cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 06 (2025): Juni" : 8 Documents clear
Pengaruh Induksi TSS (True Shallot Seed) dengan Kolkisin Terhadap Variasi Ploidi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Fadilla, Erita Nur; Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.06

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat penting di Indonesia. Salah satu kriteria umbi bawang merah yang disukai konsumen ialah umbi yang berukuran besar. Upaya untuk meningkatkan variasi dan perbaikan karakter bawang merah adalah dengan induksi poliploidi menggunakan kolkisin. Penelitian dengan tujuan untuk mempelajari variasi bawang merah dan mendapatkan bawang merah tetraploid hasil induksi poliploidi dengan kolkisin telah dilaksanakan di kebun Universitas Brawijaya PSDKU Kediri di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri pada bulan Maret sampai Juli 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor. Faktor pertama konsentrasi kolkisin (0%; 0,25%; 0,50%; 0,75%) dan faktor kedua lama perendaman (24 jam; 48 jam) yang diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi dan lama perendaman kolkisin menyebabkan daya kecambah TSS menurun. Nilai LC50 diperoleh pada perendaman konsentrasi 0,84% selama 24 jam dan konsentrasi 0,44% selama 48 jam. Konsentrasi 0,25% selama 48 jam dan 0,75% selama 24 jam menghasilkan variasi yang tinggi terhadap jumlah daun, sedangkan konsentrasi 0,25% selama 48 jam menghasilkan variasi yang tinggi terhadap bobot per umbi. Bawang merah tetraploid dihasilkan pada konsentrasi 0,25% dan 0,50% selama 24 jam, sedangkan konsentrasi 0,75% selama 24 jam menghasilkan bawang merah heksaploid.    
Keragaan dari Beberapa Galur Jagung Pakan (Zea mays L.) Generasi S4 Sugiyanto, Moh Veri; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.05

Abstract

Sektor yang besar akan penggunaan dan permintaan komoditas jagung pakan adalah sektor industri pakan ternak. Setiap tahunnya akan permintaan terus meningkat. Tren peningkatan tiap tahunnya perlu diselaraskan dengan produksi nasional komoditasnya, yaitu dengan melakukan penggunaan, pengembangan dan pembentukan varietas unggul. Dalam pembentukan varietas yang unggul perlu berupa calon tetua unggul. Cara mendapatkan tetua yang unggul dilakukan dengan menilai dan mengevaluasi keragaan atau performanya. Penilaan dan evalusi keragaan dapat mempermudah proses seleksi dan pemilihan karakter yang diinginkan.  Tujuan dilakukannya penelitian meliputi mengetahui keragaan karakter kualitatif, kuantitatif, pola dan kurva distribusi normal standar, serta galur berpotensi calon tetua. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Agrotechnopark (ATP) Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Januari 2023. Penelitian dilakukan menggunakan metode single plant tanpa ulangan. Perlakuan menggunakan 15 galur jagung pakan generasi S4, dengan populasi 12 tanaman.  Dari 15 galur terdapat 1 yang berpotensi sebagai calon tetua hanya yaitu pada galur JP-14. Hasil dari analisis distribusi normal dari 17 karakter kuantitatif, menunjukan yang berdistribusi atau mengikuti kurva normal terdapat pada 5 karakter dan sisanya tidak berdistribusi atau tidak mengikuti kurva normal.
Pengaruh Dosis Pupuk Hayati dan NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Batu Ijo Utomo, Aris Budi; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.04

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Menurunnya produktivitas bawang merah menurun karena menurunnya kesuburan tanah yang disebabkan aplikasi pupuk anorganik yang berlebih dan terus menerus. Kombinasi pupuk hayati dan NPK dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan juga dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap tanah dan produktivitas bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Bocek, Jawa Timur, pada Mei-Juli 2023. Bahan yang digunakan dalam adalah bawang merah varietas batu ijo, pupuk hayati Bioto Grow Gold (BGG), dan  NPK mutiara (16-16-16). Metode penelitian adalah RAK, dua faktor perlakuan. Data dianalisis menggunakan Uji F dan dilanjutkan uji beda nyata jujur taraf 5%. Bawang merah menunjukan pertumbuhan yang optimal pada pengaplikasian pupuk hayati dengan dosis 9 ml L-1 dan pupuk NPK 500 kg ha-1 pada umur 30 dan 40 HST. Dosis pupuk hayati 9ml L-1 dan NPK  kg ha-1 menghasilkan panjang tanaman lebih tinggi dibandingkan dosis yang lain. Pengaplikasian pupuk hayati 9 ml L-1  menghasilkan jumlah daun, jumlah anakan, dan jumlah umbi lebih banyak dibandingkan dosis lainnya. Dosis pupuk NPK 500 kg ha-1 menghasilkan jumlah daun, jumlah anakan, dan jumlah umbi lebih banyak dibandingkan dosis lainnya. Hasil bawang merah menunjukkan interaksi antara pengaplikasian Pupuk hayati dan pemupukan NPK. pupuk hayati 9ml L-1 menghasilkan bobot basah tanaman, bobot basah umbi dan bobot kering umbi yang lebih tinggi dibandingkan dosis lain. Dosis pupuk NPK 400 kg ha-1 menghasilkan bobot basah tanaman, bobot basah umbi dan bobot kering umbi yang lebih tinggi dibandingkan dosis lain.
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Karakter Komponen Hasil dan Hasil 82 Genotipe Ercis (Pisum sativum L.) di Dataran Menengah Nurhasanah, Fadila; Alfannany, Ichsanuddin Noorsy; Suniah, Siti; Dianwari, Frieska Mayang; Br Ginting, Jesika Ekarina; Putri, Fitri Desmarianita; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.03

Abstract

Ercis (Pisum sativum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman dari famili fabaceae yang dikenal sebagai tanaman pangan populer di dunia sehingga memiliki nilai ekonomi tinggi. Produksi ercis di Indonesia masih tergolong rendah karena budidaya ercis masih terfokus pada dataran tinggi. Upaya pengembangan dan peningkatan produktivitas ercis dapat dilakukan dengan mengembangkan varietas unggul berdaya hasil tinggi dan adaptif pada dataran medium. Analisis keragaman dan heritabilitas sangat berguna dalam pemuliaan tanaman melalui kegiatan seleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman genetik dan heritabilitas pada karakter komponen hasil dan hasil 82 genotipe ercis di dataran menengah. Penelitian dilaksanakan di Desa Merjosari, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur pada bulan Maret 2023 – Juni 2023. Penelitian ini menggunakan metode augmented design dengan perlakuan berupa 80 genotipe ercis lokal sebagai tanaman uji, dua varietas komersial sebagai tanaman cek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman dan heritabilitas pada ercis yang ditanam di dataran menengah memiliki nilai bervariasi. Karakter yang memiliki keragaman genetik tinggi yaitu panjang polong pertama sampai kedua, jumlah cabang, panjang tangkai daun sampai polong pertama, bobot polong per tanaman, bobot biji per tanaman, panjang spur, jumlah polong per tanaman, lebar leaflet, dan jumlah biji per tanaman. Heritabilitas memiliki nilai tinggi pada karakter lebar biji, jumlah maksimum bunga per tangkai, tebal biji, panjang polong, bobot polong per tanaman, jumlah biji per polong, bobot biji per tanaman, jumlah maksimum leaflet, lebar polong, panjang polong pertama sampai kedua, dan panjang stipula. Sehingga dalam seleksi genotipe yang adaptif pada dataran menengah harus berdasarkan karakter tersebut.    
Evaluasi Kesehatan Pohon Tepi Jalan Utama Poros Utara - Selatan Kota Malang Anshori, Muhammad Farhan Noorwidaad; Baskara, Medha
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.02

Abstract

Saat ini beberapa pohon peninggalan masa kolonial ditemukan dengan kondisi rusak dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, sehingga perlu dilakukan penelitian guna mengidentifikasi serta mengevaluasi kesehatan pohon. Penelitian dimulai dari bulan September hingga Desember tahun 2022. Pelaksanaannya dilakukan di 16 jalan utama sepanjang poros utara dan selatan Kota Malang. Penelitian menerapkan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, serta dilaksanakan dengan metode survei lapang. Pelaksanaannya meliputi identifikasi pohon, pengukuran Diameter Breast Height (DBH), tinggi pohon, lebar tajuk, dan evaluasi kesehatan pohon. Proses evaluasi kesehatan pohon dilakukan menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Hipotesis pada penelitian ini adalah pohon tepi jalan dengan usia tua memiliki nilai indeks kerusakan berat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2210 pohon di sepanjang lokasi penelitian dan didominasi pohon Tanjung (Mimusops elengi), serta Jalan S. Supriadi sebagai jalan dengan populasi pohon terbanyak. Hasil evaluasi kesehatan pohon menunjukkan lebih dari 90% dari total populasi memiliki kondisi sangat sehat dan sehat, sedangkan sisanya mengalami kerusakan beragam yang didominasi oleh tindakan vandalisme dan epifit. Rekomendasi yang diberikan berupa perawatan dan peninjauan kondisi fisik secara rutin, lalu tindakan preventif berupa pengaplikasian pelindung pohon yang tepat, pembuatan instalasi bioswale, pemerataan ID Pohon, serta pembuatan papan interpretasi pada pohon dengan nilai historis (heritage tree)
Respon Fenologi Tanaman Ercis (Pisum sativum L.) Terhadap Kondisi Cuaca di Dataran Menengah Dianwari, Frieska Mayang; Nurhasanah, Fadila; Zamzami, Ahmad Nabiel; Suniah, Siti; Alfannany, Ichsanuddin Noorsy; Br Ginting, Jesika Ekarina; Putri, Fitri Desmarianita; Hariyono, Didik; Fajriani, Sisca; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.01

Abstract

Tanaman ercis (Pisum sativum L.) atau sering disebut dengan kacang kapri merupakan jenis kacang-kacangan yang sering dikonsumsi sebagai sayur. Produksi ercis di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan pasar. Penanaman ercis di dataran menengah dilakukan untuk meningkatkan produksi ercis. Usaha peningkatan produksi ercis dimulai dengan memilih varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan tempat budidaya. Fase-fase pertumbuhan tanaman tidak terlepas dari faktor lingkungannya. Tujuan penelitian untuk mempelajari pengaruh variabel cuaca terhadap respon fenologi tanaman ercis di dataran menengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2023 yang bertempat bertempat di Desa Merjosari, Kota Malang. Bahan penelitian yaitu 80 aksesi lokal. Rancangan percobaan penelitian yaitu augmented design II. Pengamatan dianalisis menggunakan kode BBCH (Biologische Bundesansalt Bundessortenanmt und Chemische Industrie). Analisis data yang digunakan yaitu analisis nilai rata-rata, median dan uji korelasi variabel cuaca dengan fase pertumbuhan tanaman ercis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan suhu udara akan menghambat fase muncul daun dan fase muncul batang tanaman ercis. Peningkatan suhu udara akan mempercepat fase muncul bunga pada tanaman ercis. Peningkatan kelembapan udara akan mempercepat fase perkecambahan, fase muncul daun dan fase muncul batang pada tanaman ercis. Peningkatan intensitas cahaya matahari akan mempercepat fase perkecambahan tanaman ercis. Peningkatan intensitas cahaya matahari akan memperlambat fase muncul daun, fase muncul batang dan fase polong matang tanaman ercis.    
Pengaruh Warna Lampu LED terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada Romaine (Lactuca sativa var. longifolia) secara Akuaponik di Bone Bolango Rosalina, Imelda Pindi; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.08

Abstract

Selada romaine (Lactuca sativa var. longifolia) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta cocok dibudidayakan pada sistem akuaponik, yaitu perpaduan antara budidaya tanaman dengan budidaya ikan. Akuaponik ini merupakan salah satu bentuk dari urban farming (pertanian perkotaan) dalam memanfaatkan lahan yang terbatas sebagai upaya ketahanan pangan keluarga. Saat ini penanaman tanaman sudah banyak yang diterapkan secara indoor (lingkungan tertutup), dengan memanfaatkan cahaya lampu, dan umumnya digunakan lampu LED. Warna cahaya yang baik diserap oleh klorofil pada tanaman adalah warna biru dan merah. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh warna cahaya lampu LED terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada romaine pada sistem akuaponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga November 2023 di lahan Taman Asmara Desa Bulotalangi Timur Kecamatan Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variabel bebas adalah perlakuan penyinaran yang berbeda. Parameter pengamatan terdiri dari panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot segar bernilai ekonomis, kandungan klorofil daun tanaman, serta kondisi lingkungan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan lampu LED merah-biru mendapatkan hasil yang rendah pada variabel pengamatan berupa jumlah daun tanaman, luas daun tanaman, bobot segar total maupun bobot segar ekonomis tanaman, dan kandungan klorofil daun tanaman. Pada pengamatan hasil dari lampu LED merah-biru tidak dapat mengimbangi hasil perlakuan cahaya matahari dikarenakan teknologi yang digunakan tidak layak yang menyebabkan meningkatnya suhu udara di dalam perlakuan sehingga tanaman tidak dapat tumbuh secara optimal.
Pengaruh Varietas dan Dosis Pupuk NPK pada Pertumbuhan Bibit Bud Chip Tebu (Saccharum officinarum L.) Hibatullah, Muhammad Rafi; Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.07

Abstract

Salah satu upaya untuk mendongkrak produksi gula nasional adalah penyediaan bibit tebu yang sesuai dengan program penataan varietas dan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7312:2023. Proporsi antara bibit tebu varietas masak awal, tengah, dan lambat perlu diatur supaya seimbang. Pupuk NPK ditambahkan untuk memenuhi kebutuhan nitrogen, fosfor, dan kalium bibit, sehingga pertumbuhannya menjadi optimal dan mencapai standar mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi dan pengaruh varietas dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit bud chip. Penelitian dilaksanakan pada Maret sampai Juni 2023 di Rumah Kaca Kampus II Politeknik Pembangunan Pertanian, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Percobaan faktorial disusun berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu varietas dengan 3 taraf dan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK dengan 4 taraf. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji F dan beda nyata jujur (BNJ), masing-masing dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara varietas dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit. Varietas Bululawang memiliki keunggulan pada karakter jumlah daun dan varietas Cenning pada karakter kandungan relatif klorofil. Dosis pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue