cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 2,676 Documents
Total Quality Management dalam Pelayanan Pendidikan (Studi pada Dinas Pendidikan Kota Malang) Mukhammad Dliya’ Muzakka, Endah Setyowati, Trisnawati Mukhammad Dliya Muzakka
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 5 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Total Quality Management in Educational Services (Case on Education Department of Malang City). The quality of education in Indonesia is still low, that’s caused by several things, such as: Pattern of education implementation, policy of education implementation, the teacher’s role and the community.Therefore, there should be efforts to improve the quality of education by using clearly and varied indicators, so that can know the condition of the education quality and educational services. The type of research used a descriptive study with qualitative approach and limited by a research focus, that is the quality of educational services is based on the characteristics in Total Quality Management, such as: Focus at customer, Obsession to quality, Scientivice approach, Long term commite, Cooperate team, Continuous improvement system, Education and training, Freedom which in control, Unity of target, Existence of involvement and enableness of officer. Keywords: Total Quality Management, educational, services    
Implementasi Program Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir dan Anak (KIBBLA) di Kabupaten Pasuruan Tito Herlambang Santoso
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 5 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Implementation Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir dan Anak (KIBBLA) Program in Kabupaten Pasuruan. This study was conducted based on the mom and child’s number of mortality in Indonesia. The government then did some efforts in order to press the number of mortality, in this case between the expectant mothers and babies. One effort that the government had done was Program Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir dan Anak (KIBBLA). This program was realized by Pasuruan Regency government to overcome the high number of mortality of mothers and babies in that area. The findings of this study indicated that the implementation of KIBBLA program was basically good, but there were some improvements needed in some parts which had not maximized the health care service. This study was analyzed using Edward III theory which was divided into four; communication, resources, disposition, and bureaucracy structure. Keywords: implementation, KIBBLA Program, communication, resources, disposition, bureaucracy structure Abstrak: Implementasi Program Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir Dan Anak (KIBBLA) di Kabupaten Pasuruan. Latar belakang penelitian ini berdasarkan dari meningkatnya angka kematian ibu dan angka kematian anak yang ada di Indonesia. Kemudian pemerintah berusaha untuk membuat berbagai macam program untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak. Salah satunya adalah Program Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir dan Anak (KIBBLA) yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan karena tingginya angka kematian ibu dan anak di daerah tersebut. Kemudian untuk hasil penelitian dari impelementasi Program KIBBLA inijika dilihat secara umum memang sudah baik namun masih perlu adanya perbaikan di beberapa bagian yang mengakibatkan untuk pelayanan kesehatannya masih belum maksimal. Untuk penelitian ini dianalisis dengan teori dari Edward III yang terbagi dalam 4 dimensi yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi.   Kata Kunci: implementasi, Program KIBBLA, komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi
Efektivitas Kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (Studi pada Desa Kauman Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang) Riza Okta Dwijaya
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 5 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Performance Effectiveness of Badan Permusyawaratan Desa (BPD) In the Governing Village (Study in Desa Kauman, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang). Village administration is spearheading the government in Indonesia, which one the organizers of the village administration is BPD. BPD is a representation institution of rural community whose function is to collect and distribute the public aspirations, discuss and agree on the village regulation draft with the head of village and to supervise the performance of the head of village. The existence of BPD is expected to be the an aspirator and articulator between communities with institutions or authorities. The effectiveness of the performance of BPD is an important thing to know the extent of the purpose of BPD been achieved for a specified period. The results indicate that the effectiveness of performance of BPD have been going well, although not achieve optimal results. This is caused by minimum discipline and welfare of members, limited facilities and infrastructure and the lack of coaching and briefing technic of BPD. Keywords: effectiveness, performance, Badan Permusyawwaratan Desa  
Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Berbasis Teknologi Informasi (Studi Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malang) Muhammad Syaiful Rohman
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) based on information technology in the Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malang. SIAK is an information technology-based information system that is used for structuring the field of population administration and enforcement of administrative services, as well as prepared with procedures and specific standards for the performance of administrative support services and the civil population. Since 2011, the population administration information system was implemented on dipendukcapil poor districts. Stages of development ranging from an application program developed by the central government, and the development of infrastructure and preparation of human resources by local governments respectively. Keywords: Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Information Technology, Population and Civil Registration Abstrak: Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) berbasis teknologi informasi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malang. SIAK yaitu suatu sistem informasi berbasis teknologi informasi yang digunakan untuk penataan administrasi bidang kependudukan dan penertiban pelayanan administrasi, serta disusun dengan prosedur dan standar khusus untuk menunjang kinerja administrasi layanan kependudukan dan catatan sipil. Sejak 2011, sistem informasi administrasi kependudukan mulai diterapkan pada dipendukcapil kabupaten malang. Tahapan  pengembangan  mulai  dari  program  aplikasi  yang dikembangkan  oleh  pemerintah  pusat,  kemudian  pembangunan  infrastruktur dan persiapan sumber daya manusia  yang dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing. Kata kunci: Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Teknologi Informasi, Kependudukan dan Pencatatan Sipil
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN (Studi pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang) Hofi Mouranny Martawati
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 4 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Community Participation In The Implementation of Urban Waste Management Policy (A Study at Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang). Low community participation in Jombang, in the implementation of urban waste management policy encourages local goverments to establish regional regulations law No. 6 of 2011 concerning waste management. BLH as the agent of socialization to the community who has some policies such as, development of waste management through the system 3R (Reduce, Reuse, Recycle), establish Kader Militan Peduli Lingkungan, formed a Garbage Bank in a group, as well as the socialization in garbage sorting (organic and anorganic). Implementation of the policy is scheduled every month, which is done once a year is simply the process of evaluation (assessment). Results of the implementation of these policies further enhance community participation in Jombang from year to year. It is seen from the position of Jombang community participations, which is on the second-degree stage. Jombang citizen involvement in this degree is higher than the previous degree. This degree shows that there is a sign of participation (tokenism). Keywords: Community Participation, Policy Implementation, Waste Management   Abstrak: Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Kebijakan Pengelolaan Sampah Perkotaan (Studi pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang). Kurangnya partisipasi masyarakat di  Kabupaten Jombang dalam pelaksanaan kebijakan pengelolaan sampah mendorong PemKab Jombang untuk menetapkan PerDa No 6 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah. BLH sebagai sosialisator kepada masyarakat memiliki kebijakan antara lain pembinaan pengelolaan sampah melalui sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle), membentuk Kader Militan Peduli Lingkungan, membentuk kelompok Bank Sampah, serta mengadakan sosilisasi tentang pemilahan sampah (organic dan an organic). Pelaksanaan kebijakan tersebut diagendakan tiap bulan, yang dilakukan setahun sekali hanyalah proses evaluasi (penilaian). Hasil dari pelaksanaan kebijakan ini semakin meningkatkan partisipasi masyarakat di Kabupaten Jombang dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari kedudukan partisipasi masyarakat Jombang berada pada tangga derajat kedua. Keterlibatan warga Jombang dalam derajat ini lebih tinggi daripada derajat sebelumnya. Merupakan derajat yang menunjukkan pertanda adanya partisipasi (tokenism). Kata kunci: Partisipasi Masyarakat, Pelaksanaan Kebijakan, Pengelolaan Sampah 
Sinergi Antara Non-Governmental Organization Dengan Lembaga Pendidikan Dalam Pendidikan Antikorupsi (Studi di Kota Malang) Rio Wirawan Djohar
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 5 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Synergy Between Non-Governmental Organization and Educational Institute on The Anticorruption Education (A Study in Malang City). NGOs in Malang hadworked together with school institutions in conducting anticorruption education, and vice versa. However, the cooperation between these two insitutions has not reached the synergy, because there still were some obstructions. The obstructions were : the limited time for the schools to add anticorruption education more intensively and the negative mindset of the schools towards some NGOs. Meanwhile, the factors that supported the synergy were the correlated goal between those institutions and the needs of some schools in Malang to cooperate with the NGOs in Malang. Therefore, the NGOs and the schools needed to communicate more effectively in order to build trust and the government needs to support the integration of anticorruption education into the curriculum. Keywords: Synergy, Non-Governmental Organization, Educational Institute, Anticorruption Education   Abstrak: Sinergi Antara Non-Governmental Organization dengan Lembaga Pendidikan dalam Pendidikan Antikorupsi (Studi di Kota Malang). NGO di Kota Malang telah melakukan kerjasama dengan beberapa lembaga pendidikan (sekolah) dalam melaksanakan pendidikan antikorupsi. Begitupun dengan beberapa SMA di Kota Malang sudah melaksanakan pendidikan antikorupsi bekerjasama dengan NGO di Kota Malang. Namun, kerjasama yang terjalin di antara keduanya belum sampai pada tahap yang sinergi, karena masih memiliki beberapa penghambat. Adapun yang menjadi penghambat dalam sinergi ini ialah adanya keterbatasan waktu bagi sekolah untuk menambahkan pendidikan antikorupsi lebih intensif, selain itu juga masih adanya pola pandang yang negatif dari sekolah terhadap beberapa NGO. Sedangkan yang  menjadi pendukung dalam sinergi ini yaitu karena tujuan kedua lembaga masih saling terkait, serta sebagian sekolah di Kota Malang masih membutuhkan bantuan kerjasama dari NGO di Kota Malang. Untuk itu, NGO dengan sekolah perlu menjalin komunikasi yang lebih efektif untuk membangun sebuah kepercayaan, serta perlunya dukungan dari pemerintah terkait pengintegrasian pendidikan antikorupsi ke dalam kurikulum.   Kata kunci: Sinergi, Non-Governmental Organization, Lembaga Pendidikan, Pendidikan Antikorupsi
Hubungan antar Aktor dalam Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) (Studi pada UKM “Egg Roll Waluh” Kelompok Wanita Tani Desa Ngroto Kecamatan Cepu Kabupaten Blora) Noeke Hariyani
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 5 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Correlation Between Actors On The Development Of Small Medium Enterprise (SME) (Study Of SME’s “Egg Roll Waluh” Group Of The Women  Famers In NgrotoCepu Regency Of Blora). The existed correlation between actors on the development of SME, particularly on SMEs "Egg Roll Waluh" involves several synergized actors. In fact, SMEs "Egg Roll Waluh" was not developing, the involved actors were not understanding the undertaken roles yet. The correlation between the involved actors on the development of SME still holds unsolved obstacles, such as the contravention correlation occured between Disperindagkop and SMEs though it was not reaching a conflict yet,the correlation of SME members was inharmonious which caused of some reasons and there was no any effort on finding a solution, there were no obstacles on the correlation between SMEs and the society, the presence of SMEs "Egg Roll Waluh" gave benefits to both of them, the correlation between seller or reseller and SMEs had a good relationship without any obstacles, the correlation between pumpkin supplier and SMEs has not synergy relationship yet. The inhibiting factor is the less insight and a sense of complacency owned by SMEs "Egg Roll Waluh " it compounded by poor communication existed, less commitment and lack of transparency. Keywords: Relation, Actor, SME, Blora Hubungan Antar Aktor Dalam Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) (Studi pada UKM “Egg Roll Waluh” Kelompok Wanita Tani Desa Ngroto Kecamatan Cepu Kabupaten Blora). Hubungan antar aktor yang terjalin dalam pengembangan UKM khususnya pada UKM “Egg Roll Waluh” melibatkan beberapa aktor yang saling bersinergis. Namun pada kenyataannya UKM “Egg Roll Waluh” ini tidak berkembang karena aktor yang terlibat belum memahami betul peran yang dijalani. Hubungan antar aktor yang terkait dalam pengembangan UKM masih menyimpan kendala-kendala yang belum ada solusi seperti hubungan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dengan pelaku UKM memiliki hubungan yang mengandung kontravensi meskipun belum sampai menimbulkan konflik, hubungan antar anggota UKM kurang harmonis karena berbagai alasan dan tidak ada upaya mencari solusi, hubungan masyarakat dengan pelaku UKM tidak ada kendala diantara kedua belah pihak, justru dengan adanya UKM “Egg Roll Waluh” ini memberi manfaat, hubungan penjual atau reseller dengan pelaku UKM terjalin baik dan tidak memiliki suatu masalah atau hambatan, hubungan pemasok waluh dengan pelaku UKM belum terjalin sinergitas diantara keduanya. Adapun faktor penghambat adalah wawasan yang kurang luas dan rasa cepat puas yang dimiliki anggota UKM “Egg Roll Waluh” ditambah dengan buruknya komunikasi yang terjalin dan kurang kuat komitmen serta kurangnya transparansi. Kata kunci: Hubungan, Aktor, UKM, Blora
Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Industri Gula Kelapa sebagai Produk Unggulan Perekonomian Lokal (Studi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar) Zeta Alvema Novita Sari
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 5 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Role of Local Governments in the Development Of Palm Sugar Industry as Best Products Local Economy (Studies in the Department of Industry and Trade of Blitar). The attention of local goverments to the craftsmen of palm sugar as a best product is very low. This is causing the palm sugar industry at Blitar regency cannot develop so well. This research aims to describe and analyze the role of local government in the development of palm sugar industry as regional best product to boost the local economy as well as the factors supporting and inhibiting factors. Result from this research is Disperindag has been acted as a facilitator, regulator, and a catalyst in the development of the palm sugar industry as a best product. But all the craftsmen of palm sugar not receive training and mentoring, because amount of palm sugar industry very much and limited budgetary procurement assistance of Disperindag. Keywords: Role of Local Goverments, Palm Sugar Industry, Local Economy   Abstrak: Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Industri Gula Kelapa sebagai Produk Unggulan Perekonomian Lokal. Perhatian pemerintah daerah kepada pengrajin gula kelapa sebagai produk uggulan sangat rendah. Hal ini yang menyebabkan industri gula kelapa di Kabupaten Blitar tidak bisa berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis peran pemerintah daerah dalam pengembangan industri gula kelapa sebagai produk unggulan perekonomian lokal serta faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Hasil dari penelitian ini Disperindag berperan sebagai fasilitator, regulator, dan katalisator dalam pengembangan industri gula kelapa sebagai produk unggulan perekonomian lokal. Namun tidak semua pengrajin gula kelapa menerima pelatihan maupun pendampingan karena jumlah pengrajin gula kelapa sangat banyak tetapi tenaga fungsional dan anggaran mengenai pengadaan pendampingan yang dimiliki Disperindag terbatas.   Kata kunci: Peran Pemerintah, Industri gula kelapa, Perekonomian Lokal
Penerapan Prinsip Good Corporate Governance (GCG) Pada PT. PAL INDONESIA (Persero) Surabaya Mufida Ade Trisna
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 5 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Application of Good Corporate Governance (GCG) at PT. Penataran Angkatan Laut (PAL) Indonesia (Persero) Surabaya. Indeed, BUMN represents the main actor of national economic who aims to support the national finance and to increase people welfare as stated within Law No.19/2003 about BUMN. The high-quality BUMN can compete against other companies. One effort to improve the performance of company/organization is by applying Good Corporate Governance (GCG). Five main principles of GCG are transparency, independency, accountability, responsibility, and fairness. These GCG principles have been applied on one BUMN, respectively PT PAL Indonesia (Persero) Surabaya. This company has applied GCG based on The Decree of Minister of BUMN No:Per-01/MBU/2011 about The Application of Good Corporate Governance to BUMN. Keywords: Good Corporate Governance (GCG), State-Owned Enterprises (BUMN), Limited Liability (PT).   Abstrak: Penerapan Prinsip Good Corporate Governance (GCG) Pada PT. Penataran Angkatan Laut (PAL) Indonesia (Persero) Surabaya. BUMN merupakan pelaku utama perekonomian nasional yang mempunyai tujuan guna mendukung keuangan negara Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sesuai dengan UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN. BUMN yang berkualitas mampu bersaing dengan perusahaan lain. Salahmsatumupayamuntukmmeningkatkanmkinerjamperusahaan/organisasimadalahmdenganmmenerapkanmGoodmCorporatemGovernancem(GCG). Lima prinsip utama GCG yaitu transparansi (transparency), kemandirian (independency), akuntabilitas (acountability), pertanggungjawaban (responsibility), kewajaran (fairness). Prinsip GCG tersebut diterapkan pada salah satu BUMN yaitu PT. PAL Indonesia (Persero) Surabaya. PT. PAL Indonesia (Persero) Surabaya yang merupakan badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara yang dipisahkan sehingga mempunyai tujuan mengejar keuntungan. Perusahaan ini menerapkan GCG berdasarkan Peraturan Menteri BUMN No: Per-01/MBU/2011 Tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik pada BUMN.   Kata kunci: Good Corporate Governance (GCG), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Persero Terbatas (PT).
Pemberdayaan Kampung Unggulan dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat (Studi Pada Kampung Jahit Pucangan dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya) Ana Khairunnisa
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 5 (2016)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Village Empowerment Leading to Increase Economic  Community (Studies in Kampung Jahit Pucangan Kertajaya and Department of Trade and Industry, Surabaya). A large number of poor people in Indonesia attracted the attention of various academics and practition to find ways to reduce poverty. One way is to empower the community. Kampung Jahit Pucangan as one of the objects of community empowerment in Surabaya. The results showed that an increase in the standard of living and economy of the village community, although not significantly. In addition, when viewed from relationships synergitic between actors involved in community development, the empowerment of the people in Kampung Jahit Pucangan synergistic this is not because there is no involvement of the private sector, but can still run well. The boosters factor in empowering the community in Kampung Jahit Pucangan is the support of RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kota and Provinsi, people's desire to improve the standard of living, and ease of care of a permit or legality of Disperdagin Surabaya. Meanwhile, the most dominant limiting factor is the lack of capital owned by the tailors in Kampung Jahit Pucangan. Keywords: community empowerment, economic community   Abstrak: Pemberdayaan  Kampung Unggulan Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat (Studi Pada Kampung Jahit Pucangan Kertajaya dan Dinas Perdagangan dan Perindustian Kota Surabaya). Banyaknya jumlah penduduk miskin di Indonesia menarik perhatian berbagai kalangan akademisi maupun praktisi untuk mencari cara penanggulangan kemiskinan. Salah satunya adalah dengan pemberdayaan masyarakat. Kampung Jahit Pucangan sebagai salah satu objek pemberdayaan masyarakat di Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan taraf hidup dan perekonomian masyarakat Kampung Jahit walaupun belum signifikan.  Selain itu, jika dilihat dari kesinergisan hubungan antar para aktor-aktor yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat, maka pemberdayaan masyarakat di Kampung Jahit Pucangan ini bersifat tidak sinergis  karena belum ada keterlibatan dari pihak swasta  namun dapat tetap berjalan dengan baik. Adapun faktor pedukung dalam pemberdayaan masyarakat di Kampung Jahit Pucangan adalah adanya dukungan dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Pemerintah Kota dan Provinsi, keinginan masyarakat untuk memperbaiki taraf hidup, dan kemudahan dalam mengurus surat izin atau legalitas dari Disperdagin Kota Surabaya. Sedangkan, faktor penghambat yang paling dominan adalah keterbatasan modal yang dimiliki oleh para penjahit di Kampung Jahit Pucangan.   Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, perekonomian masyarakat 

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 12 (2016) Vol. 4 No. 12 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 12 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 12 (2014) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 10 (2013) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue