cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2024): Januari" : 8 Documents clear
Karakterisasi Daya Hasil Beberapa Aksesi Ciplukan (Physalis angulata L.) Lokal Fitri, Faiza Khusnia; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.01.01

Abstract

Ciplukan (Physalis sp.) merupakan tanaman yang berbentuk semak dan termasuk anggota family Solanaceae. Di Indonesia, tanaman ciplukan dapat tumbuh liar di sawah, kebun-kebun, serta pekarangan rumah. Tanaman ciplukan tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan memiliki nama daerah yang beragam seperti ciplukan, yoryoran, cecendet, kopok-kopokan, lelutup, leletokan, dan daun boda (Rukmi and Waluyo, 2019). Manfaat ciplukan antara lain dapat menyembuhkan penyakit malaria, diabetes mellitus, asma, hepatitis, dan dermatitis. Karakterisasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengenali karakter yang dimiliki oleh suatu tanaman. Tujuan melakukan karakterisasi ialah mengetahui deskripsi mengenai karakter pada tanaman sehingga diketahui karakter yang diinginkan. Penelitian ini dilaksanakan di Green House, Lahan Percobaan, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga September 2021. Parameter yang diamati adalah karakter-karakter kuantitatif. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan 30 aksesi ciplukan. Jarak tanam yang digunakan yaitu 20 x 15 cm. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance, jika berbeda nyata, dilanjutkan uji BNJ 5 % serta menghitung Koefisien Variasi. Terdapat hasil yang nyata pada beberapa karakter pengamatan. Nilai KV tertinggi terdapat pada karakter jumlah buah per tanaman sebesar 58.93%. Aksesi yang memiliki potensi hasil tertinggi adalah aksesi E0201 sebesar 6.97 ton ha-1.
Pengaruh Ekspresi Pertumbuhan Generatif Terhadap Krisan (Chrysanthemum morifolium) Potong Tipe Spray Akibat Pencahayaan Buatan Qisthi, Dios; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.01.07

Abstract

ABSTRAK Tanaman krisan (Chrysanthemum morifolium) merupakan bunga potong yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia karena memiliki berbagai bentuk kelopak dan warna yang menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari respon pertumbuhan dan pembungaan tanaman krisan potong tipe spray melalui pemberian cahaya tambahan LED 9 watt dan CLF 20 watt selama fase hari panjang tanaman krisan. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah plastik pada bulan Januari hingga Maret 2023 di Desa Semanding, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, provinsi Jawa Timur dengan ketinggian 1200 mdpl. Lampu LED (9 watt) memberikan pengaruh pada panjang tangkai yang lebih tinggi dibandingkan CLF (20 watt) pada krisan potong tipe spray. Tetapi tidak menunjukkan ekspresi yang berbeda pada variabel jumlah daun, luas daun, indeks klorofil, diameter bunga, diameter batang, jumlah total bunga, jumlah bunga mekar, jumlah kuncup bunga, dan vase life. Penyinaran menggunakan LED 9 watt menunjukkan tinggi tanaman dengan 7,37% lebih besar dari CLF 20 watt, meskipun pada dua perlakuan menunjukkan tanaman krisan potong yang telah mencapai Standar Nasional Indonesia. ABSTRACT Chrysanthemum morifolium is a cut flower that is very popular in Indonesia because it has various shapes of petals and attractive colors. This study aimed to study the growth and flowering response of spray-type cut chrysanthemum plants by providing additional light of 9-watt LED and 20-watt CLF during the long day phase of chrysanthemum plants. This study aimed to study the growth and flowering response of spray-type cut chrysanthemum plants by providing additional light of 9-watt LED and 20-watt CLF during the long day phase of chrysanthemum plants. This activity was carried out in a plastic house from January to March 2023 in Semanding Village, Tutur District, Pasuruan Regency, East Java province with an altitude of 1200 meters asl. LED light (9 watts) had a higher effect on stalk length compared to CLF (20 watts) on spray-type cut chrysanthemums. But it did not show different expressions for the variables number of leaves, leaf area, chlorophyll index, flower diameter, stem diameter, total number of flowers, number of blooms, number of flower buds, and vase life. Illumination using a 9 watt LED showed plant height 7.37% greater than CLF 20 watts, although the two treatments showed cut chrysanthemum plants that had reached the Indonesian National Standard.
Keberhasilan Persilangan Intraspesies pada Ercis (Pisum sativum L.): Cross Compatibility in Intraspecific Hybridization in Pea (Pisum sativum L.) Oldisya, Oldisya; Budi Waluyo
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.01.08

Abstract

ABSTRAK Ercis (Pisum sativum L.) merupakan tanaman yang mempunyai nutrisi tinggi seperti karbohidrat sebanyak 36,1 g, protein 13,7 g, lemak 8 g, asam askorbat 54 mg, kalsium 45 mg, dan fosfor 29 mg. Tanaman ercis mempunyai kadar manfaat bagi tubuh manusia untuk menurunkan kolesterol, meremajakan kulit dan mencegah osteoporosis. Selain itu, ercis mengandung vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C. Ercis berpotensi di Indonesia karena pada beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan permintaan ercis, karena masyarakat sudah banyak peduli akan kesehatan dan mengetahui bahwa kandungan baik untuk tubuh. Namun ketersediaan ercis di Indonesia masih belum cukup untuk memenuhi permintaan pasar tersebut, dikarenakan masih minimnya budidaya ercis di Indonesia. Bahan yang digunakan adalah 4 genotipe ercis berbeda yaitu G1, G2, G3 dan G4. Proses analisis menggunakan statistika deskriptif yang menggunakan pola perkawinan diallel lengkap sehingga dapat melihat tingkat keberhasilan persilangan. Setelah itu dapat membandingkan jumlah persilangan yang dilakukan dengan keberhasilan terbentuknya polong dan biji. Faktor perubahan morfologi juga dibandingkan dengan tanaman yang menyerbuk sendiri. Keberhasilan persilangan memicu adanya perubahan bentuk, ukuran, warna dan bobot pada polong dan biji. Keberhasilan polong dari 12 seri persilangan tertinggi terdapat pada seri 1, 2, 4, 5, 7 dan 11 yang memiliki persentase 100%, persentase keberhasilan biji terdapat pada seri persilangan 1, 2, 5 dan 7 yaitu 50%, 54%, 51% dan 52%. Perubahan karakter bentuk polong terdapat pada seri persilangan 5, 7 dan 10, lalu perbedaan warna terdapat pada seri persilangan 3, 4, 7, 8, 10 dan 11. Kata Kunci: Ercis; Keberhasilan Persilangan; Diallel. ABSTRACT Ercis (Pisum sativum L.) is a plant that has high nutrients such as carbohydrates as much as 36.1 g, protein 13.7 g, fat 8 g, ascorbic acid 54 mg, calcium 45 mg, and phosphorus 29 mg. Peas have levels of benefits for the human body to lower cholesterol, rejuvenating the skin, and preventing osteoporosis. In addition, peas contain vitamins A, B1, and vitamin C. Peas have potential in Indonesia because in recent years there has been an increase in demand for peas because people care a lot about health and know that the ingredients are good for the body. However, the availability of pea in Indonesia is still not enough to meet market demand, due to the lack of pea cultivation in Indonesia. The materials used were 4 different pea genotypes namely G1, G2, G3, and G4. The analysis process uses descriptive statistics using complete diallel mating patterns so that the success rate of crosses can be seen. After that, you can compare the number of crosses that were carried out with the success of the formation of pods and seeds. Morphological change factors were also compared with self-pollinated plants. The successful crosses triggered changes in the shape, size, color, and weight of the pods and seeds. The success of the pods from the 12 series of crosses was highest in series 1, 2, 4, 5, 7, and 11 which had a percentage of 100%, the percentage of seed success was found in series 1, 2, 5 and 7, namely 50%, 54%, 51% and 52%. Changes in the character of the pod shape were found in series 5, 7, and 10, then differences in color were found in series 3, 4, 7, 8, 10, and 11. Keywords: Ercis; Success of Crossing; Diallel.
Respon Lima Varietas Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.) Terhadap Perbedaan Dosis Pupuk Nitrobakter Pada Fase Vegetatif dan Generatif Roudhotul Rizki Novita Putri; Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.01.05

Abstract

Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Rendahnya produktivitas kacang panjang dapat disebakan adanya beberapa kendala, salah satunya ialah cara budidaya yang dilakukan petani. Penggunaan pupuk organik jarang dilakukan oleh petani dikarenakan pupuk organik tidak memiliki kandungan unsur hara tinggi seperti pupuk anorganik, namun pupuk organik memiliki manfaat lain yaitu dapat memperbaiki sifat fisik tanah serta dapat meningkatkan metabolisme pada fase vegetaif dan fase generatif tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari respon lima varietas tanaman kacang panjang terhadap perbedaan dosis pupuk nitrobakter pada fase vegetatif dan fase generatif. Penelitian dilaksanakan bulan Februari sampai Mei 2023 di Kebun Percobaan IP2TP Jambegede, berlokasi di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian disusun menggunakan RPT (Rancangan Petak Terbagi). Percobaan terdiri dari dua faktor dan di ulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu dosis pupuk sebagai petak utama dan faktor kedua varietas sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas memberikan respon yang berbeda terhadap berbagai dosis pupuk nitrobakter dan ditunjukkan pada variabel jumlah daun, jumlah bunga per tanaman, umur terbentuk polong, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, dan potensi hasil per varietas. Varietas Brawijaya 1 memberikani pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan keempat varietas yang lain. Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Rendahnya produktivitas kacang panjang dapat disebakan adanya beberapa kendala, salah satunya ialah cara budidaya yang dilakukan petani. Penggunaan pupuk organik jarang dilakukan oleh petani dikarenakan pupuk organik tidak memiliki kandungan unsur hara tinggi seperti pupuk anorganik, namun pupuk organik memiliki manfaat lain yaitu dapat memperbaiki sifat fisik tanah serta dapat meningkatkan metabolisme pada fase vegetaif dan fase generatif tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari respon lima varietas tanaman kacang panjang terhadap perbedaan dosis pupuk nitrobakter pada fase vegetatif dan fase generatif. Penelitian dilaksanakan bulan Februari sampai Mei 2023 di Kebun Percobaan IP2TP Jambegede, berlokasi di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian disusun menggunakan RPT (Rancangan Petak Terbagi). Percobaan terdiri dari dua faktor dan di ulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu dosis pupuk sebagai petak utama dan faktor kedua varietas sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas memberikan respon yang berbeda terhadap berbagai dosis pupuk nitrobakter dan ditunjukkan pada variabel jumlah daun, jumlah bunga per tanaman, umur terbentuk polong, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, dan potensi hasil per varietas. Varietas Brawijaya 1 memberikani pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan keempat varietas yang lain.
Kombinasi Pupuk Nitrogen dan Pupuk Organik Pada Pertumbuhan dan Hasil Kembang Kol (Brassica oleracea Var. Botrytis L) Nitrogen and Organic Fertilizer Combination on Growth and Yield of Cauliflower (Brassica oleracea Var. Botrytis L) Ichsan, Janis Majida; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.01.02

Abstract

Kembang kol (Brassica oleracea Var. Botrytis L.) adalah salah satu komoditas penting dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman kembang kol banyak digunakan masyarakat sebagai bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi. Jumlah produksi kembang kol di Indonesia pada tahun 2020 yaitu 204 ribu ton dengan rata-rata hasil 13 ton ha-1, dan mengalami penurunan produksi pada tahun 2021 dengan total produksi 203 ribu ton dengan rata-rata hasil 12,14 ton ha-1. Produksi dari kembang kol dapat terus ditingkatkan salah satunya dengan cara kegiatan pemupukan. Pupuk dalam praktik budidaya kembang kol tergolong menjadi dua jenis yaitu pupuk anorganik dan pupuk organik. Pemberian pupuk anorganik saja belum dapat meningkatkan produktivitas kembang kol secara berkelanjutan sehingga diperlukan kombinasi penambahan pupuk organik dan anorganik yaitu pupuk nitrogen dan pupuk kandang yang mengandung berbagai bahan organik yang dibutuhkan tanaman dan meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2023 – April 2023 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk urea dan pupuk kandang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kembang kol. Dosis pupuk urea 300 kg ha-1 + 30 ton ha-1 pupuk kandang mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga yang lebih cepat, diameter bunga dan bobot panen kembang kol dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Kata kunci: kembang kol; nitrogen; pupuk anorganik; pupuk organik.
Uji Mutu Benih F2 Pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Prattidina Hapsari; Damanhuri, Damanhuri; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.01.03

Abstract

Tanaman Melon (Cucumis melo L.) memiliki potensi ekonomi dan telah dibudidayakan di beberapa wilayah di Indonesia. Budidaya melon tidak mudah dan perlu penanganan intensif karena tanaman melon peka terhadap perubahan lingkungan dan rentan terserang penyakit. Untuk meningkatkan produksi sesuai kebutuhan masyarakat perlu adanya benih yang tersedia dengan kualitas dan kuantitas yang memadai. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian uji mutu benih untuk mendapatkan informasi benih yang berkualitas, sehingga petani dapat menghindari dari berbagai hal yang menimbulkan kerugian. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui mutu benih F2 pada tanaman melon (Cucumis melo L,). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2022 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya dan Kebun Percobaan Jatimulyo, Malang, Jawa Timur. Alat yang digunakan dalam penelitian ialah timbagan analitik, jangka sorong, tray, botol sprayer, germinator, oven, desikator, cawan, alat tulis dan kamera. Bahan yang digunakan dalam penelitian ialah benih F2 tanaman melon inbrida disertai dengan kertas label, kertas merang, plastic mika, spidol permanen, karet gelang, dan plastik klip. Data dari seluruh variabel hasil pengamatan kemurnian benih, uji kadar air benih, ukuran benih dan bobot 100 benih dianalisa menggunakan uji statistika deskriptif, sedangkan uji viabilitas dan vigor benih yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam atau Analysisof Variance (ANOVA). Berdasarkan hasil penelitian dari tujuh galur benih melon yang diamati, didapatkan hasil bahwa galur A memiliki viabilitas tinggi diantara galur lainnya.
Estimasi Cadangan Karbon Tanaman Tahunan di Lingkungan Kampus Universitas Sunan Bonang dalam Mengurangi Dampak Pemanasan Global di Kota Tuban Suprayitno, Suprayitno; Mustikaningrum, Dhina; Firlandiana, Maulidi; Prasetyo, Herry; Kristiawan, Kristiawan
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak perubahan iklim terhadap berbagai aspek kehidupan telah dirasakan oleh masyarakat global, termasuk Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dalam hal ini, kontribusi sektor pertanian terhadap emisi gas rumah kaca sebagai penyumbang perubahan iklim di Kabupaten Tuban cukup besar. Jika tidak diimbangi dengan upaya mitigasi, maka emisi gas rumah kaca akan semakin meningkat setiap tahunnya. Memperbanyak vegetasi, terutama pohon yang berfungsi sebagai penyerap karbon di atmosfer, merupakan salah satu upaya mitigasi yang dapat dilakukan. Namun, Kabupaten Tuban justru kehilangan beberapa lahan hutan. Universitas Sunan Bonang Tuban terletak di daerah perkotaan, namun spesies pohon di area kampus masih tetap dipertahankan. Hal ini merupakan salah satu upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh pihak kampus. Sebagai bentuk partisipasi kampus dalam mengurangi pemanasan global, maka perlu dilakukan identifikasi jenis pohon yang ada di dalam kampus, stok karbon, maupun jumlah karbon yang diserap dari atmosfer. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Juli 2022 di area kampus Universitas Sunan Bonang Tuban. Semua jenis spesies pohon akan dievaluasi berdasarkan biomassa per diameter pohon dan estimasi jumlah karbon yang diserap oleh tegakan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat sebanyak 66 pohon jati di kampus Universitas Sunan Bonang. Pohon mimba menyumbangkan cadangan karbon paling banyak, yaitu 239,34 kg atau 41 persen dari total cadangan karbon di Universitas Sunan Bonang, yaitu 581,27 kg atau 2,1 ton CO2 yang diserap dari atmosfer.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Curly Kale (Brassica oleracea L. var. acephala) Akibat Perbedaan Konsentrasi Nutrisi dan Pupuk Daun pada Hidroponik Sistem Rakit Apung Tristinandi, Putri Yunia Rahma; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.01.04

Abstract

Curly Kale merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Permintaan kale yang tinggi tidak berbanding lurus dengan hasil produksi tanaman kale. Pengaplikasian hidroponik merupakan solusi dalam budidaya kale untuk meningkatkan produksi. Kale dapat mengalami pertumbuhan kurang optimal karena nutrisi yang tidak terpenuhi. Oleh karena itu, dilakukan kombinasi pemberian nutrisi melalui daun agar kekurangan nutrisi dalam tanaman dapat tercukupi. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari dan menentukan konsentrasi nutrisi dan pupuk daun yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman kale dengan sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2023 di Greenhouse Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah benih kale varietas Curly, rockwool, nutrisi dan pupuk daun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Analisis data menggunakan analisis varian (ANOVA) apabila didapat pengaruh nyata dilanjut dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara konsentrasi nutrisi dengan pupuk daun terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total per tanaman, bobot konsumsi per tanaman dan indeks klorofil. Konsentrasi nutrisi 800 dan 1100 ppm dengan pupuk daun dapat meningkatkan tinggi tanaman dan bobot konsumsi per tanaman. Konsentrasi nutrisi 800, 1100 dan 1400 ppm dengan pupuk daun dapat meningkatkan jumlah daun dan bobot segar total per tanaman. Konsentrasi nutrisi 1100, 1400, 1700 dan 2000 ppm dengan pupuk daun dapat meningkatkan indeks klorofil tanaman kale. Semakin tinggi konsentrasi nutrisi yang diberikan dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, lebar tajuk, ketebalan per daun, panjang dan bobot basah akar. Pemberian pupuk daun dapat meningkatkan tinggi tanaman sebesar 6,57% dan jumlah daun sebesar 3,33%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue