cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 2,676 Documents
SUSTAINABLE DEVELOPMENT DALAM RENCANA TATA RUANG WILAYAH (Studi di BAPPEDA dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Mojokerto) Miyanti, Putri Eka
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.426 KB)

Abstract

Abstract: Sustainable Development in Urban Planning (Study at BAPPEDA and DKP Mojokerto City). Discussion about sustainable development actually is not only focus on economic aspect but also related to social, culture as well as ecology. In order to realize a sustainable development, Urban Planning is the most important aspect that have to be attention. Therefore, national or region Urban Planning need a planning process through green open space development in order to keep and protect preservation of ecology. This research concluded that green open space development Mojokerto City especially in conducting spatial order has not been fulfilled city green open space standardization which is determined that is 30% of total area. In addition, there are many inhibitory factors became consideration in the activity of green open space development based sustainable development in this Mojokerto City. Keywords: The Local Government Effort’s, Increasing Institusional Capacity Abstrak: Sustainable Development dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (Studi di BAPPEDA dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Mojokerto). Pembahasan mengenai pembangunan berkelanjutan (sustainable development) sebenarnya bukan hanya menyangkut aspek ekonomi saja akan tetapi juga menyangkut aspek sosial, budaya maupun lingkungan hidup. Di dalam mewujudkan suatu pembangunan berkelanjutan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) merupakan aspek paling penting yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, RTRW nasional maupun RTRW daerah memerlukan suatu proses perencanaan melalui pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar dapat menjaga dan melindungi kelestarian lingkungan hidup. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan RTH Kota Mojokerto khususnya di dalam pelaksanaan penataan ruang masih belum memenuhi standar RTH kota yang telah ditentukan yaitu sebesar 30% dari luas wilayah kota. Di sisi lain, terdapat beberapa faktor penghambat baik secara internal maupun eksternal yang menjadi pertimbangan di dalam kegiatan pengembangan RTH berbasis sustainable development di Kota Mojokerto ini. Kata kunci : Ruang Terbuka Hijau, Sustainable Development
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA MELALUI MUSRENBANGDES (Studi Perbandingan di Desa Candimulyo Kecamatan Jombang, Desa Mojojejer Kecamatan Mojowarno, dan Desa Bendungan Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang) Pratiwi, Balinda Citra
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Community Participation in Rural Development Planning Through Musrenbangdes (Comparative studies in Jombang District of Candimulyo village, subdistrict Mojowarno Mojojejer Village, and the Village Bendungan District of Kudu). Community participation is one indicator that can be used to determine the level of success that has been achieved by the development of a region. This study was conducted to determine musrenbangdes community participation in the study at three sites. The results showed that people's participation in activities musrenbangdes in both villages namely Mojojejer District of Mojowarno and Bendungan Village District of Kudu already quite high, while the Village Candimulyo Jombang District of participation remains low. In the implementation of the program musrenbangdes are contributing factors, among others: The existence of legal protection (Regulations) are adequate, clear organizational structure, and mentoring. While inhibiting factor is the lack of transparency in the implementation musrenbangdes can be seen from the priority list submitted proposals to musrenbangcam and development financing. Keywords: musrenbangdes, public participation, Jombang regencyAbstrak: Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan Desa Melalui Musrenbangdes (Studi perbandingan di Desa Candimulyo Kecamatan Jombang, Desa Mojojejer Kecamatan Mojowarno, dan Desa Bendungan Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang). Partisipasi masyarakat merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembangunan yang telah dicapai oleh suatu wilayah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam musrenbangdes di tiga situs penelitian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan musrenbangdes di kedua desa yaitu Desa Mojojejer Kecamatan Mojowarno dan Desa Bendungan Kecamatan Kudu sudah cukup tinggi, sedangkan Desa Candimulyo Kecamatan Jombang partisipasinya masih rendah. Dalam pelaksanaan program musrenbangdes tersebut terdapat faktor pendukung antara lain : Adanya payung hukum (Peraturan) yang memadai, Struktur organisasi yang jelas, dan pendampingan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya transparansi dalam pelaksanaan musrenbangdes yang dapat dilihat dari daftar prioritas usulan yang diajukan ke musrenbangcam dan pembiayaan pembangunan. Kata Kunci: Musrenbangdes, partisipasi masyarakat, Kabupaten Jombang
Pelaksanaan Pelayanan Urusan Pemerintahan Daerah Bidang Perhubungan Laut di Kabupaten Lamongan (Studi di Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan) Rizqy, Linda
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.34 KB)

Abstract

Abstract: The Implementation of Local Government Affair Service for Sea Communication Sector in Lamongan District (Study at Dinas Perhubungan, Lamongan District). Lamongan district is an autonomous region with a predominantly job as a fisherman. The implementation of sea communication cannot be separated with problems faced by the local government whith  affects the quality of service given by them. Service of Pas Kecil and Sertifikat Kesempurnaan Kapal do not always follow standartd operational procedures because of limited supporting facilities. As an autonomous region whith has independency and authority it should be balanced with adequate resources Keyword: local government, sea communication sector, Dinas Perhubungan Abstract: Pelaksanaan Pelayanan Urusan Pemerintahan Daerah Bidang Perhubungan Laut Di Kabupaten Lamongan (Studi Di Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan). Kabupaten Lamongan merupakan daerah otonom dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan. Pelaksanaan pelayanan perhubungan laut tidak lepas dari suatu permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah daerah sebagai pelaksana pelayanan. Sehingga pengaruhnya berdampak pada hasil pelayanan yang diberikan. Pelaksanaan pelayanan penerbitan Pas Kecil dan Sertifikat Kesempurnaan Kapal tidak selalu dapat dilakukan berdasarkan standar operasional prosedur karena keterbatasan suatu fasilitas pendukung. Seharusnya sebagai daerah otonom dengan kemandirian dan kewenangannya harusnya diimbangi dengan ketercukupinya suatu sumber daya. Kata kunci: pemerintahan daerah, bidang perhubungan laut, Dinas Perhubungan
IMPLEMENTASI PROGRAM DESA SEJAHTERA TERPADU (PDST) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL (Studi pada Desa Labuhan Kidul, Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang) Permatasari, Intan
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Implementation Of The Integrated Prosperous Village Programme (PDST) to Increasing Social Welfare(Study in Labuhan Kidul village, Sub-district Sluke, District Rembang).Based on the condition of social welfare people (PMKS) apprehensive especially in areas left behind,  Kemensos RI  make the integrated prosperous village programme(PDST) as acceleration increase of social welfare and justice areas left behind. One of the areas that received priority the implementation of the program, is Labuhan Kidul village, in Sluke sub-district  Rembang district. The result  of researchshowed  by implemented of PDST, PMKS type of a family poor in the Labuhan Kidul village can be empowered through joint business group ( KUBE ) and venture capital for gristle women in social economy ( WRSE) . In addition, PDST in Labuhan Kidul village, can  decrease acts of violence parents to their children, stealing case, and capable of reviving the mutual and the attainment of social institutions that help handle PMKS.But that being alimiting factorare  lack of  human resources that competent in operating the computer,  difficulty to coordinate social house manager to attend the meeting, and mindset of social house manager  who want to work if there is a reward. Keywords: PDST, PMKS, KUBE, WRSE, social house manager Abstrak: Implementasi Program Desa Sejahtera Terpadu (PDST) Dalam Meningatkan Kesejahteraan Sosial ( Studi di Desa Labuhan Kidul, Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang) Berdasarkankondisi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang memprihatinkan terutama di daerah tertinggal, Kemensos RImenyusun Program Desa Sejahtera Terpadu (PDST) sebagai upaya percepatan peningkatan kesejahteraan sosial dan keadilan daerah tertinggal. Salah satu daerah yang memperoleh prioritas pelaksanaan program tersebut yaitu Desa Labuhan Kidul,Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang. Hasil penelitian menunjukkan dengan implementasi PDST, PMKS jenis keluarga fakir miskin di Desa Labuhan Kidul dapat diberdayakan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan modal usaha untuk Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE).Selain itu, PDST di Desa Labuhan Kidul, mampu mengurangi tindak kekerasan orang tua kepada anak, kasus pencurian, dan mampu menghidupkan kembali gotong royong serta terwujudnya berbagai lembaga sosial yang membantu menangani PMKS. Namun yang menjadi faktor penghambat ialah kurangnya sumberdaya manusia yang berkompeten dalam mengoperasikan komputer, sulitnya mengkoordinasi Pengelola Rumah Sosial untuk menghadiri rapat, dan mindset Pengelola Rumah Sosial yang mau bekerja jika ada upahnya.   Kata Kunci : PDST, PMKS, KUBE, WRSE, Pengelola Rumah Sosial
Kontribusi Retribusi Pasar Wisata dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (Studi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Pedagang Pasar Minggu Kota Malang) Bella, Cantika
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.242 KB)

Abstract

Abstract: Contributions Levy Travel Market in Increasing Revenue (Studies in the Department of Culture and the Sunday Market Malang) levy under Article 1 of Law Number. 28 of 2009 is a local charges as payment for specific services or special permits provided and / or administered by the local government for personal gain or weight. Unlike the central taxes such as Income Tax and Value Added Tax which is managed by the Directorate General of Taxes, Levies which can be described as managed by the Local Tax Revenue Office (Revenue). Department of Culture and Tourism of Malang has the main task to implement the regional authority in the field of tourism and culture tourism markets which are held or market week had legal institutions. The focus of the study (1) Contribution Levies tourism market increase regional income, (2) supporting and inhibiting factors affecting the tourism market in Malang increase regional income Using qualitative research with a descriptive approach, this study aims to determine, describe and How Contributions Levy analyze Malang Travel Market in Increasing Local Revenue.   Keywords: Levies Market, Market Travel, Local Revenue Abstrak: Kontribusi Retribusi Pasar Wisata dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (Studi Pada Dinas Kebudayaan dan Pasar Minggu Kota Malang) Retribusi menurut Undang Undang Pasal 1 Nomor. 28 tahun 2009 adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan pribadi atau badan. Berbeda dengan pajak pusat seperti Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak, Retribusi yang dapat di sebut sebagai Pajak Daerah dikelola oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan daerah di bidang kepariwisataan dan kebudayaan diantaranya adalah mengadakan pasar wisata atau pasar minggu yang memiliki lembaga hukum. Fokus penelitian (1) Kontribusi Retribusi pasar wisata dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, (2) Faktor penghambat dan pendukung yang mempengaruhi pasar wisata Kota Malang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis Bagaimana Kontribusi Retribusi Pasar Wisata Kota Malang dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Kata kunci: Retribusi Pasar, Pasar Wisata, Pendapatan Asli Daerah
Perencanaan Pembangunan Ruang Publik untuk Kebutuhan Anak (Studi di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri) Pamungkas, Dwi Ratna
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.766 KB)

Abstract

Abstract: PLANNING FOR PUBLIC SPACE NEEDS FOR CHILDREN. (Studies in Subdistrict Pare Kediri). Development planning is now considered less attention to aspects of the child's needs, such as lack of recreational park for children. Children need a safe playground and convenient to develop aspects of the mind and body by focusing on physical, social, economic and environmental. To merencanaan development of public space as a playground facilities for children, the Government of Kediri Regency instrumental in providing a playground for children. This requires a spatial planning in accordance with the physical characteristics, social and cultural communities. Spatial planning is in conformity with the Regional Spatial Plan (Spatial) Kediri 2010-2030. The implementation includes the use of spatial planning, control of space and spatial planning of urban areas. Supervision spatial arrangement consisting of action monitoring, evaluation and reporting. The process of planning a public space for the needs of children has involved a range of stakeholders such as governments, private and public. There are construction (Green Open Space) green space of the park which has been synchronized with the city (Spatial Plan) Spatial. Keywords: Planning, Public Space, Children, Kediri Abstrak: PERENCANAAN PEMBANGUNAN RUANG PUBLIK UNTUK KEBUTUHAN ANAK (Studi di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri). Perencanaan pembangunan sekarang ini dinilai kurang memperhatikan aspek kebutuhan anak, seperti minimnya taman rekreasi bagi anak-anak. Anak-anak membutuhkan taman bermain yang aman dan nyaman untuk mengembangkan aspek jiwa dan raga dengan memperhatikan aspek fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan. Untuk merencanaan pembangunan ruang publik sebagai sarana taman bermain bagi anak-anak, Pemerintah Kabupaten Kediri berperan penting dalam penyediaan taman bermain bagi anak-anak. Untuk itu diperlukan suatu perencanaan penataan ruang yang sesuai dengan karakteristik fisik, sosial dan budaya masyarakat setempat.  Perencanaan tata ruang wilayah sudah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kediri 2010-2030. Pelaksanaan penataan ruang meliputi pemanfaatan, pengendalian ruang dan penataan ruang kawasan perkotaan. Pengawasan penataan ruang terdiri atas tindakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan. Proses perencanaan pembangunan ruang publik untuk kebutuhan anak telah melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah, swasta dan masyarakat. Terdapat pembangunan (Ruang Terbuka Hijau) RTH berupa taman kota yang telah tersinkron dengan (Rencana Tata Ruang Wilayah) RTRW. Kata Kunci: Perencanaan, Ruang Publik, Anak, Kediri
Efektifitas Dana Pembangunan Fisik Desa Pucangro Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang Agustin, Amelyana
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.817 KB)

Abstract

Abstract: Effectiveness of Physical Rural Development Fund Pucangro District Gudo of Jombang. Effectiveness of physical development funds sourced from funds ADD is used 30% of funds for personnel and operational expenditures Village Government and 70% for shopping community empowerment. This type of research used in this study is a descriptive study using a qualitative approach. The purpose of this study was to determine the effectiveness of physical development funds in the Village District of Pucangro Gudo Jombang. The results of this study that the physical construction of village funds eektifitas Pucangro Jombang District of Gudo said to be effective because it targets and the realization of the funds that have been determined not undergo development, but not efficient because it does not meet the power quality for the physical development of the community less benefit from the development does not meet the fairly long period of not more than one year the road is damaged. It is necessary to the district superintendent that the inspectorate that physical development in the Village Pucangro further enhanced and cared for by the village authorities. Keywords: Effectiveness, Village Fund Allocation.   Abstrak: Efektifitas Dana Pembangunan Fisik Desa Pucangro Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. Efektifitas dana pembangunan fisik yang bersumber dari dana ADD merupakan dana yang digunakan 30% untuk belanja aparatur dan operasional Pemerintah Desa dan 70% untuk belanja pemberdayaan masyarakat. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dana pembangunan fisik di Desa Pucangro Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. Hasil dari penelitian ini bahwa efektifitas dana pembangunan fisik Desa Pucangro Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang dikatakan efektif karena target dan realisasi dana yang sudah ditentukan tidak mengalami pengembangan, akan tetapi tidak efesien karena tidak memenuhi kualitas daya guna pembangunan fisik tersebut masyarakat kurang merasakan manfaat dari hasil pembangunan yang tidak memenuhi masa yang cukup panjang tidak lebih dari satu tahun jalan tersebut rusak. Hal ini perlu adanya pihak pengawas Kabupaten yaitu inspektorat agar pembangunan fisik di Desa Pucangro lebih ditingkatkan dan diperhatikan oleh pihak instansi desa.   Kata kunci : Efektifitas, Alokasi Dana Desa 
Upaya Pengembangan Industri Kecil untuk Keberlangsungan Usaha (Studi terhadap pengembangan Sentra Industri Tempe Sanan, Kota Malang) Endarto, Karuniawan Andre
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Small Industrial Development Efforts for Business Sustainability (Case on development of Sentra Industri Tempe Sanan, Malang City).The development of industry chips tempe Sanan done because the food that which overflows and to deal with financial management business limited.Research is aimed to know and described the effort as well as the impediment to the development of industry and supporters in the activities of crackers tempe Sanan through the related agencies.This type of research is research usedresearch descriptive with a qualitative approach.Efforts to the development of industry chips tempe sanan focused on capital, facilitate them the development of capital, the development of human resources ( HRD ) and facilitate them marketing.Development activities carried out by the City Government through the hapless Department of industry and trade, Department of cooperatives and SMEs, Implementing Financial Partners Bank technical consultants, as well as the entrepreneurs themselves.Supporting factors are some of the attitudes of employers are cooperative, tourist destination,the formation of industrial centers, as well as supporting institutions there. While the factors restricting in an effort industry development chips tempe Sanan, among other: limitations employees departments, the building time improper, infrastructure parking minim and prices of imported soybeans are not stable. Advice from researcher is development industry chips tempe Sanan should be developed to become  tourism education about tempe and chips tempe. Keywords: efforts, industry development, industry tempe chips Sanan   Abstrak: Upaya Pengembangan Industri Kecil untuk Keberlangsungan Usaha (Studi terhadap pengembangan Sentra Industri Tempe Sanan, Kota Malang). Pengembangan industri keripik tempe Sanan dilakukan karena tempe yang melimpah dan untuk mengatasi manajemen keuangan usaha yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya serta faktor penghambat dan pendukung dalam kegiatan pengembangan industri keripik tempe Sanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Upaya pengembangan industri keripik tempe Sanan berfokus pada fasilitasi permodalan, pengembangan permodalan, pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitasi pemasaran. Kegiatan pengembangan dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Unit Pelaksana Teknis Konsultan Keuangan Mitra Bank, serta pengusaha itu sendiri.Faktor pendukungnya adalah beberapa sikap pengusaha yang kooperatif, daerah tujuan wisata, terbentuknya sentra industri, serta terdapat lembaga pendukung. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain: keterbatasan pegawai dinas, waktu pembinaan yang tidak tepat, infrastruktur parkir yang minim dan ketidakstabilan harga kedelai import. Saran dari peneliti adalah pengembangan industri keripik tempe Sanan sebaiknya dikembangkan menjadi kampung wisata edukasi tempe dan keripik tempe.   Kata Kunci: Upaya, pengembangan industri, industri keripik tempe Sanan.
Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun di Kota Malang Sukmana, Ricky Hendra
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.584 KB)

Abstract

Abstract: The Mandatory Implementation of Nine-Year Basic Education in Malang. In the Indonesian Government Regulation No. 47 Year 2008 on Compulsory Education, government and local government has ensured the implementation of compulsory education at least at the basic education without charge. The one area that runs compulsory Malang as Education City. implementation compulsory nine-year basic education in Malang has been run up by looking at the achievement of NER and GER are very high. Funds provided through BOSNAS and BOSDA just enough for the teacher and the main facility, so that if the school wants to promote more should be required creative to properly manage funds. Even still, the presence of people who do not follow the compulsory nine-year basic education due to lack of parental support and interest in school. Government should financially better optimize financial management to meet urgent needs, and should be more active in tabulating students who have not been educated or do not go to school.Keywords: education, compulsory education, policy implementation Abstrak: Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun di Kota Malang. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar, pemerintah dan pemerintah daerah  telah menjamin terselenggaranya program wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Salah satu daerah yang menjalankan wajib belajar adalah Kota Malang sebagai Kota Pendidikan. Implementasi kebijakan tersebut sudah berjalan maksimal dengan melihat pencapaian APM dan APK yang sangat tinggi. Meskipun demikian masih terdapatnya kendala yaitu dana yang diberikan melalui BOSNAS dan BOSDA hanya cukup untuk guru dan fasilitas utama, sehingga apabila sekolah ingin lebih maju harus diperlukan kreatifitas untuk mengelola dana dengan baik. Bahkan masih terdapatnya masyarakat yang belum mengikuti wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun karena kurangnya dukungan orang tua dan minat bersekolah. Pemerintah secara financial harus lebih mengoptimalkan manajemen financial untuk memenuhi kebutuhan  yang mendesak dan  berperan aktif dalam mentabulasi siswa yang belum mengenyam pendidikan atau tidak mau sekolah.Kata Kunci: pendidikan, wajib belajar, implementasi kebijakan
Pelayanan Puskesmas Idaman dan Idola Dalam Rangka Meningkatkan Kesehatan Masyarakat (Studi pada Puskmas Cukir Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang) Novitasari, Dian
Jurnal Administrasi Publik Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.39 KB)

Abstract

Abstract: An Idoal and Idaman Local Clinic’s Service In Improving the Citizens Health (A Study on Local Clinic of Cukir Distric of Diwek Subdistrict of Jombang). One of the public services that has been held by the government is the service in the field of health. As a basic health service centers, local clinic was required to be able to provide excellent service to all communities without any discrimination. Just as Cukir local clinic that provides services Idaman for outpatient care and also accompanied with Idola for inpatient care services. The public interest in using the health services at the Cukir local clinic had increased because people put great trust in the quality of services there. This proved from the number of patient visits that increase continously and degree of public health in Jombang that getting better. This research’s objective is to determine, describe, and analyze on how the applying of the local clinic service called Idaman and Idola in Cukir Local Clinic in an occasion to improvisize the citizens health. Keywords: local clinic, publik services   Abstrak: Pelayanan Puskesmas Idaman dan Idola Dalam Rangka Meningkatkan Kesehatan Masyarakat. (Studi Kasus Pada Puskesmas Cukir Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang). Salah satu pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah adalah layanan di bidang kesehatan. Sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar, Puskesmas dituntut untuk dapat memberikan layanan prima bagi seluruh masyarakat tanpa adanya diskriminasi. Seperti halnya Puskesmas Cukir yang memberikan pelayanan Idaman untuk rawat jalan dan juga disertai dengan pelayanan Idola untuk rawat inap. Minat masyarakat dalam menggunakan layanan kesehatan di Puskesmas Cukir semakin meningkat dikarenakan masyarakat menaruh kepercayaan besar terhadap kualitas pelayanan yang ada di sana. Hal ini terbukti dari jumlah kunjungan pasien yang terus meningkat dan derajat kesehatan masyarakat Jombang yang semakin membaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis bagaimana pelaksanaan pelayanan Puskesmas Idaman dan Idola di Puskesmas Cukir dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.   Kata kunci: puskesmas, pelayanan publik.

Page 39 of 268 | Total Record : 2676


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 4 No. 12 (2016) Vol 4, No 12 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 12 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 12 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol 1, No 10 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue