cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 4 (2018)" : 22 Documents clear
UJI EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK PADA BUDIDAYA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Noviyanita, Widya Intan; Karyawati, Anna Satyana; Maghfour, Mochammad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan peningkatan produksi budidaya bawang merah yang biasa dilakukan oleh petani yaitu dengan penambahan dosis pupuk anorganik secara berlebihan. Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan mengakibatkan kandungan bahan organik di dalam tanah semakin berkurang dan kemampuan tanah menyimpan dan melepaskan hara juga menurun. Penggunaan pupuk organik bertujuan untuk mengatasi degradasi lahan. Pupuk organik mengandung unsur  hara yang rendah dan memiliki respon yang lambat, oleh karena itu penggunaan pupuk organik dapat dikombinasikan dengan pupuk anorganik dengan dosis yang lebih rendah. Penelitian bertujuan untuk memperoleh kombinasi dosis pupuk anorganik dan pupuk organik yang tepat pada bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2016 di Desa Junrejo, Kota Batu,. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 9 perlakuan dan tiga ulangan. Efektivitas penggunaan pupuk dinilai berdasarkan parameter pertumbuhan meliputi panjang tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan luas daun. Parameter panen meliputi bobot umbi dan bobot brangkasan per tanaman dan per hektar. Penilaian efektivitas penggunaan pupuk secara ekonomis dilakukan dengan perhitungan R/C rasio. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Perlakuan dosis pupuk NPK 188 kg.ha-1+ZA 150 kg.ha-1+ SP36 113kg.ha-1+ KCl 75 kg.ha-1 + pupuk organik 2000 kg.ha-1 mampu meningkatkan efektivitas penggunaan pupuk dan mampu meningkatkan hasil bawang merah dengan nilai hasil yang lebih tinggi yakni 12,89 ton.ha-1 dan mampu meningkatkan umbi 56% dari perlakuan kontrol dengan nilai R/C ratio 1,77 dan keuntungan usaha tani Rp. 67.402.500.
PENGARUH TAMAN KOTA TERHADAP KONSENTRASI CO2 DAN SUHU UDARA AMBIENT DI KOTA MALANG Andari, Sandra Yuri; Herlina, Ninuk; Yamika, Wiwin Sumiya Dwi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang adalah kota pendidikan dan pariwisata, dimana jumlah penduduk meningkat setiap tahunnya. Hal ini mengakibatkan jumlah kendaraan bermotor meningkat sehinga menyebabkan peningkatan suhu udara dan polusi CO2. Oleh karena itu, taman kota berperan dalam menurunkan suhu dan CO2 di sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh taman kota terhadap konsentrasi CO2 dan suhu udara ambient di dua taman publik yaitu Taman Alun – Alun Merdeka dan Taman Trunojoyo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - April 2016 di Taman Alun – Alun Merdeka dan Taman Trunojoyo, kota Malang, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Taman Alun – Alun Merdeka pohon yang dominan adalah pohon Beringin sedangkan di Taman Trunojoyo adalah pohon Trembesi.  Konsentrasi CO2 pada pukul 03.00 di Taman Alun – Alun Merdeka lebih rendah dibandingkan Taman Trunojoyo yaitu berturut 478.74 dan 481.26. Sedangkan pada pukul 13.00 konsentrasi CO2 di kedua taman sama. Taman Alun – Alun Merdeka yang memiliki kerapatan tajuk pohon 61.20% memiliki suhu udara ambient pada pukul 13.00 lebih tinggi (32.21 > 30.53) daripada di Taman Trunojoyo yang memiliki kerapatan tajuk pohon 88.25%. sedangkan suhu udara ambient pada pukul 03.00 di kedua taman sama.
PENGARUH KONSENTRASI BIOURIN SAPI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Wati, Rahayu Pancoro; Azizah, Nur; Santosa, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas buncis di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun terakhir, 2011-2015 mencapai 10,437 ton ha-1, 10,384 ton ha-1, 10,878 ton ha-1, 11,113 ton ha-1 dan 11,080 ton ha-1. Data tersebut menunjukan bahwa produktivitas buncis masih rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi buncis adalah melalui perbaikan teknologi budidaya dengan memberikan biourin sapi sebagai bahan penyubur tanaman dan penggunaan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi biourin sapi dan varietas yang tepat pada tanaman buncis. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama konsentrasi biourin sapi terdiri dari 3 taraf : B0 (Tanpa biourin sapi), B1 (1 l urin sapi + 5 kg kotoran padat sapi + 25 l air) dan B2 (1 l urin sapi + 5 kg kotoran padat sapi + 50 l air) dan faktor kedua penggunaan varietas buncis terdiri dari 3 taraf : V1 (Varietas Perkasa), V2 (Varietas Grand Bayu) dan V3 (Varietas Lebat-3). Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga April 2016, bertempat di Dusun Bakalan, Desa Dungus, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Hasil penelitian menunjukan tidak terjadi interaksi antara perlakuan konsentrasi biourin sapi dengan tiga varietas buncis. Aplikasi biourin sapi menghasilkan hasil buncis lebih tinggi B1 (18,93 ton ha-1) 23,80% dan B2 (19,42 ton ha-1) 27,01% daripada tanpa biourin sapi (15,29 ton ha-1). Varietas Lebat-3 (21,98 ton ha-1) menghasilkan hasil buncis lebih tinggi 66,09% dibandingkan varietas Grand bayu (13,17 ton ha-1) dan 18,87% dibandingkan varietas Perkasa (18,49 ton ha-1).
TINGKAT KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) HIBRIDA PADA KEMASAKAN BUAH TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA Colletrichum acutatum Muamaroh, Siti; Respatijarti, Respatijarti; Wahyono, Andi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang diminati masyarakat Indonesia. Salah penyebab produksi buah cabai menurun adalah serangan penyakit antraknosa (Hidayat et al., 2004). Menurut Syukur et al. (2009; Damm et al.,2012) bahwa patogen antraknosa yang paling banyak menyerang tanaman cabai merah adalah cendawa Colletotrichum acutatum. Proses infeksi cendawan penyakit antraknosa dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, genetik tanaman dan fisiologi buah (Hidayat et al., 2004).  Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi PT Bisi International Tbk. Farm Sumber Agung, Kediri, Jawa Timur dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Kultur Jaringan dan Mikroteknik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, pada Bulan Maret  hingga Mei 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF). Faktor pertama yaitu varietas hibrida cabai merah dan faktor kedua yaitu kemasakan buah yang berbeda. Karakter yang diamati yaitu, kejadian penyakit (%), kelas ketahanan penyakit, diameter nekrosis (cm), ketebalan kutikula (mm), kandungan capsaicin (mg/g), dan aktivitas enzim peroksidase (unit/ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji ANOVA adanya interaksi antar perlakuan yang ditunjukkan pad karakter pengamatan kejadian penyakit dan diameter nekrosis. Varietas Imola kemasakan buah merah dan varietas HPT 1729 kemasakan buah merah menunjukkan perlakuan yang tahan terhadap serangan penyakit antraknosa dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Nilai korelasi antara rata-rata ketebalan lapisan kutikula dan kandungan capsaicin terhadap kejadian penyakit dan rata-rata diameter nekrosis secara statisktik menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda nyata. Akan tetapi, nilai korelasi antara rata-rata aktivitas enzim peroksidase terhadap rata-rata kejadian penyakit dan rata-rata diameter nekrosis secara statistik tidak menunjukkan adanya pengaruh yang berbeda nyata.
PENAMPILAN FENOTIPIK 2 GALUR TANAMAN PADI HITAM (Oriza sativa L.) HASIL PERLAKUAN KOLKISIN Setiyawan, Mohamad Doni; Sugiharto, Arifin Noor; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras hitam mempunyai kandungan gizi terbaik bila dibandingkan dengan beras putih maupun merah, namun mempunyai umur panjang dan langka sehingga diperlukan upaya pemuliaan tanaman untuk mendapatkan galur beras hitam yang unggul. Mutasi ialah salah satu upaya pemuliaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi perubahan fenotipik pada dua galur padi hitam hasil perendaman larutan kolkisin dan untuk mendapatkan tanaman padi hitam yang mempunyai umur berbunga dan umur panen lebih singkat serta mempunyai hasil panen tinggi. Penelitian  dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dan di Kelurahan Dadaprejo, Junrejo, Batu pada bulan Juni - Desember 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Tunggal dengan 4 perlakuan konsentrasi (0, 250, 500 dan 750 ppm), 2 galur tanaman padi hitam (Ungaran dan Cempo Ireng). Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan berbeda nyata dibandingkan dengan kontrol pada semua karakter kuantitatif, namun pada karakter warna beras tidak berbeda nyata. Galur Ungaran perlakuan U-K500 mempunyai umur panen dan umur berbunga tercepat diikuti oleh perlakuan U-K250, sedangkan galur Cempo Ireng perlakuan C-K500 mempunyai umur panen dan umur berbunga tercepat diikuti oleh perlakuan C-K250 dan C-K750 serta didapatkan beberapa individu yang mempunyai hasil produksi lebih tinggi.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MIKORIZA DAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) TERHADAP TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA PIPA PVC SISTEM VERTIKULTUR Damanik, Sariah Aprianti; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang terus meningkat menyebabkan kompetisi terhadap lahan pertanian sehingga banyak alih fungsi lahan. Salah satu alternatif budidaya yang dapat diterapkan selain menggunakan teknik konvensional yaitu dengan menggunakan teknik budidaya sistem vertikultur. Vertikultur ialah teknik budidaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi keterbatasan lahan dengan memanfaatkan media yang disusun secara vertikal. Media tanam pada sistem vertikultur menjadi kunci utama perakaran tanaman dalam menyerap unsur hara dari media tanam yang terbatas. Inokulasi mikoriza dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) ke dalam media tanam akan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman serta mampu meningkatkan kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh penggunaan mikoriza dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap bobot umbi bawang merah yang dibudidayakan pada pipa PVC sistem vertikultur. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2016 di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 6 kombinasi perlakuan dan 4 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penggunaan mikoriza dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizotobacter) mempengaruhi bobot segar umbi bawang merah, Penggunaan media tanam yang diberi bahan organik + mikoriza memiliki bobot segar umbi yang paling tinggi dibandingkan dengan media perlakuan lain. Hal tersebut diakibatkan karena mikoriza mengandung jamur yang bersimbiosis dengan akar tanaman dalam penyerapan unsur P.
PENDUGAAN HERITABILITAS DAN KEMAJUAN GENETIK HARAPAN POPULASI F4 TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) Rahmadhini, Nana; Saptadi, Darmawan; Respatijarti, Respatijari
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas cabai besar di Indonesia tergolong sedikit mengalami peningkatan produksi, dalam 5 tahun belakangan. Adapun Salah satu kegiatan atau usaha untuk memperoleh hasil produktivitas tanaman cabai yang lebih baik dan optimal yaitu dengan menggunakan benih bermutu. Benih bermutu dari varietas unggul merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan produksi di bidang pertanian, tidak terkecuali cabai. Daya hasil atau keberhasilan produksi merupakan sifat kuantitatif yang dikendalikan oleh banyak gen sehingga diperlukan seleksi pada karakter yang mendukung perbaikan produktivitas cabai. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan populasi F4 tanaman cabai besar. Penelitian dilakukan di Desa Gesingan, Pujon. Famili yang terpilih berdasarkan proses pemilihan dari nilai matrik yang dibandingkan dengan nilai rata-rata tetua, dengan memilih nilai yang lebih tinggi dibandingkan nilai tetua. Pada famili A terdapat 3 famili yang terpilih yaitu A1.17.2, A1. 26.1, A1.55.4 berdasarkan data matrik yang dibandingkan dengan nilai rata-rata tetua dan berdasarkan kriteria seleksi nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan yang memiliki nilai yang tinggi terhadap pada famili A1.15.2, A1 33 1 dan B2.46.1.
PENGARUH KERAPATAN GULMA TEKI (Cyperus rotundus L.) TERHADAP TANAMAN BUNCIS TEGAK (Phaseolus vulgaris L.) Nugroho, Indanus Faried; Sugito, Yogi; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi tanaman sayuran buncis tegak di Indonesia semakin meningkat. Pada tahun 2012 produksi buncis tegak di Indonesia yaitu 322.145 ton dan pada tahun 2013 meningkat hingga 327.378 ton. Adanya permintaan yang semakin banyak, maka kualitas dan kuantitas produksi tanaman buncis tegak perlu ditingkatkan.Usaha yang dilakukan salah satunya ialah melalui pengendalian gulma.Kehadiran gulma teki diantara tanaman buncis tegak dapat menyebabkan persaingan dalam memperebutkan unsur hara, air, cahaya, ruang tempat tumbuh dan CO2.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh kompetisi antara gulma teki dengan tanaman buncis tegak melalui berbagai tingkat kepadatan gulma teki, serta mengetahui tingkat kepadatan gulma polibag-1yang paling sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman buncis tegak.Penelitian ini dilakukan di lahan perkebunan di Kecamatan Lowokwaru - Kota Malang pada bulan Maret sampai Mei 2015 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK). Perlakuannya ialah tingkat kepadatan gulma (P) yang terdiri dari 6 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap bertambahnya kepadatan 1 gulma teki maka berat polong mengalami penurunan sebesar 0,6541 gram dan setiap bertambahnya kepadatan 1 gulma teki maka jumlah polong mengalami penurunan sebesar 0,069 buah. Tingkat kepadatan gulma yang paling sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman buncis tegak adalah 4 gulma teki polibag-1.
KERAGAMAN GENOTIPIK DAN FENOTIPIK SEMBILAN GENOTIP TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Putri, Della Shafryna Imani; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perakitan varietas unggul tomat diarahkan untuk meningkatkan hasil dan kualitas tomat melalui program pemuliaan tanaman. Keragaman genetik merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada keberhasilan program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaman genetik dan nilai duga heritabilitas pada penampilan karakter sembilan genotip tomat untuk memilih genotip sebagai tetua persilangan. Penelitian dilakukan di Jatimulyo – Malang pada bulan januari sampai april 2016. Genotip tomat yang digunakan adalah Ace 55 vf, Costulo genoverse, Costulo fiorentino, Reise, Money marker, Roma vf plum, Garden pear, Garden delight, Black krim. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas sembilan genotip dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menujukan semua karakter yang diuji memiliki keragaman genetik rendah serta nilai duga heritabilitas yang tinggi. Keseragaman karakter antar genotip yang diuji disebabkan oleh faktor genetik. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk memilih genotip sebagai tetua persilangan. Genotip Costulo genoverse, Costulo firentino, Garden delight, Garden pear dan Ace 55 vf merupakan tomat yang memiliki kriteria sesuai preferensi konsumen.
UJI DAYA HASIL GALUR BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) F6 BERDAYA HASIL TINGGI DAN BERPOLONG UNGU DI DATARAN TINGGI Bangun, Yohelsi Citradiah Br; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 4 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) adalah jenis tanaman sayuran yang dimanfaatkan polongnya dan banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Salah satu cara untuk menangani fluktuasi produksi buncis di Indonesia dan meningkatkan gizi masyarakat, yaitu melalui perakitan varietas baru dengan sifat daya hasil tinggi serta perbaikan kualitas buncis. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan varietas buncis berdaya hasil tinggi dan berpolong ungu untuk dataran tinggi. Rancangan percobaan yang digunakan ialah acak kelompok dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas tiga galur yang diuji, yaitu PQxGK-1-12-29, GIxPQ-12-2-18, dan GIxPQ-35-11-23 serta varietas Lebat 3 dan 3 tetua buncis (Purple Queen, Gilik Ijo dan Gogo Kuning) sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga galur yang diuji memiliki keseragaman dalam semua karakter kualitatif serta persentase nilai heritabilitas dan KKG kategori rendah sementara kategori nilai KKF yaitu rendah sampai sedang pada pengamatan karakter kuantitatif. Terdapat dua dari tiga galur yang diuji memiliki daya hasil lebih tinggi dari Lebat 3 (401,2 g) pertanaman yaitu yaitu GIxPQ-12-2-18 dan GIxPQ-35-11-23 dengan bobot polong pertanaman 584,35 gr dan 491,88 g.

Page 2 of 3 | Total Record : 22


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue