cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) terhadap Biourine Sapi dan Pupuk Kandang Kambing Larassati, Anggita; Santosa, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buncis ialah satu dari komoditi sayuran yang diminati masyarakat. Namun, produksi buncis di Indonesia semakin menurun. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan serta hasil, yaitu menggunakan biourine sapi dan pupuk kandang kambing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara perla-kuan biourine sapi dengan pupuk kandang kambing sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman buncis dan untuk mengetahui dosis biourine sapi dan dosis pupuk kandang kambing yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman buncis. Penelitian di-laksanakan pada bulan Februari – April 2018 di green house CV. Kurnia Kitri Ayu Farm. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan faktor pertama ialah dosis biourine sapi yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua ialah dosis pupuk kandang kambing yang terdiri dari 3 taraf dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan biourine sapi dengan pupuk kandang kambing ditunjukkan pada pertumbuhan jumlah daun dan luas daun per tanaman pada perlakuan biourine sapi 4.500 L Ha-1 yang dikombi-nasikan dengan pupuk kandang kambing 20 ton Ha-1. Interaksi antara perlakuan biourine sapi dengan pupuk kandang kambing ditunjukkan pada bobot segar polong total per tanaman umur panen 72 HST, jumlah polong umur panen 72 HST, panjang polong umur panen 57, 62 dan 67 HST dan berat segar akar tanaman buncis. Perlakuan biourine sapi 4.500 L Ha-1 yang dikombinasikan dengan pupuk kandang kambing 20 ton Ha-1 menunjukkan hasil tertinggi 512,33 g per tanaman dengan jumlah polong per tanaman sebanyak 95 polong.
Eksplorasi Pisang (Musa sp.) sebagai Sumberdaya Genetik Lokal Unggul di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung Sirait, Ardi Wiranata; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang (Musa sp.) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki hasil produksi tinggi dibandingkan dengan komoditas hortikultura lainnya. Salah satu daerah yang memberikan kontribusi produksi pisang Indonesia adalah Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Kabupaten Tanggamus yang memiliki topografi dari dataran rendah sampai dengan tinggi, sehingga tanaman pisang dapat tumbuh dengan optimal dan jenis tanaman pisang yang tumbuh dapat beranekaragam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman pisang yang tumbuh di Kabupaten Tanggamus dan mengetahui persebaran pisang yang tumbuh di Kabupaten Tanggamus pada ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Februari sampai dengan Bulan Maret 2018 di Kabupaten Tanggamus yang terbagi kedalam 3 kecamatan yaitu Kecamatan Kota Agung (dataran rendah), Kecamatan Pulo Pang-gung (dataran sedang) dan Kecamatan Gisting (dataran tinggi). Penelitian ini dilakukan secara eksploratif dengan menggunakan metode line transect yang dibagi berdasarkan penggunaan lahan sehingga akan terbentuk 9 garis transek dan 54 plot pengamatan. Berdasarkan hasil eksplorasi ditemukan 7 genotipe tanaman pisang yaitu pisang Janten, Muli Mas, Kepok, Ambon, Raja, Raja Sereh dan Tanduk. Berdasarkan analisi keaneka-ragaman, tiga kecamatan yang diamati memiliki indeks keanekaragaman tinggi dengan nilai H’>3. Jenis genotipe pisang yang memiliki sebaran terluas atau ditemukan di 3 kecamatan yang diamati adalah pisang Janten, Muli Mas, Kepok dan Ambon.
Pengaruh Pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Panggabean, Darma Putra; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan penting di Indonesia. Tembakau juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga banyak dibudidayakan di indonesia. Peranan strategis tembakau dalam perekonomian nasional ialah sebagai sumber pendapatan negara melalui devisa negara, cukai, pajak, serta sumber penda-patan bagi petani. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian tentang penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan pupuk kandang kambing untuk mengetahui interaksi antara kedua faktor dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman tembakau. Penelitian dilakukan dari bulan Juni – Agustus 2017 di Lahan Sampoerna Agronomy Centre (SAC) Pasuruan, Jawa Timur. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan di ulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama pemberian PGPR yaitu P0 : Tanpa PGPR, P1 : 30 ml L-1 PGPR, P2 : 45 ml L-1 PGPR. Faktor kedua pemberian pupuk kandang kambing yaitu K0 : Tanpa pupuk kandang, K1 : 10 ton ha-1,K2 : 20 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan PGPR 45 ml L-1 dan 20 ton ha-1 pupuk kandang kambing menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan kombinasi perlakuan lainnya dimana dapat meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang dan luas daun tanaman tembakau.
Evaluasi Kesesuaian Jenis Tanaman Berdasarkan Syarat Ekologi pada Jalur Hijau Median Jalan untuk Mendukung Tema Taman Kota Malang sebagai Kota Bunga Permatasari, Dilla; Heddy, Y.B. Suwasono; Fajriani, Sisca
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman kota merupakan ruang terbuka hijau (RTH) kota yang secara optimal digunakan sebagai areal penghijauan dan berfungsi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk kehidupan dan kesejahteraan warga kotanya. Secara umum, taman kota dapat berfungsi secara ekologis, estetika, dan sosial. Metode Penelitian dilakukan dengan tahap persiapan, inventarisasi, evaluasi pada jenis tanaman sesuai syarat ekologinya serta rekomendasi untuk pengembangan tapak selanjutnya. Hasil menunjukkan bahwa pada median jalur hijau jalan keseluruhan pemilihan jenis tanaman yang ditanam toleran terhadap kondisi lingkungan di Kota Malang. Jumlah tanaman hias yang ditanam sudah memenuhi kriteria dengan perbandingan lebih banyak tanaman hias bunga menunjukkan nilai persentase 53,06% daripada tanaman hias berdaun menunjukkan nilai persentase 46,93% yang berarti median jalur hijau jalan ini telah mendukung tema taman kota Malang. Hasil penilaian dan evaluasi median jalur hijau jalan selanjutnya diberikan rekomendasi untuk perencanaan tata hijau serta perhatian pada perawatan taman.
Analisa Regresi dan Korelasi Beberapa Karakter Tanaman Kenaf (Hibiscus cannabibus L.) Generasi F2 Hasil Persilangan Varietas HC48 dan SM004 Umufatdilah, Etik; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kenaf untuk mencapai kestabilan produksi memerlukan informasi yang tepat mengenai karakter tanaman yang paling produktif. Informasi tersebut dapat diperoleh dari analisa regresi dan korelasi. Suatu karakter tanaman kenaf mungkin menjadi indikator perolehan hasil apabila terdapat hubungan yang nyata dengan karakter yang dituju. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui fungsi regresi dan koefisien korelasi dari beberapa karakter tanaman kenaf generasi F2. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, yang berada di Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang, Jawa Timur dengan ketinggian ± 460 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Juni 2018. Benih ditanam pada lahan berukuran 6 x 5 m tanpa blok (single plot) dengan jarak tanam 20 x 30 cm. Jumlah tanaman yang ditanam dalam satu plot berjumlah 500 tanaman dan diambil sampel sebanyak 350 tanaman. Beberapa karakter yang diamati ialah jumlah ruas, panjang batang, jumlah cabang, diameter batang, diameter kayu, tebal kulit, dan berat kering serat sebagai hasil. Hasil analisa menunjukkan bahwa diameter batang memiliki nilai koefisien korelasi paling tinggi, yaitu 0,901 serta fungsi regresi dengan koefisien determinasi paling tinggi, yaitu 0,812 terhadap hasil.
Penampilan 9 Calon Varietas Hibrida Melon (Cucumis melo L.) Sari, Indah Purnama; Saptadi, Darmawan; Setiyawan, Aries
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi penampilan calon varietas diperlukan untuk pertimbangan pelepasan varietas.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan dan keunggulan 9 calon varietas hibrida melon.Penelitian dilaksanakan di Desa Pulerejo, Ngantru, Tulungagung, tanggal 19 Februari - 23 April 2018.Bahan yang digunakan adalah 9 calon varietas hibrida melon tahan Gemini virus dan 3 varietas pembanding.Penelitian menggunakan RAK dengan perlakuan 12 genotip melon (9 calon varietas hibrida melon, dan 3 varietas pembanding) dengan 3 ulangan.Karakter kualitatif dianalisis deskriptif sesuai dengan description for melon dari IPGRI.Karakter kuantitatif dianalisis dengan analisis ragam dan uji lanjut DMRT 5% serta di hitung nilai KKG dan KK dalam varietas/calon varietas. Berdasarkan karakter berat per buah, semua calon varietas sama unggulnya dengan ketiga varietas pembanding. Berdasarkan karakter distribusi net, calon varietas MEP-694, MEP-703, MEP-704, dan MEP-710 sama unggulnya dengan ketiga varietas pembanding. Berdasarkan karakter kemanisan, calon MEP-681 dan MEP-686 lebih unggul dari varietas Action.Berdasarkan karakter intensitas net (ketebalan kulit), semua calon varietas lebih unggul dari varietas Action dan Pertiwi.Berdasarkan karakter ketebalan daging buah, calon varietas MEP-686, MEP-694, MEP-703, MEP-710, dan MEP-713 lebih unggul dari varietas Action.
Evaluasi Keseragaman pada Sembilan Galur Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt) Generasi S5 Zahro, Jamilatuz; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis jagung manis atau yang sering disebut sweetcorn banyak dikonsumsi karena memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan jagung biasa. Upaya meningkatkan produktivitas jagung manis adalah dengan menggunakan benih hibrida. Hibrida yang berpotensi hasil tinggi dihasilkan dari pasangan galur inbred dari populasi yang memiliki kelompok heterotik yang berbeda. Galur inbred dihasilkan setelah melalui proses silang dalam (selfing) dan seleksi untuk karakter yang diinginkan selama lima sampai tujuh generasi. Selfing yang dilakukan pada tiap generasi, akan menunjukkan nilai keseragaman yang berbeda pada setiap tingkat generasi. Keseragaman generasi berikutnya lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Evaluasi kesera-gaman sebagi bentuk pengembangan inbred tahap pertama, bertujuan untuk menilai nilai keseragaman tanaman. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui keseragaman karakter galur-galur jagung manis dan menentukan galur yang dapat digunakan sebagai calon tetua hibrida. Penelitian dilaksanakan Mei-September 2018 di Desa Areng-areng Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu. Berdasarkan hasil penelitian, semua galur menunjukkan nilai yang berbeda nyata pada analisis ragam pada semua variabel kecuali tinggi tongkol, umur panen, panjang biji dan lebar biji. Nilai KKG dan KKF pada variabel yang diamati menunjukkan nilai yang rendah pada hampir seluruh variabel kecuali husk cover dan un-tip filling yang memiliki kriteria sedang. Galur yang berpotensi dalam pembentukan varietas hibrida adalah 3-4-5+69L. Galur tersebut memiliki nilai keseragaman karakter kualitatif yang terbaik dan karakter kuantitatif yang unggul dibandingkan galur lainnya.
Persilangan Kedelai (Glycine max L. Merrill.) Varietas Anjasmoro dan Grobogan dengan Galur Gm2 dan Gm5 Toleran Alumunium (Al) Fatimah, Laila Nur; Pardal, Saptowo Jumali; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi genetik dengan menyisipkan genMaMt2 sebagai gen toleran alumunium (Al) pada kedelai (Glycine max L. Merril.)telah dilakukan dan hasil seleksi diperoleh galur Gm2 dan Gm5. Galur Gm2 dan Gm5 memiliki biji kecil dan produktivitas rendah sehingga perlu ditingkatkan melalui persilangan buatan. Persilangan dilakukan menggunakan tetua betina varietas Anjasmoro dan Grobogan karena memiliki produktivitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan persilangan antara galur Gm2 dan Gm5 dengan varietas Anjasmoro dan Grobogan. Persilangan dilakukan dengan tiga kelompok perlakuan yaitu persilangan buatan (crossing), selfing buatan dan selfing alami. Hasil persilangan buatan menunjukkanpersentase 56,67% hingga 80%, dengan tetua jantan galur Gm5 memilikipersentase lebih tinggi dibandingkan galur Gm2. Keberhasilan selfing alami memiliki rerata paling tinggi (93,33% sampai 96,67%) dibandingkan selfing buatan maupun persilangan buatan.
Pengaruh Pengaplikasian Paclobutrazol pada Tanaman Coleus (Coleus scutellarioides L.) dengan Konsentrasi yang Berbeda Gusmawan, Maretha Widhya Aulyaa; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coleus ialah tanaman hias yang memiliki keindahan pada bagian daunnya. kriteria tanaman hias daun yang memiliki nilai estetika tinggi ialah tanaman yang tidak terlalu tinggi dan memiliki daun yang kompak. Paclobutrazol ialah zat pengatur tumbuhan yang mampu menghambat perpanjangan batang tanaman dan membuat diameter tanaman menjadi besar. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui konsentrasi paclobutrazol yang tepat untuk mendapatkan tanaman coleus yang rimbun, kompak dengan tinggi tanaman yang proporsional. Penelitian dilaksanakan Februari-April 2018 di UPT Kebun Bibit Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang, Penelitian Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu A1: 20 ppm, A2: 40 ppm, A3: 60 ppm, A4: 80 ppm, A5: 100 ppm dan A6 : 120 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 80 ppm dan 100 ppm memberikan hasil yang paling baik dengan tinggi yang ideal dan daun yang kompak.
Respon Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Granola pada Berbagai Dosis Pupuk N dalam Bentuk Granul dan Cair Tarigan, Maulana Ikhsan; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kentang merupakan salah satu komoditas penting di indonesia. Permintaan produk kentang tiap tahun terus meningkat oleh karena itu produksi tanaman kentang di indonesia harus di tingkatkan. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan pemberian pupuk  nitrogen dengan benar. Nitrogen adalah salah satu unsur esensial yang mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman. Nitrogen terdapat di atmosfer dalam jumlah yang besar namun tidak dapat diserap langsung oleh tanaman. Selain itu nitrogen salah satu unsur yang mudah menguap ke udara. oleh sebab itu pemberian nitrogen harus ditambah dengan menggunakan pupuk dengan baik dan benar. Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh aplikasi pupuk nitrogen dalam bentuk granul dan cair dalam berbagai dosis pada pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 4 ulangan. Petak Utama adalah:  jenis pupuk yang terdiri dari pupuk granul (J1), dan pupuk cair (J2). Anak Petakadalah dosis pupuk, yang terdiri dari, dosis 150% (D1), dosis 100% (D2) dan dosis 50% (D3). Hasil percobaan didapatkan bahwa pemberian berbagai jenis pupuk dengan dosis N yang berbeda memberikan pengaruh dan interaksi nyata. Penggunaan pupuk padat dengan dosis 150 dan 100% memberikan hasil yang terbaik pada parameter jumlah daun dan bobot umbi per meter persegi.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue