cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 10 (2017)" : 21 Documents clear
PENGARUH PEWIWILAN DAN APLIKASI KOMBINASI PUPUK DAUN DAN KCL PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) Wulansari, Dessy; Koesriharti, Koesriharti; Heddy, Y.B.Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/554

Abstract

Tanaman tomat merupakan salah satu komoditas unggulan yang dibutuhkan oleh masyarakat karena memiliki vitamin dan nilai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Badan Pusat Statistika Pertanian menyatakan bahwa selama tahun 2009-2013 produksi tomat di Indonesia mengalami peningkatan. Namun peningkatan produksi tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas. Tomat menjadi salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan masih memerlukan penanganan terutama dalam hal peningkatan produksi dan kualitas. Hal ini karena petani masih terfokus pada peningkatan hasil dibanding peningkatan kualitas. Rendahnya kualitas buah yang dihasilkan disebabkan beberapa hal diantaranya adalah varietas, kultur teknis, pemberantasan hama penyakit serta pemupukan (Wasonowati, 2011). Untuk meningkatkan produksi dan kualitas, berbagai upaya dapat dilakukan diantaranya melalui kegiatan mekanis dan kimiawi yaitu pewiwilan dan pemupukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari dan menentukan pewiwilan dan aplikasi kombinasi pupuk daun dan KCl yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdapat 10 perlakuan dengan 3 ulangan sehingga didapatkan 30 satuan percobaan. Penelitian dilaksanakan di Dusun Ngepeh, Desa Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Juli-Oktober 2015. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara pewiwilan dan aplikasi kombinasi pupuk daun dan KCl pada pertumbuhan dan hasil  tanaman tomat. Hal ini terlihat pada parameter jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot segar per buah, dan diameter buah. Sementara itu pewiwilan berpengaruh pada tinggi tanaman, jumlah buah per tandan, dan fruit set. Sedangkan aplikasi kombinasi pupuk daun dan KCl berpengaruh pada parameter jumlah bunga per tandan dan fruit set.
KERAGAMAN GENETIK DAN HERITABILITAS KARAKTER AGRONOMI PADA 7 FAMILI F5 BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) POLONG KUNING Gultom, Christina Solideo; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/555

Abstract

Produksi buncis di Indonesia berfluktuatif tiap tahunnya. Hal tersebut dapat disebabkan oleh penggunaan varietas yang tidak mempunyai daya hasil tinggi oleh banyak petani buncis. Usaha yang dapat dilakukan dengan mengembangkan varietas baru yang memiliki produktivitas tinggi dan kualitas baik. Pengembangan varietas telah mencapai generasi ke-5 (F5) untuk polong kuning. Kegiatan pemuliaan ini hasil dari persilangan tetua unggul, yaitu varietas introduksi dan varietas lokal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keragaman genetik dan nilai duga heritabilitas karakter agronomi 7 famili F5 buncis (Phaseolus vulgaris L.) polong kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Kajang Lor, Kecamatan Junrejo, Batu pada bulan Maret-Juli 2015. Penelitian dilaksanakan menggunakan petak tunggal atau single plot dengan menanam tujuh famili F5 dan tiga tetua. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar famili memiliki keragaman genetik yang tergolong sempit, namun masih ditemukan kategori cukup tinggi yang juga tergolong keragaman luas pada beberapa famili, yaitu jumlah polong segar per tanaman dalam famili CS.GK 63-15-37 dan CS.GK 63-15-7, serta bobot biji (benih) per tanaman dalam famili CS.GI 63-21-29. Pendugaan heritabilitas menunjukkan khusus pada karakter jumlah polong segar per tanaman adalah karakter yang termasuk haritabilitas tinggi dalam semua famili yang diamati. Keragaman genetik antar famili F5 pada seluruh karakter menunjukkan kategori yang rendah hingga agak rendah dan untuk nilai heritabilitas seluruh karakter tergolong dalam kategori tinggi.
PENGARUH KONSENTRASI KOLKISIN TERHADAP PERAKITAN PUTATIVE MUTAN SEMANGKA (Citrullus lanatus) Sartika, Tanti Virga; Basuki, Nur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/556

Abstract

Buah semangka yang sangat digemari oleh konsumen memiliki tekstur buah yang renyah, berair dan tidak berbiji. Semangka tanpa biji merupakan tanaman poliploidi. Tanaman poliploidi dapat dihasilkan menggunakan metode perlakuan dengan bahan kimia contohnya kolkisin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kolkisin terhadap perubahan fenotipik dan dan genotipik tanaman.  Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Areng Areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada bulan Maret - Agustus 2015. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 12 perlakuan kombinasi dan 3 ulangan. Faktor pertama ialah Varietas semangka : KS (V1), Inul (V2), Kuning (V3), dan Putih (V4). Faktor kedua ialah konsentrasi kolkisin : 0 ppm (K0), 500 ppm (K1), dan 1000 ppm (K2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi kolkisin 500 ppm dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman seperti panjang sulur, jumlah daun, dan waktu berbunga, sedangkan konsentrasi kolkisin 1000 ppm dapat meningkatkan bobot buah, dan kadar gula terlarut dibandingkan perlakuan 0 ppm. Pemberian kolkisin pada konsentrasi 500 ppm, dan 1000 ppm dapat memperlihatkan perubahan warna dasar kulit buah, warna garis, warna daging buah, bentuk biji, dan ukuran biji. Jumlah dan ukuran kromosom pada perlakuan kolkisin 500 ppm, dan 1000 ppm memiliki ukuran sel yang besar dan jumlah kromosom yang lebih banyak dan lebih kecil dibandingkan perlakuan 0 ppm.
PENGARUH HORMON NAA DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KRISAN (Chysanthemum morifolium) VARIETAS WHITE FIJI Pandanari, Dika Sri; Maghfoer, Mochammad Dawam; Nawawi, Mochammad
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/557

Abstract

Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium) memiliki nilai ekonomis tinggi. Kualitas krisan potong yang baik dilihat dari warna, panjang batang, diameter batang dan kesehatan tanaman. Penelitian dibagi menjadi dua percobaan. Percobaan I adalah aplikasi NAA terhadap stek pucuk krisan, dan Percobaan II adalah aplikasi jarak tanam terhadap hasil dari Percobaan I. Tujuan penelitian ialah mempelajari pengaruh dan interaksi aplikasi NAA dan jarak tanam peningkatan pertumbuhan krisan (Chrysanthemum morifolium) varietas White Fiji. Hipotesis yang diajukan ialah aplikasi NAA dan jarak tanam dapat meningkatkan pertumbuhan krisan (Chrysanthemum morifolium) varietas White Fiji. Penelitian dilaksanakan di Kebun bunga potong Bapak Purwanto, Desa Sumbergondo, Batu. Penelitian dilaksanakan bulan Juni - September 2014. Alat yang digunakan antara lain polybag, tali kur, timbangan analitik, meteran, oven, dan penggaris. Bahan yang digunakan adalah sekam bakar, NAA 95% dan stek pucuk krisan varietas White Fiji. Perlakuan pada Percobaan I antara lain konsentrasi NAA dosis: K0=0 mg/L, K1=125 mg/L, K2=250 mg/L dan K3=375 mg/L. Percobaan II menggunakan bibit dari hasil Percobaan I dikombinasikan dengan perlakuan jarak tanam antara lain: B1=8 cm x 8 cm, B2 = 12 cm x 12 cm dan B3 = 16 cm x 16 cm. Hasil Percobaan I menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi NAA mempengaruhi pertumbuhan stek pucuk krisan. Konsentrasi NAA 375 mg/L berpengaruh nyata untuk meningkatkan tinggi bibit dan jumlah daun. Pada Percobaan II tidak terdapat interaksi antara kedua perlakuan. Penggunaan jarak tanam hingga 12 cm x 12 cm dan konsentrasi NAA hingga 125 mg/L dapat meningkatkan jumlah daun dan diameter batang krisan.
UJI DAYA HASIL DELAPAN GALUR HARAPAN KACANG BOGOR (Vigna subterranea L. Verdcourt) BERDAYA HASILTINGGI Pratama, Putra; Saptadi, Darmawan; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/558

Abstract

Kacang Bogor (Vigna subterranea L. Verdc.) merupakan tanaman yang populer di seluruh Afrika Sub-Sahara. Di Indonesia tanaman ini termasuk salah satu kacang-kacangan minor yang belum terlalu diperhatikan, namun memiliki peran dalam program diversifikasi pangan. Penelitian ini dimulai pada April hingga Agustus 2015 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain cangkul, sabit, tugal, gembor/sprayer, papan nama, label, penggaris, spidol, timbangan analitik dan kamera digital. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain delapan galur harapan Kacang Bogor, pupuk yang digunakan ialah Urea 100 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 75 kg/ha dan pupuk kandang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Analisis data menggunakan ANNOVA (Analysis of Variance). Bila hasil Analisis Ragam memberikan pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan Uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan galur Kacang Bogor yang di uji menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh nyata pada parameter hasil. Dari delapan galur yang diuji terdapat tiga galur yang menghasilkan hasil amen tinggi yaitu galur GSG 2.1.1, GSG 2.5 dan CCC 1.4.1. Galur GSG 2.5 dan CCC 1.4.1 memiliki nilai rata-rata 4 ton/ha, dan galur GSG 2.1.1 menghasilkan 4,02 ton/ha polong kering. Sedangkan lima galur yang lain termasuk kategori sedang yakni galur SS 2.2.2 menghasilkan 3,2 ton/ha, GSG 3.1.2 menghasilkan 3,52 ton/ha, BBL 6.1.1 menghasilkan 3,68 ton/ha, serta PWBG 5.3.1 dan GSG 1.5 menghasilkan 3,9 ton/ha.
PENGARUH GLIFOSAT SEBAGAI ZAT PEMACU KEMASAKAN PADA TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Utama, Ari Pradipta; Tyasmoro, Setyono Yudo; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/559

Abstract

Gula merupakan komoditas yang penting, sebagai bahan pokok yang dikonsumsi langsung dan diperlukan oleh berbagai industri pangan dan minuman. Konsumsi gula di Indonesia terus meningkat mengikuti pertambahan jumlah penduduk, peningkatan taraf hidup dan pertumbuhan jumlah indurtri yang memerlukan gula sebagai bahan bakunya. Penurunan produktivitas tebu disebabkan berbagai faktor mulai dari kondisi tanah, ketersediaan air, varietas, hingga pemupukan tanaman. Usaha peningkatan produktivitas rendemen tebu telah banyak dilakukan sejak tahun 1920. Salah satu usaha yang dilakukan adalah pemberian zat pemacu kemasakan (ZPK) pada tanaman tebu. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan September 2014 sampai bulan Januari 2015. Tempat pelaksanaan kegiatan penelitian ini dilakukan di Pabrik Gula Krebet, yang berlokasi di Kecamatan Bululawang, Malang, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ZPK glifosat dosis 0,8 l ha-1 berpengaruh nyata terhadap persentase kematian titik tumbuh, pertumbuhan siwilan, pol, harkat kemurnian, nilai nira dan rendemen pada 6 MSA sehingga digunakan sebagai perlakuan terbaik. Namun tidak berbeda nyata terhadap persentase brix. Perlakuan ZPK glifosat dosis 0,8 l ha-1 berpengaruh nyata terhadap rendemen namun tidak mampu meningkatkan nilai rendemen. Nilai KP dan KDT glifosat 0,4 l ha-1 dan fluazifop 0,6 l   ha-1 menunjukkan terjadinya percepatan kemasakan diikuti perlakuan glifosat 0,8 dan 0,6 l ha-1.
PENGARUH BIOURIN SAPI DAN PUPUK ANORGANIK PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Widyaswari, Erningtyas; Herlina, Ninuk; Santosa, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.025 KB) | DOI: 10.21776/560

Abstract

Peningkatan hasil tanaman bawang merah dapat dilakukan melalui aplikasi biourin sapi dan pupuk anorganik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari interaksi antara aplikasi biourin dan pupuk anorganik terhadap tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan April 2014 di Dusun Sekarputih, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu Konsentrasi Biourin (B) dan Dosis Pupuk Anorganik (P) yang diulang 3 kali. Faktor I yaitu konsentrasi biourin terdapat 3 taraf yaitu tanpa biourin (B0), biourin konsentrasi 1 liter urin+5 kg feses+30 liter air (B1) dan biourin konsentrasi 1 liter urin+5 kg feses+15 liter air (B2), dan faktor II yaitu dosis pupuk anorganik dengan 3 taraf yaitu tanpa dosis pupuk anorganik (P0), pupuk anorganik 50 kg N, 12.5 kg P2O5, 17.5 kg K2O (P1) dan dosis pupuk anorganik 100 kg N, 25 kg P2O5, 35 kg K2O (P2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemberian konsentrasi biourin dengan pemberian dosis pupuk anorganik dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Perlakuan biourin dengan konsentrasi 1 liter urin + 5 kg feses + 15 liter air ha-1 dan perlakuan pupuk anorganik dengan dosis 50 kg N, 12.5 kg P2O5, 17.5 kg K2O menghasilkan jumlah umbi panen tanaman bawang merah yang meningkat sebesar 27.33% lebih banyak dibanding tanpa perlakuan konsentrasi biourin dan dosis pupuk anorganik.
PENGARUH PENGURANGAN JUMLAH DAN POSISI DAUN PADA TANAMAN SORGUM Putri, Yoladeva Anneke; Sebayang, Husni Thamrin; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/562

Abstract

Tanaman sorgum ialah tipikal tanaman yang mempunyai susunan daun horizontal. Tanaman yang mempunyai susunan daun horizontal, cahaya hanya akan terkonsentrasi pada bagian daun paling atas, dan menunjukkan terjadinya pengurangan dengan semakin ke bawah letak suatu daun. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut dan dalam upaya untuk meningkatkan hasil tanaman sorgum, maka pengurangan daun ini perlu dilakukan. Namun demikian, besar kecilnya pengaruh pengurangan daun ditentukan oleh banyak sedikitnya jumlah daun yang dikurangi dan posisi daun tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh jumlah dan posisi daun yang tepat pada tanaman sorgum, sehingga hasil dapat ditingkatkan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2015 di kebun percobaan Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 9 perlakuan yaitu: kontrol (Tanpa Defoliasi) (P0), pengurangan 1 daun bendera (P1), pengurangan 2 daun bendera (P2), pengurangan 1 daun bawah (P3), pengurangan 2 daun bawah (P4), pengurangan 1 daun bendera + 1 daun bawah (P5), pengurangan 1 daun bendera + 2 daun bawah (P6), pengurangan 2 daun bendera + 1 daun bawah (P7), pengurangan 2 daun bendera + 2 daun bawah (P8). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengurangan jumlah dan posisi daun menghasilkan biji per hektar yang tidak berbeda nyata, kecuali pada pengurangan 2 daun bawah terhadap pengurangan 1 maupun 2 daun bendera + 2 daun bawah. Namun demikian, berdasarkan hasil perhitungan R/C, perlakuan pengurangan 2 daun bawah menghasilkan R/C lebih tinggi yaitu 2,12 dengan hasil biji 3,55 ton ha-1.
PENGARUH DOSIS PEMUPUKAN NITROGEN DAN JARAK TANAM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN WIJEN (Sesanum indicum (L.)) Mariyam, Reni; Azizah, Nur; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/563

Abstract

Wijen merupakan salah satu tanaman industri yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis pupuk Nitrogen dan jarak tanam yang sesuai agar diperoleh pertumbuhan yang baik dan hasil yang tinggi pada tanaman wijen. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2015 Kebun Percobaan Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Bahan yang digunakan antara lain benih wijen varietas sumberrejo 1, pupuk N (Urea), pupuk P (SP 36) dan pupuk K (KCl). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi yang diulang tiga kali dengan menempatkan  jarak tanam sebagai petak utama yang terdiri dari : 40 cm x 25 cm (J1), 50 cm x 25 cm (J2), dan 60 cm x 25 cm (J3).  Anak petak terdiri dari pupuk N diberikan yaitu, 75% N  (N1), 100% N (N2), dan 125 % N (N3).  Analisis tanah dilakukan sebelum dan setelah aplikasi pupuk dan setelah panen. Berdasarkan anlisis usaha tani pada pemupukan 100% N dengan jarak tanam 50 cm x 25 cm lebih efiien karena didapatkan RC paling tinggi yaitu 1,62.
PENAMPILAN TUJUH GALUR BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) F5 BERPOLONG KUNING Hawa, Melawati Rizki; Soegianto, Andy; Kendarini, Niken
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/564

Abstract

Buncis merupakan salah satu sayuran yang digemari oleh masyarakat dimana produktivitasnya meningkat dari 9,22 ton/ha di tahun 2010 menjadi 10,44 ton/ha pada tahun 2011, akan tetapi pada tahun 2012 produktivitas buncis mengalami penurunan hingga 10,38 ton/ha. Salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas buncis ialah dengan merakit varietas unggul baru yang memiliki daya hasil tinggi maupun kualitas kandungan gizi yang baik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui penampilan dan daya hasil dari 7 galur buncis (Phaseolus vulgaris L.) F5 berpolong kuning. Hipotesis dari penelitian ini ialah terdapat keragaman yang rendah pada berbagai karakter, daya hasil tinggi (>300 g/tanaman), dan keseragaman warna polong kuning pada 7 galur buncis (Phaseolus vulgaris L.) F5. Penelitian ini disusun menggunakan metode single plant yang dilaksanakan pada bulan Maret - Juli 2015 di Desa Kajang Lor, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Setiap galur terdiri dari 50 tanaman dalam satu bedengan. Sehingga keseluruhan adalah 500 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakter kualitatif yang telah memiliki keragaman rendah dalam galurnya ialah karakter warna bunga merah muda dan warna polong kuning. Karakter kuantitatif yang tergolong rendah keragamannya ialah umur berbunga, umur awal panen segar dan diameter polong. Galur-galur yang terseleksi dengan kriteria warna polong kuning dan daya hasil tinggi (>300 gram/tanaman) ialah CS x GI 63-0-4 sebesar 300,86 gram dan CS x GK 50-0-31 sebesar 394,31 gram. Sedangkan galur CSxGI 7-0-31 lolos seleksi untuk kriteria daya hasil tinggi sebesar 398,42 gram dan perlu dilakukan seleksi lagi pada F6 untuk kriteria warna polong kuning.

Page 2 of 3 | Total Record : 21


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue