cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Respon Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Cekece dan IR64 terhadap Aplikasi Azolla dan Pupuk N Sinaga, Adi Putri; Azizah, Nur; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1209

Abstract

Petani padi di Indonesia melakukan budidaya tanaman padi secara intensif, namun belum diikuti oleh penerapan kaedah pelestarian kesuburan tanah (Putri, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan pupuk N dengan aplikasi Azolla dan untuk memperoleh dosis pupuk anorganik dan Azolla segar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi varietas Cekece dan IR64. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Juni 2018 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi ( RPT), dimana petak utama adalah varietas (V) yang terdiri dari 2 level yaitu: V1: Varietas Cekece, V2: Varietas IR64. Sedangkan yang menjadi anak petak adalah kombinasi pupuk Anorganik dan Azolla (P), perlakuan ini diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh sebanyak 30 unit percobaan. Hasil analisis ragam menunjukkan, kombinasi pupuk Azolla dan pupuk N terhadap varietas padi IR64 dan Cekece menunjukkan interaksi pada pertumbuhan. Kombinasi Azolla 50% + Anorganik 50% memberikan respon yang paling tinggi terhadap parameter pertumbuhan. Interaksi juga terjadi pada pengamatan panen. Pada pengamatan panen varietas IR64 menunjukkan hasil yang paling tinggi dibandingkan varietas Cekece, dan kombinasi pupuk yang paling efektif secara agronomis untuk meningkatkan hasil padi yaitu Azolla 50% + Anorganik 50% dengan produksi gabah 7.9 ton ha-1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian Azolla 50% + Anorganik 50% merupakan dosis yang paling efektif dan berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi serta dapat direkomendasikan untuk petani.
Respon 2 Varietas Padi (Oryza sativa L.) terhadap Aplikasi Pupuk Azolla dan Pupuk Anorganik Nainggolan, Felix Andreas; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1210

Abstract

Tanaman padi merupakan komoditas pangan yang menghasilkan beras dan dibutuhkan di Indonesia sebagai bahan pangan utama. Permintaan beras selalu meningkat dikarenakan bertambahnya jumlah penduduk. Pemakaian pupuk anorganik yang berlebihan dapat menye-babkan rendahnya produktivitas padi serta kerusakan lahan. Pemberian pupuk hijau Azolla dari bagian tanaman yang masih segar yang kemudian dibenamkan ke dalam tanah untuk dapat menambahkan bahan organik dan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan pupuk N dengan dengan aplikasi pupuk azolla segar dan memperoleh dosis yang tepat dalam pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai Agustus 2018 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interkasi penggunaan pupuk Azolla dengan pupuk anorganik pada komponen pertumbuhan tetapi tidak terjadi pada komponen hasil tanaman padi Ciherang dan Cekece. Hasil pengamatan menunjukkan pemberian pupuk organik Azolla dosis 50% dan dosis NPK 50% dari dosis rekomendasi ialah dosis paling optimal dalam pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Pertumbuhan vegetatif pada tanaman padi lebih tinggi diperoleh pada varietas Ciherang dan berbeda tidak nyata pada seluruh komponen hasil dengan varietas Cekece.
Pengaruh Interval Waktu dan Tingkat Pemberian Air terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai besar (Capsicum annuum L.) Var. Gada MK Dwijanarko, Fajar; Soelistyono, Roedy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1211

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) adalah salah satu komoditas hortikultura yang digemari dan memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia.Permasalahan penting dalam budidaya Cabai adalah faktor genetik dan faktor lingkungan yang dapat mempe-ngaruhi produksi tanaman tersebut. Salah satu cara dalam memaksimalkan produksi tanaman cabai adalah dengan pengelolaan lingkungan melalui waktu dan pemberian air yang tepat. Pemberian air dengan waktu dan jumlah yang tepat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kebutuhan waktu dan tingkat pemberian air yang tepat pada budidaya tanaman cabai varietas Gada MK. Penelitian dilaksanakan bulan April sampai dengan September 2018 diGreen House Batu Sidomulyo, Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan dengan pemberian air yang berbeda yaitu: A0: 100% Kapasitas Lapang Pada masa vegetatif dan 100% Kapasitas Lapangpada masa generatif atau sampai panen,  A1: 100% KL Pada masa vegetatif dan 75% KL sampai panen, A2 : 100% KL Pada masa vegetatif dan 50% sampai panen, A3 : 75% KL Pada masa vegetatif dan 75% KL sampai panen A4 : 75% KL Pada masa vegetatif dan 50% KL sampai panen, A5 : 50% Pada masa vegetatif dan 100% KL sampai panen.Hasil penelitian me-nunjukkanHasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh antara waktu dan tingkat pemberian air dan tingkat pemberian air. Perlakuan tersebut memberikan pengaruh nyata pada berbagai variable pengamatan.
Interaksi Genotip x Lingkungan Beberapa Genotip Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Dua Lokasi Anggraini, Yulinar Diah; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1212

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) ialah tanaman dengan adaptabilitas dan nilai ekonomi tinggi. Rata–rata produktivitas padatahun 2011 hingga 2015 sebesar 5,01 ton ha-1 menjadi 6,45 ton ha-1, dan masih rendah dibandingkan potensi hasil 12–20 ton ha-1. Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh faktor genotip dan lingkungan. Tanaman menunjukkan respon berbeda pada kondisi lingkungan berbeda karena interaksi genotip dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi genotip dengan lingkungan beberapa genotip cabai rawit yang diuji di dua lokasi. Sebanyak enam genotip cabai rawitdiuji di dua lokasi di Kabupaten Blitar, yaitu di Karangrejo dengan ketinggian tempat 408 m dpldan di Kademangan dengan ketinggian tempat 142 m dpl pada bulan Februari hingga November 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan dimasing-masing lokasi, dan diuji lanjut menggunakan uji BNJ taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa terdapat interaksi genotip x lokasi yang nyata pada karakter panjang ruas batang, tebal daging buah, dan bobot 100 biji. Keenam genotip uji menunjukkan potensi hasil yang sama baik di lokasi Karangrejo dan Kademangan. Genotip V1 memliki karakter pertumbuhan yang paling baik di kedua lokasi.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merr) pada Naungan dan Waktu Pemangkasan Ubaidillah, Adib; Murdiono, Wisnu Eko; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1213

Abstract

Kedelai merupakan salah satu tanaman penting yang merupakan sumber pangan di Indonesia dan komoditas yang diprio-ritaskan dalam program pertanian yang dicanangkan oleh pemerintah. Berdasarkan pada rendahnya produksi kedelai maka perlu dilakukan beberapa upaya perbaikan teknik budidaya yang bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai, salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menekan pertumbuhan vegetatif dan memaksimalkan pertumbuhan generatif. Pemangkasan memberikan keuntungan bagi tanaman, antara lain meningkatkan penetrasi cahaya matahari ke dalam sistem tajuk tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai dengan Januari 2019 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Kelurahan Jatimulyo. Penelitian yang disusun dengan rancangan acak kelompok (splitplot) yang terdiri dari petak utama naungan (N) dan anak petak waktu pemangkasan (W). Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf yang diulang 3 kali. Parameter pengamatan adalah parameter pertumbuhan dan hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi nyata antara penggunaan naungan dan waktu pemangkasan pada parameter pertumbuhan yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, dan jumlah bunga sedangkan pada hasil tidak tejadi interaksi. Pertumbuhan dan hasil tanaman terbaik pada perlakuan naungan 25% dengan waktu pemangkasan V2.
Studi Perubahan Curah Hujan terhadap Produktivitas Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Beberapa Sentra Produksi Sholikin, Ahmad Riyadlus; Hariyono, Didik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1214

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Permintaan bawang merah selalu meningkat dikarenakan bertambah-nya jumlah penduduk. Dari tahun 2012 hingga 2016 produksi/luas lahan bawang merah turun yakni dari 9,98 ke 8,42 atau sebesar 18% hanya dalam kurun waktu 4 tahun. (Badan Pusat Statistik Jawa Timur, 2017). Salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas bawang merah adalah curah hujan. Adanya pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan curah hujan yang dapat berpengaruh pada produksi tanaman Bawang Merah. Penelitian dilaksanakan pada Penelitian dilakukan di tiga lokasi sentra produksi bawang merah yaitu Kecamatan Sukomoro Kecamatan Pare dan Kecamatan Junrejo. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–Oktober 2018. Penelitian menggunakan Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini yakni data primer dan data sekunder. Data primer berupa hasil wawancara dengan petani sebagai responden. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian meliputi data produktivitas bawang merah dan data curah hujan berupa intensitas curah hujan, jumlah hari hari hujan pada tahun (2008-2017). Hasil penelitian menunjukan bahwa intensitas curah hujan, dan hari hujan tidak berpengaruh terhadap produktivitas bawang merah di Kecamatan Badas, Kecamatan Sukomoro dan Kecamatan Junrejo. Hanya jumlah bulan kering yang berpengaruh terhadap produktivitas bawang merah di Kecamatan Badas pada periode II (2013-2017).
Penampilan 12 Genotip Sorgum (Sorghum bicolor L.) pada Musim Hujan Rizki, Alif Nur; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1215

Abstract

Sorgum merupakan tanaman serealia terpenting setelah padi, jagung, gandum, dan barley. Saat ini permintaan terhadap komoditas sorgum terus meningkat seiring kebutuhannya dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif, bahan pakan serta bahan baku industri bioetanol. Sentra tanaman sorgum tersebar di sebagian daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dalam kurun waktu 2005-2011, produksi sorgum tercatat sebesar 39.837 ton atau rata-rata 6.639 ton per tahun, sedangkan luas areal panen sorgum sampai tahun 2011 adalah sebesar 3.607 ha (Direktorat Budidaya Serealia, 2012). Perkembangan produksi dan luas areal panen yang masih rendah ini salah satunya dikarenakan penanaman sorgum masih terbatas pada daerah-daerah beriklim kering atau musim hujan pendek. Usaha pengembangan tanaman sorgum dengan melalukan perluasan areal sangat diperlukan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah  menggunakan varietas yang adaptif ditanam pada musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan 12 genotip sorgum yang ditanam pada musim hujan. Penelitian dilaksanakan di desa Donowarih, Karangploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur pada bulan Desember 2017 – Mei 2018. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 12 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh genotip  yang   berbeda  nyata   pada  parameter tinggi tanaman; umur berbunga; umur panen; diameter batang; panjang malai; diameter malai; bobot malai per tanaman; bobot biji per tanaman; bobot malai per petak; produksi per hektar. Genotip P10 memiliki nilai rata-rata tertinggi pada parameter tinggi tanaman; panjang malai; bobot malai per petak; bobot biji per tanaman; dan produksi per hektar.
Pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Pupuk Kandang pada Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) Fajariyani, Amalia Ika; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1216

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan produktivitas padi rendah ialah rendahnya kesuburan tanah. Kesuburan tanah dipengaruhi oleh kandungan bahan organik tanah. Pemberian pupuk kandang merupakan upaya untuk meningkatkan kandungan bahan organik di dalam tanah. Namun, ketersediaan pupuk kandang terbatas sehingga pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan pupuk kandang sebagai pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara jenis PGPR dan dosis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2018 di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama adalah jenis PGPR (P) yang terdiri dari tanpa PGPR (Pt), PGPR jenis Bacillus subtillis + Pseudomonas flourescens (Pbp) dan PGPR jenis Azotobacter sp. + Azospirillum sp. (Paa). Anak petak ialah dosis pupuk kandang (K) yang terdiri dari pupuk kandang 5 ton ha-1 (K5), pupuk kandang 10 ton ha-1 (K10), pupuk kandang 15 ton ha-1 (K15) dan pupuk kandang 20 ton ha-1 (K20). Hasil penelitian menunjukkan pemberian PGPR dapat menurunkan dosis pupuk kandang. Hal ini dapat terlihat pada penggunaan pupuk kandang 20 ton ha-1 yang tidak diberi PGPR menghasilkan hasil gabah (3,46 ton ha-1) yang tidak berbeda nyata dengan pupuk kandang 10 ton ha-1 yang diberi PGPR jenis Bacillus subtillis + Pseudomonas flourescens (3,94 ton ha-1) dan pupuk kandang 15 ton ha-1 yang diberi PGPR jenis Azotobacter sp. + Azospirillum sp. (3,86 ton ha-1).
Pengaruh Kerapatan Gulma Krokot (Portulaca oleracea) terhadap Tanaman Buncis Tegak (Phaseolus vulgaris L.) Aulia, David; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1217

Abstract

Buncis merupakan salah satu tanaman sayuran buah kelompok kacang-kacangan yang berpengaruh dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat sebagai makanan yang bergizi. Produksi buncis di Indonesia mengalami penurunan sebesar 8,44% dari tahun 2014 ke tahun 2015. Salah satu faktor penurunan produksi adalahn gulma. Gulma dianggap tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena berpotensi menurunkan hasil produksi yang dicapai oleh tanaman utama budidaya. Tujuan dari penelitian untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh keberadaan gulma krokot pada tanaman buncis tegak. Penelitian dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kota Batu, Jawa Timur pada bulan Desember 2017 - Februari 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan tingkat kepadatan gulma krokot dan diulang 4 kali. Perlakuannya antara lain yaitu P0: tanpa gulma polibag-1, P1: 2 bibit gulma polibag-1 , P2: 4 bibit gulma polibag-1, P3: 6 bibit gulma polibag-1, P4: 8 bibit gulma polibag-1 , P5: 10 bibit gulma polibag-1. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa gulma krokot berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis tegak. Gulma krokot berpengaruh terhadap tanaman melalui persaingan yang terjadi dalam penyerapan unsur hara. Kompetisi antara gulma dan tanaman buncis mulai terlihat pada umur 25 hari setelah tanam. Pengendalian gulma sangat diperlukan pada buncis sesuai dengan hasil penelitian bahwa buncis yang tumbuh tanpa gulma memiliki hasil yang paling baik.
Pengelompokan 6 Klon Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) pada Fase Vegetatif Berdasarkan Karakter Morfologi dan Fisiologi Utami, Desy Fitri Fajar; Nihayati, Ellis; Roviq, Mochammad; Djumali, Djumali
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1218

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan bahan baku utama gula yang menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat dan sumber kalori yang relatif murah. Hal ini mendukung terjadinya peningkatan konsumsi gula di Indonesia dari tahun ke tahun. Tetapi, jumlah produksi gula di dalam negeri saat ini dirasakan belum mampu memenuhi kebutuhan gula di Indonesia. Permasalahan yang sering mucul pada rendahnya produksi gula antara lain dari segi budidaya tebu, yaitu penyiapan bibit, kualitas bibit dan varietas yang digunakan. Pemberdayaan koleksi plasma nutfah tebu hanya bisa dilakukan apabila tersedia informasi yang cukup tentang potensi sifat-sifat yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik morfologi dan fisiologi 6 klon tanaman tebu pada fase vegetative dan mengelompokkan 6 klon tanaman tebu berdasarkan kemiripan karakteristik morfologi dan fisiologi. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 6 klon tanaman tebu dan dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Karangploso, Malang pada April – Juni 2018. Pengamatan dilakukan dengan pengambilan sampel acak sederhana dan diulang 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program SPSS 11.5 dengan dua tahap yaitu Analisis komponen utama dan Analisis klaster. Metode pengelompokan yang digunakan adalah metode aglomeratif dan ukuran ketidakmiripan yang digunakan adalah jarak Euclidean. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pengelompokan berjumlah 3 klaster, klaster 1 terdiri dari MLG – 26, BL, MLG – 23. Klaster 2 terdiri dari MLG – 38 dan MLG – 45 sedangkan klater 3 terdapat klon Kentung.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue