Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EKOKRITIK PADA NOVEL KEKAL KARYA KALU KANCANA SERTA PEMANFAATANNYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Yenny Fatimah; Herman J. Waluyo; Budi Waluyo
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9, No 2 (2021): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v9i2.53185

Abstract

Representasi kehidupan manusia yang tergambar di dalam karya sastra dapat hadir dalam berbagai macam bentuk, salah satunya berkenaan dengan lingkungan. Ekokritik merupakan teori kritis dalam pendekatan mutakhir untuk mengkritik sebuah wacana yang bertema lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) ekokritik yang terkandung dalam novel Kekal karya Jalu Kancana; (2) nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Kekal karya Jalu Kancana; dan (3) relevansi novel Kekal karya Jalu Kancana sebagai bahan ajar sastra di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dan pendekatan ekokritik. Sumber data berupa dokumen dalam bentuk novel dan informan yang terdiri dari peserta didik dan guru. Subjek penelitian diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen dan wawancara. Uji validitas yang digunakan yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model mengalir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tema yang diangkat dalam novel adalah lingkungan serta banyak menyoroti ekokritik antropogenik meliputi: penjamahan cagar alam, perusakan dan pembukaan hutan, perusakan lingkungan, perdagangan karbon, dan ketidakpedulian terhadap hewan liar dan habitatnya; (2) nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel meliputi religius, kerja keras, mandiri, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab; dan (3) novel Kekal relevan dijadikan materi pembelajaran jika dilihat dari keterkaitannya dengan tujuan instruksional yang harus dicapai, juga dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini dapat memberi kontribusi terhadap perkembangan ekokritik di Indonesia. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang pentingnya memberikan pendidikan karakter terhadap peserta didik, utamanya mengenai peduli lingkungan.
NOVEL PAJANG KARYA WAWAN SUSETYA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN SASTRA: SOSIOLOGI SASTRA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER Ridho Aji Perdana; Herman J Waluyo; Budi Waluyo
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7, No 2 (2019): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.681 KB) | DOI: 10.20961/basastra.v7i2.37790

Abstract

This research  aims to explain: (1) social background of Pajang  novel writer; (2) the sociological background of Pajang  novel by Wawan Susetya; (3) readers' responses to Pajang's novel by Wawan Susetya; (4) the value of character education contained in Pajang's novel by Wawan Susetya; and (5) the relevance of Pajang's  novel by Wawan Susetya as a literary learning material in high school. This research uses descriptive qualitative method and using a study of sociology of literature. The result of this research is description about: (1) social background of Pajang novel writer covering aspect of race, moment (moment), and environment (milieu); (2) Sociological background of Pajang's work by Wawan Susetya includes social  group,  culture,  social  institution, stratification, and  power;  (3) readers' responses  to  Pajang's  novel by  Wawan Susetya;  (4)  the  value  of  character education contained in the Pajang  novel by Wawan Susetya include religious, tolerance, hard work, democratic, curiosity, nationalism, achievement, friendly / communicative, social, and responsibility; (5) the relevance of Pajang's  novel by Wawan Susetya as a literary learning material in Senior High School which is adapted to the content aspect, presentation aspect, language aspect, and graphictions aspect.
PRINSIP KESANTUNAN BERDASARKAN MAKSIM LEECH DALAM KUMPULAN NASKAH DRAMA GENG TOILET KARYA SOSIAWAN LEAK DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS DRAMA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Vinsca Sabrina Claudia; Ani Rakhmawati; Budi Waluyo
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 6, No 2 (2018): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.652 KB) | DOI: 10.20961/basastra.v6i2.37705

Abstract

The research aims to explain and describe (1) speech acts in the dialogue collection of  drama text Geng Toilet; (2) the principle of politeness in the dialogue collection of drama text Geng Toilet; (3) the relevance collection of drama text Geng Toilet as a teaching material for drama text in High School. The method use in this research is descriptive qualitative. The result of the research indicates the result of the research indicates the speech act in the collection of the drama text Geng Toilet based on speech that contains action include locution,illocution, and perlocution. While, speech acts based on the sentence mode include direct speech acts and indirect speech acts.Next, the principle of politeness in the dialogue collection of drama text Geng Toilet includes maxim of agreement or consent, maxim of generosity, maxim acceptance or praise or appreciation, maxim of humility or simplicity, and maxim of sympathy. the collection of drama text Geng Toilet can be  used  as a teaching materials for drama text in High School.
IDENTIFIKASI PENYESUAIAN MINOR MESIN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR ETANOL-PREMIUM KADAR RENDAH PADA SPARK IGNITION (SI) ENGINE Budi Waluyo; Saifudin Saifudin
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Start  awal  yang  sulit  dan  menurunya  performansi  mesin  pada  penggunaan  etanol-premiumdikarenakan perubahan Reid Vapor Pressure (RVP) bahan bakar dan kandungan energi yang lebihrendah dibandingkan dengan penggunaan premium murni. Kegiatan penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi  karakter    penggunaan  campuran  etanol-premium  kadar  rendah  pada  SI  engine.Mode pengujian Injection flow Test selama 15 second dipilih untuk mengetahui bentuk semprotanbahan  bakar  dan  perubahan  volume  injeksinya  pada  berbagai  konsisi  campuran  dan  tekanankerjanya. Campuran  etanol-premium  yang  menjadi  objek  penelitian  adalah  5%,  10%,  15%  dan20%.  Tekanan  kerja  dibawah  standar,  standar  dan  diatas  standar  diset  untuk  menentukankecenderungan  arah  penyesuaian  tekanan  kerja  yang  dibutuhkan  dalam  penggunaan  campuranetanol-premium  kadar  rendah  pada  SI  engine.  Temperatur  awal  mesin  diset  pada  25oC,  35oC,dan45oCuntukmengetahui penyesuaian temperatur yang dilakukan supaya start awal penggunaancampuran etanol-premium dilakukan dengan mudah.  Uji performansi engine dengan menggunakanEngine  Test  Bench dilakukan  untuk  mengetahui  perubahan  torsi  dan  daya  pada  penggunaancampuran  etanol-premium  kadar  rendah.  Dari  hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  bahwapenambahan kadar etanol pada premium akan berkorelasi positif terhadap konsumsi bahan bakar.Start  awal menghidupkan  mesin  pada penggunaan  campuran  etanol-premium  kurang  dari  10  %tidak  menunjukan  gejala  kesulitan  start  awal.  Penggunaan  campuran  15  %  kesulitan  start  awalsampai pada temperatur engine 25oC, dan penggunaan campuran 20% kesulitan start awal sampaitemperatur  30oC.  Hasil  pengujian  performansi  menunjukan  bahwa,  performa  mesin  penggunaancampuran  etanol  premium  kadar  rendah,  cenderung  mengalami  penurunan  khususnya  padacampuran etanol 10 %, akan tetapi performa mesin cenderung naik sejalan dengan meningkatnyakadar etanol.
Model Sistem Monitoring Minyak Pelumas Digital Dengan Memanfaatkan Gaya Apung Dengan Sensor Load Cell Arif Nur Miftachul; Budi Waluyo
Automotive Experiences Vol 1 No 01 (2018)
Publisher : Automotive Laboratory of Universitas Muhammadiyah Magelang in collaboration with Association of Indonesian Vocational Educators (AIVE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.171 KB) | DOI: 10.31603/ae.v1i01.2019

Abstract

Sistem monitoring minyak pelumas selama ini dilakukan menggunakan deepstick oil yang di pasang pada blok mesin. Salah satu kelemahan monitoring dengan metode ini adalah masih dilakukan secara konvesional sehingga kurang telitinya hasil pengukuran volume. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan gaya apung sebagai fungsi luasan dan sensor massa load cell untuk mengkonversi gaya apung menjadi sinyal tegangan listrik.. Fluida memiliki gaya apung besarannya dapat digunakan untuk pengukuran volume. Hasil simulasi model menunjukan bahwa monitoring minyak pelumas digitas dengan menggunakan sensor load cell memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sistem monitor pelumas yang simpel dan akurat.
FAKTOR PEMENGARUH DAN PEMECAHANNYA DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA-MENULIS PERMULAAN Edy Suryanto; Purwadi Purwadi; Budi Waluyo
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.772 KB) | DOI: 10.26858/retorika.v8i2.3622

Abstract

This study aimed to describe: 1) the implementation of learning to read-write for the beginners 2) to identify the influences factors, and 3) how to solve those factors of influences. The populations were students and one classroom teacher of SDN Cinderejo Surakarta. Data was collected through observation, interviews, and document analysis. Sampling determined through purposive sampling technique. The results of the study concluded: 1) RWB learning component involves students, teachers, objectives, materials, methods, media, and evaluation. Various components are interrelated. 2) Barriers to learning RWB included the internal and external obstacles. (3) To overcome internal barriers were done through learning process, while external barriers pursued through the outside component of the learning process in the classroom RWB.
Making Dual Procurement and Supply Chain Operations: Cases in the Indonesian Higher Education Ali Hapzi; Agus Sunarya Sulaeman; Budi Waluyo
International Journal of Supply Chain Management Vol 8, No 6 (2019): International Journal of Supply Chain Management (IJSCM)
Publisher : International Journal of Supply Chain Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A high performing procurement and supply chain function is vital to the success of running a safe, productive and efficient educational organisation, and can make a significant contribution to both financial and operational performance Higher education institutions in Indonesia have experienced significant changes since the introduction of the semi-autonomous agency model. In the context of procurement, these agencies adopt both Government Procurement Procedure issued by the central government for all government institutions and Special Procurement   Procedure prepared by the agency. Consequently, the agencies have to implement two different procurement procedures in accordance with each procedure. This study deeply looks at the implementation of the dual procurement procedures at a micro level in the context of gentrification. This research focuses on examining the use of dual procurement procedures in supporting through an exploration of the experiences of higher education in Indonesia.  A central feature of procurement in the Indonesian higher education is unnecessary dual procedures. Higher education institutions have experienced many constraints in developing and implementing dual procurement procedures. The internal factors include risk, human resources, quality, and organizational structure, while external factors consist of the audit, political pressure, and regulation.
UPAYA PENYULUHAN PEMBENTUKAN GENERASI MUDA ANTINARKOBA MELALUI PERTUNJUKAN SENI KETOPRAK Favorita Kurwidaria; Budi Waluyo; Astiana Ajeng Rahadini; Dewi Pangestu Said
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.273 KB) | DOI: 10.37729/btr.v4i8.4157

Abstract

ABSTRACT: Nowadays, narcotics has been a critical problem in Indonesia. It is proven by the vast number of drug abuse cases handled by the National Narcotics Board (BNN). Drug abuse is a great threat, for it brings so much detriment for the abusers both physically and psychologically. Preventing attempt is a must to hinder people from drug abuse. One of the attempts is to build a free-drugs generation through ketoprak. Ketoprak is a traditional Javanese theatrical performing art with setting that usually depicts the ancestral lives and with gamelan and tembang as the background music. The deep traditionality of ketoprak does not make it rigid. The performance can be presented based on the actual events instead, so the moral values can affect the modern people stronger. The appealing performance of ketoprak can also be an effective medium of socialization about drug-abusing detriment rather than the conventional ones.Keywords: narcotics, narcotics-free generation, ketoprakABSTRAK: Dewasa ini, peredaran narkoba di Indonesia sudah berada pada level bahaya. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil diungkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Penggunaan narkoba di kalangan masyarakat sangat meresahkan. Narkoba banyak memberi dampak negatif bagi penggunanya, baik fisik maupun psikis. Perlu adanya langkah pencegahan agar masyarakat terhindar dari bahaya narkoba. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan pembentukan generasi muda antinarkoba melalui pertunjukan seni ketoprak. Ketoprak adalah salah satu hasil kebudayaanJawa yang disajikan dalam bentuk pertunjukan sandiwara tradisional. Latar yang diambil dalam pertunjukan ketoprak acapkali menggambarkan kehidupan masyarakat pada jaman dahulu dengan iringan irama gamelan dan tembang. Meskipun terkesan tradisional, pertunjukan ketoprak tidak bersifat kaku. Pertunjukan yang disajikan dapat dikaitkan dengan kejadian-kejadian aktual sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat modern. Pertunjukan ketoprak dikemas dengan setting yang sangat menarik sehingga lebih efektif digunakan sebagai sarana penyuluhan dibandingkan dengan cara konvensional.Kata kunci: narkoba, generasi antinarkoba, ketoprak.
NOVEL SIRKUS POHON KARYA ANDREA HIRATA SEBAGAI MATERI AJAR SASTRA: ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER Sedyaningrum Pujawati; Nugraheni Eko Wardani; Budi Waluyo
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7, No 2 (2019): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.451 KB) | DOI: 10.20961/basastra.v7i2.37796

Abstract

The purposes of this research are to describe: (1) structure of novel Sirkus Pohon by Andre Hirata; (2) id, ego, and superego of the main character novel Sirkus Pohon; (3) the value of character education in the novel Sirkus Pohon; and (4) the relevance of novel Sirkus Pohon as material of learning literature in senior high school. This research was conducted by descriptive qualitative method and psychology of literature. The result show that: (1) every elements of novel have in relation to the elements of other to make a story that a solid; (2) each of the characters has the character of different so that make them have balance id, ego, and superego different also; (3) the value of education character contained in the novel covering honest, discipline, hard work, the responsibility, appreciate the achievements, creative, care social, caring environment, and friends; and (4) novel Sirkus Pohon relevant made learning materials if viewed from aspects of the contens, presenting, language, and graph.
Konflik yang Menukik pada Drama Panembahan Reso Karya WS Rendra Budi Waluyo
KAJIAN SASTRA Vol 35, No 1 (2011)
Publisher : KAJIAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3020.403 KB)

Abstract

Dasar lakon drama adalah konflik manusia. Konflik ini sangat penting kedudukannya dalam sebuah drama. Konflik pada drama merupakan kualitas komunikasi dan situasi, yang dapat menimbulkan perhatian, kehebatan, ketegangan di mata penonton yang dilukiskan dengan gerak di atas panggung atau sebuah kehidupan yang fantastis yang dideskripsikan secara langsung di muka sendiri melalui percakapan atau dialog. Dalam drama dikenal dua konflik yang sama pentingnya, yaitu konflik fisik dan konflik batin. Keduanya saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Bisa disimpulkan bahwa kualitas drama bisa dilihat dari kualitas konflik yang ada di dalamnya. Kata kunci: konflik, konflik fisik, konflik batin http://ejournal.undip.ac.id/index.php/kajiansastra/article/view/2893