cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Toleransi Tiga Jenis Rumput Lanskap terhadap Intensitas Naungan Permana, Praesidhi Caesa; Nurlaelih, Euis Ellih; Ariffin, Ariffin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1229

Abstract

Rumput lanskap atau disebut dengan turfgrass adalah jenis tanaman penutup tanah, biasanya digunakan untuk tujuan estetika. Turfgrass adalah jenis tanaman yang dapat menutup permukaan tanah dengan cepat dan juga jenis tanaman yang menyukai penyinaran penuh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan toleransi tiga jenis rumput lanskap terhadap intensitas naungan pada taraf yang berbeda sehingga dapat diketahui jenis rumput yang memiliki toleransi tertinggi terhadap naungan dan mencari jenis rumput yang memiliki kemampuan menutup area permukaan tanah dengan cepat. Penelitian dilaksanakan pada Bulan September hingga Desember 2018 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Jatimulyo, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan petak terbagi (RPT). Perlakuan yang ditempatkan sebagai petak utama ialah intensitas naungan yang terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa naungan (N0), naungan 50% (N1) dan naungan 75% (N2). Perlakuan yang ditempatkan sebagai anak petak adalah Jenis rumput, terdiri dari Rumput Jepang (Zoysia japonica) (R1), Rumput Gajah Mini (Axonopus compresuss var. dwarf) (R2) dan Rumput Bermuda (Cynodon dactylon (L.) Pers var.dactylon) (R3). Hasil penelitian menunjukan adanya interaksi antara perlakuan Naungan dan Jenis Rumput terhadap kecepatan penyebaran rumput, jumlah tunas, persentase penutupan. Sedangkan perlakuan Naungan dan Jenis Rumput secara terpisah memberikan pengaruhnya terhadap parameter panjang daun dan warna daun. Jenis Rumput yang paling toleran terhadap naungan ditunjukan oleh Rumput Jepang, jenis Rumput Gajah Mini hanya toleran hingga naungan 50% dan jenis Rumput Bermuda tidak toleran terhadap naungan namun pada penyinaran penuh Rumput Bermuda memiliki kecepatan penutupan yang paling cepat.
Pengaruh Aplikasi Mulsa Jerami dan Kombinasi Pemupukan N dan Ca pada Pertumbuhan dan Hasil Serta Kandungan Flavonoid Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Sholihah, Puri Kholifatush; Murdiono, Wisnu Eko; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1230

Abstract

Tempuyung ialah tanaman herba yang tumbuh liar, daun tempuyung mengandung flavonoid yang berkhasiat sebagai lipotripika dan diuretika. Tempuyung tidak tahan kekeringan, mulsa berfungsi menurunkan suhu dan meningkatkan kelembaban tanah. Nitrogen merupakan unsur penting penyusun protein, asam nukleat dan lipid tanaman. Tempuyung rentan penyakit karat yang disebabkan oleh jamur dan dapat menurunkan hasil produksi sampai 80 %. Pupuk Ca dapat meningkatkan kekuatan dinding sel dan mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis N dan Ca yang tepat pada penggunaan mulsa jerami untuk mendapatkan pertumbuhan dan kualitas tanaman tempuyung terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 – Oktober 2018 di Jalan Pangestu, Telasih, Kepuharjo, kota Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama terdiri dari perlakuan tanpa mulsa jerami (M0) dan dengan mulsa jerami (M1). Faktor kedua adalah kombinasi pemupukan N dan Ca yang terdiri dari N 0 kg ha-1 + Ca 0 ml L-1 (P1), N 0 kg ha-1 + Ca 4 ml L-1 (P2), N 46 kg ha-1 + Ca 0 ml L-1 (P3), N 46 kg ha-1 + Ca 4 ml L-1 (P4), N 92 kg ha-1 + Ca 0 ml L-1 (P5) dan N 92 kg ha-1 + Ca 4 ml L-1 (P6). Hasil penelitian menunjukkan interaksi perlakuan tanpa mulsa jerami dengan kombinasi pemupukan N 92 kg ha-1 dan Ca 4 ml L-1 meningkatkan bobot segar daun dan bobot kering. Aplikasi mulsa jerami dan pemupukan N 92 kg ha-1 dan Ca 4 ml L-1 meningkatkan kadar flavonoid.
Pengaruh Tiga Jenis dan Tiga Komposisi Nutrisi Media Tanam pada Jamur Tiram Putih Nugroho, Selly Putri Widia; Baskara, Medha; Moenandir, Jody
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1231

Abstract

Sebuah percobaan untuk mempelajari pengaruh  tiga  jenis dan tiga komposisi nutrisi media tanam pada pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Percobaan ini dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya ialah:  Kontrol (serbuk kayu 1200 g), Sorgum 10% (serbuk kayu 1080 g,  tepung sorgum 120 g), Sorgum  20% (serbuk kayu 960 g , tepung sorghum 240 g), Sorgum  30% (serbuk kayu 840 g, tepung sorghum 360 g), Jagung   10%  (serbuk kayu 1080 g,  tepung jagung 20 g),  Jagung  20% (serbuk kayu  960 g, tepung jagung 240 g), Jagung 30% (serbuk kayu 840 g, tepung jagung 360 g),  Bekatul padi 10% (serbuk kayu 1080 g, bekatul padi 120 g),  Bekatul padi  20% (serbuk kayu 960 g, bekatul padi 240 g)  dan Bekatul padi 30% (840 g serbuk kayu, bekatul padi 360 g). Maka, terdapat 30 petak contoh, setiap petak berisi 27 unit  jamur tiram.  Percobaan ini  dilaksanakan sejak 8 Maret  hingga  19 Juli 2018. Percobaan dilaksanakan di  dusun Sonotengah, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten  Malang.   Hasil menunjukkan jenis dan  komposisi nutrisi memberikan pengaruh yang signifikan pada persentase kontaminasi, lama penyebaran miselium, muncul badan buah pertama,  jumlah badan buah, diameter tudung buah dan bobot segar panen. Jenis dan komposisi nutrisi tambahan ialah dari bekatul padi 10%.  Bekatul padi 10% menunjukkan hasil  bobot segar panen ialah sebesar   1832,2%  (angka tersebut ialah 18  kali) dibandingkan dengan Kontrol. R/C Rasio jamur tiram putih  dengan bekatul padi 10% ialah sebesar 2,05. Semua perolehan hasil ialah pengaruh dari perlakuan - perlakuan yang digunakan.
Pengaruh Konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Ramlah, Shinta Yuni Asri; Guritno, Bambang
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1232

Abstract

Tanaman kedelai (Glycine max L.) merupakan tanaman polong-polongan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kecap, tempe dan olahan minuman seperti susu kedelai. Para petani di Indonesia lebih banyak membudidayakan kedelai dengan warna biji kuning. Kendala dalam membudidayakan tanaman kedelai ialah kurangnya optimal dalam perawatan serta pemilihan varietas yang tidak sesuai faktor lingkungan sehingga terjadinya penurunan hasil produksi. Upaya penunjang produksi tanaman kedelai tidak hanya dengan penggunaan varietas unggul saja tetapi dengan kegunaan bakteri yang tumbuh dan berkembang didaerah perakaran tanaman yaitu PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Penelitian ini bertujuan mempelajari adanya interaksi 3 varietas tanaman kedelai terhadap konsentrasi PGPR yang berbeda. Serta mengetahui Pemberian konsentrasi PGPR yang tepat agar dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil 3 varietas tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2018 di Jalan Tenaga Dusun Turirejo kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor pertama yaitu faktor perlakuan varietas dan faktor kedua perlakuan konsentrasi PGPR. Data dianalisis menggunakan uji F taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan varietas Detam-1 dengan perlakuan Konsentrasi 10 ml L-1 memberikan hasil yang nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot berat kering, jumlah bunga, polong total tanaman, berat kering, polong isi pertanaman, polong hampa, dan hasil panen. Dan untuk perlakuan berat 100 biji memberikan hasil nyata pada perlakuan varietas anjasmoro dengan perlakuan konsentrasi 10 ml L-1.
Pengaruh Umur Bibit pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraceae) Sistem Ratun Secara Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) Ainy, Syifaul; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1233

Abstract

Kailan (Brassica oleracea) termasuk kedalam hortikultura jenis kubis-kubisan yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta prospek pengembangan dan pemasaran yang sangat menjanjikan di Indonesia. Salah satu kendala dalam budidaya kailan secara hidroponik adalah seringkali kurang memperhatikan umur bibit, sehingga terjadi keterlambatan pemindahan bibit ke modul tanam. Oleh karena itu, agar dalam budidaya tanaman dapat dicapai hasil produksi yang tinggi, maka perlu diketahui umur bibit yang tepat. Penelitian dilaksanakan September hingga Desember 2018 di Kebun Sayur Surabaya, Jambangan, Kota Surabaya, Jawa Timur. Ketinggian tempat antara 3 - 6 mdpl. Temperatur rata-rata antara 22.60 - 34.10°C, kelembaban antara 42% - 97% dan curah hujan rata-rata antara 120 - 190 mm. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perlakuan umur bibit berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun serta berpengaruh nyata terhadap bobot segar total tanaman, bobot segar konsumsi tanaman, bobot kering total tanaman, uji kualitas kekerasan batang, kadar air serta indeks panen. Umur bibit yang tepat untuk budidaya kailan secara NFT dengan sistem panen ratun adalah umur bibit 10 hari, menghasilkan total bobot segar konsumsi maksimal dibanding dengan perlakuan umur bibit lainnya, meningkat 511.85% dibanding umur bibit paling tua 35 hari. Peningkatan umur bibit akan menurunkan total bobot segar konsumsi tanaman serta menurunkan kualitas hasil (penurunan kadar air tanaman dan peningkatan kekerasan batang).
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Kalium terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Kualitas Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Wardhani, Vanya Rizqi Kusuma; Armita, Deffi; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1234

Abstract

Tanaman tomat merupakan komoditas hortikultura yang memiliki beberapa kandungan yang berguna bagi kesehatan manusia, salah satunya likopen. Likopen pada tomat berguna untuk menjaga tubuh dari serangan penyakit. Unsur kalium berpengaruh pada peningkatan kandungan likopen tomat, karena dapat mempercepat aktivitas enzimatik dalam pembentukan likopen pada tomat. Penggunaan pupuk kandang ayam dapat menyuplai bahan organik untuk tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara pupuk kandang ayam dengan pupuk kalium terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga bulan September 2018 di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam (A) yang terdiri dari 2 taraf yaitu 15 ton ha-1 (A1) dan 25 ton ha-1 (A2). Faktor kedua adalah dosis pupuk kalium (K) yang terdiri dari 5 taraf yaitu 60 kg K2O ha-1 (K1), 95 kg K2O ha-1 (K2), 130 kg K2O ha-1 (K3), 165 kg K2O ha-1 (K4) dan 200 kg K2O ha-1 (K5), diperoleh 10 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan pupuk kandang ayam dan pupuk kalium terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen pertama, umur panen terakhir dan frekuensi panen. Perlakuan pemberian dosis pupuk kandang ayam 25 ton ha-1 menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun dan umur berbuah yang optimal dibandingkan dengan dosis 15 ton ha-1. Perlakuan pemberian pupuk kalium dengan berbagai dosis tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas tanaman tomat.
Evaluasi Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor) Satriyono, Wahono; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1235

Abstract

Tanaman bayam merah menga-ndung nutrisi yang lebih baik dibanding-kan bayam hijau. Seleksi pendahuluan pada beberapa jenis bayam merah telah dilaksanakan. Penelitian tersebut meng-hasilkan 3 genotipe, yaitu lokal malang 1, 2 dan 3. Seleksi dilanjutkan dengan membandingkan produksi dan kandungan antosianin dari ke 3 genotipe tersebut. Varietas mira dijadikan pembanding, karena sudah tersedia luas di pasar. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, timbangan, Bahan tanam yang digunakan adalah antara lain Lokal Malang 1 (LKM 1), Lokal Malang 2 (LKM 2), Lokal Malang (LKM 3) dan Varietas Mira sebagai varietas pembanding. Hasil penelitian pada bayam merah menunjukkan nilai perhitungan KKF, KKG yang masih mempunyai keragaman tinggi. Sementara itu nilai heritabilitasnya masih kurang memenuhi syarat. Untuk itu maka penelitian ini masih harus dilanjutkan agar diperoleh nilai keragaman yang rendah dan nilai heritabilitas yang tinggi. Namun, kandungan antosianin dari ketiga genotipe yang diuji menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas mira. Warna merah daun Lokal Malang 2 dan 3 lebih gelap dibandingkan Lokal Malang 1.
Uji Keunikan dan Keseragaman Beberapa Genotip Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kabupaten Blitar Septilia, Yufita; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1236

Abstract

Tanaman cabai rawit ialah komoditas hortikultura yang diminati masyarakat Indonesia karena memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Namun ketersediaan cabai kurang memenuhi karena petani masih menggunakan varietas lokal. Perlu dilakukan uji keunikan dan keseragaman untuk menciptakan varietas unggul baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penciri khusus dan keseragaman genotip uji dengan genotip pembanding. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karangrejo, KabupatenBlitar, Jawa Timur pada bulan Februari – September 2018. Metode yang di-gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)dengan 6 perlakuan 4 ulangan diuji lanjut meng-gunakan BNJ dengan taraf 5%. Karakter pengamatan terdiri dari 23 karakter kuantitatif dan 41 karakter kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan setiap genotip uji memiliki perbedaan dan penciri khusus serta termasuk dalam kategori seragam dibandingkan dengan genotip pembanding.
Karakterisasi Buncis Ungu (Phaseolus vulgaris L.) Generasi F7 di Dataran Medium Nababan, Yohana Roma Uli; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1237

Abstract

Buncis salah satu sayuran buah yang penting di Indonesia. Buncis ungu merupakan tanaman yang mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan. Antioksidan berfungsi untuk mencegah kanker, diabetes dan penyakit lainnya. Penentuan karakteristik merupakan hal yang penting dalam deskripsi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakter pada satu galur CSxGI-630-24 tanaman buncis ungu F7. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2018 di Jl. Lilin Emas, Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini disusun dalam suatu percobaan dengan metode pengamatan tanaman tunggal (single plant) dengan perlakuan terdiri dari satu galur buncis generasi F7 (CSxGI-63-0-24). Pengamatan dilakukan terhadap karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. Koefisien kemiripan galur buncis CSxGI-63-0-24 generasi F7 belum seragam dalam karakter kualitatif dan kuantitatif yang diamati, karena memiliki derajat kemiripan ­49%.
Pengaruh Dosis Pupuk Majemuk NPK terhadap Hasil dan Kandungan Vitamin C Dua Varietas Bayam (Amaranthus tricolor L.) Ghifari, Ahmad Fillah; Roviq, Mochammad; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1238

Abstract

Bayam (Amaranthus tricolor L.) adalah salah satu tanaman sayuran yang banyak diminati dan mengandung nutrisi yang tinggi, salah satunya adalah kandungan vitamin C (C6H8O6). Proses biosintesis vitamin C sangat dipengaruhi oleh fotosintesis dan reaksi yang menyertainya, sehingga beberapa unsur hara seperti N, P dan K sangat dibutuhkan karena berkaitan dengan proses fotosintesis, reaksi enzimatis dan penyaluran energi yang memiliki pengaruh terhadap proses pembentukan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan dosis pupuk NPK terhadap hasil dan kandungan vitamin C pada dua varietas bayam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah varietas yaitu V1= Varietas Maestro, V2 =Varietas Mira, faktor kedua adalah dosis pupuk NPK yaitu D0= tanpa pupuk NPK D1= 187,5 kg NPK, D2= 375 kg NPK ha-1, D3= 562,5 kg NPK ha-1, D4= 750 kg NPK ha-1. Dosis pupuk NPK tidak meningkatkan kandungan vitamin C pada bayam Varietas Maestro, sedangkan dosis pupuk NPK sebesar 375 kg ha-1 lebih efisien dalam meningkatkan kandungan vitamin C pada bayam Varietas Mira. Bobot segar total dan konsumsi Varietas Maestro lebih berat dibandingkan dengan Varietas Mira. Pemberian pupuk NPK mampu meningkatkan hasil bobot segar total per hektar dan bobot konsumsi per hektar. Dosis pupuk NPK sebesar 750 kg ha-1 menghasilkan bobot segar total dan bobot konsumsi per hektar lebih berat dibandingkan tanpa pupuk NPK.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue