cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Profil Biodiversitas Tanaman di Ruas DAS Sengkaling, Tunggulwulung, Lowokwaru dan Kedungkandang Kota Malang Ardella, Erviana Junaifatul; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanskap merupakan suatu bagian ruang pada muka bumi dengan sistem kompleks dalam bentuk aktivitas komponen biotik dan abiotik. Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas merupakan suatu ekosistem yang memberikan jasa lanskap khususnya berupa keanekaragaman hayati (biodi-versitas) terhadap wilayah sekitarnya. Jasa lanskap yang diberikan berupa tata air, biodiversitas, penyerapan karbon, dan keindahan lanskap. Kawasan DAS Brantas memiliki biodiversitas yang cukup tinggi.. Upaya menjaga keberlanjutan biodiversitas tersebut, perlu dilakukan suatu studi identifikasi nilai biodiversitas sebagai penyedia jasa lanskap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui keanekaragaman hayati tanaman di sepanjang  Daerah Aliran Sungai Brantas Kota Malang. Penelitian dilaksanakan di sepanjang Sungai Brantas Kota Malang yaitu area Sengkaling, Tunggulwulung, Lowokwaru dan Kedungkandang pada bulan Mei sampai Juni 2018. Metode yang digunakan yaitu metode transek garis untuk mengamati tanaman di sepanjang DAS serta mengidentifikasi jenis spesies tanaman sepanjang 100m. Kerapatan bernilai rendah berkisar antara 12-50 di masing-masing lokasi. Penyebaran spesies tumbuhan memiliki frekuensi yang sangat rendah yaitu berada pada kelas A (1-20%). Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada keempat lokasi pengamatan bernilai sedang yaitu 1<H’<3 dimana kondisi lingkungannya sedang. Nilai Indeks Dominansi Simpson (D) juga tidak ditemukan adanya tumbuhan yang paling mendominasi karena nilainya 0 < D ≤ 0,5 artinya tidak ada genus yang mendominasi. Manfaat agronomi tumbuhan yaitu dapat digunakan sebagai tanaman pangan, tanaman industri, tanaman hias dan tanaman obat.
Karakterisasi dan Identifikasi Keragaman Jamur Tiram di Kabupaten Malang, Jawa Timur Wahyuningtyas, Esther Arie; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur edible yang saat ini berkembang pesat, selain harganya murah dan mudah untuk dibudidayakan. Masa produksi jamur tiram relative cepat, harga jualnya relatif stabil, dan permintaan masyarakat akan jamur tiram dapat meningkatkan pendapatan petani jamur.Jamur tiram tergolong ke dalam kelas Basidiomycetes memiliki keragaman jenis jika terlihat dari morfologi seperti warna tubuh buah, bentuk tudung, ukuran tudung, ukuran tangkai serta karakter lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui koefisien kemiripan antar aksesi jamur tiram di kabupaten Malang berdasarkan karakter kualitatif dan mendapatkan aksesi yang berpotensi untuk dijadikan calon induk bibit F0. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Maret-Mei 2018 di 15 kecamatan di kabupaten Malang dan UPT Pengembangan Jamur Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian inimenggunakan tenik snowball sampling dalam menentukan responden petani jamur tiram. Hasil karakterisasi jamur tiram dilakukan analisis kelompok dengan software NTSYS 2.02 yang menghasilkan dendogram. Hasil penelitian karakterisasi jamur tiram di kabupaten Malang menunjukkan bahwa diperoleh 51 akesi jamur tiram yang tersebar di 15 kecamatan di kabupaten Malang.  Analisis kelompok berdasarkan karakter kualitatif didapatkan koefisien kemiripan antar aksesi sebesar 0,63-1,00. Aksesi yang berpotensi yang dapat dijadikan sebagai induk bibit F0 antara lain BL1, GDL2, NT3, NT4, NT6C, NT7, NT8, PGL2, PK7, WJ3, WG1 dan WG6.
Pengaruh Perbedaan Media Tanam dan Konsentrasi Aplikasi PGPR pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Labu Madu (Cucurbita moschata) Imani, Fahmi Lazuardi; Santosa, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman labu madu ialah tanaman yang berasal dari keluarga Cucurbitaceae dengan kandungan nutrisi yang cukup lengkap diantaranya β-karoten, protein, karbohidrat, kalsium, vitamin B dan C. Kandungan nutrisi tersebut mampu menjadi salah satu upaya dalam mengatasi maraknya olahan pangan rendah gizi. Salah satu upaya peningkatan produksi labu madu ialah menggunakan media tanam dan konsentrasi PGPR yang tepat. Media tanam ialah tempat tumbuh dan tegaknya suatu tanaman dalam menunjang kelangsungan hidupnya, sedangkan PGPR ialah mikroorganisme hayati yang mampu memperbaiki pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 hingga Maret 2019 di rumah plastik Lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan sembilan perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Analisis data menggunakan uji F pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan. Apabila hasil berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji BNT tingkat kesalahan 5% untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan media tanam dengan pemberian berbagai konsentrasi PGPR terhadap berbagai komponen pengamatan pertumbuhan dan hasil tanaman labu madu. Secara terpisah, perlakuan media tanam pupuk kandang kambing memberikan hasil paling tinggi pada pengamatan panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang buah, diameter buah, bobot segar buah, bobot kering buah, bobot segar total per tanaman, dan bobot kering total per tanaman serta memberikan  umur berbunga dan umur panen yang lebih cepat. Sedangkan perlakuan konsentrasi PGPR menunjukkan tidak berbeda nyata terhadap berbagai komponen pertumbuhan dan hasil tanaman labu madu.
Pengaruh Jenis Bahan Pembungkus terhadap Mutu Buah Mangga (Mangifera indica L.) Varietas Arummanis 143 Larasati, Ferota; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ekspor mangga dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sangat lambat karena masih kalah bersaing dalam hal mutu dengan negara lain yang menerapkan standar mutu tinggi. Arumanis 143 merupakan salah satu kultivar yang cukup potensial untuk dikembangkan. Namun, kultivar Arumanis 143 masih memiliki kelemahan yaitu warna kulit yang kurang menarik, karena prefensi pasar khususnya pasar intenasional menghendaki warna merah pada kulit buahnya. Tujuan dari penelitian ini ialah mendapatkan jenis bahan pembungkus terbaik pada buah mangga (Mangifera indica L.) Varietas Arummanis 143. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Desember 2018 di Kebun Percobaan Kraton, Pasuruhan, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan  4 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan dengan membungkus buah Arummanis-143 dengan 8 macam bahan pembungkus antara lain kontrol, kain katun putih, kain katun merah, kain katun biru, kain kassa putih, kertas semen, amplop coklat, dan koran. Adapun parameter yang diamati dalam penelitian antara lain perubahan warna buah, bobot buah, tingkat kekerasan buah, padatan terlarut total buah, kadar vitamin C, analisa karoten, dan tingkat kerusakan buah. Buah mangga varietas Arummanis 143 yang dibungkus Koran memberikan hasil keseluruhan yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya dari segi perubahan warna memiliki warna yang cerah, padatan terlarut total tinggi, kadar karoten tinggi, dan kerusakan buah rendah. Tetapi kertas Koran tidak memberikan hasil bobot buah segar yang tinggi, kelunakan buah yang tinggi, dan kadar vitamin C yang rendah.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Ayam pada Pertumbuhan dan Hasil 3 Varietas Mentimun (Cucumis sativus L.) Febriandani, Hasna Luthfiyyan; Yurlisa, Kartika; Sugito, Yogi
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimun merupakan salah satu tanaman hortikultura yang disukai konsumen dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi (Zuyasna dan Alfina, 2009). Produksi mentimun dari tahun 2009 sampai tahun 2012 mengalami penurunan dari 583.139 menjadi 511.525 ton/ha (Badan Pusat Statistik, 2017). Usaha peningkatan produksi mentimun dapat dilakukan melalui varietas unggul dan pemupukan yang memadai. Penelitian dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian Jatimulyo, Universitas Brawijaya, Kecamatan Lowokwaru, Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yaitu dosis pupuk kandang ayam dan varietas. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam yang terdiri dari 3 taraf yaitu D1: 0 ton ha-1, D2: 15 ton ha-1, D3: 20 ton ha-1. Faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari 3 varietas tanaman yaitu V1: Harmony, V2: Hercules, V3: Roman. Parameter pertumbuhan meliputi luas daun, bobot kering total tanaman dan laju pertumbuhan tanaman. Parameter panen meliputi jumlah buah per tanaman, panjang buah, diameter buah dan bobot buah per tanaman. Data pengamatan dilakukan menggunakan analisis ragam (ANOVA) atau Uji F hitung. Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan adanya interaksi pada variabel pengamatan luas daun, bobot kering total tanaman, laju pertumbuhan tanaman, jumlah buah per tanaman, panjang buah dan bobot buah. Terdapat respon yang berbeda pada taraf dosis pupuk kandang ayam pada beberapa varietas tanaman mentimun. Pupuk kandang ayam yang optimal untuk varietas Harmony yaitu 20 ton ha-1 sedangkan untuk varietas Hercules dan Roman 15 ton ha-1.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) pada Perlakuan Pupuk Trichokompos yang Dipanen pada Umur Berbeda Lamdo, Herfandi; Fajriani, Sisca; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis ialah komoditas pangan penting setelah tanaman padi. Produksi jagung manis di Indonesia 8,31 ton ha-1 sedangkan potensi 18-25 ton ha-1. Produksi rendah akibat penggunaan pupuk anorganik berlebihan. Peningkatan produksi dengan aplikasi pupuk organik dan umur panen yang tepat. Penelitian bertujuan mengetahui dosis pupuk trichokompos dan umur panen yang tepat. Hipotesis penelitian ialah dosis pupuk trichokompos 20 ton ha-1 dipanen umur 70 hst memperoleh hasil tertinggi. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Mojosari pada bulan Februari hingga April 2019. Penelitian menggunakan  Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 12 perlakuan diulang 3 kali. Perlakuan meliputi tanpa pupuk trichokompos dipanen umur 60 hst (P1); tanpa pupuk trichokompos dipanen umur 65hst (P2); tanpa pupuk trichokompos dipanen umur 70 hst (P3); tanpa pupuk trichokompos dipanen umur 75 hst (P4); pupuk trichokompos 10 ton ha-1 dipanen umur 60 hst (P5); pupuk trichokompos 10 ton ha-1 dipanen umur 65 hst (P6); pupuk trichokompos 10 ton ha-1 dipanen umur 70 hst (P7); pupuk trichokompos 10 ton ha-1 dipanen 75 hst (P8); pupuk trichokompos 20 ton ha-1 dipanen umur 60 hst (P9); pupuk trichokompos 20 ton ha-1 dipanen umur 65 hst (P10); pupuk trichokompos 20 ton ha-1 dipanen umur 70 hst (P11) dan pupuk trichokompos 20 ton ha-1 dipanen umur 75 hst (P12). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk trichokompos 20 ton ha-1 dipanen umur 70 hari memperoleh hasil lebih tinggi yaitu 26,25 ton ha-1 dibandingkan tanpa pupuk trichokompos yang dipanen pada umur 60 hst yaitu 7,39 ton ha-1.
Pengaruh Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh BAP dan NAA terhadap Presentase Tumbuh Bahan Tanam Krisan (Chrysanthemum morifolium) secara in vitro Lydianthy, Holanda; Nihayati, Ellis
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik kultur jaringan merupakan salah satu metode yang digunakan sebagai alternatif untuk memecahkan masalah rendahnya produktivitas tanaman krisan yang belum mampu memenuhi permintaan pasar. Teknologi ini telah banyak digunakan untuk perbanyakan bibit untuk menghasilkan bibit yang seragam dan kualitasnya terjamin terutama pada berbagi tanaman hias.  Melalui kultur jaringan, tanaman dapat diperbanyak setiap waktu sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat dihasilkan bibit yang lebih baik dan bibit yang unggul.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) dan NAA (Naphtaleine Acetic Acid) yang tepat untuk mempercepat pertumbuhan tunas eksplan krisan yang diperbanyak melalui multiplikasi tunas.   Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2019. Penelitian dilaksanakan di Materia Medica, Jl. Lahor N0. 87, Pesanggrahan, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tunas dari eksplan krisan varietas Fuji White sekitar 1 cm, zat pengatur tumbuh BAP dan NAA. Penelitian ini terdiri dari 10 perlakuan yaitu; B0N0, B0N1, B1N0, B1N1, B2N0, B2N1, B3N0, B3N1, B4N0 dan B4N1. Analisis data yang digunakan adalah uji F taraf 5%. Apabila uji F 5% memberikan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan (B1N1) dengan pemberian BAP 0,25 mg/L + NAA 0,025 mg/L berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tunas, jumlah daun dan tinggi eksplan krisan.
Pengaruh Komposisi Media Pembibitan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Jenis Jamur Tiram (Pleurotus spp.) Costa, Jessica Claudia Da; Damanhuri, Damanhuri
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur Tiram adalah salah satu jenis jamur kayu yang kini banyak dibudidayakan dan menjadi komoditi bernilai ekonomi. Salah satu hal yang dapat mendukung peningkatan produksi jamur tiram adalah kualitas bibit yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media pembibitan terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa jenis jamur tiram. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-September 2018 di Lab. Pengembangan Jamur Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dan CV. Damarayu, Sonotengah, Kebonagung, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama berupa jenis jamur tiram yang terdiri dari 5 jenis: jamur tiram putih strain boston (J1), jamur tiram putih strain florida (J2), jamur tiram putih strain thailand (J3), jamur tiram merah muda (J4) dan jamur tiram kuning (J5). Faktor kedua adalah komposisi media pembibitan, terdiri dari 4 taraf: 70% serbuk kayu+30% biji jagung (M1), 100% biji jagung (M2), 70% serbuk kayu+30% biji Sorgum (M3) dan 100% biji sorgum (M4). Hasil penelitian menunjukkan media 100% biji sorgum pada jenis jamur tiram putih strain florida, boston, thailand, dan jamur tiram merah muda, serta media 100% biji jagung pada jamur tiram putih strain florida, thailand, dan jamur tiram merah muda, menunjukkan pertumbuhan lebih cepat saat pembibitan di botol begitu juga setelah bibit diinokulasikan ke baglog. Perlakuan jenis jamur tiram putih strain thailand dengan media pembibitan 100% biji sorgum menunjukkan waktu panen pertama yang lebih cepat dan jumlah tubuh buah perbaglog lebih banyak. Jenis jamur tiram putih strain florida, boston, thailand menunjukkan rata-rata diameter, interval panen dan frekuensi panen lebih tinggi.
Pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Pupuk Hijau (C. juncea)pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Anisa, Khusnul; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) ialah komoditas hortikultura yang sangat digemari di Indonesia. Kesuburan tanah dapat ditingkatkan dengan menambahkan pupuk oganik. Penelitian bertujuan mengetahui interaksi antara dosis PGPR dan pupuk hijau C. juncea dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung manis serta untuk mengetahui pengaruh dosis PGPR dan pupuk hijau terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada bulanJuli-Oktober 2018,diDesa Ngijo, Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan ran-cangan petak terbagi (RPT). Petak utama,berbagai dosisdosis pupuk hijau (J)  yang terdiri: Pemberian Pupuk Hijau 0 ton/ha(J0) sebagai kontrol, 15 ton/ha(J1), dan 30 ton/ha (J2). Anak petak dosis PGPR (P) terdiri: PGPR 0 ml/tanaman (P0), 15 ml/tanaman (P1), 30 ml/tanaman (P2) . Interaksi antara perlakuan dosis pupuk hijau dan PGPR terjadi pada pengamatan diameter batang saat 56 hst, luas daun, dan bobot segar tongkol tanpa kelobot per hektar dimana kombinasi dosis 30 ml PGPR dan 30 ton/ha pupuk hijau C. juncea meningkatkan masing-masing 12,9 %, 52,1 %, dan 55,6 % dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Dosis 30 ton/ha pupuk hijau C. juncea meningkatkan tinggi tanaman 40,02 % dan hasil tanaman jagung manis seperti panjang tongkol dan diameter tongkol meningkat 19 % dan 13,9 % dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk hijau. Dosis PGPR 30 ml/tanaman dapat meningkatkan tinggi tanaman 10,2 %, jumlah daun 11,1 %, diameter tongkol 5 % dan panjang tongkol 7,9 % dibandingkan dengan tanpa PGPR.
Efek Xenia pada Beberapa Persilangan Jagung (Zea mays L.) Fauwziah, Lailatul; Sugiharto, Arifin Noor; Jaenun, M.
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung merupakan komoditas pertanian dengan nilai ekonomis yang tinggi. Jagung merupakan komoditas strategis yang berperan dalam pembangunan pertanian dan perekonomian di Indonesia. Jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan serta bahan baku industri. Angka produksi jagung selama satu dasawarsa (1999-2015) adalah 26,798 ton dengan persentase pertumbuhan 7,96 %. Diperlukan upaya peningkatan produksi jagung untuk memenuhi kebutuhan jagung di Indonesia. Pemanfaatan program pemuliaan tanaman seperti persilangan (hibridisasi) dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi jagung. Pemanfaatan efek xenia terhadap hasil persilangan jagung dapat dilakukan untuk menghasilkan kultivar unggul dengan potensi hasil yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek xenia pada karakter kualitatif dan kuantitatif serta memperoleh galur jantan yang prospektif sebagai calon tetua pembentukan kultivar hibrida. Peneli-tian ini dilakukan dilahan percobaan CV. Blue Akari yang terletak di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian dilaksanakan bulan Januari - April 2018. Metode yang digunakan ialah single plant. Perlakuan persilangan yang digunakan ialah selfing dan crossing. Pengamatan dilakukan pada karakter kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dianalisis menggunakan pendekatan statistik. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji t independen dengan taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa xenia mempengaruhi variabel warna biji dan bentuk biji beberapa hasil persilangan. Xenia juga mempengaruhi variabel bobot tongkol, panjang tongkol, diameter tongkol, tip filling, jumlah baris biji, bobot 100 biji, panjang biji serta lebar biji beberapa hasil persilangan. Serta diperoleh beberapa galur jantan yang prospektif sebagai calon tetua jantan pembentukan kultivar hibrida.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue