cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13,824 Documents
Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Pada Sektor Industri Manufaktur (Besar dan Sedang) di Provinsi Jawa Timur Tahun 2007-2011 Anggriawan, Robby
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor industri merupakan sektor yang diharapkan dapat menjadi leading sector karena sektor industri ini dapat mengangkat sektor lainnya dan mampu memberikan peluang kerja untuk menekan tingginya pengangguran khususnya di Provinsi Jawa Timur. Namun permasalahan yang timbul adalah dengan adanya potensi sektor industri ini tidak dapat mengatasi permasalahan ketenagakerjaan atau pengangguran secara signifikan meskipun pengangguran menurun nilainya masih cenderung tinggi. Penelitian ini akan menganalisis beberapa variabel penentu dalam upaya meningkatkan tingkat penyerapan tenaga kerja (LAB) melalui sektor industri manufaktur. Adapun beberapa variabelnya yaitu IND (jumlah industri), LABCOST (upah), OUTPUT (nilai output), dan INCOST (biaya input). Analisis data ini akan dilakukan dengan pendekatan regresi data panel. Dimana sampelnya merupakan seluruh industri sedang dan besar di Provinsi Jawa Timur dengan jangka waktu penelitian selama periode 2007 hingga 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi jumlah industri, upah, nilai output, dan biaya input berpengaruh positif dan signifikan sehingga mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja sektor industri manufaktur di Provinsi Jawa Timur. Keyword : industri manufaktur, penyerapan tenaga kerja
Komparasi Efisiensi Bank pada Pembiayaan UMKM Sebelum dan Sesudah Adanya Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/ 22/ PBI/ 2012 Nurdianita, Afritasari; Hascaryani, Tyas Danarti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perputaran uang di dalam masyarakat dalam jumlah yang sangat besar membutuhkan peran bank sebagai lembaga intermediasi. Bank dalam menjalankan fungsi intermediasinya dituntut untuk efisien.  Efisiensi merupakan salah satu indikator dalam mengukur kinerja bank. Apabila kinerja bank efisien maka pelayanan bank terhadap nasabah akan semakin baik, sehingga relatif berdampak positif terhadap kepercayaan nasabah yang meningkat.  Konsep efisiensi pertama kali diperkenalkan Farrel (1957) yang membedakan efisiensi menjadi dua yaitu efisiensi teknis (technical efficiency) dan efisiensi alokatif (allocative efficiency), kemudian dikombinasikan untuk menghasilkan efisiensi total atau efisiensi ekonomis (economic efficiency). Pada penilitian ini pengukuran efisiensi yang akan dilakukan berdasarkan efisiensi teknis.  Berdasarkan dikeluarkannya Peraturan  BI No.  14/ 22/ PBI/ 2012 tentang kewajiban pemberian kredit atau pembiayaan oleh bank umum dan bantuan teknis oleh BI dalam rangka pengembangan UMKM. Namun, berdasarkan persentase NPL (Non Performing Loans) dari tahun 2013 hingga 2014, NPL terus meningkat pada NPL kredit modal kerja (termasuk didalamnya kredit UMKM) dan kredit investasi yang nilainya lebih tinggi dari NPL kredit konsumsi (dari 2,0% menjadi 2,5%). Sehingga, tujuan dari penelitian ini untuk melakukan  komparasi efisiensi bank sebelum dan sesudah adanya Peraturan BI Nomor 14/ 22/ PBI/ 2012. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Sampel dari penelitian ini meliputi delapan bank BUMN dan BUSN (devisa) dengan teknik purposive sampling. Variabel input dalam penelitian ini berupa DPK dan biaya operasional, sedangkan variabel outputnya berupa pembiayaan UMKM.  Data yang digunakan  adalah data sekunder  dengan periode penelitian tahun 2011  dan 2013. Metode pengolahan dan analisis data penelitian menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) yang berorientasi input dan menggunakan model VRS (Variable Returns to Scale). Software yang digunakan untuk menghitung efisiensi adalah MaxDEA dan  Banxia untuk mengetahui persentase kontribusi variabel input-output dari  masing-masing DMU. Hasil  dari penelitian ini terdapat perbedaan efisiensi sebelum dan sesudah adanya Peraturan  BI  Nomor 14/ 22/ PBI/ 2012. Efisiensi bank mengalami peningkatan dari rata-rata angka rasio 0,77 periode  sebelum adanya peraturan menjadi 0,82 pada periode sesudah adanya peraturan. Sehingga, fungsi intermediasi bank tidak akan terganggu dengan adanya Peraturan BI Nomor 14/ 22/ PBI/ 2012, maka peraturan tersebut  dapat terus dijalankan.  Selain itu, terdapat tiga bank yang menjadi benchmark sebelum adanya peraturan yaitu Bank Rakyat Indonesia, Bank OCBC NISP, dan Bank UOB Indonesia dan sesudah adanya peraturan terdapat lima bank yang menjadi  benchmark yaitu Bank Rakyat Indonesia, Bank Pan Indonesia, Bank Mega, Bank Bukopin, dan Bank UOB Indonesia. Selain itu, juga terdapat tiga bank yang memiliki angka rasio efisiensi relatif terendah dalam melakukan pembiayaan UMKM sebelum adanya peraturan yaitu Bank Central Asia, Bank Pan Indonesia, dan Bank Permata  dan sesudah adanya  peraturan terdapat dua bank yang memiliki angka rasio efisiensi relatif terendah yaitu Bank Central Asia dan Bank Permata.  Bank-bank tersebut perlu melakukan  potential improvement dan melihat kinerja dari bank-bank benchmark agar menjadi efisien dalam melakukan pembiayaan UMKM.Kata Kunci: Komparasi, Efisiensi Bank, dan Pembiayaan UMKM
Analisis Pengaruh Usia, Jumlah Tanggungan dalam Keluarga, Pengalaman Usaha, Omzet Usaha, dan Jumlah Pinjaman Terhadap Tingkat Pengembalian Kredit oleh UMKM Studi Kasus: Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Gunung Ringgit Malang Arinda, Nila; Maski, Ghozali
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasca krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 keberadaan UMKM mampu mempertahankan eksistensinya bahkan jumlahnya terus mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan besar yang melakukan PHK. Keberadaan UMKM tidak lepas dari bantuan sektor perbankan yang salah satunya adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). BPR memberikan bantuan dana dalam upaya pengembangan serta pemberdayaan sektor UMKM agar UMKM mampu bersaing ditengah maraknya dunia usaha. Namun, UMKM memiliki kendala terkait pengembalian kredit yang ikut serta merugikan BPR, seperti ketidakmampuan debitur dalam membayar kewajibannya yang membuat BPR harus mengcover hutang debitur. Apabila hal ini terus menerus terjadi BPR akan mengalami kredit macet. Faktor yang diduga mempengaruhi tingkat pengembalian kredit oleh debitur dibagi berdasarkan karakteristiknya, yakni karakteristikpersonal yang terdiri dari usia (X1) dan jumlah tanggungan dalam keluarga (X2), karakteristik usaha yang terdiri dari pengalaman usaha (X3) dan omzet usaha (X4) serta karakteristik kredit yang terdiri atas jumlah pinjaman (X5). Kelima faktor ini akan dijadikan variabel dalam penelitian dengan menggunakan penelitian kuantitatif, dilakukan tekhnik pengumpulan datamenggunakan kuesioner. Jumlah sampel yang diambil menggunakan quota sampling yakni 100 nasabah. Metode analisis yang digunakan adalah model regresi logistik dengan bantuan program SPSS release 13.00 .Karakteristik responden baik yang lancar maupun yang tidak lancar dalam pengembalian kredit BPR dapat di identifikasi berdasarkan variabel-variabel yang diduga berpengaruh terhadap tingkat pengembalian kredit (karakteristik personal, karakteristik usaha dan karakteristik kredit).Masing-masing dari karakteristik ini memiliki persebaran responden sebagai berikut: Tingkatan usia debitur yang menjadi responden berkisar antara 24 tahun hingga 66 tahun dan jumlah tanggungan dalam keluarga antara satu orang hingga 7 orang. Berdasarkan karakteristik usaha, debitur memiliki pengalaman usaha antara 0,5 hingga 38 tahun dengan kisaran omzet usaha responden antara Rp1,5 juta hingga Rp 75 juta per bulan. Sedangkan berdasarkan karakteristik kredit, nilai pinjaman debitur antara Rp 1 juta hingga Rp 30 juta. Hasil penelitian menunjukkan variabel usia, jumlah tanggungan dalam keluarga, pengalaman usaha, omzet usaha, dan jumlah pinjaman memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengembalian kredit.Kata kunci: umkm, karakteristik personal, karakteristik usaha, karakteristik kredit, tingkatpengembalian kredit.
Analisis Peranan Belanja Modal,Tenaga Kerja Dan Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di 33 Provinsi Indonesia Tahun 2009-2013 Sari, Mega Mustika; Syafitri, Wildan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dari  belanja modal, investasi dan tenaga kerja dengan  melihat  pengaruhnya    terhadap  pertumbuhan  ekonomi  di  33  provinsi    Indonesia. Penelitian  ini  menggunakan  data  sekunder  berupa  gabungan  dari  data  crossection    dan  time series,  dimana  penulis  membatasi  waktu  penelitian  dari  tahun  2009-2013,  yaitu  dengan  data PDRB, realisasi belanja modal, data penanaman modal Asing  (PMA), penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan data  jumlah angkatan kerja.  Metode analisis yang digunakan adalah regresi data    panel  dengan  model  fixed  effect,  dimana  metode  penaksiran  yang  digunakan  adalah Ordinary  Least  Square  (OLS).  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  terdapat  hubungan fungsional  antara  pertumbuhan  ekonomi  dengan  realisasi  belanja  modal,  investasi  dan  tenaga kerja di  Indonesia.   Hubungan  tersebut  terlihat dari  setiap perubahan    realisasi belanja modal, investasi  dan  tenaga  kerja,  maka  akan  meningkatkan  pertumbuhan  ekonomi    di  33  Provinsi Indonesia. Namun apabila dilihat dari efek individual per  provinsi dari 33 provinsi di Indonesia, Provinsi  Kalimantan  Barat,Provinsi    Sulawesi  Selatan,  Provinsi  Kalimantan  Selatan,  Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan nilai negatif. Artinya, apabila terjadi perubahan  dalam  realisasi  belanja  modal,  investasi  dan  tenaga  kerja    maka  pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut akan mengalami penurunan.   Kata Kunci : PDRB,  Realisasi belanja modal, Investasi, Tenaga kerja
Dampak Penerapan Kebijakan Loan To Value Terhadap Reaksi Pasar Modal Di Bursa Efek Indonesia (BEI): Sebuah Pendekatan Event Study Rame Bei, Viktoria Nofrida; wan, Shof
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode Event Study yang bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan kebijakan Loan To Value (LTV) terhadap reaksi pasar modal di Bursa Efek Indonesia (BEI) khususnya pada saham perusahaan perbankan dan perusahaan properti, dengan menggunakan indikator abnormal return dan trading volume activity (TVA).  Berdasarkan hasil uji beda bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata abnormal return dan trading volume activity (TVA) saham perbankan pada periode seputar penerapan kebijakan Loan To Value (LTV). Sedangkan pada saham properti terdapat perbedaan signifikan rata-rata abnormal return dan trading volume activity (TVA) pada periode sebelum saat dan saat-setelah, sedangkan pada periode sebelum dan sesudah tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan kebijakan Loan To Value (LTV) tidak menimbulakn reaksi pasar terhadap saham perbankan sedangkan pada saham properti terdapat rekasi pasar yang sesaat dan tidak berkepanjangan.  Kata kunci: Event Study, Kebijakan Loan To Value, Abnormal Return, Trading Volume Activity
REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PERISTIWA PELANTIKAN PRESIDEN TAHUN 2014 (EVENT STUDY PADA SAHAM LQ45, JII DAN SMINFRA18) Asshodiqi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan studi peristiwa terhadap peristiwa pelantikan presiden tahun 2014 dengan tujuan untuk mengetahui reaksi pasar modal Indonesia terhadap peristiwa pelantikan tersebut. Indikator yang digunakan untuk melihat adanya reaksi menggunakan abnormal return dan trading volume activity. Sampel dalam penelitian ini adalah indeks LQ45, JII dan SMInfra18. Data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi data harga saham harian, harga indeks harian, data volume perdagangan harian selama tujuh hari sebelum, satu hari saat dan lima hari setelah peristiwa. Adapun alat analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adlaah Uji-t dan Uji beda Paired sampel t-test. Hasil pengujian dengan Uji-t menunjukkan bahwa terdapat abnormal return yang signifikan positif  pada indeks LQ45, JII dan SMInfra18 pada beberapa hari disekitar peristiwa pelantikan, hal ini membuktikan bahwa pasar merespon peristiwa tersebut sebagai good news. Dari hasil Uji beda Paired sampel t-test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah peristiwa pelatikan. Berdasarkan Uji beda Paired sampel t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah peristiwa terhadap TVA pada indeks LQ45 dan SMInfra18. Sedangkan pada Jakarta Islamic Index tidak terdapat perbedaan yang signifikan TVA sebelum dan sesudah peristiwa pelantikan.   Kata Kunci :  Pasar Modal, Event Study, Abnormal Return, Trading Volume Activity
POLA PERMODALAN PADA INDUSTRI KECIL (Studi Hubungan Patron Client Industri Kecil Ledre Pisang di Desa Gapluk Kecamatan Purwosari, Bojonegoro) Kurniawaty, Nova Mey
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui pola permodalan pada industri kecil ledre pisang yang di dalamnya terdapat hubungan patron client yang dilihat dari segi prosedur, jaminan, sanksi dan jangka waktu. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan landasanfenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola permodalan yang diperoleh apabila dilihat dari segi prosedur menunjukkan bahwa tidak ada prosedur yang rumit cukup secara lisan dan track record peminjam (pekerja). Kedua, untuk jaminan hanya diperlukan faktor kepercayaandan track record pekerja. Ketiga, sanksi akan mendapat catatan merah dan apabila gagal bayar sanksi yang diberikan adalah pemutusan kerja. Terakhir, jangka waktu pengembaliannya yaitu tidak terpatok pada waktu akan tetapi, setiap menyetor pinjaman akan diangsur. Kata kunci: Modal, Hubungan Patron Client, Industri Kecil
ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL TERHADAP PENYALURAN KREDIT PERBANKAN DI INDONESIA (Studi Kasus Bank Umum) Cahyaning P, Wanda Annisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The  existence  of  credit  as  a  source  of  capital  has  a  close  relationship  with  economic  growth. Unfortunately,  the  credit  growth  of  recent  years  continue  to  weaken.  The  weakening  of  credit  growth  is influenced  by  factors  of  banking  own  and  factors  beyond  the  control  of  banking,  namely macroeconomic conditions.  This  study  raised  about  how  much  influence  of  external  factors  and  internal  factors  of  the Commercial  Bank  lending  as  banks  that  manage  more  than  90%  Third  Party  Funds  across  Indonesia. External factors used were BI rate, exchange rate and economic growth. While the internal factors that Net-performing loans (NPLs) and Third Party Fund (TPF).  This  study  used  a multiple  regression  analysis with  the  data  period  from  January  2009  to  June  2014. Based on  the research results  that external  factors, BI Rate has a significant negative effect on commercial bank  lending,  exchange  rate  and  economic  growth  have  a  significant  positive  effect  on  commercial  bank lending.  While  the  internal  factors,  Net-performing  loans  (NPLs)  has  no  significant  positive  effect  on commercial bank lending. While Third Party Fund (TPF) has positive and significant impact on commercial bank lending. Kata kunci: Kredit, Bank Umum, BI Rate, Kurs, Pertumbuhan ekonomi,  NPL.
Analisis Pengaruh Usia, Jumlah Tanggungan dalam Keluarga, Pengalaman Usaha, Omzet Usaha, dan Jumlah Pinjaman Terhadap Tingkat Pengembalian Kredit oleh UMKM Studi Kasus: Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Gunung Ringgit Malang Nila Arinda Arinda, Nila; Maski, Ghozali
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasca krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 keberadaan UMKM mampu mempertahankan eksistensinya bahkan jumlahnya terus mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan besar yang melakukan PHK. Keberadaan UMKM tidak lepas dari bantuan sektor perbankan yang salah satunya adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). BPR memberikan bantuan dana dalam upaya pengembangan serta pemberdayaan sektor UMKM agar UMKM mampu bersaing ditengah maraknya dunia usaha. Namun, UMKM memiliki kendala terkait pengembalian kredit yang ikut serta merugikan BPR, seperti ketidakmampuan debitur dalam membayar kewajibannya yang membuat BPR harus mengcover hutang debitur. Apabila hal ini terus menerus terjadi BPR akan mengalami kredit macet. Faktor yang diduga mempengaruhi tingkat pengembalian kredit oleh debitur dibagi berdasarkan karakteristiknya, yakni karakteristik personal yang terdiri dari usia (X1) dan jumlah tanggungan dalam keluarga (X), karakteristik usaha yang terdiri dari pengalaman usaha (X3) dan omzet usaha (X) serta karakteristik kredit yang terdiri atas jumlah pinjaman (X54). Kelima faktor ini akan dijadikan variabel dalam penelitian dengan menggunakan penelitian kuantitatif, dilakukan tekhnik pengumpulan datamenggunakan kuesioner. Jumlah sampel yang diambil menggunakan quota sampling yakni 100 nasabah. Metode analisis yang digunakan adalah model regresi logistik dengan bantuan program SPSS release 13.00 . Karakteristik responden baik yang lancar maupun yang tidak lancar dalam pengembalian kredit BPR dapat di identifikasi berdasarkan variabel-variabel yang diduga berpengaruh terhadap tingkat pengembalian kredit (karakteristik personal, karakteristik usaha dan karakteristik kredit).Masing-masing dari karakteristik ini memiliki persebaran responden sebagaiberikut: Tingkatan usia debitur yang menjadi responden berkisar antara 24 tahun hingga 66 tahun dan jumlah tanggungan dalam keluarga antara satu orang hingga 7 orang. Berdasarkan karakteristik usaha, debitur memiliki pengalaman usaha antara 0,5 hingga 38 tahun dengan kisaran omzet usaha responden antara Rp1,5 juta hingga Rp 75 juta per bulan. Sedangkanberdasarkan karakteristik kredit, nilai pinjaman debitur antara Rp 1 juta hingga Rp 30 juta. Hasil penelitian menunjukkan variabel usia, jumlah tanggungan dalam keluarga, pengalaman usaha, omzet usaha, dan jumlah pinjaman memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengembaliankredit. Kata kunci: umkm, karakteristik personal, karakteristik usaha, karakteristik kredit, tingkat pengembalian kredit.2
Human Resource Function Effectiveness Assessment Through Management Audit (Case Study in UB Hotel) Akrom, Ihwanda; Widijoko, Grace
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on management audit in human resource function is aimed to comprehend the achievement of effectiveness in human resource function that has been conducted by UB Hotel and to figure out the occurring drawbacks that cause the ineffectiveness. This research discusses human resource function which is accomplished through qualitative descriptive applied research method. The data are collected from field study through interview, questionnaire, documentation, and observation. Data analysis involves four (4) important elements for management audit, including: criteria, condition, cause and effect. The process can reveal the level of effectiveness of human resource function in managing human resource at UB Hotel. The audit scope discussed in this research involves ten (10) functions, namely: human resource planning, recruitment, selection, orientation and positioning, training and development, performance assessment, planning and development of career, compensation, worker protection, and work termination. Based on the result that is derived from a comprehensive analysis it concludes that human resource function in UB Hotel has been managed effectively in accordance with the applicable policy and regulation; however, there is one function which is not effective yet namely the selection of human resource function. Based on the findings of this research, there are some recommendations and suggestions to achieve greater improvement in the development and management of human resource in the future which are, the online recruitment process that use UB Hotel website, the need to implement medical test in the selection stages, and the requirement and the openness from management in career promotion.Key words : UB Hotel, management audit, human resource function, effectiveness, criteria, condition, cause, effect, recommendation

Page 836 of 1383 | Total Record : 13824


Filter by Year

2010 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue