cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh Media Tanam dan Pengaplikasian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) Fajrin, Maulidya; Santosa, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman Okra di polybag dapat dilakukan dengan memperhatikan media tanam yang digunakan. Penambahan  bahan organik pada media tanam mampu menyuplai unsur hara bagi tanaman. Selain itu penambahan PGPR yang merupakan sekelompok bakteri yang menguntungkan dapat berpotensi untuk merangsang pertumbuhan tanaman serta meningkatkan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan kombinasi terbaik dari aplikasi interval PGPR dengan penggunaan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan interval PGPR yang merupakan faktor pertama, terdiri dari 5 taraf dan faktor kedua terdiri dari 2 taraf, sehingga secara keseluruhan terdapat 10 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan media tanam dengan pemberian PGPR yang ditunjukkan pada pengamatan panjang buah dan bobot segar daun. Secara terpisah, perlakuan PGPR memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap bobot segar buah okra. Sedangkan perlakuan media dua (M2) dengan komposisi tanah, pupuk kandang kambing dan arang sekam dengan perbandingan volume 1 : 1 : 1 memberikan hasil yang paling tinggi pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah buah, bobot segar buah bobot segar akar, batang dan bobot segar total, serta bobot kering total. Hasil jumlah buah pada penelitian ini ialah 9,36 buah / tanaman dan 244,91 g / tanaman untuk hasil bobot segar buah.
Evaluasi Tingkat Kenyamanan Ruang Terbuka Hijau di Kota Bekasi (Studi Kasus: Taman Kota Bekasi) Maysitha, Mia; Ariffin, Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bekasi merupakan salah satu kota yang termasuk ke dalam wilayah Jabodetabek yang memiliki aktivitas cukup padat. Kebutuhan masyarakat yang terus meningkat mengakibatkan ruang hijau akan semakin berkurang. Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 13 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) berencana merealisasikan 30% ruang terbuka hijau, dengan perincian 20% untuk ruang terbuka hijau dan 10% untuk ruang publik seperti taman bermain. Ruang terbuka pada lanskap kota dalam bentuk ruang terbuka hijau secara langsung dapat mempengaruhi iklim mikro pada kawasan disekitarnya dan juga akan berpengaruh terhadap kenyamanan.Tingkat kenyamanan suatu ruang terbuka hijau dapat diketahui dengan menggunakan salah satu metode yaitu Thermal Humidity Index (THI). Penelitianini dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2018 di Taman Kota Bekasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan nilai THI termasuk kedalam kategori tidak nyaman. Nilai THI secara keseluruhan melalui data dengan interval 2 minggu diketahui taman kota Bekasi termasuk kedalam kategori tidak nyaman. Hal ini disebabkan vegetasi yang masih rendah sehingga mempengaruhi iklim mikro seperti suhu dan kelembaban udara dan akan mempengaruhi nilai THI.
Pengaruh Berbagai Umur Panen dan Lama Waktu Curing terhadap Viabilitas Benih Melon (Cucumis melo L.) Cahyadiati, Mirna; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman melon (Cucumis melo L.)merupakan komoditas hortikultura yang banyak digemari oleh masyarakat. Produksi buah melon dan permintaan pasar terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini berdampak terhadap permintaan ketersediaan benih sebagai bahan tanam. Untuk mendapatkan benih bermutu tinggi, maka faktor kemasakan benih saat panen maupun perlakuan pasca panen memberi peran yang penting.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh berbagai umur panen dan lama waktu curing terhadap viabilitas benih melon. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Januari sampai dengan Bulan April 2018 di PT. BISI International Tbk Farm Karangploso Malang, disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial (RAKF). Faktor pertama ialah umur panen (P), terdiri dari P1: 25 HSP, P2: 30 HSP, P3: 35 HSP, dan P4: 40 HSP. Sedangkan faktor kedua ialah waktu curing(C), terdiri dari C1: 1 hari, C2: 4 hari, C3: 7 hari, dan C4: 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan umur panen dan waktu curing pada variabel bobot 1000 butir dan laju perkecambahan, sedangkan pengaruh yang diberikan oleh masing-masing perlakuan  menunjukkan hasil yang nyata pada seluruh variabel pengamatan.
Pengaruh Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Selada (Lactuca Sativa L.) Pada Sistem NFT Pradita, Nabila; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pupuk organik cair (POC) dari urin ternak seperti kelinci, sapi, dan kambing sebagai nutrisi tanaman, berpotensi menjadi alternatif pengganti pupuk kimia AB mix serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada dalam sistem hidroponik NFT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tiga jenis POC dari urin ternak dan mengetahui POC yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil dari tiga varietas selada. Penelitian dilaksanakan Februari-April 2018 di screenhouse PT Pentario Liberia Persada, Surabaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Tersarang dengan 3 ulangan dan 2 faktor perlakuan yang terdiri dari, faktor pertama yaitu 4 macam nutrisi; nutrisi AB mix (P1), POC urin kelinci (P2),POC urin sapi (P3), dan POC urin kambing (P4). Faktor kedua yang tersarang pada faktor pertama yaitu 3 varietas selada yang terdiri dari; (V1) Locarno, (V2) Concorde, dan (V3) Maximus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC belum mampu menghasilkan pertumbuhan dan hasil selada yang lebih baik dari perlakuan nutrisi AB mix, dan varietas selada Maximus (V3) memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih besar daripada varietas selada Locarno (V1) dan Concorde (V2).
Respon Seleksi Massa pada Dua Populasi Bayam Cabut (Amaranthus ricolor L.) Fatimah, Nikmatul; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman bayam cabut adalah salah satu jenis tanaman hortikultura daerah tropis. Bayam cabut dibedakan menjadi dua jenis yaitu bayam hijau dan bayam merah. Produksi bayam hijau di Indonesia lebih besar daripada bayam merah, padahal kandungan gizi bayam merah lebih tinggi dari bayam hijau (Dept. Kesehatan 1980). Sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi salah satunya dengan seleksi massa. Seleksi massa adalah metode seleksi berdasarkan penam-pilan fenotipe, dengan memilih tanaman yang berpenampilan baik dan meng-hilangkan tanaman yang kurang baik dari populasi acak. Efektivitas kegiatan seleksi dapat dilihat dari nilai respon seleksinya. Respon seleksi diukur dari selisih antara nilai rata-rata populasi tanaman terseleksi dengan nilai rata-rata populasi seluruhnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menduga nilai repson seleksi massa pada karakter komponen hasil dan hasil bayam cabut pada dua populasi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret – Mei 2018 di Kebun Percobaan Jatimulyo, FP-UB Malang. Berdasarkan hasil penelitian tanaman bayam populasi UB 2 dan UB 3 memberikan nilai respon seleksi massa yang berbeda. Nilai respon seleksi populasi UB 2 lebih tinggi dari populasi UB 3 pada karakter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot segar pertanaman, jumlah malai, diameter malai, bobot 100 biji. Hal ini menunjukkan bahwa keragaman pada populasi UB 2 masih tinggi sedangkan pada populasi UB 3 sudah cukup seragam.
Seleksi Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Lokal Malang Rachmania, Nuzulul; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman bayam merah mengandung nilai gizi yang lebih baik dibandingkan dengan bayam hijau. Beberapa varietas bayam merah juga sudah dilepas. Sementara itu ada beberapa jenis bayam merah lokal Malang yang berdaun lebih besar selain tebal dan warnya merahnya lebih tua dibandingkan dengan varietas yang sudah dilepas. Seleksi bayam merah lokal Malang ini dimaksudkan untuk mendapatkan jenis yang kandungan gizinya lebih tinggi dibandingkan dengan bayam merah yang statusnya sudah varietas. Penelitian dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kota Batu Provinsi Jawa Timur. Waktu penelitian dilaksanakan pada Juni 2017-Februari 2018. Materi penelitian terdiri dari 4 genotipa lokal Malang (LKM 1, 2, 3 dan 4) serta 6 varietas (Mira, Amaranth, Red, Delima, Baret Merah dan Rescha.   Untuk melihat potensi produksinya, dilakukan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok ulangan 3 kali. Parameter percobaan diuji dengan uji BNJ 5%. Selanjutnya pengamatan individu dilakukan unutk mengetahui nilai keragaman dan heritabilitasnya. Parameter percobaan yang diamatai antara lain tinggi tanaman, warna daun, umur berbunga, jumlah malai, jumlah cabang. Hasil analisis menyatakan bahwa dari karakter warna daun, umur berbunga,  analisis nilai antosianinnya, jenis LKM 2, 3 dan 4 disarankan untuk diteliti lebih lanjut karena nilainya yang tidak berbeda dengan varietas yang sudah dirilis pemerintah.
Pengaruh Pemberian Biourin Sapi dan Pupuk Kandang Sapi pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Varietas Permata Widya, Priesma Mutiara; Santosa, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya tanaman tomat dapat dengan mengandalkan ruang terbuka hijau dengan pemanfaatan lahan yang ada. Tanaman tomat di polybag dapat dilakukan dengan penambahan unsur hara yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup. Penambahan bahan organik seperti pupuk kandang sapi dan biourin sapi dapat menyuplai tambahan unsur hara bagi media tanam yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan hasil tanaman. Tujuan pemanfaatan pertanian kota adalah untuk menunjang pasokan pangan diperkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh interaksi kombinasi biourin sapi dan pupuk kandang sapi pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan interval pupuk kandang sapi yang merupakan faktor pertama, terdiri dari 3 taraf dan biourin sapi yang merupakan faktor kedua dengan 3 taraf, sehingga secara keseluruhan terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi pada kombinasi pupuk kandang sapi dan biourin sapi yang ditunjukkan pada pengamatan pertumbuhan tanaman pada umur 14 dan 28 HST. Secara terpisah, perlakuan pupuk kandang sapi memberikan hasil yang berbeda nyata pada hasil bobot segar buah dengan pemberian dosis 15 ton ha-1, berat kering buah dengan pemberian dosis 15 ton ha-1, dan berat kering total tanaman dengan pemberian dosis 15 ton ha-1. Sedangkan perlakuan biourin sapi memberikan hasil yang tidak berbeda nyata pada hasil bobot segar buah dengan pemberian dosis 3000 liter ha-1.
Pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Sari, Ratna Puspita; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan jagung manis di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk.  Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan penggunaan PGPR dan penambahan bahan organik berupa pupuk kandang sapi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui interaksi pemberian PGPR dan dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis serta untuk mengetahui pengaruh pemberian PGPR dan dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Dadaprejo, Kota Batu pada bulan Februari-Mei 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama yaitu pemberian PGPR dengan 3 taraf yaitu tanpa PGPR (P1), 10 ml liter-1 air (P2) dan 20 ml PGPR liter-1 air (P3). Faktor kedua yaitu dosis pupuk kandang sapi yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa pupuk kandang sapi (K1), pupuk kandang sapi 10 ton ha-1 (K2) dan pupuk kandang sapi 20 ton ha-1 (K3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan pemberian PGPR dan pupuk kandang sapi terhadap tinggi tanaman, luas daun, bobot kering tanaman, bobot segar tongkol dengan kelobot, bobot segar tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol, kadar gula dan hasil tongkol per hektar. Sedangkan parameter jumlah daun menunjukkan bahwa pemberian PGPR tidak mempengaruhi dosis pupuk kandang sapi. PGPR 20 ml l-1 air memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah daun. Pupuk kandang sapi 20 ton ha-1 merupakan dosis terbaik yang mampu meningkatkan jumlah daun.
Pembentukan Thermal Unit Akibat Jarak Tanam dan Varietas serta Pengaruhnya Terhadap Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Rofiatun, Siti; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang tanah merupakan sumber protein yang kaya gizi meliputi lemak, karbohidrat, mineral dan serat makanan. Penurunan produksi kacang tanah disebabkan oleh kehilangan hasil saat panen dan ketidak-tepatan penentuan waktu panen (Santoso, 2013). Kerugian hasil tanaman kacang tanah dapat diatasi dengan perhitungan nilai thermal unit. Thermal unit sangat penting untuk menentukan kegiatan yang perlu dilakukan di lapangan seperti menentukan jadwal tanam, pengairan, pemupukan, penyiangan, pembumbunan dan pemanenan sehingga lebih efisien dan sesuai dengan kondisi tanaman kacang tanah. Perbedaan varietas dan jarak tanam pada tanaman kacang tanah dapat mem-pengaruhi nilai thermal unit yang dibutuhkan untuk mencapai setiap fase pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari pembentukan thermal unit pada jarak tanam dan varietas serta mengetahui pengaruh thermal unit pada setiap fase pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya, Jatikerto, Malang. Berdasarkan hasil pene-litian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata antara macam varietas dan jarak tanam dalam pembentukan nilai thermal unit pada setiap fase pertumbuhan tanaman.Nilai thermal unit sangat dipengaruhi oleh macam varietas dan diperoleh hasil bahwa penggunaan varietas Talam1 menghasilkan nilai thermal unit yang lebih rendah pada setiap fase pertumbuhan tanaman.Penggunaan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap bobot polong kering per petak panen, per hektar dan per tanaman serta bobot kering total per tanaman. Penggunaan jarak tanam 40 cm x 30 cm (J3) memberikan hasil panen kacang tanah yang lebih baik.
Pengaruh Kombinasi Persilangan Jagung (Zea mays L.) terhadap Karakter Kualitatif pada Hibdridanya (F1) Maulidha, Aditya Resty; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 5 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pewarisan karakter kualitatif sangat diperlukan untuk mengetahui gen yang terdapat pada individu tersebut tanpa di-pengaruhi oleh faktor lingkungan. Kegiatan persilangan dapat digunakan sebagai dasar untuk menghasilkan kombinasi persilangan antar tetua. Oleh karena itu, dalam rangka menghasilkan kombinasi yang baik dan ideal baik pada hibrida (F1) perlu diketahui peran masing-masing tetua yang digunakan. Bahkan dalam jangka panjang, informasi yang didapatkan dari penelitian ini bermanfaat dalam program pemuliaan tanaman khususnya pemuliaan tanaman jagung untuk menentukan kombinasi persilangan jagung dengan sifat heterosis yang tinggi. Penelitian dilaksa-nakan di Kebun Percobaan FP-UB Jatimulyo. Penelitian ini menggunakan konsep pengacakan plot di lapang dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Sembilan perlakuan tersebut terdiri dari 3 tetua dan 6 hibrida kombinasi persilangan. Analisis data yang digunakan adalah Persentase dominasi serta Chi Square (X2). Karakter tetua yang muncul pada parameter yang meliputi: tipe malai, tipe kernel, jumlah warna kernel per tongkol, warna anthosianin pada: glume (pangkal dan ujung), anther, silk, tulang daun, akar, batang, janggel, klobot, dan kernel adalah maternal effectdengan nilai dominasi yang lebih tinggi.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue