cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 11 (2019)" : 24 Documents clear
Pengaruh Perbedaan Umur Panen Terhadap Viabilitas Benih Tiga Varietas Terung (Solanum melongena L.) Khoiruddin, Ahmad; Santoso, Budi; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benih terung yang diterima petani tidak selalu memiliki viabilitas yang tinggi, hal ini terjadi dikarenakan benih yang dipanen tidak tepat pada masa masak fisiologisnya.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur panen terhadap mutu benih dan umur panen panen terbaik pada tiga varietas terung. Penelitian ini dilaksanakan di PT BISI Internasional Tbk. Farm Karangploso, Malang, Jawa Timur  sejak bulan Februari sampai September 2018. Bahan tanam yang digunakan adalah tetua benih tiga varietas terung EP1001 (hijau), EP1007 (putih), dan EPC10350 (ungu gelap). Data yang diperoleh dianalisa dengan analisis regresi kuadratik. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh terdapat perbedaan pengaruh umur panen pada tiga varietas terung yang diteliti dan setiap varietas terung memiliki umur panen terbaik yang berbeda-beda. Secara umum perlakuan V1U3 (EP1001 dengan umur panen 60 HSP) menghasilkan viabilitas paling unggul dibandingkan perlakuan lain.  Umur panen terbaik untuk menghasilkan viabilitas paling optimum diduga pada umur 60 hari 11 jam untuk Varietas EP1001 (hijau), umur 57 hari 1 jam untuk Varietas EP1007 (putih), dan umur 62 hari 14 jam untuk Varietas EPC10350 (ungu gelap).
Studi Penggunaan Lumpur Sidoarjo Untuk Media Pembibitan Sengon (Paraserianthes falcataria) Margareta, Anggy Via; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumpur sidoarjo  (Lusi) mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman sehingga dapat dimanfaatkan sebagai campuran media tanam. Sengon dikenal sebagai tanaman yang dapat digunakan untuk rehabilitasi lahan, sehingga dapat dijadikan pilihan untuk kegiatan fitoremediasi. Peneitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak lumpur sidoarjo dapat dijadikan substitusi tanah sebagai alternatif media tanam. Penelitian dilaksanakan di Desa Krecek-Badas, Kediri pada Januari hingga April 2019. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok sederhana (RAK) dengan perlakuan M0 (100% tanah), M1 (lumpur Sidoarjo 20% + tanah 80%), M2 (lumpur sidoarjo 40% + tanah 60%), M3 (lumpur sidoarjo 60% + tanah 40%), M4 (lumpur sidoarjo  80% + tanah 20%), dan M5 (100% lumpur Sidoarjo). Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan menunjukkan pengaruh yang nyata pada umur 14-70 hst. Tanaman pada perlakuan M5 tidak dapat tumbuh sejak umur 14 hst, sedangkan perlakuan M3 dan M4 tidak dapat tumbuh pada umur 28 hst. Lumpur sidoarjo dapat dijadikan campuran media tanam dengan volume 20%. Diatas campuran lusi 20% menunjukkan bahwa petumbuhan tanaman sangat terganggu. Campuran lusi 40% menunjukkan batas maksimal tanaman dapat bertahan hidup. Logam Pb pada perlakuan M1 lebih banyak terakumulasi pada tanaman, dan perlakuan M2 lebih banyak terakumulasi pada media tanam. Akumulasi logam Cd lebih banyak terakumulasi pada jaringan tanaman, baik pada perlakuan M1 maupun perlakuan M2.
Pengaruh Kerapatan dan Pengaplikasian Herbisida Pre dan Post Emergence pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Samba, Bunga Fitria; Moenandir, Jody
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan lapang untuk meneliti pengaruh kerapatan gulma dan pengaplikasian herbisida pre dan post-emergence pada tanaman bawang merah. Percobaan ini dilakukan di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur sejak  bulan Januari  hingga Maret 2019. Percobaan ini dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan kombinasi JT rapat, sedang dan renggang dengan pengendalian gulma secara manual setiap 2 minggu sekali dan pengaplikasian herbisida pre dan post-emergence). Analisis vegetasi dilakukan pada sebelum olah tanah, 42 HST dan 56 HST. Pada pengamatan 42 HST, Bidens pilosa ialah gulma yang mendominasi pada perlakuan P0 dan P6. Pada pengamatan 56 HST, gulma Commelina diffusa memiliki nilai SDR tertinggi pada perlakuan P3, P4, P6, P7 dan P8. Sedangkan pada perlakuan P0 Cynodon dactylon ialah gulma yang memiliki nilai SDR tertinggi. Pada P2 terdapat dua gulma yang memiliki nilai SDR tertinggi ialah gulma Cynodon dactylon dan Commelina diffusa. Hal ini sama seperti pernyataan Clyde et al. (2015), Umiyati (2016) dan Gomes et al. (2017). Pada perlakuan P5 gulma yang memiliki nilai SDR tertinggi ialah Cyperus iria. Pergeseran gulma terjadi karena adanya perubahan kelimpahan jenis gulma sebagai hasil dari praktik manajemen budidaya. Gulma yang rentan pada herbisida yang digunakan berulang kali akan berkurang tingkat kompetisinya. Hal ini sesuai dengan pendapat Rana et al. (2016).   Bawang merah ialah tanaman yang rentan untuk berkompetisi dengan gulma. Kehadiran gulma dapat ditekan dengan pengendalian secara manual ataupun kimiawi dan pengaturan jarak tanam. Pengaturan kerapatan tanaman dapat dilakukan untuk membatasi pertumbuhan gulma.  Maka, hasil penelitian ini ialah karena dampak perlakuan yang diujikan.
Respon Tiga Varietas Zukini (Cucurbita pepo L.) terhadap Dosis Pupuk NPK Cahyani, Denis Dwi; Santoso, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zukini (Cucurbita pepo L.) merupakan tanaman sayuran semusim termasuk dalam family cucurbitae yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan masih jarang dibudidayakan oleh petani. Permintaan zukini cenderung meningkat seiring bermunculannya restoran yang menyajikan makanan Jepang dan Korea. Ketersediaan unsur hara yang cukup dalam tanah merupakan salah satu faktor yang menunjang pertumbuhan dan per-kembangan tanaman. Pemberian pupuk yang tidak tepat, akan menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Berdasarkan uraian diatas perlu dilakukan percobaan tentang varietas dan dosis pupuk NPK yang diharapkan dapat meningkatkan hasil tanaman zukini. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai dengan April 2019, di PT. Bisi International Tbk. Farm Pujon Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan perlakuan varietas sebagai petak utama, terdiri dari 3 macam yaitu varietas Bisi ZU 03, varietas Jewel, dan varietas Jacky Z6. Macam dosis pupuk NPK sebagai anak petak terdiri dari 4 taraf yaitu 150 kg ha-1, 200 kg ha-1, 250 kg ha-1 dan 300 kg ha-1. Variabel pengamatan yang digunakan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, waktu muncul bunga, jumlah bunga jantan, jumlah bunga betina, fruit set, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, berat buah (g buah-1), berat buah (kg tan-1), hasil (ton ha-1). Analisa data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan varietas Bisi ZU 03 dapat meningkatkan hasil panen sebesar 15,22% dibandingkan dengan varietas Jewel. Perlakuan dosis pupuk NPK 150 kg ha-1 meningkatkan hasil panen tanaman zukini 23,33% dibandingkan dengan dosis pupuk NPK 300 kg ha-1.
Uji Multilokasi Beberapa Genotipe Melon (Cucumis melo L. var. Makuwa) di Tiga Wilayah Handayani, Diah Rusita; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melon merupakan salah satu tanaman hortikultura buah-buahan dari famili Cucurbitaceae dan memiliki nilai ekonomi dan prospek yang menjanjikan. Menurut Badan Statistik Nasional Tahun 2017, produksi buah melon mengalami penurunan dari tahun 2014-2016 dari 150.356 ton/ha pada tahun 2014, 137.887 ton/ha pada tahun 2015 dan 117.344 ton/ha pada tahun 2016. Usaha peningkatan produksi melon dapat dilakukan melalui perbaikan teknologi buddidaya seperti meeningkatkan produksi benih unggul melon di lahan-lahan potensial yang masih tersedia. Penelitian dilaksanakan di 3 lokasi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan faktor tunggal yaitu genotipe. Parameter pengamatan kualitatif meliputi bentuk batang, warna batang, bentuk daun, warna daun, warna kelopak bunga, warna mahkota bunga, warna kepala putik, warna benag sari, bentuk buah, warna kulit buah, warna daging buah, rasa daging buah, bentuk biji dan warna biji. Parameter pengamatan kuantitatif meliputi umur mulai berbunga, umur panen, tebal daging buah, lebar rongga buah, kadar kemanisan, berat buah per plot, berat per buah dan hasil buah per ha. Data pengamatan dilakukan menggunakan analisis ragam (ANOVA) atau Uji F hitung. Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan pada variabel pengamatan berat buah per plot, tebal daging buah, kadar kemanisan, hasil buah per ha dan umur panen. Genotipe BME 2802 menunjukkan hasil paling tinggi dibandingkan genotipe BME 4140, BME 2800 dan varietas pembanding Silver Light.
Respon Tiga Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata L.) terhadap Kapasitas Lapang Wuryani, Dwi; Hariyono, Didik
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau merupakan komoditas penting secara agronomi maupun pangan fungsional. Namun produksi kacang hijau di Indonesia masih tergolong rendah. Solusi dari permasalahan tersebut ialah peningkatan produksi kacang hijau dengan memanfaatkan lahan kering sebagai lahan budidaya. Pada lahan kering sering mencul permasalahan kurangnya ketersediaan air bagi tanaman. Oleh karena itu diperlukan penelitian ketersediaan air pada lahan kering dan pengujian beberapa varietas tahan kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas yang sesuai dibudidayakan di lahan kering. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga April 2019 di lahan percobaan Joyo Agung, Lowokwaru, Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan menginteraksikan dua faktor yaitu varietas sebagai main treatment dan persentase kapasitas lapang sebagai sub treatment. Perlakuan varietas terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu : V1 : Varietas Vima I, V2 : Varietas Vima II dan V3 : Varietas Kutilang. Kemudian perlakuan persentase kapasitas lapang terdiri atas : K1 : 100% kapasitas lapang, K2 : 70% dari kapasitas lapang dan K3 : 40% dari kapasitas lapang. Pengambilan sempel menggunakan metode non-destruktif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antar perlakuan terhadap bobot polong per tanaman. Perlakuan varietas berpengaruh terhadap umur berbunga dan bobot 100 biji dan perlakuan persentase kapasitas lapang berpengaruh terhadap tinggi tanaman, bobot polong, jumlah biji per polong dan bobot biji.
Pengaruh Root Growth Rootone-F dan Panjang Stek terhadap Efisiensi Penggunaan Bahan Stek Tanaman Firespike (Odontonema strictum) Ayuningtyas, Fridia Arintya; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Firespike memiliki potensi untuk diperkenalkan secara komersil karena memiliki banyak manfaat seperti sebagai pembatas fisik taman, pengatur iklim mikro, habitat kehidupan satwa dan nilai estetika tinggi. Tanaman Firespike termasuk tanaman berkayu, pada umumnya tanaman berkayu memiliki kemampuan berakar yang rendah. Keberhasilan stek dipengaruhi oleh panjang stek yang digunakan, panjang stek menentukan jumlah karbohidrat dan nutrisi yang terkandung dalam stek. Tidak hanya ukuran stek batang namun Zat Pengatur Tumbuh penting untuk merangsang pertumbuhan akar stek. Oleh sebab itu, dilakukan percobaan untuk mencari kombinasi yang tepat antara pemberian konsentrasi Rootone-F dengan panjang stek terhadap efisiensi penggunaan bahan stek tanaman Firespike. Tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan interaksi konsentrasi Rootone-F dan panjang bahan stek sehingga penggunan stek tanaman Firespike dapat lebih efisien. Penelitian ini dilaksanakan di Jln. Patimura no. 82 Kota Batu pada bulan April hingga Mei 2019. Lokasi penelitian pada ketinggian ± 494 mdpl. Dengan kisaran suhu rata-rata harian 20-28℃. Penelitian menggunakan Ran-cangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 3 kali ulangan. Faktor utama panjang stek batang (15, 20 dan 25 cm) dan faktor kedua adalah konsentrasi Rootone-F (0, 500, 1000 dan 1500 ppm). Variabel pengamatan yaitu adalah waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun, luas daun, jumlah ruas batang cabang, panjang tunas, panjang akar, jumlah akar, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman dan persentase keberhasilan stek. Analisa data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Kombinasi perlakuan panjang stek 20 cm dengan Rootone-F 500 ppm merupakan hasil terbaik dalam pertumbuhan bibit Firespike dengan cara perbanyakan stek batang.
Respon Media Tanam dan Interval Penyiraman terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Pre Nursery Hidayatullah, Hidayatullah; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit merupakan tanaman pekerbunan yang dapat menghasilkan minyak nabati. Ada beberapa hal yang menjadi penentu kulaitas bibit kelapa sawt yang akan ditanam pada tahapan pre nursery, salah satu yang terpenting adalah media penggunaannya yang semakin banyak ataupun terkikis akibat erosi sehingga ketersediaannya semakin menipis. Oleh karena itu diperlukan alternatif lain yang dapat menggantikan peran top soil sebagai media tanam pembibitan, seperti penggunaan kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi subtitusi media tanam pada interval penyiraman tertentu dalam pertumbuhan bibit kelapa sawit Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2019 hingga April 2019 di lahan percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok factorial dengan menginteraksikan dua faktor yaitu media tanam dan interval penyiraman. Faktor media tanam terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu : M0: 100% top soil + 0% kompos, M1: 75% top soil + 25% kompos, M2: 50% top soil + 50% kompos, M3: 25% top soil + 75% kompos, M4: 0% top soil + 100% kompos. Kemudian pada faktor interval penyiraman terdiri atas P1: 1 kali sehari (0,5 liter), P2: 2 kali sehari (0,5 liter), P3: 3 kali sehari (0,5 liter), Pengambilan sampel dilakukan metode destruktif dan non destruktif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penelitian ini berhasil meng subtitusi dari penggunaan tanah keseluruh dengan penggunaan kompos ditandai dengan perlakuan komposisi top soil dan kompos maupun 100% kompos pun, bibit kelapa sawit tetap tumbuh semestinya.
Pengaruh Jumlah Potongan dan Konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) Terhadap Pertumbuhan Stek Mikro Mahkota Nanas (Ananas comusus L.Merr) Rahmatika, Ikfina Luthfi; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanas ialah salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomis tinggi dalam keluarga Bromeliaceae. Ketersediaan bibit nanas merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan produksi nanas. Salah satu alternatif untuk menghasilkan bibit dalam jumlah yang banyak dan seragam ialah perbanyakan vegetatif dengan stek mikro mahkota buah nanas. Pada mahkota nanas terdapat tunas aksilar yang dapat berpotensi menghasilkan tunas, namun tunas aksilar tersebut bersifat dorman. BAP (Benzyl Amino Purin) merupakan zat pengatur tumbuh yang dapat memutus masa dormansi dan dapat memacu pembentukan tunas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah potongan dan konsentrasi BAP ideal yang dapat memacu pembentukan tunas dan meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman nanas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2019, di Rooftop Gedung Sentral Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jl. Veteran, Lowokwaru, Malang. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama ialah jumlah potongan yang terdiri dari 3 taraf yaitu 8 potongan, 12 potongan dan 16 potongan. Faktor kedua ialah konsentrasi BAP yang terdiri dari 5 taraf yaitu 0 ppm, 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, dan 800 ppm. Ulangan dilakukan sebanyak 3 kali dan di uji lanjut menggunakan BNJ 5%. Parameter komponen pertumbuhan meliputi persentase tumbuh tunas, persentase keberhasilan bibit, umur muncul tunas, panjang tunas, jumlah daun, jumlah tunas, jumlah akar utama, panjang akar utama, dan bobot segar total tanaman. Kombinasi perlakuan jumlah potongan 12 dengan konsentrasi BAP 400 ppm merupakan hasil terbaik dalam pertumbuhan bibit nanas dengan stek mikro mahkota buah nanas.
Keanekaragaman Gulma pada Tanaman Wijen (Sesamum indicum L.) akibat Pengaruh Berbagai Cara Pengendalian Gulma Adzanu, Mahfud; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman wijen tentunya tidak akan lepas dari pengaruh persaingan unsur hara antara tanaman utama dan gulma. Penurunan produksi hasil wijen akibat gulma dapat memcapai 65%. Usaha pengendalian dapat dilakukan dengan berbagai cara. Perbedaan metode pengendalian gulma menyebabkan perbedaan terhadap jumlah spesies gulma yang tumbuh pada petak perlakuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gulma pada wijen akibat pengaruh berbagai metode pengendalian gulma. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan, Kab. Malang pada bulan Februari hingga Juni 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok sederhana (RAK), yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan sehingga diperoleh 24 petak perlakuan. Perlakuan terdiri dari P0 = Tanpa Pengendalian Gulma, P1 = Mulsa plastik hitam perak, P2 = Mulsa jerami, P3 = Penyiangan 3 kali, P4 = Herbisida pra tumbuh oksifluorfen 240 g ha-1, P5 = Herbisida pra tumbuh oksifluorfen 240 g ha-1 + penyiangan 42 hst. Variabel Pengamatan yang dilaksanakan yaitu analisis vegetasi gulma sebelum olah tanah dan analisis vegetasi gulma  pada umur tanaman 56, 70 dan 84 hst. Hasil pengamatan vegetasi gulma sebelum aplikasi perlakuan peng-endalian gulma didapatkan hasil 9 jenis gulma. Jenis gulma yang dominan adalah teki dengan nilai SDR 27,56%. Hasil analisis vegetasi gulma setelah perlakuan menunjukkan perubahan dominasi dan populasi gulma, terdapat 5 spesies gulma baru yang ditemukan.

Page 1 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue