cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh Dosis Pupuk Urea pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) dalam Sistem Tumpangsari dengan Sawi (Brassica juncea L.) Wulandari, Dinda Pangesti Afrida; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1219

Abstract

Tanaman tomat sangat memungkinkan untuk dibudidayakan secara tumpangsari. Permasalahan yang harus diperhatikan dalam sistem sistem tumpangsari adalah perebutan unsur hara terutama untuk unsur hara yang sangat mobile yaitu nitrogen. Oleh karena itu perlu penelitian kebutuhan unsur hara nitrogen terhadap tomat yang di tumpangasari maupun monokultur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian beberapa dosis pupuk urea pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada sistem tumpangsari dengan sawi. Penelitian dilaksanakaan pada bulan Juli hingga September di jalan Sasando Kepuharjo, Karangploso, kabupaten Malang, Jawa Timur, pada bulan Juni sampai September 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagidengan perlakuan diulang sebanyak 4 kali. A1B1= Tanaman tomat monokultur dengan tanpa pupuk urea, A1B2= Tanaman tomat monokultur dengan dosis pupuk urea 200kg , A1B3 = Tanaman tomat monokultur dengan dosis pupuk urea 400kg, A2B1 = Tanaman Tomat Tumpangsari dengan Sawi dengan tanpa pupuk urea, A2B2=Tanaman Tomat Tumpangsari dengan Sawi dengan dosis pupuk urea 200kg, A2B3=Tanaman Tomat Tumpangsari dengan Sawi dengan dosis pupuk urea 400kg. Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis pupuk urea 400 kg ha-1 mampu meningkatkan hasil tanaman tomat pada variabel bobot buah segar tomat per tanaman 41,73 % dibandingkan tanpa pupuk urea dan 16,09 % dibandingkan dengan dosis pupuk urea 200 kg ha-1 serta meningkatkan bobot buah segar per hektar 71,50 %  dibandingkan tanpa pupuk urea dan 16,87 % dibandingkan dengan dosis pupuk urea 200 kg ha-1.
Respon Pertumbuhan Stek Daun Tanaman Peperomia Watermelon (Peperomia argyreia) terhadap Asal Bahan Stek dan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Sintetik (Rootone-F) Erawati, Elvira Siska; Wicaksono, Karuniawan Puji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1220

Abstract

Tanaman Peperomia watermelon (Peperomia argyreia) merupakan tanaman hias yang memiliki corak daun mirip dengan buah semangka. Perbanyakan tanaman Peperomia watermelon dilakukan dengan stek daun. Namun permasalahan yang ada dalam perbanyakan tanaman secara stek daun adalah sulitnya stek berakar dan stek mudah membusuk. Sehingga perlu dilakukan upaya untuk mempercepat pertumbuhan perakaran. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan perakaran adalah dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) sintetik berupa Rootone-F. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman Peperomia watermelon (Peperomia argyreia) terhadap berbagai perlakuan bahan stek dan pemberian ZPT sintetik (Rootone-F). Penelitian ini dilakukan di CV. Bunga Melati Batu pada bulan November 2018 hingga Januari 2019. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) dengan dua faktor yaitu bahan stek dan pemberian ZPT sintetik (Rootone-F). Pada faktor bahan stek terdiri dari lima taraf perlakuan yaitu A1: Daun utuh dengan tangkai, A2: Daun utuh, A3: Bagian bawah daun, A4: Bagian tengah daun, A5: Bagian atas daun. Kemudian pada faktor pemberian ZPT sintetik (Rootone-F)  terdiri dari dua taraf perlakuan yaitu B0: tanpa Rootone-F dan B1: Pemberian Rootone-F 0.4 g/stek. Ulangan dilakukan sebanyak 3 kali dan diuji lanjut menggunakan BNT 5%. Interaksi perlakuan antara asal bahan stek dan pemberian ZPT sintetik (Rootone-F) terdapat pada perlakuan waktu muncul tunas, jumlah tunas per tanaman, panjang tunas, jumlah daun, luas daun, panjang akar, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman. Perlakuan A2B1 (daun utuh dan pemberian Rootone-F 0.4 g/stek) dapat menghasilkan jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, dan luas daun tertinggi diantara perlakuan lainnya.
Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati untuk Mengurangi Dosis Pupuk Anorganik N dan P pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Pamungkas, Georgius Vicky Kurnia Sateria; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1221

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) atau sweet corn merupakan komoditas pertanian yang potensial untuk dikembangkan di Indonesia karena kondisi iklim di Indonesia yang sangat mendukung untuk pertumbuhan tanaman jagung manis. Salah satu kendala dalam budidaya jagung manis adalah menurunnya produktivitas lahan yang diakibatkan oleh penggunaan pupuk anorganik seperti N dan P yang berlebihan tanpa diimbangi dengan penggunaan pupuk organik. Oleh karena itu, agar dapat meningkatkan kesuburan tanah serta mengurangi penggunaan pupuk anorganik N dan P serta untuk mencapai pertumbuhan dan hasil produksi yang optimal, maka upaya yang dapat dilakukan ialah dengan pemberian pupuk hayati. Penelitian di-laksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2018 di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali dengan dua 2 faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati  100 kg ha-1 (H100) yang dikombinasikan dengan perlakuan pupuk anorganik 300 N kg ha-1 + 150 P kg ha-1 (A100) memiliki hasil panen yang lebih optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan pupuk hayati  100 kg ha-1 (H100) yang dikombinasikan dengan perlakuan pupuk anorganik 225 N kg ha-1 + 112,5 P kg ha-1 (A75). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati  100 kg ha-1 (H100) yang dikombinasikan dengan perlakuan pupuk anorganik 225 N kg ha-1 + 112,5 P kg ha-1 (A75) selain dapat mengurangi penggunaan dosis pupuk anorganik juga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.
Pengaruh Jumlah dan Frekuensi Pemberian Air pada Hasil dan Pertumbuhan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Granola Zulfahmi, Hafizh; Suminarti, Nur Edy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1222

Abstract

Tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) saat ini mempunyai peran penting bagi perekonomian di Indonesia. Kondisi iklim yang semakin sulit diprediksi dan semakin berkembangnya jumlah penduduk dunia menyebabkan sulitnya keseimbangan antara ketersediaan dan permintaannya. Krisis pangan tersebut memicu berbagai negara untuk mulai mempertimbangkan bahan pangan alternatif, terutama bahan pangan berbasis karbohidrat. Kemudian saat ini di Indonesia sedang mengalami anomali iklim, dimana musim tidak tentu antara bulan basah maupun bulan kering. Sedangkan untuk menghadapi hal tersebut maka harus diketahui jumlah dan frekuensi air yang tepat bagi tanaman. Penelitian dilakukan di rumah kaca pada bulan April sampai dengan Juli 2018, di Agro Techno Park Universitas Brawijaya, Desa Sumber Brantas, Kota Batu. Terletak pada ketinggian 1609 m dpl, dengan suhu udara rata-rata 18 °C. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (splitplot) dengan jumlah pemberian air sebagai petak utama (J) dan frekuensi pemberian air sebagai anak petak (F). Masing – masing faktor terdiri dari 3 taraf yang diulang sebanyak 3 kali. Parameter pengamatan yakni parameter lingkungan mikro tanaman, pertumbuhan dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara jumlah dan frekuensi pemberian air pada komponen lingkungan mikro yang meliputi : suhu tanah minimum, suhu tanah maksimum, kelembaban tanah maksimm, dan kelembaban tanah minimum. Pada komponen pertumbuhan tanaman meliputi: panjang akar, berat segar akar, berat kering akar, luas daun, serta berat kering total tanaman. Pada komponen hasil : berat umbi pada umur 120 hst. Pada hasil penelitian ini, tanaman kentang yang diairi sebanyak 900 mm/musim dengan frekuensi pemberian air satu hari sekali, menunjukkan hasil yang paling tinggi.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Vermikompos dan NPK Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Varietas Servo Simamora, Harry Kurnia; Azizah, Nur; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1223

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) merupakan salah satu jenis sayuran yang dibutuhkan masyarakat dalam keadaan organik. Untuk menghasilkan sayur tomat yang murni organik membutuhkan waktu serta proses yang cukup lama. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghasilkan tomat organik adalah dengan cara menurunkan kebutuhan pupuk anorganik pada tomat yaitu dengan mengkombinasikan pupuk organik dan anorganik pada lahan budidaya. Tujuan penelitian ini  adalah mengetahui kombinasi yang tepat antara pupuk vermikompos dan NPK dalam menurunkan kebutuhan pupuk anorganik serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Dadaprejo, Dusun Areng-areng, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada bulan April sampai Agustus 2018. Percobaan ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu dengan 7 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang digunakan yaitu; P1=0% Pupuk Vermikompos+100% NPK (tanpa Vermikompos+1 ton ha-1 NPK), P2=20% Pupuk Vermikompos+80% NPK (2 ton ha-1 vermikompos+800 kg ha-1 NPK), P3=40% Pupuk Vermikompos+60% NPK (4 ton ha-1 vermikompos+600 kg ha-1 NPK), P4=50% Pupuk Vermikompos+50% NPK (5 ton ha-1 vermikompos+500 kg ha-1 NPK), P5=60% Pupuk Vermikompos+40% NPK (6 ton ha-1 vermikompos+400 kg ha-1 NPK), P6=80% Pupuk Vermikompos+20% NPK (8 ton ha-1 Vermikompos+200 kg ha-1 NPK), P7 =100% Pupuk Vermikompos+0% NPK (10 ton ha-1 Vermikompos+tanpa NPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk Vermikompos 50%+NPK 50% (Vermikompos 5 ton ha-1+NPK 500 kg ha-1) merupakan hasil kombinasi terbaik karena mampu meningkatkan pertumbuhan tomat dan menghasilkan bobot buah paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya yaitu sebesar 48,3 ton ha-1 atau lebih tinggi sebesar 73,7% dari perlakuan yang memakai pupuk NPK saja.
Pengaruh Media Perakaran dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) terhadap Pertumbuhan Stek Daun Tanaman Sukulen Echeveria agavoides ‘Aquamarine’ Fanisia, Inge; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1224

Abstract

Echeveria agavoides merupakan tanaman hias yang bersifat sukulen. Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan cara stek daun dan membutuhkan media perakaran yang memiliki aerasi tinggi dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya interaksi antara media perakaran dengan konsentrasi ZPT Rootone-F dan mendapatkan kombinasi perlakuan yang paling baik.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2018 di Laboratorium Ekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian menggunakan RAK faktorial yang terdiri dari perlakuan pertama konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Rootone-F 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm. Perlakuan kedua media perakaran perlite, pasir, dan arang sekam. Dari hasil penelitian diketahui bahwa terjadi interaksi pada persentase tumbuh, diameter tajuk, bobot segar, dan bobot kering.
Pengaruh Populasi dan Teknik Penyemaian Benih Tss terhadap Pertumbuhan dan Hasil Benih Umbi Bawang Merah (Allium cepa L.) Pernando, Juli; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1225

Abstract

Budidaya bawang merah dari TSS (perbanyakan generatif) memiliki banyak keuntungan dibandingkan menggunakan umbi (perbanyakan vegetative), namun kelebihan TSS memiliki kendala yakni perlu persemaian benih terlebih dahulu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh teknik semai dan populasi benih TSS terhadap pertumbuhan dan hasil bibit bawang merah. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April - bulan Oktober 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Jatimulyo, Malang. Penelitian ini meng-gunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 2 faktor yaitu faktor 1: teknik persemaian dengan 2 taraf yakni P1: sebar P2: alur, dan faktor 2: jumlah benih dengan 3 taraf S1:4 gram/m2, S2:5 gram/m2, S3: 6 gram/m2 dengan empat ulangan. Hasil penelitian, interaksi antara perlakuan teknik semai alur dan populasi benih 4 gram/m2 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter umbi, dan bobot segar pada saat di persemaian. Pada saat dilapang perlakuan populasi 4gram per meter dengan cara alur memiliki nilai tertinggi dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter dan bobot segar lebih tinggi dibandingkan perlakuan lain. Perlakuan teknik semai alur nyata terhadap jumlah umbi, bobot kering sampel, bobot segar per plot  dan bobot kering per plot. Perlakuan populasi 4 gram nyata terhadap rerata jumlah daun , jumlah umbi, bobot kering sampel dan berbeda nyata dengan perlakuan populasi 5 dan 6 gram.
Efektivitas Transformasi Genetik pada Kedelai (Glycine max L. Merrill) Menggunakan Particle Bombardment Yudi, M. Rafli; Gondo, Takahiro; Akashi, Ryo; Respatijarti, Respatijarti; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1226

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas penting pertanian. Kebutuhan komoditas kedelai dalam negeri saat ini, rata-rata sebanyak 2.3 juta ton biji kering/tahun (BPS, 2018). Perakitan kultivar unggul kedelai dapat dilakukan melalui transformasi genetik. Beberapa faktor penting dari keberhasilan transformasi genetik particle bombardment yaitu faktor fisik misalnya ukuran partikel emas, posisi dan letak eksplan, faktor biologi misalnya embryo tip dan mengetahui seberapa stabil gen yang telah ditransformasi (Kikkert et al., 2004). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi peletakan embrio (inside dan outside), ukuran partikel emas dan stabilitas ekspresi gen pada embrio yang optimum. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioresource Universitas Miyazaki, Jepang pada bulan April hingga Juli 2018. Bahan yang digunakan sebagai eksplan dalam penelitian ini ialah embryo tip biji kedelai kultivar Williams 82 dengan jumlah 9 embrio per ulangan. Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi, efektivitas posisi dan letak eksplan, efektivitas ukuran partikel emas dan stabilitas ekspresi gen yang ditampilkan dalam bentuk persentase. Hasil yang dari penelitian ini ialah terdapat ekspresi gen GUS yang berbeda pada posisi peletakan embrio secara inside dan outside. Metode peletakan inside memilki ekspresi gen GUS yang terbaik. Kemudian terdapat perbedaan ekspresi gen GUS pada masing-masing ukuran partikel emas yang ditembakkan pada saat transformasi genetik. Pada ukuran partikel emas 0.6 µm memiliki persentase ekspresi gen GUS terbaik dan metode peletakan inside dan hasil penelitian ini memiliki peluang sebagai metode yang dapat dipilih pada transformasi emrio kedelai menggunakan particle bombardment. Hal ini dibuktikan pada 14 hari setelah transformasi masih terdapat ekspresi gen GUS setinggi 34.1%.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Ketan (Zea mays ceratina) dengan 3 Jenis Pemberian Pupuk Kandang dan Pupuk Anorganik Anwar, Mukhlisa Zuhuddina; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1227

Abstract

Jagung ketan merupakan salah satu jenis jagung yang memiliki kandungan amilopektin yang tinggi, rasa manis, lunak dan pulen. Namun jagung ketan kurang populer, khususnya pada masyarakat kota karena. kurang mendapat perhatian untuk dibudidayakan Upaya peningkatan hasil tanaman jagung ketan dilakukan antara lain dengan pemupukan. Penggunaan pupuk anorganik dapat diimbangi dengan penggunaan pupuk kandang. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan kombinasi jenis pupuk kandang dengan dosis pupuk anorganik yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan (Zea mays ceratina). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2018 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Kelurahan Jatimulyo. Penelitian faktorial yang disusun secara acak kelompok (RAK Faktorial) yang terdiri dari faktor pertama pupuk kandang 10 t ha-1 (K) dan faktor kedua pupuk anorganik (N). Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf yang diulang 3 kali. Parameter pengamatan adalah parameter pertumbuhan dan hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi nyata antara pemberian pupuk kandang dengan pupuk anorganik terhadap parameter pertumbuhan dan hasil. Terdapat interaksi nyata antara pemberian pupuk kandang dengan pupuk anorganik pada parameter pertumbuhan dan hasil yaitu tinggi tanaman, luas daun, bobot kering total tanaman, dan bobot segar tongkol tanpa kelobot per petak. Namun pada parameter pertumbuhan jumlah daun tidak terjadi interaksi antara perlakuan pupuk kandang dan pupuk anorganik. Pertumbuhan dan hasil tanaman terbaik pada perlakuan pupuk kandang ayam 10 t ha-1 dengan penambahan 25% pupuk anorganik.
Pengaruh Fase Gelap dan Pemberian Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Kalanchoe (Kalanchoe blossfeldiana) Nastiti, Nuralita Ratnasari; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1228

Abstract

Tanaman Kalanchoe merupakan tanaman ornamental sukulen yang memiliki jenis dan warna bunga yang beragam sehingga memiliki daya tarik yang tinggi. Kalanchoe banyak dibudidayakan dalam pot untuk itu proporsi tinggi tanaman dengan tinggi pot perlu diperhatikan untuk meningkatkan nilai estetikanya. Produsen tanaman hias menggunakan paclobutrazol untuk menghambat tinggi tanaman, sedangkan pembungaan tanaman Kalanchoe ditingkat-kan dengan penambahan fase gelap untuk memanipulasi fotoperiodisitas, mengingat tanaman kalanchoe merupakan tanaman shortday.  Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pengaruh lama fase gelap dan konsentrasi paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan pembungaan Kalanchoe blossfeldiana. Penelitian dilaksanakan di glasshouse PT. Condido Agro Nongkojajar, Pasuruan pada bulan September 2018 sampai Januari 2019. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan petak terbagi dimana lama fase gelap sebagai petak utama dan konsentrasi paclobutrazol sebagai anak petak. Petak utama terdiri dari 3 taraf yaitu L0 (12 jam), L1 (14 jam) dan L2 (16 jam), dan pada anak petak P0 (0 ppm), P1 (30 ppm), P2 (50 ppm). Ulangan dilakukan sebanyak 3 kali dan diuji lanjut menggunakan BNT 5%. Interaksi perlakuan lama fase gelap dan konsenrasi paclobutrazol terdapat pada panjang tandan, saat muncul bunga pertama, jumlah bunga mekar dan persentase bunga mekar pertanaman. Lama fase gelap 14 jam hingga 16 jam dengan pemberian paclobutrazol konsentrasi 30 ppm hingga 50 ppm dapat menghambat pertumbuhan tandan bunga dan mempercepat saat muncul bunga. Jumlah dan persentase bunga mekar optimal pada perlakuan lama fase gelap 14 jam dengan paclobutrazol 30 ppm, sedangkan pada lama fase gelap 16 jam penambahan konsentrasi paclobutrazol semakin menurunkan jumlah dan persentase bunga mekar.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue