cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
PENGARUH PEMOTONGAN BUNGA JANTAN (TOPPING) DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays var. saccharata) Nindita, Ajeng Devi; Koesriharti, Koesriharti; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/540

Abstract

Jagung manis adalah salah satu komoditas pangan yang diminati masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemotongan bunga jantan dan pupuk kandang sapi pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada bulan April-Juni 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang diulang tiga kali. Faktor pertama, pemotongan bunga jantanterdiri dari tanpa pemotongan bunga jnatan (P1) dan pemotongan bunga jantan (P2). Faktor kedua, dosis pupuk kandang sapi terdiri dari 0 ton ha-1(D0), 5 ton ha-1(D1), 10 ton ha-1(D2), 15 ton ha-1(D3) dan 20 ton ha-1(D4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara pemotongan bunga jantan dan dosis pupuk kandang sapi terhadap index panen. Perlakuan pemotongan bunga jantan (topping) tidak memberikan pengaruh terhadap peubah pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Perlakuan dosis pupuk kandang sapi hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 28, 42 dan 56 hari setelah tanam, diameter batang tanaman jagung pada umur 56 hari setelah tanam dan jumlah daun tanaman jagung pada 28 hari setelah tanam.
RESPON DUA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merr) TERHADAP PERBEDAAN INTENSITAS CAHAYA PADA SISTEM AGROFORESTRY BERBASIS SENGON Rahmanda, Riefna; Sumarni, Titin; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/541

Abstract

Kedelai ialah komoditi penting yang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Produksi kedelai saat ini setiap tahunnya semakin menurun, penurunan produksi kedelai tersebut salah satunya dipengaruhi oleh faktor menurunnya luas lahan. Lahan yang tersedia di Indonesia lebih banyak digunakan petani untuk membudidayakan tanaman yang berpotensi untuk mencukupi kebutuhan ekonomi mereka, sehingga sedikit sekali petani yang menggunakan lahannya untuk tanaman kedelai. Saat ini lahan yang tersedia secara luas berada di areal perhutanan atau biasa disebut Agroforestry. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kedelai varietas Argomulyo dan Wilis terhadap intensitas cahaya yang berbeda pada agroforestry sengon. Penelitian dilaksanakan pada areal perkebunan Sengon dengan tiga intensitas cahaya yang berbeda di Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahan yang digunakan pada penelitian ini ialah benih kedelai varietas Argomulyo dan Wilis, juga pupuk Anorganik yang digunakan sesuai rekomendasi. Metode penelitian menggunakan (Nested Design) Rancangan Petak Tersarang dengan empat ulangan. Faktor pertama ialah perlakuan intensitas cahaya pada lahan sengon, meliputi: (1) Penanaman pada naungan sengon umur 2 tahun, (2) Penanaman pada naungan sengon umur 4 tahun, dan (3) Penanaman pada naungan sengon umur 6 tahun. Faktor kedua ialah perlakuan dua varietas kedelai, meliputi: (1) Varietas Argomulyo dan (2) Varietas Wilis.Penelitian menunjukkan bahwa varietas Argomulyo lebih tahan naungan dibandingkan varietas Wilis, karena penurunan pertumbuhan dan hasil dalam naungan sengon umur 2 tahun sampai 6 tahun menunjukkan penurunan yang stabil.
KERAGAMAN GENETIK 33 FAMILI PADA POPULASI GENERASI F4 CABAI BESAR (CAPSICUM ANNUUM L.) Hartiningsih, Eva Tri; Respatijarti, Respatijarti; Ashari, Sumeu
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/542

Abstract

Program pemuliaan tanaman ialah salah satu upaya untuk meningkatkan produtivitas dan kualitas hasil cabai besar. Keragaman genetik sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemuliaan tanaman. Dalam keragaman genetik terdapat variasi nilai genotip antar individu dalam populasi tersebut. Semakin luas keanekaragaman genetik suatu tanaman maka semakin besar peluang untuk mendapatkan peningkatan genetik untuk sifat yang diinginkan.Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keragaman genetik 33 Famili pada pertumbuhan generasi F4 Cabai Besar (Capsicum annum L).Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gesingan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada bulan Agustus 2014 2014 sampai Januari 2015. Penelitian  menggunakan metode single plant yaitu dengan menanam 33 famili generasi F4 hasil persilangan TW2X473 dan generasi F4 hasil persilangan TW2Xjatilaba. Hasil karakter kuantitatif dari 33 famili F5 cabai besar menunjukkan nilai KKG kurang dari 25% (semakin rendah) yang terdapat pada karakter tinggi tanaman, umur bunga, umur panen, diameter buah, panjang buah, tebal daging buah, panjang tangkai buah, dan bobot per buah.Hasil karakter kualitatif dari 33 familiF5 cabai besar yang menunjukkan keseragaman terdapat padakarakter tipe pertumbuhan, posisi bunga, warna mahkota, warna putik, warna buah masak, bentuk ujung buah dan bentuk buah.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL LIMA VARIETAS KENTANG (Solanum tuberosum L.) AKIBAT PEMBERIAN DUA MACAM PUPUK KANDANG DI DESA SUMBER BRANTAS KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU Pakaya, Cindriany; Azizah, Nur; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/544

Abstract

Kentang ialah salah satu komoditi pangan yang umumnya dimanfaatkan sebagai sayur dan berbagai macam olahan industri. Potensi kentang yang cukup besar diminati masyarakat membuat beberapa wilayah di Indonesia khususnya pulau Jawa yang memiliki kesesuaian agroklimat mengembangkan wilayahnya untuk budidaya kentang. Salah satu sentra produksi kentang di Kota Batu adalah Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji. Kegiatan pertanian yang cukup intensif disertai penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus mengakibatkan terjadinya degradasi lahan sehingga kesuburan tanah di kawasan ini juga ikut menurun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis pupuk kandang dan varietas yang cocok untuk dibudidayakan di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari hingga juni 2015 menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 30 petak percobaan. Variabel yang diamati berupa tinggi tanaman , jumlah daun, jumlah batang, diameter batang, jumlah umbi pertanaman, bobot umbi, serta, grade umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam pupuk kandang memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot umbi per hektar, serta bobot umbi berdasarkan grade lima varietas kentang. varietas Nadia memberikan respon terbaik pada pemberian pupuk kandang ayam sedangkan varietas GK UB dan GK BPTP Malang memberikan respon terbaik pada pemberian pupuk kandang sapi.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) Waskito, Kiki; Aini, Nurul; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.735 KB) | DOI: 10.21776/545

Abstract

Tanaman terung merupakan sayuran yang banyak dibudidayakan dilahan maupun dipekarangan. Salah satu alternatif budidaya dipekarangan bisa menggunakan polybag. Media tanam yang digunakan bisa memanfaatkan limbah disekeliling rumah yang mudah didapat misalnya kotoran sapi dan serbuk gergaji. Pemberian pupuk kandang dapat memperbaiki kondisi lingkungan pertumbuhan tanaman. Sedangkan manfaat serbuk gergaji yaitu mampu menyimpan air dalam jumlah banyak, dapat menyimpan zat hara, dan memiliki porositas yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan dosis pupuk nitrogen bagi pertumbuhan dan hasil tanaman terong. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai bulan Maret 2015 di Desa Janti, Mojoagung, Jombang. Bahan penelitian menggunakan tanaman terong ungu varietas Antaboga-1 dan pupuk yang digunakan ialah pupuk kandang sapi, urea, KCl, dan SP36. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri dari: M1 = Tanah + Pasir + Pupuk kandang sapi (1:1:1), M2 = Tanah + Pasir + Serbuk gergaji (1:1:1), M3 = Tanah + Pasir + Pupuk kandang sapi + Serbuk gergaji (1:1:1:1). Faktor yang kedua adalah pupuk nitrogen yang terdiri dari: N1 = 100 kg N/Ha, N2 = 150 kg N/Ha, N3 = 200 kg N/Ha, N4 = 250 kg N/Ha. Hasil terbaik yaitu komposisi media tanam tanah + pasir + pupuk kandang sapi (M1) dengan dosis nitrogen 150 kg N/Ha (N2) dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot buah panen per tanaman, bobot per buah, diameter buah terong, dan panjang buah.
IDENTIFIKASI KERAGAMAN BUAH HASIL PERSILANGAN MANGGA ARUMANIS 143 DENGAN PODANG URANG Sudrajat, Iman; Nihayati, Ellis; Wardiyati, Tatik
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/546

Abstract

Mangga Arumanis 143 berasal dari daerah Probolinggo, Jawa Timur. Mangga arumanis 143 merupakan salah satu kultivar yang cukup potensial untuk dikembangkan sebagai mangga unggulan, karena rasa yang disukai konsumen (Rebin et al., 2001). Mangga Podang Urang merupakan salah satu produk buah unggulan lokal dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kekhasan yang dimiliki oleh mangga Podang Urang terutama adalah pada penampilan warna kulit buah merah jingga menarik, daging buah jingga, bentuk buah cantik. (Baswarsiati dan Yuniarti, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk Mempelajari buah hasil persilangan mangga varietas Arumanis-143 dengan varietas Podang Urang adalah untuk  mengetahui  keragaman morfologi dan organoleptik. Penelitian dilaksanakan di Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pengembangan Benih Hortikultura yang beralamat di jalan Urip Sumoharjo no. 33, Pohjentrek, Kota Pasuruan,  Provinsi Jawa Timur, dan di laboratorium fisiologi tumbuhan fakultas pertanian universitas Brawijaya. Penelitian dilakukan pada bulan Agusutus 2013 sampai  Februari 2014. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah pohon mangga berusia tujuh tahun yang telah dipanen dari hasil persilangan varietas Arumanis-143 x Podang urang dan Podang Urang x Arumanis-143. Jumlah pohon sebanyak 70 pohon dengan rincian persilangan Podang Urang x Arumanis-143 berjumlah 25 pohon, persilangan Arumanis-143 x Podang Urang berjumlah 43 pohon, pohon induk varietas Arumanis-143 berjumlah satu pohon, dan pohon induk mangga varietas Podang Urang berjumlah satu pohon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan pengumpulan data pada pengamatan langsung melalui karakterisasi, dan uji organoleptik dengan pengumpulan data yang didapat dari beberapa panelis.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMBERIAN BIOCHAR PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Sandiwantoro, Riko Tri; Murdiono, Wisnu Eko; Islami, Titiek
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/547

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki permintaan yang tinggi. Rendahnya produktivitas jagung manis dapat diakibatkan karena kondisi tanah yang kurang baik. Perbaikan kondisi tanah dapat dilakukan dengan melakukan pengolahan tanah dan aplikasi biochar. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh sistem olah tanah dan aplikasi biochar bagi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, terdapat  9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Penelitian dilakukan di UPT Pengembangan Benih Palawija pada bulan Juni-Agustus 2015. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan sistem olah tanah dan aplikasi biochar tidak terjadi interaksi. Perlakuan biochar 12 t ha-1 dan sistem olah tanah maksimal dapat meningkatkan tinggi tanaman, luas daun, bobot kering total tanaman. Akan tetapi tidak berpengaruh nyata pada jumlah daun dan laju pertumbuhan relatif. Pada perlakuan biochar 12 t ha-1 dan sistem olah tanah maksimal dapat meningkatkan diameter tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, bobot segar tongkol berkelobot, bobot segar tongkol tanpa kelobot, hasil panen dan kadar gula. Perlakuan biochar 12 t ha-1 tidakmemberikan pengaruh nyata pada panjang tongkol tanpa kelobot dan kadar gula.
TINGKAT TOLERANSI BEBERAPA VARIETAS MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP CEKAMAN SALINITAS Pratama, Riko Aditya; Respatijarti, Respatijarti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.644 KB) | DOI: 10.21776/548

Abstract

Mentimun merupakan tanaman yang sensitive terhadap salinitas, untuk meningkatkan produksi diperlukan varietas yang toleran terhadap salinitas. Hal ini dilakukan sebagai solusi terhadap lahan salin yang belum banyak digunakan untuk pengembangan tanaman pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat toleransi beberapa varietas mentimun terhadap  berbagai konsentrasi larutan garam NaCl. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dan kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Jatikerto, Malang. Menggunakan dua rancangan yaitu rancangan acak lengkap faktorial dan rancangan petak terbagi. Terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama berbagai tingkat larutan NaCl 0 ppm, 5000 ppm dan 10000 ppm, dan faktor kedua terdiri dari beberapa varietas mentimun yaitu Mercy, Metavy, Monza, Lokal Blitar, Lokal Jember, dan Lokal Panda. Hasil penelitian menunjukkan pada tingkat salinitas sedang dengan konsetrasi 5000 ppm varietas yang toleran adalah Metavy, Lokal Blitar dan Lokal Panda, kemudian varietas semi toleran adalah Mercy dan Monza, sedangkan varietas tidak toleran adalah Lokal Jember. Selanjutnya pada salinitas tinggi dengan konsentrasi 10000 ppm varietas yang toleran adalah Mercy, Lokal Blitar dan Lokal Panda, kemudian varietas tidak toleran adalah Metavy, Monza dan Lokal Jember.
IDENTIFIKASI MORFOLOGI PISANG TANDUK DI KABUPATEN MALANG DAN LUMAJANG Arifin, Muhammad Farid; Purnamaningsih, Sri Lestari; Respatijarti, Respatijari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/549

Abstract

Pisang merupakan komoditas unggulan yang memberikan kontribusi besar terhadap produksi buah nasional. Terdapat lebih dari 200 kultivar pisang yang tumbuh di berbagai daerah. Namun, belum semunnya teridentifikasi, salah satunya yaitu pisang tanduk. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengidentifikasi secara morfologi karakter pisang Tanduk di Kabupaten Malang dan Lumajang. Penelitian ini dilaksanakan di 7 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang dan 2 kecamatan di wilayah Kabupaten Lumajang pada bulan Juli - Oktober 2015. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam jenis pisang Tanduk dengan karakter morfologi yang bervariasi yaitu pisang Agung Jawa, Agung Talun, Candi Merah, Candi Putih, Byar kurang dari 12 buah/tandan dan Byar lebih dari 17 buah/tandan. Karakter morfologi yang menjadi ciri pembeda dari enam jenis pisang Tanduk adalah karakter batang, dan buah.
PENGARUH TINGGI BATANG BAWAH PADA KEBERHASILAN GRAFTING DUA JENIS DURIAN (Durio zibethinus Murr.) LOKAL WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG Riady, Safarudin Slamet; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/550

Abstract

Produktifitas tanaman durian, baik secara kwalitas dan kwantitas di Indonesia dapat ditingkatkan dengan  penyediaan bibit yang berkualitas tinggi. Teknik untuk mendapatkan bibit yang berkualitas dapat dilakukan dengan penggunaan jenis durian unggul lokal sebagai batang atas yang digrafting dengan jenis batang bawah. Metode perbanyakan tanaman secara vegetatif, misalnya grafting akan menghasilkan bibit yang akan mempertahankan sifat unggul yang dimiliki tetuanya (pohon induknya). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi batang bawah dan jenis durian pada keberhasilan grafting dan  pertumbuhan tanaman baru hasil grafting. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wonosalam Kabupaten Jombang pada bulan Januari - Juni 2015.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 ulangan. Kombinasi perlakuan terdiri dari 1.tinggi batang bawah 10 cm + jenis Bido, 2. tinggi batang bawah 10 cm + jenis Obet, 3. tinggi batang bawah 20 cm + jenis Bido, 4. tinggi batang bawah 20 cm + jenis Obet, 5. tinggi batang bawah 30 cm + jenis Bido, 6. tinggi batang bawah 30 cm + jenis Obet. Parameter pertumbuhan yang diamati antara lain saat tumbuh tunas, tinggi tanaman, jumlah daun, dan persentase keberhasilan grafting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi antara jenis batang atas dengan ketinggian batang bawah terhadap keberhasilan grafting dan pertumbuhan vegetatif tanaman. Perlakuan tinggi batang bawah 30 cm dan jenis Bido meningkatkan persentase keberhasilan grafting dan pertumbuhan vegetatif tanaman tertinggi dibandingkan dengan ketinggian batang bawah lainnya

Page 48 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue