cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
PENGARUH DEFOLIASI DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max L.) VARIETAS DETAM-1 dan GROBOGAN Inaiyah, Asma; Heddy, Y. B. Suwasono; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/581

Abstract

Kedelai merupakan tanaman pangan penting setelah padi dan jagung. Kedelai sangat populer dimasyarakat karena sebagai sumber bahan pangan protein nabati. Kenaikan kebutuhan kedelai tidak dapat diimbangi oleh jumlah produksi di dalam negeri yang hanya dapat memenuhi kebutuhan sebesar 30-40% sehingga pemerintah harus impor 60-70% (Sudaryanto and Swastika, 2007). Untuk menekan ketergantungan, pemerintah di-harapkan melaksanakan program agar mencapai swasembada kedelai. Penelitian dilaksanakan bulan Mei-Juli 2015 di pertanian Desa Pendem, Kec. Junrejo, Batu, yang terletak pada ± 560 meter dpl, dengan suhu rata-rata 230-300 C. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak  Kelompok  yang  terdiri  2  faktor,  yaitu  varietas kedelai  dan  persentase defoliasi daun. Varietas kedelai terdiri dari 2 taraf yaitu V1 = varietas Detam-1 dan V2 = varietas Grobogan. Persentase defoliasi daun dengan 4 taraf yaitu D0 = 0% Defoliasi (kontrol), D1 = 10% Defoliasi, D2 = 20% Defoliasi, dan D3 = 30% Defoliasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan varietas dengan defoliasi terhadap luas daun, indeks luas daun, dan bobot kering tanaman. Varietas Detam-1 lebih respon terhadap defoliasi daun dibandingkan varietas Grobogan. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil parameter pengamatan bahwa varietas Detam-1 memiliki respon pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan varietas Grobogan. Berdasarkan komponen hasil bahwa perlakuan defoliasi D1 (10%) dengan indeks luas daun sebesar 4,53 didapatkan hasil panen kedelai yang paling tinggi yaitu 2,15 t ha-1 diantara perlakuan defoliasi dan indeks luas daun lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan defoliasi D1 (10%) dapat meningkatkan hasil panen sebesar 26%.
SELEKSI KETAHANAN FAMILI F3 TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) TERHADAP PENYAKIT LAYU BAKTERI (Ralstonia solanacearum) Azizah, Laili Niswatun; Respatijarti, Respatijarti; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/582

Abstract

Di Indonesia, potensi produksi cabai besar adalah 20 – 40 t ha-1 tetapi produksinya masih di bawah 10 t ha-1. Salah satu penyebab rendahnya produksi cabai besar adalah serangan penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum. Peningkatan produksi cabai besar dapat dilakukan dengan perbaikan bahan tanam yaitu dengan menyilangkan cabai besar yang memiliki karakter tahan terhadap penyakit layu bakteri dan produksi tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan sifat ketahanan tanaman cabai besar terhadap penyakit layu bakteri pada antar famili dan pada masing-masing individu dalam famili dari lima famili F3 serta mendapatkan famili atau individu tanaman cabai besar dari lima famili F3 yang tahan terhadap penyakit layu bakteri dan mempunyai potensi hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Gesingan, Pujon, Malang dan di Laboratorium Bakteriologi, Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman, Universitas Brawijaya pada bulan Februari – September. Penelitian disusun dengan menggunakan sistem petak tunggal (single plot) dengan metode pengamatan single plant, dimana lima famili generasi F3 ditanam bersama-sama dengan empat populasi tetua dalam sebuah petak penelitian. Masing-masing famili F3 ditanam sebanyak 100 individu tanaman dan masing-masing tetua ditanam sebanyak 40 individu tanaman. Hasil penelitian menunjukkan respon ketahanan penyakit layu bakteri antar famili pada lima famili F3 adalah tahan (famili P1.143, P2.52 dan P2.115), agak tahan (famili P2.139) dan rentan (famili P3.110). Respon ketahanan terhadap penyakit layu bakteri pada masing-masing individu dalam famili adalah tahan dan rentan.
PENGARUH PUPUK HIJAU (Crotalaria juncea L. DAN Tithonia diversifolia) DAN Trichoderma sp. PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Nafi’, Rifqi; Widaryanto, Eko; Sumarni, Titin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/583

Abstract

Produktivitas jagung manis di Indonesia per hektarnya masih tergolong rendah. Hal ini dikarenakan semakin sempitnya lahan subur yang diakibatkan oleh penggunaan pupuk sintetik berlebihan. Penelitian ini dimulai pada bulan Mei hingga Juli 2015 di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Batu. Alat yang digunakan dalam penelitian antara lain cangkul, gembor, arit, tali rafia, rol meter, kamera digital, gunting, ember, sprayer, penggaris dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian antara lain jagung manis varietas Talenta, benih C. juncea L. dan biomassa tanaman T. diversifolia, Trichoderma sp. Adapun pupuk yang digunakan ialah Urea sebanyak 418 kg ha-1, SP-36 100 kg ha-1, dan KCl 100 kg ha-1. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Analisis data menggunakan uji F taraf 5%. Hasil uji F yang berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji BNT untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hijau dosis 10 t ha-1 memberikan pengaruh yang lebih baik pada tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, indeks luas daun serta pada hasil tanaman. Penambahan Trichoderma sp. tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata dibandingkan tanpa Trichoderma sp.
STUDI DAYA HASIL GALUR F4 KEDELAI (Glycine max L.) HASIL PERSILANGAN VARIETAS ARGOPURO DENGAN UB, TANGGAMUS, DAN GROBOGAN Pradana, Candra Adhi; Roviq, Mochammad; Sitompul, Syukur Makmur
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/584

Abstract

Produksi kedelai di Indonesia saat ini masih belum dapat mengimbangi laju peningkatan kebutuhan kedelai. Produktivitas yang rendah ini disebabkan antara lain karena belum adanya varietas unggul, sedangkan penggunaan varietas yang sudah ada belum sesuai dengan lingkungan areal pertanaman kedelai. Pemilihan varietas memegang peranan penting dalam budidaya kedelai, untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi dapat ditentukan oleh potensi genetiknya. Persilangan antar varietas yang bermutu tinggi seperti varietas Argopuro dengan varietas UB, Tanggamus, dan Grobogan merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk meningkatkan produksi tanaman. Tujuan dilakukan persilangan ini adalah untuk mempelajari sifat utama yang mendukung komponen hasil pada galur F4 hasil persilangan varietas Argopuro sebagai tetua betina dengan varietas UB, Tanggamus, dan Grobogan sebagai tetua jantan. Setelah dilakukan persilangan, hasil yang diperoleh menunjukkan jika keragaman fenotip pada karakter komponen hasil populasi galur F4 menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan tetua, sehingga dengan melakukan seleksi pada populasi galur F4 maka dapat berpeluang untuk mendapatkan tanaman dengan daya hasil yang lebih tinggi. Pewarisan sifat pada populasi galur F4 yang tinggi terlihat pada keragaman karakter berat biji per tanaman, jumlah buku subur, dan jumlah polong isi pada galur persilangan F4. Karakter hasil berat biji per tanaman memiliki korelasi yang kuat dengan jumlah buku subur dan jumlah polong isi. Secara umum hampir semua galur persilangan F4 memiliki koefisien keragaman, heritabilitas, dan kemajuan genetik yang tinggi sehingga seleksi dapat dilakukan dengan lebih efektif.
PENAMPILAN FASE VEGETATIF 15 KLON TEBU UNGGUL HARAPAN (Saccharum spp. hybrid) DI DUA LOKASI Anif, Yuniza Miratu; Widyasari, Wiwit Budi; Kuswanto, Kuswanto; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.029 KB) | DOI: 10.21776/585

Abstract

Tebu merupakan bahan baku utama dalam industri gula sehingga diperlukan varietas unggul yang memiliki potensi produksi dan rendemen tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan 15 klon tebu unggul harapan hasil persilangan tebu (Saccharum) dengan tebu kerabat liar (Erianthus) pada dua lokasi pengujian. Bahan tanam yang digunakan yaitu 15 klon tebu dan varietas pembanding yaitu PS 881, Kidang Kencana (KK) dan Bululawang (BL). Data dianalisa menggunakan analisis ragam pada masing-masing lokasi danuntuk mengetahui interaksi genotip dan lokasi dilakukan analisis ragam gabungan yang dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5 %.Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 sampai April 2013 di dua lokasi yaitu di kebun Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) di Pasuruan dan Kediri. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan penampilan pertumbuhan di dua lokasi meliputi karakter persentase perkecambahan, jumlah batang, tinggi batang, jumlah ruas, intensitas penggerek batang umur 6 bulan dan intensitas penyakit pokahbung.
KARAKTERISTIK AGRONOMI 14 FAMILI F5 CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DI DATARAN MENENGAH Dewi, Martina Sari; Soetopo, Lita; Ardiarini, Noer Rahmi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.699 KB) | DOI: 10.21776/586

Abstract

Produktivitas cabai merah di Indonesia masih rendah, rataan nasional hanya 5,5 t ha-1, sedangkan potensinya dapat mencapai 20 t ha-1. Upaya perbaikan terhadap hasil cabai merah di dataran menengah dapat dilakukan melalui program pemuliaan tanaman, yaitu perakitan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik 14 famili cabai merah di dataran menengah dan mengetahui famili yang memiliki potensi hasil tinggi. Percobaan menggunakan rancangan blok tunggal, dengan 14 famili sebagai perlakuan dan 3 tetua sebagai kontrol. Pengamatan menggunakan teknik single plant. Penelitian dilaksanakan di Desa Kepuharjo, Karangploso, Malang, pada bulan Februari hingga Agustus 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata umur berbunga paling cepat pada famili B5.27.20 dan B6.42.14, umur panen paling cepat yaitu famili B2.58.5, jumlah buah per tanaman tertinggi yaitu famili A4.92.14, bobot buah per tanaman tertinggi dan bobot per buah tertinggi yaitu famili A1.26.19, diameter buah tertinggi yaitu famili A5.17.17, panjang buah tertinggi yaitu famili A1.54.14, tebal daging buah tertinggi yaitu famili A4.92.14, dan tinggi tanaman tertinggi yaitu famili B2.58.5. Seluruh famili memiliki tekstur permukaan buah dominan halus dan bentuk buah memanjang. Famili F5 cabai merah yang terpilih yaitu A1.26.19, B2.58.20, A4.92.14, A1.54.14, dan A1.8.14.
PENGARUH WAKTU PEMBERIAN MULSA TERHADAP PRODUKSI WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) Ferdian, Herman; Suryanto, Agus; Widaryanto, Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/587

Abstract

Beberapa kendala dalam budidaya wortel yaitu tidak tahan terhadap genangan air maupun kekeringan. Selain itu, erosi juga dapat terjadi  pada bedengan wortel sehing-ga mempengaruhi pembentukan umbi. Kendala tersebut dapat diatasi dengan pemberian mulsa pada lahan wortel.  Mulsa yang digunakan pada penelitian adalah mulsa jerami. Pemberian mulsa yang terjadwal (pada taraf pertumbuhan dan sebelum panen) pada populasi tanaman budidaya akan memberikan efek yang nyata dalam mengendalikan gulma, sehingga dapat memaksimalkan hasil panen Tujuan dari penelitian adalah mengetahui dan mempelajari pengaruh dari waktu pembe-rian mulsa terhadap dua varietas wortel khususnya pada  hasil umbi yang diperoleh.  Penelitian dilaksanakan di Dusun Borah, Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, Kabu-paten Malang pada bulan Mei hingga Agustus 2015. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok, yang terdiri dari  2 kombinasi perlakuan, yaitu perlakuan varietas wortel dan perlakuan waktu pemberian mulsa jerami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa jerami pada waktu yang berbeda mempengaruhi  secara nyata  pada kedua varietas terhadap tinggi tanaman, luas daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi, berat kering umbi, tingkat populasi gulma dan berat kering gulma. Pemberian mulsa tidak berpengaruh terhadap hasil umbi pada varietas New Kuroda dan Lokal, namun jika dibandikan dengan varietas Lokal, New Kuroda menunjukkan hasil yang lebih tinggi.
UJI DAYA HASIL BIOMASSA PENDAHULUAN 21 HIBRIDA JAGUNG (Zea mays L.) UNTUK BAHAN BAKU SILASE Nurwidyaningsih, Nurwidyaningsih; Yustiana, Yustiana; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/588

Abstract

Uji daya hasil pada hirida-hibrida jagung yang memiliki bobot biomassa yang tinggi perlu dilakukan untuk mengetahui potensinya apabila diproduksi sebagai silase bahan pakan ruminansia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya hasil biomassa dari 21 hibrida jagung yang berpotensi sebagai bahan baku dalam pembuatan silase untuk pakan ternak ruminansia. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan November 2015 sampai dengan bulan Januari 2016 di desa Mukuh, kecamatan Pagu, kabupaten Kediri.penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua ulangan. Data yang diperoleh dilakukan pengujian menggunakan analisis sidik ragam (uji F) dengan taraf nyata 5%, dilanjutkan dengan uji BNJ 5% bila ada pengaruh nyata, perhitungan Koefisien Keragaman Genetik (KKG) dan koefisien korelasi untuk delapan peubah pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 hibrida dari 21 hibrida yang diuji yang memiliki daya hasil biomassa yang tinggi sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku silase yaitu H5, H9, H10, H14, H16 dan H17. Peubah yang berpengaruh nyata yaitu bobot segar tajuk, jumlah daun dan jumlah tongkol. Nilai koefisien keragaman dengan kategori tinggi diperoleh pada karakter bobot segar tajuk, sedangkan karakter dengan kategori keragaman sedang diperoleh pada jumlah tongkol. Korelasi nyata dan bernilai positif diperoleh dari karakter bobot segar tajuk dengan jumlah daun, jumlah tongkol, tinggi tanaman dan umur berbunga betina.
RESPON TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) TERHADAP APLIKASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) DAN PUPUK KANDANG AYAM Halmedan, Jemy; Sugito, Yogi; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/589

Abstract

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan produksi jagung manis, maka diperlukan usaha untuk meningkatkan produksi tanaman. Kegiatan budidaya tanaman memiliki peran penting dalam meningkatan produksi, terutama dalam menyelesaikan beberapa masalah di lahan pertanian, salah satunya masalah yang perlu diperhatikan penggunaan pestisida dan pupuk anorganik berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan pada masalah kesehatan tanah dan dapat menurunankan produktivitas tanaman. Upaya untuk menangani masalah tersebut dengan memberikan PGPR dan bahan organik berupa pupuk kandang ayam, sehingga mampu memperbaiki sifat fisika tanah atau meningkatkan kesuburan tanah. Tujuan percobaan untuk mengetahui pengaruh kombinasi yang tepat pemberian pupuk kandang ayam dan PGPR terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Jagung manis. Percobaan dilaksanakan pada bulan Agustus - Desember 2015, di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.   Percobaan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompk Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan, yaitu Faktor pertama  pupuk kandang ayam dengan Faktor kedua yaitu PGPR. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian PGPR 30 ml l-1 air mempengaruhi secara nyata dan interaksi pada 20 t ha-1 pupuk kandang ayam terhadap tinggi tanaman, luas daun, Luas Indeks daun, bobot akar, CGR, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot dan bobot tongkol perhektar. Pemberian PGPR tidak berinteraksi pada Pupuk kandang ayam terhadap, diameter batang, jumlah daun, panjang tongkol dan diameter tongkol tanpa kelobot. Serta mampu meningkatkan hasil 42,67% apabila dibandingkan dengan perlakuan kontrol.
PENGARUH PUPUK KOMPOS UB DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI BUNGA Atari, Nindya; Murdiono, Wisnu Eko; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/590

Abstract

Pupuk nitrogen berperan penting dalam pembentukan hijau daun yang sangat berguna dalam proses fotosintesis (Noverita, 2005). Disamping pemberian pupuk non organik, juga harus dilakukan pemberian pupuk organik. Pemberian kompos pada tanaman sayuran sangat penting untuk menyediakan hara yang dibutuhkan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah Mendapatkan dosis kompos UB dan pupuk nitrogen yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman sawi bunga (Brassica juncea L.). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara pengaruh Kompos dan  Dosis Nitrogen terhadap jumlah daun sawi. Perlakuan tanpa pupuk kompos UB dengan pupuk nitrogen 180 kg N ha-1 pada umur 25 hst menghasilkan jumlah daun yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan pupuk kompos UB dengan dosis pupuk nitrogen 45, 90, 135, dan 180 kg ha-1. Kompos UB berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total tanaman sawi dan bobot segar total konsumsi sawi. Perlakuan kompos UB menghasilkan tinggi tanaman sawi (18,28 cm). bobot segar total tanaman sawi (39,24 g) dan bobot segar total konsumsi sawi (25,55 g) lebih tinggi bila dibandingkan dengan tanpa kompos. Nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot segar total tanaman sawi dan bobot segar total konsumsi sawi. Perlakuan nitrogen 180 kg N ha-1 menghasilkan bobot segar total tanaman sawi (g) dan bobot segar total konsumsi sawi (g) yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan perlakuan 45 kg N ha.

Page 52 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue