cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 4 (2019)" : 23 Documents clear
Pengujian Galur Kedelai Hitam (Glycine Max L.) pada Beberapa Tingkat Cekaman Kekeringan Saloka, Aziziah; Ariffin, Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai hitam (Glycine max L.) mempunyai produksi dan harga jual yang lebih tinggi dibanding dengan kedelai kuning. Kedelai  hitam masih sedikit dibudidayakan karena keterbatasan varietas yang tahan kekeringan. Tujuan dari penelitian ialah menguji dan mendapatkan galur yang tahan terhadap cekaman kekeringan. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2017 hingga  Februari 2018 di rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Kendalpayak, Pakisaji, Malang. Bahan yang digunakan ialah 5 benih kedelai: kedelai hitamgalur G162, A6, Hitam 5, Varietas Detam-1) serta kedelai kuning Dering-1 sebagai varietas pembanding tahan kekeringan  Percobaan faktorial menggunakan rancangan percobaan RAK (Rancangan Acak Kelompok Faktorial). Terdiri dari dua faktor yaitu galur dan tingkat cekaman kekeringan.Galur tanaman kedelai terdiri dari 5 galur (G162, A6, Hitam 5, Varietas Detam-1, Varietas Dering-1) dan 3 tingkat cekaman kekeringan (100%, 80% dan 60% dari kapasitas lapang). Terdapat 15 perlakuan dengan 3 ulangan. Parameter pengamatan terdiri dari pertumbuhan (tinggi, jumlah, luas dan kadar air relatif daun) dan komponen hasil (umur berbunga, jumlah bunga, polong isi, polong hampa, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, berat kering brangkasan dan umur panen). Galur yang tahan terhadap cekaman kekeringan ialah galur G162  dan Hitam-5. G162 mempunyai pertumbuhan dan hasil tanaman yang sama dengan varietas pembanding. Galur Hitam-5 memiliki tinggi, jumlah luas daun dan polong isi yang lebih rendah dengan varietas pembanding. Namun memiliki umur berbunga dan umur panen yang lebih cepat. Hasil bobot biji tidak berbeda nyata dengan Dering-1 karena bobot 100 biji Hitam-5 lebih tinggi dari Dering-1.
Keragaan Pertumbuhan dan Hasil Sepuluh Genotipe Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Novitasari, Adin; A. Rumanti, Indrastuti; Wening, Rina Hapsari; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) adalah tanaman pangan yang dimanfaatkan bijinya. Permintaan beras semakin meningkat setiap tahunnya akan tetapi produktivitas semakin menurun. Peningkatan produk-tivitas beras dapat dilakukan dengan ekstensifikasi yaitu pemanfaatan lahan-lahan suboptimal seperti lahan rawa lebak dan tadah hujan.Ketersediaan air pada lahan tersebut tidak menentu misalkan terjadi kekeringan sehingga diperlukan varietas yang memiliki daya hasil tinggi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi hasil dari sepuluh genotipe padi.Penelitian dilaksanakan mulai Desember 2017 sampai dengan April 2018 di Kebun Percobaan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Subang, Jawa Barat.Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan genotipe dan diulang tiga kali. Analisis data yang digunakan pada percobaan ini adalah analisis ragam (Uji F) 5% dan apabila hasil menunjukkan beda nyata dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5% dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa B13983E-KA-6-3 memiliki hasil tertinggi yaitu 8.06 ton ha-1 meskipun tidak berbeda nyata dengan Inpari 38 (6,75 ton ha-1). Karakter pertumbuhan vegetatif yang berkorelasi positif dengan hasil yaitu tinggi tanaman (r=0.08) danjumlah anakan (r=0.49). Karakter pertumbuhan generatif yang berkorelasi positif dengan hasil adalah umur berbunga (r=0.44) dan umur masak(r=0.15). Karakter komponen hasil yang berkorelasi positif dengan hasil adalah presentase gabah isi (r=0.10), bobot 1000 butir (r=0.11) dan bobot gabah per rumpun (r=0.17).
Uji Efektivitas Herbisida Campuran Glifosat dan Triklopir pada Pengendalian Gulma Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Fitra, Ahmad; Sumarni, Titin; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan tanaman budidaya yang tepat adalah upaya untuk mencapai dan mem-pertahankan produksi tanaman yang tinggi. Pengendalian gulma adalah suatu usaha pada pengelolaan tanaman budidaya dengan menghentikan persaingan antara tanaman budidaya dan gulma dalam men-dapatkan unsur hara, air, dan cahaya matahari agar tidak mengganggu per-tumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya. Penelitian ini dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Kebun Rambutan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada kelapa sawit tanaman menghasilkan (TM) tahun tanam 2012 dengan jarak tanam 8,333 m x 9,09 m yang berada pada ketinggian ± 28 m diatas permukaan laut dari bulan September sampai dengan Desember 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) bukan faktorial  dengan 4 ulangan yaitu P1: 2 l/ha Glifosat, P2: 0,75 l/ha Triklopir, P3: Glifosat + Triklopir 2 l/ha + 0,75 l/ha, P4: Glifosat + Triklopir 3 l/ha + 0,75 l/ha, P5: Glifosat + Triklopir 3 l/ha + 1 l/ha, P6: Glifosat + Triklopir 4 l/ha + 1,25 l/ha, P7: Kontrol. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan herbisida campuran glifosat dan triklopir dengan berbagai dosis dapat mengendalikan dan menekan pertumbuhan gulma Ottochloa nodosa dan Asystasia intrusa dan berpengaruh nyata terhadap mortalitas dan bobot kering sampai 84 HSA. Dosis Herbisida yang efektif mengendalikan dan menekan pertumbuhan gulma Ottochloa nodosa dan Asystasia intrusa adalah dosis Glifosat + Triklopir 2 l/ha + 0,75 l/ha.
Uji Keberhasilan Persilangan Dua Varietas Kedelai (Glycine Max (L.) Merill) Alvi, Akhmad Zainuri; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merill) adalah salah satu tanamanlegum semusimyang dimanfaatkan bijinya dan layak untuk dikonsumsi setiap hari. Akan tetapi, produksi kedelai nasional hingga saat ini masih belum dapat mengimbangi dari kebutuhan konsumsi kedelai nasional yang terlampau tinggi.Adapun upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan program pemuliaan tanaman, salah satu programnyadengan melakukan persilangan. Keberhasilan persilangan kedelai umumnya memperoleh persentase keberhasilan dibawah angka 60%. Hal tersebut disebab-kan karena banyaknya faktor yang mempe-ngaruhi keberhasilan persilangan. Penelitian dilaksanakan di Glasshouse Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada bulan Desember 2017 sampai bulan April 2018. Persilangan dilakukan dengan metode handpollination menggunakan 2 set persilangan. Keberhasilan persentase  persilangan  pada set persilangan Dena 1 x Dega 1 memperoleh 10% sedangkan set persilangan Dega 1 x Dena 1 memperoleh  29%. Adapun rerata persentase keberhasil-an dari kedua set persilangan memperoleh persentase sebesar 19,5% yang termasuk kedalam kategori keberhasilan rendah.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) terhadap Biourine Sapi dan Pupuk Kandang Kambing Larassati, Anggita; Santosa, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buncis ialah satu dari komoditi sayuran yang diminati masyarakat. Namun, produksi buncis di Indonesia semakin menurun. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan serta hasil, yaitu menggunakan biourine sapi dan pupuk kandang kambing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara perla-kuan biourine sapi dengan pupuk kandang kambing sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman buncis dan untuk mengetahui dosis biourine sapi dan dosis pupuk kandang kambing yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman buncis. Penelitian di-laksanakan pada bulan Februari – April 2018 di green house CV. Kurnia Kitri Ayu Farm. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan faktor pertama ialah dosis biourine sapi yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua ialah dosis pupuk kandang kambing yang terdiri dari 3 taraf dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan biourine sapi dengan pupuk kandang kambing ditunjukkan pada pertumbuhan jumlah daun dan luas daun per tanaman pada perlakuan biourine sapi 4.500 L Ha-1 yang dikombi-nasikan dengan pupuk kandang kambing 20 ton Ha-1. Interaksi antara perlakuan biourine sapi dengan pupuk kandang kambing ditunjukkan pada bobot segar polong total per tanaman umur panen 72 HST, jumlah polong umur panen 72 HST, panjang polong umur panen 57, 62 dan 67 HST dan berat segar akar tanaman buncis. Perlakuan biourine sapi 4.500 L Ha-1 yang dikombinasikan dengan pupuk kandang kambing 20 ton Ha-1 menunjukkan hasil tertinggi 512,33 g per tanaman dengan jumlah polong per tanaman sebanyak 95 polong.
Eksplorasi Pisang (Musa sp.) sebagai Sumberdaya Genetik Lokal Unggul di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung Sirait, Ardi Wiranata; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang (Musa sp.) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki hasil produksi tinggi dibandingkan dengan komoditas hortikultura lainnya. Salah satu daerah yang memberikan kontribusi produksi pisang Indonesia adalah Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Kabupaten Tanggamus yang memiliki topografi dari dataran rendah sampai dengan tinggi, sehingga tanaman pisang dapat tumbuh dengan optimal dan jenis tanaman pisang yang tumbuh dapat beranekaragam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman pisang yang tumbuh di Kabupaten Tanggamus dan mengetahui persebaran pisang yang tumbuh di Kabupaten Tanggamus pada ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Februari sampai dengan Bulan Maret 2018 di Kabupaten Tanggamus yang terbagi kedalam 3 kecamatan yaitu Kecamatan Kota Agung (dataran rendah), Kecamatan Pulo Pang-gung (dataran sedang) dan Kecamatan Gisting (dataran tinggi). Penelitian ini dilakukan secara eksploratif dengan menggunakan metode line transect yang dibagi berdasarkan penggunaan lahan sehingga akan terbentuk 9 garis transek dan 54 plot pengamatan. Berdasarkan hasil eksplorasi ditemukan 7 genotipe tanaman pisang yaitu pisang Janten, Muli Mas, Kepok, Ambon, Raja, Raja Sereh dan Tanduk. Berdasarkan analisi keaneka-ragaman, tiga kecamatan yang diamati memiliki indeks keanekaragaman tinggi dengan nilai H’>3. Jenis genotipe pisang yang memiliki sebaran terluas atau ditemukan di 3 kecamatan yang diamati adalah pisang Janten, Muli Mas, Kepok dan Ambon.
Pengaruh Pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Panggabean, Darma Putra; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan penting di Indonesia. Tembakau juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga banyak dibudidayakan di indonesia. Peranan strategis tembakau dalam perekonomian nasional ialah sebagai sumber pendapatan negara melalui devisa negara, cukai, pajak, serta sumber penda-patan bagi petani. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian tentang penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan pupuk kandang kambing untuk mengetahui interaksi antara kedua faktor dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman tembakau. Penelitian dilakukan dari bulan Juni – Agustus 2017 di Lahan Sampoerna Agronomy Centre (SAC) Pasuruan, Jawa Timur. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan di ulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama pemberian PGPR yaitu P0 : Tanpa PGPR, P1 : 30 ml L-1 PGPR, P2 : 45 ml L-1 PGPR. Faktor kedua pemberian pupuk kandang kambing yaitu K0 : Tanpa pupuk kandang, K1 : 10 ton ha-1,K2 : 20 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan PGPR 45 ml L-1 dan 20 ton ha-1 pupuk kandang kambing menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan kombinasi perlakuan lainnya dimana dapat meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang dan luas daun tanaman tembakau.
Evaluasi Kesesuaian Jenis Tanaman Berdasarkan Syarat Ekologi pada Jalur Hijau Median Jalan untuk Mendukung Tema Taman Kota Malang sebagai Kota Bunga Permatasari, Dilla; Heddy, Y.B. Suwasono; Fajriani, Sisca
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman kota merupakan ruang terbuka hijau (RTH) kota yang secara optimal digunakan sebagai areal penghijauan dan berfungsi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk kehidupan dan kesejahteraan warga kotanya. Secara umum, taman kota dapat berfungsi secara ekologis, estetika, dan sosial. Metode Penelitian dilakukan dengan tahap persiapan, inventarisasi, evaluasi pada jenis tanaman sesuai syarat ekologinya serta rekomendasi untuk pengembangan tapak selanjutnya. Hasil menunjukkan bahwa pada median jalur hijau jalan keseluruhan pemilihan jenis tanaman yang ditanam toleran terhadap kondisi lingkungan di Kota Malang. Jumlah tanaman hias yang ditanam sudah memenuhi kriteria dengan perbandingan lebih banyak tanaman hias bunga menunjukkan nilai persentase 53,06% daripada tanaman hias berdaun menunjukkan nilai persentase 46,93% yang berarti median jalur hijau jalan ini telah mendukung tema taman kota Malang. Hasil penilaian dan evaluasi median jalur hijau jalan selanjutnya diberikan rekomendasi untuk perencanaan tata hijau serta perhatian pada perawatan taman.
Analisa Regresi dan Korelasi Beberapa Karakter Tanaman Kenaf (Hibiscus cannabibus L.) Generasi F2 Hasil Persilangan Varietas HC48 dan SM004 Umufatdilah, Etik; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kenaf untuk mencapai kestabilan produksi memerlukan informasi yang tepat mengenai karakter tanaman yang paling produktif. Informasi tersebut dapat diperoleh dari analisa regresi dan korelasi. Suatu karakter tanaman kenaf mungkin menjadi indikator perolehan hasil apabila terdapat hubungan yang nyata dengan karakter yang dituju. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui fungsi regresi dan koefisien korelasi dari beberapa karakter tanaman kenaf generasi F2. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, yang berada di Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang, Jawa Timur dengan ketinggian ± 460 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Juni 2018. Benih ditanam pada lahan berukuran 6 x 5 m tanpa blok (single plot) dengan jarak tanam 20 x 30 cm. Jumlah tanaman yang ditanam dalam satu plot berjumlah 500 tanaman dan diambil sampel sebanyak 350 tanaman. Beberapa karakter yang diamati ialah jumlah ruas, panjang batang, jumlah cabang, diameter batang, diameter kayu, tebal kulit, dan berat kering serat sebagai hasil. Hasil analisa menunjukkan bahwa diameter batang memiliki nilai koefisien korelasi paling tinggi, yaitu 0,901 serta fungsi regresi dengan koefisien determinasi paling tinggi, yaitu 0,812 terhadap hasil.
Penampilan 9 Calon Varietas Hibrida Melon (Cucumis melo L.) Sari, Indah Purnama; Saptadi, Darmawan; Setiyawan, Aries
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi penampilan calon varietas diperlukan untuk pertimbangan pelepasan varietas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan dan keunggulan 9 calon varietas hibrida melon.Penelitian dilaksanakan di Desa Pulerejo, Ngantru, Tulungagung, tanggal 19 Februari - 23 April 2018.Bahan yang digunakan adalah 9 calon varietas hibrida melon tahan Gemini virus dan 3 varietas pembanding.Penelitian menggunakan RAK dengan perlakuan 12 genotip melon (9 calon varietas hibrida melon, dan 3 varietas pembanding) dengan 3 ulangan.Karakter kualitatif dianalisis deskriptif sesuai dengan description for melon dari IPGRI.Karakter kuantitatif dianalisis dengan analisis ragam dan uji lanjut DMRT 5% serta di hitung nilai KKG dan KK dalam varietas/calon varietas. Berdasarkan karakter berat per buah, semua calon varietas sama unggulnya dengan ketiga varietas pembanding. Berdasarkan karakter distribusi net, calon varietas MEP-694, MEP-703, MEP-704, dan MEP-710 sama unggulnya dengan ketiga varietas pembanding. Berdasarkan karakter kemanisan, calon MEP-681 dan MEP-686 lebih unggul dari varietas Action.Berdasarkan karakter intensitas net (ketebalan kulit), semua calon varietas lebih unggul dari varietas Action dan Pertiwi.Berdasarkan karakter ketebalan daging buah, calon varietas MEP-686, MEP-694, MEP-703, MEP-710, dan MEP-713 lebih unggul dari varietas Action.

Page 1 of 3 | Total Record : 23


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue