 – DESEMBER 2011) Riza Waljianah; Farah Wulandari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.934 KB)

Abstract

This  paper describes the effect of monetary instruments BI rate in order to influence the movement of the loan interest rate through deposit interest rate and also explained the macroeconomic factors thought to affect the movement of the loan interest rate are interbank rates, inflation, as well as the variables associated with international financial interaction are exchange rate and foreign interest rate SIBOR. The analysis used multiple regression analysis incrementally with the study period July 2005  - December 2011.Empirical test  results prove that the policy  interest rate BI rate has a major impact or influence the development of interest rate loan through an interest rate of deposits. Interbank rates and SIBOR have the opposite effect in influencing the direction of loan interest rate through deposit interest rate.  Inflation    has no  significant contribution in the movement of the  loan interest rate. And exchange rate has little contribution with unidirectional movement in influencing of loan interest rate through interest rates on deposits. Keywords: BI Rate, interbank rates, inflation, exchange rates, SIBOR, loan interest rate.
IDENTIFIKASI STRUKTUR PASAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBENTUKAN HARGA (Studi Kasus Pada Sentra Industri Keripik Tempe Sanan Malang) Winda Wahyu Widyasari; Asfi Manzilati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.156 KB)

Abstract

Dalam rangka meningkatkan peran UKM, aspek mikroekonomi juga perlu diterapkan. Salah satunya pemikiran mengenai struktur pasar dan pembentukan harganya. Dalam pemikiran level mikro neoklasik, dijelaskan tentang bagaimana struktur pasar atau mekanisme pasar (permintaan dan penawaran) dapat menjadi determinan dalampembentukan harga, output dan pendapatan.  Sanan merupakan salah satu daerah UKM di Kota Malang yang perekonomiannya berkembang pesat karena usaha keripik tempenya. Sampai sekarang para pedagang di daerah Sanan tersebut masih bisa mempertahankan perkembangan usahanya. Dan bahkan beberapa dari  mereka ada yang semakin maju dalam pengembangan usahanya. Dalam hal ini pembentukan harga memiliki peran yang sangat penting didalamnya, bagaimana mekanisme harga di dalam usaha tersebut dan harga para pesaing terbentuk sehingga nantinya mereka tetap dapat menarik minat konsumen serta mempertahankan para pelanggannya. Maka untuk  mengetahui itu semua diperlukan identifikasi struktur pasar di dalamnya, serta tentang bagaimana struktur pasar tersebut dapat berimplikasi terhadap proses terbentuknya harga, sehingga mereka bisa tetap mempertahankan perkembangan usahanya.   Untuk itu disini peneliti akan mengamati bagaimana identifikasi struktur pasar dan implikasinya terhadap pembentukan harga (studi kasus pada Sentra Industri Keripik Tempe Sanan Malang). Dengan menggunakan analisis kualitatif dan pendekatan  fenomenologis  sehingga dapat menjawab rumusan masalah pada penelitian. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa  struktur pasar di Sentra Industri Keripik Tempe Sanan lebih mengarah ke  pasar persaingan monopolistik dilihat dari ciri-cirinya yang tidak terdapat hambatan untuk masuk, banyaknya penjual, tidak ada kerja sama dan diferensiasi produk. Hal ini berimplikasi terhadap pembentukan harga di Sanan yang juga sendiri-sendiri dan tidak ada kerjasama.   Kata kunci: Struktur pasar, harga, pembentukan harga
Social Entrepreneurship dan Socio-Entrepreneurship: Tinjauan Dengan Perspektif Ekonomi dan Sosial Atu Bagus Wiguna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.687 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meperoleh pemahaman atas makna dari konsep social entrepreneurship dan socio-entrepreneurship. Data yang digunakan adalah data kualitatif berupa literatur yaitu buku-buku dan jurnal ilmiah. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik survei literatur kemudian diolah dengan menggunakan prosedur analisis isi (content analysis). Berawal dari sistem ekonomi di Amerika Serikat, social entrepreneurship muncul dengan orientasi pada hasil. Dengan tujuan pada penciptaan profit atau keuntungan, social entrepreneurship menerapkan strategi yang memisahkan aspek ekonomi dan sosial dalam melaksanakan aktivitas bisnis. Oleh karena itu performa social entrepreneurship diukur secara ekonomi serta cenderung memanfaatkan sumberdaya dengan cara eksploitatif yang berdasarkan atas keinginan (desire-based). Di sisi lain, socio-entrepreneurship berawal mula dari sistem ekonomi di wilayah Eropa yang memiliki orientasi pada proses dan perilaku. Socio-entrepreneurship memiliki tujuan peningkatan aspek sosial serta menerapkan strategi terintegrasi antara aspek sosial dan ekonomi sehingga performanya dapat diketahui dari kontribusi yang diberikan dalam upaya meningkatkan aspek sosial. Adapun pemanfaatan sumber daya pada socio-entrepreneurship adalah berdasarkan kebutuhan (need-based). Penelitian ini belum meninjau aspek lain yang berpengaruh membentuk masyarakat seperti aspek politik, budaya dan agama sehingga pada penelitian berikutnya dapat ditinjau aspek-aspek lain untuk memperkaya perspektif dalam memahami entrepreneurship. Selain itu penelitian ini berada pada tataran konsep sehingga perlu diverifikasi untuk dapat menggambarkan realita di lapangan. Verifikasi dapat dilakukan dengan cara mengubah konsep ke dalam variabel-variabel serta dapat dianalisis dengan teknik statistik inferensial, salah satunya teknik analisis faktor.Keyword: entrepreneurship, social dan socio-entrepreneurship, survei literatur, analisis isi (content analysis), tujuan dan orientasi entrepreneurship, pemanfaatan sumber daya
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UTILITAS PASIEN MISKIN PENERIMA JAMKESMAS & JAMKESDA YANG MENGGUNAKAN JASA RAWAT INAP (Studi Kasus RSD Mardi Waluyo Kota Blitar) Riza Prissalia; M. Pudjihardjo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.036 KB)

Abstract

Barang publik merupakan barang yang disediakan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara umum. Di sini ada berbagai alasan mengapa pemerintah menyediakan barang publik, salah satunya adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, karena hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh pihak swasta dan karena tidak akan ada timbal balik yang diperolehnya. Salah satunya yang terpenting adalah pelayanan kesehatan.Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS Kota Blitar, maka Kota Blitar memiliki penduduk miskin yang cukup besar.Dan hal tersebut merupakan tanggungan bagi pemerintah untuk menyediakan pelayanan publik khususnya pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat tidak mampu. Salah satu tempat pelayanan kesehatan dari pemerintah yakni RSD Mardi Waluyo Kota Blitar.Rumah sakit ini merupakan satu-satunya rumah sakit milik pemerintah yang berada di Kota Blitar.Rumah sakit ini dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat miskin secara gratis dengan memakai Jamkesmas/Jamkesda dengan fasilitas kesehatan yang bermutu dan pelayanan yang layak. Oleh karena itu utilitas/kepuasan pasien miskin merupakan hal yang sangat penting  karena pada umumnya pasien akan memaksimalkan utilitas yang dapat diperolehnya. Penelitian ini terdiri dari 26 variabel, dan setelah di analisis faktor maka diperoleh 9 faktor yakni Kondisi fisik gedung & ruang perawatan, KM & WC, Penyediaan Makan & Minum, Kondisi tempat tidur, Pelayanan kesehatan dan lingkungan, Administrasi, Kunjungan pasien, Keamanan dan kenyamanan RS, Fasilitas pelayanan RS. Selanjutnya dapat diperoleh bahwa 6 faktor yakni Kondisi fisik gedung & ruang perawatan, Kondisi tempat tidur, Pelayanan kesehatan dan lingkungan, Administrasi, Kunjungan pasien, Keamanan dan kenyamanan RS berpengaruh terhadap utilitas pasien miskin. Sedangkan 3 variabel lainnya yakni KM & WC, Penyediaan Makan & Minum, dan Fasilitas pelayanan RS kurang begitu berpengaruh terhadap utilitas pasien. Hal tersebut kemudian yang menjadi dasar informasi dan pertimbangan kebijakan pihak-pihak yang berkaitan salah satunya adalah pengelola rumah sakit dan juga pemerintah agar mengetahui bagian-bagian mana sajakah yang perlu dimaksimalkan.Hal ini juga untuk menghapuskannya anggapan bahwa pelayanan rumah sakit pemerintah yang sangat buruk dan kurang maksimal karena adanya praktek perlakuan berbeda atau diskriminasi antara penerima Jamkesmas & Jamkesda dan pasien yang mempunyai kemampuan membayar.Karena pengeluaran publik sektor kesehatan memiliki satu tujuan yakni untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.Masyarakat yang sehat akan memberikan peluang kepada peningkatan produktifitas yang pada akhirnya akan mempengaruhi capai-capaian pembangunan ekonomi., Kata Kunci: Barang Publik, Pelayanan Kesehatan, Utilitas Pasien Miskin Penerima Jamkesmas & Jamkesda.
STRATEGI PEDAGANG PASAR TRADISIONAL MENGHADAPI PERSAINGAN dengan RETAIL MODERN dan PREFERENSI KONSUMEN (Studi Kasus Pada Pasar Legi Kota Blitar) Yenika Sri Rahayu; Bahtiar Fitanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.289 KB)

Abstract

Perekonomian Kota Blitar didominasi oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran. Sektor perdagangan menyumbang terbesar nomor satu mengalahkan sektor pertanian pada Produk Domestik Bruto (PDRB) di Kota Blitar dilihat dari data PDRB tahun 2006-2010. Perkembangan ekonomi yang terjadi menyebabkan adanya persaingan yang terjadi antara kegiatan ekonomi yang bersifat tradisional dengan kegiatan-kegiatan ekonomi yang sudah modern. Fenomena seperti ini dipertegas dengan teori Dualisme yang dicetuskan pertama kali oleh J.H Boeke dalam bukunya yang berjudul Economics and economic Policy in Dual Societies, 1953. Dalam sebuah persaingan usaha sangat diperlukan adanya strategi. Strategi merupakan modal utama untuk bertahan. Menurut Swastha (2002: 193) bagi perusahaan kecil maupun perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensinya, dapat mengadakan segmentasi pasar. Dalam usaha perdagangan persaingan antara para pedagang sudah wajar, masing-masing pedagang menginginkan usaha yang dibangunnya bisa berjalan dengan baik dan mampu bersaingan dengan para pedagang lain. Tetapi walaupun persaingan tidak bisa dihindari dapat diharapkan bisa melakukan persaingan dengan sehat. Dengan begitu para pedagang pasti mempunyai strategi khusus untuk bertahan dan bagaimana menjaga jumlah konsumennya tidak menurun. Keberadaan minimarket Indomaret dikhawatirkan akan menjadi salah satu penyebab yang bisa menurunkan jumlah konsumen para pedagang tradisional. Karena dengan adanya suatu hal yang baru tentu bisa mempengaruhi pola perilaku pembelian kosumen di mana konsumen dulunya hanya berbelanja di pasar tradisional kini berpindah berbelanja ke minimarket. Di mana perbedaan minimarket dan pasar tradisional sangat berbeda jauh. Melihat hal ini bagaimanakah tanggapan para pedagang pasra tradisional ketika para konsumen beralih ke minimarket imbasnya bisa menurunkan jumlah konsumen yang berbelanja. Pedagang pasar tradisional rata-rata memiliki tingkat pendidikan yang rendah sehingga ketika para pedagang pasar ditanyai mengenai strategi apa agar bisa bersaing dan bertahan untuk menarik pelanggan mereka agar tidak berpindah mereka hanya bisa menjawab tidak ada strategi khusus hanya saja selalu mengutamakan pelayanan dengan sikap yang ramah terhadap konsumen, memberikan rasa kepercayaan penuh ketika ada konsumen yang ingin berhutang serta faktor harga yang penting, harga faktor utama yang bisa menarik para konsumen. Kata Kunci: Perbedaan Pasar Tradisional dan Retail Modern, Persaingan Usaha, Strategi Usaha.
KETERKAITAN VARIABEL MAKROEKONOMI REGIONAL DENGAN RISIKO KREDIT LINKAGES BETWEEN REGIONAL MACROECONOMIC AND CREDIT RISK Inas Aisha; Ferry Prasetya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.654 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan variabel makroekonomi regional –Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Suku Bunga Kredit- dengan risiko kredit pada PT. Bank Jabar Banten sebagai studi kasus pada penelitian. Metode yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM) dan menggunakan variabel inflasi, suku bunga kredit, pertumbuhan ekonomi sebagai variabel independent dan risiko kredit yang diukur dalam Non Performing Loans (NPL) sebagai variabel dependent. Hasil penelitian ini menujukan adanya keterkaitan antara inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan suku bunga kredit dengan risiko kredit. Dengan adanya keterkaitan antara variabel makroekonomi regional dengan risiko kredit, bank harus membatasi penyaluran kredit apabila risiko kredit tinggi. Selain penyaluran kredit, bank dapat lebih meningkatkan likuiditas dengan cara menarik para masyarakat untul lebih menyimpan dana pada bank.   Kata kunci: Risiko kredit, Variabel makroekonomi regional, Vector Error Correction Model (VECM)
EFEKTIVITAS INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA (Periode 1999:1 – 2012:2) Linda Seprillina; Munawar Ismail
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.533 KB)

Abstract

Tulisan ini memaparkan mengenai bagaimana pengaruh instrumen kebijakan moneter yaitu jumlah uang beredar dan suku bunga SBI dalam mempengaruhi output yang diproksikan dengan pertumbuhan ekonomi di negara Indonesia dan juga memaparkan perbandingan efektivitas dari kedua instrumen moneter tersebut dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode regresi Vector Error Correction Model (VECM). Hasil uji empiris membuktikan bahwa variabel instrumen jumlah uang beredar dan suku bunga SBI dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi baik dalam jangka waktu yang pendek maupun jangka panjang dengan arah koefisien yang searah. Dalam jangka pendek, instrumen jumlah uang beredar berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, namun dalam jangka panjang instrumen jumlah uang beredar mempunyai hubungan negatif dengan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan untuk instrumen suku bunga SBI dalam jangka pendek mempunyai hubungan yang negatif dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Untuk perbandingan efektivitas, instrumen moneter dengan menggunakan suku bunga SBI lebihefektif untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi dengan kecepatan waktu merespon tigakuartal dibandingkan dengan menggunakan instrumen jumlah uang beredar yang diresponoleh pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan kecepatan waktu empat kuartal.Kata kunci: efektivitas instrumen moneter, jumlah uang beredar, suku bunga SBI, pertumbuhan ekonomi.
ANALISIS IDENTIFIKASI SEKTOR UNGGULAN DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2010 (PENDEKATAN INPUT-OUTPUT) Rika Wahyuni; Mar yunani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.545 KB)

Abstract

Dalam hal penyusunan perencanaan alternatif strategi baru selanjutnya, begitu banyak pilihan alat analisis yang ditawarkan. Tiap-tiap alat analisis ini pastinya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.  Seperti halnya indikator tingkat kemakmuran yang ditunjukkan oleh PDRB ini, besarnya nilai sektor yang ditunjukkan melalui PDRB ini tidak mampu menunjukkan fakta dilapangan karena nilai sektor yang tercantum di PDRB tersebut hanya bersifat (share) atau hanya mampu menunjukkan berapa besar sumbangan atau kontribusinya dari tiap sektor yang ada, namun tidak mampu mengungkap seberapa besar keterkaitan yang dijalin antara sektor satu dengan sektor lainnya sebagai penggerak roda perekonomian.  Oleh karena itu, dalam penelitian ini digunakan analisis input-output karena analisis input-output adalah suatu analisis atas perekonomian wilayah secara komprehensif karena melihat keterkaitan antarsektor ekonomi di suatu wilayah secara keseluruhan. Dengan demikian, apabila terjadi perubahan tingkat produksi atas sektor tertentu, dampaknya terhadap sektor lain dapat dilihat. Selain itu, analisis ini juga terkait dengan tingkat kemakmuran masyarakat di suatu wilayah melalui input primer (nilai tambah). Artinya, akibat perubahan tingkat produksi sektor-sektor tersebut, dapat dilihat seberapa besar kemakmuran masyarakat bertambah atau berkurang. Keyword: Identifikasi, Input-output, Backward linkage, Forward linkage.
ANALISIS PERSISTENSI INFLASI JAWA TIMUR : SUATU PENDEKATAN SISI PENAWARAN Fatimah Hidayati; Farah Wulandari P
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.908 KB)

Abstract

Inflasi adalah proses meningkatnya harga-harga barang secara umum dan terus menerus. Inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai  mata uang  secara terus-menerus. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi. Perilaku dari inflasi dapat dipelajari melalui persistensi inflasi.  Persistensi inflasi merupakan perilaku yang sering ditemukan di banyak negara maupun wilayah tertentu, tidak terkecuali di Indonesia dan provinsi-provinsinya. Persistensi inflasi merupakan cepat lambatnya inflasi untuk kembali ke nilai alamiahnya ketika terjadi guncangan (shock) yang menyebabkan inflasi menjauh dari nilai alamiahnya tersebut. Derajat persistensi yang tinggi menunjukkan lambatnya tingkat inflasi ke tingkat alamiahnya. Sebaliknya derajat persistensi yang rendah menunjukkan cepatnya tingkat inflasi untuk kembali ke tingkat alamiahnya. Shock dimaksud antara lain dapat berupa kebijakan pemerintah, gangguan distribusi, bencana alam dan perubahan cuaca.  Penelitian ini bertujuan untuk mengukur derajat persistensi inflasi di Jawa Timur dan juga untuk mengetahui sumber-sumber dari persistensi inflasi tersebut terutama dari sisi penawaran. Pada penelitian ini juga akan membahas tentang pengendalian inflasi dari sisi penawaran yang dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).  Penelitian ini menggunakan model  univariate yaitu model autoregressive (AR) time series untuk mengestimasi derajat persistensi inflasi.  Dengan menggunakan data bulanan dalam masa pengamatan 2006-2012, penelitian menemukan derajad persistensi inflasi di Jawa Timur masih tinggi. Sumber utama penyebab munculnya persistensi inflasi terkait shock yang terjadi pada komponen administered price yang diwakili oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dan juga pada kelompok volatile foods yang diwakili oleh kelompok bahan makanan. Penelitian ini juga menemukan bahwa jangka waktu yang dibutuhkan oleh kelompok pengeluaran untuk kembali kenilai alamiahnya selama 8 hingga 16 bulan. Sedangkan untuk adanya pembentukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) telah memberikan pengaruh yang baik bagi persistensi inflasi Jawa Timur. Setelah dibentuknya TPID, persistensi inflasi Jawa Timur cenderung mengalami penurunan.  Implikasi dari temuan di atas yaitu dapat menjadi acuan dalam menentukan timing dalam menentukan kebijakan oleh pemerintah. Disamping itu untuk mengendalikan inflasi yang disebabkan oleh anomaly cuaca, TPID dapat menjalin kerjasama dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk memantau cuaca  serta melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam  rangka pemanfaatan teknologi untuk mengurangi dampak dari perubahan cuaca.   Kata Kunci:  Persistensi Inflasi, Administered Price, Volatile Foods, Tim Pengendali Inflasi Daerah, Autoregressive.
PENGARUH VARIABEL PENDIDIKAN TERHADAP PERSENTASE PENDUDUK MISKIN (STUDI PADA 33 PROVINSI DI INDONESIA, 6 PROVINSI DI PULAU JAWA, DAN 27 PROVINSI DI LUAR PULAU JAWA PADA TAHUN 2006-2011) Nirwana, Indah Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.077 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variabel pendidikan yang digambarkan oleh Angka Melek Huruf (AMH), Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Murni (APM), Angka Partisipasi Kasar (APK), dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) terhadap Persentase Penduduk Miskin (PPM) pada 33 provinsi di Indonesia, 6 provinsi di Pulau Jawa, dan 27 provinsi di luar Pulau Jawa pada tahun 2006-2011. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Unit yang dianalisis adalah PPM, AMH, APS, AMP, APK, dan RLS pada 33 provinsi di Indonesia, 6 provinsi di Pulau Jawa, dan 27 provinsi di luar Pulau Jawa pada tahun 2006-2011. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku, kamus, artikel ilmiah, data yang dikumpulkan dan dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Dunia, United Nations Development Programme (UNDP), dan United Nations (UN). Tipe data yang digunakan adalah data panel, berupa data runtun waktu selama tahun 2006-2011 dan data cross section berupa 33 provinsi di Indonesia, 6 provinsi di Pulau Jawa, dan 27 provisi di luar Pulau Jawa. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil perhitungan regresi liner berganda menunjukkan bahwa AMH, APS, APM, APK, dan RLS memiliki pengaruh terhadap PPM. Pada perhitungan untuk 33 provinsi di Indonesia pendidikan memiliki pengaruh sebesar 82.8% terhadap kemiskinan, untuk perhitungan pada 6 provinsi di Pulau Jawa pendidikan memiliki pengaruh 98.1% terhadap kemiskinan, dan untuk perhitungan pada 27 provinsi di luar Pulau Jawa pendidikan memiliki pengaruh sebesar 83.2% terhadap kemiskinan. Perhitungan pada 33 provinsi di Indonesia, APS berpengaruh positif, APM dan RLS berpengaruh negatif, AMH dan APK tidak berpengaruh terhadap PPM pada tahun 2006-2011. Perhitungan pada 6 provinsi di Pulau Jawa, APS berpengaruh positif, RLS berpengaruh negatif, AMH, APM, dan APK tidak berpengaruh terhadap PPM pada tahun 2006-2011. Perhitungan pada 27 provinsi di Pulau Jawa, APS berpengaruh positif, APM dan RLS berpengaruh negatif, AMH dan APK tidak berpengaruh terhadap PPM pada tahunh 2006-2011. Penelitian ini hanya berfokus kepada satu aspek penyebab kemiskinan, yaitu pendidikan yang digambarkan olehAMH, APS, APM, APK, dan RLS. Pada penelitian selanjutnya dapat memasukkan variabel lain yang didugamemiliki pengaruh terhadap PPM, yaitu produktivitas, pendapatan, investasi, dan tabungan. Impikasi dari penelitianini adalah memberikan informasi mengenai kondisi pendidikan dan kemiskinan di Indonesia pada tahun 2006-2011 dan dapat digunakan sebagai penelitian pendahuluan untuk membuat kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan sebagai salah satu komponen untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia. Kata kunci: Persentase Penduduk Miskin (PPM), Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Murni (APM), Angka Partisipasi Kasar (APK), Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Analisis Regresi Linier Berganda,Indonesia.

Page 34 of 1383 | Total Record : 13824


Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue