cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 8 (2016)" : 11 Documents clear
KOMPOSISI NUTRISI DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) SISTEM HIDROPONIK Wahyuningsih, Anis; Fajriani, Sisca; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/333

Abstract

Kebutuhan hasil pertanian semakin meningkat seiring jumlah penduduk yang semakin meningkat, akan tetapi lahan pertanian semakin terbatas. Hidroponik merupakan sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuh tanaman. Pemberian nutrisi dibutuhkan untuk budidaya tanaman secara hidroponik, unsur hara esensial baik makro maupun mikro. Pakcoy adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian untuk mempelajari pengaruh komposisi nutrisi dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan bulan Juni hingga Juli 2014 di Screenhouse kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Alat yang digunakan yaitu polybag, LAM (Leaf Area Meter). Bahan yang digunakan yaitu benih pakcoy, arang sekam, pasir, Mix AB, Growmore, Gandasil D, NPK. Penelitian  dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang menggunakan  perlakuan komposisi nutrisi dan media tanam. Perlakuan komposisi media dan nutrisi memberikan hasil berbeda nyata pada tanaman pakcoy terhadap semua parameter pertumbuhan yaitu parameter jumlah daun pada umur pengamatan 18 dan 35 hst, luas daun pada umur pengamatan 9 dan 35 hst, bobot segar total tanaman dan bobot segar konsumsi pada umur pengamatan 9, 18 dan 27 hst, dan bobot kering pada semua umur pengamatan. Perlakuan komposisi media dan nutrisi memberikan hasil yang berbeda nyata pada tanaman pakcoy terhadap parameter Indeks Panen. Komposisi pasir dengan nutrisi NPK dan Gandasil D mampu memberikan hasil yang baik untuk tanaman pakcoy dengan sistem hidroponik.
PENGARUH PUPUK HIJAU Crotalaria mucronata DAN C. juncea PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) Nisaa, Annita Khoirun; Guritno, Bambang; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/334

Abstract

Lahan pertanian di Indonesia sebagian besar memiliki kandungan bahan organik tanah yang rendah di bawah 1%. Salah satu upaya peningkatan kesuburan tanah dengan penambahan bahan organik ke dalam tanah. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh pupuk hijau pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai dan mempelajari pengaruh pupuk hijau  untuk mengurangi dosis pupuk anorganik pada tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Agustus 2014 di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Petak utama terdiri dari O0: tanpa pupuk hijau, O1: pupuk hijau C. mucronata, dan O2: pupuk hijau C.juncea. Anak petak terdiri dari A1: pupuk anorganik 100%(50 kg ha-1 Urea+150 kg ha-1 SP-36+100 kg ha-1 KCl), A2: pupuk anorganik 75% (37,5 kg ha-1 Urea+112,5 kg ha-1 SP-36+75 kg ha-1 KCl), A3: pupuk anorganik 50% (25 kg ha-1 Urea+75 kg ha-1 SP-36+50 kg ha-1 KCl). Hasil penelitian menunjukkan penambahan pupuk hijau C. juncea 25 ton ha-1 dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik sebesar 50% sedangkan penambahan pupuk hijau C. mucronata 25 ton ha-1 dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik sebesar 25%. Pupuk hijau C. juncea dan 50% pupuk anorganik meningkatkan hasil kedelai (ton ha-1) sebesar 5,00% sedangkan pupuk hijau C. mucronata dan 75% pupuk anorganik meningkatkan hasil kedelai sebesar 14,17% dibandingkan tanpa pupuk hijau dan pupuk anorganik 100%.
PENGARUH BERBAGAI DOSIS BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Verdiana, Miranti Ayu; Sebayang, Husni Thamrin; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.956 KB) | DOI: 10.21776/335

Abstract

Pemberian bahan organik merupakan suatu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Salah satu bahan organik yang dapat digunakan adalah biochar. Apabila tanah dalam keadaan baik maka akan dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian bertujuan untukmengetahui aplikasi biochar terhadap ketersediaan NPK dalam efisiensi penggunaan pupuk NPK pada tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Juli–Oktober 2014. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biochar sekam padi dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tanpa biochar. Aplikasi biochar sebesar 2 t ha-1 dan 4 t ha-1 mampu mengurangi dosis pupuk anorganik pada tanaman jagung. Hasil panen pada kombinasi perlakuan biochar 4 t ha-1 dan NPK 180 kg ha-1 14,20 t ha-1 meningkat 12,67% dari kombinasi perlakuan biochar 0 t ha-1 dan NPK 300 kg ha-1 dengan hasil panen 12,66 t ha-1 dan meningkat 1,36% dari kombinasi perlakuan biochar 2 t ha-1 dan NPK 300 kg ha-1 dengan hasil panen 14,01 t ha-1.
PENGARUH DOSIS PUPUK N DAN TANAMAN SELA KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) YANG DITANAM SECARA TUMPANGSARI Permadi, Diki Yuse; Tyasmoro, Setyono Yudo; Guritno, Bambang
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/336

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman jagung ialah melalui pertanaman secara  tumpangsari. Tujuan penelitian ialah Untuk mengetahui tingkat efisiensi dosis pupuk nitrogen dalam pembudidayaan tanaman jagung secara tumpangsari dan untuk mengetahui pengaruh tanaman sela kacang tanah terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman jagung dalam sistem tumpangsari. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juli sampai November 2014 di Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari P1K1 (30 kg N ha-1 1 tanaman sela), P2K1 (60 kg N ha-1 1 tanaman sela), P3K1 (90 kg N ha-1 1 tanaman sela), P1K2 (30 kg N ha-1 2 tanaman sela), P2K2 (60 kg N ha-1 2 tanaman sela), P3K2 (90 kg N ha-1 2 tanaman sela), P1K3 (30 kg N ha-1 3 tanaman sela), P2K3 (60 kg N ha-1 3 tanaman sela), P3K3 (90 kg N ha-1 3 tanaman sela). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan dosis 90 kg N ha-1 dan 1 tanaman sela memberikan hasil panen (t ha-1) berbeda nyata terhadap kombinas perlakuan dosis  30 kg N ha-1 1 tanaman sela. , tetapi kombinasi perlakuan 90 kg N ha-1 dan 1 tanaman sela tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
KAJIAN PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) TERHADAP TINGKAT KOMPLEKSITAS SISTEM PERTANIAN YANG BERBEDA Andita, Rossala Putri; Khumairoh, Uma; Guritno, Bambang; Aini, Nurul
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/337

Abstract

Desakan untuk peningkatan produksi beras sebagai salah satu makanan pokok penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan. Sampai saat ini upaya yang dilakukan cenderung meningkatkan penggunaan bahan kimia. Penerapan sistem pertanian ramah lingkungan diharapkan mampu menurunkan tingkat pencemaran akibat penggunaan bahan kimia. Tujuan dari penelitian adalah untuk mempelajari pertumbuhan tanaman padi pada tingkat kompleksitas yang berbeda yang terdiri dari integrasi azolla, ikan dan bebek ke dalam pertanaman padi dengan menggunakan pola tanam jajar legowo. Percobaan dilaksanakan pada bulan Mei sampai September 2014 di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan yakni padi, pupuk organik (kandang bebek), azolla, bebek, ikan dan pupuk anorganik. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan serta menggunakan perlakuan sistem pertanian konvensional dengan sistem pertanian integrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem integrasi paling kompleks padi, pupuk kandang bebek, bebek, ikan dan azolla tidak berbeda nyata terhadap parameter pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, berat basah serta laju pertumbuhan relatif (LPR) pada sistem pertanian konvensional namun berbeda nyata dengan pertumbuhan padi pada sistem organik yang hanya menggunakan pupuk organik. Dengan hasil pertumbuhan yang tidak nyata ini mengindikasikan bahwa sistem pertanian terpadu dapat dikembangkan sebagai alternatif pengganti pertanian konvensional tanpa harus menyumbang polusi ke lingkungan dan bahan pangan. Lebih jauh lagi, dengan ketrampilan yang memadahi yang dimiliki petani, sistem pertanian terpadu ini memiki prospek mampu meningkatkan pendapatan petani dengan kelebihannya yang tidak hanya mampu memproduksi padi tapi juga komoditas lain seperti ikan, bebek dan azolla.
UJI EFIKASI PUPUK ORGANIK CAIR BIO-STIMULATOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Prayogo, Muchammad; Sitawati, Sitawati; Heddy, Y. B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.06 KB) | DOI: 10.21776/338

Abstract

Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan komoditas yang digemari oleh masyarakat dengan permintaan yang tinggi namun produktivitas dimasyarakat masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi pupuk organik cair bio-stimulator dengan pupuk NPK yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik di lahan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni sampai Agustus 2014 di desa Bocek, Karang Ploso Malang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Terdapat 13 perlakuan yaitu: P0 = NPK 200 kg ha-1, P1= Bio-Stimulator 5 ppm + NPK 0 kg ha-1, P2= Bio-Stimulator 5 ppm + NPK 50 kg ha-1, P3= Bio-Stimulator 5 ppm + NPK 100 kg ha-1, P4= Bio-Stimulator 10 ppm + NPK 0 kg ha-1, P5= Bio-Stimulator 10 ppm + NPK 50 kg ha-1, P6= Bio-Stimulator 10 ppm + NPK 100 kg ha-1, P7= Bio-Stimulator 15 ppm + NPK 0 kg ha-1, P8= Bio-Stimulator 15 ppm + NPK 50 kg ha-1, P9= Bio-Stimulator 15 ppm + NPK 100 kg ha-1, P10= Bio-Stimulator 20 ppm + NPK 0 kg ha-1, P11= Bio-Stimulator 20 ppm + NPK 50 kg ha-1, P12= Bio-Stimulator 20 ppm + NPK 100 kg ha-1. Pengamatan dilakukan secara destruktif dan non destruktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata pada semua variabel pengamatan kecuali Indeks Panen dan panjang tongkol dengan klobot. Kombinasi pupuk organik cair bio-stimulator 10 ppm dengan NPK 100 kg ha-1 menghasilkan bobot kering 104,55 g tan-1 dan bobot segar tongkol 30,17 ton ha-1 serta kadar gula 15,60 brix0.
KAJIAN ABU VULKANIK KELUD PADA BERBAGAI MEDIA TANAM TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Nakhmiidah, Nisa; Suryanto, Agus; Sugito, Yogi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/339

Abstract

Letusan Gunung Kelud yang terjadi pada tanggal 13 Februari 2014 menyebabkan hujan abu di beberapa daerah di Pulau Jawa. Kandungan unsur hara dalam abu vulkanik Kelud dapat dimanfaatkan sebagai media tanam bagi tanaman. Tujuan percobaan ini adalah mempelajari pengaruh kombinasi media tanam pada tanaman jagung manis dan menentukan kombinasi media tanam yang sesuai untuk tanaman jagung manis. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan November 2014 di Dusun Ngujung, Desa Pandanrejo, Batu. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan abu vulkanik hingga dosis 30% dalam media tanam tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Abu vulkanik yang dicampurkan dengan tanah, kompos seresah daun dan pupuk anorganik dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dibandingkan dengan media tanah.
PENGARUH BIOURINE DAN JENIS PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAK CHOY (Brassica chinensis L.) Murti, Borhan Wisnu; Baskara, Medha; Santosa, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/340

Abstract

Pak choy (Brassica chinensis L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Permintaan sayuran pak choy yang cukup tinggi tidak seimbang dengan jumlah produksi tanaman tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh biourine sapi dan jenis pupuk pada pertumbuhan dan hasil tanaman pak choy (Brassica chinensis L.). Penelitian ini menggunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 3 kali ulangan yang terdiri dari 7 perlakuan: P0: Biourine (1000 L ha-1), P1: Biourine + pupuk phonska (800 kg ha-1), P2: Biourine + jamur mikoriza (20 g/tanaman), P3: Biourine + jamur Trichoderma sp. (15 mL), P4: Biourine + kompos kotoran sapi (10 ton ha-1) P5: Biourine + kompos seresah UB (20 ton ha-1), P6: POC ( Pupuk Organik Cair). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi biourine dan pupuk phonska 800 kg ha-1 (P1) berpengaruh nyata pada umur 21 dan 28 hst. Perlakuan P1 yaitu pemberian kombinasi biourine sapi dengan pupuk Phonska rata-rata pertumbuhan pakchoy lebih baik daripada perlakuan lainnya pada parameter tinggi, luas daun, panjang tanaman, bobot basah tanaman, bobot basah daun, bobot kering daun, diameter bonggol. Pada komponen hasil (panen) untuk total bobot segar tanaman/ha dan total bobot segar konsumsi/ha, perlakuan P1 memberikan hasil tertinggi 55.75 ton ha-1 dan pengaruh nyata terhadap perlakuan lain.
UJI DAYA HASIL PENDAHULUAN 19 GALUR TOMAT F6(Lycopersicon esculentum Mill.) Merintan, Sisca Febriana; Basuki, Nur; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/341

Abstract

Tomat merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki prospek yang baik dalam pemasaran. Hal ini ditunjukkan dari tingginya permintaan tomat namun tidak seimbang dengan pasokannya dikarenakan produktivitas tomat masih rendah. Usaha untuk meningkatkan hasil komoditas tomat selain harus terpenuhinya syarat-syarat kultur teknis yang baik, juga harus dilakukan perakitan varietas baru sebagai upaya meningkatkan variasi genetik. Perakitan varietas baru diarahkan untuk meningkatkan potensi hasil dan mutu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil 19 galur tomat pada populasi F6..Uji daya hasil 19 galur tomat F6 dan varietas mirah sebagai pembanding diuji di Randuagung-Lumajang dengan ketinggian tempat 113 m dpl mulai bulan juli hingga September 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan potensi hasil yang beragam. Lima dari 19 galur yang diuji memiliki potensi hasil per hektar lebih tinggi, yaituGT11 (32,23 ton ha-1), GT7 (31,46 ton ha-1), GT12 (30,68 ton ha-1) , GT9 (30.49 ton ha-1), GT5 (26.93 ton ha-1). Maka galur tersebut berpotensi untuk dikembangkan sehingga dapat dilepas sebagai varietas baru.
RESPON DUA VARIETAS CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) TERHADAP PEMBERIAN IAA (INDOLE ACETIC ACID) Kurniawan, Faridh; Koesriharti, Koesriharti; Nawawi, Mochammad
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/342

Abstract

Kendala utama yang dihadapi tanaman cabai merah ialah terdapat curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya kerontokan bunga dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dua varietas cabai merah varietas Gada F1 dan cabai merah varietas Lado F1 terhadap pemberian IAA (Indole Acetic Acid) pada konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Juli–Desember 2013. Percobaan ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama adalah taraf varietas, terdiri atas 2 perlakuan yaitu varietas Gada F1 (V1) dan varietas Lado F1 (V2). Anak petak adalah konsentrasi IAA, terdiri atas 5 konsentrasi yaitu 0, 50, 100, 150 dan 200 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap varietas mempunyai respon yang bebeda terhadap pemberian IAA. Pada varietas Gada F1 pemberian IAA 100 ppm dapat meningkatkan jumlah buah panen per tanaman  sebesar 43,20 % dan bobot segar buah panen per tanaman sebesar 57,64 % dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Varietas Lado F1 dengan konsentrasi 150 dan 200 ppm menunjukkan jumlah buah panen per tanaman lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Varietas Gada F1 menunjukkan bobot per buah, diameter buah dan jumlah biji lebih tinggi dibandingkan varietas Lado F1. Pemberian IAA 100 , 150 dan 200 ppm dapat meningkatkan panjang buah dan jumlah biji. Akan tetapi, peningkatan diameter buah dan bobot per buah diperoleh pada pemberian IAA 150 dan 200 ppm.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue