cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2022)" : 8 Documents clear
Keragaman Karakteristik Fisik Biji 22 Genotipe Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) sebagai Dasar Seleksi Amali, Mukhlash; Soegianto, Andy; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.01.01

Abstract

Jarak kepyar (Ricinus communis L.) tergolong dalam famili Euphorbiaceae. Tanaman ini berpeluang secara ekonomis. Bijinya mengandung minyak hingga 40-60%. Minyak jarak kepyar dapat dimanfaatkan ke banyak kegunaan di dunia industri di antaranya sumber bahan bakar biodesel, bahan kosmetika, polimer plastik berupa resin dan cat. Produksi jarak kepyar di Indonesia masih fluktuatif. Salah satu cara dalam meningkatkan produktivitas tanaman jarak kepyar ialah dengan pemuliaan tanaman. Untuk memperoleh varietas yang memiliki sifat yang unggul diperlukan adanya keragaman genetik. Keragaman genetik merupakan hal mendasar agar seleksi bisa berjalan efektif. Adapun karakteristik fisik biji jarak kepyar sendiri dapat digunakan sebagai dasar dalam kegiatan seleksi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui keragaman karakter kuantitatif dan kualitatif biji pada 22 genotipe jarak kepyar sebagai dasar dalam seleksi. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juli 2021. Bahan yang digunakan dalam penelitian ialah 22 genotipe jarak kepyar hasil seleksi tahan layu fusarium, pupuk NPK dan urea, deskriptor UPOV (Ricinus communis L.), polibag 40×40 cm, tanah, dan air. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok diulang 2 kali. Setiap plot terdiri dari 3 tanaman. Jarak antar plot 60x60 cm. Pengamatan dilakukan pada karakter kuantitatif dan kualitatif biji jarak kepyar. Hasil analisis menunjukkan hasil yang sangat nyata. Nilai koefisien variasi genetik (KVG) dan koefisien variasi fenotip (KVF) diperoleh hasil berkriteria rendah hingga tinggi pada karakter kuantitatif biji. Sedangkan pada karakter kualitatif biji diperoleh nilai koefisien kemiripan yang rendah atau keragaman genetik yang tinggi.
Pengaruh Tingkat EC (Electrical Conductivity) Dan Nutrisi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L. var chinensis) Pada Hidroponik Sistem Sumbu (Wick System) Labeda, Amelia Gabriela; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.01.02

Abstract

Pakcoy merupakan jenis sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena mudah untuk didapatkan dan baik dikonsumsi segar tanpa diolah maupun dalam bentuk olahan. Selain itu, tanaman pakcoy juga diminati karena mengandung protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E dan vitamin K yang sangat baik untuk kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi pakcoy yaitu melalui teknik budidaya secara hidroponik. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan mendapatkan nilai EC (Electrical Conductivity) dan kombinasi nutrisi yang tepat sehingga dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy terbaik pada sistem hidroponik sumbu. Bahan yang digunakan didalam penelitian yaitu benih pakcoy varietas Green, Nutrisi AB Mix Kebun Sayur Surabaya, biourin kelinci, dan pH up. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2021 hingga Juli 2021 di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Hasil percobaan ini menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan tingkat EC dan kombinasi nutrisi terhadap diameter batang. Perlakuan tingkat EC berpengaruh nyata terhadap bobot segar total tanaman pakcoy dengan pertumbuhan pakcoy terbaik dengan pemberian EC sebesar 2 mS/cm. Perlakuan kombinasi nutrisi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy seperti panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun per tanaman, bobot segar total, dan kadar klorofil dengan nutrisi terbaik pada nutrisi 100% AB mix dan kombinasi nutrisi 75% AB mix + 25% biourin kelinci.
Pengaruh Dosis Pupuk P dan Konsentrasi Giberelin Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Santoso, Adenia Ratnaputri; Maghfoer, Moch Dawam
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.01.03

Abstract

Mentimun merupakan salah satu tanaman sayur yang dibudidayakan di Indonesia. Mentimun memiliki banyak manfaat dan kandungan gizi yang berguna untuk kesehatan manusia. Fosfor merupakan salah satu unsur hara yang dibutuhkan tanaman karena tergolong dalam unsur hara esensial. Giberelin merupakan salah satu hormon tanaman atau fitohormon yang berperan penting dalam fisiologis tanaman, terutama pada pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui interaksi antar perlakuan. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan September hingga November 2020 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Jatimulyo Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). Penelitian ini menggunakan faktor dosis pupuk fosfor yang terdiri dari 4 taraf, yaitu 30 kg P2O5 ha-1, 60 kg P2O5 ha-1, 90 kg P2O5 ha-1, dan 120 kg P2O5 ha-1 serta faktor konsentrasi giberelin yang terdiri dari 4 taraf, yaitu tanpa giberelin, 100 ppm, 150 ppm, dan 200 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi pada pengamatan panjang tanaman, jumlah daun dan indeks klorofil pada umur 23 HST hingga 37 HST serta pada parameter jumlah bunga betina tanaman mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk fosfor dengan dosis 120 kg P2O5 ha-1 dan giberelin konsentrasi 200 ppm mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman mentimun dibandingkan dengan perlakuan pupuk fosfor dosis 30 kg P2O5 ha-1 dan tanpa giberelin (P0G0).
Korelasi dan Sidik Lintas Karakter Kuantitatif Sepuluh Varietas Kacang Hijau (Vigna Radiata L.) Terhadap Cekaman Genangan Fase Vegetatif Al-Jabbar, Bambang; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.01.04

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.)  merupakan komoditas tanaman pangan penting di Indonesia yang bernilai gizi tinggi. Produksi dan kualitas hasil kacang hijau berpotensi menurun dikarenakan perubahan pola dan intensitas curah hujan yang menyebabkan kondisi kelebihan air atau lahan tergenang. Salah satu upaya pengembangan kacang hijau yang toleran terhadap kondisi cekaman genangan dapat dilakukan melalui kegiatan evaluasi toleransi berbagai varietas kacang hijau yang telah dilepas sebagai sumber plasma nutfah untuk memperoleh genotip kacang hijau yang toleran terhadap cekaman genangan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah  untuk mengetahui karakter yang berkorelasi terhadap ketahanan kacang hijau pada kondisi cekaman genangan di fase vegetatif dengan mencari tahu keeratan hubungan karakter bobot kering akar terhadap karakter lainnya yang menjadi indikator berlangsungnya mekanisme toleransi kacang hijau terhadap cekaman genangan. Kegiatan penelitian berlangsung di Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (BALITKABI), Jl. Raya Kendalpayak Km.8, Kecamatan Pakisaji, Kota Malang, Jawa Timur dari bulan Mei 2021 hingga Juli 2021. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok terhadap 10 varietas kacang hijau dengan taraf penggenangan selama 10 hari ketika tanaman telah berusia 20 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks klorofil daun, volume akar, berat kering batang, berat kering daun, dan luas daun berkorelasi positif terhadap karakter berat kering akar. Selain itu diketahui pula bahwa karakter berat kering daun memiliki pengaruh langsung terbesar terhadap berat kering akar per tanaman, sedangkan karakter berat kering batang memiliki pengaruh langsung terhadap karakter bobot biji per tanaman.
Pengaruh Dosis Pengaplikasian PGPR dan Perbedaan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum) Noverani, Cecelia Tiana; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.01.05

Abstract

Tomat adalah salah satu sayuran buah yang cukup diminati oleh masyarakat karena memiliki banyak manfaat serta rasa yang enak. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui apakah terdapat interaksi pengaruh PGPR dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-September 2021 di Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Penelitian merupakan percobaan yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari dengan 2 faktor dan didapatkan 9 kombinasi perlakuan sehingga terdapat 27 unit percobaan. Faktor pertama yaitu penggunaan PGPR : P0: Tanpa PGPR, P5: 5 L/ ha, dan P10: 10 L/ ha. Faktor kedua yaitu jarak tanam: J0: 70x 50 cm, J1: 60 x 50 cm , dan J2: 50 x 50 cm . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara pengaplikasian PGPR dan pengaturan jarak tanam dapat dilihat dari data tinggi tanaman pada 2-4 MST dengan presentase peningkatan sebesar 56,3%, data jumlah daun dari 2-4 MST dengan presentase peningkatan sebesar 51,43%, data bobot segar tanaman per minggu pada 2-4 MST dengan presentase peningkatan sebesar 26,76%, data bobot kering tanaman per minggu pada 2-4 MST dengan presentase peningkatan sebesar 46,65%, data jumlah buah per tanaman dengan presentase peningkatan sebesar 55,76%, data bobot buah per tanaman 183,56%, dan data hasil panen per-hektar dengan presentase peningkatan sebesar 69,67%. Dosis PGPR 5L/ha dan PGPR 10L/ha dapat digunakan di seluruh jarak tanam.
Uji Daya Hasil Enam Galur Kacang Bogor (Vigna subterranea L. Verdcourt) Pada Musim Penghujan Prasetyoningrum, Farin; Saptadi, Darmawan; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.01.06

Abstract

Tanaman kacang bogor (Vigna subterranea L. Verdcourt) merupakan komoditas potensial yang masih belum dibudidayakan secara luas di Indonesia dan tergolong tanaman yang belum banyak mendapat perhatian. Padahal kacang bogor dapat menjadi alternatif pangan fungsional sebagai sumber protein dan karbohidrat. Upaya untuk meningkatkan produktivitas kacang bogor salah satunya ialah melalui pemuliaan tanaman, diperlukan beberapa kegiatan penelitian untuk mendapatkan varietas unggul. Salah satu tahapan yang dilakukan dalam pemuliaan tanaman ialah uji daya hasil. Uji daya hasil merupakan tahapan awal untuk menguji galur agar dapat diketahui galur yang memiliki daya hasil tinggi, sehingga dapat menentukan galur yang dapat dilepas sebagai varietas baru. Uji daya hasil kacang bogor dilakukan pada musim penghujan terhadap 6 galur harapan kacang bogor potensial yakni PWBG 5.2.1, SS 2.4.2, BBL 1.1, PWBG 6, SS 3.4.2, CCC 1.6, dan TVSU 8.6. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hasil 6 galur kacang bogor dan mendapatkan galur berdaya hasil tinggi pada musim penghujan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020-Mei 2021 di Kebun Percobaan Balitkabi di Jambegede. Penelitian dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh galur yang diuji memiliki daya hasil yang beragam. Didapatkan daya hasil galur yang diuji berkisar antara 1,8 – 2,8 ton/ha. Pada penelitian ini galur BBL 1.1 dan PWBG 6 merupakan galur harapan terpilih yang berdaya hasil tinggi dan mampu beradaptasi dengan baik dengan lingkungan tumbuhnya.
Pengaruh Unsur Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Jeruk Siam Pontianak (Citrus nobilis Var. Microcarpa) Vitiara, Mustarini Dessy; Hariyono, Didik
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.01.07

Abstract

Jeruk Siam (Citrus nobilis) ialah salah satu komoditas unggulan nasional. Jeruk siam digemari masyarakat Indonesia karena memiliki rasa manis dan kaya vitamin C. Kabupaten Sambas menjadi sentra utama produksi jeruk siam di Kalimantan Barat atau berkontribusi sekitar 75% dari produksi keseluruhan dengan varietas utamanya yaitu Jeruk Siam Pontianak (Citrus nobilis var. Microcarpa). Keberhasilan budidaya jeruk siam sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim suatu tempat. Unsur iklim berperan penting dalam hasil tanaman Jeruk Siam Pontianak, baik kualitas dan kuantitas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan dan pengaruh antara curah hujan, suhu udara, kelembapan udara, dan penyinaran matahari dengan produktivitas Jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan Januari-Maret 2021 di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Lokasi wawancara dilakukan pada tiga kecamatan yaitu Kecamatan Tebas, Kecamatan Sebawi, dan Kecamatan Sambas. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan petani. Data sekunder berupa data unsur iklim yaitu curah hujan, suhu udara, kelembapan udara dan penyinaran matahari tahun 2004-2020 dari Stasiun Meteorologi Kelas III Paloh Sambas dan data produktivitas tanaman Jeruk Siam Pontianak tahun 2004-2020 dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas.  Metode analisis yang digunakan ialah analisis korelasi dan regresi linier menggunakan software IBM SPSS Statistics 22. Hasil penelitian menunjukan bahwa curah hujan, suhu udara, dan penyinaran matahari tidak berpengaruh terhadap produktivitas dan kelembapan udara berpengaruh dominan terhadap produktivitas Jeruk Siam Pontianak di Kabupaten Sambas.
Pengaruh Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Roswy, Zata Bayyani; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.01.08

Abstract

Kacang kedelai merupakan salah satu tanaman multiguna, karena dapat digunakan sebagai pangan, pakan maupun bahan baku industri. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kacang kedelai varietas Grobogan dan Gepak Kuning. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2021 di Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat. Penelitian merupakan percobaan yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 10 perlakuan. P1 = Grobogan + tanpa pupuk, P2 = Grobogan + 150 kg.ha-1 NPK, P3 = Grobogan + 200 kg.ha-1 NPK, P4 = Grobogan + 250 kg.ha-1 NPK, P5 = Grobogan + 300 kg.ha-1 NPK, P6 = Gepak Kuning + tanpa pupuk NPK, P7 = Gepak Kuning + 150 kg.ha-1 NPK, P8 = Gepak Kuning + 200 kg.ha-1 NPK, P9 = Gepak Kuning + 250 kg.ha-1 NPK dan P10 = Gepak Kuning + 300 kg.ha-1 NPK. Setiap percobaan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK nyata meningkatkan seluruh parameter pengamatan tanaman kedelai yang meliputi tinggi tanaman, jumla daun, jumlah cabang, jumlah polong total per tanaman, jumlah polong isi per tanaman, bobot biji per tanaman bobot 100 biji dan hasil panen. Dosis pupuk NPK 250 kg.ha-1 dan NPK 300 kg.ha-1 pada varietas Grobogan dan Gepak Kuning memberikan pengaruh yang sama terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong total per tanaman, jumlah polong isi per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji dan hasil panen.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue