cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh Jenis Mulsa dan Dosis Pupuk Nitrogen pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana Bert.) di Dataran Rendah Sari, Enggis Purwita; Roviq, Mochammad; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stevia rebaudiana Bertoni adalah tanaman perdu tahunan dari famili Asteraceae yang berasal dari Paraguay. Stevia menghasilkan glikosida steviol yang memiliki tingkat kemanisan 250–350 kali dibanding sukrosa. Permintaan stevia meningkat dengan tajam maka dari itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi stevia. Upaya untuk meningkatkan produksi stevia adalah dengan pengembangan penanaman yang diarahkan ke dataran rendah. Dataran rendah memiliki kelembaban yang rendah dan suhu yang tinggi. Mulsa dapat menurunkan suhu dan meningkatkan kelembaban tanah. Selain mulsa, peningkatan produksi stevia dapat dilakukan dengan pemberian pupuk nitrogen yang dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman.Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaplikasian jenis mulsa dan dosis pupuk nitrogen yang tepat pada tanaman stevia di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Jatikerto, Malang pada bulan Februari hingga Juni 2018 dan disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama adalah jenis mulsa dan anak petak adalah dosis pupuk nitrogen. Setiap perlakuan terdiri dari tiga taraf dan diulang tiga kali. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa mulsa jerami dengan nitrogen 100 kg ha-1 menghasilkan rerata jumlah daun dan rerata luas daun lebih baik dibanding dengan mulsa jerami dengan tanpa nitrogen. Sebelum pemangkasan, rerata tinggi tanaman pada mulsa jerami tidak berbeda nyata dengan mulsa plastik hitam perak(MPHP), tetapi setelah pemangkasan rerata tinggi tanaman pada mulsa jerami berbeda nyata dengan mulsa MPHP. Mulsa jerami menghasilkan bobot kering total lebih baik dibanding dengan mulsa MPHP. Nitrogen 200 kg ha-1 menghasilkan bobot kering total lebih baik dibanding tanpa pupuk nitrogen
Respon 3 Varietas Pakcoy (Brassica rapa L.) terhadap Simulasi Cekaman Salinitas Ester, Greace; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi huma atau Pakcoy (Brassica rapa L) merupakan tanaman sayuran yang saat ini tercatat memiliki tingkat permintaan yang terus meningkat setiap tahunnya. Proses budidaya yang mudah dan umur panen yang singkat membuat banyak petani  membudidayakan tanaman Pakcoy. Namun beberapa waktu ke depan pasti akan ditemukan berbagai masalah pada tanah sebagai media tanam. Salah satunya adalah tingginya kadar NaCl pada tanah, maka dari itu dilakukan penanaman tanaman Pakcoy pada media tanah dengan simulasi konsentrasi NaCl. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari tanaman Pakcoy terhadap berbagai konsentrasi perlakuan NaCl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2018 diAngkasa Greenhouse, Pangkalan TNI Lanud Abdurahman Saleh, Pakis, Kab. Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Ranca-ngan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor yakni Varietas dan Konsentrasi NaCl. Terdapat 3 perlakuan pada faktor Varietas, 6 perlakuan pada faktor konsentrasi NaCl dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata pada faktor Varietas, namun berpengaruh nyata pada konsentrasi NaCl. Perlakuan konsentrasi NaClmem-berikan pengaruh nyata pada semua variabel pengamatan yaitu luas daun, tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, berat kering, pH tanah, dan daya hantar listrik (EC). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi NaClsampai pada 2000 ppm masih memungkinkan tanaman Pakcoy untuk tumbuh.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan Kompos Paitan (Thitonia diversifolia (Hemsl.) Gray) terhadap Pertumbuhan Tanaman Mint (Mentha arvensis L.) Pangestu, Prabowo; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman mint (Mentha arvensis L.) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai kosmetik, penambah rasa pada makanan, minuman, obat dan produk penyegar. Kebutuhan industri dari produk yang dihasilkan  tanaman mint sangat besar, namun saat ini Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Paitan (Tithonia diversifolia (Hemsl.) Gray) dapat dijadikan salah satu pupuk organikkarena memiliki kandungan unsur hara dan biomasa yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos paitan terhadap pertumbuhan tanaman mint. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2017 dan dilakukan di Kampung Wisata Organik Temas, Batu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari pemberian POC dan Pupuk Kompos Paitan sebagai berikut: P0: Kontrol; P1: 50 ml/l POC Paitan; P2: 75 ml/l POC Paitan; P3: 100 ml/l POC Paitan; P4: 25% Kompos Paitan; P5: 50% Kompos Paitan; P6: 75% Kompos Paitan. Pengamatan yang dilakukan adalah panjang sulur, jumlah sulur, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, bobot segar dan bobot kering tanaman. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pemberian POC dan kompos paitan berpengaruh terhadap peningkatan jumlah sulur, jumlah cabang, jumlah daun, luas daun, bobot basah dan bobot  kering  pada tanaman. Perlakuan 50% tanah + 50% kompos paitan meningkatan jumlah sulur tanaman sebanyak 5,52%, sedangkan pemberian POC 75ml/l meningkatkan jumlah cabang tanaman mint sebanyak 16,67%. Pemberian POC sebanyak 100ml/l dapat meningkatkan jumlah daun sebanyak 21,09% dan berpengaruh terhadap peningkatan bobot segar maupun bobot kering tanaman sebesar 12,53%.
Keragaan Beberapa Genotipe Bayam (Amaranthus tricolor L.) terhadap Cekaman Genangan Pratama, Muhamad Reza Budi; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam ialah tanaman yang dibudidayakan sebagai sumber pangan yang memiliki kandungan protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, fosfor dan zat besi. Keragaan pada tanaman digunakan untuk melihat karakter fenotipe pada genotipe sebagai pedoman untuk sumber daya genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan beberapa genotipe bayam yang tahan pada kondisi cekaman genangan yang memiliki nilai paling tinggi daripada varietas pembanding. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2018 di desa Kepuharjo, Karangploso, Malang. Penelitian dilakukan menggunakan split plot design (Rancangan Petak Terbagi). Peubah kuantitatif yang diamati adalah luas daun, jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang, berat segar tanaman, berat kering, panjang akar. Peubah kualitatif yang diamati adalah bentuk daun, warna daun, warna batang dan pengamatan gejala visual tanaman. Analisis data menggunakan Analysis of varian (Anova). Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa 10 genotipe yang diuji terdapat 2 genotipe yang memiliki nilai paling tinggi yaitu BY2 dan BY3 yang dilihat dari semua karakter kuantitatif. Pada karakter kualitatif 10 genotipe bayam memiliki warnadaun, bentuk daun, dan warna batang yang berbedayang disebabkan karena adanya keragaman genetik pada masing masing genotipe.
Observasi Keberadaan dan Keragaman Tanaman Kelor (Moringa oleifera L.) di Kabupaten Malang Adli, Magnus; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelor (Moringa oleifera L.) adalah anggota dari suku Moringaceae yang tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman kelor tumbuh hampir di seluruh daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Malang, Jawa Timur. Informasi tentang keberadaan tanaman kelor berdasarkan ketinggian, suhu, kelembaban dan curah hujan serta keragaman tanaman kelor di Kabupaten Malang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sebaran dan mempelajari keragaman tanaman kelor di Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juni 2018. Penelitian dilaksanakan di 9 Kecamatan di Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi lapang tanaman kelor yang berada di Kabupaten Malang. Analisis data yang digunakan adalah dengan membuat pemetaan menggunakan software Google Earth. Pengelompokkan aksesi tanaman kelor dilakukan dengan analisis kluster berdasarkan Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan 66 tanaman kelor yang tersebar di 9 Kecamatan di Kabupaten Malang. Tanaman kelor tersebar pada ketinggian 323 - 720 m diatas permukaan laut, kisaran suhu udara 24 - 280C, kisaran kelembaban 62 – 72% dan kisaran curah hujan 200 – 233 mm. Berdasarkan hasil dari dendrogram, tanaman Kelor di Kabupaten Malang memiliki keragaman yang luas terhadap 20 karakter kualitatif dengan koefisien dissimilarity dengan rentang 0 – 22.5%. Pada tingkat koefisien dissimilarity 9.8% didapatkan 6 kluster tanaman kelor. Potensi daerah yang dapat dijadikan sebagai budidaya tanaman kelor adalah Kecamatan Kepanjen dan Singosari dengan kluster 4 berpotensi tinggi untuk menghasilkan keragaman genetik baru yang lebih luas.
Pengaruh Dosis Herbisida dan Waktu Penyiangan terhadap Perubahan Komposisi Gulmapada Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Nursalam, Yunita Ekaputri; Baskara, Medha; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gulma adalah tumbuhan yang tumbuhnya tidak diinginkan, atau tumbuh tidak pada tempatnya. Gulma menurunkan hasil pertanian karena adanya persaingan dengan tanaman utama untuk mendapatkan unsur hara, cahaya ataupun ruang tumbuh, beberapa jenis gulma juga memiliki efek alelopatiyang dapat meracuni tanaman utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis herbisida oksifluorfen dan waktu penyianganyang sesuai sehingga dapat menekan pertumbuhan gulma. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2018 diNgijo, Kecamatan Karangplosos, Kota Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Ranca-ngan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu H0 = Tanpa herbisida + tanpa penyiangan (kontrol), H1 = Bebas gulma, H2 = Oksifluorfen 240 gha-1 + tanpa penyiangan, H3 =Oksifluorfen 240 gha-1 + penyiangan 15 HST, H4 = Oksifluorfen 240 gha-1 + penyiangan 45 HST, H5 = Oksifluorfen 480 gha-1 + tanpa penyiangan, H6 = Oksifluorfen 480 gha-1 + penyiangan 15 HST dan H7 = Oksifluorfen 480 g ha-1 + penyiangan 45 HST. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 13 spesies gulma sebelum dilakukan pengolahan tanah yaitu Cynodon dactylon, Portulaca Oleracea, Echinochloa cruss-galli, Ruellia tuberosa, Acmella paniculate, Bidens Pilosa, Cyperus difformis, Taraxum officinale, Amaranthus spinosus, Ludwigia octovalis, Eichhornia crassipes, Ageratum conyzoides, dan Sonchus arvensis. Setelah dilakukan aplikasi herbisida oksifluorfen danpenyiangan terdapat 5 spesies gulma baru yaituMikania micrantha, Ipomea aquatika Forsk, Eleusine indica, Mimosa pudica dan Cyperus rotundus.
Pengaruh Komposisi Media Serbuk Kayu Sengon dengan Tepung Jagung dan Tepung Sorgum pada Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Nisa, Diya Khoirun; Sumarni, Titin
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram ialah makanan bergizi tinggi yang kaya protein dan dapat tumbuh di berbagai jenis media salah satunya serbuk kayu sengon. Serbuk kayu sengon memiliki sifat mudah lapuk dan memiliki kandungan lignin dan selulosa yang baik bagi pertumbuhan jamur tiram. Namun, jamur tiram juga mmembutuhkan nutrisi lain seperti protein, karbohidrat, lemak dan vitamin. Sehingga perlu ditambahkan tepung jagung dan tepung sorgum yang memiliki protein, karbohidrat, lemak dan vitamin. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh perbedaan komposisi media pada pertumbuhan dan hasil jamur tiram dan untuk mendapatkan kombinasi media tanam yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil jamur tiram yang optimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2018 hingga Juni 2018. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 12 perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada beberapa parameter pengamatan kecuali panjang tangkai dan diameter badan buah jamur tiram. Total produksi tertinggi dimiliki perlakuan 70% serbuk kayu sengon + 25% tepung sorgum + 5% bekatul ialah 0,650 kg dengan persentase efisiensi biologis 73,44 %. Perlakuan 90% serbuk kayu sengon + 5% Tepung jagung + 5% bekatul memiliki total produksi terendah sebanyak 0,465 kg dengan persentase efisiensi biologis 38,42 %.
Evaluasi Karakter 35 Genotipe Kacang Ercis (Pisum sativum L.) untuk Simulasi Pengujian Buss (Baru, Unik, Seragam, dan Stabil) Ardhani, Dhiya Nabilla; Waluyo, Budi; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ercis adalah sayuran yang bergizi tinggi. Impor ercis di Indonesia beberapa tahun terakhir meningkat, hal tersebut terjadi karena kebutuhan ercis yang tinggi namun tidak diimbangi dengan produksinya yang rendah. Rendahnya produksi ercis disebabkan karena budidaya ercis di Indonesia masih menggunakan benih hasil panen sebelumnya atau menggunakan benih unggul dari luar negeri. Permasalahan ini dapat diatasi dengan pengembangan varietas unggul. Varietas lokal dapat menjadi sumber genetik bagi perakitan varietas unggul di Indonesia. Sumber genetik dari varietas lokal tersebut telah diseleksi sesuai tujuan pemuliaan dan menghasilkan banyak galur, namun galur-galur tersebut belum memperoleh Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). PVT penting bagi pemulia karena dapat memberikan berbagai manfaat. Varietas hasil pemuliaan akan memperoleh hak PVT apabila lolos uji BUSS (baru, unik, seragam, dan stabil). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi karakter baru, unik, seragam, dan stabil dari 35 genotipe kacang ercis sebagai simulasi pengujian BUSS.Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret hingga Mei 2018 di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 37 perlakuan dan 3 kali ulangan. Varietas pembanding yang digunakan adalah Taichung Coklat dan Taichung Hijau. Variabel pengamatan terdiri dari karakter 35 kuantitatif serta 19 karakter kualitatif dan pseudokualitatif. Hasil pengamatan karakter kualitatif disajikan dalam bentuk data deskriptif. Keunikan karakter diuji menggunakan uji t dua sampel berbeda. Keseragaman dan kestabilan karakter diuji menggunakan perhitungan koefisien keragaman. Simulasi BUSS yang dilakukan mendapatkan hasil bahwa 35 genotipe termasuk baru dan unik, namun hanya dua genotipe yang lolos uji keseragaman dan kestabilan.
Eksplorasi dan Karakterisasi Tanaman Kesemek (Diospyros kaki L.) di Jawa Timur Mashar, Mohamad Fakhri; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kesemek saat ini menjadi perhatian karena selain memiliki banyak khasiat kesemek memiliki harga jual yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan sebaran tanaman kesemek dan  menentukan keanekaragaman kesemek berdasarkan karakter morfologi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Febuari-April 2018 di Kecamatan Bumiaji, Kecamatan Tirtoyudo, dan Kecamatan Ampelgading Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan metode survei dan eksplorasi yaitu pengamatan langsung pada objek yang diamati di lapang. Keberadaan tanaman kesemek di Jawa Timur hanya ditemukan di 3 kecamatan dan 4 desa dimana terdapat 30 klon tanaman kesemek yang memiliki keragaman tinggi. Didapatkan 2 kelompok menyebar pada koefisien kemiripan 0,02-0,82 berdasarkan hasil analisis jarak genetik menggunakan AHC (Analysis Hierarchical Clustering).
Kajian Aplikasi Mulsa Seresah Tebu Terhadap Kadar Air Tanah dan Pengaruhnya pada Pertumbuhan Batang Tebu (Saccharum officinarum L.) Wibowo, Nanang Yekti; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 7 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi gula di Indonesia masih belum bisa mencukupi kebutuhan konsumsi skala nasional. Tahun 2015 produksi gula di Indonesia sejumlah 2,5 juta ton, lebih rendah dibandingkan tahun sebeumnya Tahun 2015 Indonesia mengalami El-Nino, dimana kondisi ini diduga mempengaruhi kondisi hidrologi lahan tebu. Fase pemanjangan batang tebu memerlukan ketersediaan air yang cukup. Kekurangan air dalam masa pertumbuhan vegetatif dapat menyebabkan tebu mengalami stagnasi. Kekurangan air dapat meng-ganggu proses fisiologi maupun morfologi, sehingga mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan. Melihat riskannya resiko kekurangan air pada saat fase pemanjangan batang tebu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2017 di lahan HGU Djengkol PT. Perkebunan Nusantara X, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten Kabuapaten Kediri. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan meliputi: TT0 (tanpa mulsa /control), TT1(Tebal mulsa 1,5cm), TT2 (Tebal mulsa 3cm), TT3(Tebal mulsa 4,5cm), TT4(Tebal mulsa 6cm), TT5(Tebal mulsa 7,5cm). Variabel yang diamati diantaranya kadar air tanah, tinggi batang tanaman, diameter batang, jumlah batang. jumlah ruas, panjang ruas, dan jumlah daun. Hasil pengamatan di analisis dengan uji F taraf  5%  dan apabila terdapat pengaruh nyata maka akan dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Ketebalan mulsa seresah tebu memberikan pengaruh pertumbuhan lebih baik terhadap jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah ruas dan panjang ruas tanaman tebu. Namun tidak berpengaruh signifikan terhadap diameter batang dan jumlah daun tanaman tebu. Pemberian mulsa cenderung mampu menjaga kadar air lebih tinggi.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue