cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 3 (2023): Maret" : 8 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi Mutagen Etil Metan Sulfonat (EMS) Dan Asam Giberelat (GA3) Terhadap Induksi Tunas Aglaonema Widuri Secara In Vitro Indrayanti, Shelfina; Sabaria, Sabaria; Basri, Anisa Luthfia; Farid BDR, Muh
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.03.01

Abstract

widuri adalah tanaman hias dengan daya tarik utama terletak pada keindahan daunnya dan termasuk tanaman hias yang secara komersial sangat prospektif dikembangkan. Akan tetapi, tanaman aglaonema ini memiliki kendala terkait pertumbuhan yang lambat. Oleh sebab itu, dilakukan perbanyakan melalui bioteknologi seperti kultur jaringan yang dipadukan dengan teknik mutasi agar mendapatkan tanaman yang tumbuh cepat, seragam dan bernilai tinggi. Untuk itu dikombinasikan bahan EMS karena terbukti dapat menyebabkan terjadinya mutasi titik dan bahan GA3 yang dapat meregenerasi tunas secara in vitro sehingga diperoleh kombinasi dengan konsentrasi terbaik dalam menginduksi variegata dan mengetahui heritabilitas keragaman dan pertumbuhan tanaman variegata aglaonema widuri. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap 2 Faktorial dengan faktor pertama yaitu EMS dengan konsentrasi (0%, 0.3%, 0.6%, 0,9) dan Faktor kedua yaitu GA3 dengan konsentrasi (0 ppm, 15 ppm, 30 ppm, 45 ppm) sehingga di peroleh hasil bahwa perlakuan yang memberikan data kecepatan tumbuh tunas, panjang tunas, banyak tunas yang paling baik adalah perlakuan E2G2 meliputi perlakuan EMS (E2) 0,6 % dan Konsentrasi GA3 (G2) 25 ppm. Selain itu, pada tahap analisis regresi semua variabel memiliki pengaruh terhadap variabel lain yang diamati, dan hasil analisis korelasi mengarah ke positif. Kemudian untuk hasil analisis nilai heritabilitas setiap variabel memiliki nilai heritabilitas yang tinggi, hal ini menunjukkan bahwa perbedaan pertumbuhan dan arah variegata dari setiap karakter, lebih banyak dipengaruhi oleh faktor genetik dibandingkan dengan faktor lingkungan. Olehnya, terdapat interaksi yang nyata berbagai konsentrasi perlakuan terhadap parameter yang di amati.
Pendugaan Heterosis pada Karakter Kuantitatif Tanaman Rosela (Hibiscus sadbariffa L.) Agustin, Reny Ayu; Marjani, Marjani; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.03.03

Abstract

Usahatani bunga rosela memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di Indonesia. Hal ini terbukti dari adanya permintaan pasar luar negeri. Untuk memenuhi permintaan tersebut Indonesia hanya mampu memenuhi sekitar 5 ton sampai 8 ton per tahun. Rendahnya produktivitas pada rosela dapat ditanggulangi dengan penggunaan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2020 sampai dengan Juli 2020 yang bertempatan di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS) Karangploso, Malang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, tugal, meteran, penggaris, jangka sorong, alat tulis, timbangan, polybag, gunting, kertas label, papan nama, kamera, papan lebel. Bahan yang digunakan untuk penelitian ini adalah benih F1 rosela dengan tetua yang terdiri dari Roselindo 1, Roselindo 2, Roselindo 3, Roselindo 4, IDN/09/HSB/303, IDN/09/HSB/443, IDN/09/HSB/677. Pengamatan terdiri dari tinggi tanaman
Pengaruh Varietas dan Konsentrasi Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada Merah (Lactuca Sativa L.) Menggunakan Hidroponik Sistem Sumbu Muhammad, Alif Almer; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.03.04

Abstract

Hidroponik merupakan kegiatan budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah di dalam prosesnya. Terdapat berbagai sistem dalam melakukan budidaya secara hidroponik, salah satunya adalah hidroponik sistem sumbu (wick system). Sistem sumbu merupakan salah satu metode hidroponik yang memanfaatkan sumbu untuk mengalirkan larutan nutrisi ke media tanam. Salah satu tanaman yang cocok dibudidayakan dengan menggunakan hidroponik sistem sumbu adalah selada merah. Tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik harus diberikan nutrisi dengan dosis yang tepat. Larutan nutrisi tepat dosis dan berimbang yang diberikan akan mendukung pertumbuhan tanaman dengan baik. Selain dosis nutrisi, pemilihan varietas juga menentukan hasil produksi tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik. Salah satu faktor penentu produksi, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, yaitu sifat genetik yang dibawa oleh tanaman dan adaptasi tanaman terhadap lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur pada bulan Desember 2021 hingga Februari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu varietas dan faktor kedua yaitu Konsentrasi Nutrisi. Dari hasil penelitian tidak diperoleh interksi antara perlakuan varietas dan konsentrsi nutrisi baik terhadap parameter pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah. Varietas red rapid selada merah memiliki bobot konsumsi, bobot total, dan kadar air lebih tinggi. Penggunaan nutrisi AB Mix dengan konsentrasi 500-1500 ppm tidak menunjukan perbedaan pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah.
Pengaruh Pupuk Kandang Kambing dan NPK pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Semangka (Citrullus lanatus L.) Aji Mandiri, Muhammad Ilham; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.03.05

Abstract

Semangka (Citrullus lanatus L.) termasuk sebagai tanaman hortikultura dari famili Cucurbitaceae. Produksi semangka di Indonesia yang fluktuatif setiap tahunnya menunjukkan bahwa teknologi budidaya yang diterapkan oleh petani masih kurang tepat. Pemupukan menjadi upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Penggunaan pupuk anorganik dalam jumlah yang tinggi dapat menyebabkan penurunan kualitas tanah, sehingga perlu diimbangi dengan penggunaan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik diharapkan mampu menjaga kualitas tanah dan menyediakan unsur hara dalam jumlah yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi yang tepat antara dosis pupuk kandang kambing dan NPK pada pertumbuhan dan hasil tanaman semangka. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2022 di Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kandang kambing dan NPK dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman semangka. Perlakuan pupuk kandang kambing 4 ton.ha-1 dan NPK 1 ton.ha-1 mampu meningkatkan panjang batang utama, jumlah cabang, jumlah daun, luas daun, panjang buah, diameter buah, jumlah buah, bobot buah per tanaman dan bobot buah panen per hektar dibandingkan dengan penggunaan pupuk NPK 1,5 ton.ha-1, namun perlakuan pupuk kandang kambing hingga 6 ton.ha-1 dan NPK 1 ton.ha-1 masih mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman semangka sehingga penggunaan pupuk kandang kambing dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK
Respon Benih Cabai (Capsicum annum L.) Kadaluarsa Terhadap Lama Perendaman dan Macam ZPT Alami Pada Viabilitas, Vigor dan Pertumbuhan Bibit. Sakinah, Fatiyatul; Purnamaningsih , Sri Lestari; Yulianah, Izmi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.03.07

Abstract

Benih kadaluarsa menyebabkan menurunnya kualitas dan mutu benih. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan mutu benih kadaluarsa adalah dengan perlakuan invigorasi menggunakan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang dapat diperoleh secara alami dari ekstrak bahan alami. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh jenis ZPT alami dan lama perendaman terhadap viabilitas, vigor dan pertumbuhan bibit pada benih cabai kadaluarsa. Penelitian dilaksanakan di Green house Lahan Percobaan Jatimulyo pada bulan Februari sampai Mei 2022. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengakap (RAL) Faktorial. Faktor pertama yaitu jenis ekstrak bahan alami sebagai sumber ZPT alami dan faktor kedua yaitu lama perendaman yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jenis ZPT alami berpengaruh nyata baik itu terhadap uji viabilitas dan vigor benih dan pertumbuhan bibit. Perlakuan lama perendaman berpengaruh nyata terhadap uji viabilitas dan vigor benih, tinggi tanaman dan jumlah daun akan tetapi tidak berpengaruh terhadap panjang akar. Interaksi antara faktor 1 dan 2 berpengaruh tidak nyata terhadap variabel uji viabilitas dan vigor, jumlah daun dan panjang akar. Akan tetapi, pada variabel tinggi tanaman interaksi hanya ditemukan pada saat tanaman berumur 5 HST (Hari Setelah Tanam).
Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Sorgum (Sorghum bicolor) dengan Aplikasi Bahan Organik Eceng Gondok (Eichhornia crassipes): Growth and Production of two varieties of Sorghum (Sorghum bicolor) with the Application of Water Hyacinth (Eichhornia crassipes) Organic Matter Nurmi, Nurmi; Musa, Nikmah; Solihin, Angry Pratama
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.03.02

Abstract

Tanaman sorgum (Sorghum bicolor) merupakan salah satu jenis tanaman budidaya yang dapat dimanfaatkan baik sebagai bahan pangan maupun pakan.  Pertumbuhan dan produksi sorgum yang baik memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai, baik iklim maupun tanah.  Tanah dengan kadar bahan organik yang rendah kurang mampu mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman yang baik.  Salah satu jenis bahan organik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kadar bahan organik tanah pada pertanaman sorgum adalah eceng gondok (Eichhornia crassipes) karena produksi biomassnya cukup tinggi.  Penelitian ini bertujuan  mengetahui pengaruh bahan organik eceng gondok untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum.  Penelitian ini didesain dalam Rancangan Lingkungan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan Rancangan Perlakuan 2 Faktor (RAK-Faktorial).  Faktor pertama adalah varietas sorgum yang terdiri dari 2 taraf sebagai berikut: V1 = Varietas Numbu V2 = Varietas Kawali.  Faktor kedua adalah dosis bahan organik eceng gondok yang terdiri dari lima taraf sebagai berikut: P0 = tanpa bahan organik eceng gondok; P1 = 10 ton.  ha-1; P2 =  20 ton.ha-1; P3 =  30 ton.    ha-1;  P4 = 40 ton.ha-1. Penelitian ini dilaksanakan dilahan pertanian Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo selama 4 bulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas dan bahan organik eceng gondok berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang malai dan hasil biji kering panen, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun.  Terdapat interkasi antara varietas dengan bahan organik eceng gondok terhadap panjang malai dengan interaksi terbaik pada kombinasi perlakuan V2P4 =  Varietas Kawali dengan bahan organik eceng gondok 40 ton.ha-1 dengan panjang malai 28,90 cm.
Uji Pengaruh Pelet Pupuk Hayati VP3 dengan Tambahan Cangkang Telur terhadap Viabilitas Bakteri Fungsional dan BibitTanaman Cabai (Capsicum frutescens L.) Shinta Dwi Cahya; Sugiarto, Sugiarto; Arfarita, Novi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.03.06

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan yang berbeda terhadap total viabilitas bakteri pelet pupuk hayati, dan pengaruh pupuk hayati VP3 dengan komposisi cangkang telur ayam terhadap pertumbuhan bibit tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – September 2022 di Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Pusat dan Halal Center Universitas Islam Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk uji viabilitas agen hayati, terdapat 12 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Sedangkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk uji pada bibit tanaman cabai, terdiri dari 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 5 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F taraf 5% (ANOVA). Apabila terdapat pengaruh nyata dilakukan uji lanjut dengan BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan V3T1 (VP3 + Cangkang telur 15%, suhu pengeringan 40oC) menunjukan hasil rata-rata tertinggi yang jumlah populasi bakterinya sebesar 86,7 x 109 CFU/g, tetapi perlakuan V3T1 tidak berbeda nyata dengan perlakuan V2T1 (VP3+ Cangkang telur 10%, suhu pengeringan 40oC) dan perlakuan V1T1 (VP3+Cangkang telur 5%, suhu pengeringan 40oC). Pada uji bibit tanaman cabai menunjukkan bahwa perlakuan V3T1 (Limbah Cangkang Telur 15% + VP3 dengan suhu pengeringan 40oC) memiliki pengaruh yang nyata pada tinggi bibit cabai dan bobot segar bibit cabai sedangkan pada panjang akar bibit cabai terbaik terdapat pada perlakuan V2T1 (Limbah Cangkang Telur 10% + VP3 dengan suhu pengeringan 40oC). Kata Kunci : Bibit cabai, Pelet pupuk hayati, Viabilitas bakteri.
Identifikasi dan Keanekaragaman Spesies Tumbuhan Paku-pakuan di Kawasan Hutan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur, Sulawesi Utara Tuelah, Syela Nathasya; Moko, Emma Mauren; Lawalata, Helen Joan; Butarbutar, Regina
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.03.08

Abstract

Tumbuhan paku memiliki tingkat sebaran yang tinggi serta tingkat keanekaragaman spesies yang tinggi. Keanekaragaman jenis tumbuhan paku memiliki manfaat bagi kehidupan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi misalnya tumbuhan paku-pakuan dapat dijadikan sumber obat tradisional, sebagai tanaman hias serta berperan dalam menjaga keseimbangan hutan, namun informasi tentang jenis serta nilai kegunaannya masih kurang diketahui oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan identifikasi dan mengetahui indeks keragaman tumbuhan paku-pakuan di kawasan hutan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur, Sulawesi Utara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei eksploratif dengan cara melakukan penjelajahan di setiap stasiun atau plot penelitian. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling pada stasiun atau plot yang telah ditentukan. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kawasan hutan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur terdapat 11 jenis tumbuhan paku dari 8 famili, dengan indeks keanekargaman yang dikategorikan pada tingkat keanekaragaman sedang.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue